• Tidak ada hasil yang ditemukan

RenjaBatipuh-2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan " RenjaBatipuh-2015"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Otonomi Daerah sebagai perwujudan pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan sekaligus sebagai merealisasi tuntutan reformasi perlu dilaksanakan dengan ketulusan sikap dan tindakan yang digariskan dalam Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan daerah, telah memuat prinsip-prinsip Demokratisasi, peran serta masyarakat, pemerataan dan keadilan serta memperhatikan potensi Daerah dalam penyelenggaran Pemerintah dan pembangunan Daerah. Kedua Undang-Undang tersebut merupakan penjabaran TAP MPR NO.XV/MPR/1998 yang menggariskan perlunya penyelenggaraan Otonomi Daerah melalui pelimpahan kewenangan yang seluas-luasnya kepada Daerah, dimaksud untuk lebih memberdayakan Daerah dalam mengembangkan potensinya sekaligus dapat mengurus sendiri rumah tangganya yang bertujuan untuk menjawab perkembangan keadaan yang terjadi, baik di dalam maupun di luar negeri serta tantangan persaingan globalisasi.

Oleh karena itu pelaksanaan Otonomi Daerah merupakan perwujudan kapasitas Pemerintah Daerah dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat, sesuai dengan konsidi, karakteristik dan potensi Daerah. Untuk itu perlu dilakukan berbagai perubahan, karena diyakini Pemerintahan terdahulu yang bersifat sentralistik telah menciptakan ketergantungan Daerah kepada pusat. Sehingga memperlemah inisiatif Daerah dalam menggali potensi dan sumber daya yang ada di Daerah, hal ini jelas sesuai dengan kondisi yang ada sekarang.

Pergeseran pola dan strategi pembangunan Daerah kepada pemberdayaan Pemerintah Daerah, diharapkan dapat menciptakan keadaan yang kondusif serta pertumbuhan masyarakat yang mampu membangun dirinya sendiri, kompetitif dalam memenuhi minat, kebutuhan dan kepentingan bersama.

(2)

mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mecapai tujuan serta menjadikan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sebagai perwujudan cita-cita bangsa dan Negara sesuai dengan prinsip-prinsip GOOD GOVERNANCE antara lain :

1. Partispasi, yaitu kebersamaan setiap warga untuk memberikan hak dan menyampaikan pendapat dalam proses pengambilan keputusan, yang menyangkut kepentingan masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

2. Penegak Hukum, yaitu mewujudkan adanya penegakan hukum yang adil bagi semua pihak tanpa pengecualian, menjunjung tinggi HAM dan memperhatikan nilai-nilai yang agama dalam masyarakat.

3. Transparansi, yaitu menciptakan kepercayaan timbal balik antara pemerintah dan masyarakat, melalui penyediaan informasi dan menjamin, kemudahan di dalam memperoleh informasi yang akurat dan memadai.

4. Kesetaraan, yaitu memberi peluang yang sama bagi setiap anggota masyarakat untuk meningkatkan kesejahtrraannya.

5. Daya Tanggap, yaitu meningkatkan kepekaan, kepedulian para penyelenggara Pemerintahan terhadap aspirasi masyarakat tanpa kecuali.

6. Wawasan kedepan, yaitu membangun daerah berdarkan visi dan strategi yang telah mengikutsertakan warga dalam seluruh proses pembangunan, sehingga warga merasa memiliki dan ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan daerahnya.

7. Akuntabilitas, yaitu meningkatkan keberanian dan kepastian para pengambil keputusan dalam segala bidang yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. 8. Pengawasan, yaitu meningkatkan upaya penjagaan terhadap penyelenggaraan

pemerintah dan pembangunan dengan mengusahakan keterlibatan swasta dan masyarakat luas.

9. Efisiensi dan Efektifitas, yaitu menjamin terselenggaranya pelayanan kepada masyarakat dengan menggunakan sumber daya yang tersedia secara optimal dan bertanggung jawab.

