PENGADILAN MILITER III-12 S U R A B A Y A
P U T U S A N
NOMOR 57-K/PM III-12/AL/II/2017
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Militer III-12 Surabaya yang bersidang di Sidoarjo dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa :
Nama lengkap : LIPUR
Pangkat, NRP : Pelda Bah / 55729
Jabatan : Dpb Satminpers Denma Lantamal V Kesatuan : Denma Lantamal V / Surabaya Tempat, tanggal lahir : Blora, 19 April 1964
Jenis kelamin : Laki-laki. Kewarganegaraan : Indonesia.
Agama : Islam.
Tempat tinggal : Jl. Sidomulyo IA/ I Sidotopo Wetan Surabaya
1. Terdakwa ditahan oleh Dandenma Lantamal V / Surabaya selaku Ankum selama 20 hari sejak tanggal 13 Nopember 2015 sampai dengan 2 Desember 2015 berdasarkan Keputusan Nomor : Kep/17/XI/2015 tanggal 17 November 2015 bertempat di Bintuntibmil Pomal Lantamal V / Surabaya.
2. Kemudian diperpanjang sesuai :
a. Perpanjangan penahanan ke-l dari Dan Lantamal V selaku Papera sejak tanggal 3 Desember 2015 sampai dengan tanggal 1 Januari 2016 berdasarkan Keputusan Nomor : Kep/08/XI/2015 tanggal 26 Nopember 2015.
b. Perpanjangan penahanan ke-II dari Dan Lantamal V selaku Papera sejak tanggal 2 Januari 2016 sampai dengan tanggal 31 Januari 2016 berdasarkan Keputusan Nomor : Kep/144/XII/2015 tanggal 30 Desember 2015.
c. Perpanjangan penahanan ke-III dari Dan Lantamal V selaku Papera sejak tanggal 1 Februari 2016 dengan tanggal 1 Maret 2016 berdasarkan Keputusan Nomor : Kep/02/I/2016 tanggal 26 Januari 2016, dan dibebaskan pada tanggal 2 Maret 2016 berdasarkan Surat Keputusan Nomor : Kep/28/II/2016 tanggal 25 Februari 2016 dari Dan Lantamal V selaku Papera.
Pengadilan Militer III-12 Surabaya
Membaca : Berkas perkara dari Pomal Lantamal V Nomor : BPP 14/A-9/III/2016 tanggal 18 Maret 2016 atas nama Pelda Bah LIPUR NRP 55729 dalam perkara ini.
Memperhatikan : 1. Keputusan Penyerahan Perkara dari Dan Lantamal V selaku Perwira Penyerah Perkara Nomor Kep/181/XII/2016 tanggal 19 Desember 2016.
2. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak/11/K/AL/I/2017 tanggal 30 Januari 2017.
Nomor : TAPKIM/57-K/PM III-12/AL/II/2017 tanggal 1 Februari 2017. 4. Penetapan Hakim Ketua tentang Hari Sidang Nomor : TAPSID /57-K/PM III-12/AL/Il/ 2017 tanggal 02 Februari 2017.
5. Surat Panggilan untuk menghadap sidang kepada Terdakwa dan para Saksi, serta surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara ini.
Mendengar : 1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak/11/K/AL/I/2017 tanggal 30 Januari 2017 di depan sidang yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini.
2. Hal-hal yang diterangkan oleh Terdakwa serta keterangan para Saksi dibawah sumpah.
Memperhatikan : 1. Tuntutan Pidana (Requisitoir) Oditur Militer yang diajukan kepada Majelis Hakim yang pada pokoknya Oditur Militer menyatakan bahwa :
a. Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana : ”Penipuan”, sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam pasal 378 KUHP.
b. Oleh karenanya Oditur Militer mohon agar Terdakwa dijatuhi:
Pidana Pokok : Penjara selama 2 (dua) tahun.
Pidana Tambahan : Dipecat dari dinas TNI-AL
c. Mohon barang bukti berupa :
Surat-surat :
1) 1 (satu) lembar foto copy bukti transfer melalui KARTU ATM BRI A.n. Eni Suhartini sejumlah Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah).
2) 1 (satu) lembar foto copy bukti setoran tunai Bank BRI A.n. Sdri. Eni Suhartini sejumlah Rp. 240.000.000,- (dua ratus empat puluh juta rupiah) ke rekening 318601000757503 A.n. Lipur tanggal 11 Agustus 2014.
3) 5 (lima) lembar foto copy buku tabungan Bank BRI Britama A.n. Sdri. Eni Suhartini dengan Noreg 6549-01-012610-53-8.
4) 1 (satu) lembar Surat Pernyataan tanggal 30 Agustus 2014.
5) 2 (dua) lembar Surat Pernyataan tanggal 01 September 2014.
6) 1 (satu) buah Nomor Pendaftaran Calon Taruna/Akademi TNI TH 2015 dengan Nomor 120.150367/catar/P nama Dwi Bintoro tanggal 07 April 2015.
7) 2 (dua) lembar Surat perjanjian tanggal 23 September 2015.
8) 2 (dua) lembar Rekening koran Bank BRI tanggal 02 Nopember 2015.1 (satu) lembar foto copy bukti penarikan KARTU ATM Mandiri tanggal 02 Oktober 2015.
Berupa-barang :
1) 1 (satu) buah Hp merk Smartfren warna hitam milik Sdri. Eni Suhartini (Saksi-1).
2) 1 (satu) buah Buku Tabungan Bank Mandiri A.n. Lipur. 3) 1 (satu) buah Kartu ATM Bank Mandiri milik Terdakwa Lipur.
Dikembalikan kepada yang berhak.
d. Mohon agar Terdakwa ditahan mengingat perkara Terdakwa yang ke-3 masih dalam proses persidangan Pengadilan Militer III-12 Surabaya belum selesai demi keamanan dan kelancaran sidang.
e. Membebani Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.10.000,00 (sepuluh ribu rupiah).
2. Pledoi yang diajukan oleh Penasehat Hukum Terdakwa yang pada pokoknya sebagai berikut :
Bahwa Penasihat Hukum menyatakan tidak sependapat terhadap uraian unsur ke-2, unsur ke-3 dan unsur ke-4 sehingga Penasihat Hukum memandang tidak perlu melakukan pembahasan secara mendalam, hal ini dikarenakan sesuai fakta persidangan justru ditemukan fakta sebagai berikut :
- Bahwa fakta hukum dalam persidangan sebagaimana para Saksi sampaikan dalam persidangan dan atau keterangan Saksi dibawah sumpah justru terungkap fakta bahwa yang menjanjikan bahwa peserta akan langsung pantukhir di Malang walaupun tahap seleksi para saksi gagal yang dibacakan oleh Oditur Militer dan tidak dibantah oleh Terdakwa dalam perkara ini.
- Bahwa fakta hukum mendasari atas keterangan Saksi-1, dan Saksi-2, dalam persidangan mengaku hanya meminta bantuan kepada Terdakwa agar anak- anaknya bisa diterima menjadi angkatan melalui pendidikan Calon Taruna Kadet TNI AL Tahun 2015 dengan memberi uang sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) ini sudah masuk dalam penyuapan sesuai dengan pasal 209 KUHP „Memberi atau menjanjikan sesuatu atau Pasal 5 jo 12 huruf a&b UU No 20 Tahun 2011 tentang Tipikor”.
- Bahwa Fakta Hukum dalam persidangan Terdakwa beritikat untuk mengembalikan dana dengan cara menyerahkan rumah Terdakwa di Jl. Sahabudin No 22 Komplek TNI AL Kenjeran untuk di over vb kan dengan nilai uang sebesar Rp. 120.000.000.- (seratus dua puluh juta rupiah) kepada Saksi-1 serta perabot rumah tangga yang di taksir sendiri oleh Saksi-1 sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) padahal Terdakwa belum menyetujui dan tidak bisa berbuat karena semua yang menentukan Saksi-1 serta Gaji dan tunjangan Terdakwa juga di minta padahal untuk kebutuhan hidup sehari-hari sehingga Terdakwa hidup menumpang di mertua Terdakwa karena dalam hal ini Terdakwa juga menjadi korban H. Amran juragan jual beli besi tua asal Kalimantan.
- Bahwa, tuntutan hukum yang diajukan Oditur Militer dengan memohon kepada Majelis Hakim, agar Terdakwa dituntut pidana penjara selama 2 (dua) tahun, dan Pidana tambahan di pecat dari dinas TNI AL sangatlah memberatkan dan tidak memenuhi rasa keadilan, dan tujuan pemeriksaan persidangan tidaklah semata-mata ditujukan untuk menghukum orang yang bersalah melakukan tindak pidana, melainkan juga ditujukan untuk mendidik agar pelaku tindak pidana dapat insyaf dan kembali kejalan yang benar, menjadi Prajurit yang baik sesuai dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta Falsafah Pancasila,
- Bahwa Terdakwa selama proses persidangan telah menunjukkan sikap ksatria, dan kooperatif dan sudah berusaha jujur dan memberikan keterangan sesuai dengan kejadian yang dialami, namun Ironisnya hal tersebut telah tidak dijadikan sebagai fakta hukum dan keterangan mengenai hal-hal yang meringankan, justru Oditur telah menyampaikan hal-hal yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa bertentangan dengan 8 Wajib TNI Cq. Tidak sekali-kali merugikan dan menyakiti hati rakyat dan perbuatan Terdakwa mencemarkan nama baik TNI AL di mata masyarakat sehingga pertimbangan hal-hal yang ada dalam fakta persidangan dan fakta hukum sebagaimana telah Penasihat Hukum uraikan pada point ke-1 s.d poin ke-4 telah tidak dipertimbangkan, hal ini jelas sangat merugikan bagi pencari keadilan tak terkecuali Terdakwa dalam perkara ini. - Oleh karenanya Penasihat Hukum mendasari uraian dan fakta hukum tersebut diatas, justru semakin bertambah yakin bahwa Terdakwa tidak seharusnya dihukum dan atau dihadapkan dalam persidangan, hal ini sejalan dengan adanya Putusan Mahkamah Agung RI tanggal 8 Januari 1966 No.42.K/Kr/1965 memuat hal: Suatu tindakan pada umumnya dapat hilang sifatnya sebagai melawan hukum, bukan hanya berdasarkan suatu ketentuan dalam perundang-undangan, melainkan juga berdasarkan asas-asas keadilan / asas hukum yang tidak tertulis dan bersifat umum, terdapat 3 (tiga) faktor yaitu :
1) Negara tidak dirugikan.
