• Tidak ada hasil yang ditemukan

JIWA skripsi empati perawat pasien (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "JIWA skripsi empati perawat pasien (1)"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Maya Lakshita Noorya NIM : 20090310027

STATUS PASIEN BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA (Lembar Pengelolaan Pasien)

IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. Pn Umur : 39 tahun Jenis kelamin : Perempuan Agama : Islam Status perkawinan : Menikah

Pendidikan/Pekerjaan : SMP/buruh potong ayam

Alamat : Margosari, Pengasih, Kulon Progo, DIY

No RM : 424025

ANAMNESIS A. Keluhan utama

Mengamuk selama 3 hari terakhir B. Riwayat gangguan sekarang o Keluhan dan gejala :

Seorang pasien perempuan usia 39 tahun datang dibawa oleh suaminya dengan keluhan mengamuk selama 3 hari. Pasien mengejar dan melempar suaminya dengan batu, serta meminta untuk dibunuh. 2 minggu SMRS, pasien tampak diam dan tidak pernah berbicara. Nafsu makan menurun dan pasien hanya ingin mandi namun tidak mengganti pakaiannya. Pasien tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-harinya seperti memasak, menyapu, dan mencuci pakaian. Pasien hanya sempat berinteraksi dengan anaknya ketika memberikan makan dan dengan keluarga dekatnya ketika berkunjung ke rumah. 3 bulan SMRS pasien mengalami peningkatan gejala seperti sering tampak bingung dan suka mengulang pembicaraan mengenai rekan kerjanya. Pasien pernah mengatakan bahwa ia melihat simbah dan kakak kandungnya yang telah meninggal mendatanginya. Pasien yang sebelumnya sering menolak berhubungan dengan suaminya, pada saat ini menjadi sering meminta berhubungan dengan suaminya.

(2)

sebelum perubahan perilaku, pasien pernah menjadi saksi pada saat rekan kerjanya mencuri. Pasien juga mengatakan bahwa merasa tidak cocok dengan pekerjaanya karena menghabiskan waktu berjam-jam. Pasien pernah berobat di RS Dewi Sri dan dilanjutkan rawat jalan di RS Jiwa Soerojo hingga pada Februari 2009. Pengobatan dilanjutkan di RSUD Wates dan kembali diberikan obat. Pasien minum obat secara rutin dan teratur. Pada tahun 2010, keluarganya merasa bahwa pasien sudah sembuh, sehingga tidak kembali kontrol dan putus obat.

o Hendaya / disfungsi : Hendaya sosial (+) Hendaya pekerjaan (+)

Hendaya dalam penggunaan waktu senggang (+) C. Riwayat gangguan sebelumnya

Pada tahun 2007, pasien mulai terjadi perubahan perilaku seperti berbicara banyak, diulang-ulang, tampak bingung, pandangan kosong, gerakannya seperti robot dan melihat mesin pabrik seperti bara api. Pasien juga sering menangis sendiri tanpa sebab. 1 bulan sebelum perubahan perilaku, pasien pernah menjadi saksi pada saat rekan kerjanya mencuri. Pasien juga mengatakan bahwa merasa tidak cocok dengan pekerjaanya karena menghabiskan waktu berjam-jam. Pasien pernah berobat di RS Dewi Sri dan dilanjutkan rawat jalan di RS Jiwa Soerojo hingga pada Februari 2009. Pengobatan dilanjutkan di RSUD Wates dan kembali diberikan obat. Pasien minum obat secara rutin dan teratur. Pada tahun 2010, keluarganya merasa bahwa pasien sudah sembuh, sehingga tidak kembali kontrol dan putus obat.

a. Riwayat penyakit terdahulu : Trauma kapitis (-) Kejang (-)

Tonsilitis (+)

b. Riwayat penggunaan zat psikoaktif (-)

D. Riwayat kehidupan pribadi dan aktivitas sosial Pendidikan terakhir : SMP

Pasien pernah bekerja sebagai buruh di pabrik tekstil dan potong ayam. E. Riwayat kehidupan keluarga :

Menikah.

Hubungan dengan keluarga : baik

Riwayat penyakit yang sama dalam keluarga : Kakak kandung pasien mengalami gangguan jiwa

F. Situasi hidup sekarang

Pasien tinggal serumah bersama dengan ibu, suami serta anak-anaknya. Pasien sebelumnya bekerja sebagai buruh potong ayam, namun karena perubahan perilakunya pasien pada saat ini tidak bekerja. Pada saat ini pasien sering shalat berkali-kali dalam 1 kali waktu shalat dan lama.

