• Tidak ada hasil yang ditemukan

akuntansi-sucipto2. 48KB Jan 09 2011 11:47:25 PM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "akuntansi-sucipto2. 48KB Jan 09 2011 11:47:25 PM"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

AN ALI SI S PSAK N O.2 3 TEN TAN G PEN D APATAN

SUCI PTO

Ju r u sa n Ak u n t a n si Fa k u lt a s Ek on om i Un ive r sit a s Su m a t e r a Ut a r a

BAB I PEN D AH ULUAN

Berdasarkan t uj uannya badan usaha yang didirikan oleh pem ilik m odal dapat dik at egorik an m enj adi dua bagian y ait u:

1. Profit orient ed, yait u badan usaha yang m em punyai t uj uan ut am a unt uk m eningkat kan pert um buhan perusahaan dengan cara m enghasilkan hasil yang opt im um .

2. Non profit orient ed, yait u badan usaha yang m em punyai t uj uan ut am a bukan m encari laba yang opt im um , m elainkan unt uk m em berikan j asa pelayanan kepada m asyarak at m elalui produk dan j asa y ang diberik an.

Pendapat an m erupak an t uj uan ut am a dari set iap k egiat an usaha baik usaha dagang, indrust ri m aupun j asa. Sehingga perusahaan berlom ba- lom ba unt uk m eningkat kan pendapat an karena dengan peningkat an pendapat an m aka perusahaan akan m eningkat kan laba, yang m ana laba digunakan unt uk keperluan perusahaan.

Pada hak ek at ny a laba adalah t am bahan pendapat an y ang berupa hart a, benda dan uang yang dapat digunakan unt uk kelangsungan hidup perusahaan t erut am a dalam m elak sanak an k egiat any a, Jik a t idak , m ak a k elangsungan hidup perusahaan ak anlah t erancam . Tuj uan ut am a pelaporan laba adalah bahw a laba haruslah m erupakan hasil penerapan at uran at au prosedur yang logis sert a konsist en secara int erual.

Pihak - pihak y ang berkepent ingan dengan badan usaha t ersebut pada set iap ak hir periode, ak unt ansi dapat m enilai prest asi k erj a m anaj em en berdasark an laporan keuangan yang dit erbit kan. Adapun pihak- pihak yang berkepent ingan t ersebut dapat digolongk an m enj adi dua bagian, y ait u: Pihak int ern dan pihak ekst ern. Pihak int ern dapat m eliput i karyaw an, pim pinan perusahaan dan pem ilik perusahaan. Pihak ekst ern sepert i kredit ur, pem erint ah dan Bank.

Apabila pendapat an t idak diak ui pada saat y ang t epat , inform asi laba y ang t ersaj i dalam laporan k euangan ak an diny at ak an t erlalu besar at au t erlalu k ecil. Sehingga hal ini, laporan k euangan t erut am a laporan laba rugi t idak m encerm ink an keadaan yang sebenarnya yang t erj adi selam a periode laporan t ersebut . Dengan dem ik ian laporan k euangan t ersebut ak an ak an m engak ibat k an pem ak ai laporan ak an salah m em predik ir pendapat an perusahaan.

Saat pelaporan pendapat an sangat t ergant ung oleh kondisi dan j enis usaha y ang dilak uk an. Pada prinsipny a pendapat an dapat diak ui apabila direalisasi.

BAB I I

1 . Pr ose s Pe n y u su n a n La por a n Ke u a n ga n

(2)

kepada m anaj em en berbagai m acam inform asi unt uk perencanaan, pengendalian dan pelaporan k eadaan sert a operasi perusahaan.

Laporan keuangan pada dasarnya adalah suat u rangkum an dari keseluruhan akt ifit as yang dapat m enaikkan at aupun m enurunkan berbagai akt iva, kew aj iban, dan m odal perusahaan selam a suat u peri ode t ert ent u. Proses peny aj ian t erdiri dari dua t ahap. Tahap pert am a disebut t ahap pencat at an ( recording phase) sedangk an lahar k edua adalah t ahap pengikht isaran ( sum m m arizing phase) .

Masing- m asing t ahap saling berkait an dan t idak bisa saling m endahului karena t idak m ungkin laporan keuangan disusun t anpa adanya suat u akt ifit as. Tahap- t ahap ini yang dikenal dengan ist ilah proses akunt ansi at au siklus akunt ansi.

