• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 Teori Aliran Air Tanah1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "5 Teori Aliran Air Tanah1"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

ALIRAN AIR TANAH

(2)
(3)
(4)

 Aliran air tanah bisa merupakan satu atau lebih dari sub-sistem dan tidak lagi tertutup, karena sistem tertutup itu dipotong pada suatu bagian tertentu dari seluruh sistem aliran.

 Transportasi aliran di luar bagian aliran air tanah merupakan masukan dan keluaran dari sub sistem aliran air tanah tersebut.

 Demikian pula aliran air permukaan dapat

merupakan satu atau lebih dari subsistem dan tidak lagi tertutup, karena sistem tertutup itu dipotong pada suatu bagian tertentu dari

(5)
(6)

Tipe hujan menurut Mason (1975) ada

beberapa jenis hujan, antara lain:

Tipe hujan menurut Mason (1975) ada

beberapa jenis hujan, antara lain:

1. Hujan konvektif

Merupakan tipe hujan untuk daerah

tropis, yang disebabkan oleh naiknya

udara yang lebih padat dan dingin.

(7)

2.Hujan Orografk

 Merupakan hujan yang dihasilkan dari

(8)

3. Hujan siklonik

Merupakan hujan yang dihasilkan dari pergerakan massa udara dari daerah bertekanan tinggi, ke daerah bertekanan rendah. Perbedaan tekanan ini disebabkan oleh pemanasan yang tidak sama dari permukaan bumi.

(9)

Menurut Mason (1975), bentuk-bentuk presipitasi antara lain:

1. Gerimis

Ialah tetes cair air yang tipis dengan diameter < 0,5 mm, intensitas <

I mm/jarn.

2. Hujan

Tetes cair air dengan diameter > 0,5 mm. Curah hujan umumnya

disebut dalam 3 intensitas yaitu :

Ringan : intensitas sampai 2,5 mrn/jarn; Sedang : intensitas 2,8-7,6 mn/jam;

Berat : intensitas lebih dari 7,6 mm/jam;

3. Hujan yang bercampur es dan salju (sieel) merupakan butir bola-bola es bundar tembus cahaya, yang berasal dari

(10)

3. Salju

Campuran kristal-kristal es yang sebagian besar dalam bentuk konpleks, berbentuk heksagonal bercabang, dan sering bergumpal dalam kumpulan salju, yang diameternya dapat tnencapai beberapa

inci.

4.Hujan Es

(11)

 Air hujan yang jatuh ke tanah akan terserap

oleh tanah, yang kemudian akan mengisi sistem akuifer menjadi air tanah.

 Dalam proses pengisian air tanah

memerlukan media yang tebagi menjadi dua media, yaitu media pori yang merupakan media primer dan media sekunder yang sering disebut dengan media rekahan.

(12)

 Media pori merupakan media pengisian air tanah, di

mana air meresap melalui ruang antar butir tanah. Besar kecilnya pengisian air tanah melalui media pori dipengaruhi oleh karakteristik tanah/batuan yang meliputi porosity, ukuran butir dan keterhantaran hidraulik.

 Karakteristik tanah/batuan tersebut akan

mempengaruhi besar kecilnya tambatan jenis (specifc retention) yakni kapasitas lapang yang dinyatakan sebagai presentase volume dan serahan jenis (specifc yield) yakni bandingan volume airtanah yang dapat diperoleh dari suatu tanah/batuan akibat gaya berat terhadap volume tanah/batuan itu sendiri.

(13)

Beberapa hal yang penting tentang tanah/batuan yang terkait dengan pengisian air tanah antara lain, klasifkasi tanah/batuan, kerapatan relatif, ukuran butiran, dan koef lengkungan (ASCE, 1987).

l. Klasifkasi tanah

Klasifkasi tanah/batuan tergantung pada persentase jumlah kerikil ,pasir, lanau, dan lempung. Secara sederhana berdasarkan ukuran diameter butirnya tanah/batuan

(14)

Klasifkasi tanah/batuan

Klasifkasi tanah/batuan

No Jenis Tanah/batuan Ukuran

1 Lempung < 0.002 mm

(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)

Kerapatan Relatif Retative Density

(D

r

)

Kerapatan relatif adalah kerapatan butir tanah/batuan relatif terhadap kepadatan maksimurn dan minirnum hasil tes laboratorium (Linderburg, 1999). Kerapatan relatif menunjukkan derajat kerapatan dari tanah/batuan berbutir kasar (kerikil dan pasir) dan didefnisikan sebagai

Dimana :

e = angka pori dari contolr tanah/batuan yang bersangkutan emax = angka pori terbesar yang bisa dicapai di

(22)

Istilah kerapatan ada tiga (Wesley, 1973):

 Lepas (loose) Dr = 0 – 0,33

 Sedang (medium) Dr = 0,33 - 0,67

 Padat (dense ) Dr= 0,67 - 1,0

Ukuran Butir Efektif (Efective Grain Size) d10

 Menunjukkan ukuran butir di mana l0 %

(23)

Rata-rata Ukuran Butir

Menunjukkan ukuran butir di mana 50 %o dari berat material yang ada lebih kecil daripada ukuran butir tersebut.

