• Tidak ada hasil yang ditemukan

RINGKASAN. Hasil Lokakarya Konsultasi Mu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "RINGKASAN. Hasil Lokakarya Konsultasi Mu"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

RINGKASAN HASIL LOKAKARYA

KONSULTASI MULTIPIHAK TENTANG

DESAIN BESAR PERTANIAN KOTA

PROPINSI DKI JAKARTA

(2)

Ringkasan Lokakarya Konsultasi Multipihak

tentang

Desain Besar Pertanian Perkotaan – Propinsi DKI

Jakarta

1 Nopember 2017

I. Pendahuluan

Pemerintah Propinsi DKI Jakarta didukung oleh Partners for Resilience (PfR - aliansi global yang di Indonesia terdiri dari Care International Indonesia, KARINA KWI, Red Cross Climate Center, Wetland Internasional dan International Federation of Red Cross Center), Ford Foundation, dan Platform Muria menyusun draf Desain Besar Pertanian Kota sejak bulan April 2017. Kegiatan pertanian kota ini sejalan dengan salah satu dari 23 prioritas perencanaan pembangunan gubernur DKI Jakarta, yaitu prioritas nomor 18. Penyusunan Desain Besar Pertanian Kota ini didasarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang DKI Jakarta sampai dengan 2030 yang bercita-cita untuk menuju Jakarta sebagai kota berketahanan. Desain Besar ini akan menjadi milik Pemerintah Propinsi DKI Jakarta dan akan digunakan untuk memberikan masukan-masukan strategis bagi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

Desain Besar Pertanian Kota terdiri dari 5 komponen, yaitu:

1. Kebijakan dan Regulasi (Didiskusikan di kelompok 1)

2. Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Produk (Didiskusikan di kelompok 2A)

3. Peningkatan Kapasitas dan Kerja Multipihak (Didiskusikan di kelompok 2B)

4. Lingkungan Hidup (Didiskusikan di kelompopk 3)

5. Monitoring & Evaluasi dan Pengelolaan Pengetahuan (Didiskusikan di kelompok 4)

(3)

Tujuan dari Desain Besar Pertanian Kota ini adalah:

1. Terciptanya ketahanan pangan masyarakat kota DKI Jakarta, khususnya pada aspek penyediaan bahan pangan dan peningkatan kapasitas masyarakat untuk mengakses pangan

2. Peningkatan luasan area tutupan hijau di wilayah kota DKI Jakarta untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan bencana

3. Terintegrasinya kebijakan dan program pemerintah dengan pelaku lainnya (badan usaha, lembaga sosial, kelompok masyarakat, perguruan tinggi dan lain-lain) dalam praktik pertanian kota

Target desain pertanian perkotaan di Jakarta tahun 2030

1. Peningkatan minimal 30% ruang terbuka hijau produktif

2. Peningkatan 30% produksi pertanian, peternakan, perikanan (termasuk produk olahan

3. Sertifikasi setidaknya 1000 produk olahan pertanian peternakan dan perikanan.

II.

Sharing

dan Masukan Untuk Diskusi Finalisasi Disan

Besar Pertanian Kota

Di awal workshop, sebelum para pemangku kepentingan memasuki diskusi kelompok untuk finalisasi Desain Besar, Bapak Yohan Rahmat Santosa yang mewakili Partners for Resilience, Ibu Ana Saleh yang mewakili Kedutaan Besar Belanda dan Bapak Dr. Ir. Oswar M Mungkasa selaku Deputi Gubernur untuk Tata Ruang dan Lingkungan Hidup memberikan sambutan yang berisi sharing dan input yang perlu diperhatikan dalam diskusi kelompok. Selain itu Ibu Diah Meidiantie – Kepala Bidang Pertanian DKPKP memberikan paparan yang berkontribusi untuk diskusi finalisasi Desain Besar Pertanian Kota. Berikut adalah intisari dari sharing dan input yang mereka berikan.

Bapak Yohan Rahmat Santosa – Perwakilan Partners for Resilience di Indonesia

(4)

Besar dan implementasinya nanti. sepakat bahwa pertanian perkotaan yang dilakukan nantinya akan mengintegrasikan konsep-konsep.

Ibu Ana Saleh – Perwakilan dari Kedutaan Besar Belanda di Indonesia

Diskusi yang dilakukan dalam Asia Pasifik Forum yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan membicarakan bahwa ketersediaan pangan bukan lagi merupakan ancaman besar bagi dunia. Namun pangan harus menjadi terobosan solusi yang bermanfaat bagi dunia. Artinya bagi manusia bagi perekonomian, dan lingkungan. Untuk itu fokus pertanian perkotaan adalah tetapi bagaimana kita menanam untuk mendekatkan bahan pangan pada kita sehingga memperpendek jalur distribusi dan mengurangi polusi, bagaimana kita memproses bahan pangan tersebut, bagaimana kita mendistribusikannya, mengonsumsinya, dan menangani sampah atau sisa makanan kita.

Bapak Dr. Ir. Oswar M. Mungkasa - Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup

Penyusunan desain besar ini dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan sehingga memakan waktu agak lama tetapi hasilnya lebih baik karena melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan yang bersifat kolaboratif ini sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Gubernur DKI Jakarta.

Dalam mengimplementasikan suatu program perlu diingat bahwa ada 4 hal yang sebaiknya ada. Ke hal tersebut adalah: pemerintah, masyarakat, fasilitator yang menghubungkan antara masyarakat dan pemerintah, dan tenaga ahli.

Ibu Diah Meidiantie – Kepala Bidang Pertanian DKPKP

Desain Besar Pertanian Kota ini tidak berdiri sendiri, namun mempunyai irisan-irisan dengan Desain Besar Ketahanan Pangan dan Desain Besar Bangunan Hijau yang saat ini sedang digarap juga oleh pemerintah propinsi DKI. Ini merupakan pekerjaan rumah selanjutnya yang perlu digarap bersama oleh para pemangku kepentingan.

Propinsi DKI Jakarta tidak mempunyai lahan yang luas sehingga implementasi pertanian kota mengacu pada pertanian yang berbasis ruang, bukan pertanian yang berbasis lahan. Dengan demikian pertanian kota harus memanfaatkan teknologi yang tidak menggunakan media tanam konvensional tanah.

(5)

Para pemangku kepentingan berdiskusi dalam 5 kelompok (komponen dari pertanian kota) sesuai dengan bidang kerja masing-masing. Hasil diskusi berupa input-input ke dalam draf Tabel Isu Strategis dan Capaian 2030 untuk masing-masing komponen. Ke lima tabel tersebut ada di bagian akhir dokumen ini dan input-input baru yang ditambahkan dituliskan dengan highlight untuk membedakan dengan hasil diskusi sebelumnya pada bulang Agustus 2017.