2) Kepentingan umum dapat dilayani.
3) Terdakwa tidak diuntungkan.
- Berdasarkan atas keberatan-keberatan dan hal-hal sebagaimana yang telah Penasehat Hukum sampaikan dalam pembelaan tersebut di atas maka tidak cukup bukti secara sah dan meyakinkan untuk menyatakan Terdakwa telah melakukan tindak pidana "Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat atau rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam pasal 378 KUHP.
- Bahwa atas alasan-alasan tersebut di atas Penasehat Hukum Terdakwa mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara Terdakwa untuk mempertimbangkan dan berkenan memutus perkara ini dengan menyatakan:
a. Menerima segala keberatan dari Penasihat Hukum untuk sebagian.
b. Membebankan biaya yang timbul kepada Negara. c. Merehabilitasi harkat dan martabat serta kedudukan Terdakwa dalam hukum.
3. Replik yang disampaikan oleh Oditur Militer yang pada pokoknya sebagai berikut :
Bahwa Replik Oditur Militer merupakan penegasan kembali mengenai keterbuktian unsur ke-2, unsur ke-3 dan unsur ke-4 dalam tuntutannya, sehingga Oditur Militer menyimpulkan bahwa perbuatan Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Penipuan” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP. Oleh karenanya Oditur Militer memohon kepada Majelis Hakim sebagai berikut :
a. Menolak secara keseluruhan Pembelaan (Pledoi) yang disampaikan melalui Penasehat Hukum Terdakwa.
b. Menyatakan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak/11/K/ AL / I / 2017 tanggal 30 Januari 2017 dan Tuntutan Oditur Militer tanggal 23 Maret 2017 secara sah memenuhi syarat serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
c. Menyatakan Terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dan menjatuhkan pidana sesuai dengan tuntutan Oditur Militer.
d. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa.
4. Duplik yang disampaikan oleh Penasehat Hukum Terdakwa dengan menyatakan hal-hal sebagai berikut :
a. Tentang Replik Oditur Militer III-12 Surabaya.
Bahwa Oditur Militer III-12, telah mengajukan tanggapan/replik atas nota pembelaan yang telah diajukan oleh Penasihat Hukum sebagaimana telah disampaikan pada persidangan tanggal 30 Maret 2017, demikian pula mengenai apa yang dikemukakan oleh Oditur Militer secara keseluruhan sebenarnya hanya mengulang seluruh argumentasinya dan berusaha meyakinkan bahwa tindak pidana tersebut telah terjadi dan terpenuhi unsurnya sebagaimana yang telah disampaikan dalam surat dakwaan dan atau dalam Tuntutannya, untuk itu Penasihat hukum sangat menghormati pendapatnya, sedangkan terhadap hal-hal yang tidak ditanggapi kami pandang sebagai bentuk pembenaran oleh karena seluruh argumentasi dan pembahasan terhadap unsur-unsur telah penasihat hukum sampaikan secara jelas dalam nota pembelaan sehingga Penasihat Hukum, tidak perlu melakukan tanggapan atau pembahasan lagi.
b. Kesimpulan.
1). Bahwa fakta hukum dalam persidangan sebagaimana para Saksi sampaikan dalam persidangan dan atau keterangan Saksi dibawah sumpah justru terungkap fakta bahwa yang menjanjikan bahwa peserta akan langsung pantukhir di Malang walaupun tahap seleksi para saksi gagal yang dibacakan oleh Oditur Militer dan tidak dibantah oleh Terdakwa dalam perkara ini.
2). Bahwa fakta hukum mendasari atas keterangan Saksi-1, dan Saksi-2, dalam persidangan mengaku hanya meminta bantuan kepada Terdakwa agar anak-anaknya bisa diterima menjadi angkatan melalui pendidikan Calon Taruna Kadet TNI AL Tahun 2015 dengan memberi uang sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) ini sudah masuk dalam penyuapan sesuai dengan pasal 209 KUHP „Memberi atau menjanjikan sesuatu atau Pasal 5 jo 12 huruf a&b UU No 20 Tahun 2011 tentang Tipikor”.
3) Bahwa Fakta Hukum dalam persidangan Terdakwa beritikat untuk mengembalikan dana dengan cara menyerahkan rumah Terdakwa di Jl. Sahabudin No 22 Komplek TNI AL Kenjeran untuk di over vb kan dengan nilai uang sebesar Rp. 120.000.000.- (seratus dua puluh juta rupiah) kepada Saksi-1 serta perabot rumah tangga yang di taksir sendiri oleh Saksi-1 sebesar Rp. 10.000.000, - (sepuluh juta rupiah) padahal Terdakwa belum menyetujui dan tidak bisa berbuat karena semua yang menentukan Saksi-1 serta Gaji dan tunjangan Terdakwa juga di minta padahal untuk kebutuhan hidup sehari-hari sehingga Terdakwa hidup menumpang di mertua Terdakwa karena dalam hal ini Terdakwa juga menjadi korban H. Amran juragan jual beli besi tua asal Kalimantan.
4). Bahwa, tuntutan hukum yang diajukan Oditur Militer dengan memohon kepada Majelis Hakim, agar Terdakwa dituntut pidana penjara selama 2 (Dua) tahun, dan Pidana tambahan di pecat dari dinas TNI AL sangatlah memberatkan dan tidak memenuhi rasa keadilan, dan tujuan pemeriksaan persidangan tidaklah semata-mata ditujukan untuk menghukum orang yang bersalah melakukan tindak pidana, melainkan juga ditujukan untuk mendidik agar pelaku tindak pidana dapat insyaf dan kembali kejalan yang benar, menjadi Prajurit yang baik sesuai dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta Falsafah Pancasila,
5). Bahwa Terdakwa selama proses persidangan telah menunjukkan sikap ksatria, dan kooperatif dan sudah berusaha jujur dan memberikan keterangan sesuai dengan kejadian yang dialami, namun Ironisnya hal tersebut telah tidak dijadikan sebagai fakta hukum dan keterangan mengenai hal-hal yang meringankan, justru Oditur telah menyampaikan hal-hal yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa bertentangan dengan 8 Wajib TNI Cq. Tidak sekali-kali merugikan dan menyakiti hati rakyat dan perbuatan terdakwa mencemarkan nama baik TNI AL di mata masyarakat sehingga pertimbangan hal-hal yang ada dalam fakta persidangan dan fakta hukum sebagaimana telah Penasihat hukum uraikan pada point ke-1 s.d poin ke-4 telah
tidak dipertimbangkan, hal ini jelas sangat merugikan bagi pencari keadilan tak terkecuali terdakwa dalam perkara ini.
c. P e n u t u p.
Oleh karenanya, marilah secara bersama-sama untuk selalu berbuat kebajikan dan beramal kebajikan, dengan tidak melupakan jati diri dan senantiasa berpedoman dengan filsafat Pancasila, yang telah menetapkan Keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa secara tulus dan benar, Insyaallah bilamana kita mampu berbuat demikian, maka tidak akan meleset janji Tuhan, dan ridho berkahnya akan senantiasa mengiringi kita semua.
Maka berdasarkan atas segala sesuatu yang telah Penasihat hukum sampaikan sebagaimana dalam nota pembelaan dan atau dupliek dalam perkara ini, adalah bagian yang tidak terpisahkan, dan mengingat salah satu unsur delik dan atau tindak pidana tidak terpenuhi atau tidak terbukti dan tidak dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan,
Berdasarkan atas segala keberatan dan pertimbangan yang telah Penasihat Hukum sampaikan sebagaimana tersebut diatas, mohon kiranya Majelis Hakim Pengadilan Militer III-12 Surabaya yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara Terdakwa menyatakan sependapat dengan Penasihat hukum dan berkenan memutuskan :
Menerima segala keberatan dari Penasihat Hukum untuk seluruhnya.
- Membebankan biaya yang timbul kepada Negara.
- Merehabilitasi harkat dan martabat serta kedudukan Terdakwa dalam hokum.
Atau ; Apabila Majelis Hakim berpendapat yang lain mohon putusan yang seadil-adilnya.
5. Tanggapan pribadi Terdakwa atas Replik Oditur Militer dengan menyatakan hal-hal yang pada pokoknya sebagai berikut :
a. Terhadap pidana pokok :
1) Bahwa Oditur Militer dalam tuntutan maupun Repliknya tidak mempertimbangkan tentang pengabdian Terdakwa telah berdinas selama 33 tahun di TNI-AL dan telah mendapat tanda jasa dari Negara RI berupa Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI, XXIV Tahun, dan Satya Lencana Bintang Jalasena Narariya, serta Terdakwa akan pensiun pada bulan Mei 2017.
2) Bahwa Oditur Militer dalam tuntutan maupun Repliknya tidak mempertimbangkan itikat baik Terdakwa yang telah mengembalikan uang Saksi-1 sebesar Rp. 135.500.000,- (seratus tiga puluh lima juta lima ratus rupiah) sehingga masih tersisa yang belum terbayar sebesar Rp. 164.450.000,- (seratus enam puluh empat juta empat ratus lima puluh rupiah), dan ada niat Terdakwa membayar lagi Rp.
5.000.000,- (lima juta rupiah) dan sisanya Terdakwa cicil Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) setiap bulannya.