Pada t ahap pencat at an, ada t iga langk ah y ang dij alani, y ait u:

a. Analisis at au t ransaksi dan kej adian- kej adian t erpilih lainnya t idak sem ua t ransak si ak an dicat at , nam un harus dilak uk an selek si t erhadap suat u k ej adian, apak ah ak an diak ui dalam laporan k euangan at au t idak . Set elah it u t ransak si t crpilih t ersebut didokum ent asikan, akan dij adikan dasar pem buat an cat at an asli dari set iap t ransak si.

b. Pencat at an t ransak si. Dengan berdasark an dok um en- dok um en diat as, m asing-m asing t ransak si dicat at secara berurut an ( k ronologis) didalaasing-m buk u harian. Ruku harian yang digunakan dapat m em akai buku harian khusus at au buku harian um um

c. Pem indahan t ransak si k edalam buk u besar. Set elah m asing- m asing t ransak si dicat at dibuku harian, selanj ut nya dim asukkan kedalam akun- akun yang sesuai pada buk u besar dan buk u t am bahan.

Selanj ut nya, pada t ahap pengikht isaran, rangkaian langkah yang dilakukan adalah:

a. Pem buat an ner aca sisa dar i akun- akun buku besar . Ner aca sisa m enyaj ikan suat u ringk asan inform asi y ang dik lasifikasikan dibuk u besar, dan j uga m erupak an suat u pengk orek sian um um at as k eak urat an pencat at an dan pem indahan k e buk u besar.

b. Peny esuaian at as beberapa ak un- ak un agar dengan t anggal bersangk ut an. Sebelum laporan k euangan dapat disusun sem ua inform asi y ang dapat dipert anggung j aw abk an dan belum t ercat at m est i dit et apk an. Peny esuaian harus dibuk uk an ( pada k ert as k erj a) sehingga ak un- ak un ak an sudah sesuai dengan keadaan saat bersangkut an sebelum penyusunan laporan keuangan dilak sanak an.

c. Penyusunan laporan keungan I nt orm asi m engenai ikht isar kegiat an pada kert as kerj a t erm asuk perubahan- perubahan dalam posisi keuangan akan m enj adi dasar disusunnya laporan keuangan unt uk periode berj alan.

d. Penut upann akun- akun yang bersifat sem ent ara. Seluruh saldo- saldo akun persediaan ( bila perusahaan m enggunak an sist em persediaan periodik) , diut up akun- akun ikht isarkan yang bersangkut an " dan selanj ut nya dipindahkan ke akun kekayaan pem ilik.

e. Pem buat an neraca sisa set elah penut up. Dilakukan unt uk m enent apkan k esam aan ant ara debet dan k redit set elah pem buk uan ay at - ay at peny esuaian dan penut up.

f. Pem balikan akun- akun t ert ent u. Langkah ini t idak harus dit em puh, nam un kerap kali diperlukan sebagai suat u cara unt uk m em udahkan pencat at an dan penyesuaian pada periode selanj ut nya. Adapun akun- akun dit angguhkan ( deferred it em ) dan ak un- ak un ant isipasi ( accured it em ) .

(3)

2 . La por a n Ke u a n ga n

Tat k ala suat u periode t ert ent u t elah berak hir ( biasany a m eliput i j angk a w ak t u sat u t ahun yang dim ulai 1 Januari sam pai 31 Desem ber) m aka pihak m anaj em en perusahaan akan m em pert anggung j aw abkan hasil " am anah" pihak pem ilik sum ber daya yang dikelolanya. Saran ut am a yang digunakan dalam pert anggung j aw aban t ersebut adalah laporan t ahunan yang salah sat u bagiannya berisi laporan keuangan. laporan k euangan ini, sepert i y ang dik at ak an oleh Kieso dan Wey gandt ( l995. hal 7) adalah :

" Mem berikan suat u sej arah yang berkesinam bungan yang di kuant it ikasikan dalam sat uan uang y ang berkenaan dengan sum ber day a ekonom i dan kew aj iban dari suat u perusahaan bisnis dan akt ifit as ekonom i y ang m engubah sum ber day a dan kew aj iban”

Karena m erupakan suat u sej arah, ia akan dij adikan sebagai bahan kaj ian unt uk perbaikan m asa depan dan sum ber inform asi yang pent ing dalam j ust ifikasi k eput usan ekonom is berik ut ny a sej alan dengan k ebij ak sanaan m anaj em en. Oleh k arena it u, selay ak ny a set iap bagian dari laporan k euangan dicerm at i dan dit afsirk an dengan bij aksana oleh pengam bilan kebij aksanaan sehingga kesinam bungan hidup perusahaan dapat t erj am in.

