• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengantar Riset Keperawatan Komprehensif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengantar Riset Keperawatan Komprehensif"

Copied!
147
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dr. Suprajitno, M.Kes
  • Pengajar:
    • Drs. Abzeni, MA
  • Sekolah: Universitas
  • Mata Pelajaran: Keperawatan
  • Topik: Pengantar Riset Keperawatan Komprehensif
  • Tipe: Buku
  • Tahun: 2016
  • Kota: Tidak Diketahui

I. KONSEP DASAR RISET KEPERAWATAN

Bab ini membahas konsep dasar riset keperawatan yang menjadi landasan penting bagi perawat dalam melakukan penelitian. Riset keperawatan bertujuan untuk mengembangkan ilmu keperawatan yang berlandaskan pada fakta dan kebenaran. Melalui pemahaman mengenai hakekat riset, manfaat, proses berpikir ilmiah, syarat melakukan riset, serta keterkaitan antara teori, praktik, dan riset, diharapkan perawat dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan asuhan keperawatan. Riset bukan hanya sekedar kegiatan akademis, tetapi juga merupakan bagian integral dari praktik keperawatan sehari-hari.

1.1. HAKEKAT RISET KEPERAWATAN

Hakekat riset keperawatan mencakup tiga komponen utama: hakekat, riset, dan keperawatan. Riset merupakan kegiatan mencari kembali informasi yang dapat meningkatkan pemahaman mengenai praktik keperawatan. Dalam konteks ini, riset keperawatan adalah upaya berulang untuk menemukan kebenaran dalam praktik keperawatan yang didasarkan pada data dan analisis logis. Hal ini penting untuk mengembangkan teori keperawatan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

1.2. MANFAAT RISET KEPERAWATAN

Riset keperawatan memiliki banyak manfaat, seperti menyelesaikan masalah keperawatan, mengembangkan teori, dan meningkatkan mutu pelayanan. Dengan melakukan riset, perawat dapat memperoleh data yang valid untuk mendukung praktik keperawatan yang lebih baik. Selain itu, riset juga membantu dalam evaluasi dan penyempurnaan layanan yang diberikan kepada pasien, sehingga meningkatkan kualitas asuhan keperawatan secara keseluruhan.

1.3. PROSES BERPIKIR ILMIAH

Proses berpikir ilmiah dalam riset keperawatan melibatkan langkah-langkah logis seperti logico, hypothetico, dan verificative. Proses ini membantu perawat untuk menganalisis data dan menarik kesimpulan berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan. Dengan pendekatan ini, perawat dapat merumuskan hipotesis dan melakukan verifikasi untuk membuktikan kebenaran teori yang ada, sehingga hasil riset menjadi lebih kredibel dan dapat diterima.

1.4. SYARAT MELAKUKAN RISET KEPERAWATAN

Untuk melakukan riset keperawatan yang efektif, perawat harus memenuhi sejumlah syarat, antara lain daya nalar yang tinggi, ide originalitas, dan kemampuan pengamatan yang akurat. Selain itu, perawat juga perlu memiliki sifat waspada dan kemampuan untuk bekerja sama dengan pasien dan tim kesehatan lainnya. Kesehatan fisik dan mental yang baik juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan riset.

1.5. KETERKAITAN TEORI, PRAKTIK, DAN RISET KEPERAWATAN

Teori, praktik, dan riset keperawatan memiliki hubungan yang sangat erat. Teori memberikan landasan bagi praktik, sementara praktik memberikan data dan konteks bagi riset. Riset, pada gilirannya, berfungsi untuk memperkaya teori dan meningkatkan praktik. Keterkaitan ini menegaskan bahwa perawat harus memahami teori yang ada dan mampu menerapkannya dalam praktik sehari-hari, serta melakukan riset untuk mengembangkan ilmu keperawatan.