Secara singkat input-input baru yang dimasukkan dalam Tabel Isu Strategis dan Capaian 2030 adalah sebagai berikut:

1. Kelompok 1 - Kebijakan dan Regulasi: Perlu ada Peraturan Gubernur untuk memayungi kegiatan-kegiatan pertanian kota; Perlu ada Instruksi Gubernur untuk pengelolaan sampah domestik; Perlu ada Peraturan Daerah yang mengatur mengenai skema insentif dan disinsentif pelaku pertanian kota; Regulasi untuk mengatur pasar 2. Kelompok 2A - Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran

Produk: Perlu adanya kesepakatan mengenai mutu dan jumlah air yang dipergunakan dalam pertanian kota; Penggunaan media tanam selain tanah; Pendampingan masyarakat dalam menggunakan teknologi tepat guna; Target penambahan lahan untuk pertanian kota dipercepat misalnya pertanian kota di rusun-rusun; memastikan keterlibatan masyarakat (juga perempuan) dalam setiap kegiatan peningkatan kapasitas pertanian kota yang akan dilakukan, juga termasuk dalam hal melindungi pertanian kota dari banjir; Pemanfaatan air hujan; Memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat; Usaha-usaha untuk mengurangi risiko konflik di antara masyarakat setelah kegiatan pertanian kota ini berhasil dan menghasilkan pendapatan yang lumayan.

3. Kelompok 2B - Peningkatan Kapasitas dan Kerja Multipihak: Perlu menajamkan istilah-istilah yang dipakai agar lebih jelas; Perlu penyuluh pendamping yang merupakan penyuluh tetap bukan harian lepas; Kegiatan peningkatan kapasitas untuk pelaku pertanian kota dan ada kegiatan berbagi pengetahuan dari para pelaku pertanian kota; Perlu memberikan penghargaan bagi pelaku pertanian kota; Mendorong sektor swasta, LSM, Universitas untuk berpartisipasi dalam pertanian kota. Masukan dari kelompok bahwa target 30% penduduk DKI melakukan pertanian kota itu mungkin terlalu ambisius jika targetnya menjadikan kegiatan pertanian kota sebagai suatu usaha, jika hanya untuk tingkat keluarga untuk hobi, maka hal itu memungkinkan.

(6)

5. Kelompok 4 - Monitoring & Evaluasi dan Pengelolaan Pengetahuan: Penambahan output yaitu pelaku monitoring evaluasi tidak hanya pegawai negeri tetapi juga dibantu oleh kader yang berasal dari tokoh-tokoh masyarakat; Belum semua anggota masyarakat bisa mengakses internet, maka bentuk informasi disajikan juga dalam bentuk lain selain yang berbasis web.

(7)

HASIL DISKUSI KELOMPOK 1 – ADVOKASI DAN KEBIJAKAN

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

Belum adanya kebijakan payung di daerah untuk kegiatan Pertanian Kota

Peraturan

Gubernur tentang Pertanian Kota

Pemetaan

peraturan-peraturan terkait Pertanian Kota

Peraturan

Gubernur tentang Pertanian Kota

 Pemetaan

peraturan-peraturan terkait

 Review hasil pemetaan dengan tim kecil

 Rapat koordinasi penyusunan draft Pergub

Utama: Biro

Perekonomian, Biro Hukum, dan DKPKP

Pendukung: Dinas-Dinas terkait: Dinas Perumahan, DPPAPP, Kehutanan, Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan Belum adanya

kebijakan pemanfaatan lahan dan ruang untuk Pertanian Kota secara

komprehensif

• Kebijakan pengelolaan lahan tidur untuk pertanian • Kebijakan

peruntukan fasum perumahan /apartemen untuk pertanian • Kebijakan

penggunaan lahan pinggir

 Pemetaan aset daerah dan kepemilikan (pemda, swasta dan Pribadi)

 Memasukan

dalam Pergub tambahan penggunaan fasum untuk produksi pertanian

 Instruksi Gubernur untuk

pemanfaatan lahan milik OPD DKI Jakarta (diserahkan Pemda ke Sekda)  Instruksi

Gubernur pelaksanaan

 Pemetaan regulasi (termasuk RTRW/ RDTR)  Diskusi

dengan

Bapeda, BPAD, Cipta Karya dan instansi terkait

 Rapat koordinasi penyusunan

Utama:

BPAD (Badan Pengelola Aset Daerah), Cipta Karya

Dinas CKPRT, dan Dinas

Perumahan dan Gedung Pemda

(8)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

sungai untuk pertanian • Kebijakan

pemanfaatan atap rusun dan perkantoran untuk pertanian (integrasi

dengan desain Green Building)

 Kerja sama dengan team Green Building untuk

memasukan isu pertanian kota dalam penggunaan atap

green building di seluruh wilayah (tidak hanya lokasi percontohan)

Instruksi

Gubernur Perumahan, DPPAPP, Dinas Kehutanan, Dinas

Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan (terkait pemetaan)

Belum adanya kebijakan

pengelolaan air dan sampah domestik

• Kebijakan pengelolaan ketersediaan air untuk pertanian di rusun

• Kebijakan pengelolaan sampah,

seperti di rusun dan lingkungan sekitar untuk pertanian

Pemberian prioritas

ketersediaan air untuk pertanian di lokasi

Pertanian Kota

 Instruksi Gubernur untuk

penyediaan air layak

pertanian di lokasi

pertanian kota bisa melalui : PDAM, air hujan, pengolahan air limbah, air sungai, air tanah  Instruksi

Gubernur

 Melakukan pemetaan kebijakan dan regulasi

terkait tata kelola air dan sampah

 Rapat koordinasi penyusunan Instruksi Gubernur

Utama:

DKPKP, Dinas Tata Air dan DLH

Dinas

Perumahan (lokasi yg mengatur perumahan), Dinas

Kehutanan, DPPAPP (karena behubungan dengan trotoar)

(9)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

terkait

pengelolaan sampah domestik

Belum ada kebijakan terkait pelaku Pertanian Kota

• Kebijakan kerjasama antar pelaku untuk pertanian kota

• Kebijakan insentif bagi pelaku

pertanian kota • Kebijakan

penyuluh pertanian

Membangun kerjasama antar pelaku dan memberikan insentif untuk pelaku pertanian kota

 Instruksi Gubernur untuk insentif dan disinsentif bagi pelaku pertanian kota  Perda untuk

insentif dan disinsentif pelaku

pertanian kota karena Ingub dan Pergub tidak cukup kuat untuk mencakup pihak di luar pemerintahan

 Mekanisme

penyelesaian konflik untuk pelaku

pertanian kota  Regulasi yang

mengatur

 Kajian

penyusunan Instruksi Gubernur untuk insentif dan disinsentif pelaku

pertanian kota (produsen dan konsumen)  Penyusunan

naskah akademik Ranperda ketahanan pangan untuk skema insentif dan disinsentif  Rapat

koordinasi penyusunan Instruksi Gubernur  Melakukan

kajian dan

Utama: BPKD & Biro TAPEM,

Walikota, dan DKPKP

(10)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

terkait konflik antar pelaku pertanian perkotaan (berhubungan dengan Isu 2 karena konflik biasanya terjadi akibat penggunaan lahan)