(3)

Sebagai langkah tindak lanjut TAP MPR RI Nomor XI/MPR/1999 dan No. 28 Tahun 1999 tersebut pemerintah telah menerbitkan Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah mencakup siklus yang terintegrasi diawali dengan disusunnya Rencana Stratejik yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 sampai 5 tahun dengan memperhatikan potensi, peluang dan kendala yang mungkin timbul kemudian dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Kinerja Tahunan, pelaksanaan program dan kegiatan, Pengukuran Kinerja Pelaporan Kinerja serta evaluasi Kinerja.

Dari siklus AKIP tersebut dapat dilihat bahwa penyusunan Rencana Kinerja merupakan fase awal dalam sistem AKIP. Untuk melaksanakan Akuntabilitas Kinerja di lingkungan pemerintah Daerah. Maka setiap unit kerja juga menyusun rencana stratejik. Rencana Stratejik yang disusun oleh Satuan Kerja harus mempedomani Rencana Strategik pemerintah Daerah yang pada dasarnya merupakan suatu keselarasan Rencana Strategik dalam lingkungan pemerintah Daerah itu sendiri.

Untuk itu diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, transparan, dan legilimet, sehingga penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan dapat berlangsung efektif dan efisien serta bebas dari korupsi dan kolusi serta nepotisme, Setiap unit pemerintah yang ada dalam lingkungan pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Termasuk kecamatan Lima Kaum, harus berpartisipasi dalam mewujudkan terselenggaranya good governance tersebut dengan mengembangkan dan menerapkan suatu Sitem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP)

(4)

1.2 LANDASAN HUKUM,

1. Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 2. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan pembangunan Nasional.

4. Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah daerah

5. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

6. Peraturan Pemerintah Daerah nomor 20 tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah

7. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Sistem Akuntansi Pemerintah

8. Keputusan Menteri dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006

9. Peraturan Bupati Tanah Datar Nomor 1 tahun 2013 tentang Pedoman Umum Penyusunan, Penganggaran dan Pertanggung Jawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN.

Kecamatan Lima Kaum sebagai bagian integral dari Pemerintrah Kabupaten Tanah Datar berkewajiban menyukseskan pencapaian visi dan misi yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Untuk mewujudkan visi dan misi tersbut, Kecamatan Batipuh sebagai Perangkat Daerah Kabupaten Tanah Datar juga menyusun suatu Rencana Kerja tahun Anggaran 2015 sebagai acuan dalam penyelenggaraan tugas-tugas Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan yang pada akhirnya bertujuan untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misi Pemerintah Daerah

Rencana Kerja Kecamatan Batipuh pada hakekatnya bertujuan antara lain : 1. Untuk menciptakan prinsip-prinsip pengelolaan kepemerintahan yang baik

(Good Gevernance) dan terciptanya Akuntabilitas Pemerintah di Kecamatan Batipuh dalam penyelenggaraan pemerintahan.

2. Merencanakan secara sistematis setiap sasaran, program dan kegiatan yang berkesinambungan.

(5)

4. Memberikan pelayanan yang mudah, transparan dan akuntabel /pelayanan prima

1.4 SISTEMATIKA PENULISAN

Pada dasarnya Rencana Kerja (Renja) mengkomunikasikan tentang Rencana Kerja Pemerintahan Satuan Perangkat Daerah untuk tahun berikutnya.

Uraian singkat masing-masing Bab adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN

Menjelaskan secara ringkas informasi umum, dasar hukum, maksud dan tujuan penyusunan dan penyampaian Rencana Kerja tahun 2015. BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA (RENJA)

SKPD TAHUN YANG LALU

Berisi tentang evaluasi pelaksanaan Renja Kantor Camat Batipuh tahun yang lalu, Analisis kinerja pelayanan pada Kantor Camat Batipuh serta isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi pada Kantor Camat Batipuh

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2015

Berisi tentang tujuan dan sasaran Rencana Kerja pada Kantor Camat Batipuh terutama untuk meningkatkan pelayanan publik serta menyampaikan program dan kegiatan untuk tahun 2015.

