• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAPASITAS FUNGSIONAL DAN KUALITAS HIDUP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KAPASITAS FUNGSIONAL DAN KUALITAS HIDUP"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN KAPASITAS FUNGSIONAL

DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA WANITA

OSTEOARTRITIS LUTUT DI RUMAH SAKIT

UMUM DAERAH KOTA BEKASI TAHUN 2016

Penguji :

1. Prof. Dr. Tri Budi W Rahardjo, drg. MS 2. Dr. Tri Suratmi, M.Pd

3. dr. Noegroho Iman Santosa, SKM

Asyifa Robiatul Adawiyah

140510037

TESIS

(2)

1.

Latar Belakang

2.

Rumusan Masalah

3.

Pertanyaan Penelitian

4.

Tujuan Penelitian

5.

Manfaat Penelitian

(3)

Latar Belakang

Proporsi Populasi Usia 60 tahun Keatas

2015

2050

(4)
(5)

Umur Harapan

Hidup Meningkat

keberhasilan

pencapaian

pembangunan nasional

bid. Kesehatan

Dapat memperbaiki

kualitas hidup

berdampak pada

UHH

WASPADA: Indonesia

akan menghadapi

tiga beban

(1) Meningkatnya angka kelahiran, (2)

beban penyakit menular/tidak

menular,

(3) peningkatan Angka

(6)

10 Penyakit Terbanyak pada Lansia Tahun 2013

No. Jenis Penyakit Prevalensi Menurut Kelompok Umur (%)

55-64 tahun 65-74 tahun 75+ tahun

1 Hipertensi 45.9 57.6 63.8

2 Artritis 45.0 51.9 54.8

3 Stroke 33.0 46.1 67.0

4 PPOK 5.6 8.6 9.4

5 Diabetes Melitus 5.5 4.8 3.5

6 Kanker 3.2 3.9 5.0

7 PJK 2.8 3.6 3.2

8 Batu Ginjal 1.3 1.2 1.1

9 Gagal Jantung 0.7 0.9 1.1

10 Gagal Ginjal 0.5 0.5 0.6

(7)

Riskesdas 2013, Prevalensi menurut umur:

1

5-24 (7,0%)

25-34 (16,1%)

35-44 (26,9%)

45-54 (37,2%)

55-64 (45,0%)

65-74 (51,9%)

≥ tahu , %

Riskesdas 2013, Prevalensi menurut jenis kelamin:

Laki-laki

(21,8%)

Perempuan (27,5%)

(8)

Prevalensi osteoartritis di Indonesia

Pada

umur >65 tahun

osteoartritis lebih

banyak diderita oleh

wanita

(9)

Prevalensi menurut provinsi,

Indonesia 2013

33,1% 32,1%

Jawa Barat Bali Jawa Timur

Sumber: Riset Kesehatan Dasar, 2013

1

2

3

(10)

Tahun Persentase

2015

16%

2014

12,5%

2013

11,2%

Prevalensi osteoartritis di RSUD

Kota Bekasi

78,6%

adalah

perempuan

dengan rentang

usia

50-81

(11)

Tentang Osteoartritis:

OA dapat menimbulkan nyeri kronik, disabilitas,

mempengaruhi kualitas hidup

Belum ada terapi yang dapat menyembuhkan OA

Penatalaksanaan ditujukan pada: (1)pengendalian

nyeri, (2)memperbaiki gerak dan fungsi sendi,

(3)Meningkatkan kualitas hidup

(12)

Rumusan Masalah dan

Pertanyaan Penelitian

Dengan prinsip dari

penatalaksanaan OA tersebut,

maka penulis ingin menganalisis

tentang hubungan kapasitas

fungsional dengan kualitas

(13)

Tujuan Penelitian

Mengkaji hubungan kapasitas

fungsional dengan kualitas hidup wanita

lanjut usia dengan osteoartritis lutut di

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi

(14)

Wanita lansia

osteoartritis

lutut di

Rumah Sakit

Umum

Daerah Kota

Bekasi

Tujuan Khusus

Mengkaji Hubungan:

Karakteristik pasien dengan indeks osteoartritis

Karakteristik dengan kapasitas fungsional

Indeks osteoartritis dengan kapasitas

fungsional

Kapasitas fungsional dengan kualitas hidup

1.

2.

3.

(15)

1.

Lanjut Usia

2.

Osteoartritis

3.

Kapasitas Fungsional

4.

Kualitas Hidup

5.