 Regulasi yang mengatur mengenai pasar

pembelajaran untuk

menyusun regulasi penyelesaian konflik dan kebijakan untuk penyuluh pertanian  Rapat

koordinasi penyusunan mekanisme penyelesaian konflik

 Rapat koordinasi penyusunan kebijakan untuk penyuluh pertanian Belum ada

kebijakan terkait pendidikan Pertanian Kota di sekolah

Integrasi dalam kurikulum

sekolah/madrasa h yang sudah ada

Akan dimasukan ke dalam

Peraturan

Gubernur tentang Pertanian Kota

Instruksi Gubernur pendidikan

Pertanian Kota di sekolah/madrasa h

Penyusunan Kurikulum

pertanian kota di sekolah/madrasa h dan ruang publik

Utama: Dinas

Pendidikan dan DKPKP

(11)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

terkait: Dinas Perumahan, DPPAPP, Dinas Kehutanan, Dinas

(12)

RENCANA AKSI ADVOKASI DAN KEBIJAKAN

OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

UTAMA 2018-22Tahun 2023-27Tahun 2028-30Tahun

Peraturan Gubernur tentang Pertanian Kota

Pemetaan

peraturan-peraturan terkait Biro Perekonomian Review hasil pemetaan

dengan tim kecil Biro Hukum Rapat koordinasi

penyusunan draft pergub

 Instruksi

Gubernur untuk pemanfaatan lahan milik OPD DKI Jakarta (diserahkan Pemda ke Sekda)  Instruksi

Gubernur pelaksanaan green building di seluruh wilayah (tidak hanya lokasi

percontohan)

Pemetaan regulasi (termasuk RTRW/ RDTR)

 BPAD (badan pengelola Aset Daerah)  Dinas CKPRT

& Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Diskusi dengan Bapeda,

BPAD, Cipta Karya dan instansi terkait

Rapat koordinasi penyusunan Instruksi Gubernur

 Instruksi

Gubernur untuk penyediaan air

Melakukan pemetaan kebijakan dan regulasi terkait tata kelola air dan sampah

 DKPKP

 DCKPRT

(13)

OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

UTAMA 2018-22Tahun 2023-27Tahun 2028-30Tahun

layak pertanian di lokasi

pertanian kota bisa melalui : PDAM, air hujan, pengolahan air limbah, air sungai, air tanah  Instruksi

Gubernur untuk pengelolaan sampah kota

Rapat koordinasi penyusunan Instruksi Gubernur

 Instruksi

Gubernur untuk insentif dan disinsentif bagi pelaku pertanian Kota.

 Perda untuk mengatur insentif dan disinsentif bagi pelaku pertanian kota

 Regulasi

mengenai pasar

Kajian penyusunan Instruksi Gubernur untuk insentif dan disinsentif pelaku pertanian kota (produsen dan

konsumen)

BPKD & Biro TAPEM

Penyusunan naskah akademik ranperda ketahanan pangan untuk skema insentif dan disinsentif

Rapat koordinasi penyusunan Instruksi Gubernur

Mekanisme

(14)

OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

UTAMA 2018-22Tahun 2023-27Tahun 2028-30Tahun

untuk pelaku pertanian kota (Regulasi yang mengatur konflik yang terjadi di antara pelaku pertanian kota)

menyusun regulasi penyelesaian konflik dan kebijakan untuk

penyuluh pertanian Rapat koordinasi

penyusunan mekanisme penyelesaian konflik Kebijakan mengenai

penyuluh pertanian Rapat koordinasi penyusunan kebijakan untuk penyuluh

pertanian

DKPKP

Instruksi Gubernur pendidikan

Pertanian Kota di sekolah/madrasah

Penyusunan Kurikulum pertanian kota di

sekolah/madrasah dan ruang public

(15)

HASIL DISKUSI KELOMPOK 2A - BUDIDAYA, PENGOLAHAN, DAN PEMASARAN PRODUK

BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

Terbatasnya luas lahan untuk Pertanian Kota

Pelaksanaan intensifikasi pertanian dengan

teknologi dan sarana

pertanian tepat guna, seperti verikultur, hidroponik, dan lain-lain

 Bekerjasama dengan

masyarakat dan berbagai pihak, termasuk

perguruan tinggi untuk menerapkan teknologi dan sarana pertanian tepat guna

 Bekerjasama dengan produsen pertanian,

peternakan, dan perikanan untuk bahan olahan dari wilayah sekitar DKI Jakarta

 Target perluasan lahan dipercepat terutama di lahan rusun dan

pendampingan bagi warga rusun untuk melakukan pertanian kota

 Implementasi tentang

teknologi dan sarana

pertanian tepat guna untuk mencapai target hasil pada tahun 2030

 Terpenuhinya bahan baku produk olahan pertanian, peternakan, dan perikanan

 Sosialisasi dan pembuatan informasi teknologi dan sarana pertanian tepat guna yang berbasis ruang.  Memberikan

pendampingan dalam

menggunakan teknologi tepat guna

 Bekerjasama dengan masyarakat, kelompok komunitas, sekolah, wilayah pemerintah/swast a dan lembaga sosial untuk melaksanakan teknologi

pertanian tepat guna.

Memastikan

Utama: DKPKP

(16)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

 Penguatan/peningk atan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam melakukan

pertanian kota

keterlibatan aktif perempuan dalam kegiatan-kegiatan

tersebut.

 Kontrak farming dengan produsen bahan baku

produk olahan pertanian,

peternakan, dan perikanan dari wilayah sekitar DKI Jakarta  Pendampingan

masyarakat dalam hal pembibitan hingga bertunas dan

pendampingan dalam hal monitoring & evaluasi Kesulitan

akses modal bagi petani

Meningkatnya akses modal dana dari lembaga keuangan dan CSR kepada

Kerjasama dengan lembaga keuangan pemerintah swasta dan CSR

Fasilitas kredit bunga rendah, untuk pertanian kota, dari

lembaga keuangan dan

 Identifikasi usaha pertanian kota skala kecil dan menengah yang membutuhkan modal

Utama: D.UKM dan DKPKP

(17)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

pelaku

pertanian kota skala kecil dan menengah

bantuan dari CSR  Fasilitasi

komunikasi dan kerjasama antar pelaku pertanian kota skala kecil dan menengah untuk

memperoleh peminjaman modal

(perbankan)