3) Bahwa Oditur Militer dalam tuntutan maupun Repliknya tidak mempertimbangkan sewaktu Saksi-1 mengambil perabot rumah tangga milik Terdakwa dengan menaksir sendiri demikian juga Saksi-1 mengambil KARTU ATM Gaji milik Terdakwa dengan cara memaksa.
Berdasarkan uraian tersebut di atas Terdakwa mohon agar dibebaskan atau apabila Majelis hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya.
b. Terhadap pidana tambahan “dipecat dari dinas militer” :
1) Bahwa Terdakwa dituntut melanggar pasal 378 KUHP, dalam KUHP tidak terdapat ketentuan pidana tambahan berupa pemecatan dari dinas militer yang diatur dalam pasal 10 KUHP, sehingga berdasarkan azas legalitas maka tidak ada pidana lain kecuali yang ditentukan dalam KUHP, sehingga dengan demikian Oditur Militer telah melampaui batas kewenangannya.
2) Bahwa Terdakwa telah berdinas selama 33 tahun di TNI-AL dan akan pensiun pada bulan Mei 2017, sehingga pada saat Terdakwa telah menjalani pidananya nanti Terdakwa sudah pension, oleh karena itu tidak berpengaruh lagi terhadap sendi-sendi disiplin militer, selain itu dalam hak pensiun Terdakwa terdapat hak istri dan anak Terdakwa, selain itu terjadinya perka ini karena dipengaruhi oleh Saksi-1 yang menyuap Terdakwa.
3) Bahwa Terdakwa merupakan tulang punggung dalam keluarga, istri Terdakwa tidak bekerja.
Berdasarkan uraian tersebut di atas Terdakwa mohon tidak dipecat dari dinas militer.
Menimbang : Bahwa Terdakwa berdasarkan Surat Dakwaan Oditur Militer yang disusun dalam dakwaan tunggal Terdakwa pada pokoknya didakwa sebagai berikut :
Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat-tempat tersebut di bawah ini, yaitu pada hari .tanggal, bulan yang sudah tidak diingat lagi tahun 2000 empat belas atau setidak-tidaknya dalam tahun 2000 empat belas bertempat di Jl. Sahabudin No. 22 Komplek TNI AL Kenjeran Surabaya atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Militer III-12 Surabaya telah melakukan tindak pidana : “Barangsiapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapus piutang. Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
1. Bahwa Terdakwa masuk menjadi Prajurit TNI AL melalui Dikcatam Milsuk Angkatan II Gelombang II pada tahun 1983 di Kodikal
(sekarang Kobangdikal) lulus tahun 1984, setelah lulus dilantik dengan pangkat Kld dan ditugaskan di KRI Yos Sudarso Koarmatim, setelah beberapa kali mengalami mutasi penugasan selanjutnya mengikuti Dikcabareg Angkatan XXV tahun 1995 di Kodikal (sekarang Kobangdikal) lulus tahun 1996, setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda dan ditugaskan di Spers Koarmatim. Pada tahun 2015 ditugaskan di Srena Denma Lantamal V/ BKO SKartu ATMinpers Denma Lantamal V sampai dengan saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini dengan pangkat Pelda Bah NRP 55729.
2. Bahwa Terdakwa kenal dengan Sdri. Eni Suhartini (Saksi-1) istri dari Serma Joko Irianto sejak tahun 1988 dikenalkan oleh istri Terdakwa Sdri. Lilik Sumarni Bahwa pada awalnya sekira tahun 2014 Saksi-1 dan suaminya sekira pukul 21.00 Wib _ating kerumah Terdakwa di Jl. Sahabudin No. 22 komplek TNI AL Kenjeran Surabaya dengan tujuan meminta tolong kepada Terdakwa untuk membantu anaknya An. Sdr. Dwi Bintoro (Saksi-2) masuk tes seleksi Taruna TNI tahun 2015, atas permintaan Saksi-1 dan suaminya tersebut selanjutnya Terdakwa menyanggupinya.
3. Bahwa Terdakwa menawarkan akan membantu anak Saksi-1 masuk menjadi Kadet TNI AL dengan syarat Saksi-1 memberikan uang sejumlah Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dan Saksi-1 dijanjikan bahwa anak Saksi-1 (Dwi Bintoro/Saksi- 2) dijamin lulus masuk Kadet TNI AL karena Terdakwa kenal dengan panitia penerimaan Kadet TNI AL dan apabila tidak lulus seleksi uang sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) tersebut akan dikembalikan.
4. Bahwa saat itu dibuatkan Surat Pernyataan bermaterai tertanggal 30 Agustus
2014 yang isinya menerangkan bahwa apabila anak Saksi-1 tidak lulus seleksi Kadet TNI AL uang Saksi-1 akan dikembalikan 1 (satu) bulan setelah anak Saksi-1 dinyatakan tidak lulus seleksi.
5. Bahwa Saksi-1 menyerahkan uang sejumlah Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) tersebut kepada Terdakwa secara bertahap :
- Yang pertama pada tanggal 22 Juli 2014 sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) melalui transfer dari KARTU ATM Bank BRI Saksi-1 ke rekening Terdakwa di Bank BRI dengan nomor rekening 3186-6010-0075-7503 ada bukti transfer.
- Yang kedua pada tanggal 11 Agustus 2014 sebesar Rp. 240.000.000,- (dua ratus empat puluh juta rupiah) Saksi-1 transfer melalui Bank BRI Pogot Surabaya ke rekening Terdakwa di Bank BRI dengan nomor rekening 3186-6010-0075-7503 ada bukti transfer.
- Yang ketiga pada tanggal 25 Agustus 2014 sebesar Rp. 45.000.000,- (empat puluh lima juta rupiah) Saksi-1 serahkan secara langsung kepada Terdakwa pada saat Terdakwa _ating ke rumah Saksi-1 di Tenggumung Baru Mulya 4/24 RT 006/009 Pengirian kec. Semampir Surabaya, pada saat Saksi-1 menyerahkan uang tersebut tidak ada yang menyaksikan.
6. Bahwa pada tanggal 7 April 2015 anak Saksi-1 (Dwi Bintoro/Saksi-2) mendaftar untuk seleksi masuk Kadet TNI AL di Mako Lantamal V Surabaya dengan nomor pendaftaran 120.150367/catar/P dan anak Saksi-1 sudah mengikuti tes sejak pertengahan bulan Mei
2015 sampai dengan sekira bulan Juni 2015.
7. Bahwa perkembangan dari test Taruna TNI tersebut untuk seleksi di Lantamal V Saksi-2 telah lolos test namun pada saat akan melaksanakan test tingkat pusat di Magelang diadakan test Ricek Kesehatan namun dari hasil Ricek Kesehatan (ECG) tersebut Saksi-2 gagal dan tidak lolos ke seleksi tingkat pusat.
8. Bahwa setelah mengetahui anak Saksi-1 tidak lulus seleksi kadet TNI AL tahun
2015 sekira bulan Agustus 2015 Saksi-1 ke rumah Terdakwa dengan suaminya untuk meminta uang Saksi-1 dikembalikan sesuai perjanjian namun sampai dengan saat ini hanya dijanji-janjikan saja, dan Saksi-1 tetap meminta uang tersebut dikembalikan dengan cara Saksi-1 menelepon dan SMS kepada Terdakwa dan kalau Terdakwa tidak mengembalikan uang tersebut Saksi-1 akan melaporkan kepada Kesatuan.
9. Bahwa selanjutnya pada tanggal 1 September 2015 Terdakwa datang ke rumah Saksi-1 dengan ditemani Serma Pom Suwarno NRP 65984 anggota Pomal Koarmatim dan dibuatkan surat pernyataan tertanggal 1 September 2015 yang isinya Terdakwa akan mengembalikan uang Saksi-1 paling lambat tanggal 15 September 2015 dan apabila pada tanggal tersebut tidak mengembalikan, Saksi-1 akan melaporkan permasalahan tersebut ke Pomal Lantamal V.
10. Bahwa Terdakwa mengembalikan uang sebesar Rp. 130.000.000,- (seratus tiga puluh juta rupiah) dengan cara Terdakwa akan memindah tangankan 1 (satu) unit rumah yang beralamat di Jl. Sahabudin no. 22 Komplek TNI AL Kenjeran beserta perabot rumah tangga (Mebeler, AC. Kulkas, TV dan Mesin Cuci) kepada adik ipar 11. Barwa sedangkan uang yang Rp. 5.350.000,- (lima juta tiga ratus lima puluh nbu anj Saksi-1 ambil dari Kartu ATM Bank Mandiri dari gaji dan tunjangan kinerja setiap bulannya milik Terdakwa yang Saksi-1 bawa beserta buku tabungan Bank mandiri, sehingga total uang yang sudah dikembalikan oleh Terdakwa sebesar Rp. 135.350.000,- (seratus tiga puluh lima juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah).
12. Bahwa sisa uang yang belum dikembalikan oleh Terdakwa kepada Saksi-1 sebesar Rp. 164.650.000,- (seratus enam puluh empat juta enam ratus lima puluh ribu rupiah).
13. Bahwa uang dari Saksi-1 sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) tersebut oleh Terdakwa digunakan untuk transaksi jual beli besi tua alat berat berupa Bego, Traktor, Truk dengan Sdr. H. Amran alamat Jl. Kutai No. 15 Kalimantan Timur dengan harga perkilo Rp. 2.100,- (dua ribu seratus rupiah) sehingga totalnya Terdakwa membeli besi tua «alat berat tersebut sebesar Rp. 400.000.000,- (empat ratus juta rupiah), dimana uang tersebut Terdakwa peroleh dari Saksi-1 uang biaya test Taruna TNI sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dan yang Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) dari uang Terdakwa pribadi.