BAB IV SUMBER DANA YANG DIBUTUHKAN UNTUK MENJALANKAN PROGRAM DAN KEGIATAN 2015.

Berisi tentang program dan kegiatan Rencana Kerja tahun anggaran 2015 pada Kantor Camat Batipuh.

BAB V PENUTUP

(6)

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA (RENJA) SKPD TAHUN YANG LALU

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu

HASIL CAPAIAN KINERJA TAHUN LALU TABEL I

TINGKAT CAPAIAN MISI, MENYELENGGARAKAN TUGAS PEMERINTAHAN UMUM DI WILAYAH KECAMATAN

N

o TUJUAN SASARAN INDIKKATOR

TINGKAT CAPAIAN

2010 2011 2012 2013 2014 1 Meningkat

nya

- Jumlah rapat yang dilaksanakan - Prosentase

masalah yang dapat diselesaikan - Berkurangnya

jumlah

pelanggaran yang terjadi

- Berkurangnya kasus dalam penyelenggaraan Pemerintahan - Berkurangnya

jumlah kasus yang timbul - Terciptanya rasa

aman

(7)

HASIL CAPAIAN KINERJA KONDISI SEKARANG TABEL II

TINGKAT CAPAIAN, MISI, MELAKSANAKAN PEMBINAAN KEAGAMAAN, MORAL DAN BUDAYA

No TUJUAN SASARAN INDIKKATOR TINGKAT CAPAIAN

2010 2011 2012 2013 2014 1 Meningkat e pembinaan keagamaan

nya kelompok pengajian. 1. Jumlah

pembinaan lembaga kesenian olahraga dan budaya yang dilaksanakan. 2. Jumlah

kegiatan seni olah raga budaya yang dilaksanakan. 3. Jumlah

Prestasi Olah raga, kesenian dan Budaya. tnya daya beli masyarakat.

(8)

untuk memasyarakatan keseluruh lapisan masyarakat dalam konteks keluarga miskin justru meningkat hal ini dilaksanakan sbb :

1. Jumlah KK Miskin yang dibina meningkat disebabkan kondisi ekonomi yang tidak stabil.

2. Terbatasnya lapangan pekerjaan dengan terjadinya PHK

3. Sulitnya ekonomi masyarakat disebabkan harga kebutuhan pokok meningkat dan harga produksi pertanian menurun mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat.

HASIL CAPAIAN KINERJA KONDISI SEKARANG TABEL III

TINGKAT CAPAIAN, MISI, MEMBERDAYAKAN PEMERINTAHAN NAGARI DAN MENDORONG PARTISIPASI MASYARAKAT

No TUJUAN SASARAN INDIKATOR TINGKAT CAPAIAN

2010 2011 2012 2013 2014 Meningkatkan

partisipasi masyarakat

1. Terlaksananya peningkatan peran serta masyarakat dalam perencanaan pembangunan

2. Terlaksananya peningkatan

3. Terlaksananya peningkatan ang sesuai ketentuan dan

umlah tenaga goro

umlah usulan dari

masyarakat.

1.

Berkurang nya

(9)

4. Terlaksananya pernserta masyafakat dalam dunis usaha

Berkurang nya jumlah pemerintahan Nagari dengan meningkatnyanya pembinaan ke nagari-nagari akan dapat lebih meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan nagari dan dapat melaksanakan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku

Peningkatan frekuensi pembinaan kepada Pemerintahan Nagari dalam lembaga kemasyarakatan dikarenakan kondisi Pemerintahan Nagari yang baru dibentuk Tahun 2001 hal ini tentunya SDM aparatur Nagari masih rendah kemampuannya, dari hasil yang diharapkan masih jauh di bawah target/sasaran. Oleh karena itu perlu intensitas pembinaan serta waktu untuk pengalaman aparat Nagari.

