• Tidak ada hasil yang ditemukan

pertemuan 13 siklus transaksi bisnis siklus produksi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "pertemuan 13 siklus transaksi bisnis siklus produksi"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PERTEMUAN

13

SIKLUS

TRANSAKSI

BISNIS

:

SIKLUS

PRODUKSI

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Pada pertemuan ini akan dijelaskan mengenai Pengembangan sistem

informasi akuntansi. Anda harus mampu:

1. Memahami ruang lingkup siklus produksi

B. URAIAN MATERI

1. SIKLUS PRODUKSI

Siklus produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi

pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan

pembuatan produk. Tujuan dari siklus produksi adalah mengotorisasi semua

produksi dan perolehan aktiva tetap dengan baik, menjaga persediaan

barang dalam proses dan aktiva tetap, mencatat siklus produksi yang valid

dan sah, mencatat siklus produksi secara akurat dan melakukan setiap

aktivitas siklus produksi secara efisien dan efektif. (Romney dan Steinbart,

2012).Keberadaan sistem informasi akuntansi sangat penting dalam siklus

produksi.Dengan sistem informasi akuntansi membantu menghasilkan

informasi biaya yang tepat dan waktu kerja yang jelas untuk dijadikan

masukan bagi pembuat keputusan dalam perencanaan produk atau jasa yang

dihasilkan. Informasi tersebut baisanya akan menjelaskan tentang barang

yang akan dihasilkan, berapa harga pokok produk tersebut, dan bagaimana

perencanaan penyerapan dan alokasi sumber daya yang diperlukan, dan yang

sangat penting adalah bagaimana merencanakan dan mengendalikan biaya

produksi serta evaluasi kinerja terhadap produktivitas yang dihasilkan.

Pada saat pengambilan keputusan, biasanya dibutuhkan banyak bahan

informasi secara lebih rinci tentang biaya dibandingkan data yang dibutuhkan

untuk membuat laporan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi

(2)

produksi yang mencakup data tentang biaya dan sumber daya yang tersedia

untuk dijadikan bahan pengambilan keputusan.

Siklus produksi bertujuan agar semua produksi dan perolehan aktiva

tetap diotorisasi dengan baik, persediaan barang dalam proses dan aktiva

tetap dijaga keamannya, semua transaksi siklus produksi yang valid dan sah

akan dicatat, semua transaksi siklus produksi dicatat dengan akurat, catatan

yang akurat dipelihara dan dilindungi dari kehilanagan, serta aktivitas siklus

produksi dilakukan secara efisien dan efektif.

2. Aktivitas – Aktivitas Siklus Produksi

Peranan akuntan perusahaan dalam kegiatan siklus produksi

umumnya berada pada siklus akuntansi biaya, namun peranan lain tetap

dituntut kepada mereka untuk saling terkoordinasi dengan siklus lain,

terutama dalam memahami proses informasi pada siklus lain, seperti pada

siklus desain produk, siklus perencanaan, serta siklus operasi produksi.

Kegiatan ini dibutuhkan agar sistem informasi akuntansi dapat menghasilkan

informasi penting dan bernilai bagi perusahaan.

Terdapat empat aktivitas dasar dalam siklus produksi, yaitu:

1) Desain Produk

Desain produk merupakan langkah pertama dalam siklus

produksi.Aktivitas ini bertujuan membentuk atau merancang sebuah

produk sesuai dengan pesanan dan memenuhi permintaan dalam hal

kualitas, ketahanan fungsi produk, dapat meminimalkan biaya

produksi.Aktivititas ini menciptakan dua dokumen utama, yaitu daftar

bahan baku yang menyebutkan nomor bahan baku, deskripsi, serta

jumlah masing-masing komponen bahan baku yang digunakan dalam satu

unit produk jadi dan daftar operasi yang menyebutkan kebutuhan tenaga

kerja serta mesin yang diperlukan untuk memproduksi produk tersebut.