Kerangka Teori

(16)

Aspek yang dikenali pada sifat

penyakit pada lansia

Etiologi

Diagnosis

Perjalanan

(17)

Penurunan Sistem Endokrin dan

Muskuloskeletal pada lansia wanita

Esterogen terus menurun,

(18)

Osteoartritis

Esterogen

menurun

TGF-Beta pada osteoblas dan Nitrit Oxide (NO)

pada sel endotel menurun

Diferensiasi

dan maturasi

osteoklas

meningkat

Bone marrow

stroma cell dan

sel mononuklear

meningkat

IL-1, TNF-alpha,

IL-6, M-CSF

(mediator

inflamasi) naik

Absorpsi-reabsorbsi

kalsium di ginjal menurun

Terjadi hipokalsemia

Mekanisme umpan balik

 hormon paratiroid meningkat

Reabsorbsi tulang

(19)
(20)

Faktor patogenik dalam

Dampak Buruk pada kartilago

Perubahan Biofisik Frakturnya jaringan kolagen Proteoglikan mulai menghilang

Perubahan Biokimia Faktor Inhibitor berkurang Enzim proteolitik meningkat

KERUSAKAN KARTILAGO

Obesitas, anotomis abnormal, mikrofraktur dan remodelling tulang, hilangnya kestabilan

sendi, trauma

Penuaan, Penyakit genetik dan

(21)

Klasifikasi Diagnosis Osteoartritis

Berdasarkan Kriteria American College of

Rheumatology (ACR)

Nyeri sendi lutut

dan paling sedikit 3 dari 6 kriteria di bawah ini:

krepitus saat gerakan aktif

kaku sendi < 30 menit

umur > 50 tahun

pembesaran tulang sendi lutut

nyeri tekan tepi tulang

tidak teraba hangat pada sinovium sendi lutut

Berdasarkan Kriteria Klinis:

Sensitivitas 95% dan Spesifisitas 69%.

(22)

Kekuatan Hubungan dari berbagai

Jenis Faktor Risiko

Tipe Osteoartritis

Kuat

Sedang

Lemah

Kejadian OA OA Lutut Usia, Wanita, Aktivitas Fisik,

Tingginya Indeks Massa Tubuh dan densitas tulang, Trauma Sebelumnya, Terapi Sulih Hormon

Vitamin D, Merokok, Aligment

Kekuatan otot

quadriceps, olah raga atau aktivitas fisik yang berlebihan

OA Panggul Usia Aktivitas

fisik, tingginya IMT

Trauma, Olahraga atau aktivitas fisik yang berlebihan

OA tangan Usia Aktivtas Fisik, Tingginya IMT

Jenis Pekerjaan,

Olahraga atau Aktivtas fisik yang berlebihan

(23)

Kapasitas Fungsional

Healthy Ageing

(24)

Grafik Hipotesis dari Kapasitas

Fungsional

A Optimal trajectory

B Interrupted trajectory

C Declining trajectory

(25)

Grafik Kapasitas Fungsional dan

Kapasitas Intrinsik

Sumber: World Report on Ageing and Health (32: 2015)

(26)

Kualitas Hidup

kualitas hidup adalah

persepsi individu

mengenai

posisi

kehidupannya

dalam lingkup budaya dan sistem nilai kehidupan

mereka serta dalam

hubungan dengan tujuan

,

harapan

dan

standar

yang mereka anut (WHO,1991)

Elemen yang

mempengaruhi kualitas

hidup lansia

Perawatan yang

dilakukan

Dukungan

(27)

Pengukuran Kualitas Hidup

menurut WHO

menurut Bowling dalam bukunya

Research Methods in Health:

investigating health

,

yang paling memenuhi kriteria penilaian

kualitas hidup adalah

kuesioner kualitas hidup dari WHO (

World

Health Organization Quality of Life(WHOQOL))

(Yvoone, 2006; Wulandari DW, 2004; Bowling A. 1997)

Perkembangan WHOQOL

WHOQOL-100

(tahun 1998)

WHOQOL-BREF

(tahun 1998)

WHOQOL-OLD

(28)

Domain WHOQOL-OLD

• fungsi sensorik, dampak hilangnya

kemampuan sensorik pada kualitas hidup

Sensory Abilities

• kemandirian di usia tua , mampu atau bebas untuk hidup mandiri dan mengambil

keputusan sendiri

Autonomy

• kepuasan tentang prestasi dalam hidup dan hal-hal untuk menatap masa yang akan datang

