• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERPANJANGAN JANGKA WAKTU MASA KERJA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PERALIHAN DAN DEWAN PEMERINTAH DAERAH PERALIHAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERPANJANGAN JANGKA WAKTU MASA KERJA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PERALIHAN DAN DEWAN PEMERINTAH DAERAH PERALIHAN"

Copied!
0
0
0

Teks penuh

(1)

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 1957

TENTANG

PERPANJANGAN JANGKA WAKTU MASA KERJA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PERALIHAN DAN DEWAN PEMERINTAH DAERAH

PERALIHAN

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa jangka waktu masa kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Peralihan sebagaimana termaktub dalam Pasal 8 Undang-undang No.

14 tahun 1956 sudah akan berakhir pada tanggal 17 Juli 1957;

b. bahwa sampai dewasa ini pelaksanaan pemilihan UMUM tidak

memberi harapan dapat menghasilkan terbentuknya Dewan Perwakilan

Rakyat Daerah yang akan menggantikan Dewan Perwakilan Rakyat

Daerah Peralihan sebelum tanggal 17 Juli 1957;

c. bahwa untuk menghindarkan kekosongan demokrasi dalam

pemerintahan daerah perlu segera jangka waktu masa kerja Pemerintah

Daerah Peralihan sebagaimana termaktub dalam Pasal 8

Undang-undang No. 14 tahun 1956 diperpanjang sampai dengan dibentuknya

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang baru berdasarkan pemilihan

umum;

d. bahwa oleh karena keadaan yang mendesak peraturan ini perlu segera

diadakan;

Mengingat : a. Pasal 96 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia;

b. Undang-undang No. 1 tahun 1957;

c. Undang-undang No. 14 tahun 1956;

Mendengar : Dewan Menteri dalam rapatnya pada tanggal 29 April 1957;

(2)

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : UNDANG-UNDANG DARURAT TENTANG PERPANJANGAN

JANGKA WAKTU MASA KERJA DEWAN PERWAKILAN

RAKYAT DAERAH PERALIHAN DAN DEWAN PEMERINTAH

DAERAH PERALIHAN SEBAGAI BERIKUT:

Pasal 1

Pasal 8 Undang-undang No. 14 tahun 1956 diubah hingga seluruhnya

berbunyi sebagai berikut:

"Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Peralihan bubar sesudah Dewan

Perwakilan Rakyat Daerah atas dasar pemilihan umum dilantik".

Pasal 2

Undang-undang Darurat ini mulai berlaku pada hari diundangkan.

(3)

- 3

-Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan Undang-undang Darurat ini dengan penempatan dalam

Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 7 Mei 1957.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd

SUKARNO.

MENTERI DALAM NEGERI,

ttd

SANUSI HARDJADINATA.

Diundangkan

pada tanggal 11 Mei 1957.

MENTERI KEHAKIMAN,

ttd

GA.MAENGKOM.

(4)

ATAS

UNDANG-UNDANG DARURAT NOMOR 9 TAHUN 1957 TENTANG

PERPANJANGAN JANGKA WAKTU MASA KERJA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PERALIHAN DAN DEWAN

PEMERINTAH DAERAH PERALIHAN

UMUM

Pembatasan masakerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Peralihan termaktub

dalam pasal 8 Undang-undang No. 14 tahun 1956 dimaksudkan untuk menjamin

supaya pemilihan umum tidak diperlambat pelaksanaannya.

Dalam kenyataan, harapan supaya paling lambat pada tanggal 17 Juli 1957 semua

daerah swatantra di seluruh Indonesia sudah dapat membentuk Dewan Perwakilan

Rakyat Daerah baru yang tersusun atas dasar pemilihan umum menurut

Undang-undang No. 19 tahun 1956 belum dapat terlaksana.

Kelambatan pelaksanaan pemilihan umum itu disebabkan oleh beberapa hal, antara

lain :

1. Prosedur penyelenggaraan pemilihan umum yang diatur dalam Undang-undang

No. 19 tahun 1956 memerlukan waktu yang panjang, j.i. kurang lebih 43

minggu.

2. Pekerjaan pemilihan umum baru dapat dimulai bila Dewan Perwakilan Rakyat

Daerah Peralihan sudah terbentuk.

Sedangkan dalam pembentukan Dewan-dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Peralihan itu, terutama bagi daerah-daerah swatantra di luar Jawa, timbul banyak

kesulitan danapabila Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Peralihan sudah terbentuk

harus diangkat lagi Panitia Pemilihan Daerah, Panitia Pemungutan Suara dan

Panitia Pendaftaran Pemilih yang tidak selalu dapat berjalan lancar hingga banyak

sekali daerah yang tidak dapat memulai pekerjaan pemilihan pada waktunya.

(5)

- 2

-Mengingat bahwa masa kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Peralihan

sebagaimana telah ditentukan dalam pasal 8 Undang-undang No. 14 tahun 1956

akan berakhir pada tanggal 17 Juli 1957, maka dianggap perlu sekali

memperpanjang jangka waktu masakerja tersebut, supaya dengan demikian

kekosongan demokrasi dan hidupnya kembali pemerintahan tunggal dapat

dihindarkan.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan Pembelajaran Umum : Mahasiswa mampu menjelaskan metoda dan teknik pembuatan bahan dekorasi patiseri Jumlah Pertemuaan : 2 (satu) kali. Pertemuan Tujuan Pembelajaran

yaitu bagaimana hakim dapat menentukan bahwa sesuatu perbuatan bertentangan dengan hukum adat, padahal hukum adat adalah serangkaian peraturan yang tidak tertulis. Di dalam

berkesinambungan membutuhkan berkoordinasi dengan semua bidang baik pada tingkat universitas (akademik dan non akademik), fakultas dan program pascasarjana, maupun program

interpersonal guru mempengaruhi motivasi berprestasi dan kepuasan kerja guru serta untuk mengetahui pengaruh motivasi berprestasi terhadap kepuasan kerja guru. Berdasarkan

Pengakuan adalah proses penetapan terpenuhinya kriteria pencatatan suatu kejadian atau peristiwa dalam catatan akuntansi sehingga akan menjadi bagian yang melengkapi unsur

Izin usaha perubahan adalah izin yang wajib dimiliki oleh perusahaan untuk melakukan perubahan ketentuan yang telah ditetapkan dala izin usaha/izin usaha perluasan

Hasil sniffing pengguna pada SSO SAML dengan backend Radius menggunakan aplikasi web blog dan elearning dapat dilihat pada gambar 5 dan 6. Gambar 5 menjelaskan pengujian

Yudha Triguna, ed., Estetika Hindu dan Pembangunan Bali, Denpasar: Ilmu Agama dan Kebudayaan Universitas Hindu Indonesia Bekerja Sama dengan Penerbit Widya