TIMBER LEGALITY ASSURANCE SYSTEM CERTIFICATE
ISSUANCE
Based on the result of Timber Legality Verification by PT. SGS Indonesia, announced that it has issued
certificate to below management unit :
Berdasarkan Hasil Verifikasi Legalitas Kayu oleh PT. SGS Indonesia, diumumkan bahwa telah
diterbitkan Sertifikat untuk perusahaan :
Management Unit Name
Nama Unit Manajemen
:
CV. Jawawood
Office Address
Alamat Kantor
:
Jalan Tanjung Tembaga Baru Nomor 14 Kelurahan
Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo,
Provinsi Jawa Timur.
Mill Address
Alamat Pabrik
:
Jalan Tanjung Tembaga Baru Nomor 14 Kelurahan
Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo,
Provinsi Jawa Timur.
Certificate Number
Nomor Sertifikat
:
SGS-ID-LKI-0117
Certificate Validation
Masa Berlaku
:
02 March 2016 until 01 March 2022
Stage
:
1
stMain Assessment 2016
Tahap
:
Standard
:
Perdirjen BUK # P.14/VI-BPPHH/2014
Jo P 1/VI-BPPHHH/2015
Standard
:
Lampiran 2.7 SVLK Pada TDI
To all parties concerned with the provision on the certificate if there is feedback, suggestions and
objections can be submitted to PT. SGS Indonesia.
Kepada seluruh pihak yang terkait dengan pemberian sertifikat tersebut apabila terdapat masukan,
saran dan keberatan dapat disampaikan kepada PT. SGS Indonesia.
Feedback, suggestions and objections refer to Appendix Regulation of the General Director of Forestry
Production Development Number. P.14/VI-BPPHH/2014 jo P 1/VI-BPPHH/2015
Masukan, saran dan keberatan mengacu pada lampiran Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha
Kehutanan Nomor.P.14/VI-BPPHH/2014 jo P 1/VI-BPPHH/2015
PT. SGS INDONESIA
Cilandak Commercial Estate #108C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560 Indonesia
Phone: +62 (0)21 7818111, Fax: +62 (0)21 7818222.
SGS INDONESIA
(Associated Documents)
Number:
LVL_Ic
Version Date: 15 Februari 2015Page: 1 of 9
PT SGS INDONESIA, Cilandak Commercial Estate # 108 C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia, CONTACT PERSON: Fourry Meilano - Tel: +62 21 781 81 11 - Fax: +62 21 780 79 14
www.sgs.com
SGS INDONESIA
RESUME
HASIL VERIFIKASI LEGALITAS KAYU
SESUAI PERATURAN MENTERI KEHUTANAN
NOMOR P.43/MENHUT-II/2014 JO P.95/MENHUT-II/2014 DAN
PERATURAN DIRJEN BINA USAHA KEHUTANAN
NOMOR P.14/VI-BPPHH/2014 JO P.1/VI-BPPHH/2015
Project Nr: ID/JKT-4600
Nama Pemegang Ijin: CV. Jawawood
Alamat: Jalan Tanjung Tembaga Baru Nomor 14 Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur Kode Pos 67218
No. Sertifikat: SGS-ID-LKI-0117 Tipe Sertifikasi: SVLK pada Tanda Daftar Industri
Tanggal Terbit: 02 Maret 2016 Berlaku sampai
dengan tanggal: 01 Maret 2022
Kapasitas Produksi Kapasitas produksi furniture dari kayu 100 M3 per tahun.
Ruang Lingkup: Pembelian kayu bekas bongkaran rumah, kayu bekas bongkaran kapal, kayu gergajian,
plywood dan kayu limbah sawmill untuk proses produksi furniture dan penjualan furniture dengan kapasitas produksi 100 M3 per tahun (sesuai ijin Tanda Daftar Industri Nomor: 517/02/425.202/2013 diterbikan oleh Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Pemerintah Kota Probolinggo), dengan lokasi industri di Kota Probolinggo.
Kontak Informasi Pemegang Ijin:
M. Bastian Akbar
Alamat: Jalan Tanjung Tembaga Baru Nomor 14 Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota
Probolinggo, Provinsi Jawa Timur
Tel: 085333419129 , (0335) 4513133
Fax (0335) 4513133
Email: www.jawawood.net
Tanggal Verifikasi:
Verifikasi Utama 15 Februari - 18 Februari 2016
Surveillance 1 -
Surveillance 2 -
(1) IDENTITAS LVLK
a. Nama Lembaga : PT. SGS Indonesia b. Nomor Akreditasi : LVLK-008-IDN
c. Alamat : Cilandak Commercial Estate #108C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia
d. Nomor telepon/faks/E-mail : +62 21 781 8111/+62 21 780 7914/ [email protected] e. Direktur : Guy Francois Marie Escarfail
f. Standar : Perdijen Bina Usaha Kehutanan No P.14/VI-BPPHH/2014 jo P.1/VI-BPPHH/2015
g. Tim Audit : Heru Puryanto (Lead Auditor) h. Tim Pengambil Keputusan : Gunung Wijanarko
(2) IDENTITAS AUDITEE
a. Nama Pemegang Izin TDI : CV. Jawawood
b. Nomor dan Tanggal TDI : 517.2/02/425.202/2013 dan 25 Oktober 2013. c. Kapasitas Izin : 100 M3 per tahun.