KoefsienKeseragaman

(24)

Koefsien Gradasi (Coffient of

Gradation)

Koefsien gradasi disebut juga koefsien kelengkungan (Linderburg, 1999). Koefsien gradasi (Cc) menggunakan diameter 30 % dan 60 % dari besar butir sebagai D30 dan

D60.

(25)

Media Rekahan (Fracture Media)

Media rekahan merupakan salah satu media dalam pengisian air tanah selain media pori. Media rekahan biasanya disebabkan oleh peristiwa-peristiwa alam, seperti proses pendinginan (cooling), lipatan (folding), patahan (faulting), perubahan cuaca, ataupun karena reaksi kimia (ASCE, 1987).

(26)

Kesarangan (Porosity)

Kesarangan didefnisikan sebagai

perbandingan isi ruang antar butir dibagi total isi suatu material tanah/batuan

(27)

 Rasio rongga (void ratio, e) dapat

didefnisikan sebagai perbandingan isi ruang antar butir tanaf/batuan (vv)

terhadap isi butir tanah/batuan (vs) (Linderburg, 1999).

 Besarnya kesarangan (porosity) untuk jenis

tanah/batuan di bawah ini:Material Nilai n

(28)

Tambatan Jenis (Spefiff Retention)

Tambatan jenis merupakan kapasitas lapang/jenuh batuan untuk menahan air setelah drainase, di mana volume air tertahan merupakan persentase dari total volume batuan. Jumlah air yang akan dibuang dari batuan tergantung pada durasi drainase, suhu, kandungan kimia, sifat fsik batuan (Karanth, 1987).

(29)

dimana:

S = tambatan jenis, dalam persen

V.= volume air yang terkandung karena gravitasi V = volume total batuan

 Selain cara di atas, dapat juga dilakukan dengan

menggunakan alat centrifuge. Sampel jenuh air dan subyek diputar selama satujam dengan putaran rata-rata mencapai 1000 kali dari gaya gravitasi. Presentasi volume merupakan hasil perkalian antara kandungan sisa, kandungan yang ada di alat centrifuge (moisture equivalent), berat kering material dan dibagi oleh berat air yang terkandung, dapat dirumuskan sebagai berikut (Karanth, 1987)

=

100

(30)

dimana:

S = tambatan jenis, dalam persen volume Me = moisture equivalent, dalam persen berat Nr = bandingan Sr/Me,

Pd = kerapatan materil kering Pw = kerapan air

=

�� �� ��

��

(31)

Serahan jenis (Spefiff Yield)

Parameter kesimpanan jenis (specifc storativity) digunakan untuk akuifer yang dibatasi oleh dua lapisan kedap air seperti yang terjadi pada akuifer tertekan.

Referensi

Dokumen terkait

Parameter yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan nilai evaluasi setiap individu (fitness) pada kasus MDCVRP pada penelitian ini adalah total jarak tempuh yang dilalui

(3) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggar- an hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9

Kondisi geologi, yang meliputi jenis batuan penyusun dan tanah pelapukannya, kekuatan tanah dan batuan penyusun, kemiringan lereng, serta kandungan air di dalam

Most successful learning takes place outside the classroom and not everything can be taught in classroom. kebanyakan pembelajar yang sukses adalah pembelajar mandiri

(1) Dalam hal PNS yang dinilai keberatan atas hasil penilaian maka PNS yang dinilai dapat mengajukan keberatan disertai dengan alasan-alasannya kepada atasan pejabat

umum, berat volume tanah adalah perbandingan antara berat tanah (termasuk butiran dan air) dengan volume total tanah (termasuk udara, air.. ) : perbandingan antara berat

Hal ini juga terlihat dalam Nawa Cita Pemerintahan Joko Widodo yang ketiga “membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam

Sering kali metode-metode yang ada kurang dapat diterapkan dalam pemantauan jenis- jenis satwa yang menjadi satwa kunci taman-taman nasional di Indonesia karena keterbatasan