Sedikitnya ketersediaan air untuk pertanian

Tersedianya air untuk pertanian kota

 Bekerjasama dengan Dinas terkait

 Pemanfaatan air hujan

Terpenuhi kebutuhan air untuk pertanian kota

 Membangun

komunikasi dan kerjasama

 Membuat

embung dan sumur resapan  Memanfaatkan

media tanam selain tanah  Pengecekan

berkala kuantitas dan kualitas air untuk pertanian  Membangun

alternatif pemenuhan kebutuhan air dari air hujan  Implementasi

Recyling Water

Utama: DSDA dan DKPKP

(18)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

termasuk recyling grey water dan black water Pelaksanaan

pertanian yang aman terhadap ancaman banjir

Berkurangnya kerugian

pertanian akibat banjir

 Memahami risiko banjir di lokasi pertanian dan membuat mitigasinya  Memberikan

pendampingan bagi masyarakan tunuk mengurangi risiko banjir

Praktik

pelaksanaan pertanian yang aman terhadap banjir

 Penjelasan risiko banjir di lokasi pertanian kota  Mendampingi

masyarakat dalam membuat upaya mitigasi untuk

menghilangkan risiko kerugian pertanian akibat banjir

Utama: BPBD dan DKPKP

Pendukung: … (LSM, perusahaan, dll)

Partisipasi perempuan dalam pertanian perkotaan

Meningkatnya partisipasi perempuan dalam ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi

 Bekerjasama dengan Dinas pemberdayaan perempuan  Peningkatan

pengetahuan untuk perempuan

 Pendampingan pengolahan hasil untuk perempuan

Terpenuhinya kebutuhan pangan dan gizi keluarga

 Membangun

koordinasi dan kerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan organisasi

perempuan yang fokus dengan Pertanian Kota.  Penjelasan

tentang peran dan

tanggungjawab yang bisa

Utama: DKPKP dan Dinas PPPA

(19)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

dilakukan antara perempuan dan laki-laki dalam Pertanian Kota  Pelaksanaan

Pertanian Kota oleh kelompok-kelompok perempuan

RENCANA AKSI BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN:

OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

UTAMA 2018-22Tahun 2023-27Tahun 2028-30Tahun

Implementasi tentang teknologi tepat guna sesuai dengan target capaian pada tahun 2030

Sosialisasi dan

pembuatan informasi teknologi pertanian tepat guna yang berbasis

ruang.

DKPKP, DISKOMINFO

Memberikan

pendampingan dalam menggunakan teknologi tepat guna

Bekerjasama dengan masyarakat, kelompok komunitas, sekolah, wilayah

pemerintah/swasta dan lembaga sosial untuk melaksanakan teknologi pertanian tepat guna.

DKPKP,

(20)

OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

UTAMA 2018-22Tahun 2023-27Tahun 2028-30Tahun

Memastikan keterlibatan aktif perempuan dalam kegiatan-kegiatan tersebut.

Terpenuhinya bahan baku produk olahan pertanian,

peternakan, dan perikanan

Kontrak farming dengan produsen bahan baku produk olahan pertanian, peternakan, dan

perikanan dari wilayah sekitar DKI Jakarta

DKPKP

Pendampingan

masyarakat dalam hal pembibitan hingga bertunas dan

pendampingan dalam hal monitoring & evaluasi Fasilitas kredit bunga

rendah untuk

pertanian kota dari lembaga keuangan dan bantuan dari CSR

Identifikasi usaha

pertanian kota skala kecil dan menengah yang membutuhkan modal

Dinas UKM DKPKP

Fasilitasi komunikasi dan kerjasama antar pelaku pertanian kota skala kecil dan menengah untuk memperoleh peminjaman modal

Dinas UKM Biro

Perekonomian DKPKP, Bank DKI Jakarta

Bekerjasama dengan Bank DKI Jakarta

Terpenuhi kebutuhan

(21)

OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

UTAMA 2018-22Tahun 2023-27Tahun 2028-30Tahun

kota

Membuat embung dan

sumur resapan DSDADPRKP

DLH Memanfaatkan media

tanam selain tanah Pengecekan berkala kuantitas dan kualitas air untuk pertanian

Membangun alternatif pemenuhan kebutuhan air dari air hujan

Implementasi Recyling Water termasuk recyling grey water dan black water

Praktik pelaksanaan pertanian yang aman terhadap banjir

Penjelasan risiko banjir di

lokasi pertanian kota BPBDDKPKP Mendampingi masyarakat

dalam membuat upaya mitigasi untuk

menghilangkan risiko kerugian pertanian akibat banjir

BPBD DKPKP

Terpenuhinya kebutuhan pangan dan gizi keluarga

Membangun koordinasi dan kerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan

organisasi perempuan

(22)

OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

UTAMA 2018-22Tahun 2023-27Tahun 2028-30Tahun

yang fokus dengan Pertanian Kota.

Penjelasan tentang peran dan tanggungjawab yang bisa dilakukan antara perempuan dan laki-laki dalam Pertanian Kota

DKPKP DPPPA

Pelaksanaan Pertanian Kota oleh kelompok-kelompok perempuan

DKPKP

Memastikan keamanan pangan dengan sistem pangan terbaru dengan memenuhi standar yang aman - produk pangan yang berstandar dan sertifikat (3K)

(23)

PEMASARAN PRODUK

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSA

NA

Kurangnya jaminan mutu produk pertanian, terutama produk olahan

Terwujudnya jaminan mutu produk olahan pertanian, peternakan, dan

perikanan

Sertifikasi Produk Tersedianya produk hasil pertanian yang

berkualitas (mutu yang baik)

 Sosialisasi keamanan pangan.  Penerapan GAP.

 Penerapan GHP.  Penerapan GMP.

 Pendampingan terhadap masyarakat tentang sertifikasi produk.

Kurangnya publikasi dan informasi pasar (termasuk supply dan demand, akses pasar)

Terbukanya akses pasar langsung dari petani kota

langsung kepada konsumen

 Memastikan media promosi melalui pusat informasi pasar  Bekerjasama

dengan BUMD dan perusahaan swasta untuk memaksimalkan pemasaran produk pertanian, khususnya produk olahan

Terwujudnya transaksi pemasaran hasil produk pertanian

 Pameran-pameran

 Sistem informasi pemasaran berbasis web

 Temu usaha (buyer meet seller)

 Pengembangan Toko Tani Indonesia di DKI Jakarta  Kerjasama dengan sentra

pertanian di luar wilayah DKI Jakarta (misalnya dengan kontrak pertanian) untuk membangun jalur distribusi dan pemasaran produk pertanian, termasuk untuk produk olahan pertanian, peternakan, dan perikanan

Utama: perguruan tinggi, perusahaa n dll)

Belum pastinya kontinuitas stabilitas

Menjaga kuantitas produk yang konsisten

Membentuk

jaringan komunitas antara produsen

Terwujudnya kerja sama antara produsen

 Pembinaan pelaku usaha untuk kontrol kualitas produk  Pengadaan sarana produksi

untuk kelompok, berbentuk

(24)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSA NA

produk voucher bukan uang dan

memilih sarana produksi mikro Pendukung :

… (LSM, perguruan tinggi, perusahaa n dll)

RENCANA AKSI PEMASARAN PRODUK:

OUTPUT KEGIATAN PELAKSAN

A UTAMA 2018-22Tahun Tahun 2023-27

Tahun 2028-30

Tersedianya produk hasil pertanian yang

berkualitas (mutu yang baik)

Sosialisasi keamanan pangan DKPKP

Penerapan GAP DKPKP

Penerapan GHP DKPKP

Penerapan GMP DKPKP

Pendampingan terhadap

masyarakat tentang sertifikasi produk.