Past, Present, and

Future Activities

• partisipasi dalam aktivitas sehari-hari, terutama di masyarakat

Social Participation

• keprihatinan , kekhawatiran dan ketakutan tentang pandangan kematian

Death and Dying

• Mampu memiliki seseorang dan menjalin hubungan intim

(29)

Mempengaruhi KAPASITAS FUNGSIONAL (Functional Ability)

KAPASITAS INTRINSIK (Intrinsic Capacity)

Aktifitas Sehari-hari

OSTEOARTRITIS

Mempengaruhi

KUALITAS HIDUP

Psikis

Aktivitas

Mental/sosial

Fisik Usia

Lansia obesitas

Jenis Kelamin

Perempuan Trauma Genetik

Nyeri Kekakuan sendi Menurunnya Fungsi Fisik

(30)

1.

Kerangka Konsep

2.

Hipotesis

3.

Definisi Operasional

(31)

Aktivitas Sehari-hari

1. Activity of Daily Living

2. Instrument Activity of Daily Living

Aktivitas Mental/Sosial

Kualitas Hidup pasien Wanita Lansia

1. Kemampuan sensoris

(sensory abilities)

2. Kemandirian

(autonomy)

3. Aktivitas pada masa lampau, kini dan yang akan datang (past, present and future activities)

4. Partisipasi sosial

(social participation)

5. Kematian dan sekarat

(death and dying)

6. Persahabatan dan cinta kasih (intimacy)

Variabel Independen

Variabel Dependen

Karakteristik Pasien:

1. Umur

2. Indeks Massa Tubuh

3. Genetik

4. Status pernikahan 5. Pendidikan

6. Penghasilan 7. Pekerjaan

8. Rutinitas Olahraga 9. Penggunaan alat

bantu berjalan

Indeks Osteoartritis:

1. Rasa nyeri

2. Kekakuan sendi 3. Komponen Fungsi

Fisik

(32)

Definisi Operasional

Umur

Indeks Massa

Tubuh (IMT)

Pendidikan

Penghasilan

Pekerjaan

Rutinitas

Olahraga

Penggunaan

alat bantu

berjalan

Indeks

Osteoartritis

ADL

IADL

Aktivitas

mental/sosial

Kualitas hidup

(33)

1.

Desain Penelitian

2.

Lokasi dan Waktu Penelitian

3.

Populasi dan Sampel Penelitian

4.

Istrumen Penelitian

5.

Manajemen Data

6.

Analisis Data

(34)

Cross Sectional

Desain Penelitian

RSUD Bekasi

Januari 2016-Mei 2016

Lokasi dan Waktu Penelitian

Accidental Sampling

(35)

ANALISIS DATA

Data Numerik

Data Kategorik

Analisis Univariat

Kategorik

kategorik

Chi Square

Kategorik

Numerik

Uji T dan ANOVA

Numerik

Numerik

Korelasi dan Regresi

Analisis Bivariat

Kategorik + Numerik

Numerik (Analisis Regresi Linier

Ganda)

(36)

Alur Penelitian

Accidental Sample di Poli Bedah dan Penyakit

dalam

Kriteria inklusi dan

eksklusi dan analisis

(37)

HASIL PENELITIAN

1. Gambaran Karakteristik, Indeks Osteoartritis, Kapasitas

Fungsional, dan Kualitas Hidup Lansia Wanita

2. Hubungan Karakteristik dengan Indeks Osteoartritis

3. Hubungan Karakteristik dengan Kapasitas Fungsional

4. Hubungan Indeks Osteoartritis dengan Kapasitas

Fungsional

5. Hubungan Indeks Osteoartritis dengan Kualitas Hidup

(38)

Gambaran Karakteristik, Indeks

Osteoartritis, Kapasitas

(39)

Karakteristik Responden

Variabel Jumlah Persentase

Umur

Variabel Jumlah Persentase

Indeks Massa Tubuh (IMT)

Variabel Jumlah Persentase

Riwayat Penyakit Osteoartritis

Tidak ada 13 16,3

Ada 67 83,8

Total 80 100,0

Variabel Jumlah Persentase

(40)

Karakteristik Responden

Variabel Jumlah Persentase

Pendidikan

Terakhir Perguruan

tinggi 19 23,8

Lulus SMA 31 38,8

Lulus SMP 22 27,5

Lulus SD 8 10,0

Total 80 100,0

Variabel Jumlah Persentase

Penghasilan

≥ Rp. 2.900.000,- 46 57,5

< Rp. 2.900.000,- 34 42,5

Total 80 100,0

(41)