d. Alamat : Jalan Tanjung Tembaga Baru Nomor 14 Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. e. Nomor telepon : 085333419129 , (0335) 4513133
f. Email : www.jawawood.net
g. Pengurus :
Direktur : M. Bastian Akbar. Pesero Komanditer : Jimmy Santana.
(3) RINGKASAN TAHAPAN
TAHAPAN WAKTU DAN TEMPAT RINGKASAN CATATAN Konsultasi Publik
(apabila dibutuhkan)
1 Februari - 14 Februari 2016
- Tidak terdapat informasi yang masuk dari public kepada LVLK PT. SGS Indonesia, terkait proses Verifikasi Legalitas Kayu di CV. Jawawood
Pertemuan Pembukaan 15 Februari 2016 - Penjelasan ketentuan SVLK,
- Penjelasan mengenai Tujuan, Ruang Lingkup, Jadwal, Metodologi dan Prosedur Verifikasi dan permintaan akses dokumen dan data, permintaan surat kuasa/surat tugas Manajemen Representatif,
- Daftar hadir, BA pembukaan dan notulen rapat tersedia. Verifikasi Dokumen dan
Observasi Lapangan
15 Februari - 18 Februari 2016
- Verifikasi dokumen legalitas kayu secara sensus, - Pemeriksaan keabsahan, kelengkapan dan konsistensi
antar dokumen, uji petik stok bahan baku kayu, - Pemeriksaan ketelusuran dan pengecekan pemasok.
SGS QUALIFOR Page 3 of 9
Pertemuan Penutupan 26 Februari 2015 - Penyampaian hasil verifikasi lapangan,
- Prinsip 1, 2, 3 dan 4 sudah berjalan dengan baik dan diimplementasikan,
- Daftar hadir, BA penutupan dan notulen rapat tersedia. Pengambilan Keputusan 02 Maret 2016 - Pengambilan keputusan berdasarkan Laporan Hasil VLK,
- Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh verifier dengan koreksi terhadap laporan bersifat redaksional,
- Menilai analisis dan pengambilan kesimpulan oleh auditor berdasarkan bukti audit,
- Diputuskan kepada CV. Jawawood diterbitkan S‐LK.
(4) RESUME HASIL PENILAIAN
Indikator Uraian Pemenuhan Kesimpulan
Pemenuhan
1.1.1. Unit Usaha adalah produsen yang memiliki izin yang sah
a. Akta Pendirian Perusahaan dan /atau perubahan terakhir
Organisasi telah memiliki Akta Pendirian Perusahaan dan Akta perubahan terakhir. Akte Pendirian Perusahaan telah sesuai dengan ruang lingkup usahanya.
Memenuhi
b.Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Izin Perdagangan yang tercantum dalam TDI/Izin Usaha Industri (IUI) Kecil.
Organisasi telah memiliki SIUP yang masih
berlaku dan sesuai dengan kegiatan usahanya. Memenuhi
c.Izin HO (izin gangguan lingkungan sekitar Industri)
Organisasi telah memiliki Izin Gangguan (HO) yang masih berlaku sesuai dengan ruang lingkup usaha.
Memenuhi
d.Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Organisasi telah memiliki Tanda Daftar Perusahaan yang sah dan diterbitkan Pejabat yang berwenang, masih berlaku sesuai dengan kegiatan usaha.
Memenuhi
e. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Organisasi telah memiliki NPWP, SKT dan
sesuai dengan dokumen lainnya. Memenuhi
1. f. AMDAL / Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) - Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) / Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) /Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)/Surat Izin Lingkungan (SIL)/Dokumen Evaluasi Lingkungan
Organisasi telah memiliki Dokumen Pengelolaan Lingkungan (berupa SPPL) sesuai dengan ruang lingkup usahanya serta terdapat
Hidup (DELH)
g. Izin Usaha Industri (IUI) Kecil atau Tanda Daftar Industri (TDI).
Organisasi telah memiliki TDI yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang dan sesuai
dengan dokumen terkait lainnya. Memenuhi
1.1.2. Eksportir produk kayu olahan adalah eksportir yang memiliki izin sah, berupa eksportir produsen.
a. Berstatus Eksportir Terdaftar Produk Industri Kehutanan (ETPIK).