Peran akuntan sangat penting dalam aktivitas ini karena 65 hingga

(3)

akuntan dapat memberikan informasi yang menunjukkan bagaimana

berbagai desain dapat mempengaruhi biaya produksi suatu lini

produk-produk yang berkaitan dengan meningkatkan jumlah komponen bersama

yang digunakan dalam masing-masing produk. Dengan memberikan data

mengenai biaya perbaikan dan jaminan yang terkait dengan produk yang

ada, dapat berguna untuk mendesain produk yang lebih baik.

2) Perencanaan dan Penjadwalan

Langkah kedua dalam siklus produksi adalah perencanaan dan

penjadwalan.Tujuan dari langkah ini adalah mengembangkan rencana

produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan

mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan

persediaan barang jadi.

Terdapat dua metode perencanaan produksi yang umum

digunakan, yaitu Perencanaan Sumber Daya Produksi (Manufacturing

Resource Planning (MRP)) dan Sistem Produksi Just-In-Time (JIT). MRP

adalah kelanjutan dari perencanaan sumber daya bahan baku yang

mencari keseimbangan antara kapasitas produksi yang ada dan

kebutuhan bahan baku untuk memnuhi perkiraan permintaan penjualan.

Sistem MRP sering disebut sebagai Push Manufacturing, karena

barang diproduksi sebagai ekspektasi atas permintaan pelanggan,

sedangkan Just-In-Time (JIT) adalah meminimalkan atau menekan

persediaan bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi. JIT sering

kali disebut sebagai Pull Manufacturing, karena barang diproduksi sebagai

tanggapan atas permintaan pelanggan. Jadi metode ini hanya berproduksi

apabila ada pesanan dari pelanggan (pesanan jangka pendek)

Jadwal Induk Produksi (Master Production Schedule – MPS)

menspesifikasikan beberapa banyak produk akan diproduksi selama

periode perencanaan dan kapan produksi tersebut harus dilakukan.

Permintaan bahan baku memindahkan pengeluaran jumlah bahan baku

yang dibutuhkan dari gudang ke lokasi pabrik, tempat bahan tersebut

(4)

pembuatan, dan berdasarkan pada daftar bahan baku, nomor barang

serta jumlah semua bahan baku yang dibutuhkan. Perpindahan

selanjutnya dari bahan baku di sepanjang pabrik akan didokumentasikan

dalam bentuk kartu perpindahan, yang mengidentifikasikan

bagian-bagian yang dipindahkan, lokasi perpindahannya serta waktu

perpindahan.

Peran akuntan dalam aktivitas ini yaitu memastikan bahwa SIA

mengumpulkan dan melaporkan biaya secara konsisten dengan teknik

perencanaan produksi perusahaan.Para akuntan juga membantu

perusahaan memilih antara MRP atau JIT, untuk melihat manakah yang

lebih tepat untuk perencanaan dan penjadwalan produksi perusahaan.

3) Operasi Produksi

Langkah ketiga dalam siklus produksi adalah produksi actual

produk.Cara aktivitas ini dicapai sangat berbeda diberbagai perusahaan.

Perbedaan tersebut berdasarkan jenis produk yang diproduksi dan tingkat

otomatisasi yang digunakan dalam proses produksi. Penggunaan berbagai

teknologi informasi dalam proses produksi, seperti mesin yang

dikendalikan oleh computer, disebut sebagai Computer Intergrated

Manufacturing (CIM). Metode ini digunakan untuk mengurangi biaya

produksi.Para akuntan tidak diminta untuk menjadi ahli dalam setiap segi

CIM, tetapi mereka harus memahami bagaimana hal tersebut

mempengaruhi SIA.Salah satu pengaruh CIM adalah pergeseran dari

produksi missal ke produksi sesuai pesanan.

Walau sifat proses produksi dan keluasan CIM dapat berbeda

diberbagai perusahaan, namun setiap perusahaan membutuhkan data

mengenai empat segi berikut, yaitu bahan baku yang digunakan, jam

tenaga kerja yang digunakan, operasi mesin yang dilakukan, serta biaya

overhead produksi lainnya yang terjadi selama proses produksi

berlangsung.