Menurut Theodorus M.Tuanak ot t a ( 1985, hal 220) pelaporan k euangan adalah. " Pengendalian inform asi bagi pengam bilan keput usan, laporan keuangan dit uj uk an t erut am a k epada pem egang saham , k redit or dan calon pem egang saham " .

Laporan keuangan yang paling sering disaj ikan adalah: a. Neraca ( balance sheet )

Neraca m enggam bark an dari posisi k euangan perusahaan pada saat t ert ent u. b. Laporan laba rugi ( incom e st at em ent )

Laporan laba rugi m em berikan gam baran hasil usaha perusahaan pada periode t ert ent u

Elem en- elem en neraca m enurut Kieso dan Wey gandt ( 1995, hal 225) adalah " Hart a adalah kem ungkinan m anfaat ekonom i m asa depan yang diperoleh at au dikendalikan oleh suat u perusahaan sebagai hasil dari t ransaksi-t ransaksi aransaksi-t au kej adian- kej adian y ang lalu. Kew aj iban adalah kem ungkinan pengorbanan m anfaat ekonom i dim asa depan y ang berasal dari kew aj iban sekarang dari suat u kesat uan t ert ent u unt uk penyerahan barang dan j asa kepada kesat uan lain dim asa y ang akan dat ang sebagai hasil dari t ransaksi-t ransaksi aransaksi-t au kej adian y ang lalu. Ekuiransaksi-t as adalah nilai sisa dari harransaksi-t a suaransaksi-t u kesat uan dikurangi kew aj iban”

Unt uk m engukur sej auh m ana keberhasilan kegiat an bisnis suat u perusahaan dapat dilihat dari laporan laba rugi. Laporan ini m enggam barkan kinerj a suat u usaha t erhadap pengelolaan sum ber daya yang dim iliki sebagai gam baran akan kem aj uan at au kem unduran perusahaan yang t ercerm in dari t ingkat profit abilit as yang dicapai.

Menurut Kieso dan Wey gandt ( 1995, hal 182) suat u laporan laba rugi dibent uk. oleh unsur- unsur:

(4)

adalah penurunan dalam ekuit as ( hart a bersih) dari t ransaksi- t ransaksi sam pingan at au sekali- kali dari sat uan kesat uan kecuali y ang diakibat kan dari beban at au pernbagian kepada pem ilik" .

Lebih j auh lagi, H.S. Hadibrot o dan Sudarj at Suk adam ( 1982, hal 24- 25) m enielaskan t ent ang isi perhit ungan laba rugi um um nya t erdiri dari:

" Penj ualan ( sales) ialah j um lah penj ualan barang at au j asa pada langganan unt uk sat u periode. Harga pokok penj ualan ( cost of goods sold) pada perusahaan dagang adalah persediaan aw al dit am bah pem belian bersih sam a dengan barang t ersedia unt uk dij ual dikurangi dengan persediaan akhir. Harga pokok penj ualan pada penj ualan m anufakt uring ialah persediaan aw al barang j adi dit am bah biay a pabrikasi dikurangi dengan persediaan akhir barang j adi.

Biay a usaha ( operat ing expenses) um um ny a dibagi dua y ait u: biay a penj ualan ialah biaya yang dibebankan sehubungan dengan penj ualan barang, dan biaya adm inist rasi um um ialah biaya yang dibebankan dalam operasi um um perusahaan.

Hasil dan biay a- biay a lain ( ot her rev enue and expenses) , y ang t erm asuk dalam pos ini adalah pos y ang dapat diident ifikasikan dengan m anaj em en keuangan dan pos lainnya yang t idak m em punyai hubungan dengan operasi ut am a perusahaan, m isalny a bunga, dev iden, sew a, roy alt i, dan laba rugi at as penj ualan akt iv a t et ap" .

Suat u laporan laba rugi dapat disaj ik an dengan form at ( bent uk ) langsung ( single st ep incom e st at em ent ) . Dalam bent uk ini, hany a ada sat u peram et er pengukuran pendapat an ( laba) , yang dihit ung dengan m engurangi j um lah hasil dengan j um lah biaya, dim ana unsur laba rugi hanya t erdiri dan pendapat an dan beban. Unsur- unsur lain, sepert i harga pokok penj ualan, biaya- biaya operasi, pendapat an dan biay a- biay a lain, k eunt ungan dan k erugian, sert a paj ak penghasilan t idak t erdapat didalam ny a. Seluruh pendapat an y ang dihasilkan dari k egiat an norm al, keunt ungan, biaya dan kerugian, didaft ar dan diikht isarkan, t anpa m engungk apk an laba k ot or, laba operasi at au laba sebelum paj ak .