HASIL CAPAIAN KINERJA KONDISI SEKARANG TABEL IV

TINGKAT CAPAIAN, MISI, MENGKOORDINASIKAN DAN MEMAKSIMALKAN PELAYANAN UMUM

No TUJUAN SASARAN INDIKKATOR TINGKAT CAPAIAN

(10)

1 Meningkatka n pelayanan umum kepada masyarakat

Terlaksananaya pelayanan umum kepada masyarakat sesuai standar pelayanan

- Jumlah KTP yang diterbitkan.

Kepuasaan masyarakat

- Jumlah IMB yang dikeluarkan Kepuasaan masyarakat

- Jumlah

Dispensasi Surat Nikah yang direkomendasi pindah yang dikeluarkan

1. Ketentuan Pelayanan

a. Nilai barang dan atau jasa pelayanan masyarakat dan tidak menuntut biaya yang terlalu tinggi di luar kewajaran.

b. Kondisi dan kemampuan masyarakat untuk membayar

c. Pemungutan biaya sesuai dengan Ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(11)

2. Keadilan yang merata dalam Pelayanan

Prinsip ini mengandung arti cakupan/jangkauan pelayanan yang sama pada setiap yang meminta pelayanan sebaik mungkin dengan distribusi yang merata dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

3. Ketentuan Waktu dalam Pelayanan.

Prinsip ini mengandung arti pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang ditentukan sesuai dengan kemampuan pemberian pelayanan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Dari uraian tabel IV diatas, peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan umum, dapat meningkatkan berkat dengan adanya sosialisasi yang dilaksanakan dari berbagai tingkatan, sehingga timbul kesadaran masyarakat untuk mengurus keperluan pribadinya maupun keperluan berusaha

HASIL CAPAIAN KINERJA KONDISI SEKARANG TABEL V

TINGKAT CAPAIAN, MISI, MENDORONG KEGIATAN-KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT

No TUJUAN SASARAN INDIKKATOR 2010 2011TINGKAT CAPAIAN2012 2013 2014 5 Meningkat

nya tertib administra si

Terlaksananya tertib

- A

dminstrasi perkantoran

- A

dministrasi Keuangan

- A

dministrasi pengawasan

- A

dministrasi pembangunan

1.pengelolaan sesuai ketentuan dan tepat sasaran

2.Terpenuhnya kewajiban pelaporan ke tingkat Kabupaten

98%

98%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

(12)

bersenergis. Namun untuk mengoptimalkan aktifitas ketatausahaan yang lebih efektif diperlukan operator khusus yang ahli di bidang komputer.

HASIL CAPAIAN KINERJA KONDISI SEKARANG TABEL VI

TINGKAT CAPAIAN, MISI, MENGKOORDINASIKAN PENEGAKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

No TUJUAN SASARAN INDIKATOR TINGKAT CAPAIAN

2010 2011 2012 2013 2014 2 Meningkat

nya

kenakalan dan perbuatan-buatan yang melanggar peraturan

- terlaksananya monitoring, evaluasi dan pelaporan - terlaksananya pembinaan keamaan lingkungan masyarakat - terlaksananya pembinaan nya pembinaan kepada nagari

1. Kepuasan masyaarakat 2. Jumlah rapat

yang

dilaksanakan 3. Jumlah

masalah yang dapat diselesaikan 4. Berkurang

nya jumlah pelanggaran yang terjadi 5. Berkurang

(13)

nya kasus dalam penyelengga raan

Pemerintaha n

6. Berkurangny a jumlah kasus yang timbul 7. Terciptanya

rasa aman

87%

-90%

-90%

-90%

-90%

-Dari uraian tabel VI diatas, dapat dilihat semua kasus dapat terpantau atau termonitor dengan baik dan dapat menurunkan ke tingkat pelanggaran peraturan perundang-undangan. Kemudian juga dapat memberikan keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan masyarakat