Karakteristik

Responden

Variabel Jumlah Persentase

Pekerjaan

Bekerja 46 57,5

Tidak bekerja 34 42,5

Total 80 100,0

Variabel Jumlah Persentase

Rutinitas

olahraga Melakukan

olahraga teratur

≥ kali/minggu/ 30 menit

6 7,3

Tidak melakukan olahraga teratur <3 kali/minggu/ 30 menit

26 31,7

Tidak melakukan

olahraga 48 58,5

(42)

Indeks Osteoartritis

Variabel

Mean

SD

Minimal-Maksimal

95%CI

Indeks

Osteoartritis

68,13 11,35 27,08-82,29

65,60-70,65

Distribusi Indeks Osteoartritis Lansia Wanita di

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi tahun 2016

(43)

No.

Variabel

Jumlah

Persentase

3. Kesulitan Melakukan

Aktivitas Sehari-hari

18-34 (cukup sulit)

4

5,0

35-51 (Sulit)

53

66,3

52-68 (sangat sulit)

23

28,8

Total

80

100,0

(44)

Distribusi butir pertanyaan WOMAC

Lansia Wanita di Rumah Sakit Umum

Daerah Kota Bekasi tahun 2016

Nyeri

Sedikit

nyeri (%)

Cukup

nyeri (%)

Nyeri

(%)

Sangat nyeri

(%)

Kekakuan

Sedikit

kaku (%)

Cukup

kaku (%)

Kaku

(%)

Sangat kaku

(%)

6. Kekakuan di pagi hari

0

48,8

48,8

2,5

7. Kekakuan yang terjadi

di kemudian hari

(45)

Sulit Beraktivitas Sedikit sulit (%)

Cukup sulit (%)

13.Berjalan di atas

permukaan yang

datar

5

38,8

33,8

22,5

14.Masuk atau keluar

mobil

2,5

12,5

75,0

10

15.Pergi berbelanja

2,5

30

58,8

8,8

16.Memakai kaos kaki

2,5

47,5

50

0

17.Berbaring di tempat

tidur

(46)

Sulit Beraktivitas

Sedikit

Sangat sulit

(%)

18.Membuka/meng-ambil kaos kaki

5

40

28,8

26,3

19.Bangkit dari tempat

tidur

2,5

40

55

2,5

20.Masuk/keluar bak

tempat mandi

2,5

55

42,5

0

21.Duduk

2,5

76,3

21,3

0

22.Keluar/masuk toilet

2,5

37,5

57,5

2,5

23.Melakukan tugas

rumah tangga berat

0

15

38,8

46,3

24.Melakukan tugas

rumah tangga ringan

(47)

Kapasitas Fungsional

No.

Variabel

Jumlah

Persentase

1. Activity of Daily Living (ADL)

12-19 (ketergantungan ringan)

2

2,5

9-11 (ketergantungan sedang)

46

57,5

5-8 (ketergantungan berat)

32

40,0

2.

Instrumental Activity of Daily

Living (IADL)

9-16 (mandiri/tak perlu

bantuan)

58

70,7

1-8 (perlu bantuan)

22

26,8

(48)

Variabel

Jumlah

Persentase

Aktivitas

Mental/Sosial

54-80 (cukup aktif)

29

36,3

27-53 (jarang aktif)

51

63,8

(49)

Distribusi Kualitas Hidup dalam

Raw Facet Score (RFS)

No.

Variabel

Mean

SD

Min-Max

95% CI

1.

Kemampuan

Sensoris

11,75

2,82

7-16

11,12-12,38

2.

Kemandirian

10,74

2,33

6-16

10,22-11,26

3.

Aktivitas Masa

Lalu, Sekarang,

dan Akan Datang

11,38

2,23

8-16

10,88-11,87

4.

Partisipasi Sosial

11,59

1,99

8-16

11,14-12,03

5.

Pandangan

Kematian

10,09

3,13

5-16

9,39-10,78

6.

Persahabatan

dan Cinta Kasih

9,76

3,22

5-16

9,04-10,48

Kualitas Hidup

(50)

Distribusi Kualitas Hidup dalam

Transformed Facet

Score (TFS)

dan

Transformed Total Score (TTS)

No.

Variabel

Mean

SD

Min-Max

95% CI

1.

Kemampuan

Sensoris

48,44

17,64

18,75-75,00

44,51-52,36

2.