(5)

Langkah terakhir dalam siklus produksi adalah akuntansi

biaya.Sistem informasi akuntansi biaya berfungsi mengumpulkan biaya

berdasarkan klasifikasi, kemudian membebankan biaya tersebut ke

produk tertentu dari unit departemen terkait. Pada tahap ini, dibutuhkan

keseriusan dalam pemberian nomor pada data biaya selama proses

pendataan, sebab sering terjadi kesalahan pengalokasian biaya yang sama

pada produk yang berbeda.

Sebagian besar perusahaan menggunakan perhitungan biaya

pesanan dan proses untuk membebankan biaya produksi. Perhitungan

biaya pesanan membebankan biaya ke bagian produksi tertentu, atau

pekerjaan tertentu dan digunakan ketika produk atau jasa yang dijual

terdiri dari bagian-bagian yang dapat diidentifikasikan secara terpisah.

Sebaliknya, perhitungan biaya proses membebankan biaya ke setiap

proses, dan kemudian menghitung biaya rata-rata untuk semua unit yang

diproduksi. Perhitungan ini digunakan ketika produk atau jasa yang

hampir sama diproduksi dalam jumlah masal dan unit terpisah tidak

dapat dengan mudah diidentifikasi.

Pilihan perhitungan berdasarkan pesanan atau proses hanya

mempengaruhi metode yang digunakan untuk membebankanm

biaya-biaya tersebut ke produk, bukan pada metode pengumpulan data. Kedua

sistem tersebut membutuhkan akumulasi dan mengenai empat jenis

biaya, yaitu:

Bahan Baku

Ketika produksi dimulai, pengeluaran permintaan bahan baku

memicu debit barang dalam proses untuk bahan baku yang dikirim

ke bagian produksi.

Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)

Kartu kerja adalah sebuah dokumen kertas yang digunakan

untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas pekerja. Dokumen

ini mencatat jumlah waktu yang digunakan seorang pekerja untuk

(6)

ini dengan menggunakan terminal online di setiap bengkel kerja

pabrik.

Mesin dan Peralatan

Ketika perusahaan mengimplementasikan CIM untuk

mengotomatisasi proses produksi, proporsi yang lebih besar dari

biaya produksi berhubungan dengan mesin dan peralatan yang

digunakan untuk membuat produk tersebut.

Overhead Pabrik

Semua biaya produksi yang tidak secara ekonomis layak

untuk ditelusuri secara langsung ke pekerjaan atau proses

tertentu.

Untuk Aktiva Tetap, SIA juga dapat mengumpulkan informasi

tentang gedung, pabrik, dan peralatan yang digunakan dalam siklus

produksi. Aktiva tetap harus diberi kode garis untuk memungkinkan

pembaruan yang cepat dan periodik atas database aktiva tetap.

Informasi minimum yang seharusnya dijaga mengenai aktiva tetapnya

yaitu Nomor Identifikasi, Nomor Seri, Lokasi, Biaya, Tanggal

Perolehan, Nama dan Alamat pemasok, Umur yang diharapkan, Nilai

sisa yang diharapkan, Metode Penyusutan, Beban Penyusutan ke

tanggal Perbaikan, dan Kinerja Service Pemeliharaan.

Pada awalnya desain produk akan membuat desain seperti apa

produk yang akan dijual. Kemudian ia akan membuat daftar bahan

baku apa saja yang dibutuhkan untuk membuat produk tersebut dan

memberikan daftar bahan baku kepada bagian perencanaan. Bagian

perencanaan akan mengajukan pembelian bahan baku yang nantinya

akan masuk kedalam siklus pengeluaran. Lalu bahan baku tersebut

akan diberikan keada operasi produksi, dan akan diproses yang

menghasilkan barang dalam proses. Barang dalam proses tersebut

serta biaya-biaya yang dikeluarkan seperti biaya pembelian bahan

(7)

Selanjutnya barang dalam proses akan masuk kembali ke bagian

perencanaan untuk diproses kembali kedalam bagian operasi

produksi. Setelah menjadi barang jadi, produk tersebut akan dicatat

oleh akuntansi biaya sebagai barang siap dijual yang akan dimasukkan

ke dalam gudang untuk dijual dan dipasarkan. Seluruh biaya yang

dikeluarkan selama proses produksi akan dicatat oleh akuntansi biaya

dan akan dilaporkan kepada jajaran pimpinan perusahaan.