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

Pelayanan publik yang ingin dicapai dapat ditinjau dari dua dimensi, yaitu dimensi internal dan eksternal. Pada dimensi internal, pelayanan publik merupakan salah satu isu utama sejalan dengan tuntutan demoktratisasi dan desentralisasi. Demoktratisasi pada hakekatnya menyuarakan pentingnya partisipasi masyarakat dan akuntabilitas pemegang kekuasaan, yang dengan demikian suara masyarakat diletakkan pada derajat yang paling tinggi. Semangat demoktratisasi dalam peneyelenggaraan pemerintahan akan menjadi peluang bagi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu penyelenggaraan fungsi pelayanan public kepada masyarakat dan menungkinkan untuk menyelesaikan komplain (bila ada) dengan pihak penyelengaraan pelayanan. Pada sisi perencanaan, penyelengaraan pelayanan public yang Terdesentralisasi akan meningkatkan responsifitas (Daya tanggap) terhadap kebutuhan lokal dan membantu Pemerintah daerah (lembaga penyedia layanan) mengindentifikasi dan memahami karakteristik khas masyarakat setempat.

Pada dimensi eksternal, pelayanan public tidak akan memainkan kunci dalam mengahadapi tatangan globalisasi. Paling tidak tantang globalisasi tersbut memerlukan jawaban dalam hal peningkatan daya saing (competitivanss) dan daya tarik (Attractiveness) baik ditingkat regional maupun internasional.

(14)

terhadap permintaan, keinginan, dan harapan masyarakat yang mempunyai nilai yang tinggi dan bermutu (berkualitas). Dengan demikian dapat ditarik pengertian secara sederhana bahwa pelayanan bermutu.

Lebih jauh lagi hakekat dari pelayanan umum yang prima adalah berupa upaya-upaya sebagai berikuit :

a. Meningkatkan mutu dan produktifitas pelaksanaan tugas dan fungsi instansi pemerintah di bidang pelayanan umum.

b. Mendorong upaya mengefektifkan system dan tatalaksana pelayanan, sehingga pelayanan umum dapat diselenggarakan ecara lebih berdayaguna dan berhasilguna (Efektif dfan efensien)

c. Mendorong tumbuhnya kreatifitas, prakarsa dan inovasi peran serta masyarakat secara luas.

Untuk mendukung terselenggaranya pelayanan umum yang prima, pelayanan umum tersebut harus dilaksanakan dalam suatu rangkain kegiatan terpadu yang mencakup aspek-aspek sebagai berikut :

1. Sederhana, artinya dalam pelaksanaan tidak menyulitkan, prosedurnya, tidak berbelit-belit dan persyaratannya mudah dipenuhi.

2. Terbuka, artinya masyarakat ingin dilayani secara terbuka, transparan sejujur-jujurnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku..

3. Lancar, artinya pemberian pelayanan harus bekerja secara ikhlas dan sepenuh hati, dengan didukung sarana dan prasarana penunjang untuk kecepatan pelayanan itu sendiri.

4. Tepat, artinya pemberian pelayanan dapat dilakukan secara tepat arah, sasaran jumlahnya tidak lebih dan tidak kurang dan tepat waktu.

5. Lengkap, artinya apa yang diharapkan dan diinginkan masyarakat terhadap suatu pelayanan tertentu dapat tersedia secara lengkap.

6. Wajar, artinya pelayanan dilakukan sebagaimana terjangkau, artinya biaya pelayanan tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat.

(15)

Yang pada akhirnya nanti dapat dibangun hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat. Pada satu sisi pemerintah akan memiliki legitimasi yang kuat dihadapan masyarakat dn pada siswa yang lain masyaraskat akan mendapat pelayanan yang baik dan prima dari pemerintah.

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

Isu strategi berdasarkan Tupoksi yang ada pada Kantor Camat Batipuh adalah sebagai berikut:

1. Degradasi moral dan akhlak generasi muda seperti: a. Penyakit masyarakat

b. Warnet

c. Miras (Minuman Keras) d. Pencurian dan lain-lain

2. Perlu peningkatan harmonisasi hubungan 3 lembaga unsur Nagari. 3. Belum maksimalnya peran 5 lembaga unsur di Nagari

4. Pembagian kerja perangkat Nagari belum terbagi secara merata, sehingga tugas-tugas Pemerintahan Nagari belum dapat diselesaikan dengan maksimal.

