PUBLIC ANNOUNCEMENT
TIMBER LEGALITY ASSURANCE SYSTEM CERTIFICATE
ISSUANCE
Based on the result of Timber Legality Verification by PT. SGS Indonesia, announced that it has issued
certificate to below management unit :
Berdasarkan Hasil Verifikasi Legalitas Kayu oleh PT. SGS Indonesia, diumumkan bahwa telah
diterbitkan Sertifikat untuk perusahaan :
Management Unit Name
Nama Unit Manajemen
:
PK. Karya Mandiri
Office Address
Alamat Kantor
:
Desa Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal Kabupaten
Tasikmalaya.
Mill Address
Alamat Pabrik
:
Desa Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal Kabupaten
Tasikmalaya.
Certificate Number
Nomor Sertifikat
:
SGS-ID-LKI-0098
Certificate Validation
Masa Berlaku
:
08 May 2015 until 07 May 2018
Stage
:
1
stMain Assessment 2015
Tahap
:
Standard
:
Perdirjen BUK # P.14/VI-BPPHH/2014
Jo P 1/VI-BPPHHH/2015
Standard
:
Lampiran 2.6 SVLK Pada Pemegang IUIPHHK Kapasitas ≤
6000 M3 per tahun
To all parties concerned with the provision on the certificate if there is feedback, suggestions and
objections can be submitted to PT. SGS Indonesia.
Kepada seluruh pihak yang terkait dengan pemberian sertifikat tersebut apabila terdapat masukan,
saran dan keberatan dapat disampaikan kepada PT. SGS Indonesia.
Feedback, suggestions and objections refer to Appendix Regulation of the General Director of Forestry
Production Development Number. P.14/VI-BPPHH/2014 jo P 1/VI-BPPHH/2015
Masukan, saran dan keberatan mengacu pada lampiran Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha
Kehutanan Nomor.P.14/VI-BPPHH/2014 jo P 1/VI-BPPHH/2015
PT. SGS INDONESIA
Cilandak Commercial Estate #108C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560 Indonesia
Phone: +62 (0)21 7818111, Fax: +62 (0)21 7818222.
SGS INDONESIA
(Associated Documents)
Number:
LVL_Ic
Version Date: 15 Februari 2015Page: 1 of 7
PT SGS INDONESIA, Cilandak Commercial Estate # 108 C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia, CONTACT PERSON: Fourry Meilano - Tel: +62 21 781 81 11 - Fax: +62 21 780 79 14
www.sgs.com
SGS INDONESIA
RESUME
HASIL VERIFIKASI LEGALITAS KAYU
SESUAI PERATURAN MENTERI KEHUTANAN
NOMOR P.43/MENHUT-II/2014 JO P.95/MENHUT-II/2014 DAN
PERATURAN DIRJEN BINA USAHA KEHUTANAN
NOMOR P.14/VI-BPPHH/2014 JO P.1/VI-BPPHH/2015
Project Nr: ID/JKT-5024
Nama Pemegang Ijin: PK. Karya Mandiri
Alamat: Desa Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.
No. Sertifikat: SGS-ID-LKI-0098 Tipe Sertifikasi: Tunggal / Multi Lokasi
Tanggal Terbit: 8 Mei 2015 Berlaku sampai
dengan tanggal: 7 Mei 2018
Kapasitas Produksi Industri penggergajian kayu kapasitas produksi 2.000 M3/tahun sesuai dengan Izin Usaha
Industri Primer Hasil Hutan Kayu #522.21/Kep/28/Dishutbun/2010 yang diterbitkan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tasikmalaya.
Ruang Lingkup: Pembelian bahan baku kayu bulat untuk proses produksi dan penjualan kayu gergajian dengan
jenis produk kayu gergajian dengan kapasitas izin 2.000 M3/tahun sesuai dengan Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu #522.21/Kep/28/Dishutbun/2010 dengan lokasi industri primer di Kabupaten Tasikmalaya.
Kontak Informasi Pemegang Ijin:
Hadili
Alamat: Desa Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.