Bent uk penyaj ian laporan laba rugi yang lain adalah bent uk bert ahap ( m ult iple st ep incom e st at em ent ) . Bent uk laporan ini m engikht isarkan adanya pem isanan t ransaksi operasi norm al dan t ransaksi operasi non norm al dan m encocokkan biaya dan beban dengan pendapat an yang berkait an dengannya. Dari pem isahaan y ang dilak uk an, laba y ang diperoleh berupa laba k ot or dan laba bersih. Laba k ot or adalah laba y ang diperoleh dari hasil penj ualan bersih diperoleh set elah laba k ot or dik urangi dengan beban operasi sert a pendapat an dan beban lain.

3 . St a n da r t Ak u n t a n si Ke u a n ga n

St andar Akunt ansi Keuangan m erupakan pedom an yang harus diacu dalam penyusunan laporan keuangan unt uk t uj uan pelaporan. St andar akunt ansi keuangan sebagai pedom an pokok penyusunan dan penyaj ian laporan keuangan adalah sangat pent ing agar laporan k euangan lebih berguna, dapat dim engert i dan dapat diperbandingk an, sert a t idak m eny esat k an.

St andar akunt ansi keuangan m erupakan m asalah pent ing dalam profesi dan sem ua pihak m em iliki kepent ingan t erhadapnya. Oleh karena it u m ekanism e penyusunan st andar akunt ansi keuangan harus diat ur sedem iklan rupa sehingga dapat m em berikan k epuasan k epada sem ua pihak y ang berkepent ingan dalam laporan keuangan.

(5)

ak unt ansi. Salah sat u bidang spesialisasi ak unt ansi t ersebut adalah ak unt ansi k euangan. Menurut Kieso dan Way gandt ( 1995. Hal, 6) ak unt ansi k euangan adalah:

" Proses yang berakhir pada penyusunan laporan keuangan yang berhubungan dengan perusahaan secara keseluruhan unt uk digunakan, oleh pihak- pihak baik didalam m aupun diluar perusahaan t ersebut " .

Definisi t ersebut dapat diart ik an bahw a laporan k euangan t idak hany a diperluk an oleh pihak m anaj em en perusahaan m elaink an j uga dipak ai oleh berbagai pihak yang berkepent ingan dengan dunia usaha.

Disisi lain, laporan keuangan harus disusun berdasarkan suat u st andar akunt ansi keuangan yang baku yang m am pu m encerm inkan suara dan m akna dari dunia usaha, agar laporan k euangan dapat dim engert i dan t idak disalah t afsirk an oleh berbagai pihak y ang t erkait . Oleh k erena it u, diperluk an adany a suat u st andar akunt ansi keuangan unt uk dij adikan sebagai pedom an pokok dalam penyusunan laporan k euangan unt uk pelaporan k epada pihak diluar perusahaan, dan j uga m erupak an pedom an bagi audit or dalam m em berikan opini at as k ew aj aran laporan keuangan dalam rangka audit um um .

Prak t ek ak unt ansi di I ndonesia berhim pun dibaw ah lem baga I kat an Ak unt an I ndonesia ( lAI ) . Lem baga inilah yang diberi w ew enang oleh pem erint ah unt uk m enyusun at au m engat ur st andar akunt ansi sehubungan dengan prakt ek akunt ansi y ang ada.

Sebagai w adah sat u- sat uny a bagi prot esi ak unt ansi di I ndonesia, I AI - lah y ang berhak m enyusun dan m erevisi st andar akunt ansi keuangan secara signifikan. St andar ak unt ansi y ang k ini berlak u di I ndonesia t erangk um dalam buk u St andar Ak unt ansi Keuangan 1 Okt ober 1994.

Sebelum nya, sej ak berdirinya pada t ahun 1957, I AI t elah t iga kali m enyusun dan m erevisi st andar akunt ansi. Unt uk pert am a kalinya, t ahun 1973, I AI m elakukan k odifik asi prinsip dan st andar ak unt ansi y ang berlak u di I ndonesia dalam suat u buk u yang dikenal dengan nam a Prinsip Akunt ansi I ndonesia ( PAl) .