DKPKP

Terwujudnya transaksi pemasaran hasil produk pertanian

Pameran-pameran DKPKP

Sistem informasi pemasaran

berbasis web Diskominfotik

Temu usaha (buyer meet seller) DKPKP Pengembangan Toko Tani

Indonesia di DKI Jakarta DKPKP

Kerjasama dengan sentra

(25)

OUTPUT KEGIATAN PELAKSAN

A UTAMA 2018-22Tahun Tahun 2023-27

Tahun 2028-30

Jakarta (misalnya dengan kontrak pertanian) untuk

membangun jalur distribusi dan pemasaran produk pertanian, termasuk untuk produk olahan pertanian, peternakan, dan perikanan

Terwujudnya kerja sama

antara produsen Pembinaan pelaku usaha DKPKPDinas

UMKM Pengadaan sarana produksi

untuk kelompok, berbentuk voucher bukan uang dan memilih sarana produksi mikro

(26)

HASIL DISKUSI KELOMPOK 2B - PENINGKATAN KAPASITAS DAN KERJASAMA MULTI-PIHAK

PENINGKATAN KAPASITAS

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSAN A

Kurangnya tenaga Penyuluh

Adanya tenaga penyuluh yang akan mendampin gi pelaku utama pertanian kota

 Diutamakan merekrut warga lokal yang

memenuhi syarat tenaga penyuluh PNS sesuai

mekanisme regular  Melibatkan

“petani maju” sebagai

penyuluh swadaya  Statusnya

ditingkatkan menjadi tenaga pendamping penyuluh (local champion, praktisi)

 Setiap Kecamatan memiliki 1(satu) Penyuluh PNS.  Setiap

kelurahan memiliki minimal 1 (satu) Penyuluh  Setiap

penyuluh PNS min memiliki 1 penyuluh pendampin g atau lebih sesuai kebutuhan dan potensi wilayah kerjanya

 Mengusulkan penyuluh baru dan penyuluh pendamping baru kepada Kementerian Pertanian. Yg ditambahkan. 1 penyuluh 1 penyuluh

pendamping (minimum); lebih banyak penyuluh pendamping yang disesuaikan dengan kebutuhan akan lebih baik  Pelatihan berjenjang bagi

Penyuluh PNS dan penyuluh pendamping yg ditambahkan.  Mengidentifikasi petani maju

di Kelurahan: (petani berhasil)

 Menyusun indikator petani berhasil

 Pendataan petani berhasil di setiap kelurahan

(diperlukan indikator

penentuan petani berhasil)  Melibatkan PKK kelurahan

(27)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSAN A

 Pelatihan teknis

tugas-tugasnya penyuluh swadaya, penyuluh pendamping

Masih sedikitnya Pelaku Utama pertanian kota

Petani itu sendiri pertanian kota

 Mepromosikan keberhasilan petanian kota melalui media informasi

 Memanfaatkan fasum sebagai demplot

pertanian kota

 Memperkenalka

n praktek pertanian kota dimulai dari siswa sekolah dasar

 Melibatkan sektor swasta, LSM,

universitas, dll dalam

meningkatkan pertanian kota  Penghargaan di

bidang perkotaan pertanian kota

30% (?) warga DKI Jakarta melakukan pertaniaan kota (termasuk instansi

pemerintahan dan pihak swasta)

 Menentukan definisi Pelaku Utama pertanian kota

 Mengidentifikasi contoh sukses/baik pelaku utama pertanian kota

 Mensosialisasikan

keberhasilan/contoh sukses melalui media

 Berkoordinasi dengan kelurahan, dinas PPAPP

(pemberdayaan perlindungan anak dan pengendalian

penduduk) dan lembaga usaha serta lembaga lain pengelola fasilitas umum untuk memanfaatkan fasum (termasuk RPTRA) sebagai contoh pertanian kota

 Berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk

memperkenalkan pertanian kota kepada siswa sekolah  Menyusun kerangka acuan

kerja pengahargaan di bidang penghargaan kota lomba pertanian kota, dan

(28)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSAN A

secara dan melakukan penelitian berjenjang setiap tahun mulai tingkat kelurahan sampai tingkat provinsi

melakukan seleksi berjenjang setiap tahun

 Membangun jejaring kemitraan dengan sektor swasta dan media dalam meningkatkan pertanian kota  Menyusun KAK penghargaan

di bidang pertanian kota dan melakukan penelitian

berjenjang setiap tahun  Mendorong perguruan tinggi

untuk meningkatkan

penelitian pengembangan dan pengabdian masyarakat dan kuliah kerja nyata (KKN) di bidang pertanian kota di Jakarta pertanian kota (petani, Penyuluh, pendampin sesuai perkembang an teknologi dan sarana yang tepat untuk

 Pendampingan

 Memaksimalkan

peran penyuluh /pendamping  Menyediakan

media KIE untuk teknologi

pertanian perkotaan  Bekerja sama

dengan pihak

 Tersedianya tenaga penyuluh tenaga/ pendampin g terampil yang mampu menyesuaik an dengan teknologi  Meningkatn

 Gelar teknologi pertanian kota  Pembuatan demplot

 Magang  Diklat

 Studi Banding

 Pendistribusian buku teknologi pertanian kota

 Sharing knowledge antar pelaku pertanian kota

(29)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSAN A

pertanian

kota lain yang dapat digunakan untuk studi

banding/magan g

ya

kemampua n petani dalam menerapka n budidaya berbagai komoditas  Tersedia

media KIE teeknologi pertanian kota (mutakhir)  Transformas

i

pengetahua n antar pelaku.

dll)

RENCANA AKSI PENINGKATAN KAPASITAS

OUTPUT KEGIATAN PELAKS

ANA UTAMA

Tahun

2018-22 Tahun 2023-27

Tahun 2028-30

 Setiap Kecamatan memiliki 1(satu)

Mengusulkan penyuluh baru dan penyuluh pendamping baru kepada Kementerian Pertanian. Yg ditambahkan. 1 penyuluh 1 penyuluh pendamping

(30)

OUTPUT KEGIATAN PELAKS ANA UTAMA

Tahun

2018-22 Tahun 2023-27

Tahun 2028-30

Penyuluh PNS.

 Setiap kelurahan memiliki minimal 1 (satu) Penyuluh swadaya  Setiap

penyuluh PNS min memiliki 1 penyuluh pendamping atau lebih sesuai kebutuhan dan potensi wilayah kerjanya

(minimum); lebih banyak penyuluh pendamping yang disesuaikan dengan kebutuhan akan lebih baik

Pelatihan berjenjang bagi Penyuluh PNS dan penyuluh pendamping yg ditambahkan.

