EKONOMIA JURNAL EKONOMIA ISSN : VOL. 7, No. 1, Maret 2016

11 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)
(2)

EKONOMIA

JURNAL EKONOMIA

ISSN : 1858 – 2451 VOL. 7, No. 1, Maret 2016

PEMIMPIN UMUM

Elvera, S.E., M.Sc

PEMIMPIN REDAKSI

Laili Dimyati, S.E. M.Si

WAKIL PEMIMPIN REDAKSI

Mastriati Hini Hermala Dewi, S.H., S.E., M.H

KONSULTAN AHLI

Dr. Zakaria Wahab, M.BA Drs. M. Kosasih Zen, M.Si

DEWAN REDAKSI

Junaidi, S.I.P., M.Si

Marko Ilpiyanto, S.E.,M.M Ruaman Yudianto, S.E., M.M Yadi Maryadi, S.E. M.Si

PENYUNTING AHLI

Yesita Astarina, S.E., M.Si Yusi Nurmala Sari, S.Kom.,M.T.I

SEKRETARIS REDAKSI

Zulaiha, S.E., M.A

DISTRIBUTOR

Fadhila Fitriyanti, S.Si Marthareza, S.E

DITERBITKAN OLEH :

LEMBAGA PENELITIAN & PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) LEMBAH DEMPO

PAGARALAM

Jl. H. Sidik Adim No. 98 Airlaga, Pagaralam Utara. Telp. (0730) 624445, Fax (0730) 62325

(3)

65

PENGARUH BIAYA PROMOSI TERHADAP JUMLAH SISWA PADA PERISAI ENGLISH COURSE (PEC) LUBUK LINGGAU

YOLANDA VEYBITHA, S.E., M.Si. Dosen Universitas Tridinanti Palembang

Email: Yola_2602@yahoo.com

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini untuk adalah mengetahui seberapa besar pengaruh biaya promosi terhadap jumlah siswa pada Perisai English Course (PEC) Lubuklinggau dan mengetahui hubungan biaya promosi terhadap jumlah siswa pada Perisai English Course (PEC) Lubuklinggau. Penelitian ini termasuk penelitian asosiatif yang menghubungan dua variabel atau lebih. Tempat penelitian ini dilakukan di Lubuklinggau tepatnya di Jalan Garuda Hitam Permiri Lubuklinggau. Variabel dan indikator yang digunakan adalah biaya promosi dan jumlah siswa selama 5 tahun terhitung dari tahun 2011 sampai dengan 2015, dan teknis analisis dengan menggunakan teknik dokumentasi yang merupakan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan bukti dan keterangan dengan masalah dalam penelitian berupa biaya promosi di Perisai English Course (PEC) Lubuklinggau. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil analisis dari perhitungan analisis regresi sederhana diperoleh persamaan regresi Y = 115,184 + 5,53X artinya jika biaya promosi ditambah maka jumlah siswa akan bertambah. Dari hasil uji t didapat hasil bahwa secara signifikan ada pengaruh dan hubungan antara biaya promosi dan jumlah siswa pada Perisai English Course (PEC) Lubuklinggau. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh dan hubungan yang positif antara biaya promosi dan jumlah siswa pada Perisai English Course (PEC) Lubuklinggau.

Kata Kunci: Biaya Promosi

1. PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan aset terpenting bagi setiap individu dalam menghadapi tantangan dunia yang

semakin berkembang. Apalagi memasuki era perasingan bebas, informasi dan teknologi berkembang dengan cepat dimana tenaga manusia sudah dapat digantikan oleh

mesin-mesin yang canggih sehingga peluang kerja semakin kecil, hanya dibutuhkan sedikit tenaga kerja yang ahli dan terampil. Kreativitas untuk melihat peluang bisnis sebagai alternatif sangat dibutuhkan. Jika setiap individu tidak mampu beradaptasi dengan perubahan, maka akan semakin menambah daftar penggangguran.