Kem udian, sepuluh t ahun berselang, t ahun 1984, kom it e PAI - I AI t elah m elakukan r evisi secar a m endasar at as PAl dan hasilnya dikodifikasi dalam buku Prinsip Ak unt ansi I ndinesia 1984 sebagai penggant i Prinsip Ak unt ansi I ndonesia 1973 dan sej ak t ahun 1986 kom it e PAI - I AI m enerbit kan serangkaian pernyat aan PAl dan int erpret asi PAl unt uk m engem bangkan, m enam bah, m engubah, sert a m enj elaskan st andar akunt ansi keuangan yang berlaku.

(6)

Sebagaim ana y ang t elah dij elaskan, bahw a agar laporan k euangan dapat lebih berday a guna, dapat dim engert i dan dapat dipert im bangk an sert a t idak m eny esat k an, perlu dit et apk an suat u k erangk a dasar k onsep dan prinsip ak unt ansi y ang lazim ( Generally Accept ed Account ing Principles) y ang digunak an sebagai pedom an unt uk rnenyiapkan laporan keuangan. Tanpa adanya suat u st andar, propesi akunt ansi yang penuh dengan t erj adinya bahaya penyim pangan, salah penafsiran. k et idak t epat an, ak an rnengak ibat k an para ak unt an dan perusahaan harus m engem bangkan t eori dan prosedur prakt eknya sendiri. Sit uasi ini akan m engharuskan para pem baca laporan dari set iap perusahaan t ert ent u. Hal ini berak ibat laporan k euangan k ehilangan day a bendingny a, sebagai sum ber inform asi unt uk kem aj uan m asa depan. Unt uk m engat asi bahaya inilah, profesi akunt ansi t elah m engesahkan suat u perangkat st andar dan prosedur um um yang disebut prinsip-prinsip akunt ansi yang dit erim a um um .

Oleh karena it u, suat u st andar akunt ansi yang um um sebaiknya disusun dengan berdasarkan kepada kerangka konsept ual yang berfungsi unt uk:

a. Menj adikan pegangan bagi badan penyusunan st andar akunt ansi dalam m enyusun st adar ak unt ansi.

b. Menghilangkan inkonsist ensi dalam penyusunan st andar

c. Kerangka acuan dalam m engevaluasi dan m enilai prakt ek akunt ansi dan st andar-st andar y ang t elah ada

d. Menghilangkan kont roversi seput ar penyusunan prinsip akunt ansi.

Jelaslah bahw a unt uk m engat asi m asalah keaneka ragam an prakt ek dan unt uk profesi akunt ansi diperlukan suat u prangkat undang- undang yang m engat ur keseluruhan perm asalahan sehubungan dengan pelaporan keuangan lalu unit ekonom i dan segala aspek ny a.

Adapun t uj uan st andar ak unt ansi k euangan y ang bak u adalah:

a. Dapat m em berikan inform asi t ent ang posisi k euangan perusahaan, prest asi dan k egiat an perusahaan, inform asi y ang disusun berdasark an prinsip ak unt ansi y ang lazim diharapk an m em puny ai sifat j elas, k onsist en, t erpercay a dan dapat diperbandingk an.

b. Mem berikan pedom an dan perat uran k erj a bagi ak unt an publik agar m erek a dapat m elak sanak an t ugas dengan hat i- hat i, independen dan dapat m engabdik an keahliannya dan kej uj urannya m elalui penyusunan laporan akunt ansi set elah m elalui pem erik saan ak unt an.

c. Mem berikan dat abase pada pem erint ah t ent ang berbagai inform asi y ang dianggap pent ing dalam perhit ungan paj ak , perat uran t ent ang perusahaan, perencanaan, dan pengat uran ekonom i dan peningkat an efisiensi ekonom i sert a t uj uan m ak ro lainny a.

d. Dapat m enarik perhat ian para ahli dan prak t isi dibidang t eori dan prinsip ak unt ansi.

4 . Pe n ge r t ia n Pe n da pa t a n

Kem am puan suat u perusahaan unt uk m em peroleh keunt ungan adalah hal yang pent ing unt uk dapat m elanj ut kan operasi perusahaan. Keunt ungan yang dihasilkan oleh suat u badan usaha adalah suat u uk uran k eberhasilan m anaj er, invest or dan kredit or yang m enggunakannya unt uk m engevaluasi prospek perusahaan dim asa y ang ak an dat ang.

Oleh k arena it u salah sat u bagian t erpent ing dalam proses ak unt ansi adalah penent uan, pengukuran dan pengakuan pendapat an sert a pengukuran pencat at an ekonom i yang berhubungan dengan pendapat an perusahaan. Kieso dan Wegandt ( 1995, hal.56) m em berikan pengert ian bahw a pendapat an adalah:

(7)

periode dari peny erahan at au produksi barang, peny erahan j asa at au akt iv it as lain y ang m erupakan operasi ut am a kesat uan t ersebut .”