14. Bahwa setelah uang tersebut Terdakwa serahkan kepada H. Amran pada sekira bulan September 2015 di rumah Terdakwa di komplek TNI AL Kenjeran Surabaya secara tunai ternyata transaksi jual beli besi tua alat berat tersebut ternyata tipuan Sdr. H. Amran menghilang dan Terdakwa tidak mengetahui keberadaan dan alamatnya.
juga mempunyai masalah dengan Sdr. Mustakim alamat Jl. Tambak Wedi Nop. 10 RT 03 RW 02 Kel. Tambak Wedi Kec. Kenjeran Surabaya masalah penerimaan Caba TNI AL dan masalah dengan Sdr. Yanius dalam perkara penggelapan 1 (satu) unit Mobil Toyota Avanza.
Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam Pasal 378 KUHP.
Menimbang : Bahwa atas dakwaan tersebut Terdakwa menyatakan mengerti dan mengakui perbuatannya yang diuraikan Oditur Militer dalam dakwaan tersebut dan atas dakwaan tersebut Penasehat Hukum Terdakwa tidak mengajukan Eksepsi atau keberatan.
Menimbang : Bahwa di persidangan Terdakwa didampingi oleh Tim Penasehat Hukum dari Diskum lantaman V Surabaya atas nama :
1. Mayor Laut (KH/W) Elvi Delima Wati, SH NRP 14190/P. 2. Kapten Laut (KH) Sirodjuddin, SH NRP 17476/P.
3. Lettu Laut (KH) Edy Kuspangat, SH. NRP 19461/P. 4. Serma Nav Arif Suryanto, SH. NRP 98478.
5. Sertu Mes Agus Budi Utomo, SH. NRP 72124. 6. Serda Bek Syamsul Bahri, SH. NRP 83142.
berdasarkan Surat Perintah Ka Diskum lantaman V Surabaya Nomor : Sprin/34/I/2016 tanggal 13 Januari 2016 dan Surat Kuasa Khusus dari Terdakwa tanggal 28 Februari 2017.
Menimbang : Bahwa para Saksi yang dihadapkan dipersidangan menerangkan dibawah sumpah sebagai berikut:
Saksi-1 :
Nama lengkap : Eni Suhartini
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 09 Agustus 1968 Jenis Kelamin : Perempuan
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Tempat tinggal : Tenggumung Baru Mulya 4/24 RT 006/009 Kel. Pegirian Kec. Semampir Surabaya
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sekira tahun 1988 karena dikenalkan oleh Sdri. Lilik Surnami (istri Terdakwa) dan istri Terdakwa teman SMP Saksi, namun tidak ada hubungan keluarga.
2. Bahwa pada sekira akhir bulan Juli 2014 sekira pukul 21.00 Wib Saksi bersama suami Saksi (Pelda Joko Irianto) datang ke rumah Terdakwa di Jl. Sahabuddin No. 22 Kompleks TNI AL Kenjeran Surabaya atas undangan Terdakwa.
3. Bahwa pada saat itu Terdakwa menawarkan kepada Saksi untuk mendaftarkan anak Saksi Yang bernama Sdr. Dwi Bintoro (Saksi-2) masuk menjadi Taruna Kadet TNI AL.
4. Bahwa Terdakwa mengaku bisa membantu anak Saksi karena Terdakwa orang pers dan kenal dengan panitia seleksi masuk Taruna Kadet TNI AL dan Terdakwa menjamin anak Saksi lulus 100%.
oleh Terdakwa, kemudian sekira pukul 20.00 Wib Saksi bersama Suami Saksi datang ke rumah Terdakwa, setelah berada di rumah Terdakwa, Terdakwa menerangkan bahwa biayanya seperti lelang, biayanya sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah), Saksi bilang kemarin Terdakwa bilang Rp. 170.000.000,- (seratus tuju puluh juta rupiah) kok tambah, Terdakwa bilang karena di Magelang gabungan dengan AD, AU dan AL.
6. Bahwa Terdakwa juga berjanji apabila anak Saksi tidak lulus seleksi uang sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) tersebut akan dikembalikan semuanya, sehingga pada tanggal 30 Agustus 2014 Terdakwa membuat Surat Pernyataan bermaterai 6000 tertanggal 30 Agustus 2014 yang isinya menerangkan bahwa apabila anak Saksi tidak lulus seleksi Kadet TNI AL uang Saksi akan dikembalikan 1 (satu) bulan setelah anak Saksi dinyatakan tidak lulus seleksi.
7. Bahwa Saksi tertarik dengan tawaran Terdakwa karena anak Saksi Sdr. Dwi Bintoro (Saksi-2) sudah kelas III SMA dan Terdakwa menjamin anak Saksi lulus 100%.
8. Bahwa untuk memenuhi permintaan Terdakwa tersebut, Saksi terpaksa menjual kos-kosan di daerah Rungkut Jl. Trenggilis gang buntu, laku Rp. 160.000.000,- (seratus enam puluh juta rupiah) ditambah dengan uang yang ada di rekening BRI Saksi.
9. Bahwa Saksi menyerahkan uang sejumlah Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) tersebut kepada Terdakwa secara bertahap :
- Yang pertama pada tanggal 22 Juli 2014 sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) melaui transfer dari KARTU ATM Bank BRI Saksi ke rekening Terdakwa di Bank BRI dengan nomor rekening 3186-6010-0075-7503 ada bukti transfer.
- Yang kedua pada tanggal 11 Agustus 2014 sebesar Rp. 240.000.000,- (dua ratus empat puluh juta rupiah) Saksi transfer melalui Bank BRI Pogot Surabaya ke rekening Terdakwa di Bank BRI dengan nomor rekening 3186-6010-0075-7503 ada bukti transfer.
- Yang ketiga pada tanggal 25 Agustus 2014 sebesar Rp. 45.000.000,- (empat puiuh lima juta rupiah) Saksi serahkan secara langsung kepada Terdakwa pada saat Terdakwa datang ke rumah Saksi di Tenggumung Baru Mulya 4/24 RT 006/009 Pengirian Kec. Semampir Surabaya, pada saat Saksi menyerahkan uang tersebut tidak ada yang menyaksikan.
10. Bahwa pada tanggal 7 April 2015 anak Saksi (Dwi Bintoro/Saksi-2) mendaftar untuk seleksi masuk kadet TNI AL di Mako Lantamal V Surabaya dengan nomor pendaftaran 120.150367/catar/P dan anak Saksi sudah mengikuti tes sejak pertengahan bulan Mei 2015 sampai dengan sekira bulan Juni 2015.
11. Bahwa pada bulan Juni 2015 anak Saksi (Dwi Bintoro) dinyatakan tidak lulus Pantuhir Daerah seleksi Kadet TNI AL tahun 2015 dengan alasan ada masalah pada jantungnya.
12. Bahwa setelah Saksi-2 dinyatakan tidak lulus, selanjutnya Terdakwa menyuruh cek lengkap, kata Terdakwa gugur bisa hidup lagi, jangan bilang sama siapa-siapa, kalau anak saksi nanti bisa menyusul jangan cari-cari informasi nanti dicurigai.
uang kembali sesuai surat pernyataan Terdakwa, tetapi Terdakwa mengatakan uangnya sama panitia, jadi belum bisa kembali
14. Bahwa sekira bulan Agustus 2015 Saksi datang ke rumah Terdakwa untuk meminta uang Saksi dikembalikan sesuai perjanjian namun Saksi diusir oleh Terdakwa.
15. Bahwa Saksi berulang kali datang ke rumah Terdakwa untuk meminta uang Saksi dikembalikan, Saksi juga menelepon dan SMS kepada Terdakwa menyampaikan kalau Terdakwa tidak mengembalikan uang tersebut Saksi akan melaporkan kepada Kesatuan Terdakwa.
16. Bahwa selanjutnya pada tanggal 1 September 2015 Terdakwa datang ke rumah Saksi dengan ditemani Serma Pom Suwarno NRP 65984 anggota Pomal Koarmatim dan dibuatkan surat pernyataan tertanggal 1 September 2015 yang isinya Terdakwa akan mengembalikan uang Saksi paling lambat tanggai 15 September 2015 dan apabila pada tanggal tersebut tidak mengembalikan, Saksi akan melaporkan permasalahan tersebut ke Pomal Lantamal V.
17. Bahwa pada tanggal 18 Oktober 2015 Terdakwa mengembalikan sebagian uang Saksi-1 sebesar Rp. 130.000.000,- (seratus tiga puluh juta rupiah) dengan cara Terdakwa memindah tangankan (over VB) 1 (satu) unit Rumah Dinas TNI AL yang ditempati Terdakwa yang beralamat di Jl. Sahabudin No. 22 Komplek TNI AL Kenjeran beserta perabot rumah tangga (Mebeler, AC. Kulkas, TV dan Mesin Cuci) kepada adik ipar Saksi A.n. Lettu Laut Syafruddin Sohar sesuai dengan Surat Perjanjian tertanggal 23 September 2015, selanjutnya uang ganti rugi over VB Rumah Dinas tersebut diserahkan kepada Saksi secara tunai sebesar Rp. 130.000.000,- (seratus tiga puluh juta rupiah).
18. Bahwa sedangkan yang Rp. 5.350.000,- (lima juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah) Saksi ambil dari KARTU ATM Bank Mandiri dari gaji dan tunjangan kinerja setiap bulannya milik Terdakwa yang Saksi bawa beserta buku tabungan Bank mandiri, jadi total uang yang sudah dikembalikan oleh Terdakwa sebesar Rp. 135.350.000,- (seratus tiga puluh lima juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah).
19. Bahwa sisa uang Saksi yang belum dikembalikan oleh Terdakwa kepada Saksi sebesar Rp. 164.650.000,- (seratus enam puluh empat juta enam ratus lima puluh ribu rupiah).
20. Bahwa uang Saksi mungkin digunakan Terdakwa untuk hajatan anaknya karena acaranya meriah, untuk biaya kertas undangan saja sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah).