Menurut data UNESCO tahun 2009 tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia atau Human Development Index, yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan perkapita yang menunjukkan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Diantara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-111 tahun 2007 dari sebelumnya

(4)

66 ke-109 pada tahun 1999, terjadi

penurunan peringkat. Hal tersebut menunjukan adanya indikasi penurunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Semakin hari tingkat kesulitan pelajaran semakin meningkat. Siswa/i dituntut untuk memiliki pemahaman terhadap materi-materi pelajaran. Standar kelulusan setiap tahun terus ditingkatakan, tetapi tidak diikuti dengan peningkatan kualitas pengajaran, mengingat masih rendahnya kualitas guru di Indonesia

Mengamati fenomena di atas, maka saat ini tidaklah mengherankan banyak bermunculan bimbingan-bimbingan belajar yang lebih mengedepankan kualitas pengajaran. Siswa tidak hanya dituntut dapat menguasai materi pelajaran tetapi memiliki skill atau kemampuan dalam berkomunikasi, khususnya bahasa Inggris. Dalam era globalisasi dimana setiap negara dapat masuk bebas untuk melakukan perdagangan dan pendidikan. Kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris sangat dibutuhkan untuk menghadapi era perdagangan bebas. Hal ini tentu berdampak pada biaya kursus yang mahal, karena harus membayar fasilitas yang lebih. Orang tua yang merasa tidak puas dengan sistem pengajaran di sekolah, mereka merasa tidak keberatan membayar lebih untuk pendidikan anak-anak mereka. Bagi praktisi bisnis kondisi tersebut merupakan peluang untuk menawarkan jasa pendidikan non formal yang berkulaitas.

Menurut Fandy Tjiptono (2008) Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Dalam menghasilkan jasa tersebut digunakan produk fisik untuk mendukung aktivitasnya.

”Perisai English Course (PEC)” berdiri pada tahun 2007 dengan melihat celah pasar (market nicher), yakni masih ada peluang untuk target market yang belum terlayani secara maksimal, yakni target market SD dan SMP. Hal ini bukan berarti Perisai English Course (PEC) dalam menarik perhatian target market tanpa strategi. PEC telah melakukan berbagai macam promosi, tetapi belum berdampak pada peningkatan jumlah siswa secara signifikan.

Perisai English Course (PEC)telah mengganggarkan dana untuk kegiatan promosi. Dengan adanya promosi ini diharapkan konsumen akan mengetahui bahwa PEC memiliki keunggulan-keunggulan produk jasa dibandingakan Bimbingan Belajar atau English Course yang lain. Hal tersebut dilasanakan dalam rangka membujuk konsumen untuk melakukan kegiatan pembelian. Kegiatan promosi banyak yang mengatakan identik dengan dana yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin besar dana yang dimiliki oleh suatu perusahaan maka umumnya akan menghasilkan tingkatan promosi yang juga sangat gencar untuk dapat dilakukan. Namun dana bukan diatas segala-galanya. Dana yang terbatas dapat diatasi dengan inovasi yang lebih tepat. Salah satu solusi yang dapat dilakukan dengan menganalisis keungulan produk, modal lain yang dimiliki oleh perusahaan, dan segmen pasar yang dibidik. Dengan mempertimbangkan faktor strategi pemsaran di atas, maka promosi dapat dilakukan lebih efisien dan efektif.

(5)

67

Tabel 1

Alokasi Biaya Promosi (Iklan) dan Persentase Kenaikan Biaya Promosi Pada PEC Tahun 2011-2015

Tahun Biaya Promosi (Rp) Persentase Kenaikan 2011 Rp. 3.300.000,- - 2012 Rp. 3.800.000,- 15,15% 2013 Rp. 4.500.000,- 18,42% 2014 Rp.5.400.000,- 20% 2015 Rp. 6.600.000,- 22,2% Mengamati permasalahan di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul

Pengaruh Biaya Promosi terhadap Jumlah Siswa Perisai English Course (PEC) Lubuklinggau.