DKPKP

Mengidentifikasi petani maju di Kelurahan : (petani berhasil)

 Menyusun indikator petani berhasil

 Pendataan petani berhasil di setiap kelurahan

(diperlukan indikator

penentuan petani berhasil)

Sudin KPKP

Melibatkan PKK kelurahan (POKJA 3) mengaktifkan kelompok kerja 3 dalam pertanian

DPPPA

Pelatihan teknis tugas-tugas penyuluh swadaya, penyuluh pendamping

DKPKP

30% (?) warga DKI Jakarta melakukan pertaniaan kota (termasuk instansi

Menentukan definisi Pelaku

Utama pertanian kota Sudin KPKP Mengidentifikasi contoh

sukses/baik pelaku utama pertanian kota

(31)

OUTPUT KEGIATAN PELAKS ANA UTAMA

Tahun

2018-22 Tahun 2023-27

Tahun 2028-30

pemerintahan dan pihak swasta)

keberhasilan/contoh sukses

melalui media otik

Berkoordinasi dengan kelurahan, dinas PPAPP (pemberdayaan perlindungan anak dan

pengendalian penduduk) dan lembaga usaha serta lembaga lain pengelola fasilitas umum untuk memanfaatkan fasum (termasuk RPTRA) sebagai contoh pertanian kota

Sudin KPKP

Berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk

memperkenalkan pertanian kota kepada siswa sekolah

DKPKP

Menyusun kerangka acuan kerja pengahargaan di bidang

penghargaan kota lomba

pertanian kota, dan melakukan seleksi berjenjang setiap tahun

DKPKP

Membangun jejaring kemitraan dengan sektor swasta dan media dalam meningkatkan pertanian kota

Menyusun KAK penghargaan di bidang pertanian kota dan

(32)

OUTPUT KEGIATAN PELAKS ANA UTAMA

Tahun

2018-22 Tahun 2023-27

Tahun 2028-30

setiap tahun

Mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan penelitian pengembangan dan pengabdian masyarakat dan kuliah kerja nyata (KKN) di bidang pertanian kota di Jakarta

 Tersedianya tenaga penyuluh tenaga/ pendamping terampil yang mampu menyesuaika n dengan teknologi  Meningkatny

a

kemampuan petani dalam menerapkan budidaya berbagai komoditas  Tersedia

media KIE teeknologi

Gelar teknologi pertanian kota BPTP & DKPKP

Pembuatan demplot Sudin

KPKP

Magang DKPKP

Diklat DKPKP

Studi Banding DKPKP

Pendistribusian buku teknologi

pertanian kota Sudin KPKP

(33)

OUTPUT KEGIATAN PELAKS ANA UTAMA

Tahun

2018-22 Tahun 2023-27

Tahun 2028-30

pertanian kota (mutakhir)  Transformasi

pengetahuan antar pelaku.

KERJASAMA MULTI-PIHAK

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSAN A

Belum adanya mekanisme kerjasama Multi-pihak untuk pertanian kota

Tercapainya mekanisme kerjasama (B, G-G, B-G) Multi-Pihak dalam pertanian kota

SIDA tematik pertanian kota

 Membangun/

mengoptimalka n forum

komunikasi kerjasama Multi-Pihak yang ada

 Mendorong

munculnya kebijakan untuk membangun /optimalisasi forum

komunikasi Multi-Pihak

 Draft format bentuk kerjasama Multi-Pihak pertanian kota

 Model/Business model Multi-Pihak dengan skema insentif -> Analisa usaha tani yang jelas.

 Kebijakan tentang kolaborasi Multi-Pihak &

pengelolaan datanya.

 Identifikasi bentuk kerjasama.

 Pembuatan dan testing model kolaborasi & benchmarking.  Pembentukan &

penguatan forum komunikasi Multi-Pihak.

Utama: Biro

Perekonomi an,

Biro TAPEM, dan DKPKP

Belum

adanya Terbentuknya

 Bekerjasama dengan

 Kesepakatan pembagian kerja

 Identifikasi para pelaku penyedia kebutuhan

(34)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSAN A

pembagian peran untuk pemenuhan sarana dan tehnologi pertanian kota

mekanisme pembagian peran untuk sarana dan tehnologi pertanian

penyedia sarana dan tehnologi untuk pertanian, baik dari

perguruan tinggi, lembaga usaha, dan lembaga sosial

antar pelaku untuk pemenuhan

kebutuhan sarana dan tehnologi pertanian kota

sarana dan tehnologi pertanian

 Penyusunan rancangan

mekanisme kerjasama pemenuhan sarana dan tehnologi pertanian

 Pertemuan untuk membangun kesepakatan

mekanisme kerjasama pemenuhan sarana dan tehnologi pertanian

Perekonomi an dan DKPKP

RENCANA AKSI KERJA SAMA MULTI-PIHAK

OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

UTAMA 2018-22Tahun 2023-27Tahun 2028-30Tahun

 Draft format bentuk kerjasama Multi-Pihak pertanian kota  Model/Business

model Multi-Pihak dengan skema insentif -> Analisa usaha tani yang

Identifikasi bentuk kerjasama Biro

Perekonomian Biro TAPEM DKPKP Pembuatan dan testing model

kolaborasi & benchmarking Biro Perekonomian Pembentukan & penguatan

(35)

OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

UTAMA 2018-22Tahun 2023-27Tahun 2028-30Tahun

jelas.  Kebijakan

tentang kolaborasi Multi-Pihak & pengelolaan datanya.  Kesepakatan

pembagian kerja antar pelaku untuk pemenuhan kebutuhan sarana dan tehnologi pertanian kota

Identifikasi para pelaku penyedia kebutuhan sarana dan tehnologi pertanian

DKPKP

Penyusunan rancangan mekanisme kerjasama pemenuhan sarana dan tehnologi pertanian

Biro

Perekonomian dan DKPKP

Pertemuan untuk membangun kesepakatan mekanisme kerjasama pemenuhan sarana dan tehnologi pertanian

Biro

(36)

HASIL DISKUSI KELOMPOK 3 - LINGKUNGAN HIDUP

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSA

NA

Hasil

pertanian kota yang rusak ketika terjadi banjir dan cuaca panas

Penerapan pertanian kota yang adaptif terhadap risiko banjir dan cuaca panas

 Mempertimbang

kan lokasi risiko banjir untuk membuat pertanian kota yang adaptif

 Mempertimbang

kan risiko cuaca panas untuk mengatur kebutuhan air  Menanam

tanaman yang adaptif terhadap cuaca (panas) dan

membutuhkan air yang

minimum

 Pelaksanaan teknologi/tehn ik/cara praktis pelaksanaan pertanian kota yang adaptif dengan risiko banjir

 Pelaksanaan efektifitas pengaturan air untuk pertanian kota  Tanaman

varietas unggul yang membutuhkan sedikit air dan tetap

menghasilkan walaupun cuaca

berubah-ubah

 Sosialisasi lokasi rawan banjir

 Pembuatan booklet tehnik praktis pelaksanaan

pertanian yang adaptif terhadap banjir dan cuaca panas (melalui efisiensi air)

 Pengembangan model

contoh pertanian yang adaptif terhadap banjir dan cuaca panas (melalui

efisiensi air)