Sedangk an dalam PSAK No. 23 I kat an Ak unt an I ndonesia ( 1996, hal.23.3) m eny at ak an bahw a:

“ Pendapat an adalah arus m asuk brut o dari m anfaat ekonom i y ang t im bul dari akt iv it as norm al perusahaan selam a sat u periode bila arus m asuk it u m engakibat kan kenaikan ekuit as yang t idak berasal dari kont ribusi penanam an m odal" .

Pendapat an m erupakan pos yang pent ing dari laporan keuangan dan m em punyai penggunaan y ang berm acam - m acam unt uk berbagai t uj uan. Penggunaan inform asi pendapat an y ang paling ut am a adalah unt uk t uj uan pengam bilan k eput usan, baik it u k eput usan unt uk pem bay aran dev iden, k eput usan inv est asi dan k eput usan pent ing lainnya.

Menurut Ralph Est es ( 1996, hal.119) pendapat an adalah:

“ Arus m asuk sum ber daya kedalam suat u perusahaan dalam suat u periode dari penj ualan barang at au hasil penj ualan j asa, pendapat an t idak m encakup sum ber day a y ang dit erim a dari sum ber- sum ber selain dari operasi, sepert i penj ualan akt iv a t et ap, penerbit an saham at au pinj am an" .

Pendapat an m enurut hukum paj ak ada1ah lat ar belakang t im bulnya pendapat an bagi negara y ang t im bul ak ibat adany a hak dan k ew aj iban pem erint ah dalam m eny elenggarak an pem erint ahan. Menurut Undang- Undang Republik I ndonesia No. 10 t ahun 1994 ( 1995, hal 26) t ent ang paj ak penghasilan ( PPh) , pendapat an at au penghasilan dirum usk an sebagai berik ut :

" Yang m enj adi obj ek paj ak adalah penghasilan, y ait u set iap t am bahan k em am puan ekonom is y ang dit erim a at au diperoleh w aj ib paj ak , baik y ang berasal dari I ndonesia m aupun dari luar I ndonesia, yang dapat dipakai unt uk konsum si at au unt uk m enam bah k ek ay aan w aj ib paj ak y ang bersangk ut an dengan nam a dan dalam bent uk apapun" .

Sedangk an m enurut Soehardi Sigit ( 1981, hal.44) penghasilan at au pendapat an adalah sebagai berik ut

" Pendapat an adalah kebalikan dari biay a. Tiap- t iap m em peroleh penghasilan at au pendapat an t ent u disert ai dengan w uj ud penerim aan benda, hart a kekay aan at au hak. Tidak ada sesuat u pendapat an bert am bah t idak dengan m engakibat kan pert am bahan pada akt iv a, apakah pert am bahan it u kedalam kas, t agihan, w esel t agih at aupun hak" .

Pengert ian pendapat an y ang lain m enurut Zak i Baridw an ( 1992, hal.10) : “ Pendapat an adalah aliran m asuk hart a- hart a ( akt iv a) y ang t im bul dari penyerahan barang at au j asa yang dilakukan oleh suat u unit usaha selam a sat u periode t ert ent u" .

Dasar yang digunakan unt uk m engukur besarnya pendapat an adalah Jum lah kas at au ekuivalennya yang dit erim a dari t ransaksi penj ualan dengan pihak yang bebas.

Pendapat lain t et ang pengert ian pendapat an sepert i y ang disebut k an oleh Nisw onger dan Fess ( 1993, hal 9) adalah: " Pendapat an dihit ung dari j um lah y ang dibebank an k epada langganan unt uk barang- barang y ang diserahk an at au j asa- j asa y ang diberik an" .

(8)

5 . Pe n ga k u a n da n Pe n gu k u r a n Pe n da pa t a n

Defenisi pendapat an sebagai produk perusahaan k elihat anny a cuk up j elas, t et api beberapa usaha unt uk m enerangk an pendapat an at as sifat dan m ak na laba t idak sepak at m engenai apa y ang seharusny a t erm asuk dalam k onsep pendapat an it u

Menurut Ahm ed Belkaoui ( 1986, hal 146) pendapat an dit afsirk an sebagai: 1. Aliran m asuk ak t ina net t o y ang disebabk an oleh penj ualan barang at au j asa 2. Aliran k eluar barang at au j asa dari perusahaan k epada para pelangganny a

3. Produk suat u perusahaan y ang sem at a- m at a disebabk an oleh pencipt aan barang at au j asa oleh perusahaan selam a sat u periode w ak t u t ert ent u.