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Teori

Menurut Basu Swastha (2005)

tujuan dari promosi adalah sebagai berikut:

a. Modifikasi tingkah laku

Yaitu berusaha untuk merubah tingkah laku dan pendapat, penjual selalu berusaha menciptakan kesan yang baik tentang dirinya atau mendorong pembelian barang dan jasa perusahaan

b. Memberitahu

Yaitu kegiatan yang ditujukan untuk memberitahukan yang dituju tentang penawaran perusahaan c. Membujuk

Yaitu memberi pengaruh kepada calon pembeli dalam waktu yang lama untuk mendorong pembelian. d. Mengingatkan

Yaitu tujuan yang dilakukan untuk mengingatksn konsumen agar perusahaan dapat mempertahankan pembeli yang ada.

Menurut Bilson Simamora (2008) Media-media periklanan yang dapat digunakan adalah: “media elektronik (radio, televisi), media

cetak (surat kabar,majalah) dan media luar ruang (spanduk, poster, billboard, dan katalog).“

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Volume Penjualan

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi volume penjualan menurut Kotler dan Amstrong (2004) antara lain adalah:

1. Harga jual

Faktor harga jual merupakan hal-hal yang sangat penting dan mempengaruhi penjualan atas barang atau jasa yang dihasilkan.

2. Produk

Produk salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat volume penjualan sebagai barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan apakah sesuai dengan tingkat kebutuhan para konsumen.

3. Biaya promosi

Biaya promosi adalah akktivitas-aktivitas sebuah perusahaan yang dirancang untuk memberikan informasi-informasi membujuk pihak lain tentang perusahaan yang bersangkutan dan barang-barang serta jasa-jasa yang ditawarkan.

4. Saluran Distribusi

Merupakan aktivitas perusahaan untuk menyampaikan dan menyalurkan barang yang ditawarkan oleh perusahaan kepada konsumen yang ditujunya.

5. Kualitas

Kualitas barang dan jasa merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi volume penjualan. Dengan kualitas yang baik maka konsumen akan tetap loyal terhadap produk dari perusahaan tesebut, begitu pula sebaliknya apabila kualitas produk yang ditawarkan tidak bagus maka konsumen akan berpaling kepada produk lain.

Menurut Fandy Tjiptono (2004) ada empat metode umum yang

(6)

68 digunakan untuk menyusun anggaran

total setiap perusahaan misalnya iklan, yaitu:

a. Metode Kemampuan

Perusahaan menyususn anggaran promosi yang menurut perkiraan biaya oleh perusahaan. Metode penyusunan anggaran ini sama sekali mengabaikan pengaruh promosi terhadap volume penjualan, serta metode ini menuju kesuatu anggaran promosi tahunan yang tidak menentu, yang mempersulit perencanaan pasar jangka panjang.

b. Metode Persentase Penjualan Perusahaan menyususn anggaran berdasarkan persentase khusus dari penjualan.

c. Metode Keseimbangan Persaingan Perusahaan menyusun anggaran biaya promosi untuk menandingi pembiayaan para pesaing.

d. Metode Tugas dan Tujuan

Metode ini menyusun anggaran promosi dengan cara: 1) merumuskan tujuan, 2) menentukan tugas yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan, 3) memperkirakan biaya pelaksanaan tugas-tugas, jumlah biaya merupakan anggaran promosi.

Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Volume Penjualan

Menurut Kotler dan Keller

(2007) promosi adalah unsur utama dalam kampanye pemasaran sebagai kumpulan alat intensif yang sebagian

besar berjangka pendek, yang

dirancang untuk merangsang

pembelian produk atau jasa tertentu dengan lebih cepat dan lebih besar kepada konsumen.

Kegiatan promosi yang dilakukan oleh suatu perusahaan, pada dasarnya diharapkan dapat membuat

penjualan menjadi meningkat. Jumlah dana yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan untuk kepentingan promosi dalam kaitannya dengan pemasaran produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut merupakan biaya promosi. Jumlah dana yang tersedia merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan suatu promosi. Perusahaan yang memiliki dana lebih besar, kegiatan promosinya akan lebih efektif dibandingkan dengan perusahaan yang hanya mempunyai sumber dana yang lebih terbatas.