 Penyebaran informasi pertanian yang adaptif terhadap banjir dan cuaca panas melalui berbagai media (hingga tingkat RT) dan pendampingan

masyarakat untuk melakukan praktek

Utama: BPBD, DKPKP dan Badan Penelitian

Pendukung :

Sampah organik berlimpah yang belum

Penggunaan pupuk organik untuk

Membangun pusat produksi dan pusat belajar pembuatan pupuk organic

 Terdapat setidaknya 5 pusat

produksi

 Pembangunan pusat

produksi pupuk organik berbasis komunitas atau perusahaan

Utama: Dinas LH

(37)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSA NA

dimanfaatkan pertanian

kota pupuk organikdi tiap-tiap

kota/kabupate n (menurut DLH bahkan bisa 1 pusat produksi per kelurahan)  Terdapat

setidaknya 1 pusat belajar pembuatan pupuk organik di tiap-tiap kota/kabupate n (bahkan jika memungkinka n 1 di tiap RW/RT)

 Pembangunan pusat belajar pembuatan pupuk organik berbasis komunitas atau perusahaan (study banding ke tempat yang sudah baik) (untuk tingkat komunitas bisa di tiap-tiap RT)

 Sosialisasi pusat produksi dan pusat belajar pupuk organic (hingga tingkat RT) dan pendampingan

masyarakat untuk melakukan praktek

 Study visit dari kelompok-kelompok pelaksana pertanian kota

:

DKPKP, …

Sedikitnya luasan

tutupan hijau di wilayah perkotaan

Penambaha n luasan tutupan hijau yang produktif di tiap-tiap kota/kabupa ten

Bekerjasama dengan berbagai pihak untuk

menambah luasan tutupan hijau

Setidaknya ada penambahan 10% luasan tutupan hijau produktif di tiap-tiap

Kota/kabupaten

 Sosialisasi dan penyebaran informasi untuk melakukan penambahan tutupan hijau produktif

 Bimbingan teknis tentang perluasan tutupan hijau  Memberikan penghargaan

kepada pelaku pertanian kota yang melaksanakan penambahan tutupan hijau

Utama: DKPKP

Pendukung :

(38)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSA NA

produktif secara luas Kualitas air

tanah/permuk aan yang buruk untuk pertanian

Terpenuhiny a sebagian kebutuhan air

pertanian/ peternakan/ perikanan dari hasil pengelolaan air limbah dan air hujan

 Pengembangan

pengelolaan air limbah

 Penampungan

air hujan

 Terdapat setidaknya 10 pengelolaan air limbah untuk kebutuhan pertanian/ peternakan/ perikanan di tiap-tiap kota/kabupate n

 Meningkatnya

masyarakat/ badan

pemerintah /badan usaha dll yang

menampung air hujan

 Pembangunan pengelolaan air limbah berbasis

komunitas dan perusahaan  Sosialisasi dan penyebaran

informasi terkait

pengelolaan air limbah  Sosialisasi dan penyebaran

informasi terkait upaya penampungan air hujan (hingga tingkat RT) dan pendampingan masyarakat untuk melakukan praktek  Memberikan insentif kepada

pelaku pengelolaan air limbah dan penampung air hujan yang melakukannya secara besar

 Dinas Kehutanan mengkoordinasikan pembuatan SUMUR

RESAPAN atau fiber air yang ditanam di tanah atau bio pori

(39)

OUTPUT KEGIATAN PELAKSAN

A UTAMA Tahun 2018-22 2023-27Tahun 2028-30Tahun

 Pelaksanaan

teknologi/tehnik/cara praktis pelaksanaan pertanian kota yang adaptif dengan risiko banjir

 Pelaksanaan efektifitas

pengaturan air untuk pertanian kota

 Tanaman varietas unggul yang

membutuhkan sedikit air dan tetap

menghasilkan walaupun cuaca berubah-ubah

Sosialisasi lokasi rawan

banjir BPBD

Pembuatan booklet teknik praktis pelaksanaan

pertanian yang adaptif terhadap banjir dan cuaca panas (melalui efisiensi air)

DKPKP

Pengembangan model contoh pertanian yang adaptif terhadap banjir dan cuaca panas (melalui

efisiensi air)

DKPKP

Penyebaran informasi pertanian yang adaptif terhadap banjir dan cuaca panas melalui berbagai media (hingga tingkat RT) dan pendampingan

masyarakat untuk melakukan praktek

Diskominfot ik

 Terdapat setidaknya 5 pusat produksi pupuk organik di tiap-tiap kota/kabupaten (menurut DLH

bahkan bisa 1 pusat produksi per

kelurahan)

Pembangunan pusat produksi pupuk organik berbasis komunitas atau perusahaan

DLH

Pembangunan pusat belajar pembuatan pupuk organik berbasis komunitas atau perusahaan (untuk tingkat komunitas bisa di tiap-tiap

(40)

OUTPUT KEGIATAN PELAKSAN

A UTAMA Tahun 2018-22 2023-27Tahun 2028-30Tahun

 Terdapat setidaknya 1 pusat belajar pembuatan pupuk organik di tiap-tiap kota/kabupaten (bahkan jika

memungkinkan 1 di tiap RW/RT)

RT)

Sosialisasi pusat produksi dan pusat belajar pupuk organik (hingga tingkat RT) dan pendampingan

masyarakat untuk melakukan praktek

DLH

Study visit berkelanjutan dari kelompok-kelompok pelaksana pertanian kota

DKPKP

Setidaknya ada penambahan 10% luasan tutupan hijau produktif di tiap-tiap kota/kabupaten

Sosialisasi dan penyebaran informasi untuk melakukan penambahan tutupan hijau produktif

DKPKP

Bimbingan teknis tentang perluasan tutupan hijau Memberikan penghargaan kepada pelaku pertanian kota yang melaksanakan penambahan tutupan hijau produktif secara luas

DKPKP

 Terdapat setidaknya 10 pengelolaan air limbah untuk kebutuhan

pertanian/peternakan / perikanan di tiap-tiap kota/kabupaten

Pembangunan pengelolaan air limbah berbasis

komunitas dan perusahaan

DLH

Sosialisasi dan penyebaran informasi terkait

pengelolaan air limbah

DLH

(41)

OUTPUT KEGIATAN PELAKSAN

A UTAMA Tahun 2018-22 2023-27Tahun 2028-30Tahun

 Meningkatnya masyarakat/badan pemerintah /badan usaha dll yang menampung air hujan

informasi terkait upaya penampungan air hujan Sosialisasi dan penyebaran informasi terkait upaya penampungan air hujan (hingga tingkat RT) dan pendampingan masyarakat untuk melakukan

Memberikan insentif kepada pelaku pengelolaan air limbah dan penampung air hujan yang melakukannya secara besar

DLH

Dinas Kehutanan mengkoordinasikan pembuatan SUMUR

(42)