(3)

Tidak dapat dinilai

PEMERIKSAAN FISIK DAN NEUROLOGIS KU : Tampak sakit jiwa

VS : TD : (-)

PEMERIKSAAN STATUS MENTAL Deskripsi Umum

Penampilan : Seorang perempuan umur 39 tahun, wajah sesuai umur, rawat diri tampak buruk.

Perilaku dan aktivitas psikomotor : Stupor

Sikap terhadap pemeriksa : tidak kooperatif Kesadaran : Compos Mentis

Mood dan afek : Anhedonia dan tumpul Pembicaraan : Mutisme

Persepsi : halusinasi visual

Pikiran : Bentuk pikir : tidak dapat dinilai Isi pikiran : tidak dapat dinilai Progresi pikir : tidak dapat dinilai

Orientasi : Waktu : tidak dapat mengenal waktu dengan baik Tempat : baik

Orang : baik

Situasi : tidak dapat mengetahui situasi dengan baik Daya ingat : tidak dapat dinilai

Konsentrasi dan perhatian : dapat ditarik namun tidak dapat dicantum Kemampuan bahasa, membaca dan menulis : tidak dapat dinilai

Kemampuan visuospasial

(4)

RESUME

Pasien perempuan usia 39 tahun, tampak sakit jiwa, wajah sesuai umur, rawat diri buruk, dan tidak kooperatif datang dibawa oleh suaminya karena mengalami peningkatan gejala berupa mengamuk selama 3 hari. Pada 2 minggu SMRS, muncul gejala mutisme, rawat diri yang buruk, kehilangan minat dan nafsu makan menurun. Sejak 3 bulan SMRS, pasien mengalami peningkatan perilaku berupa hendaya sosial, hendaya pekerjaan, dan halusinasi visual. Perubahan tingkah laku muncul sejak 14 tahun yang lalu, seperti tampak bingung, pandangan kosong, gerakannya seperti robot dan muncul ilusi. Kakak kandung juga mengalami gangguan jiwa dan saat imi telah meninggal. Riwayat pengobatan pasien sejak tahun 2007 dan putus obat pada tahun 2010 karena dirasakan keluarga telah membaik. Saat ini pasien lebih sering diam, bingung, tidak ingin berkomunikasi dan beraktivitas. Pada saat pemeriksaan, pasien menampakkan mood anhedonia, afek tumpul, konsentrasi dan perhatian yang dapat ditarik namun tidak dapat dicantum, orientasi waktu dan situasi yang tidak baik dengan insight buruk. Faktor presipitasi pada pasien yaitu karena berhenti berobat dan dukungan keluarga yang kurang. Faktor predisposisi berupa faktor pekerjaan.

DIAGNOSIS

Aksis I : F 25.1. Gangguan skizoafektif tipe depresif Aksis II : tidak ada

Aksis III : tidak ada Aksis IV : . . . Aksis V : . . .

DD : F 20.3. Skizofrenia tak terinci (undifferentiated) F 20.4. Depresi pasca skizofrenia

PENATALAKSANAAN

Farmakoterapi : Clozapine 25 mg/day Haloperidol 4 mg/day

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang sudah diuraikan pada bab IV, maka dapat ditarik simpulan bahwa terdapat wujud prinsip kerja sama dalam tuturan perawat dan

Kecemasan yang dihadapi oleh klien rata-rata terjadi dalam fase ini. Namun, demi kebaikan dari klien maka fase ini tidak dapat dihindari dan harus disikapi dengan baik

Pada tahapan ini tidak sepenuhnya pasien gangguan jiwa skizofrenia bisa sembuh total atau kembali normal, namun pada tahapan ini dapat di

Perawat juga dapat mengendalikan situasi jika kondisi pasien sedang tidak kondusif dengan perilaku positif yang dilakukan perawat dengan menghargai pasien dan

Menurut teori psikodinamika, situasi kehidupan awal yang dapat menyebabkan perilaku homoseksual laki-laki adalah fiksasi yang kuat dengan ibu, tidak

Namun pada kenyataannya, tidak semua perawat dapat melakukan strategi koping dalam rangka menghadapi sumber atau situasi stres, hal itu terdeteksi dari hasil wawancara yang

Persepsi mas yarakat perawat sebagai “ one of us ”, yaitu orang yang berjasa, cekat an, perhatian kepada orang lain, bekerja dengan hati, dapat dipercaya,

Penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada perawat mengenai tingkat pengetahuan perawat tentang patient safety dalam menghindari kejadian tidak diharapkan pada