Sedangkan volume penjualan menurut Kolter dan Amstrong (2004), “Volume penjualan adalah barang yang terjual dalam bentuk uang untuk jangka waktu tertentu yang didalamnya mempunyai strategi pelayanan yang baik”. Dari pihak produsen bisa mempengaruhi penjualan meliputi harga , biaya tenaga kerja, dan biaya lainnya. Sedangkan dari konsumen faktor yang mempengaruhi penjualan daya beli dan selera pasar. Sedangkan faktor di luar konsumen dan produsen yang mempengaruhi penjualan adalah adanya peraturan pemerintah yang menyangkut perdagangan dan kebijakan moneter. Jadi dapat disimpulkan bahwa besar kecilnya biaya promosi yang dikeluarkan perusahaan akan berdampak terhadap volume penjualan. Atau apabila biaya promosi yang dikeluarkan besar maka akan berdampak terhadap meningkatnya volume penjualan.

2.2. Penelitian Sebelumnya

Penelitian oleh Sukaatmadja dan Budiasa (2013). Hasil penelitian menunjukkan variabel bauran promosi memiliki dampak positif dan signifikan secara simultan terhadap nilai penjualan dengan nilai 0,001.

(7)

69 Nilai p kurang dari 0,05 menunjukkan

tingkat nilai yang signifikan dan hasil Fhitung adalah 6,814 lebih besar dari Ftabel yakni 2,769 dengan koefisien determinasi 0,228 atau 22,8 %. Sebagian, dari tiga variabel bauran promosi menunjukkan biaya iklan dan promosi tidak berpengaruh secara signifikan, sedangkan hubungan masyarakat dan variabel pemberitaan menunjukkan hasil yang signifikan. Variabel dominan yang mempengaruhi nilai penjualan adalah biaya hubungan masyarakat dengan nilai koefisien beta standar sebesar 0412.

Selanjutnya penelitian Rustami, Kirya, dan Cipta (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh secara simultan dari biaya produksi, biaya promosi dan volume penjualan terhadap laba, (2) ada pengaruh secR parsial dari biaya produksi terhadap laba, (3) ada pengaruh dari biaya promosi terhadap keuntungan, (4) ada pengaruh secara parsial volume penjualan terhadap laba, (5) variabel yang paling dominan yang berpengaruh terhadap laba adalah volume penjualan Kopi Bubuk Banyuatis Perusahaan.

2.3. Kerangka Konseptual

Gambar 1.

Kerangka Konseptual Penelitian 2.4. Hipotesis

Berdasarkan landasan teori dan penelitian terdahulu, hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut Ha1 : Biaya promosi berpengaruh

terhadap jumlah siswa pada Perisai English Course (PEC) Lubuklinggau.

Ha2 : Hubungan anatara biaya promosi terhadap jumlah siswa pada Perisai English Course bersifat positif.

3. METODOLOGI PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif. Menurut Sugiyono (2006), penelitian asosiatif adalah pertanyaan yang menunjukan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran besarnya pengaruh biaya produksi terhadap jumlah siswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Menurut J.Supranto (2003) Data sekunder adalah data yang diperoleh suatu organisasi atau perusahaan dalam bentuk yang sudah jadi. Data sekunder yang digunakan berupa biaya promosi dan jumlah siswa Perisai English Course (PEC). Teknik pengambilan data menurut Husein Umar (2011) dapat melalui wawancara dan dokumentasi. Penulis menggunakan dua teknik tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh biaya promosi terhadap volume penjualan. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana,

3.1. Operasionalisasi Variabel

Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini

X : Biaya promosi adalah biaya yang dikeluarkan oleh Perisai English Course dalam satuan rupiah dari tahun 2011 – 2015.

