• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAKSI Netta Natasha

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ABSTRAKSI Netta Natasha"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

vi ABSTRAKSI

Natasha, Netta. L2L 006 036. Geologi Daerah Tonjong dan sekitarnya, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah Peta Lembar 43/XL-I. Laporan Pemetaan Mandiri 2009, Program Studi Teknik Geologi, Universitas Diponegoro (Dosen Pembimbing : Ir. Wahju Krisna H. MT).

Pemetaan mandiri ini bertujuan agar seluruh mahasiswa yang telah mengikuti pemetaan ini dapat memahami kondisi suatu daerah dan dapat memetakan suatu daerah sehingga dapat menghasilkan data lapangan yang dapat dilakukan pengolahan dan analisis data sehingga menghasilkan suatu kesimpulan tentang kondisi geologi daerah yang diteliti.

Pada pemetaan kali ini metode yang digunakan dalam pemetaan adalah metode analisis geomorfologi untuk pembagian satuan bentang alam, dan analisis petrologi untuk menentukan satuan geologi daerah pemetaan.

Secara fisiografi daerah penelitian termasuk kedalam Zona Pegunungan Serayu Utara Bagian Barat. Secara genetis, daerah penelitian di bagi menjadi 4 satuan geomorfologi yaitu Satuan Bergelombang Landai Fluvial, Satuan Bergelombang Landai Denudasional, Satuan Berbukit Terjal Denudasional, dan Satuan Berbukit Terjal Struktural Terdenudasi. Dan secara stratigrafi urutan satuan batuan dari yang paling tua ke yang paling muda adalah sebagai berikut : Satuan Batupasir, Satuan Batupasirtufaan, Satuan Breksi Tufaan, Satuan Endapan Lahar, Satuan Endapan Lahar Dengan Bongkah Andesit, dan Satuan Aluvium. Daerah Tonjong dan sekitarnya awalnya adalah laut dangkal yang kemudian terangkat dan kemudian didominasi oleh aktivitas vulkanik G.Mengger dan G.Slamet.

Potensi sesumber geologi pada daerah pemetaan adalah penambangan batu dan pasir kali (sirtu). Sedangkan bencana geologi yang terjadi di daerah pemetaan adalah longsoran dan banjir. Pencegahannya antara lain pembuatan dinding beton pada tebing sungai, pengalihan tataguna lahan menjadi daerah penghijauan, dan pengaplikasian teknk-teknik geoteknik.

Referensi

Dokumen terkait

Secara stratigrafi regional, urutan satuan batuan dari tua ke muda di daerah penelitian menurut penamaan litostratigrafi dari Peta Geologi Regional Lembar

Secara stratigrafi, daerah penelitian dapat dibagi menjadi empat satuan tidak resmi, yaitu berturut-turut dari satuan batuan paling tua: Satuan Batugamping, Satuan

Satuan batuan tersebut berurutan dari tua ke muda yaitu Satuan Batupasir – batulempung yang berumur Miosen Tengah, Satuan Batulempung, Satuan Batugamping dan Satuan Batupasir –

Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan stratigrafi yang tidak resmi dari tua ke muda, Satuan Batulempung berumur Miosen Tengah, Satuan

Secara stratigrafi regional, urutan satuan batuan dari tua ke muda di daerah penelitian menurut penamaan litostratigrafi dari Peta Geologi Regional Lembar

Secara stratigrafi regional, urutan satuan batuan dari tua ke muda di daerah penelitian menurut penamaan litostratigrafi dari Peta Geologi Regional Lembar

Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi lima satuan litostratigrafi tidak resmi, dari tua ke muda yaitu Satuan Batulempung – Batupasir, Satuan Batupasir, dan Satuan

Menurut Pusat Sumber Daya Geologi (2007), stratigrafi di daerah penelitian dikelompokkan menjadi tiga belas satuan batuan dengan urutan dari tua ke muda, yaitu: Satuan