Pengaruh Tegangan pada Reaktor Elektrokoagulasi Terhadap Pengolahan Effluent Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit

Teks penuh

(1)

vi

ABSTRAK

Produksi minyak sawit mentah (crude palm oil, CPO) di Indonesia terus meningkat sehingga akan menambah jumlah limbah cair yang dihasilkan. Teknologi kolam anaerobik telah banyak dikembangkan, namun karakteristik limbah cair pabrik kelapa sawit belum memenuhi baku mutu limbah cair yang telah ditentukan oleh pemerintah terutama untuk COD. Karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit dari kolam anaerobic dengan teknik elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan metode yang mampu menyisihkan berbagai jenis polutan dalam air, seperti partikel tersuspensi, logam berat, warna, larutan humus, dan deflouridasi air dengan mengalirkan arus listrik kedalam sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tegangan pada supply DC terhadap kinerja sistem elektrokoagulasi serta menentukan waktu terbaik untuk pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit tersebut. Jenis material elektroda yang digunakan adalah aluminium, dimensi reaktor adalah 12 x 12 x 36 cm dengan waktu retensi limbah 3 jam, jarak antar elektroda 1,5 cm, variasi tegangan supply DC adalah 7, 8, 9, 10 dan 11 volt dengan sampel limbah dari PKS PT. PP London Sumatera di Bagerpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penurunan COD, TS dan TS paling besar adalah 73,76% pada 9V, 88,97% pada 7V dan 99,9% pada 11V. Hasil penurunan COD yang terbaik pada 9 V dengan waktu operasi 60 menit, hasil penurunan TS yang terbaik didapat pada 7 V dengan waktu operasi 180 menit, akan tetapi belum memenuhi baku mutu, sedangkan penurunan TSS yang terbaik didapat pada 7 V dengan waktu operasi 30 menit dan hampir keseluruhan memenuhi baku mutu limbah cair pabrik kelapa sawit sesuai dengan Kep MenLH No.5 Tahun 2014.

Kata Kunci : Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit, Elektrokoagulasi, COD, TS, TSS

(2)

vii

ABSTRACT

The production of crude palm oil (crude palm oil, CPO) in Indonesia keep increasing that also will increase the amount of wastewater that being generated. Anaerobic pond technology had been developed, but the characteristics of palm oil mill effluent had not met the effluent standards set by the government, especially for COD. Therefore it is necessary to do further research on the treatment of palm oil mill effluent from anaerobic pond with electrocoagulation technique. Electrocoagulation was a method that capable of removing various kinds of pollutants in water, the suspended particles, heavy metals, color, solution of soil, and deflouridize water with an electricity into the system. This study aims to determine the effect of the supply DC voltage to the electrocoagulation system performance and determine the best time for the wastewater treatment from palm oil plant. The type of electrode material used is aluminum, the dimension of the reactor is 12 x 12 x 36 cm with the retention time of waste 3 hours, the distance between the electrodes of 1.5 cm, supply DC voltage variation was 7, 8, 9, 10 and 11 volts with samples of the waste from PT. PP London Sumatra Mill at Bagerpang. The results showed that the percentage reduction in COD, TS and TS greatest was 73,76 % at 9V, 88.97% at 7V and 99.9% at 11V. The best COD reduction reached at9V with operation time 60 minutes, reduction of TS was best obtained at 7 V with operation time 180 minutes, but do not meet quality standards, while the reduction in TSS was best obtained at 7 V with operation time 30 minutes and almost all met the quality standards for palm oil mill effluent according with Kep MenLH No.5 2014 .

Keywords : Palm Oil Mill Effluent (POME), Electrocoagulation, COD, TS, TSS

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...