Y : Jumlah siswa adalah jumlah siswa yang tercatat belajar di Perisai English Course tahun 2011 – 2015. Biaya Promosi (X) Volume Penjualan (Y)

(8)

70

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian Tabel 2

Biaya Promosi dan Jumlah Siswa PEC Lubuklinggau

Tahun 2011 – 2015 Tahun Biaya Promosi

(Rp) Jmlh Siswa 2011 Rp. 3.300.000,- 300 2012 Rp. 3.800.000,- 325 2013 Rp. 4.500.000,- 362 2014 Rp. 5.400.000,- 412 2015 Rp. 6.600.000,- 482

Sumber : Perisai English Course, 2015 Melalui tabel di atas setiap tahunnya Perisa English Course (PEC) menaikkan anggaran biaya promosinya. Tahun 2011 dengan biaya promosi Rp. 3.300.000,- jumlah siswa yang dicapai sebanyak 300 orang. Tahun 2012 anggaran meningkat sebesar 15,5% yakni menjadi Rp. 3.800.000,- diikuti juga oleh peningkatan jumlah siswa sebanyak 325 orang. Tahun 2013 anggaran biaya promosi meningkat kembali menjadi Rp. 4.500.000,- atau sebesar 18,42%, diikuti peningkatan jumlah siswa sebanyak 362 orang. Tahun 2014 anggaran biaya promosi menjadi sebesar Rp. 5.400.000,- , mengalami peningkatan sebesar 20% serta diikuti peningkatan jumlah siswa sebanyak 412 orang dan terkahir pada tahun 2015 anggaran biaya promosi meningkat menjadi Rp.6.600.000,- atau meningkat sebesar 22,2%. Jumlah siswa pun meningkat menjadi 482 orang.

4.2. Pembahasan Hasil Penelitian

Perisai English Course (PEC) Lubuklinggau dalam mempertahankan eksistensinya tidak pernah mengenyampingkan kegiatan promosi.

Berdasarkan pengamatan penulis, PEC setiap tahunnya berusaha meningkatkan anggaran biaya

promosi, hal tersebut berdampak pada peningkatan jumlah siswa. Untuk menentukan besarnya pengaruh promosi dalam peningkatan jumlah siswa perlu dianalisis kembali karena peningkatan jumlah siswa tidak hanya disebabkan oleh faktor promosi, tetapi juga oleh faktor lain seperti kualitas jasa pendidikan, pelayanan, tempat, tingkat pendapatan masyarakat, tingkat kesadaran akan pendidikan, lokasi atau tempat dan persaingan.

Untuk menjawab permasalahan pada perumusan masalah digunakan metode analisis regresi linear sederhana sebagai alat analisisnya, dimana alat ini berfungsi untuk melihat seberapa besar pengaruh biaya promosi yang dikeluarkan terhadap jumlah siswa.

a. Pengaruh Biaya Promosi terhadap jumlah siswa

Analisis ini digunakan untuk mengukur pengaruh antara dua variabel yakni biaya promosi dan jumlah siswa.

Sebagai alat bantu untuk menghitung nilai-nilai koefisien regresi dan korelasi dapat dibuat dalam bentuk tabel sebagai berikut :

Tabel 3

Perhitungan Analisis Regresi dan Korelasi Biaya Promosi terhadap

Jumlah Siswa Tahun 2011 - 2015 Th X (Rp) 00.0 00) Y (Org) X 2 Y2 XY 2011 33 300 1.089 90.000 9.900 2012 38 325 1.444 105.625 12.350 2013 45 362 2.025 131.044 16.290 2014 54 412 2.916 169.744 22.248 2015 66 482 4.356 232.324 31.812 ∑ 236 1.881 11.830 728.737 92.600

(9)

71 n ∑XY – (∑X) (∑Y) b = n ∑X2 – (∑X)2 = 5 (92.600) – (236) (1.881) 5 (11.830) – (236)2 463.000 – 443.916 = 3.454 19,084 = 3.454 = 5,53 ∑Y - b∑X a = n 1.881 – ( 5,53 ) ( 236) = 5 1.881 – 1.305,08 = 5 = 575,92 5 = 115,184