5. Belum lengkapnya sarana dan prasarana untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan ditingkat jorong.

6. Untuk mengetahui batas-batas Nagari perlu diadakan penataan ulang. 7. Tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran.

8. Fungsi LPM belum berjalan sebagaimana mestinya.

9. Belum maksimal partisipasi para perantau dan mayarakat dalam membangun Nagari.

10. Usulan yang diajukan dari Nagari banyak yang belum direalisasi dan belum terlaksana.

11. Nagari banyak mengarahkan pembangunan di bidang fisik, sehingga peningkatan SDM kurang sekali.

12. Pengurusan Kartu Keluarga (KK) terlalu lama, sehingga membuat resah masyarakat dan bermuara kepada pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan urusan-urusan lainnya.

(16)

b. Peningkatan peran Ninik Mamak dan Bundo Kanduang di Nagari untuk pelaksanaan ABS/BK.

c. Wali Nagari dapat merangkul perantau untuk membantu keluarga miskin di Nagari dengan bantuan modal dan sebagainya.

(17)

BAB III

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2015

3.1 Tujuan dan Sasaran Renja SKPD

Tujuan dan sasaran Renja SKPD untuk mewujudkan tercapainya suatu rencana kerja satu tahun kedepan yang telah dituangkan dalam forum SKPD Kabupaten Tanah Datar secara berkesinambungan dengan berpedoman program jangka menengah ditetapkan dengan mengacu kepada visi dan misi Kecamatan Batipuh serta dapat menampung isu-isu aktualitas yang berkembang ditengah-tengah masyarakat, dalam rangka meningkatkan kinerja aparatur guna memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan prosedur yang berlaku mudah, cepat, efisien dan tepat waktu.

Adapun sasaran dari Rencana Kerja SKPD Kecamatan Batipuh agar terlaksananya program kerja yang telah disusun selama satu tahun ke depan sesuai dengan sistematika standar yang telah ditetapkan serta berkesinambungan.

3.2 Program dan Kegiatan Tahun 2015

Program disini adalah kumpulan kegiatan-kegiatan nyata, sistematis dan terpadu yang dilaksanakan guna mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.

A. Belanja tidak langsung

1. Pelayanan administrasi perkantoran

a. Penyediaan jasa administrasi keuangan B. Belanja langsung

1. Pelayanan administrasi perkantoran a. Penyediaan jasa surat menyurat

b. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

c. Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional

d. Penyediaan jasa administrasi keuangan e. Penyediaan jasa kebersihan kantor f. Penyediaan alat tulis kantor

(18)

h. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor (lampu)

i. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan j. Penyediaan makanan dan minuman

k. Rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah

l. Penyediaan jasa tenaga pendukung administrasi/teknis perkantoran 2. Peningkatan sarana dan prasarana aparatur

a. Pembangunan Gedung Kantor

b. Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional c. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor d. Pengadaan Mobiler

e. Pemeliharaan Rutin/berkala rumah dinas f. Pemeliharaan Rutin/berkala gedung kantor

g. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional h. Pemeliharaan Rutin/berkala peralatan gedung kantor 3. Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur

a. Pendidikan dan pelatihan formal

4. Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan a. Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD (penyusunan LAKIP)

5. Penataan administrasi kependudukan

a. Pengembangan data base kependudukan

6. Peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan a. Pengendalian keamanan lingkungan

7. Peningkatan keberdayaan masyarakat perdesaan

a. Pemberdayaan lembaga dan organisasi masyarakat perdesaan 8. Peningkatan peran serta kepemudaan

a. Pembinaan organisasi kepemudaan

9. Pemeliharaan kantrantibmas dan pencegahan tindak kriminal a. Monev dan pelaporan

10. Peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah a. Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah 11. Pengembangan wawasan kebangsaan

(19)

12

. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa

a Pembinaan kelompok pembangunan desa b. Pelaksanaan musyawarah pembangunan desa c. Monitoring, evaluasi dan pelaporan

13. Kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan

a. Pentas seni dan budaya, festival dalam upaya peningkatan wawasan kebangsaan

(20)

BAB IV PENUTUP

Rencana Kerja Tahunan yang telah disusun , mendapat komitmen dari Camat Batipuh dan seluruh staf pada Kantor Camat Batipuh untuk dilaksanakan demi terwujudnya visi, misi, tujuan dan sasaran stratejik yang telah ditetapkan.

