LAPORAN PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN (PBL)
SURVEY JAMBAN KELUARGA DAN SPAL
PUSKESMAS PAAL V
Disusun Oleh :
Kelompok III
Anang Santoso Aziza Septia Citra Yolansari S Egi Munandha Eni Arista Gilang Prayoga Ici Gita Mayfira RosaIrana Juita M. Hasbi Mawaddah Roviza Lestari Sumardi Winda Ristiyani
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN JAMBI
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
TAHUN 2011
LEMBAR PENGESAHAN
Jenis Praktek: Survey Jamban Keluarga dan SPAL Hari / Tgl : Sabtu / 09 Juli 2011
Waktu : 08.00 WIB – 13.00 WIB
Lokasi : Wilayah kerja Puskesmas PAAL V khususnya RT 14 Kelurahan Suka Karya Kecamatan Kota Baru Kota Jambi
Laporan praktek ini telah disetujui dan ditanda tangani oleh :
MENGETAHUI :
Ka. UNIT PENDIDIKAN PEMBIMBING
Fakhrida Khairat,SKM.,M.Kes Akhsin Munawar,SST.,M.Kes NIP : 196609051987032001 NIP : 196211071988031003
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Y.M.E karena berkah rahmat dan karunia-Nyalah sehingga kami dapat menyelesaikan laporan yang berjudul Survey Jamban Keluarga dan SPAL ( Saluran Pembuangan Air Limbah ).
Laporan ini dalam penyelesaian tentunya tidak terlepas peran serta dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih disampaikan kepada pihak Puskesmas PAAL V Kota Baru yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan Survey Jamban Keluarga dan SPAL, kepada ketua RT 14 yang telah memberikan izin pelaksanaan kegiatan dan kepada dosen pembimbing yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini serta tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dan seluruh pihak yang telah membantu menyelesaikan penulisan laporan ini.
Kami menyadari bahwa di dalam penyelesaian laporan ini masih ada kekurangan, maka dari itu kritik dan saran yang bersifat membangun dan memberi dorongan kepada kami agar dilain waktu kami dapat membuat dan menyempurnakan laporan berikutnya, semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pihak khususnya yang membutuhkan informasi tentang Jamban Keluarga dan SPAL.
Jambi, Juli 2011
DAFTAR ISI
Halaman judul...i Lembar pengesahan...ii Kata pengantar...iii Daftar isi...iv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Tujuan... 2 1.3 Ruang Lingkup... 2BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Pengertian Tentang Kakus / Jamban... 2
2.2 Syarat Jamban Sehat... 3
2.3 SPAL... 5
2.4 Karakteristik Air Limbah... 6
BAB III HASIL KEGIATAN 3.1 Waktu pelaksanaan... 7
3.2 Lokasi kegiatan... 7
3.3 Hasil kegiatan... 7
3.4 Pelaksana Kegiatan / Surveyor... 7
3.4 Permasalahan... 8 3.5 pemecahan masalah... 8 BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan... 9 4.2 Saran... 9 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ABSENSI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masalah penyehatan lingkungan pemukiman saat ini banyak di bicarakan, dimulai dari masalah limbah domestik, sarana air bersih, perumahan sehat dan sebagainya. Permasalahan limbah domestic khususnya pada pembuangan tinja merupakan salah satu dari berbagai masalah kesehatan yang perlu mendapatkan prioritas. Penyediaan sarana pembuangan tinja masyarakat terutama dalam pelaksanaannya tidaklah mudah, karena menyangkut peran serta masyarakat yang biasanya sangat erat kaitannya dengan prilaku, tingkat ekonomi, kebudayaan dan pendidikan. Pembuangan tinja perlu mendapat perhatian khusus karena merupakan satu bahan buangan yang banyak mendatangkan masalah dalam bidang kesehatan dan sebagai media bibit penyakit, seperti diare, typhus, muntaber, disentri, cacingan dan gatal-gatal.
Jamban keluarga adalah suatu bangunan yang dipergunakan untuk menampung tinja atau kotoran manusia atau najis bagi suatu keluarga yang lazim disebut kakus atau WC ( Water Close ). SPAL ( Saluran Pembuangan Air Limbah ) sangat berkaitan erat dengan jamban pada suatu rumah. Jamban yang di miliki biasanya memiliki system pembuatan SPAL sebagai sarana pembuangan limbah di dalamnya. Apabila pada suatu rumah tidak memiliki Jamban dan SPAL maka berkemungkinan timbulnya penyebaran penyakit pada suatu rumah tersebut menjadi besar. Maka dari itu perlu dilakukan survey jamban keluarga dan SPAL
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui jumlah warga yang memiliki jamban dan SPAL di RT 14 Kelurahan Suka Karya Kecamatan Kota Baru.