3. Pengendalian Siklus Produksi

Sistem Informasi Akuntansi yang didesain dengan tepat dapat

memberikan pengendalian yang berarti bagi pelaksanaan siklus produksi.

Pengendalian yang terkait dalam siklus produksi meliputi kegiatan adanya

otorisasi yang jelas terhadap perolehan aktiva tetap dan produk yang

dihasilkan, perlindungan terhadap persediaan barang dalam proses dan

aktiva tetap, pencatatan terhadaptransaksi siklus produksi yang dilakukan

secara valid. Adanya perlindungan dan pemeliharaan dari pencurian terhadap

catatan penting siklus produksi, serta yang terpenting adalah siklus produksi

dapat dilakukan secara efektif dan selektif.

Berdasarkan kegiatan siklus produksi tersebut , berikur ini merupakan

bentuk pengendalian yang dilakukan dalam siklus produksi:

1) Pengendalian Desain Produk

Desain produk yang dibuat tanpa menggunakan perencanaan yang

matang dapat mendatangkan kerugian bagi perusahaan. Penggunaan

bahan baku khusus utnuk produk yang sama dapat meningkatkan biaya

pembelian dan pemeliharaan bahan baku. Ancaman ini harus

diperhatikan secara serius dengan cara menganalisis setiap informasi

tentang tingginya biaya terhadap desain produk yang dihasilkan.

Meskipun menggunakan bahan khusus dalam desain produk, dan apabila

mengalami kegagalan, maka dapat diperbaiki dengan data yang akurat

melalui jaminan biaya dan perbaikan.

(8)

Ancaman yang biasanya muncul pada perencanaan siklus produksi

adalah kelebihan produksi atau kekurangan produksi.Kelebihan produksi

dapat berakibat pada tingginya biaya penyimpanan. Dan apabila

kekurangan produksi, maka dapat berdampak kepada kekecewaan

pelanggan yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap arus kas

perusahaan.

Untuk mengatasi ancaman tersebut adalah perusahaan

melakukan perencanaan produk yang lebih baik lagi dan tepat sesuai

dengan evaluasi yang berulang-ulang terhadap analisis daya beli

pasar.Kemudian bersikap selektif dalam menentukan perolehan aktiva

tetap serta pengendalian pemakaian pemakaian anggaran secara ketat.

3) Pengendalian Operasi Produksi

Pada perusahaan manufaktur, aktivitas produksi dalam siklus

produksi dapat menimbulkan pencurian terhadap persediaan perusahaan

dan kehilangan aktiva tetap.Adanya selisih antara persediaan yang

disimpan di gudang dengan yang ada di filekomputer dapat mengganggu

kelancaran produksi. Demikian pula dengan kehilangan aktiva tetap yang

akan mengakibatkan terjadinya selisih pencatatan aktiva tetap tersebut.

Tindakan yang dilakukan adalah membatasi akses langsung ke

penyimpanan persediaan dan ke aktiva tetap. Lakukan pencatatan yang

teratur dan cermat setiap perpindahan persediaan selama proses

produksi. Lakukan pengidentifikasian setiap aktiva tetap yang dimiliki dan

selidiki kembali setiap transaksi yang berhubungan dengan penutupan

penyudutan aktiva tetap.

Menjaga persediaan agar tetap aman adalah melakukan

pemisahan tanggung jawab yang tegas kepada setiap petugas yang

terlibat.Mereka tidak boleh memberikan otoritas rangkap setiap

pengeluaran persediaan.Untuk menjamin keamanan aktiva tetap, lakukan

penjaminan asuransi untuk menghindari terjadinya resiko yang lebih

besar.