1.6. PERAN PERAWAT DALAM RISET

Perawat memiliki peran penting dalam riset keperawatan, termasuk sebagai pengidentifikasi masalah, pelaksana pengumpulan data, dan penerap hasil riset dalam praktik klinik. Dengan menyadari nilai dan relevansi riset, perawat dapat berkontribusi terhadap pengembangan ilmu keperawatan dan meningkatkan mutu layanan yang diberikan kepada pasien.

II. DESAIN RISET KEPERAWATAN

Bab ini menjelaskan mengenai desain riset keperawatan yang meliputi tinjauan pustaka, kerangka konseptual, dan hipotesis. Desain riset yang baik sangat penting untuk mencapai tujuan penelitian yang diinginkan. Melalui pemahaman mengenai berbagai jenis desain riset, perawat dapat merencanakan dan melaksanakan penelitian dengan lebih sistematis dan terarah, sehingga hasil yang diperoleh dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan ilmu keperawatan.

2.1. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka merupakan langkah awal dalam desain riset yang berfungsi untuk menemukan dasar teori dan hasil riset terkini. Melalui tinjauan pustaka, perawat dapat mengidentifikasi kesenjangan penelitian yang ada dan merumuskan pertanyaan riset yang relevan. Tinjauan pustaka yang komprehensif akan membantu perawat dalam memahami konteks penelitian dan menyiapkan kerangka teoritis yang kuat untuk riset yang akan dilakukan.

2.2. KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

Kerangka konseptual berfungsi untuk menggambarkan keterkaitan antar variabel yang akan diteliti. Sementara itu, hipotesis adalah pernyataan yang dirumuskan berdasarkan kerangka konseptual untuk diuji kebenarannya. Dalam riset keperawatan, hipotesis dapat berupa hubungan, perbedaan, atau pengaruh antara variabel. Memiliki hipotesis yang jelas akan memudahkan perawat dalam merancang penelitian dan menganalisis data yang diperoleh.

2.3. DESAIN RISET KEPERAWATAN

Desain riset keperawatan dapat dibedakan menjadi kuantitatif dan kualitatif. Riset kuantitatif berfokus pada pengumpulan data numerik dan analisis statistik, sedangkan riset kualitatif berfokus pada pengumpulan data deskriptif yang mendalam. Pemilihan desain yang tepat harus disesuaikan dengan tujuan penelitian dan jenis data yang ingin diperoleh. Dengan desain yang sesuai, riset keperawatan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang masalah yang diteliti.

III. ETIKA RISET KEPERAWATAN

Bab ini membahas aspek etika yang perlu diperhatikan dalam melakukan riset keperawatan. Etika riset sangat penting untuk melindungi hak dan kesejahteraan subjek penelitian. Perawat harus memahami prinsip-prinsip etika, seperti penghormatan terhadap otonomi individu, keadilan, dan manfaat bagi masyarakat. Dengan mematuhi etika riset, perawat dapat memastikan bahwa penelitian yang dilakukan tidak hanya ilmiah, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial.

3.1. SAMPEL DAN SAMPLING

Pemilihan sampel yang tepat sangat penting dalam riset keperawatan. Sampel harus mewakili populasi yang diteliti agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan. Proses sampling harus dilakukan dengan cermat untuk menghindari bias dan memastikan akurasi data. Dalam konteks ini, perawat perlu memahami berbagai metode sampling yang dapat digunakan, seperti random sampling dan purposive sampling.

3.2. IDENTIFIKASI, PENGUKURAN, DAN ANALISIS VARIABEL

Identifikasi variabel yang akan diteliti merupakan langkah awal dalam analisis data. Perawat harus mampu mengukur variabel dengan alat ukur yang valid dan reliabel. Setelah data dikumpulkan, analisis yang tepat harus dilakukan untuk menarik kesimpulan yang akurat. Melalui pemahaman yang baik mengenai variabel, perawat dapat memastikan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki kualitas yang tinggi.

3.3. ETIKA RISET KEPERAWATAN

Etika riset keperawatan mencakup prinsip-prinsip dasar yang harus dipatuhi oleh peneliti. Ini termasuk mendapatkan persetujuan dari subjek penelitian, menjaga kerahasiaan data, dan memastikan bahwa penelitian tidak merugikan subjek. Perawat harus selalu mempertimbangkan dampak dari riset yang dilakukan terhadap individu dan masyarakat, serta berkomitmen untuk melakukan penelitian yang bermanfaat dan etis.