Tidak relevan untuk dinilai karena pada Permendag No. 89/M-DAG/PER/10/2015 bahwa dokumen ETPIK tidak diperlukan dalam persyaratan ekspor.
Tidak Dinilai
1.2.1. Importir adalah importer yang memiliki izin yang sah.
Dokumen pengakuan dan/atau pengenal sebagai importir
Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi
tidak melakukan impor kayu dan produk kayu Tidak Dinilai
1.2.2. Importir memiliki sistem uji tuntas (due diligence).
Panduan/pedoman/prosedur pelaksanaan dan bukti pelaksanaan sistem uji tuntas (due diligence) importir.
Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi
tidak melakukan impor kayu dan produk kayu Tidak Dinilai
1.3.1. Kelompok memiliki akta notaris pembentukan kelompok atau dokumen pembentukan kelompok
Akta notaris pembentukan kelompok atau dokumen pembentukan kelompok.
Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi
tidak melakukan pembentukan kelompok. Tidak Dinilai
2.1.1. Unit Usaha mampu membuktikan bahwa bahan baku yang diterima berasal dari sumber yang sah.
a. Dokumen jual beli/nota atau kontrak suplai bahan baku dilengkapi bukti pembelian.
Seluruh penerimaan bahan baku kayu
dilengkapi dengan dokumen jual beli. Memenuhi
b. Bukti penerimaan bahan baku dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.
Seluruh kayu dilengkapi dengan dokumen hasil
hutan yang sah. Memenuhi
c. Dokumen angkutan hasil hutan yang sah
Seluruh penerimaan bahan baku kayu telah didukung dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.
Memenuhi
d. Nota dan Dokumen Keterangan (Berita Acara dari Petugas Kehutanan Kabupaten / Kota atau Aparat Desa / Kelurahan) yang dapat menjelaskan
Seluruh kayu hasil bongkaran dilengkapi dengan Nota dan dokumen/ Keterangan dari Aparat Desa/Kelurahan yang menjelaskan asal
SGS QUALIFOR Page 5 of 9
asal usul untuk kayu bekas / hasil bongkaran, serta Deklarasi Kesesuaian Pemasok.
usul kayu dan DKP.
e. Dokumen angkutan berupa Nota untuk kayu limbah industri
Seluruh kayu limbah industri telah dilengkapi
dengan dokumen Nota Memenuhi
f. Dokumen catatan/laporan mutasi kayu. Catatan/laporan mutasi kayu sesuai dengan
dokumen pendukung. Memenuhi
g. Dokumen sertifikasi Legalitas kayu / Sertifikat PHPL yang dimiliki pemasok dan / atau dokumen Deklarasi Kesesuaian Pemasok
Seluruh pemasok kayu telah memiliki S-LK dan/atau menerbitkan DKP.
Organisasi telah menetapkan dan menerapkan prosedur pemeriksaan terhadap pemasok yang menerbitkan DKP.
Telah tersedia personel yang ditunjuk untuk bertanggung jawab dalam pemeriksaan terhadap dokumen DKP yang diterima dari pemasok (beserta bukti surat penunjukannya).
Memenuhi
2.1.2. Unit Usaha menerapkan sistem penelusuran kayu
a. Laporan produksi hasil olahan Laporan hasil produksi sesuai dengan catatan mutasi kayu
Terdapat hubungan yang logis antara input output dan rendemen.
Memenuhi
b. Produksi industri tidak melebihi kapasitas produksi yang diizinkan
Jenis produk sesuai dengan izin usaha industri auditee
Realisasi produksi sendiri tidak melebihi kapasitas izin auditee yang diizinkan.
Memenuhi
c. Hasil produksi yang berasal dari kayu lelang dipisahkan
Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak memproduksi furniture yang berasal dari bahan baku kayu lelang.
Tidak Dinilai
2.1.3. Proses pengolahan produk melalui jasa atau kerjasama dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga)
a. Dokumen S-LK dan/atau DKP Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga.
Tidak Dinilai
b. Dokumen kontrak kerjasama atau kontrak jasa pengolahan produk dengan pihak lain
Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga.
c. Berita acara serah terima kayu yang dijasakan
Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga.
Tidak Dinilai
d. Ada pemisahan produk yang dijasakan pada perusahaan jasa
Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga.
Tidak Dinilai
e. Adanya pendokumentasian bahan baku, proses dan produksi dan ekspor apabila ekspor dilakukan melalui industri jasa.
Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga. Dan tidak terdapat pendokumentasian ekspor yang dilakukan melalui industri jasa.