21. Bahwa Saksi tidak tahu apakah Terdakwa masuk panitia penerimaan seleksi Kadet TNI AL atau tidak.
Atas keterangan Saksi tersebut Terdakwa menyangkal sebagian yaitu:
1. Terdakwa tidak menawarkan langsung kepada Saksi karena tetapi sebelumnya Lettu Laut Sohar bilang ponakannya Dwi Bintoro (Saksi-2) mau minta tolong kepada Terdakwa.
2. Masalah perabot rumah Terdakwa, tidak dihargai Rp. 12.000.000,- (dua belas juta rupiah) tetapi Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).
3. Uang Saksi-1 bukan untuk biaya hajatan anak Terdakwa melainkan Terdakwa berikan kepada H. Amran untuk bisnis besi tua.
Atas sangkalan Terdakwa tersebut, Saksi mengatakan sebagai berikut :
1. Atas sangkalan Terdakwa nomor 1, Saksi tetap pada keterangannya.
2. Atas sangkalan Terdakwa nomor 2, Saksi mengiayakan.
3. Atas sangkalan Terdakwa nomor 3, Saksi hanya mengatakan mungkin.
Saksi-2 :
Nama lengkap : Dwi Bintoro Pekerjaan : Mahasiswa
Tempat, tanggal lahir : Lumajang, 08 April 1995 Jenis Kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Tempat tinggal : Tenggumung Baru Mulya 4/24 RT 006/009 Pegirian Kec. Semampir Surabaya
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa pada sekira akhir bulan Juli 2014 Saksi bersama kedua orang tua Saksi datang di rumah Terdakwa di Jl. Sahabudin No. 22 Komplek TNI AL Kenjeran Surabaya, dan tidak ada hubungan keluarga.
2. Bahwa sekira awal bulan September 2014 ibu Saksi (Saksi-1) mengatakan kepada Saksi bahwa dalam pendaftaran/tes masuk menjadi Perwira TNI AL Saksi dibantu oleh Terdakwa agar bisa lolos tes, dan keesokan harinya Saksi disuruh ibu Saksi (Saksi-1) untuk datang ke rumah Terdakwa untuk belajar psychotest.
3. Bahwa Terdakwa mengatakan Saksi dijamin lulus 100%, dan Saksi memang bercita-cita ingin jadi Taruna AAL.
4. Bahwa pada tanggal 07 April 2015 Saksi mendaftar Calon Taruna AAL dengan Nomor Pendaftaran 120.150367/CATAR/P.
5. Bahwa pada saat Saksi mendaftar, Saksi tidak bertemu dengan Terdakwa, karena Terdakwa bukan panitia seleksi penerimaan Taruna AAL.
6. Bahwa pada bulan Mei 2015 Saksi sudah melaksanakan tes mulai dari Kesehatan satu dan dua, Psychotest, Kesamaptaan Jasmani, Admin satu dan dua, Ml hingga tes Pantukhir Daerah, dan pada bulan Juni 2016 hasil tes Saksi pada pantukhir daerah dinyatakan gagal.
7. Bahwa Saksi tidak tau Saksi tidak lulus karena apa, tetapi Terdakwa mengatakan Saksi tidak lulus karena gejala hepatitis dan jantung.
8. Bahwa Saksi melakukan medical check up untuk mengetahui penyakit Saksi tersebut dan hasilnya normal semua, kemudian hasil check up tersebut diminta oleh Terdakwa untuk disampaikan kepada panitia dan saat itu Terdakwa menjajikan kepada ibu Saksi (Saksi-1) bahwa Saksi masih bisa diusahakan untuk lulus namun kenyataannya sampai saat ini Saksi tetap gagal.
9. Bahwa pada saat Saksi melaksanakan tes masuk Calon Taruna AAL Terdakwa selalu memantau dengan cara setiap Saksi selesai melaksanakan tes menjelang pengumuman Saksi harus memberitahukan kepada Terdakwa melalui sms.
10. Bahwa sepengetahuan Saksi Terdakwa telah melakukan penipuan terhadap ibu Saksi (Eni Suhartini/Saksi-1) dengan cara
menjanjikan bahwa Saksi bisa masuk menjadi Taruna AAL dengan jasa (uang pelicin) sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dan uang tersebut sudah diberikan oleh ibu Saksi (Saksi-1) kepada Terdakwa.
11. Bahwa sepengetahuan Saksi uang sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) tersebut belum dikembalikan kepada ibu Saksi dan pada bulan Juni 2015 Terdakwa pernah datang ke rumah Saksi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dengan kedua orang tua Saksi dan Terdakwa berjanji akan mengembalikan semua uang yang telah diberikan oleh ibu Saksi dalam waktu yang sudah ditentukan, namun apabila Terdakwa tidak bisa mengembalikan uang tersebut Terdakwa akan dilaporkan kepada pihak yang berwenang/Kesatuan.
12. Bahwa Saksi pernah melihat di tempat pendaftaran ada spanduk bertuliskan “Tidak dipungut biaya”.
Atas keterangan Saksi tersebut Terdakwa membenarkan seluruhnya.
Menimbang : Bahwa Saksi atas nama Lilik Sumarni (Saksi-3) telah dipanggil secara sah dan patut, sesuai ketentuan pasal 139 Undang-undang No. 31 tahun 1997, namun Saksi tersebut tidak dapat hadir di persidangan tanpa alasan yang sah.
Menimbang : Bahwa berdasarkan ketentuan pasal 155 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1997 menyatakan apabila saksi sesudah memberi keterangan dalam penyidikan meninggal dunia atau karena halangan yang sah tidak dapat hadir disidang atau tidak dapat dipanggil karena jauh tempat kediaman atau tempat tinggalnya atau karena sebab lain yang berhubungan dengan kepentingan negara, keterangan yang sudah diberikan itu dibacakan. Selanjutnya dalam ayat (2)nya menyatakan apabila keterangan itu sebelumnya sudah diberikan dibawah sumpah, keterangan itu disamakan nilainya dengan keterangan saksi di bawah sumpah yang diucapkan disidang.
Menimbang : Bahwa oleh karena keterangan Saksi yang tidak hadir di persidangan tersebut di atas, keterangannya dalam berita acara pemeriksaan telah diberikan dibawah sumpah, maka dengan mendasari ketentuan pasal 155 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1997 serta atas persetujuan Terdakwa dan Penasihat Hukumnya, selanjutnya keterangan Saksi yang tidak hadir dipersidangan tersebut telah dibacakan oleh Oditur Militer dalam berita acara pemeriksaan yang dibuat oleh penyidik sebagai berikut :
Saksi-3 :
Nama lengkap : Lilik Sumarni Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 08 Maret 1969 Jenis Kelamin : Perempuan
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Tempat tinggal : Jl. Sihabudin 22 Komplek TNI AL Kenjeran Surabaya.
1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sekira tahun 1988 dirumah orang tua Saksi di Sidomulyo Surabaya dalam hubungan sebagai suami Saksi yang menikah pada tahun 1988.
2. Bahwa Saksi kenal dengan ibu Eni Suhartini (Saksi-1) sejak SMP tahun 1985 karena teman satu sekolah di SMP PGRI Gembong Surabaya.
3. Bahwa pada awalnya Saksi tidak megetahui masalah yang menimpa suami Saksi (Terdakwa) dan baru mengetahui permasalahan tersebut setelah ada laporan tentang suami Saksi (Terdakwa) yang telah melakukan penipuan kepada Saksi-1 dimana Terdakwa menjajikan kepada Saksi-1 bisa meluluskan anak Saksi-1 dalam seleksi calon perwira TNI AL (Kadet).
4. Bahwa pada pertengahan bulan September 2015 saat Saksi-1 datang ke rumah Saksi, Saksi mendengar dari pembicaraan suami Saksi (Terdakwa) dengan Saksi-1 bahwa Saksi-1 sebelumnya telah memberikan uang total sejumlah Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) kepada Terdakwa, dan ternyata anak Saksi-1 gagal dalam seleksi Kadet TNI AL.
5. Bahwa sepengetahuan Saksi Terdakwa untuk mengembalikan uang secara tunai belum bisa, namun dengan adanya kejadian tersebut Saksi dan anak-anaknya sepakat menyerahkan rumah yang Saksi-3 dan keluarga tempati di Komplek TNI AL Kenjeran kepada pihak Saksi-1 dan rumah beserta perabot yang ada didalamnya dihargai Rp. 130.000.000,- (seratus tiga puluh juta rupiah) sehingga Terdakwa masih mempunyai tanggungan uang sebesar Rp. 170.000.000,- (seratus tujuh puluh juta rupiah) kepada Saksi-1.
Atas keterangan Saksi tersebut Terdakwa membenarkan seluruhnya.
Menimbang : Bahwa di persidangan Terdakwa menerangkan sebagai berikut : 1. Bahwa Terdakwa masuk menjadi Prajurit TNI AL melalui Pendidikan Catam Milsuk Angkatan II Gelombang II pada tahun 1983 di Kodikal (sekarang Kobangdikal) lulus tahun 1984, setelah lulus dilantik dengan pangkat Kld dan ditugaskan di KRI Yos Sudarso Koarmatim, setelah beberapa kali mengalami mutasi penugasan selanjutnya mengikuti Dikcabareg Angkatan XXV tahun 1995 di Kodikal (sekarang Kobangdikal) lulus tahun 1996, setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda dan ditugaskan di Spers Koarmatim. Pada tahun 2015 ditugaskan di Srena Denma Lantamal V/BKO Satminpers Denma Lantamal V sampai dengan saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini dengan pangkat Pelda Bah NRP 55729.
2. Bahwa Terdakwa kenal dengan Sdri. Eni Suhartini (Saksi-1) istri dari Pelda Joko Irianto sejak tahun 1988 dikenalkan oleh istri Terdakwa Sdri. Lilik Sumarni (Saksi-3) yang mana Saksi-1 adalah teman sekolah istri Terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga.