IV. PANDUAN MENYUSUN PROPOSAL RISET KEPERAWATAN

Bab ini memberikan panduan praktis dalam menyusun proposal riset keperawatan. Proposal yang baik harus mencakup latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan metodologi penelitian. Dengan mengikuti panduan ini, perawat dapat menyusun proposal yang jelas dan sistematis, sehingga memudahkan dalam pelaksanaan riset dan mendapatkan dukungan dari pihak-pihak terkait.

4.1. PENULISAN KARYA ILMIAH

Penulisan karya ilmiah merupakan bagian penting dari proses riset. Karya ilmiah harus disusun dengan mengikuti kaidah penulisan yang baik dan benar, serta mencakup semua aspek penting dari penelitian yang dilakukan. Perawat perlu memahami struktur penulisan yang tepat agar hasil riset dapat dipublikasikan dan diketahui oleh masyarakat luas.

4.2. LEMBAR PERSSETUJUAN SEBAGAI PESERTA RISET

Lembar persetujuan merupakan dokumen penting yang harus disiapkan sebelum melakukan riset. Lembar ini berfungsi untuk mendapatkan izin dari subjek penelitian dan memastikan bahwa mereka telah memahami tujuan serta prosedur penelitian. Dengan adanya lembar persetujuan, perawat dapat menjamin bahwa penelitian dilakukan dengan etika yang baik.

4.3. LEMBAR LATIHAN MENYUSUN PROPOSAL RISET

Lembar latihan menyusun proposal riset berfungsi sebagai panduan bagi perawat dalam merencanakan penelitian. Lembar ini dapat membantu perawat untuk mengorganisir ide dan informasi yang diperlukan dalam menyusun proposal. Dengan menggunakan lembar latihan, perawat dapat memastikan bahwa semua aspek penting dari riset telah dipertimbangkan dan dicantumkan dalam proposal.

Referensi Dokumen

  • Developing and Defending A Dissertation Proposal ( Castetter, W. B.; dan R. S. Heisler )
  • Practical research planning and design ( Paul D. Leedy & Ormrod, Jeanne Ellis )
  • Essentials of Nursing Research: Methods, Appraisal, and Utilization ( Polit, D. F. & Hungler, B. P. )
  • Kaidah Pengutipan dalam Karya Tulis Ilmiah ( Wahya )
  • Bahasa Indonesia: Mata kuliah pengembangan kepribadian di Perguruan Tinggi ( Widjono Hs. )

Gambar

Gambar 2 Keterkaitan antara teori, praktik, dan riset
Tabel 1
Tabel 2
Tabel 3
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jenis penelitian verifikatif ini dilakukan melalui pengujian untuk mencari sesuatu kebenaran dari suatu hipotesa yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di

Metode Eksperimen: riset yng memerlukan suatu langkah khusus dalam mempersiapkan data agar mengarah pada penelitian yang lebih obyektif dengan tiga prinsip kerja yaitu;

Salah satu sistem atau metode berpikir untuk menggali kebenaran dalam Islam adalah metode ‘irfâni, sesuatu hal yang tidak dapat dijangkau oleh akal sebagai suatu kebenaran, maka akan

Keperawatan komunitas adalah suatu bentuk pelayanan professional yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan yang ditujukan pada masyarakat dengan penekanan pada

Keperawatan komunitas adalah suatu bentuk pelayanan professional yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan yang ditujukan pada masyarakat dengan penekanan pada

• Suatu bentuk pelayanan kesehatan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, yang mencakup

Pelayanan Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat Keperawatan ditujukan kepada

Sidi Gazalba memandang bahwa filsafat adalah berpikir secara mendalam, sistematik, radikal, dan universal dalam rangka mencari kebenaran, inti atau hakikat mengenai segala sesuatu yang