PERBANDINGAN ANTARA MAHASISWA AKFARNAS YANG TINGGAL DI KODYA SURAKARTA DENGAN MAHASISWA AKFARNAS YANG TINGGAL DI LUAR KODYA SURAKARTA UNTUK MEMINUM AIR
Pengantar
Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Penggunaan air yang utama dan sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air minum. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan air dalam tubuh. Menurut Notoadmodjo (2003), sekitar 55 . 60% berat badan orang dewasa terdiri dari air, untuk anak-anak sekitar 65% dan untuk bayi sekitar 80%. Kebutuhan sehari-hari terhadap air berbeda-beda untuk tiap tempat dan tingkatan kehidupan. Semakin tinggi taraf kehidupan, semakin meningkat jumlah kebutuhan akan air. Air minum merupakan kebutuhan manusia paling penting. Kebutuhan air minum setiap orang bervariasi dari 2,1 liter hingga 2,8 liter per hari, tergantung pada berat badan dan aktivitasnya. Namun, agar tetap sehat, air minum harus memenuhi persyaratan fisik, kimia, maupun mikrobiologi. Menurut WHO dalam Depkes (2006) beberapa data menyebutkan bahwa volume kebutuhan air bersih bagi penduduk rata-rata di dunia berbeda. Di Negara maju, air yang dibutuhkan adalah lebih kurang 500 liter/orang/hari, sedangkan di Indonesia (kota besar) sebanyak 200 . 400 liter/orang/hari dan di daerah pedesaan hanya 60 liter/orang/hari.
dikonsumsi. Namun, harga AMDK dari berbagai merek yang terus meningkat membuat konsumen mencari alternatif baru yang murah. Air minum isi ulang (AMIU) menjadi pilihan yang lain. Air minum jenis ini dapat diperoleh di depot-depot dengan harga sepertiga lebih murah dari produk air minum dalam kemasan yang bermerek. Karena itu banyak rumah tangga yang beralih pada layanan ini. Hal inilah yang menyebabkan air minum isi ulang bermunculan. Keberadaan air minum isi ulang terus meningkat sejalan dengan dinamika keperluan masyarakat terhadap air minum yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi. Seiring dengan bertambahnya kesibukan masyarakat, terutama diperkotaan, masyarakat cenderung memilih produk yang serba praktis, termasuk juga untuk urusan minuman, sedangkan dengan masyarakat yang tinggal di pedesaan mereka lebih cenderung untuk merebus sendiri air yang akan dikonsumsi. Dari masalah tersebut peneliti tertarik untuk membandingkan kebiasaan minum minuman kemasan bermerek pada mahasiswa AKFARNAS yang tinggal di kodya Surakarta dengan mahasiswa AKFARNAS yang tinggal diluar kodya Surakarta. Masalah yang akan dibahas dalam paper ini adalah : i) berapa banyak mahasiswa AKFARNAS yang tinggal di kodya Surakarta untuk minum air kemasan bermerek? ii) berapa banyak mahasiswa AKFARNAS yang tinggal di luar kodya Surakarta untuk minum air kemasan bermerek?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara jumlah mahasiswa AKFARNAS yang memiliki kebiasaan minum minuman kemasan bermerek yang tinggal di kodya Surakarta dengan mahasiswa AKFARNAS yang memiliki kebiasaan minum minuman kemasan bermerek yang tinggal diluar kodya Surakarta.
Metode
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Data yang
diperoleh berupa jumlah mahasiswa AKFARNAS yang tinggal diluar kodya yang memiliki kebiasaan minum minuman kemasan bermerek, dan jumlah mahasiswa
mahasiswa AKFARNAS tingkat 2 kelas A2 yang berumur antara 19-21 tahun pada tanggal 22 Februari tahun 2014.
Hasil dan Pembahasan
Ada dua masalah yang akan dibahas dalam bagian ini. Masalah yang pertama
adalah berkaitan dengan jumlah mahasiswa AKFARNAS yang memiliki kebiasaan minum minuman kemasan bermerek, dan masalah kedua berkaitan dengan domisili dari
mahasiswa AKFARNAS yang memiliki kebiasaan minum minuman kemasan bermerek apakah di dalam atau di luar kodya Surakarta. Kedua masalah tersebut akan diuraikan secara detail dalam alinea berikut.
Berkaitan dengan masalah yang pertama, jumlah mahasiswa AKFARNAS yang memiliki kebiasaan minum minuman kemasan bermerek, berdasarkan hasil survey didapatkan jumlah mahasiswa yang memiliki kebiasaan minum minuman kemasan bermerek adalah sebanyak 11 orang dari 34 mahasiswa atau 31%. Dari 11 orang tersebut, 3 orang berjenis kelamin laki laki dan 8 lainnya berjenis kelamin perempuan.
68% 9%
24%
Perbandingan jumlah mahasiswa akfar yang minum minuman kemasan bermerek
tidak minum kemasan bermerek minum kemasan bermereklaki laki perempuan
Berkaitan dengan masalah kedua terkait domisili dari mahasiswa AKFARNAS
mahasiswa yang tinggal di luar kodya surakarta0 1
2 3 4 5 6 7 8
perempuan laki laki
Dari data data diatas, didapatkan hasil bahwa mahasiswa AKFARNAS yang berdomisili di kodya Surakarta lebih banyak yang memiliki kebiasaan minum minuman
kemasan bermerek dibandingkan dengan mahasiswa AKFARNAS yang berdomisili diluar kodya Surakarta.
Penutup