Kemandirian

42,11

14,57

12,50-75,00

38,87-45,35

3.

Aktivitas Masa

Lalu, Sekarang,

dan Akan Datang

46,09

13,94

25,00-75,00

42,99-49,20

4.

Partisipasi Sosial

47,42

12,49

25,00-75,00

44,64-50,20

5.

Pandangan

Kematian

38,04

19,57

6,25-75,00

33,69-42,40

6.

Persahabatan dan

Cinta Kasih

36,02

20,17

6,25-75,00

31,53-40,50

Kualitas Hidup

Lansia

(51)

Hasil Analisis Hubungan

Karakteristik umur, indeks massa

tubuh, pendidikan, dan rutinitas

(52)

Hubungan Umur dengan

Indeks Osteoartritis (dalam persentase)

Umur

Indeks Osteoartritis

Mean

SD

95% CI

p value

45-54 tahun

62,50

11,38

44,39-80,61

0,001

55-64 tahun

65,29

11,36

62,02-68,55

60-69 tahun

68,36

12,17

58,19-78,53

≥ 0

tahun

76,54

6,19

73,55-79,52

Hasil penelitian

RISKESDAS, 2013

:

Pada usia 45-54 prevalensinya

sebesar

37,2%

usia 55-64 sebesar

45%

usia 65-74 sebesar

51,9%

usia lebih dari 75 sebesar

54,8%.

semakin meningkat

prevalensinya seiring

dengan bertambahnya

(53)

Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan

Indeks Osteoartritis (dalam persentase)

Indeks Massa

Tubuh (IMT)

Indeks Osteoartritis

Mean

SD

95% CI

p

value

18,5

25,0

66,99

14,22 60,84-73,13

0,012

25,1

27,0

61,01

5,60

57,78-64,25

>27,0

71,05

10,01 67,97-74,14

Penelitian Health and

Nutrition Examination Survey

(HANES) I,

ada

hubungan

yang erat antara berat

badan dengan OA lutut

.

Pengaruh dari kondisi

mekanik adalah tingginya IMT,

salah satu faktor resiko untuk

(54)

Hubungan Pendidikan dengan Indeks

Osteoartritis (dalam persentase)

Pendidikan

Indeks Osteoartritis

Mean

SD

95% CI

p value

Perguruan tinggi

63,43

9,62

58,80-68,07

0,001

Lulus SMA

65,42

12,39

60,88-69,97

Lulus SMP

72,16

9,48

67,96-76,36

Lulus SD

78,65

4,20

75,13-82,16

Eksplorasi Kao dan Tsai (2013)

pengalaman hidup lansia dengan

osteoarthritis: (1)

ketidakpahaman

terhadap osteoarthritis,

(2)

efek

pada kehidupan sehari-hari

,

(3)

perlindungan dan

penanggulangan

menggambarkan tingkat pendidikan

 memberikan banyak

pengetahuan tentang penyakit osteoartritis termasuk cara

(55)

Hubungan Rutinitas Olahraga dengan

Indeks Osteoartritis (dalam persentase)

Rutinitas Olahraga

Indeks Osteoartritis

Mean

SD

95% CI

p value

Melakukan olahraga

teratur

≥ kali/

minggu/30

menit

57,30

2,28

65,60-70,65

0,0001

Tidak melakukan olahraga

teratur <3 kali/minggu/30

menit

57,45

8,55

54,00-60,91

(56)

Hasil Analisis Hubungan

Karakteristik Riwayat penyakit

Osteoartritis, Pendamping Hidup,

Penghasilan, Penghasilan dan Alat

(57)

Hubungan Riwayat Penyakit OA dan

Pendamping Hidup dengan Indeks

Osteoartritis (dalam persentase)

Variabel

Karakteristik

Indeks Osteoartritis

Mean

SD

SE

P Value

N

(58)

Hubungan Penghasilan dan

Pekerjaan dengan Indeks

Osteoartritis (dalam persentase)

Variabel

Karakteristik

Indeks Osteoartritis

Mean

SD

SE

P

Value

N

Penghasilan

Rp. 2.900.000,-

64,86

10,50

1,55

0,002

46

< Rp. 2.900.000,-

72,55

11,08

1,90

34

Pekerjaan

Bekerja

64,56

11,59

1,70

0,001

46

(59)

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan

oleh OECD (Organization for Economic Co-operation and

Development Source, 2015) pada status sosial ekonomi

rendah, multiple disease, ras, dan usia dengan

penelitian kohort historis skala besar di Inggris dan

Amerika menemukan bahwa

multimorbiditas lebih

banyak prevalensinya pada masyarakat dengan status

sosial ekonomi rendah

, hal tersebut sesuai dengan

laporan yang dilakukan berulang.