3. Bahwa pada awal bulan Agustus 2014 sekira pukul 21.00 Wib Saksi-1 dan suaminya datang ke rumah Terdakwa di Jl. Sahabudin No. 22 komplek TNI AL Kenjeran Surabaya dengan tujuan meminta tolong kepada Terdakwa untuk membantu anaknya An. Sdr. Dwi Bintoro (saksi-2) masuk seleksi Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 2015, atas permintaan Saksi-1 dan suaminya tersebut selanjutnya Terdakwa menyanggupinya.
4. Bahwa Terdakwa diperbantukan di Spers Koarmatim, tetapi Terdakwa tidak ikut sebagai panitia seleksi penerimaan Kadet AAL
tahun 2015.
5. Bahwa Terdakwa mau membantu anak Saksi-1 masuk Kadet AAL tahun 2015 karena menginginkan mendapatkan uang dari Saksi-1 dengan mengatakan Terdakwa menjamin Saksi-100 % lulus.
6. Bahwa selanjutnya Saksi-1 dan suaminya menanyakan besar biaya harus disiapkan dalam seleksi masuk Kadet AAL, kemudian Terdakwa menyampaikan biayanya adalah sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) selanjutnya Saksi-1 dan suaminya menyanggupi namun pada saat itu kesepakatan tersebut hanya lisan dan belum ada surat pernyataan tertulis.
7. Bahwa uang biaya seleksi masuk Kadet AAL sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) telah diserahkan Saksi-1 kepada Terdakwa dengan cara :
- Yang pertama pada tanggal 22 Juli 2014sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) melalui transfer Bank Mandiri ke nomor rekening Terdakwa yang dikirim oleh Saksi-1. - Yang kedua pada tanggal 11 Agustus 2014sebesar Rp. 240.000.000,- (dua ratus empat puluh juta rupiah) melalui transfer Bank Mandiri ke nomor rekening Terdakwa yang dikirim oleh Saksi-1.
- Yang ketiga pada tanggal 25 Agustus 2014 sebesar Rp. 45.000.000,- (empat puiuh lima juta rupiah) Saksi serahkan secara langsung kepada Terdakwa pada saat Terdakwa datang ke rumah Saksi di Tenggumung Baru Mulya 4/24 RT 006/009 Pengirian kec. Semampir Surabaya, pada saat Saksi menyerahkan uang tersebut tidak ada yang menyaksikan.
8. Bahwa pada tanggal 30 Agustus 2014 dibuatkan Surat Pernyataan yang isinya Sdri. Eni Suhartini (Saksi-1) telah menyerahkan uang sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) kepada Terdakwa untuk biaya masuk Kadet AAL tahun 2015 dan apabila dalam waktu 1 (satu) bulan Sdr. Dwi Bintoro (Saksi-2) dinyatakan tidak lulus seleksi uang tersebut diatas akan dikembalikan seluruhnya oleh Terdakwa.
9. Bahwa kemudian Saksi-2 mendaftar Kadet AAL tahun 2015 sekira bulan Mei 2015 di Mako Lantamal V Surabaya dengan nomor pendaftaran 120.150367/CATAR/P, dan Terdakwa memantau setiap perkembangan tiap test yang dilakukan oleh Saksi-2.
10. Bahwa perkembangan dari test Kadet AAL tersebut untuk seleksi di Lantamal V Saksi- 2 telah lolos test namun pada saat akan melaksanakan test tingkat pusat di Magelang diadakan test Ricek Kesehatan namun dari hasil Ricek Kesehatan (ECG) tersebut Saksi-2 gagal dan tidak lolos ke seleksi tingkat pusat.
11. Bahwa setelah mengetahui Saksi-2 tidak lolos seleksi Terdakwa melakukan koordinasi dengan Saksi-1 dan suaminya dan dari hasil koordinasi tersebut pihak Saksi-1 dan suaminya meminta uangnya sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dikembalikan dan Terdakwa menyanggupi untuk mengembalikan uang tersebut.
12. Bahwa uang yang Terdakwa terima dari Saksi-1 sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) tersebut tidak diberikan kepada panita penerimaan Kadet AAL, tetapi Terdakwa gunakan untuk transaksi jual beli besi tua alat berat berupa Bego, Traktor, Truk dengan Sdr. H. Arnran alamat Jl. Kutai No. 15 Kalimantan Timur dengan harga perkilo Rp. 2.100,- (dua ribu seratus rupiah).
Amran untuk bisnis besi tua alat berat sebesar Rp. 400.000.000,- (empat ratus juta rupiah), dimana uang tersebut Terdakwa peroleh dari Saksi-1 sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dan yang Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) dari uang Terdakwa pribadi.
14. Bahwa setelah uang sebesar Rp. 400.000.000,- (empat ratus juta rupiah) tersebut Terdakwa serahkan kepada H. Arnran secara tunai, ternyata transaksi jual beli besi tua alat berat tersebut hanya tipuan Sdr. H. Arnran karena setelah Terdakwa menyerahkan uang tersebut Sdr. H. Arnran menghilang tidak diketahui keberadaan dan alamatnya. 15. Bahwa Terdakwa kenal dengan H. Amran sejak tahun 2013, dan H. Amran menceritakan bisnis besi tua untungnya besar, sehingga Terdakwa tergiur mencari modal dengan cara diantaranya dengan cara meyakinkan Saksi-1, anaknya (Dwi Bintoro) Terdakwa jamin 100% lulus masuk Kadet AAL dengan meminta biaya sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) padahal uang tersebut bukan diberikan kepada panitia melainkan diberikan kepada H. Amran untuk bisnis besi tua.
16. Bahwa Terdakwa belum pernah melihat secara langsung usaha H. Amran.
17. Bahwa pada sekira bulan September 2015 Terdakwa menyerahkan uang sebesar Rp. 400.000.000,- (empat ratus juta rupiah) secara tunai kepada H. Amran di rumah makan Kapo (Padang) Perak Timur Surabaya pada sekira bulan September 2015 jam 16.00 Wib Terdakwa merasa seperti dihipnotis dan tidak ada surat bukti tanda terimanya.
18. Bahwa pada tanggal 18 Oktober 2015 Terdakwa mengembalikan uang sebesar Rp. 130.000.000,- (seratus tiga puluh juta rupiah) dengan cara Terdakwa memindah tangankan (over VB) 1 (satu) unit rumah Dinas TNI-AL yang beralamat di Jl. Sahabudin no. 22 Komplek TNI AL Kenjeran beserta perabot rumah tangga (Mebeler, AC. Kulkas, TV dan Mesin Cuci) kepada adik ipar Saksi-1 A.n. Lettu Laut/P Syafruddi Sohar Nrp. 19757/P sesuai dengan Surat Perjanjian tertanggal 23 September 2015, selanjutnya uang tersebut diserahkan kepada Saksi-1 di rumah Saksi-1 secara tunai sebesar Rp. 130.000.000,- (seratus tiga puluh juta rupiah).
19. Bahwa sedangkan uang pengembalian Terdakwa sebesar Rp. 5.350.000,- (lima juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah) Saksi-1 ambil dari Kartu ATM Bank Mandiri dari gaji dan tunjangan kinerja setiap bulannya milik Terdakwa yang Saksi-1 bawa beserta buku tabungan Bank mandiri, jadi total uang yang sudah dikembalikan oleh Terdakwa kepada Saksi-1 sebesar Rp. 135.350.000,- (seratus tiga puluh lima juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah).
20. Bahwa sisa uang Saksi-1 yang belum dikembalikan oleh Terdakwa kepada Saksi-1 sebesar Rp. 164.650.000,- (seratus enam puluh empat juta enam ratus lima puluh ribu rupiah).
21. Bahwa Terdakwa berjanji akan mengembalikan sisa uang Saksi-1 sebesar Rp. Saksi-164.650.000,- (seratus enam puluh empat juta enam ratus lima puluh ribu rupiah) dengan cara mencicil.
22. Bahwa sebelum perkara ini, Terdakwa juga mempunyai masalah dengan Sdr. Mustakim alamat Jl. Tambak Wedi Nop. 10 RT 03 RW 02 Kel. Tambak Wedi Kec. Kenjeran Surabaya yakni perkara penipuan penerimaan Caba TNI AL dengan anak Sdr. Mustakim dan perkara
nya telah diputus oleh Pengadilan Militer III-12 Surabaya.
Menimbang : Bahwa dari barang-barang bukti yang diajukan oleh Oditur Militer kepersidangan berupa :
Barang-barang :
a. 1 (satu) buah Hp merk Smartfren warna hitam milik Sdri. Eni Suhartini (Saksi-1).
b. 1 (satu) buah Buku Tabungan Bank Mandiri A.n. Lipur. c. 1 (satu) buah Kartu ATM Bank Mandiri milik Terdakwa Lipur.
Surat-surat :
a. 1 (satu) lembar foto copy bukti transfer melalui Kartu ATM BRI A.n. Eni Suhartini (Saksi-1) ke rekening Terdakwa di Bank BRI dengan nomor rekening 3186-6010-0075-7503 sejumlah Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) tanggal 22 Juli 2014.
b. 1 (satu) lembar foto copy bukti setoran tunai Bank BRI A.n. Sdri. Eni Suhartini sejumlah Rp. 240.000.000,- (dua ratus empat puluh juta rupiah) ke rekening 318601000757503 A.n. Lipur tanggal 11 Agustus 2014.
c. 5 (lima) lembar foto copy buku tabungan Bank BRI Britama A.n. Sdri. Eni Suhartini dengan Noreg 6549-01-012610-53-8.
d. 1 (satu) lembar Surat Pernyataan tanggal 30 Agustus 2014. e. 2 (dua) lembar Surat Pernyataan tanggal 01 September 2014. f. 1 (satu) buah Nomor Pendaftaran Calon Taruna/Akademi TNI TH 2015 dengan Nomor 120.150367/catar/P nama Dwi Bintoro tanggal 07 April 2015.
g. 2 (dua) lembar Surat perjanjian tanggal 23 September 2015. h. 2 (dua) lembar Rekening koran Bank BRI tanggal 02 Nopember 2015.
i. 1 (satu) lembar foto copy bukti penarikan KARTU ATM Mandiri tanggal 02 Oktober 2015.
Menimbang : Bahwa seluruh barang bukti tersebut diatas, baik berupa barang-barang maupun berupa surat-surat, telah dibacakan dan diperlihatkan kepada Terdakwa, para Saksi dan Oditur Militer dipersidangan serta keseluruhannya dibenarkan oleh para Saksi dan Terdakwa, ternyata berhubungan dan bersesuaian dengan bukti-bukti lain, maka oleh karenanya dapat memperkuat pembuktian atas perbuatan yang didakwakan kepada Terdakwa.
Menimbang : Bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan menanggapi sangkalan Terdakwa terhadap keterangan Saksi-1 (Eni Suhartini), sebagai berikut :
a. Bahwa Terdakwa tidak menawarkan langsung kepada Saksi-1 untuk menbantu anak Saksi-1 masuk Kadet AAL, melainkan sebelumnya Lettu Laut Sohar yang bilang ponakannya Dwi Bintoro (Saksi-2) mau minta tolong kepada Terdakwa.
Atas sangkalan Terdakwa tersebut, Majelis Hakim mengemukakan bahwa sangkalan Terdakwa tersebut tidak didukung keterangan Saksi maupun alat bukti lain, sedangkan keterangan Saksi-1 dibawah sumpah dipersidangan didukung oleh keterangan
Saksi-2 yang mengatakan bahwa pada sekira akhir bulan Juli 2014 pukul 21.00 Wib Saksi-2 bersama Saksi-1 dan suami Saksi-1 (Pelda Joko Irianto) datang ke rumah Terdakwa di Jl. Sahabuddin No. 22 Kompleks TNI AL Kenjeran Surabaya, pada saat itu Terdakwa menawarkan dan menjanjikan kelulusan anak Saksi-1 akan lulus 100% masuk Taruna/Kadet AAL dengan menyiapkan uang sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) untuk panitian seleksi, Sehingga Saksi-1 percaya dan mendaftarkan anaknya yang bernama Sdr. Dwi Bintoro (Saksi-2), dan Saksi-1 maupun Saksi-2 dalam memberikan keterangan dibawah sumpah di persidangan tidak pernah menyebut Lettu Laut Suhar yang minta tolong kepada Terdakwa, maka oleh karenanya Majelis Hakim berpendapat sangkalan Terdakwa tidak dapat diterima dan harus dikesampingkan.
b. Bahwa mengenai perabot rumah tangga milik Terdakwa tidak dihargai Rp. 12.000.000,- (dua belas juta rupiah) tetapi Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).
Atas sangkalan Terdakwa tersebut, Saksi-1 membenarkan, maka oleh karenanya Majelis Hakim bependapat sangkalan Terdakwa dapat diterima.
c. Bahwa mengenai uang dari Saksi-1 sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah), Terdakwa tidak menggunakan untuk biaya hajatan anaknya, melainkan Terdakwa berikan kepada H. Amran untuk bisnis besi tua.
Atas sangkalan Terdakwa tersebut, Saksi-1 hanya mengatakan mungkin digunakan untuk biaya hajatan anak Terdakwa dan tidak didukung cukup bukti lain, maka oleh karenanya Majelis Hakim berpendapat bahwa sangkalan Terdakwa dapat dibenarkan.
Menimbang : Bahwa terhadap keterangan para Saksi, Terdakwa dan barang bukti, Majelis Hakim menganggap perlu untuk memberikan pendapatnya sebagai berikut :
- Bahwa untuk memperoleh keyakinan bahwa Terdakwa bersalah, Majelis Hakim akan menggunakan sekurang-kurangnya 2 (dua) alat bukti yang sah dengan menilai kebenaran keterangan para Saksi dengan memperhatikan persesuaian antara keterangan masing-masing Saksi dan persesuaian keterangan Saksi dengan barang bukti dan alasan yang digunakan Saksi untuk memberikan keterangan serta cara hidup dan kesusilaan Saksi.
- Bahwa Majelis Hakim setelah mempertimbangkan segala sesuatunya yang di dapat dari persidangan baik dari keterangan para Saksi, keterangan Terdakwa serta barang bukti dalam hubungan satu sama lain yaitu dari keterangan Saksi-1 (Sdri. Eni Suhartini) dipersidangan bersesuaian dengan keterangan Saksi-2 (Sdr. Dwi Bintoro) dan keterangan Saksi-3 (Sdri. Lilik Sumarni) dan diakui oleh Terdakwa bahwa Terdakwa telah menjanjikan kelulusan 100% kepada Saksi-1 bahwa anaknya An. Sdr. Dwi Bintoro (Saksi-2) masuk Kadet AAL karena Terdakwa orang pers dan kenal dengan Panitia seleksi masuk Kadet AAL tahun 2015, dan untuk pengurusan tersebut Terdakwa minta uang sejumlah Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dengan alasan untuk panitia.
meluluskan Saksi-2, maka Saksi-1 telah menyerahkan uang kepada Terdakwa sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).
- Bahwa perbuatan tersebut diakui oleh para Saksi dan Terdakwa serta didukung barang bukti berupa bukti transfer uang dari Saksi-1 kepada Terdakwa, Buku Tabungan dan kartu Kartu ATM Bank Mandiri milik Terdakwa (Pelda Bah Lipur), sehingga oleh karenanya baik keterangan para Saksi, keterangan Terdakwa, dan alat bukti barang dan surat tersebut menguatkan keyakinan Majelis Hakim tentang telah terjadinya tindak pidana yang dilakukan oleh Terdakwa.
Menimbang : Bahwa mengenai keterangan Terdakwa yang mengatakan uang dari Saksi-1 sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) ditambah uang pribadi Terdakwa sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus juta rupiah) diserahkan oleh Terdakwa kepada H. Amran secara tunai pada bulan September 2015 di warung makan Padang “Kopo” Perak Timur Surabaya tanpa ada saksi dan tanpa kwitansi. Uang tersebut untuk bisnis besi tua berupa Bego, traktor dan truk, dan ternyata H. Amran adalah seorang penipu karena menghilang tidak diketahui keberadaannya oleh Terdakwa.
Atas keterangan Terdakwa tersebut yang tidak didukung alat bukti baik berupa keterangan Saksi dan bukti-bukti berupa surat atau kwitansi, padahal uang tersebut nominalnya cukup besar, Oleh karenanya Majelis Hakim berpendapat keterangan Terdakwa tersebut tidak berdasar dan harus dikesampingkan.
Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa dan para Saksi di bawah sumpah serta barang bukti yang diajukan di persidangan dan setelah menghubungkan satu dengan yang lainnya diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut :
1. Bahwa benar Terdakwa masuk menjadi Prajurit TNI AL melalui Pendidikan Catam Milsuk Angkatan II Gelombang II pada tahun 1983 di Kodikal (sekarang Kobangdikal), setelah lulus dilantik dengan pangkat Klasi Dua dan ditugaskan di KRI Yos Sudarso Koarmatim, setelah beberapa kali mengalami mutasi penugasan selanjutnya mengikuti Dikcabareg Angkatan XXV tahun 1995 di Kodikal (sekarang Kobangdikal) lulus tahun 1996 dilantik dengan pangkat Serda dan ditugaskan di Spers Koarmatim. Pada tahun 2015 ditugaskan di Srena Denma Lantamal V/BKO Satminpers Denma Lantamal V sampai dengan saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini dengan pangkat Pelda Bah NRP 55729.
2. Bahwa benar Terdakwa kenal dengan Sdri. Eni Suhartini (Saksi-1) sejak tahun 1988 karena dikenalkan oleh istri Terdakwa Sdri. Lilik Sumarni (Saksi-3) yang mana Saksi-1 adalah teman satu sekolah dengan Saksi-3 di SMP PGRI Gembong Surabaya.
3. Bahwa benar pada awal bulan Agustus 2014 sekira pukul 21.00 Wib Saksi-1 dan suaminya (Pelda Joko Irianto) datang ke rumah Terdakwa di Jl. Sahabudin No. 22 komplek TNI AL Kenjeran Surabaya dengan tujuan meminta tolong kepada Terdakwa untuk membantu anaknya An. Sdr. Dwi Bintoro (Saksi-2) masuk Kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 2015.
4. Bahwa benar Terdakwa mengaku kepada Saksi-1 dan suaminya sanggup mengurus Saksi-2 masuk menjadi Kadet AAL dengan syarat Saksi-1 memberikan uang sejumlah Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) untuk panitia.
5. Bahwa benar Terdakwa mengatakan kepada Saksi-1, Terdakwa menjamin 100% Sdr. Dwi Bintoro (Saksi-2) lulus masuk Kadet AAL karena Terdakwa kenal dengan panitia penerimaan Kadet AAL.
6. Bahwa benar keterangan Saksi-1 (Sdri. Eni Suhartini) dibawah sumpah dipersidangan bersesuaian dengan keterangan Saksi-2 (Sdr. Dwi Bintoro), dan Saksi-3 (Sdri. Lilik Sumarni) serta dibenarkan oleh Terdakwa, bahwa Terdakwa menjanjikan kelulusan 100% kepada Saksi-1 anaknya An. Sdr. Dwi Bintoro (Saksi-2) masuk Kadet AAL karena Terdakwa kenal dengan Panitia seleksi masuk Kadet AAL tahun 2015 dengan syarat Saksi-1 memberikan uang sejumlah Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) untuk panitia.
7. Bahwa benar oleh karena Saksi-1 percaya dengan janji Terdakwa bisa meluluskan Saksi-2 tersebut sehingga Saksi-1 bersedia menyerahkan uang kepada Terdakwa sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).
8. Bahwa benar Terdakwa berjanji apabila Saksi-2 tidak lulus seleksi masuk Kadet AAL, maka uang Saksi-1 sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) tersebut akan dikembalikan. 9. Bahwa benar saat itu dibuatkan Surat Pernyataan bermaterai tertanggal 30 Agustus 2014 yang isinya menerangkan bahwa apabila anak Saksi-1 tidak lulus seleksi Kadet AAL uang Saksi-1 akan dikembalikan 1 (satu) bulan setelah anak Saksi-1 dinyatakan tidak lulus seleksi Kadet AAL .
10. Bahwa benar Terdakwa mengaku di persidangan menjanjikan Saksi-1 anaknya dijamin lulus 100% karena motif Terdakwa memang ingin mendapatkan uang dari Saksi-1.
11. Bahwa benar Saksi-1 menyerahkan uang sejumlah Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) tersebut kepada Terdakwa secara bertahap sebagai berikut :
- Yang pertama pada tanggal 22 Juli 2014 sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) melalui transfer dari KARTU ATM Bank BRI Saksi-1 ke rekening Terdakwa di Bank BRI dengan nomor rekening 3186-6010-0075-7503 (ada bukti transfer).
- Yang kedua pada tanggal 11 Agustus 2014 sebesar Rp. 240.000.000,- (dua ratus empat puluh juta rupiah) Saksi-1 transfer melalui Bank BRI Pogot Surabaya ke rekening Terdakwa di Bank BRI dengan nomor rekening 3186-6010-0075-7503 (ada bukti transfer).
- Yang ketiga pada tanggal 25 Agustus 2014 sebesar Rp. 45.000.000,- (empat puluh lima juta rupiah) Saksi-1 serahkan secara langsung kepada Terdakwa pada saat Terdakwa datang ke rumah Saksi-1 di Tenggumung Baru Muiya 4/24 RT 006/009 Pengirian kec. Semampir Surabaya, pada saat Saksi-1 menyerahkan uang tersebut tidak ada yang menyaksikan.
12. Bahwa benar pada tanggal 7 April 2015 Saksi-2 (Dwi Bintoro) mendaftar untuk seleksi masuk Kadet AAL di Mako Lantamal V Surabaya dengan nomor pendaftaran 120.150367/Catar/P.
13. Bahwa benar Saksi-2 mulai mengikuti tes sejak pertengahan bulan Mei 2015 sampai dengan bulan Juni 2015.
14. Bahwa benar Saksi-2 telah melalui beberapa kali test dan dinyatakan lulus, namun pada saat Pantuhir Daerah diadakan test Ricek Kesehatan (ECG) Saksi-2 dinyatakan tidak lolos ke seleksi
tingkat pusat.
15. Bahwa benar setelah mengetahui Saksi-2 tidak lulus, sekira bulan Agustus 2015 Saksi-1 bersama suaminya datang ke rumah Terdakwa untuk meminta uang Saksi-1 dikembalikan sesuai perjanjian namun Terdakwa hanya janji- janji saja tidak ditepati.
16. Bahwa benar pada tanggal 1 September 2015 Terdakwa datang ke rumah Saksi-1 dengan ditemani Serma Pom Suwarno NRP 65984 anggota Pomal Koarmatim dan dibuatkan surat pernyataan tertanggal 1 September 2015 yang isinya Terdakwa akan mengembalikan uang Saksi-1 paling lambat tanggal 15 September 2015 dan apabila pada tanggal tersebut tidak mengembalikan, Saksi-1 akan melaporkan permasalahan tersebut ke Pomal Lantamal V.
17. Bahwa benar Terdakwa telah mengembalikan sebagian uang Saksi-1 sebesar Rp. 130.000.000,- (seratus tiga puluh juta rupiah) dengan cara Terdakwa memindah tangankan (over VB) 1 (satu) unit Rumah Dinas TNI-AL yang ditempati Terdakwa di Komplek TNI AL Jl. Sahabudin No. 22 Kenjeran beserta perabot rumah tangga (Mebeler, AC. Kulkas, TV dan Mesin Cuci) kepada adik ipar Saksi-1 A.n. Lettu Laut/P Syafruddin Sohar Nrp. 19757/P sesuai dengan Surat Perjanjian tertanggal 23 September 2015, selanjutnya uang ganti rugi serah terima rumah dinas tersebut diserahkan dari Lettu Laut/P Syafruddin Sohar kepada Saksi-1 di rumah Saksi-1 secara tunai sebesar Rp. 130.000.000,- (seratus tiga puluh juta rupiah).
18. Bahwa benar Terdakwa juga telah mengembalikan lagi kepada saksi-1 uang sebesar Rp. 5.350.000,- (lima juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah), uang tersebut diperoleh cara saksi-1 mengambil dari tabungan menggunakan Kartu ATM Bank Mandiri dari gaji dan tunjangan kinerja Terdakwa, total jumlah yang sudah dikembalikan Terdakwa kepada saksi-1 sebesar Rp. 135.350.000,- (seratus tiga puluh lima juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah), sehingga sisa uang Saksi-1 yang belum dikembalikan oleh Terdakwa sebesar Rp. 164.650.000,- (seratus enam puluh empat juta enam ratus lima puluh ribu rupiah).
19. Bahwa benar Terdakwa selain mempunyai masalah dengan Saksi-1 juga mempunyai masalah dengan Sdr. Mustakim alamat Jl. Tambak Wedi Nop. 10 RT 03 RW 02 Kel. Tambak Wedi Kec. Kenjeran Surabaya yaitu Terdakwa mengurus anak Sdr. Mustakim masuk Caba TNI AL dengan menyerahkan uang kepada Terdakwa sebesar Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) dan hingga saat ini belum ada yang dikembalikan oleh Terdakwa, kemudian perkara ke-3 penggelapan 1 (satu) unit Mobil Toyota Avanza milik Sdr. Yanius. Menimbang : Bahwa lebih dahulu Majelis akan menanggapi beberapa hal yang
dikemukakan oleh Oditur Militer dalam tuntutannya dengan mengemukakan pendapat sebagai berikut :
1. Bahwa mengenai keterbuktian unsur-unsur tindak pidana sebagaimana yang diuraikan oleh Oditur Militer dalam tuntutannya, Majelis Hakim sependapat namun demikian Majelis Hakim tetap akan membuktikan dan menguraikan sendiri berdasarkan fakta hukum yang terungkap di persidangan sebagaimana akan diuraikan lebih lanjut dalam putusan ini.
2. Bahwa mengenai permohonan Oditur Militer tentang penjatuhan pidana pokok dan pidana tambahan dipecat dari dinas militer terhadap
diri Terdakwa, Majelis Hakim akan mempertimbangkannya dengan memperhatikan sifat hakekat dan akibat perbuatannya, hal hal yang meringankan dan hal hal yang memberatkan pidananya, serta menilai kadar kesalahan yang dilakukan Terdakwa, sebagaimana akan diuraikan lebih lanjut dalam putusan ini.
3. Bahwa mengenai permohonan Oditur Militer agar Terdakwa ditahan, dengan alasan demi keamanan dan kelancaran pemeriksaan persidangan karena masih ada perkara Terdakwa yang ke-3 yang sedang dalam proses persidangan. Majelis Hakim menilai bahwa sejak awal pemeriksaan sampai saat ini Terdakwa menunjukkan sikap kooperatif dan tetap ingin mengembalikan uang Saksi-1 dan dilain pihak Saksi-1 juga menginginkan agar semua uangnya dikembalikan oleh Terdakwa, sehingga Terdakwa perlu diberikan kesempatan untuk berusaha mencari uang guna mengembalikan uang Saksi-1. Dengan demikian permohonan Oditur Militer tidak dapat diterima dan harus dikesampingkan.
Menimbang : Bahwa Pledoi yang diajukan oleh Penasehat Hukum Terdakwa yang pada pokoknya sebagai berikut :
Bahwa Penasihat Hukum menyatakan tidak sependapat dengan Oditur Militer mengenai uraian unsur ke-2, unsur ke-3 dan ke-4 sehingga Penasihat hukum memandang tidak perlu melakukan pembahasan secara mendalam, hal ini dikarenakan sesuai fakta persidangan justru ditemukan fakta bahwa :
- Bahwa fakta hukum dalam persidangan sebagaimana para Saksi sampaikan dalam persidangan dan atau keterangan Saksi dibawah sumpah justru terungkap fakta bahwa yang menjanjikan bahwa peserta akan langsung pantukhir di Malang walaupun tahap seleksi para saksi gagal yang dibacakan oleh Oditur Militer dan tidak dibantah oleh Terdakwa dalam perkara ini.
- Bahwa fakta hukum mendasari atas keterangan Saksi-1, dan Saksi-2, dalam persidangan mengaku hanya meminta bantuan kepada Terdakwa agar anak-anaknya bisa diterima menjadi angkatan melalui pendidikan Calon Taruna Kadet TNI AL Tahun 2015 dengan memberi uang sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) ini sudah masuk dalam penyuapan sesuai dengan pasal 209 KUHP “Memberi atau menjanjikan sesuatu” atau “Pasal 5 jo 12 huruf a&b UU No 20 Tahun 2011 tentang Tipikor”.
- Bahwa Fakta Hukum dalam persidangan Terdakwa beritikat untuk mengembalikan dana dengan cara menyerahkan rumah Terdakwa di Jl. Sahabudin No 22 Komplek TNI AL Kenjeran untuk di over vb kan dengan nilai uang sebesar Rp. 120.000.000.- (seratus dua puluh juta rupiah) kepada Saksi-1 serta perabot rumah tangga yang di taksir sendiri oleh Saksi-1 sebesar Rp. 10.000.000, - (sepuluh juta rupiah) padahal Terdakwa belum menyetujui dan tidak bisa berbuat karena semua yang menentukan Saksi-1 serta Gaji dan tunjangan Terdakwa juga di minta padahal untuk kebutuhan hidup sehari-hari sehingga Terdakwa hidup menumpang di mertua Terdakwa karena dalam hal ini Terdakwa juga menjadi korban H. Amran juragan jual beli besi tua asal Kalimantan.