Tidak Dinilai
2.2.1. Unit usaha mampu membuktikan bahwa bahan baku yang diterima berasal dari sumber yang sah.
a.Pemberitahuan Impor Barang Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi
tidak melakukan penerimaan kayu impor. Tidak Dinilai
b.Bill of Lading Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi
tidak melakukan penerimaan kayu impor. Tidak Dinilai
c.Packing list Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi
tidak melakukan penerimaan kayu impor. Tidak Dinilai
d.Invoice Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi
tidak melakukan penerimaan kayu impor. Tidak Dinilai
e.Deklarasi impor Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi
tidak melakukan penerimaan kayu impor. Tidak Dinilai
f.Rekomendasi Impor Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi
tidak melakukan penerimaan kayu impor. Tidak Dinilai
g. Bukti pembayaran bea masuk (bila terkena bea masuk)
Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi
tidak melakukan penerimaan kayu impor. Tidak Dinilai
h. Dokumen lain yang relevan (diantaranya CITES) untuk jenis kayu yang dibatasi perdagangannya
Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi
tidak melakukan penerimaan kayu impor. Tidak Dinilai
i. Bukti penggunaan kayu impor. Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi
SGS QUALIFOR Page 7 of 9
3.1.1. Unit usaha menggunakan dokumen angkutan hasil hutan yang sah untuk perdagangan atau pemindah tanganan hasil produksi dengan tujuan domestik.
Dokumen angkutan hasil hutan yang sah Seluruh perdagangan atau pemindah-tanganan produk dengan tujuan domestik telah didukung dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.
Memenuhi
3.2.1. Pengapalan kayu olahan untuk ekspor harus memenuhi kesesuaian dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).
a.Produk hasil olahan kayu yang diekspor Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak melakukan penjualan dan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak Dinilai
b.Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak melakukan penjualan dan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak Dinilai
c.Packing list Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak melakukan penjualan dan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak Dinilai
d.Invoice Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak melakukan penjualan dan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak Dinilai
e.Bill of lading (B/L) Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak melakukan penjualan dan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak Dinilai
f.Dokumen V legal untuk produk yang wajib dilengkapi dengan dokumen V legal
Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak melakukan penjualan dan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak Dinilai
g.Hasil verifikasi teknis (Laporan Surveyor) untuk produk yang wajib verifikasi teknis
Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak melakukan penjualan dan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak Dinilai
h.Bukti pembayaran bea keluar bila terkena bea keluar.
Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak melakukan penjualan dan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak Dinilai
i.Dokumen lain yang relevan (diantaranya: CITES) untuk jenis kayu dibatasi perdagangannya
Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak melakukan penjualan dan perdagangan untuk tujuan ekspor.
Tidak Dinilai
Tanda V Legal yang dibubuhkan sesuai ketentuan.
Tidak relevan untuk dinilai karena Organisasi tidak melakukan penjualan dan perdagangan untuk tujuan ekspor dan belum menerapkan penerapan tanda V legal.
Tidak Dinilai
4.1.1. Pedoman /Prosedur dan implementasi K3
a. Prosedur K3. Organisasi telah memiliki pedoman/prosedur K3 dan telah memiliki personil yang ditunjuk untuk bertanggungjawab dalam implementasi pedoman K3 (beserta surat penunjukannya).
Memenuhi
b. Implementasi K3 Organisasi telah memiliki peralatan K3 sesuai pedoman dan berfungsi baik (diantaranya belum kadaluwarsa).
Organisasi tersedia tanda/Jalur Evakuasi dan tersedia tanda di lapangan.
Memenuhi
c. Catatan kecelakaan kerja Organisasi telah memiliki catatan kecelakaan kerja untuk setiap kejadian kecelakaan kerja dan tersedia upaya penanganan kecelakaan kerja.
Memenuhi
4.2.1. Kebebasan berserikat bagi pekerja
Kebijakan perusahaan yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja.
Organisasi memiliki pernyataan tertulis mengenai kebijakan perusahaan yang membolehkan karyawan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja.
Memenuhi
4.2.2. Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) untuk IUIPHHK dan IUI yang mempekerjakan karyawan > 10 orang.
Ketersediaan Dokumen KKB atau PP yang mengatur hak-hak pekerja
Organisasi telah memiliki PP yang mengatur hak-hak pekerja dan telah didaftarkan ke instansi yang berwenang.
Memenuhi
4.2.3. Tidak mempekerjakan anak di bawah umur (di luar ketentuan)
Tidak ada pekerja yang masih di bawah umur
Organisasi tidak mempekerjakan pekerja di
bawah umur. Memenuhi
Berdasarkan hasil verifikasi legalitas kayu (total 52 verifier) diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
Verifier yang memenuhi Metode Verifikasi berjumlah 23 verifier.
Verifier yang tidak memenuhi Metode Verifikasi berjumlah 0 verifier.
SGS QUALIFOR Page 9 of 9
Dengan demikian CV. Jawawood dinyatakan telah
”Memenuhi” persyaratan legalitas kayu sesuai
peraturan yang berlaku dan dinyatakan
”LULUS” Sertifikasi Legalitas Kayu.
KS_1a