Konsep dasar ak unt ansi adalah penet apan pendapat an berdasark an ak rual ( Accrual basis) . Dengan dem ik ian pendapat an t elah direaliasir buk an berart i j um lah uang yang dit erim a dengan t unai. Konsep ini m elaporkan pendapat an w aklu peney elesaian k egiat an ut am a ekonom ik.

Pendekat an t ransaksi m em unculkan definisi yang j elas m engenai bilam ana elem en laba harus diak ui, at au dicat at didalam leporan k euangan. Sesuai prinsip akunt ansi akrual yang sudah dit erim a um um , pengakuan t idak harus t erj adi pada saat uang kas dit erim a.

Menurut Sm it h dan Sk ousen ( 1992, hal. 122) pendapat an dan k eunt ungan diak ui apabila:

1." pendapat an k eunt ungan t elah direalisasikan dan

2. pendapat an keunt ungan t ersebut t elah dihasilkan karena sebagian besar dari proses unt uk m enghasilkan laba t elah diselesaikan

Menurut I kat an Ak unt an I ndonesia ( 1996, hal 23.11) pendapat an dari penj ualan barang harus diakui bila seluruh kondisi berikut ini dipenuhi:

a. " Perusahaan t elah m em indahkan resiko secara signifikan dan t elah m em indahkan m anfaat kepem ilikan barang kepada pem beli.

b. Perusahaan t idak lagi m cngelola at au m elak uk an pengendalian efekt if at as barang yang dij ual.

c. Jum lah pendapat an t ersebut dapat diuk ur dengan handal

d. Dasar kem ungkinan m anfaat ekonom i yang dihubungkan dengan t ransaksi akan m engalir k epada perusahaan t ersebut .

e. Biay a y ang t erj adi at au y ang ak an t erj adi sehubungan dengan t ransak si penj ualan dapat diukur dengan handal" .

Sedangk an m enurut Prinsip Ak unt ansi I ndonesia ( 1983, hal.33- 35) pengak uan pendapat an dapat dilak uk an dengan cara- cara sebagai berik ut :

a. " Pada saat penj ualan

(9)

b. Pada saat pem bay aran dit erim a

Ada usaha- usaha yang m enggunakan dasar t unai ( cash basis) m eskipun peny erahan barang at au j asa t elah dilak uk an dalam m asa sebelum ny a. Alasan um um unt uk pem akaian cara ini adalah kem ungkinan pem bat alan penj ualan, sepert i halnya dalam penj ualan bersyarat , penj ualan ekspor dan penj ualan at as perset uj uan pem beli m isalnya. Penj ualan cicilan dan hasilnya j arang sekali dicat at pada saat pendapat an penj ualanny a dit erim a. Meskipun resik o dan biay a penagihan um um nya lebih besar daripada hal penj ualan lain, pencant um an t aksiran- t aksiran yang layak m engenai kerugian- kerugian penagihannya m erupak an cara y ang lebih baik daripada pencat at an pendapat an penj ualan dalam m asa set elah t ransaksi penj ualannya.

c. Pada saat barangnya selesai diproduksi

Hany a dalam beberapa hal saj a sehagai pengecualian persediaan barang dapat diny at ak an dengan nilai y ang lebih t inggi dari pada harga pok ok ny a, m isalny a dalam hal persediaan logam - logam m ulia yang m em punyai nilai uang t et ap t anpa biay a- biay a penj ualan y ang berart i, pengecualian lain hany a dapat dit erim a apabila harga pok ok ny a t idak dapat dit ak sir secara lay ak sedang dipihak lain dapal dij ual set iap saat dengan harga pasaran bursa dan sat uan- sat uan persediaan dapat saling dit uj ar. Jik a persediaan diny at ak an dengan nilai diat as harga pok ok m ak a harga j ualny a harus dik urangi dengan biay a- biay a y ang m asih akan diperlukan unt uk penj ualannya, penilaian persediaan dengan nilai diat as harga pokok harus dinyat akan secara dalam laporan keuangan yang bersangk ut an " .

Dalam prak t ek sehari- hari penguk uran berart i pem berian angk a pada suat u obj ek apak ah unt uk m eny at ak an panj ang, t inggi, lebar at aupun isi. Disam ping it u pengukuran j uga bert uj uan unt uk m enyat akan j urnlah, t ergant ung kepada individu y ang m em ak ainy a, apak ah unt uk m eny at ak an j um lah dalam m at a uang at au sat uan t ert ent u. Salah sat u t uj uan pengukuran adalah unt uk m enj adikan inforrnasi it u m enj adi labih inform at if.