HASIL DISKUSI KELOMPOK 4 – MONITORING EVALUASI DAN PENGELOLAAN PENGETAHUAN

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSA

NA

Tidak

tersedianya mekanisme pelaksanaa n

monitoring dan

evaluasi

Mekanisme MonEv untuk 4 komponen pertanian kota

 Penyusunan mekanisme secara

partisipatif dan integratif

 Bekerjasama dengan BPS untuk

memasukan semua komoditas target desain Pertanian Kota  Melibatkan

masyarakat (metode kaderisasi) dalam melakukan monitoring dan evaluasi

 Mekanisme

pengukuran (kualitatif dan

kuantitatif) pelaksanaa n

komponen pertanian kota per RPJMD

 Dokumenta

si hasil MonEv  Hasil

capaian di wilayah pengelolaan dapat

dilaporkan oleh kader

 Sosialisasi Pertanian Kota kepada seluruh pihak di DKI Jakarta

 Peningkatan kapasitas multipihak dalam

mengembangkan alat MonEv

 Pengembangan alat MonEv

 Pembentukan Forum MonEv pelaksanaan komponen pertanian kota

 Pelaksanaan hasil evaluasi (2 kali dalam setahun)

 Pendokumentasian hasil MonEv

 Pemutakhiran data secara berkala pelaksanaan

komponen pertanian kota (1 kali dalam setahun melalui pendataan BPS)

 Pemutakhiran data melalui interaksi dan informasi dari masyarakat dan berbagai pihak dengan perangkat crowd source

 Menciptakan tools yang bisa digunakan oleh kader dalam

(43)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSA NA

melakukan tugas monitoring dan evaluasi secara langsung ke masyarakat.

 Melibatkan tokoh masyarakat dan kelompok budidaya masyarakat (seperti PKK dan Karang Taruna) dalam

melakukan pertanian kota Tidak

tersedianya Sistem Informasi, Edukasi, dan

Komunikasi hasil MonEv

Publikasi pembelajara n atas

praktik pertanian kota dapat dengan mudah diakses oleh multipihak

 Pengembangan

portal

pembelajaran sebagai basis data, informasi, edukasi dan komunikasi untuk pertanian kota

 Menyediakan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat

 Tersedianya web based data dan informasi pelaksanaa n 4

komponen pertanian kota

 Tersedianya peta pelaku dan

kegiatan 4 komponen pertanian kota

 Tim

pengelola data dan informasi pertanian

 Pengembangan konsep

struktur data dan informasi pertanian kota

 Pembuatan web based data dan informasi pertanian kota  Pembentukan tim pengelola web based data dan informasi  Konsultasi web based data

dan informasi kepada para pelaku pertanian kota  Pemetaan pelaku dan

kegiatan pertanian kota yang diintegrasikan dengan web based data dan informasi  Launching web based data

dan informasi pertanian kota  Menciptakan format (lengkap

dengan spesifikasinya) yang perlu ditampilkan di media elektronik ataupun cetak.  Menyampaikan surat

(44)

ISU CAPAIAN STRATEGI OUTPUT KEGIATAN PELAKSA NA

kota

 Replikasi pembelajar an

 Pembuatan media (elektronik dan cetak)

permohonan kepada Diskominfotik perihal

pembuatan media informasi dilampirkan dengan

spesifikasinya (Apakah berisikan data saja atau informasi seperti

mensosialisasikan dan mengajak masyarakat berpartisipasi, data hasil evaluasi atau cerita sukses).  Memberikan nama domain

untuk alamat web.  Memaparkan dan

mengevaluasi hasil media yang sudah dibuat

(45)

RENCANA AKSI: MONITORING EVALUASI DAN PENGELOLAAN PENGETAHUAN

OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

UTAMA Tahun 2018-22

Tahun

2023-27

Tahun

2028-30

 Mekanisme

pengukuran keberhasilan  Data dasar dan

data akhir (kualitatif dan kuantitatif) pelaksanaan komponen pertanian kota per RPJMD  Dokumentasi

hasil MonEv  Hasil capaian di

wilayah pengelolaan dapat dilaporkan oleh kader

Sosialisasi Pertanian Kota kepada seluruh pihak di DKI Jakarta

DKPKP

Peningkatan kapasitas multipihak dalam

mengembangkan alat MonEv

Biro

Perekonomian

Pengembangan alat MonEv DKPKP

Pembentukan Forum MonEv pelaksanaan komponen pertanian kota

Biro

Perekonomian

Pelaksanaan hasil evaluasi (2

kali dalam setahun) Biro Perekonomian

Pendokumentasian hasil MonEv Biro

Perekonomian Pemutakhiran data secara

berkala pelaksanaan komponen pertanian kota (1 kali dalam setahun melalui pendataan BPS)

DKPKP

(46)

OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

UTAMA Tahun 2018-22

Tahun

2023-27

Tahun

2028-30

ke masyarakat.

Melibatkan tokoh masyarakat dan kelompok budidaya masyarakat (seperti PKK dan Karang Taruna)

 Tersedianya web based data dan informasi

pelaksanaan 4 komponen pertanian kota  Tersedianya peta

pelaku dan kegiatan 4 komponen pertanian kota  Tim pengelola

data dan informasi pertanian kota  Replikasi

pembelajaran  Pembuatan

media

(elektronik dan cetak)

Pengembangan konsep struktur data dan informasi pertanian kota

Diskominfotik dan DKPKP

Pembuatan web based data dan

informasi pertanian kota Diskominfotik

Pembentukan tim pengelola

web based data dan informasi Diskominfotik dan DKPKP Konsultasi web based data dan

informasi kepada para pelaku pertanian kota

Diskominfotik dan DKPKP

Pemetaan pelaku dan kegiatan pertanian kota yang

diintegrasikan dengan web based data dan informasi

DKPKP

Launching web based data dan

informasi pertanian kota Diskominfotik dan DKPKP Menciptakan format (lengkap

(47)

OUTPUT KEGIATAN PELAKSANA

UTAMA Tahun 2018-22

Tahun

2023-27

Tahun

2028-30

Diskominfotik perihal

pembuatan media informasi dilampirkan dengan

spesifikasinya (Apakah berisikan data saja atau informasi seperti

mensosialisasikan dan mengajak masyarakat berpartisipasi, data hasil evaluasi atau cerita sukses). Memberikan nama domain untuk alamat web.

Memaparkan dan mengevaluasi hasil media yang sudah dibuat Mempublikasi informasi dengan memberdayakan semua

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Klasifikasi Gejala pada Penyakit Utama Tanaman Padi

[r]

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa usaha yang dilakukan oleh gaya resultan yang bekerja pada benda sama dengan perubahan energi kinetiknya.. Walaupun baru dibuktikan untuk

Oleh karena itu, maka pemerintah telah membentuk suatu lembaga pemerintah yang dalam melaksanakan fungsi, tugas, dan wewenangnya bersifat independen yaitu Badan Pengatur

Sebagai akibat dari pergaulan dan interaksi sosial yang cukup lama antara masyarakat Cina dengan kelompok etnis lain, baik pribumi maupun etnis

[r]

[r]