Tel: 081809788773
Fax
-Email: [email protected]
Tanggal Verifikasi:
Verifikasi Utama 24 Februari - 26 Februari 2015
Surveillance 1 -
Surveillance 2 -
(1) IDENTITAS LVLK
a. Nama Lembaga : PT. SGS Indonesia b. Nomor Akreditasi : LVLK-008-IDN
SGS QUALIFOR Page 2 of 7
c. Alamat : Cilandak Commercial Estate #108C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia
d. Nomor telepon/faks/E-mail : +62 21 781 8111/+62 21 780 7914/ [email protected] e. Direktur : Guy Francois Marie Escarfail
f. Standar : Perdijen Bina Usaha Kehutanan No P.14/VI-BPPHH/2014 jo P.1/VI-BPPHH/2015
g. Tim Audit : Heru Puryanto (Lead Auditor) h. Tim Pengambil Keputusan : Fourry Meilano
(2) IDENTITAS AUDITEE
a. Nama Pemegang Izin IUIPHHK : PK. Karya Mandiri
b. Nomor dan Tanggal SK IUIPHHK : 522.21/Kep/28/Dishutbun/2010 tanggal 14 Juli 2010 c. Kapasitas Izin : 2.000 M3 per tahun kayu gergajian.
d. Alamat : Desa Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
e. Nomor telepon : 081809788773
f. Email : [email protected]
g. Pengurus :
Pimpinan/Direktur : Hadili
(3) RINGKASAN TAHAPAN
TAHAPAN WAKTU DAN TEMPAT RINGKASAN CATATAN
Konsultasi Publik (apabila dibutuhkan)
10 Februari - 23 Februari 2015
- Tidak terdapat informasi yang masuk dari public kepada LVLK PT. SGS Indonesia, terkait proses Verifikasi Legalitas Kayu di PK. Karya Mandiri
Pertemuan Pembukaan 24 Februari 2015 - Penjelasan ketentuan SVLK,
- Penjelasan mengenai Tujuan, Ruang Lingkup, Jadwal, Metodologi dan Prosedur Verifikasi dan permintaan akses dokumen dan data, permintaan surat kuasa/surat tugas Manajemen Representatif,
- Daftar hadir, BA pembukaan dan notulen rapat tersedia. Verifikasi Dokumen dan
Observasi Lapangan
24 Februari s/d 26 Februari 2015
- Verifikasi dokumen legalitas kayu secara sensus, - Pemeriksaan keabsahan, kelengkapan dan konsistensi
antar dokumen, uji petik stok bahan baku kayu gergajian, - Pemeriksaan ketelusuran dan pengecekan pemasok. Pertemuan Penutupan 26 Februari 2015 - Penyampaian hasil verifikasi lapangan,
SGS QUALIFOR Page 3 of 7
diimplementasikan,
- Daftar hadir, BA penutupan dan notulen rapat tersedia. Pengambilan Keputusan 08 Mei 2015 - Pengambilan keputusan berdasarkan Laporan Hasil VLK,
- Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh verifier dengan koreksi terhadap laporan bersifat redaksional,
- Menilai analisis dan pengambilan kesimpulan oleh auditor berdasarkan bukti audit,
- Diputuskan kepada PK. Karya Mandiri diterbitkan S‐LK.
(4) RESUME HASIL PENILAIAN
Indikator Uraian Pemenuhan Kesimpulan
Pemenuhan 1.1.1.Unit Usaha Pengolahan adalah produsen yang memiliki izin yang sah
a. Akta Pendirian Perusahaan dan / atau perubahan terakhir.
Pemegang Izin adalah perusahaan perorangan dan memiliki dokumen KTP sesuai dengan dokumen izin lainnya.
Memenuhi
b. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Izin Perdagangan yang tercantum dalam Izin Industri.
Pemegang Izin memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan yang masih berlaku dan sesuai
dengan kegiatan usahanya. Memenuhi c. Izin HO (izin gangguan lingkungan
sekitar industri).
Pemegang Izin memiliki izin HO (izin gangguan lingkungan sekitar industri) yang masih berlaku sesuai dengan ruang lingkup usahanya.
Memenuhi
d. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Pemegang Izin memiliki Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang sah masih berlaku sesuai dengan kegiatan usahanya.
Memenuhi e. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pemegang Izin memiliki NPWP dan sesuai
dengan dokumen lainnya. Memenuhi
f. Dokumen lingkungan hidup (UKL – UPL/SPPL/DPLH/SIL/DELH/dokumen lingkungan hidup lain yang setara).
Pemegang Izin memiliki dokumen lingkungan berupa SPPL dan sesuai dengan ruang lingkup kegiatan usahanya dan tersedia bukti penyerahan ke instansi terkait.
Memenuhi
g. IUIPHHK, Ijin Usaha Industri (IUI) atau Izin Usaha Tetap (IUT).
Pemegang Izin memiliki IUIPHHK yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang dan sesuai dengan dokumen terkait lainnya. Jenis usaha yang dijalankan sesuai dengan IUIPHHK.