(60)

Variabel

Karakteristik

Indeks Osteoartritis

Mean

SD

SE

P Value

N

Penggunaan Alat

Bantu Berjalan

Tidak

menggunakan

57,41

7,82

1,32

0,0001

35

Menggunakan

76,46

4,65

0,69

45

(61)

Hasil Analisis Hubungan

Karakteristik dengan Kapasitas

Fungsional

umur

penghasilan

rutinitas olahraga

penggunaan alat

bantu berjalan

1. Activity of Daily

Living

2. Instrument Activity

of Daily Living

(62)

Hubungan Umur dengan

Activity of Daily Living

Umur Responden

Activity of Daily Living (ADL)

Total P value

Ketergantu-ngan riKetergantu-ngan

Ketergantu-ngan sedang

Ketergantu-ngan berat

(63)

Hubungan Umur dengan

Instrument Activity of Daily Living

Umur

Responden

Instrument Activity of Daily Living (IADL)

Total P value Mandiri/tak perlu

bantuan Perlu bantuan

n % n % n %

45-54 tahun 4 100 0 0 4 100

0,001

55-64 tahun

42

87,5

7 14,3 49 100

60-69 tahun 8 100 0 0 8 100

≥ 0 tahun 4 21,1

15

78,9

19 100

(64)

Hubungan Umur dengan

Aktivitas Mental Sosial

Umur Responden

Aktivitas Mental Sosial

Total P value Cukup aktif Jarang aktif

(65)

penelitian kualitatif terkait pengalaman hidup dengan osteoarthritis lutut

yang dilakukan MacKay, Jaglal, Sale, Badley dan Davis (2014), ditemukan

beberapa tema inti yaitu:

gangguan fisik

,

gangguan kehidupan sosial

,

gangguan emosional

, dan

cara berpikir terhadap tubuh dan diri sendiri

.

OSTEOARTRITIS

(66)

Hubungan Penghasilan dengan

Activity of Daily Living

Penghasilan

Activity of Daily Living (ADL)

Total P value

Ketergantu-ngan riKetergantu-ngan

Ketergantu-ngan sedang

Ketergantu-ngan berat

(67)

Hubungan Penghasilan dengan

Instrument Activity of Daily Living

Penghasilan

Instrument Activity of Daily Living (IADL)

Total P value OR Mandiri/tak

perlu bantuan Perlu bantuan

n % n % n %

≥ Rp.

2.900,000,-

40

87,0

6 13,0 46 100

0,002 5,926

< Rp.

(68)

Hubungan Penghasilan dengan

Aktivitas Mental Sosial

Penghasilan

Aktivitas Mental Sosial

Total P value Cukup aktif Jarang aktif

n % n % n %

≥ Rp.

2.900,000,- 19 41,3

27

58,7

46 100

0,391

< Rp.

(69)

Rutinitas Olahraga

Activity of Daily Living (ADL)

Total

P value

Ketergantu-ngan riKetergantu-ngan

Ketergantu-ngan sedang

Ketergantu-ngan berat

n % n % n % n % Melakukan olahraga

teratur ≥ kali/

minggu/ 30 menit

6

100

0 0 0 0 6 100

0,009

Tidak melakukan olahraga teratur < 3 kali/ minggu/30 menit

24 92,3

1 3,8 1 3,8 26 100

Tidak melakukan

olahraga

27 56,3

15 31,3 6 12,5 48 100 Total 57 71,3 16 20 7 8,8 80 100

Hubungan Rutinitas Olahraga dengan

(70)

Hubungan Rutinitas Olahraga dengan

Instrument

Activity of Daily Living

Rutinitas Olahraga

Instrument Activity of Daily Living (IADL)

Total P value Mandiri/tak

perlu bantuan Perlu bantuan

n % n % n % Melakukan olahraga teratur

≥ kali/ i ggu/ 0 e it 6 100 0 0 6 100

0,002

Tidak melakukan olahraga teratur < 3 kali/ minggu/30 menit

24 92,3 2 7,7 26 100

Tidak melakukan olahraga

28

58,3

20 41,7 48 100

(71)

