• Tidak ada hasil yang ditemukan

Psikologi Keperawatan Komprehensif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Psikologi Keperawatan Komprehensif"

Copied!
138
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dudi Hartono, Ners., M.Kep.
  • Pengajar:
    • Drh. Santi Dewiki, M.Kes.
  • Sekolah: Universitas Terbuka
  • Mata Pelajaran: Keperawatan
  • Topik: Psikologi Keperawatan Komprehensif
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2016
  • Kota: Tidak Tercantum

I. KONSEP-KONSEP DASAR PSIKOLOGI

Bab ini menjelaskan konsep dasar psikologi yang penting untuk memahami perilaku manusia. Termasuk di dalamnya adalah definisi psikologi, ruang lingkup, dan bidang-bidang psikologi yang berkaitan dengan keperawatan. Pemahaman ini menjadi penting bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang efektif. Melalui pemahaman ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan berbagai konsep yang berkaitan dengan perilaku manusia dan kepribadian.

1.1. Konsep Psikologi

Psikologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Pemahaman ini mencakup berbagai aspek, seperti pengukuran psikologis dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Perawat perlu memahami psikologi untuk dapat berinteraksi dengan pasien secara efektif dan memahami respon mereka terhadap perawatan.

1.2. Konsep Perilaku Manusia

Perilaku manusia adalah tanggapan individu terhadap rangsangan. Dalam konteks keperawatan, memahami perilaku pasien sangat penting untuk memberikan asuhan yang sesuai. Ciri-ciri perilaku manusia mencakup kepekaan sosial, orientasi pada tugas, dan usaha untuk mencapai tujuan, yang semuanya berkontribusi pada interaksi yang lebih baik antara perawat dan pasien.

1.3. Perkembangan Kepribadian Manusia

Kepribadian merupakan organisasi psikologis yang unik pada setiap individu. Memahami kepribadian pasien membantu perawat dalam membangun hubungan terapeutik yang efektif. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian termasuk genetik dan lingkungan, yang harus dipertimbangkan dalam praktik keperawatan.

1.4. Konsep Biopsikologi dan Proses Sensorik-Motorik

Biopsikologi mengkaji hubungan antara proses biologis dan perilaku. Memahami proses sensorik-motorik penting bagi perawat dalam merespon kebutuhan pasien, terutama dalam konteks asuhan keperawatan yang memerlukan intervensi yang tepat berdasarkan pengamatan terhadap perilaku pasien.

II. PROSES ADAPTASI PSIKOLOGIS

Bab ini membahas tentang bagaimana individu beradaptasi secara psikologis terhadap lingkungan dan situasi yang dihadapi. Proses adaptasi ini sangat penting bagi perawat untuk memahami kondisi mental pasien dan memberikan dukungan yang tepat. Dalam konteks keperawatan, pemahaman tentang adaptasi psikologis membantu dalam merancang intervensi yang sesuai.

2.1. Adaptasi Psikologis

Adaptasi psikologis adalah proses individu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang berubah. Dalam keperawatan, memahami proses ini membantu perawat dalam mendukung pasien yang mengalami stres atau perubahan kondisi kesehatan.

2.2. Tingkat Kesadaran dan Ketidaksadaran Manusia

Kesadaran dan ketidaksadaran mempengaruhi bagaimana individu merespons situasi. Pengetahuan tentang ini penting bagi perawat untuk memahami reaksi pasien dalam situasi krisis atau saat menghadapi masalah kesehatan mental.

2.3. Konsep Persepsi, Motivasi, Emosi, dan Pembentukan Sikap

Persepsi, motivasi, dan emosi berperan penting dalam pembentukan sikap dan perilaku. Perawat perlu memahami konsep ini untuk dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan pasien secara efektif, serta untuk merancang intervensi yang mendukung motivasi pasien dalam proses penyembuhan.

2.4. Stres dan Perilaku Abnormal

Stres dapat mempengaruhi perilaku individu dan dapat menyebabkan perilaku abnormal. Mengetahui bagaimana stres berpengaruh pada kesehatan mental pasien adalah kunci bagi perawat dalam memberikan dukungan dan intervensi yang tepat.

III. MANAJEMEN STRES

Bab ini membahas tentang bagaimana individu dapat mengelola stres dan dampaknya terhadap kesehatan mental. Manajemen stres penting bagi perawat untuk membantu pasien dalam mengatasi tantangan yang dihadapi. Dengan memahami teknik manajemen stres, perawat dapat memberikan dukungan yang lebih baik kepada pasien.

3.1. Proses Belajar, Berpikir dan Pemecahan Masalah Secara Kreatif

Kemampuan untuk belajar dan berpikir kreatif sangat penting dalam manajemen stres. Perawat perlu menerapkan proses ini untuk membantu pasien mengatasi masalah yang dihadapi dan menemukan solusi yang efektif.

3.2. Intelegensi dan Kreativitas

Intelegensi dan kreativitas berkontribusi pada kemampuan individu dalam mengelola stres. Dalam keperawatan, memahami perbedaan ini dapat membantu perawat dalam merancang strategi intervensi yang sesuai untuk setiap pasien.

3.3. Manajemen Stres

Manajemen stres melibatkan teknik dan strategi untuk mengurangi dampak stres pada individu. Perawat perlu mengajarkan pasien tentang teknik manajemen stres yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental mereka.

IV. PANDUAN PRAKTIKUM

Panduan praktikum ini memberikan instruksi tentang teknik-teknik psikologi yang dapat diterapkan dalam konteks keperawatan. Praktikum ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman teori dengan praktik nyata, sehingga mahasiswa dapat mengimplementasikan pengetahuan psikologi dalam asuhan keperawatan.

4.1. Tindakan Meditasi

Meditasi sebagai teknik manajemen stres dapat membantu pasien dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental. Perawat dapat mengajarkan teknik meditasi kepada pasien sebagai bagian dari rencana perawatan.

4.2. Hipnosis Lima Jari

Hipnosis adalah teknik yang dapat digunakan untuk membantu pasien mengatasi rasa sakit dan stres. Dalam praktik keperawatan, perawat perlu memahami cara menerapkan hipnosis dengan aman dan efektif.

Referensi Dokumen

  • Panduan Relaksasi & Reduksi Stres ( Davis Martha, Eshelman ER dan McKay Mathew )
  • Manajemen Stres, Cemas dan Depresi ( Hawari Dadang )
  • Pengantar Perilaku Manusia Untuk Keperawatan ( Purwanto, Heri )
  • Psikologi Untuk Keperawatan ( Sunaryo )
  • Psikologi Keperawatan ( Sam Z dan Wahyuni S )
  • Psikologi Keperawatan ( Wijayaningsih, KS )

Gambar

Gambar 2.1 Siklus Perilaku Manusia
Gambar 3.1 diagram tipologi kepribadian
Tabel 4.1 Perbedaan Neurosa dan Psikosa
Gambar 1. Proses Hasil Gambar
+2

Referensi

Dokumen terkait