Memenuhi
h. Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri (RPBBI) untuk Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IUIPHHK).
RPBBI tahun berjalan telah dilaporkan ke instansi berwenang dan realisasi pemenuhan bahan baku sesuai dengan RPBBI terakhir
yang telah dilaporkan. Memenuhi
1.1.2. Eksportir produk hasil kayu olahan adalah eksportir yang memiliki izin yang sah, berupa eksportir produsen
Berstatus Eksportir Terdaftar Produk Industri Kehutanan (ETPIK).
Pemegang izin bukan sebagai ETPIK.
SGS QUALIFOR Page 4 of 7
1.2.1. Importir adalah importir yang memiliki izin yang sah Dokumen pengakuan / pengenal sebagai
importir.
Pemegang izin bukan merupakan importir bahan baku kayu.
Tidak dinilai
1.2.2. Importer memiliki sistem uji tuntas (Due Diligence) Panduan/pedoman/prosedur pelaksanaan
dan bukti pelaksanaan sistem uji tuntas (due diligence) importir
Pemegang izin bukan sebagai importir bahan baku kayu
Tidak dinilai
1.3.1. Kelompok memiliki akte notaris pembentukan kelompok atau dokumen pembentukan kelompok Akte notaris pembentukan kelompok atau
dokumen pembentukan kelompok
Pemegang izin tidak melakukan pembentukan kelompok.
Tidak dinilai
2.1.1. Unit usaha mampu membuktikan bahwa bahan baku yang diterima berasal dari sumber yang sah. a. Kontrak suplai bahan baku dan/atau
dokumen jual beli
Seluruh penerimaan bahan baku kayu telah dilengkapi dengan dokumen jual beli.
Memenuhi b. Berita Acara Pemeriksaan yang
ditandatangani oleh petugas kehutanan yang berwenang, untuk penerimaan kayu bulat dari hutan negara, dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah
Verifier ini tidak dinilai karena PK Karya Mandiri tidak melakukan penerimaan dan pembelian bahan baku kayu bulat yang berasal dari Hutan Negara
Tidak dinilai
c. Berita acara serah terima kayu
dan/atau bukti serah terima kayu selain kayu bulat dari hutan negara, dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah
Seluruh penerimaan kayu berupa kayu bulat rakyat dilengkapi dengan bukti serah terima kayu dan dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.
Memenuhi
d. Dokumen angkutan hasil hutan yang sah
Seluruh penerimaan bahan baku kayu didukung dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.
Hasil uji petik stok bahan baku di lapangan harus sesuai antara fisik kayu (jenis dan ukuran) dengan dokumen.
Jumlah batang/keping dan volume di dalam dokumen angkutan hasil hutan yang sah dengan stok/LMKB pada periode yang sama. Tersedia kartu tenaga teknis masih berlaku dan sesuai dengan SK lokasi penempatan.
Memenuhi
e. Nota dan Dokumen Keterangan (Berita Acara dari petugas kehutanan
kabupaten/kota atau dari Aparat Desa/Kelurahan) yang dapat menjelaskan asal usul untuk kayu bekas/hasil bongkaran, serta DKP
Verifier ini Tidak Dinilai karena PK Karya Mandiri tidak menggunakan bahan baku kayu bekas/kayu hasil bongkaran.
Tidak dinilai
f. Dokumen angkutan berupa Nota untuk kayu limbah industri
Verifier ini Tidak Dinilai karena PK Karya Mandiri tidak menggunakan bahan baku kayu limbah industri.
Tidak dinilai
g. Dokumen S-LK/S-PHPL yang dimiliki pemasok dan/atau DKP dari pemasok
Seluruh pemasok dari hutan hak telah dilengkapi dengan DKP hutan hak.
PK Karya Mandiri memiliki prosedur pemeriksaan terhadap pemasok yang menerbitkan DKP dan memiliki personel yang ditunjuk untuk bertanggung jawab dalam
SGS QUALIFOR Page 5 of 7
pemeriksaan terhadap dokumen DKP yang diterima dari pemasok (beserta bukti surat penunjukan).
h. Dokumen pendukung RPBBI RPBBI terakhir (tahun berjalan) yang telah dilaporkan didukung dokumen sumber bahan baku yang lengkap sesuai dengan sumber bahan baku.