Hubungan Rutinitas Olahraga dengan

Aktvitas Mental Sosial

Rutinitas Olahraga

Aktivitas Mental Sosial

Total P value Cukup aktif Jarang aktif

n % n % n %

Melakukan olahraga teratur

≥ kali/ i ggu/ 0 e it 5 83,3 1 16,7 6 100

0,001

Tidak melakukan olahraga teratur < 3 kali/ minggu/30 menit

14 53,8 12 46,2 26 100

Tidak melakukan olahraga 10 20,8

38 79,2

48 100

(72)

Hubungan Penggunaan alat bantu

berjalan dengan Activity of Daily Living

Penggunaan Alat Bantu Berjalan

Activity of Daily Living (ADL)

Total P value tungan berat

n % n % n % n % Tidak

menggunakan alat bantu

32 91,4 1 2,9 2 5,7 35 100

0,001

Menggunakan

(73)

Hubungan Penggunaan alat bantu

berjalan dengan Instrument Activity

of Daily Living

Penggunaan alat bantu berjalan

Instrument Activity of Daily Living (IADL)

Total

P value OR Mandiri/tak

perlu bantuan

Perlu bantuan

n % n % n % Tidak

menggunakan alat bantu

32 91,4 3 8,6 35 100

0,002 7,795

Menggunakan alat bantu

26

57,8

19

42,2

45 100

(74)

Hubungan Penggunaan alat bantu

berjalan dengan Aktivitas Mental Sosial

Penggunaan alat bantu berjalan

Aktivitas Mental Sosial

Total

P value OR Cukup aktif Jarang aktif

n % n % n % Tidak

menggunakan alat bantu

3 75 1 25 4 100

0,006 4,156

Menggunakan

(75)
(76)

Variabel

r

R

2

Persamaan garis

P value

Indeks

Osteoartritis

-0,601

0,361

Kualitas Hidup=91,341+

(-0,711)*Indeks

Osteoartritis

0,0001

Hubungan kuat dan

berpola negatif

dapat menerangkan

36,1% variasi Kualitas

Hidup

(77)
(78)
(79)

Hubungan

Activity of Daily

Living

dengan Kualitas Hidup

Variabel

r

R

2

Persamaan garis

P value

Activity of Daily

Living (ADL)

0,649 0,421

Kualitas hidup=2,724+

2,846*ADL

0,0001

Hubungan kuat dan

berpola positif

dapat menerangkan

(80)
(81)

Hubungan Instrument Activity of

Daily Living dengan Kualitas Hidup

Variabel

r

R

2

Persamaan garis

P value

Instrument

Activity of Daily

Living

0,792 0,627

Kualitas Hidup=10,669+

3,275*IADL

0,0001

Hubungan kuat dan

berpola positif

dapat menerangkan

(82)
(83)

Variabel

r

R

2

Persamaan garis

P value

Aktivitas Mental

Sosial

0,607

0,368

Kualitas

Hidup=10,378+

0,693*Aktivitas

Mental Sosial

0,0001

Hubungan Aktivitas Mental Sosial

dengan Kualitas Hidup

Hubungan kuat dan

berpola positif

dapat menerangkan

(84)
(85)

Kontribusi Kapasitas Fungsional,

Osteoartritis, dan karakteristik

terhadap Kualitas Hidup

ANALISIS MULTIVARIAT

(86)

Penentuan variabel kandidat multivariat

p value > 0,25  ≠ asuk, jika se ara su sta si pe ti g dapat dimasukan

p value < 0,25  langsung masuk tahap multivariat

Melakukan multivariat secara

bersamaan

Variabel Valid

p value <0,05

Variabel yang p

valuenya >0,05 dikeluarkan satu

persatu

6 Variabel dikeluarkan

satu per satu

perubahan Coef. Tiap variabel tidak ada yg berubah lebih dari 10%  variabel keluarkan

perubahan Coef. Tiap variabel ada yg berubah lebih dari 10%  variabel tidak dikeluarkan

Sampai tidak ada lagi p value yang >0,05

maka proses pencarian variabel yang masuk

(87)

No Variable Independen

P value

Keterangan

1. Umur

0,0001

Lanjut ke multivariat

2.

Indeks Massa Tubuh

0,013

Lanjut ke multivariat

3.

Riwayat Penyakit

Osteoartritis

0,403

Tidak lanjut ke

multivariat

4.

Pendamping Hidup

0, 090

Lanjut ke multivariat

5.

Pendidikan

0,0001

Lanjut ke multivariat

6.