(9)

Pengendalian terhadap akuntansi biaya disebabkan karena

terdapat ancaman dalam pencatatan.Kesalahan pencatatan terjadi ketika

memasukkan data saat dilakukannya analisis pembiayaan.Kesalahan ini

berakibat pada data biaya yang tidak akurat, biaya produksi yang tinggi,

serta terjadinya pemborosan anggaran.

Prosedur pengendalian yang dilakukan adalah dengan mengedit

entri data yang akurat, yaitu mengotomatisasikan pengumpulan data

atau melalui terminal on-line.Hanya karyawan tertentu saja yang dapat

menggunakan database dan karyawan tersebut harus memiliki ID atau

Password. Melakukan update data setiap saat dari data yang tercantum

dengan menggunakan metode fisik secara periodik.

5) Pengendalian Ancaman Umum

Pengendalian terhadap ancaman umum dalam siklus produksi

ditimbulkan oleh kehilangan data dan kinerja yang tidak baik.Kehilangan

data merupakan ancaman yang harus diantisipasi sejak dini.Penyebabnya

bisa dari kelalaian pegawai atau bisa juga karena sistem jaringan yang

rusak.Untuk mengatasinya, siapkan file data cadangan setiap selesai

meng-update data, misalnya data produksi yang dalam pekerjaan atau file

persediaan.Siapkan salinan data dan simpan pada tempat yang aman,

batasi akses ke data biaya supaya tidak mudah diubah oleh pihak yang

tidak berkepentingan.

Kinerja yang tidak baik dapat mengakibatkan tidak efisiennya

pekerjaan atau kecelakaan kerja. Pegawai yang bertanggung jawab

dengan tugasnya sesuai dengan hak-hak yang diterimanya akan

mengurangi perusahaan dari pemborosan biaya operasional. Kegiatan

produksi harus diawasi dengan ketat untuk mengurangi penyimpangan

dari standar yang ditetapkan.Sistem informasi akuntansi memiliki peran

untuk mengendalikan kinerja ini dengan memberikan informasi kinerja

produksi.

(10)

C. LATIHAN SOAL / TUGAS

4. Jelaskan yang dimaksud dengan Produksi !

5. Jelaskan aktivitas – aktivitas dari siklus Produksi !

6. Sebutkan ancaman – ancama dari siklus Produksi!

D. DAFTAR PUSTAKA

Referensi buku:

1. TMbooks, Sistem Informasi Akuntansi – Konsep dan Penerapan, penerbit Andi, 2015. 2. Marshall B. romney dan paul john steinbart, Accounting Information System, edisi

sembilan buku satu, penerbit salemba empat

Referensi

Dokumen terkait

produksi Berita Jogja dari perencanaan hingga on air , sehingga menghasilkan berita yang sarat informasi dan dibutuhkan oleh

Penggunaan sistem informasi akuntansi atas siklus pengeluaran yang selama ini diterapkan Garnis Silver and Plated masih memiliki beberapa permasalahan, seperti desain produk

Didalam dunia perikanan kualitas merupakan faktor penting agar proses bisnis yang dijalankan oleh perusahaan, manager produksi harus mempunyai perencanaan yang baik

 Perencanaan produksi : aktivitas untuk menetapkan produk yang diproduksi, jumlah yang dibutuhkan, kapan produk tersebut harus selesai dan sumber-. sumber

ANALISIS DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PRODUKSI DAN MANAJEMEN PERSEDIAAN (STUDI KASUS PADA PERCETAKAN

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penting bagi Perusahaan Kripton Gama Jaya untuk menerapkan sistem informasi akuntansi berbasis komputer agar dapat menghasilkan informasi

Untuk menghasilkan produk yang berkualitas, pengendalian kualitas selama proses produksi berlangsung sangat berperan penting dalam menjaga kualitas produk agar dapat mengurangi

Sistem informasi siklus produksi mengintegrasikan data operasional dan keuangan dari banyak sumber untuk mendukung aktivitas