Memenuhi
2.1.2. Importir mampu membuktikan bahwa kayu yang diimpor berasal dari sumber yang sah. a. Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Verifier ini Tidak Dinilai karena PK Karya
Mandiri tidak menggunakan bahan baku kayu import
Tidak dinilai
b. B/L Verifier ini Tidak Dinilai karena PK Karya Mandiri tidak menggunakan bahan baku kayu import
Tidak dinilai
c. P/L Verifier ini Tidak Dinilai karena PK Karya Mandiri tidak menggunakan bahan baku kayu import
Tidak dinilai
d. Invoice Verifier ini Tidak Dinilai karena PK Karya Mandiri tidak menggunakan bahan baku kayu import
Tidak dinilai
e. Deklarasi Impor Verifier ini Tidak Dinilai karena PK Karya Mandiri tidak menggunakan bahan baku kayu import
Tidak dinilai
f. Rekomendasi impor Verifier ini Tidak Dinilai karena PK Karya Mandiri tidak menggunakan bahan baku kayu import
Tidak dinilai
g. Bukti pembayaran bea masuk (apabila terkena bea masuk).
Verifier ini Tidak Dinilai karena PK Karya Mandiri tidak menggunakan bahan baku kayu import
Tidak dinilai
h. Dokumen lain yang relevan (diantaranya CITES) untuk jenis kayu yang dibatasi perdagangannya
Verifier ini Tidak Dinilai karena PK Karya Mandiri tidak menggunakan bahan baku kayu import dan tidak menggunakan bahan baku kayu yang dibatasi perdagangannya
Tidak dinilai
i. Bukti penggunaan kayu impor Verifier ini Tidak Dinilai karena PK Karya Mandiri tidak menggunakan bahan baku kayu import
Tidak dinilai
2.1.3. Unit usaha menerapkan sistem penelusuran kayu.
a. Tally sheet penggunaan bahan baku dan hasil produksi
Tersedia talleysheet/laporan produksi; tersedia talleysheet/laporan awal produksi yang dapat memberikan ketelusuran asal usul bahan baku
Memenuhi
b. Laporan hasil produksi olahan Hasil output produksi telah sesuai dengan laporan LMHHOK, dan terdapat hubungan yang rasional antara input-output dan rendemen produksi
Memenuhi
c. Produksi industri tidak melebihi kapasitas produksi yang diizinkan
Jenis produk yang diproduksi oleh perusahaan adalah sesuai dengan IUI, dan realisasi produksi sendiri tidak melebihi dari kapasitas yang diijinkan
Memenuhi
d. Hasil produksi yang berasal dari kayu lelang dipisahkan
Verifier ini tidak dinilai karena pihak PK Karya Mandiri tidak melakukan produksi yang berasal dari kayu lelang
Tidak dinilai
e. Dokumen LMKB/LMKBK/LMHHOK. Dokumen LMKB sesuai dengan dokumen pendukung/laporan penerimaan bahan baku.
Memenuhi
2.1.4. Proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga
SGS QUALIFOR Page 6 of 7
a. Dokumen S-LK atau DKP Verifier ini tidak dinilai karena selama periode tiga bulan terakhir pihak PK Karya Mandiri tidak melakukan pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain
Tidak dinilai
b. Kontrak jasa pengolahan produk antara auditee dengan pihak penyedia jasa (pihak lain).
Verifier ini tidak dinilai karena selama periode tiga bulan terakhir pihak PK Karya Mandiri tidak melakukan pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain
Tidak dinilai
c. Berita acara serah terima kayu yang dijasakan
Verifier ini tidak dinilai karena selama periode tiga bulan terakhir pihak PK Karya Mandiri tidak melakukan pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain
Tidak dinilai
d. Ada pemisahan produk yang dijasakan pada perusahaan penyedia jasa
Verifier ini tidak dinilai karena selama periode tiga bulan terakhir pihak PK Karya Mandiri tidak melakukan pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain
Tidak dinilai
e. Adanya pendokumentasian bahan baku, proses produksi, dan ekspor apabila ekspor dilakukan melalui industri penyedia jasa
Verifier ini tidak dinilai karena pihak PK Karya Mandiri tidak pendokumentasian bahan baku, proses produksi, dan ekspor yang dilakukan melalui industri penyedia jasa
Tidak dinilai
3.1.1 Unit Usaha menggunakan dokumen angkutan hasil hutan yang sah untuk perdagangan atau pemindah-tanganan hasil produksi dengan tujuan domestik.
Dokumen angkutan hasil hutan yang sah Seluruh perdagangan atau pemindah-tanganan produk dengan tujuan domestik didukung dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.