Dalam hal ini bila pengukuran dilakukan, sat u hal yang harus diiringi adalah harus t erdapat obj ek at au perist iw a y ang dapat diperbadingk an, dalam laporan keuangan, pendapat an harus diukur dengan nilai w aj ar im balan yang dit erim a, dengan dem ikian inform asi yang diberikan dalam laporan keuangan m enj adi lebih j elas.

Jum lah pendapat an y ang t im bul dari suat u t ransak si biasany a dit ent uk an oleh perset uj uan ant ara perusahaan dan pem beli at au pem ak ai ak t ina t ersebut .

Jum lah t ersebut diuk ur dengan nilai w aj ar im balam y ang dit erim a at au y ang dapat dit erim a perusahaan dik urangu j um lah diskon dagang dan rabat v olum e y ang diperbolehk an oleh perusahaan.

Dari k ut ipan- k ut ipan diat as dapat diam bil k esim pulan bahw a nilai t uk ar dari hasil t ransak si pendapat an adalah m at a uang. Sepert i y ang t elah disebut k an oleh Hendrik sen ( 1995, hal. 164) , bahw a: " pendapat an adalah ekspresi m onet er dari keseluruhan produk at au j asa yang dit ransfer oleh suat u perusahaan kepada pelanggan selam any a sat u periode" .

(10)

D AFTAR PUSTAKA

Belkaoui Ahm ad., ( 1986) , Accout ing Theory, Terj em ahan Erw an Duk at , Yogy ak art a: Ak Group.

Bridw an Zak i. ( 1992) , lnt erm ediat e Account ing, Edisi Ket uj uh Yogy ak art a, BPFE-UGM.

Est er Ralph ( 1996) Kam us Ak unt ansi, Terj em ahan Nugroho Widj aj ant o. Edisi Kedua, Jak art a: Erlangga.

Hendrik sen, Eldon S. ( 1995) . Teori Ak unt ansi. Edisi Keem pat . Jilid Sat u Jakart a: Erlangga.

Kieso, Donald, E ; Wey gandt Jeny J. ( 1995) Ak unt ansi I nt erm ediat e. Terj em ahan Herm ann Wibow o, Edisi Ket uj uh, j ij id Sat u, Jak art a: Binarupa Ak sara.

Nisw onger C. Rollin; Fess E Philip, ( 1993) Dasar- dasar Ak unt asi. Terj em ahan Soem arso SR, Edisi Rev isi, Bagian 2, Jak art a: Rinek a Cipt a.

Sm it h, Jay M. ; Sk ousen, K Fred, ( 1992) , Ak unt ansi I nt ennediat e, Terj em ahan Alfonsus Sirait . Volum e Kom prehensif, Edisi Kesem bilan, Jilid Sat u, Jakart a, Erlangga.

Sigit Soehardi, ( 1981) , Azas- az.as Ak unt ansi, Edisi Rev isi. Bagian Pert am a, Yogy ak aft a: BPFE- UGM.

Suprant o J ( 1981 ) . Met ode Riset Aplikasiny a Dalam Pem asaran, Jak art a: LPFE- UI I kat an Ak unt an I ndonesia, ( 1996) , St andar Ak unt ansi Keuangan, Jak art a: Salem ba

Em pat .

Referensi

Dokumen terkait

Strategi selanjutnya adalah menganalisa data dengan one way anova yang diolah dengan bantuan program SPSS versi 17, sehingga dapat diketahui keefektifitasan metode quantum

Rasa percaya diri merupakan suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang ada pada dirinya dan diwujudkan dalam tingkah laku sehari-hari.Jadi,

Dalam penelitian ini analisis deskriptif dilakukan untuk menjawab rumusan penelitian pertama, kedua dan ketiga yaitu mengetahui perkembangan profitabilitas

Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa profil asam lemak dalam ekstrak minyak ikan patin (Pangasius djambal) yang diberi pakan pellet saja dan

PENERAPAN METODE PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN MINAT BELAJAR SISWA PADA STANDAR KOMPETENSI BERKOMUNIKASI BAHASA INGGRIS KELAS XI

Jenjang akreditasi merupakan aktualisasi dari kualitas kinerja. Makalah ini bertujuan untuk mengungkap dampak akreditasi program studi terhadap peningkatan kualitas

[r]

Kami yang bertanda tangan di bawah ini Kelompok Kerja Pengadaan Barang/Jasa yang diangkat berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa