8
Dra. Trias Setiawati, M.Si
Fakultas Ekonomi
1.
Mengelola Kompensasi
1. Mengelola Kompensasi
A.Strategi Perencanaan Kompensasi
B.
Komponen Bauran Kompensasi
C.Sistem Evaluasi Pekerjaan
D.
Struktur Kompensasi
E.
Peraturan Pemerintah ttg Kompensasi
F.Isu Kompensasi yang penting
A. Strategi Perencanaan Kompensasi
Cara untuk mendorong motivasi & meningkatkan usaha karyawan untuk mencapai tujuan, filosofi, dan budaya organisasi
Cara untuk melihat apakah ketetapan kompensasi sudah sesuai dengan kompensasi yang diberikan pasar dalam membayar karyawan
Mengaitkan tujuan kompensasi dengan misi organisasi dan tujuan bisnis secara umum : downsize – resrtucture –
outsource – reengineer
A1. Tujuan Strategi Kompensasi
Menghargai prestasi karyawan pada masa lalu Menjaga persaingan di pasar kerja
Menjaga keadilan penggajian diantara para karyawan Mengharmoniskan Kinerja karyawan pada masa yg akan datang dengan tujuan organisasi
Mengendalikan anggaran kompensasi Menarik karyawan baru
Pilihan Strategi
1. Manajemen harus memutuskan pentingnya keadilan
eksternal
2. Bagaimana Kedekatan hubungan antara rencana
kompensasi dan keterkaitannya dengan rencana strategi organisasi secara keseluruhan
3. Manajemen harus memilih Merit pay raises (paying for performance) atau across-the board raises
4. Manajemen harus memilih the level of Pay Secrecy
5. Manajemen harus memutuskan the Stance on internal
External Environmental Variables
1.
Nature of the competition
:
level of competition untuk mendisain sistem
kompensasi,
noneconomic rewards (promotion, job enrichment, training & development program)
2.
Nature of the labor market:
Labor supply &
demand
,
Tingkat upah
(The wage level),
3.
Governmental regulations : Peraturan
Internal Environmental Variables
1. Corporate Strategy
2. Management Philosophy 3. The Tipe of Job :
a. the variety of tasks performance,
b. the amount of physical or mental efforts,
c. the pleasantness of the working conditions,
d. the degree of autonomy,
e. the responsibility for labor, materials & equipment,
f. and the amount of interaction with others
Strategic Pay & the Organization Life Cycle
Maturity Stability Decline Renewal Base Pay
Base Pay Low Competitive Competitive High High Competitive
Incentives High High Competitive Low None High
Strategic Compensation System
1. Pay Level Policy : a) Pay Level : tingkat gaji rata-rata yg
dibayarkan untuk kelompok pekerjaan tertentu, b) External Equity : Tingkat upah organisasi yang bersaing dengan
organisasi pesaingnya
2. Pay Structure Policy : a) Pay ranges : Range upah yg
diadakan utk klasifikasi upah tertentu dan ada jumlah yang overlap dalam range, b)Broadbranding : Meniadakan cluster pekerjaan tertentu atau tingkat-tingkat posisi tertentu
kedalam band yang lebih sempit dimana hal tersebut membuat struktur organisasi menjadi lebih flat, c) wage compressing : Situasi penggajian yang meningkat ketika karyawan baru diberi gaji yang sama atau lebih tinggi dari karyawan lama.
Environmental Factors Affecting Pay Policy
External Environment
1. Supply of labor 2. Demand of labor
3. Geographic location of company
4. Economic Conditions 5. Product Competition 6. Demand of Product 7. Union influence
Internal Environment :
1. Organization Size
2. Characteristics of the workforce 3. Ability to pay
4. Willingness to pay 5. Unionization
6. Desired Quality of Employee 7. Tradition
8. Employee Prestige
9. Ratio of Labor Costs to Total
Costs
A2. Statemen formal dlm Kebijakan kompensasi
Tingkat pembayaran dalam organisasi : di atas – dibawah atau sama dengan tingkat pembayaran di masyarakat
Kemampuan program pembayaran utk memperoleh
penerimaan karyawan dalam rangka memotivasi karyawan untuk menampilkan kemampuan terbaiknya
Tingkat pembayaran pada saat rekruitmen karyawan dan perbedaannya dengan yang lebih senior
Interval2 dimana pembayaran akan dijamindan kelebihan dimana merit dan atau senioritas akan mempengaruhi peningkatan
A3. Pembayaran dg standard prestasi
Standard dimana manajer mendasarkan
kompensasi pada kinerja dan usaha karyawan
A4. Nilai Motivasi dari Kompensasi
Pay equity – Keadilan pembayaran : Persepsi karyawan tentang kompensasi yang diterima adalah seimbang
dengan nilai kinerja mereka Teori harapan dan Pembayaran
Relationship between Pay Equity &
Motivation
0 20 40 60 80 100
Inequity Equity Inequity
My Input/Output Ratio
Pay for Performance
1. Executives pay & Pay for Performance :
a) Total compensation package > average pay workers & Shareholders
b) Pensions guarantees
c)Use stock options
2. Pay for Performance at Individual & Group Levels :
a) Base Pay : 1) Skill
2) Education
3) Experience, etc
c) Incentives :
1) Straight piecework plan – Insentif utk setiap unit yg diproduksi
2) Standard hour plan – insentif yg berdasar pada standard waktu yg diperlukan utk mengerjakan suatu jasa secara
lengkap atau jasa tertentu
3) Skill based pay – Insentif yg pembayarannya didasarkan pada ketrampilan yg dimiliki karyawan
4) Stay bonuses -- Beragam bonus kontan yg ditawarkan perusahaan utk menjaga nilai kerja karyawan selama
perusahaan dalam masa reorganisasi atau closedown
e) Profit Sharing Plans : Bonus yang diberikan kepada karyawan utk kesuksesan perusahaan dalam memusatkan pada laba
f) Comissions : Biasanya untuk karyawan penjualan
g) Stock Ownership Plans :
1) Stock Options : @ Classic Stock option : hak karyawan utk membeli; saham pada periode tertentu (biasanya 10 tahun), @ Restricted Stock Option : sda, ttp tdk boleh menjual kembali sampai dg waktu tertentu, biasanya 5 tahun
2) Stock Purchases : karyawan berhak membeli saham yg
pendapatannya lebih tinggi ketika perusahaan sukses dan sering menghasilkan moral yang lebih tinggi
3) Employee Stock Ownership Plans (ESOP) : karyawan dapat meminjam aset perusahaan utk membeli saham
A5. Komponen Dasar Kompensasi
A5. Komponen Dasar Kompensasi
Jumlah jam kerja
Unit yang diproduksi
Non-exempt employees : termasuk dalam
lembur
B. Komponen Bauran Kompensasi
Faktor Internal :
Kebijakan kompensasi Perusahaan
Nilai kerja
Nilai Relatif karyawan Kemampuan
Perusahaan Membayar
Faktor Eskternal :
Kondisi Pasar tenaga kerja
Tingkat Gaji daerah Biaya Hidup
C. Sistem Evaluasi Pekerjaan
Evaluasi Pekerjaan :
Proses sistematis dalam
penentuan nilai kerja untuk menentukan pekerjaan
mana yang akan dibayar lebih dari yang lain dalam
organisasi
Sistem ranking pekerjaan :
Sistem yang paling
sederhana dan paling tua dari evaluasi pekerjaan
yang mengurutkan pekerjaan dengan basis nilai relatif
Sistem klasifikasi pekerjaan :
Sistem evaluasi
pekerjaan dimana pekerjaan diklasifikasi dan
Sistem Poin : Prosedur evaluasi pekerjaan kuantitatif yg menentukan nilai relatif suatu pekerjaan dengan total point yang mengujinya
MengembangkanMenggunakan
Sistem Kompensasi Faktor : Sistem evaluasi pekerjaan yang memberikan proses evaluasi dilengkapi dengan faktor-faktor dasar dengan mengembangkan skala faktor pembanding
Evaluasi Pekerjaan untuk Posisi Manajemen : Hay Profile Method Teknik evaluasi pekerjaan yang
menggunakan 3 faktor : pengetahuan – aktifitas mental
D. Struktur Kompensasi
Survey gaji dan upah
Survey Gaji dan upah virtual
Kurva gaji
Range gaji
E. Peraturan Pemerintah ttg Kompensasi
Kebutuhan Fisik Minimum
Upah Minimum Propinsi
F. Isu Kompensasi yang penting
Keadilan pembayaran
Tingkat tekanan upah : jam kerja manajer
–
jam
kerja karyawan
G. Pay Secrecy vs Opennes
Opennes :
Meningkatkan kepercayaan dan rasa percaya diri pada karyawan dalam organisasi, jika dikomunikasikan ke
karyawannya bagaimana sistem bekerja
Level apa yang meningkat akan diterima secara
berbeda utk tiap tingkatan prestasi
Secrecy :
Memberi kebebasan pada perusahaan untuk
menetapkan keputusan penggajian dan menjaga karyawan dari ketdkpuasan yang lebih rendah
1. Equity Theory : Kepercayaan bahwa karyawan menguji
hubungan antara outcome dari pekerjaan mereka dan input mereka ke pekerjaan, Perbandingan ini kemudian
dibandingkan dengan pembanding lain yg relevan
a) Positive Equity : Overrewarded Paid more > worth b) Negative Equity : underrewarded Paid Less < Worth 2. Expentancy Theory (Victor Vroom) : Perilaku karyawan
adalah fungsi dari outcomes yg diterima untuk pekerjaan dan nilai outcome individual (Setiap perilaku berhubungan dengan outcomes) a)Performance-outcome expectancy, b) Value (or attractiveness), c) Effort performance
expectancy
Rahasia kesuksesan teori harapan :
a) Membuat hubungan yg jelas antara kinerja dan outcome b) Mengembangkan sistem penghargaan yg memberi variasi
outcomes potensial
c) Menentukan reward apa yg bernilai bagi karyawan d) Meyakinkan karyawan bahwa
3. Reinforcement Theory: Perilaku Individu adalah hasil
tanggapan terhadap lingkungan. Memelihara perilaku yang positif dengan penguatan (rewarded) yang cenderung akan diulang dengan perilaku yang sama disituasi yang lain.
2. Penghargaan Insentif
A.
Alasan dan Persyaratan untuk Perencanaan
Insentif
A. Alasan dan Persyaratan untuk
Perencanaan Insentif
Dikaitkan dengan tujuan organisasi
Persyaratan untuk mensukseskan
perencanaan insentif :
1.
Berkaitan dg perilaku yg bernilai
2.
Memberikan keadilan pada karyawan
3.
Standard kualitas/produktifitas yg menantang
tetapi tercapai
B. Menetapkan Pengukuran Kinerja
Tujuan organisasi :mis biaya produksi yang
rendah
pengurangan biaya/ peningkatan
produktifitas >< nomer 1 di kualitas
–
kepuasan
konsumen
–
kesalahan zero
C. Administrasi Perencanaan Insentif
Efektif jika manajer mampu menjamin insentif yg
didasarkan pada perbedaan individual, team dan
kinerja organisasional
Anggaran gaji tahunan cukup besar utk
menghargai dan menguatkan perilaku khusus
Biaya overhead dikaitkan dengan perencanaan
penerapan dan administrasi yang harus
Pekerjaan pe runit : Penghitungan tingkat unit Perencanaan standard per jam
Bonus
Pembayaran merit
Pembayaran merit lump-sum
Insentif penjualan : straight salary –straight comission –
kombinasi
Kurva Dewasa
Kompensasi eksekutif : basis eksekutif-insentif jk pendek –insentif jk panjang – isu jumlah
E. Perencanaan Insentif Kelompok
Perencanaan kompensasi team
Perencanaan insentif gainsharing (antara karyawan dan orgnss utk meningkatkan produktifitas jika mencapi tingkat finansial
tertentu yang telah disepakati)
Scanlon plan : perencanaan insentif bonus menggunakan komite karyawan dan manajemen utk mencapai kemajuan dalam
pengurangan biaya
Rucker Plan : Didasarkan pada hubungan historis antara penghasilan per jam karyawan dan kreasi nilai produksinya
Imposhare : program gainsharing yg didasarkan pada keseluruhan produktifitas kerja team
F. Perencanaan Insentif Perusahaan
Profit sharing plans
Stock options
3. Tunjangan Karyawan
A.
Program Tunjangan Karyawan
B.
Tunjangan Karyawan yang disyaratkan Hukum
C.Discreationary Major Employee Benefits
A. Program Tunjangan Karyawan
Tunjangan karyawan dan teknologi informasi : administrasi
Persyaratan utk mengumumkan tunjangan karyawan :
tujuan spesifik- resiko jika input rendah- modifikasi
tunjangan – ada fleksibilitas – mengkomunikasi informasi tunjangan karyawan
Perhatian manajemen : biaya yang siginifikan –
Tunjangan partnership domestik (misal karena orang muda yang punya tanggungan: persyaratan usia-
prasyarat bagi yang ditanggung- spesifikasi
B. Tunjangan Karyawan yang
disyaratkan Hukum
Asuransi keamanan sosial
Asuransi utk kompensasi pekerja
Meninggalkan kerrja tanpa pembayaran
C. Discreationary Major Employee Benefits
Tunjangan kesehatan : biaya pemeliharaan tinggi –
kandungan biaya yang ditanggung perusahaan
Tunjangan pada saat karyawan tidak bekerja : liburan –
hari libur yang dibayar – Hari ketika sakit – hari ketika karyawan diberhentikan ( yg waktunya tidak pas, misal sebulan)
Tunjangan suplemen pengangguran : ketika dberhentikan
Asuransi pemeliharaan kesehatan jangka panjang Program pensiun : kebijakan pensiun – Jenis
Composition of Benefits Plans
7 Kategori utama :
1. Required or mandatory security : worker’s compensation,
Unemployement compensation, social security
2. Voluntary security : severance pay ( jika diberhentikan),
Supplemental unemployement benefits
3. Retirement-related security : pensions funds, Early
retirement, Retirement annuity, Disability retirement benefits
4. Time-off-related security : Vacation, holidays, Sick leave,
5. Health Insurance : Medical, Dental, Disablity, Life, Group rate, Survivor benefits, Wellness & Fitness program,Employee Assistance Program (EAP)
6. Financial services : Profit sharing, Stock plans, Moving assistance, Tuition reimbursement, legal services,
Financial counceling, Company car, Credit union
7. Social & Recreational services : paid club
memberships, recreational sports sponshorship
(football, bowling), Professional & trade association dues & meeting costs, Child care, cafetaria, service
Worker’s Compensation : diterima ketika mengalami kecelakaan kerja
Contribury negligence : harus membuktikan dalam keadaan kerja, jika tidak(negligence) hanya dibayar sesuai porsi kondisi kerja
Unemployment compensation : tunjangan karena diberhentikan oleh perusahaan
Employment retirement :
Unfunded plan><funded plan, insured
pensions><uninsured pensions,
Pension benefits : defined contribution
plan(contribution rate tetap –pension variastif), defined benefitt plan, portable pension plans
Portability
Vesting Rights : hak untuk menerima tunjangan meski sudah pensiun
Individual retirement account Early retirement
Sabbatical : tdk bekerja yang dijamin untuk suatu memperbaharui tujuan
Ways that employers try to cut helath-care cost
National Health-Care Plan
Univeral coverage Corporate alliances Employer mandates Benefits
Worker’s compensations & Auto Injury Insurance Antitrust change
Budgeting & Ovesights Long term care
Medical schools
Consumer information Malpractic reform
Financial, social, & recreational benfits
Nonfinancial benefits Thrift/Stock benefits
ESOP (employee stck ownership plan) : kesempatan yang diberikan kepada karyawan untuk membeli saham dalam organisasi
Educational benefits Child-care benefits Elder care
Future Benefits Changes
More paid leave
Education & training
Career planning
Housing
Late retirement
Flexttime
Strategic
Managament of
Benefits
Competitive
advantage & benefit
costs
Dibandingkan dengan
pesaing
Isu pengukurannya apa? Bagaimana
pelaksanaannya ? Bagaimana dengan kelompok kontrol
Corporate Effort to Measure
D. Jasa Karyawan : Menciptakan sebuah Pekerjaan/Tata Kehidupan
Program bantuan utk karyawan Jasa konseling
Pemeliharaan anak-anak dan anak yang lebih tua Tunjangan lain : makanan – kesehatan – yg sesuai hukum yang berlaku – perencanaan finansial –
perumahan dan biaya pindah – transpotasi – bantuan pembelian – kredit perusahaan