Penghasilan

0,0001

Lanjut ke multivariat

7.

Pekerjaan

0,0001

Lanjut ke multivariat

8.

Rutinitas Olahraga

0,0001

Lanjut ke multivariat

9.

Penggunaan alat bantu

berjalan

0,0001

Lanjut ke multivariat

10. Indeks Osteoartritis

0,0001

Lanjut ke multivariat

11. Activity of Daily Living

0,0001

Lanjut ke multivariat

12. Instrument Activity of

Daily Living

(88)

Setelah melewati

6 kali tahap analisis

maka

dapat diputuskan

variabel yang dapat masuk

ke

dalam model regresi adalah:

No Variabel Kolom B (Variabel in

Equation)

(89)

Pada kotak

ANOVA,

kita lihat hasil

uji F yang menunjukkan nilai P

(sig) = 0,000, berarti pada alpha

5% kita dapat menyatakan bahwa

model regresi cocok (fit) dengan

data yang ada dan dapat diartikan

kedua variabel tersebut secara

signifikan dapat untuk

memprediksi variabel kualitas

hidup lansia wanita osteoartritis di

RSUD Kota Bekasi

Pada tabel

Model

Summary

terlihat

koefisien

determinasi

(R

Square)

menunjukkan nilai

0,834

artinya

bahwa

model

regresi yang

diperoleh dapat

menjelaskan

83,4%

variabel-variabel dependen

(90)

Dari hasil di atas, persamaan regresi

yang diperoleh adalah:

(91)

Kesimpulan

Terdapat sebelas variabel yang dapat memprediksi kualitas

hidup lansia wanita osteoartritis yaitu: umur responden,

indeks massa tubuh, pendamping hidup, penghasilan,

pekerjaan, rutinitas olahraga, penggunaan alat bantu berjalan,

indeks osteoartritis,

Activity of Daily Living, Instrument

Activity of Daily Living,

dan Aktivitas Mental Sosial.

Kesebelas variabel independen tersebut berkontribusi dan

dapat menjelaskan variasi variabel kualitas hidup sebesar

(92)

Saran

1.

Osteoartritis berada pada posisi declining Capacity (kapasitas

yang mulai menurun). Tindakan yang perlu dilakukan pada

tahap tersebut adalah mulai mengintervensi dan membuat

sasaran pada kelompok lansia dengan periode kapasitas

yang menurun dan perlu penekanan yang berbeda.

2.

Selama tahap ini, penyakit mulai berkembang, dan

(93)
(94)

3.

Oleh karena itu layanan kesehatan diperlukan untuk

membantu memberhentikan atau paling tidak

memperlambat penurunan kapasitas tersebut.

4.

Selanjutnya, peran lingkungan dalam memungkinkan

kapasitas fungsional akan menjadi sangat penting. Peran

lingkungan dalam memungkinkan perilaku sehat akan

terus menjadi penting untuk segmen ini pada populasi

yang lebih tua, namun penekanannya bisa berubah.

(95)
(96)

Gambar

Grafik Hipotesis dari Kapasitas
Grafik Kapasitas Fungsional dan

Referensi

Dokumen terkait

Ada hubungan indeks massa tubuh dengan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada lansia di posyandu lansia Desa Bolon Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar..

Kesimpulan : Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan vitamin D, gaya hidup dan indeks massa tubuh dengan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kadar debu, umur, masa kerja, lama kerja, kebiasaan merokok dan indeks massa tubuh dengan

Analisis bivariat dilakukan untuk membuktikan hipotesis ada hubungan antara faktor nyeri, umur, indeks massa tubuh dan dukungan keluarga dengan status fungsional

Berdasarkan analisis data di atas, tidak terdapat hubungan bermakna antara indeks massa tubuh, penyakit komorbid, maupun aktivitas fisik dengan disabilitas pada

Lansia yang masih memiliki pasangan hidup atau pendamping yang tinggal serumah, membuat lansia tersebut memiliki teman bicara, teman curhat dan berkeluh kesah tentang kebahagiaan maupun

Hasil penelitian menunjukkan 1 umur yang semakin muda kualitas hidup pasien pasca stroke semakin baik, 2 tidak ada hubungan jenis kelamin dengan kualitas hidup pasien pasca stroke, 3

Hasil Penelitian Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki 71,1%, lansia 53,3%, tidak berolah raga 77,8%, tidak merokok 60%, indeks massa tubuh normal 31,1%, dan berperilaku