• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komik Assalamualaikum Beijing Praktik Ad

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Komik Assalamualaikum Beijing Praktik Ad"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Assalamualaikum Wr. Wb

Hadirin yang berbahagia,

Pada kesempatan yang berbahagia ini pertama-tama marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan mengerjakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Disamping itu marilah kita bersyukur kepada-Nya atas segala rahmat, ni’mat, taufi serta hidayah-Nya yang telah dicurahkan kepada kita sekalian, sehingga pada kesempatan kali ini kita bisa berkumpul dan

menghadiri acara ini untuk memperingati tahun baru Hijriyah atau lebih tepatnya memperingati 1 Muharram 1436 H.

Hadirin yang saya hormati,

Pidato yang akan saya sampaikan ini menerangkan tahun baru Islam. Untuk menghadapi tahun baru Islam ini kita harus pandai-pandai mengoreksi pada diri kita masing-masing. Bagaimana hasil amal perbuatan yang telah kita lakukan, apakah sudah baik atau masih buruk. Apabila sudah baik kita tingkatkan dan apabila masih banyak kekurangan atau masih ada kejelekan bisa kita perbaiki lagi.

Sebagai frman Allah SWT pada Surat Al-Hasyr : 8 yang artinya sebagai berikut:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaiwalah kalian kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang sudah dilakukan untuk hari esok”

Ayat tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa kita dianjurkan supaya takut kepada Allah dan mengoreksi diri kita masing-masing atas segala

perbuatan yang telah kita lakukan untuk menghadapi hari esok (hidup di akherat kelak).

Hadirin yang saya hormati,

Khalifah Umar Bin Khatab R.A telah menetapkan perhitungan tahun Islam yang sangat populer disebut tahun Hijriyah. Sebab tahun pertamanya ditetapkan mulai hijrahnya Rasulullah SAW dari kota Makkah kekota Madinah yaitu pada tahun 622 Masehi.

(2)

Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sebagai momentum yang paling tepat untuk menentukan awal tahun Islam. Karena peristiwa tersebut mengandung ma’na yang sangat penting bagi ummat Islam khususnya dan bagi ummat manusia umumnya.

Hadirin yang berbahagia dan saya hormati,

Kita juga diperintahkan berhijarah sebagaimana Rasulallah SAW diperintahkan hijrah. Hanya saja hijrah yang harus kita lakukan sekarang ini adalah disebut hijrah ialbiyah, yaitu berusaha memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri. Berusaha supaya masa depan kita lebih baik dari masa yang lalu. Hendaklah hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Maka peristiwa hijrah Rasul tersebut marilah kita jadikan sebagai promotor atau pendorong untuk melakukan hijrah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kemusyrikan menuju ketauhidan, dari kebodohan menuju kemajuan dan dari kemiskinan menuju kecukupan.

Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan pidato ini disertai hidayah dan ridha Allah serta kita diberi panjang umur yang bisa kita pergunakan untuk beramal baik. Amiiin

(3)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Silahkan pilih contoh mukodimah pidato yang anda sukai) Hadirin sekalian yang berbahagia,

Dengan memanjatkan rasa puja dan puji syukur kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan rahmat-Nya kita ditakdirkan oleh-Nya berkumpul ditempat ditempat ini tanpa ada halangan suatu apapun.

Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad saw, karena beliaulah yang menyebarkan agama Islam sampai ke penjuru pelosok dunia, sehingga kita bisa membedakan mana yang haq dan bathil.

Hadirin sekalian yang kami hormati,

Dalam pergaulan sehari-hari sang anak haruslah bisa menempati posisi yang terbaik terhadap ibu, bapak, karena peran orang tua sangat menentukan terhadap putra putrinya. Besar sekali jasa orang tua terhadap putra-putrinya. sementara orang tua tak memperhatikan sama sekali imbalan jasa dari anaknya. Orang tualah sebagai tumpuan harapan. Dengan penuh kasih sayang orang tua terhadap putra-putrinya, memelihara anak mulai sejak hamil bahkan sampai usia kita sekolah ini masih terus membutuhkan berbagai macam keperluan dari orang tua.

Kalau kita merenung, akan jasa-jasa terhadap orang tua kita, maka langkah yang perlu kita terapkan kepada beliau, tiada lain hanyalah sang anak harus taat dan patuh selama perintahnya itu tidak menyimpang dari syariat Islam. dan bila perintah itu melanggar syariat Islam, maka anak boleh menolak dengan cara yang halus, dan penuh hormat.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Berkaitan dengan hal di atas, maka Nabi saw. menjelaskan dalam hadis yang berbunyi:

"Maukah saya beritahukan tentang tiga dosa besar, sahabat menjawab: Baiklah ya, Rasulullah. Kemudia Rasulullah bersabda: Menyekutukan Allah. durhaka kepada dua ibu bapak, tadinya menyandar lalu beliau tegak duduk sambil berkata; camkan, dan saksi palsu dan perkataan bohong. Maka beliau mengulangi persaksian palsu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi beigut jelas, bahwasanya mendurhakai kepada Ibu dan Bapak merupakan dosa besar. Untuk menghindari agar supaya kita tidak termasuk anak yang durhaka kepadanya, maka dalam pergaulan sehari-hari haruslah dengan rasa sopan santun dan penuh dengan hormat, dan hal ini kita kerjakan dengan ikhlas semata-mata mencari Ridho Allah swt. Ingat! bahwasanya keridhaan Allah tergantung keridhoan kedua orang tua, dan murka Allah juga tergantung murka kedua orang tua, apa arti berbagai macam kebaikan kita lakukan, tapi sementara dengan orang tua selalu bermusuhan dalam kehidupan ini, Naudzubillah min dzaliik.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

(4)

ataupun anak itu membantah, maka harus segera insyaf, dan menyesali, dan mohon maaf atas segala perilaku yang tidak baik terhadap kedua orang tuanya. Orang yang durhaka kepada ibu bapak akan mendapatkan balasan tercepat, mulai hidup di dunia dan sesudah mati.

Rasulullah bersabda:

"Semua dosa pelaksaaannya ditangguhkan oleh Allah mana saja yang ia kehendaki nanti pada hari Kiamat, kecuali dosa durhaka terhadap Ibu Bapaknya mempercepat balasan bagi yang durhaka itu dalam hidup di dunia dan sesudah mati"

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Kiranya sampai disini dulu kata-kata yang bisa kami sampaikan pada kesempatan ini. Mudah-mudahan kita menjadi anak-naka yang saleh, sehingga tidak lupa mendoakan kedua orang tua pada setiap waktu. Dan mudah-mudahan pula kita bisa begaul dengan rasa penuh hormat terhdap beliau. Bilahit taufiq wal hidayat

(5)

Assalamualaikum wr. wb.

Yang terhormat ibu Mufihah sebagai dosen di STAN

serta teman-teman yang saya sayangi. Pertama-tama marilah kita

panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmatnya kepada kita sehingga bisa berkumpul di

tempat ini. Tak lupa kita panjatkan doa untuk kedua orang tua

yang telah mebesarkan, membina, dan mendidik kita dengan ilmu

yang banyak, sehingga kita bisa berusaha untuk menjadi

orang-orang beriman, bertaqwa, berilmu, dan berakhlak mulia.

Mudah-mudahan kasih sayang dan ilmu yang mereka berikan bermanfaat

bagi kita semua.

Teman-teman yang berbahagia, setiap manusia sudah pasti

memiliki

orang tua. Tidak satupun manusia yang lahir tanpa orang tua.

Kita pun menyadari bahwa orang tua kita telah bersusah payah,

siang dan malam banting tulang, memeras pikiran, sekuat tenaga

memperjuangkan agar anaknya bisa hidup seperti layaknya

anak yang lain, bahkan selalu berusaha agar lebih baik dari

anak-anak yang lain. Pada saat yang berbahagia ini, izinkan saya

untuk menyampaikan betapa pentingnya berbakti kepada orang

tua.

Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu amal

shaleh yang mulia bahkan disebutkan berkali-kali dalam Al Quran

tentang keutamaan berbakti pada orang tua.

Allah berfrman: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu

mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah

kepada kedua orang tua” (An Nisa: 36). Di dalam ayat ini

perintah berbakti kepada dua orang tua disandingkan dengan

amal yang paling utama yaitu tauhid, maka ini menunjukkan

bahwa amal ini pun sangat utama di sisi Allah SWT. Begitu

besarnya martabat mereka dipandang dari kacamata syari’at.

(6)

bersabda: “Maukah kalian aku beritahukan dosa yang paling

besar?” para sahabat menjawab, “Tentu.” Nabi bersabda, “(Yaitu)

berbuat syirik, durhaka kepada kedua orang tua” (HR. Al

Bukhori).

Membuat menangis (karena bersedih) orang tua juga terhitung

sebagai perbuatan durhaka, tangisan mereka berarti terkoyaknya

hati, oleh polah tingkah sang anak. Ibnu ‘Umar menegaskan:

“Tangisan kedua orang tua termasuk kedurhakaan yang

besar” (HR. Bukhari). Allah pun menegaskan dalam surat Al

Isro’ bahwa perkataan “uh” atau “ah” terhadap orang tua saja

dilarang apalagi yang lebih dari itu. Dalam ayat itu pula

dijelaskan perintah untuk berbuat baik pada orang tua. Sekarang

kita ketahui bersama apa arti penting dan keutamaan berbakti

pada orang tua. Kita ingat kembali, betapa sering kita membuat

marah dan menangisnya orang tua? Betapa sering kita tidak

melaksanakan perintahnya? Memang tidak ada ketaatan kepada

makhluk dalam bermaksiat kepada Allah, akan tetapi bagaimana

sikap kita dalam menolak itupun harus dengan cara yang baik

tidak serampangan. Bersegeralah kita meminta maaf pada

keduanya, perlu kita ingat bahwa ridhanya Allah adalah ridhanya

orang tua, murkanya Allah adalah murkanya orang tua, sakitnya

Allah adalah sakitnya orang tua.

Poin penting di atas perlu kita renungkan dan hayati bersama

dalam menyingkap rahasia di balik keberhasilan seseorang.

Banyak orang yang menyepelekan akan hal ini, tapi banyak pula

yang menjadikan orang tua sebagai suatu faktor penting dalam

hidupnya, dan merekalah orang-orang yang selamat yang akan

menemui kebahagiaan hakiki. Mereka adalah orang-orang yang

akan mendapatkan nikmat dan karunia-Nya dikarenakan mereka

telah berbakti dan memperlakukan orang tua dengan

sebaik-baiknya. Seseorang yang beriman dan bertakwa tetapi tidak

menghormati dan berbakti pada orang tua, maka sesungguhnya

mereka tidaklah sempurna keimanannya. Ketika seorang anak

yang mulai tumbuh dewasa memiliki cita-cita dan keinginan

terhadap sesuatu, maka hendaknya mereka mendatangi orang tua

terlebih dahulu, jika orang tua ridha maka Allah pun ridha.

Sungguh tiada berguna bila mereka taat beribadah tetapi

(7)

Bagaimana cara kita berbakti pada kedua orang tua kita? Banyak

yang bisa kita lakukan, antara lain:

1.

Memberi kasih sayang. Kasih sayang adalah sebagai

membalas kasih sayang yang selama ini telah dicurahkan ibu

bapak. Kasih sayang ibu dan bapak tidak pernah padam terhadap

anaknya. Jadi seharusnya kasih sayang itu dibalas dengan

sebaik-baiknya.

2.

Berbicara dengan lemah lembut. Satu cara menjaga perasaan

ibu bapak ialah berbicara lemah lembut dengan mereka. Suara

hendaklah direndahkan dan jangan membantah permintaan

mereka.

3.

Meluangkan waktu bersama-sama untuk berbicara dan saling

tukar pendapat (curhat) dengan ibu bapak.

4.

Memenuhi permintaan. Ibu bapak seringkali memerlukan

bantuan anak untuk melaksanakan sesuatu keperluan. Memenuhi

permintaan ibu bapak perlu diutamakan dibanding melakukan

tugas lain.

5.

Melakukan apa yang disukai. Ibu bapak sudah tentu

mengharapkan anaknya melakukan sesuatu yang baik pada

pandangan mereka. Melakukan suatu hal yang tidak sukai ibu

bapak adalah perbuatan durhaka.

6.

Menghadiahkan prestasi. Ibu bapak senantiasa mengharapkan

kesuksesan pada anak mereka. Anak hendaklah berusaha

bersungguh-sungguh untuk mencapai prestasi/sukses agar

menjadikan kegembiraan ibu bapak.

7.

Mendoakan kepada ibu bapak. Seperti yang tertuang dalam

surat QS. Al Israa’: 23-24: “dan ucapkanlah kepada ibu-bapakmu

perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap

keduanya dengan penuh kasih sayang dan do’akanlah: ’wahai

Robb-ku, kasihanilah keduanya seperti keduanya telah mendidik

aku di waktu aku kecil’.”

Semoga kita termasuk anak yang berbakti pada orang tua,

semoga kita bisa memperlakukan mereka dengan sebaik-baiknya,

semoga kita semua menjadi hamba-hamba pilihan-Nya dan

semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung, Amin.

(8)

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yang terhormat Ibu Kepala SMP Negeri 20 Malang

Yang saya hormati Bapak dan Ibu guru SMP Negeri 20 Malang Serta teman-teman yang saya cintai

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita semua dalam keadaan sehat walafat tanpa suatu kekurangan apapun dan dapat berkumpul di ruangan ini guna melaksanakan Ujian Praktek Pidato Bahasa Indonesia. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad S.A.W serta sahabat dan para pengikutnya yang setia. Pada kesempatan ini, izinkanlah saya membawakan pidato yang berjudul ‘Arti Sebuah Persahabatan’.

Hadirin yang berbahagia, jika kita mendengar kata sahabat, mungkin yang terlintas dipikira kita adalah seorang teman yang selalu ada untuk kita. Ya, hampir setiap orang di dunia ini pasti memiliki sahabat. Sahabat adalah orang yang mampu menerima kekurangan dan kelebihan kita. Sahabat adalah orang yang mampu mengubah kesedihan kita menjadi kegembiraan, mampu

(9)

tidak mungkin menyimpan masalahnya sendiri tanpa menceritakannya ke orang lain.

Mencari seoranag sahabat sangatlah sulit. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mencari 10 teman 100x lebih mudah dibandingkan mencari seorang sahabat. Kebanyakan, teman hanya ada disaat kita senang,namun tidak pada saat kita dalam masa sulit. Sementara sahabat, justru pada masa sulit itulah ia akan menemani kita. Disaat sedih, ia tidak akan mengganggu kita, tetapi akan ikut sedih bersama kita. Saat kita menangis, ia tidak akan menenangkan kita, tetapi akan ikut menangis bersama kita. Itulah sahabat, sangat berbeda dengan teman. Teman akan memberikanmu senyuman, sahabat akan memberikanmu kebahagiaan. Teman akan membicarakan baik buruknya dirimu, sahabat akan tutup mulut dengan kesalahanmu. Teman akan takjub akan kelebihanmu, tetapi hanya sahabatlah yang mampu menerima

kekuranganmu. Seribu teman akan datang saat kau tertawa, dan Cuma seorang sahabatlah yang ada saat kau sedih. Maka dari itu, jangan sia-siakan mereka, karena kita tidak akan tahu seberapa berharganya mereka, sampai kita

merasakan kehilangan merekan. Kita juga perlu mengenal seseorang itu lebih lama dan lebih dalam lagi jika ingin menjadikannya sebagai sahabat kita.

Hadirin sekalian, sahabat sangat berarti dalam kehidupan seseorang, tak terkecuali kita. Sahabat juga mempunya peran penting dalam masa depan kita selain orang tua/keluarga tentunya. Namun, tidak jarang juga ada orang yang kedekatannya dengan sahabat, melebihi kedekatanya dengan orang

tua/keluarga. Sehingga, peran sahabat dalam masa depan kita lebih besar dibandingkan orang tua/keluarga. Tetapi ingatlah, bahwa bagaimanapun juga sahabat tetap orang lain. Akan lebih baik, jika kita lebih mempercayai orang tua/ keluarga, karena merekalah yang tahu siapa kita dan menerima kita apa

adanya. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa dampak persahabatan sangatlah besar dalam kehidupan kita. Dengan bersahabat, kita belajar menghargai orang lain. Dengan bersahabat kita belajar menerima kelebihan dan kekurangan orang lain. Dengan bersahabat pula kita belajar mempercayai orang lain dan belajar mengerti orang lain.

Berbicara masalah saling percaya dan saling mengerti, kedua hal tersebut merupakan hal terpenting yang harus dilakukan jika ingin menjaga keutuhan sebuah persahabatan. Karena, dengan saling percaya dan saling mengerti, kita tidak akan curiga dan tidak akan berprasangka buruk terhadap sahabat kita. Dengan begitu, keutuhan persahabatan dipastikan akan tetap terjaga. Namun, jika kita tidak saling pengertian dan tidak saling percaya, maka akan terjadi kesalahpahaman dan akan menimbulkan pertengkaran. Jika sebuah

pertengkaran tidak diselesaikan dengan baik, bisa dipastikan bahwa keutuhan persahabatan akan terancam. Jadi, percayalah dan mengertilah sahabat kalian.

(10)

sahabat yang baik, yang harus dilakukan pertama kali adalah kalian harus bisa menjadi sahabat bagi diri kalian sendiri. Hanya dengan menjadi sahabat bagi diri kalian sendiri, kalian bisa menjadi sahabat bagi orang lain. Maksud dari menjadi sahabat bagi diri sendiri adalah, kalian harus yakin bahwa kalian sudah percaya pada diri sendiri dan menerima semua kelebihan dan kekurangan yang kalian miliki tanpa membandingkan-bandingkan dengan orang lain.

Kedua, selain menerima dirimu kalian apa adanya, kalian juga harus bisa menerima sahabat kalian apa adanya. Karena, tidak ada orang yang sempurna di dunia ini, termasuk kalian. Setiap orang memiliki sisi negatif dan juga sisi positif. Jadi, jangan berharap jika sahabat kalian akan menjadi seseorang yang kalian inginkan. Selanjutnya yaitu, kalian harus belajar untuk memulai memberi. Sahabat yang memang benar-benar sahabat, mereka tidak hanya meminta, tetapi mereka juga memberi. Jadi, mulailah untuk memberi. Buatlah memberi adalah suatu hal yang mudah, semudah memberikan sapaan dan senyuman, dan jika sahabat kalian sedang membutuhkan sesuatu, tawarkanlah mereka bantuan jangan menunggu diminta. Namun, hal terpenting disini adalah ketulusan hati kalian dalam memberikan bantuan.

Keempat, tentunya kalian harus meluangkan waktu kalian untuk mereka. Karena, untuk membangun sebuah persahabatan yang kuat, kalian perlu

menghabiskan banyak waktu untuk bersama-sama. Namun yang terpenting bukan banyak waktunya, tetapi yang terpenting adalah kualitas waktu yang dihabiskan bersama-sama tadi. Yang terakhir, jika kalian benar-benar ingin menjadi seorang sahabat yang baik, maka yang terakhir ini jangan sampai dilupakan yaitu, kalian harus berada disamping sahabat kalian ketika mereka sedang berada dalam masa-masa sulit. Karena, sangat mudah menjadi sahabat seseorang ketika semuanya baaik-baik saja. Tapi pada masa-masa sulit inilah kesempatanmu untuk membuktikan bahwa kalian benar-benar sahabat yang baik.

Sekian pidato dari saya, mohon maaf apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan. Saya sebagai manusia biasa, tentunya tidak luput dari kesalahan.

Referensi

Dokumen terkait

Masa pencampuran sebatian PP semakin singkat dengan peningkatan jumlah KK pra-rawatan pada semua peratusan APT berlaku kerana semakin banyak pengisi digunakan semakin banyak

Hasil dari penelitian ini telah memperkuat temuan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pembelajaran dengan inkuiri dapat membantu peserta didik mengasah

Penyebab kerusakan pada komponen adalah banyaknya kotoran yang mengendap di dalam Bowl, komponen vertical shaft yang sudah lewat batas jam kerja namun

blok tunggal hanya dapat dipakai untuk menahan momen gaya yang kecil.. pada penggerak tangan bila diameter poros tidak melebihi lima

bahwa “ tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian harus mengacu dan konsisten dengan masalah-masalah yang

Nilai kadar serat dari kulit dan cincau tiruan yang dihasilkan memiliki perbedaan karena pada proses pembuatan cincau tiruan yang kulit yang digunakan hanya bagian dalam

Tubuh membulat pipih (discus), pola warna dasar putih dengan garis-garis coklat muda vertikal, mulut meruncing, bagian kepala bergaris coklat muda tepat pada

Dugaan relaps pada malaria vivaks adalah apabila pemberian primakuin dosis 0,25mg/kgBB/hari sudah diminum selama 14 hari dan penderita sakit kembali dengan parasit positif