Dari hasil perhitungan di atas didapat persamaan regresi linear sederhana, sebagai berikut:

Y = a + bX

Y = 115,184 + 5,53X

Hasil analisis terbentuk sebuah persamaan regresi diatas, dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

a = 115,184 artinya jika PEC tidak mengeluarkan biaya promosi, biaya promosi = 0 , maka jumlah siswa sama dengan 115,184 atau 115

b = 5,53, artinya bila PEC mengeluarkan biaya promosi sebesar satu satuan rupiah (dalam ratusan ribu rupiah) maka jumlah siswa akan bertambah sebanyak 5,53 atau 6 orang

Melalui perhitungan persamaan linear sederhana tersebut dapat dilihat bahwa promosi yang dilakukan oleh Perisai English Course (PEC) Lubuklinggau berpengaruh terhadap peningkatan jumlah siswa. Setiap satuan biaya promosi yang dikeluarkan untuk kegiatan promosi dapat meningkatkan jumlah siswa

Melalui perhitungan tersebut terbukti bahwa biaya promosi berpengaruh positif terhadap jumlah siswa, sehingga jika anggaran biaya promosi dinaikkan, maka akan berdampak pada peningkatan jumlah siswa, hal tersebut dapat dilihat dari nilai koefisien b yang positif.

b. Hubungan Biaya Promosi terhadap Jumlah Siswa

Analisis koefisien korelasi digunakan untuk melihat seberapa erat hubungan antara variabel Biaya Promosi (X) dengan Jumlah Siswa (Y) pada Perisai English Course (PEC) dengan menggunakan rumus:

n∑XY – ( ∑X ) ( ∑Y) r =

√{n ∑X2 – ( ∑X)2 }.{n ∑Y2 – ( ∑Y)2

}

Perhitungan korelasinya adalah sebagai berikut: r = 5 ( 92.600) – (236) (1.881) √{5 (11.830) -(236)2}.{5 (728.737) (1.881)2 463.000 – 443.916 = √ (59.150 - 55.696) . (3.643.685 – 3.538.161) 19.084 = √364.479.896 19.084 = 19.091,357 = 0,99 Berdasarkan perhitungan di atas dapat dilihat bahwa nilai korelasi sebesar 0,99 atau 99% yang mendekati +1, yang artinya bahwa hubungan antara biaya promosi dan jumlah siswa

(10)

72 sangat erat dan positif. Hasil di atas

menyatakan bahwa variabel biaya promosi dan jumlah siswa dari tahun 2011-2015 mempunyai hubungan yang sangat erat dan bersifat searah, hal ini berarti jika biaya promosi dinaikkan, maka jumlah siswa akan meningkat, dan begitupula sebaliknya jika biaya promosi mengalami penurunan, maka akan mengakibatkan jumlah siswa menurun.

c. Uji Hipotesis

Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui pengaruh antara biaya promosi dengan jumlah siswa dengan menghitung harga statistik thitung.

Pengujian ini untuk mengetahui apakah suatu hipotesis dapat diterima atau ditolak.

Menentukan hipotesis nol ( Ho ) dengan hipotesis alternative ( Ha ) Ho : Tidak ada pengaruh dan

hubungan antara biaya promosi terhadap jumlah siswa pada Perisai English Course (PEC) Lubuklinggau.

Ha : Ada pengaruh dan hubungan antara biaya promosi terhadap jumlah siswa pada Perisai English Course (PEC) Lubuklinggau.

a. Menghitung harga statistik pengujian dengan rumus sebagai berikut: r √ (n-2) thitung = √1 – ( r2) r √ (n-2) thitung = √1 – ( r2) 0,99 √ ( 5 – 2 ) thitung √1 – ( 0,99)2 0,99 √ 3 thitung = √ 1 – 0,980 1,715 thitung = 0,141 thitung = 12,2

b. Menentukan harga ttabel

berdasarkan taraf signifikan dan derajat kebebasan dengan rumus:

α

ttabel = df (n – 2) 2 0,05 ttabel = df (5 – 2 ) 2 ttabel = 0,025 ( 3 ) ttabel = 3,182

Dari perhitungan diatas, dapat dilihat bahwa thitung untuk indikator

biaya promosi ( X ) terhadap jumlah siswa ( Y ) adalah sebesar 12,2 sedangkan nilai ttabel dengan taraf

nyata ( α ) = 5 %, df ( n – 2 ) adalah sebesar 3,182 maka thitung ( 12,2 ) >

ttabel ( 3,182 ), berarti Ho ditolak dan

Ha diterima artinya ada pengaruh antara biaya promosi ( X ) terhadap jumlah siswa (Y) pada Perisai English Course (PEC) Lubuklinggau.

5. KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:

a. Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi sederhana terdapat pengaruh antara biaya promosi dengan jumlah siswa. Hal ini berarti jika terdapat perubahan biaya promosi maka akan menyebabkan perubahan pada jumlah siswa atau apabila terjadi peningkatan biaya promosi maka akan menyebabkan peningkatan

(11)

73 jumlah siswa begitupun

sebaliknya.

b. Dari hasil perhitungan korelasi terdapat hubungan yang kuat dan positif antara biaya promosi dengan jumlah siswa, hal ini menunjukkan bahwa jika biaya promosi ditambah maka jumlah siswa akan meningkat dan sebaliknya jika biaya promosi mengalami penurunan maka jumlah siswa akan mengalami penurunan.

c. Dari hasil uji t menunjukkan bahwa secara signifikan ada pengaruh dan hubungan antara biaya promosi dan jumlah siswa pada Perisai English Course (PEC) Lubuklinggau.

DAFTAR PUSTAKA

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller., 2007, Manajemen Pemasaran,

Edisi Kedua Belas, Jilid 1, dialihbahasakan oleh Benjamin Molan, PT Indeks. Jakarta. Kotler, Philip., dan Gary Armstrong.,

2004, Dasar-Dasar Pemasaran, Edisi kesembilan, Jilid 1, dialihbahasakan oleh Alexander Sindoro, PT Indeks. Jakarta. Rustami, P,. Kirya I.K, Cipta, W.

Pengaruh Biaya Produksi, Biaya Promosi, dan Volume Penjualan terhadap Laba pada

Perusahaan Kopi Bubuk

Banyuatis. e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Manajemen.

Sarwoko. 2007. Statistik Inferensi untuk Eknomi dan Bisnis. Andi Offset. Yogyakarta.

Simamora, Bilson. 2008.

Memenangkan Pasar dengan

Pemasaran Efektif dan

Profitabel. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Sugiyono.2006. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Kesembilan, Penerbit Alfabetha, Bandung. Sukaatmadja,N.D.I, dan Budiasa.I.W.

Analisis Pengaruh Biaya Promosi terhadap Nilai Penjualan Produk pada UD.

Kopi Bali Banyuatis,

Singaraja. Jurnal Manajemen Agribisnis Vol. 1, No.1, Mei 2013 ISSN 2355-0759.

Supranto,J. 2003. Metode Riset:

Aplikasinya Dalam

Pemasaran, Edisi Ketujuh, Rineka Cipta.Jakarta

Supranto,J. 2003. Metode Riset:

Aplikasinya Dalam

Pemasaran, Edisi Ketujuh, Rineka Cipta. Jakarta

Swastha, Basu. 2005. Manajemen Pemasaran, Konsep Dasar dan Strategi, Penerbit Rajawali Pers, Jakarta.

Tjiptono, Fandy. 2004. Strategi Pemasaran Modern. Edisi Kedua, Penerbit Liberty, Yogyakarta.

Tjiptono, Fandy. 2008. Manajemen Jasa, Andi, Yogyakarta.

Umar, Husein. 2011. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis Edisi 11. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :