BAB III
ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS
A. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
Bab ini menguraikan isu-isu strategis yang dihadapi oleh Kabupaten Batang. Isu-isu strategis ini dibuat berdasarkan analisis permasalahan-permasalahan pokok yang dihadapi, pemanfaatan potensi dan masalah keberlangsungan (sustainability) pembangunan. Permasalahan dan isu-isu strategis itu secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut:
a) Kebudayaan
1. Belum adanya gedung/pusat kesenian daerah
2. Kurangnya pembinaan, pemeliharaan dan pengembangan seni budaya lokal
b) Pariwisata
1. Belum adanya RIPPARDA (Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan) Daerah
2. Terbatasnya jumlah desa wisata
3. Rendahnya kualitas dan kuantitas industri pariwisata daerah
4. Belum optimalnya pengelolaan dan terbatasnya sarana dan prasarana obyek-obyek wisata daerah
B. PERUMUSAN ISU STRATEGIS
Pariwisata adalah sektor yang memiliki prospek baik sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi. Seperti dikemukakan di Bab II, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Batang memiliki wilayah yang kaya akan sumber daya alam sehingga sangat strategis untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata wisata. Beberapa kekuatan yang dimiliki Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Batang untuk mengembangkan sektor ini adalah: a) Adanya tenaga promosi yang mempunyai latar belakang pendidikan yang memadai; b) Adanya koordinasi yang mantap dalam bidang promosi; dan c) Adanya Benda Cagar Budaya yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Batang; d) Adanaya acara /ritual tradisi yang terpelihara dengan baik; dan e) Adanya organisasi kesenian. Adapun kelemahan yang ada adalah: a) Belum
adanya Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA); b) Belum terbentuknya organisasi pramuwisata; c) Belum optimalnya frekwensi promosi pariwisata; d) Belum tersedianya tenaga ahli di bidang benda cagar budaya dan sejarah; e) Belum adanya tempat yang representatif utnuk mengumpulkan benda cagar budaya; dan f) Belum semua organisasi kesenian terbina dengan baik. Beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan adalah: a) Adanya tenaga yang terdidik di bidang promosi pariwisata; b) Adanya petugas pramuwisata; c) Adanya juru pelihara benda cagar budaya; d) Adanya obyek/destinasi tujuan wisata; e) Adanya rencana pembuatan museum mini; f) Adanya data inventarisasi tentang benda cagar budaya; dan g) Adanya organisasi kesenian yang tersebar di seluruh Kabupaten Batang; dan. Sedangkan tantangan
yang ada dalam sektor ini adalah: a) Belum semua obyek/destinasi tujuan wisata yang ada dikenal baik oleh masyarakat; b) Ancaman abrasi di wilayah pantai yang meminimalkan potensi wisata pantai/laut; c) Masih adanya kesenian yang mati suri; dan d) Adanya benda cagar budaya yang ditemukan/dijual.
Isu-isu strategis yang perlu dicermati dalam lima tahun mendatang meliputi: a) Perlunya pengembangan destinasi pariwisata, pemasaran, industri, dan kelembagaan; b) Pembuatan Perda RIPPARDA (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah); c) Perlunya peningkatan daya tarik pariwisata melalui perwilayahan kawasan strategis pariwisata seperti agrowisata, ekowisata, dan wisata bahari, serta wisata kuliner; d) Perlunya Pengembangan desa wisata (community based tourism); d) Perlunya pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan kepariwisataan; dan e) Perlunya pengembangan fasilitas umum dan fasilitas pariwisata.