Kesimpulan di bidang Pemerintahan, Pembangunan dan pembinaan kehidupan kemasyarakatan dalam wilayah Kecamatan Batipuh, memerlukan perhatian khusus dari semua pihak yang terkait dengan persepsi yang sama, agar dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan, masyarakat dilibatkan pengawasan dan pemeliharaan setiap kegiatan pembangunan supaya berdaya guna sesuai dengan yang direncanakan.

Sebagai salah satu Kecamatan di Kabupaten Tanah Datar yang memegang peranan dalam melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kehidupan kemasyarakatan Kecamatan Batipuh akan berupaya seoptimal mungkin untuk mendukung terwujudnya visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.

Dengan disusunnya rencana tahunan kerja Kecamatan Batipuh telah mempersiapkan diri untuk melaksanakan kegiatan yang terancang dan terkoordinir yang ingin dicapai pada tahun 2015, dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala dan yang mungkin timbul. Perencanaan kerja tahunan inilah yang akan mengilhami tugas pokok dan fungsi pada Kecamatan Batipuh dimasa yang akan datang secara terencana dan terkoordinir.

Rencana Kerja Tahunan bersama pengukuran, penilaian, dan evaluasi kinerja, serta pelaporan kinerja merupakan tolok ukur penting dari suatu sistem akuntabulitas kinerja. Dengan demikian akan tercipta keinginan untuk meningkatkan kinerja dan focus perbaikan di masa yang akan datang.

Batipuh, Juni 2014 CAMAT BATIPUH

Gambar

TABEL ITINGKAT CAPAIAN MISI, MENYELENGGARAKAN TUGAS PEMERINTAHAN UMUM DI
TABEL VTINGKAT CAPAIAN, MISI, MENDORONG KEGIATAN-KEGIATAN EKONOMI
TABEL VITINGKAT CAPAIAN, MISI, MENGKOORDINASIKAN PENEGAKAN PERATURAN

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Hasil analisis data didapatkan nilai p = 0.239 dan CC= 0,316.Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara kadar asam urat tinggi pada saat masuk

Sedangkan parameter lainnya yang merupakan peubah bebas merupakan gambaran keterwakilan dari sistem manajemen budidaya yang terdiri atas persiapan tambak yang merupakan kegiatan

Pasien dengan OAT yang resisten terhadap kuman tuberkulosis yang mendapat pengobatan jangka pendek dengan monoterapi akan menyebabkan bertambah banyak OAT yang

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan 2 orang saksi Penggugat di persidangan, tergambar keadaan rumah tangga Penggugat dengan Tergugat yang sudah tidak

(2007) dan (2009) juga membincangkan kesan orientasi lapisan kekisi perak pada sel suria kepada prestasi antena. Dengan meletakkan arah kekisi tersebut berada dalam keadaan

Kabupaten Pulang Pisau adalah salah satu kabupaten pemekaran yg mengalami perkembangan yang cukup tinggi ini, termasuk Kota Bawan yang merupakan ibukota Kecamatan Banama

1) Beritahu ibu hasil pemeriksaan fisik bayinya. Rasional : Ibu klien mempunyai hak dalam mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. Dengan memberitahu ibu hasil

Banyaknya shift jaga dan libur (dalam hari) untuk setiap penjaga gerbang tol dengan metode nonpreemptive goal programming dapat dilihat pada Tabel 7.. Karena keterbatasan