Memenuhi
3.2.1. Pengapalan kayu olahan untuk ekspor harus memenuhi kesesuaian dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)
a. Produk hasil olahan kayu yang diekspor
Pemegang Izin tidak melakukan pengapalan kayu olahan untuk ekspor dan tidak melakukan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak dinilai
b. Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) Pemegang Izin tidak melakukan pengapalan kayu olahan untuk ekspor dan tidak melakukan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak dinilai
c. Packing List (P/L) Pemegang Izin tidak melakukan pengapalan kayu olahan untuk ekspor dan tidak melakukan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak dinilai
d. Invoice Pemegang Izin tidak melakukan pengapalan kayu olahan untuk ekspor dan tidak melakukan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak dinilai
e. Bill of lading (B/L) Pemegang Izin tidak melakukan pengapalan kayu olahan untuk ekspor dan tidak melakukan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak dinilai
f. Dokumen (V-Legal) untuk produk yang wajib dilengkapi dengan Dokumen V-Legal
Pemegang Izin tidak melakukan pengapalan kayu olahan untuk ekspor dan tidak melakukan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak dinilai
g. Hasil verifikasi teknis (Laporan Surveyor) untuk produk yang wajib verifikasi teknis
Pemegang Izin tidak melakukan pengapalan kayu olahan untuk ekspor dan tidak melakukan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak dinilai
h. Bukti pembayaran bea keluar bila terkena bea keluar.
Pemegang Izin tidak melakukan pengapalan kayu olahan untuk ekspor dan tidak melakukan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak dinilai
i. Dokumen lain yang relevan
(diantaranya: CITES) untuk jenis kayu dibatasi perdagangannya
Pemegang Izin tidak melakukan pengapalan kayu olahan untuk ekspor dan tidak melakukan perdagangan untuk tujuan ekspor.
SGS QUALIFOR Page 7 of 7
3.3.1 Implementasi Tanda V legal. Tanda V Legal dibubuhkan sesuai dengan ketentuan
Pemegang Izin tidak menerapkan tanda v legal sesuai ketentuan.
Tidak dinilai
4.1.1 Prosedur dan implementasi K3.
a. Pedoman/prosedur K3 Perusahaan PK Karya Mandiri tersedia pedoman K3 dan personel yang ditunjuk untuk bertanggung jawab dalam implementasi pedoman/prosedur K3
Memenuhi
b. Implementasi K3 PK Karya Mandiri tersedia peralatan K3 sesuai pedoman dan peralatan K3/tabung api berfungsi dengan baik / belum berfungsi baik. PK Karya Mandiri tersedia tanda/jalur evakuasi di lapangan.
Memenuhi
c. Catatan kecelakaan kerja PK Karya Mandiri memiliki catatan kecelakaan kerja dan upaya penanganan kecelakaan kerja
Memenuhi
4.2.1 Kebebasan berserikat bagi pekerja Serikat pekerja atau kebijakan perusahaan (auditee) yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja
PK Karya Mandiri memiliki pernyataan tertulis mengenai kebijakan perusahaan yang membolehkan karyawan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja, serta hasil wawancara memberikan penyimpulan bahwa pihak perusahaan memberikan kebebasan berserikat bagi pekerja.
Memenuhi
4.2.2 Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) yang mengatur hak-hak pekerja untuk IUIPHHK dan IUI yang mempekerjakan karyawan > 10 orang
Ketersediaan Dokumen KKB atau PP yang mengatur hak-hak pekerja
Pemegang ijin tidak berkewajiban untuk menyusun KKB/PP karena merupakan IUIPHHK dengan jumlah karyawan <10 orang.
Tidak dinilai
4.2.3 Tidak mempekerjakan anak di bawah umur (diluar ketentuan).
Pekerja masih di bawah umur Pemegang Izin tidak mempekerjakan karyawan di bawah umur.
Memenuhi
Berdasarkan hasil verifikasi legalitas kayu (total 56 verifier) diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
Verifier yang memenuhi Metode Verifikasi berjumlah 24 verifier.
Verifier yang tidak memenuhi Metode Verifikasi berjumlah 0 verifier.
Verifier yang diverifikasi tetapi tidak dilakukan penilaian berjumlah 32 verifier.
Dengan demikian PK. Karya Mandiri dinyatakan telah
”Memenuhi”
persyaratan legalitas kayu
sesuai peraturan yang berlaku dan dinyatakan
”LULUS”
Sertifikasi Legalitas Kayu
.
KS_1a