1.2.2 Tujuan Khusus
Untuk melihat jenis jamban dan SPAL yang digunakan di rumah warga RT 14 Kelurahan Suka Karya Kecamatan Kota Baru.
1.3 Ruang Lingkup
Ruang lingkup pada laporan ini membahas tentang jamban dan SPAL warga RT 14 Kelurahan Suka Karya Kecamatan Kota Baru Kota Jambi.
BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1. Pengertian Tentang Kakus / Jamban
Sebagai penambah wawasan pengelolaan tinja, akan dipaparkan sarana kontruksi yang sangat sederhana dan murah yaitu memakai kakus/jamban cubluk berventilasi / leaching pit, dan apapun sebutannya dilain tempat.
Orang yang terkena diare, kolera dan infeksi cacing biasanya mendapatkan infeksi ini melalui tinja. Seperti halnya sampah, tinja juga mengundang kedatangan lalat dan hewan-hewan lainnya. Lalat yang hinggap di atas tinja yang mengandung kuman-kuman dapat Menularkan kuman-kuman-kuman-kuman itu lewat makanan yang dihinggapinya, dan manusia lalu memakan makanan tersebut sehingga berakibat sakit. Karena itulah manus ia tidak boleh membuang sampah sembarangan.
Bila orang-orang berak di dekat sungai atau sumber air lainnya, maka air tersebut akan menjadi sakit. Guna mencegah penularan penyakit yang disebabkan oleh tinja, maka orang –orang seyogyanya tidak membuang tinja di tempat-tempat yang mudah disentuh oleh manusia, lalat, burung dan binatang-binatang lainnya, atau juga tidak membuang tinja yang menyebabkan air minum tercemar. Itulah sebabnya setiap keluarga harus mempunyai kakus untuk keperluan masing-masing keluarga Bila dipikir mendalam, sebenarnya jika tinja manusia dibiarkan dalam sebuah lubang galian tanah, selama 2 – 3 bulan kemudian tinja itu akan menjadi pupuk. Pupuk ini dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman. .
Masyarakat tidak memiliki kakus Dalam keadaan demikian akan terdapat ancaman, terutama bila tempat pembuangan tinja itu berjarak kurang dari 20 meter dari ruimah atau pada jalan yang mengarah ke rumah. Apabila mereka buang air besar di sungai.
Maka sungai menjadi kotor, dan hal itu akan membahayakan orang-orang yang mengambil air sungai tersebut untuk kepentingan rumah tangga.
Syarat jamban yang sehat sesuai kaidah-kaidah kesehatan adalah sebagai berikut : 1. Tidak memncemari sumber air minum
3. Air seni, air bersih dan air penggelontor tidak mencemari tanah sekitar olehnya itu lantai sedikitnya berukuran 1 X 1 meter dan dibuat cukup landai, miring kearah lobang jongkok.
4. Mudah dibersihkan dan aman penggunaannnya. 5. Dilengkapi dengan dinding dan penutup
6. Cukup penerangan dan sirkulasi udara. 7. Luas ruangan yang cukup
8. Tersedia air dan alat pembersih.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan jarak jamban dan sumber air bersih adalah sebagai berikut :
1. Kondisi daerah, datar atau miring 2. Tinggi rendahnya permukaan air 3. Arah aliran air tanah
4. Sifat, macam dan struktur tanah
2.2 Syarat Jamban Sehat
Kementerian Kesehatan telah menetapkan syarat dalam membuat jamban sehat. Ada tujuh kriteria yang harus diperhatikan. Berikut syarat-syarat tersebut:
1. Tidak mencemari air
1. Saat menggali tanah untuk lubang kotoran, usahakan agar dasar lubang kotoran tidak mencapai permukaan air tanah maksimum. Jika keadaan terpaksa, dinding dan dasar lubang kotoran harus dipadatkan dengan tanah liat atau diplester.
2. Jarang lubang kotoran ke sumur sekurang-kurangnya 10 meter
3. Letak lubang kotoran lebih rendah daripada letak sumur agar air kotor dari lubang kotoran tidak merembes dan mencemari sumur.
4. Tidak membuang air kotor dan buangan air besar ke dalam selokan, empang, danau, sungai, dan laut
2. Tidak mencemari tanah permukaan
1. Tidak buang besar di sembarang tempat, seperti kebun, pekarangan, dekat sungai, dekat mata air, atau pinggir jalan.
2. Jamban yang sudah penuh agar segera disedot untuk dikuras kotorannya, atau dikuras, kemudian kotoran ditimbun di lubang galian.
3. Bebas dari serangga
1. Jika menggunakan bak air atau penampungan air, sebaiknya dikuras setiap minggu. Hal ini penting untuk mencegah bersarangnya nyamuk demam berdarah
2. Ruangan dalam jamban harus terang. Bangunan yang gelap dapat menjadi sarang nyamuk.
3. Lantai jamban diplester rapat agar tidak terdapat celah-celah yang bisa menjadi sarang kecoa atau serangga lainnya
4. Lantai jamban harus selalu bersih dan kering
5. Lubang jamban, khususnya jamban cemplung, harus tertutup 4. Tidak menimbulkan bau dan nyaman digunakan
1. Jika menggunakan jamban cemplung, lubang jamban harus ditutup setiap selesai digunakan
2. Jika menggunakan jamban leher angsa, permukaan leher angsa harus tertutup rapat oleh air
3. Lubang buangan kotoran sebaiknya dilengkapi dengan pipa ventilasi untuk membuang bau dari dalam lubang kotoran
4. Lantan jamban harus kedap air dan permukaan bowl licin. Pembersihan harus dilakukan secara periodic
5. Aman digunakan oleh pemakainya
1. Pada tanah yang mudah longsor, perlu ada penguat pada dinding lubang kotoran dengan pasangan batau atau selongsong anyaman bambu atau bahan penguat lai yang terdapat di daerah setempat
6. Mudah dibersihkan dan tak menimbulkan gangguan bagi pemakainya 1. Lantai jamban rata dan miring kea rah saluran lubang kotoran
2. Jangan membuang plastic, puntung rokok, atau benda lain ke saluran kotoran karena dapat menyumbat saluran
3. Jangan mengalirkan air cucian ke saluran atau lubang kotoran karena jamban akan cepat penuh
4. Hindarkan cara penyambungan aliran dengan sudut mati. Gunakan pipa berdiameter minimal 4 inci. Letakkan pipa dengan kemiringan minimal 2:100
2. Dianjurkan agar bangunan jamban beratap sehingga pemakainya terhindar dari kehujanan dan kepanasan.
2.3 SPAL
SPAL ( saluran Pembuangan Air Limbah ) adalah perlengkapan pengelolaan air limbah bisa berupa pipa atau pun selainnya yang dipergunakan untuk membantu air buangan dari sumbernya sampai ke tempat pengelolaan atau ke tempat pembuangan. Sumber air limbah :
1. Air buangan yang bersumber dari rumah tangga (domestic waste water) Air buagan yang bersumber dari rumah tangga (domestic waste water ) adalah air limbah yang berasal dari pemukiman penduduk. Pada umumnya air limbah ini terdiri dari ekskreta ( tinja dan air seni, air bekas cucian dapur dan kamar mandi dan umumnya terdiri dari bahan organik
Bahan organik adalah zat yang pada umumnya merupakan bagian dari binatang/ tumbuh-tumbuhan dengan komponen utamanya : carbon, protein, lemak/ lipid, benda organik ini mudah mengalami pembusukan oleh bakteri dengan menggunakan oksigen terlarut dalam air limbah (BOD). BOD ( Biochemical Oxygen Demand ) adalah banyaknya O2 dalam PPN/ mg/ L yang diperlukan untuk mengurai bahan organik oleh bakteri sehingga limbah tersebut menjadi jernih kembali.
2. Air buangan dari industri (industrial waste water) Air buangan dari industri (industrial waste water) adalah air buangan yang berasal dari berbagai jenis industri akibat proses produksi. Zat-zat yang terkandung di dalamnya sangat bervariasi, sesuai dengan bahan baku yang dipakai industri antara lain : nitrogen, sulfida, amoniak, lemak, garam-garam, zat pewarna, mineral logam berat, zat pelarut dan sebagainya. Oleh karena itu pengelolaan jenis air limbah ini, agar tidak menimbulkan polusi lingkungan lebih rumit daripada air limbah rumah tangga. Pengukurannya biasa digunakan dengan “COD” COD ( chemical oxygen demand) adalah banyaknya O2 dalam PPN/ mg/ L yang dibutuhkan dalam kondisi khusus untuk menguraikan benda organik/ anorganik secara kimiawi.
Karakteristik air limbah perlu diketahui karena hal ini akan menentukan pengelolaan yang tepat sehingga tidak mencemari lingkungan hidup, yakni :
1. Karakteristik fisik
Sebagian besar terdiri dari bahan-bahan padat dan suspensi, terutama air limbah rumah tangga biasa berwarna suram seperti larutan sabun, sedikit berbau, kadang-kadang mengandung sisa-sisa kertas, berwarna bekas cucian beras dan sayur, bagian-bagian tinta dan sebagainya.
2. Karakteristik kimiawi 3. Karakteristik Bakteriologis
HASIL KEGIATAN
3.1 Waktu Pelaksanaan
Hari/ Tanggal : Sabtu, 09 Juili 2011 Pukul : 08. 00 WIB s/d 13.00 WIB
3.2 Lokasi Kegiatan
Lokasi kegiatan ini berada di wilayah kerja Puskesmas PAAL V Kecamatan Kota Baru Kota Jambi khususnya di RT 14 Kelurahan Suka Karya Kota Jambi.
3.3 Pelaksana Kegiatan / Surveyor
Surveyor pada kegiatan ini adalah mahasiswa Kesehatan Lingkungan khususnya kelompok III Praktek Belajar Lapangan ( PBL ) dengan jumlah mahasiswa 13 orang. Kemudian dibagi menjadi 6 kelompok kecil ( 5 kelompok kecil berjumlah 2 orang dan 1 kelompok kecil sebanyak 3 orang ).
3.4 Hasil Kegiatan
Kegiatan survey dilakukan dengan menggunakan check list untuk melihat kondisi rumah, sarana air bersih, jamban, SPAL, kondisi sampah, ventilasi, lantai dan keberadaan jentik di rumah warga RT 14 Kelurahan Suka Karya Kecamatan Kota Baru Kota Jambi. Namun kegiatan ini menitik beratkan pada survey kondisi jamban dan SPAL.
Dari hasil survey, terdata 47 rumah di kawasan RT 14 Kelurahan Suka Karya Kecamatan Kota Baru Kota Jambi
3.4.1 Survey Jamban
Terdata 47 rumah warga memiliki jamban dengan jenis leher angsa atau dapat di simpulkan bahwa 100% warga RT 14 Kelurahan Suka Karya Kecamatan Kota Baru Kota Jambi telah menggunakan jamban jenis leher angsa.
Terdata 44 rumah warga memiliki SPAL terbuka,dan 3 rumah warga belum memiliki SPAL atau sebanyak 93,6 % warga RT 14 Kelurahan Suka Karya Kecamatan Kota Baru Kota Jambi telah menggunakan SPAL tertutup dan 6,4 % warga RT 14 Kelurahan Suka Karya Kecamatan Kota Baru Kota Jambi belum menggunakan SPAL. (Rincian data Terlampir).
3.5 Permasalahan
Permasalahan yang timbul di atas yaitu masih ada 3 rumah warga RT 14 Kelurahan Suka Karya yang belum memiliki SPAL, yaitu pada rumah dengan nama KK Iwan, Raswan dan Tukiyem.
3.6 Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah dari permasalahan yang timbul adalah dengan membuat SPAL pada 3 rumah warga yang belum memiliki SPAL sehingga air limbah yang dihasilkan tidak mengalir ke sembarang tempat.
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari kegiatan diatas dapat disimpulkan bahwa dari 100 % warga RT 14 Kelurahan Suka Karya Kecamatan Kota Baru Kota Jambi telah memiliki jamban dengan jenis leher angsa dan 93,6 % warga telah memiliki SPAL terbuka. Namun masih ada 6,4 % rumah warga yang belum memiliki SPAL.
4.2 Saran
Saran yang dapat disampaikan adalah sebaiknya warga yang belum memiliki SPAL menyediakan tempat saluran pembuangan air limbah atau membangun SPAL sebagai sarana pembuangan limbah sehingga air limbah yang dihasilkan tidak mengalir ke sembarang tempat.
- Marsono. D. B., 1999, “Teknik Pengolahan Air Limbah
secara Biologis”, Media Informasi Alumni Teknik Lingkungan., 1982.
- Kusnoputranto Haryoto,’’ Air Limbah Dan Ekskreta
Manusia’’, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Universitas Indonesia
Fakultas Kesehatan Masyarakat.,1984
- http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2171364-defenisi-saluran-pembuangan-air-limbah/#ixzz1RseWS0pF
- Makalah oleh Mutmainna, AMKL (Disajikan pada seleksi Petugas Kesehatan Teladan Povinsi Sulsel 2009).