• Tidak ada hasil yang ditemukan

Reza Makalah Psikologi Dasar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Reza Makalah Psikologi Dasar"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah psikologi dasar, oleh dosen pembina

Difa Ardiyanti, S.Psi., M.Psi

Disusun Kelompok 3:

1. Wahyu Anggraeni 1700013140

2. Siti Nabila Firda Arifah 1700013141 3. Reza Agustin 1700013142

4. Yuliana 1700013143 5. Rizqi Fitriati 1700013144 6. Ayu Dewi Utami 1700013145 7. Rizki Tri Wahyuni 1700013146

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

(2)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...1

DAFTAR ISI...2

BAB I TEORI HIERARKI KEBUTUHAN...3

BAB II SINOPSIS FILM...5

BAB III EVALUASI ADEGAN...20

3.1 FISIOLOGIS...20

3.2 RASA AMAN...20

3.3 RASA CINTA...21

3.4 HARGA DIRI...22

3.5 AKTUALISASI DIRI...23

(3)

BAB I

TEORI HIERARKI KEBUTUHAN

Menurut ahli humanistik, Abraham Maslow (1954, 1971) kebutuhan dasar kita harus dipenuhi terlebh dahulu sebelum kebutuhan yang lebih tinggi dapat muncul dan dipenuhi. Hierarki kebutuhan (hierarchy of needs) Maslow menyatakan bahwa kebutuhan utama individu dipenuhi dalam urutan tertentu: kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa cinta dan penerimaan, kebutuhan akan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri.

Menurut hierarki ini, orang-orang termotivasi untuk memenuhi kebutuhan akan makanan terlebih dahulu serta kebutuhan akan rasa aman, sebelum mengembangkan kebutuhan akan cinta. Bila kita melihat kebutuhan kita sebagai sebuah panggilan untuk bertindak, maka rasa lapar dan rasa aman yang ada dibawah akan berteriak dengan kencang, sementara kebutuhan akan aktualisasi diri mungkin hanya akan berbisik. Maslow menyatakan bahwa kebutuhan-kebutuhan yang ada dibagian bawah hierarki muncul sebagai akibat defisiensi, seperti rasa lapar, kesepian, atau takut dan kita lihat bahwa kebutuhan-kebutuhan yang ada diatas dari hierarki ini muncul pada orang-orang yang dipuaskan dalam kebutuhan mendasar ini. Individu yang sudah dipuaskan rasa lapar dan amannya dapat mengalihkan perhatiannya pada pemenuhan kebutuhan yang lebih tinggi.

Aktualisasi diri (self actualization), kebutuhan yang paling tinggi dari hierarki kebutuhan Maslow, adalah motivasi untuk mengembangkan potensi seseorang sepenuhnya sebagai manusia. Menurut Maslow, aktualisasi diri hanya mungkin bila kebutuhan lain dalam hierarki sudah dipenuhi. Maslow mengingatkan orang-orang bahwa kebanyakan dari mereka berhenti menjadi dewasa sesudah mereka mengembangkan harga diri yang tinggi dan tidak menjadi individu yang teraktualisasi diri sepenuhnya.

Gagasan bahwa motif manusia bersifat hierarki dan disusun dalam suatu urutan tertentu merupakan sesuatu yang menarik. Teori Maslow merangsang kita untuk berpikir tentang mengurutkan motif-motif dalam kehidupan kita. Bagaimanapun juga, urutan yang diajukan oleh Maslow terhadap kebutuhan-kebutuhan dapat diperdebatkan. Beberapa orang mungkin mencari keberhasilan karier untuk mencapai harga dirinya, sementara kebutuhannya akan cinta dan perasaan diterima disingkirkan. Tentu saja sejarah mencatat sejumlah contoh individu yang pada situasi tertentu yang menekan tetap mampu menunjukkan perilaku baik pada orang lain yang tidak mengutamakan diri. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang paling miskin yang cenderung menjadi orang yang paling dermawan dalam memberi bantuan

(4)
(5)

BAB II

SINOPSIS FILM

Lee Hyun Soo (Seo Hyun Jin) menuang soju di gelasnya. Ia tampaknya sangat kesal. Ia tidak jadi meminum sojunya dan meninggalkan meja. Sementara itu, On Jung Sung (Yang Se Jong) sedang syuting memasak di mall. Lalu tiba-tiba ada orang berlari masuk saat Jung Sun bicara "Sebenarnya sangat mudah membuat mie dengan seafood--"

Sutradara sontak berteriak CUT! dan meminta syuting diulangi. Hal ini bukan kesalahan orang yang berlari itu, tapi karena Jung Sung tak seharusnya mengatakan kalimat tadi. Jung Sung membela diri dengan membantah bahwa dirinya tidak salah. Staff juga membenarkan Jung Sung karena di scrip-nya tertulis begitu.

Sutradara: "Sudah kubilang padamu abaikan scriptnya. Ingat apa yang aku katakan ketika pertama kali kita bertemu? Yang itu! Aku suka itu. Kita gunakan yang itu."

Jung Sun: "Itu kan pendapat pribadiku."

Sutradara: "Tapi aku suka pendapat pribadimu. Aku ingin acara ini lebih nyata. Sepertinya penulis nya tidak tahu apa-apa."

Orang yang berlari tadi sepertinya kesal, ia berkata ingin pergi saja karena syutingnya diulang-ulang terus. Lalu sutradara meminta maaf dan syuting pun diulang kembali.

Hyun Soo berjalan menuju suatu tempat, raut wajahnya masih menunjukkan kekesalan. Sementara itu, Jung Sun memulai kembali syutingnya. Sembari syuting, Jung Sun memperhatikan Hyun Soo yang sedang berdebat dengan sutradara.

Hyun Soo: “Aku melebih-lebihkan sedikit? Aku meminta anda 100 kali. Tapi, tidak ada yang berubah. Andalah yang mendorongku ke tepi.”

Sutradara: "Aigoo. Inilah alasan kenapa aku tidak boleh bekerja dengan penulis baru. Aku pasti sudah gila!"

(6)

Sutradara: "Berkat editanku kau mendapatkan rating 10%."

Hyun Soo: "Kita bisa mendapatkan rating 10% pun bahkan jika kau tidak mengeditnya." Sutradara: "Wah, Dasar tidak masuk akal."

Hyun Soo: "Jika Anda sangat membenci pekerjaanku, anda bisa saja berhenti merekamnya."

Sutradara: "Apa barusan kau bilang kau akan memecatku?"

Hyun Soo: "Bagaimana bisa aku memecat anda? Aku benar-benar tidak bisa berbicara dengan anda."

Sutradara bertanya tentang pendapat para staff tentang kebenaran dari tindakannya dan semua staff menyetujuinya. Tidak ada satu orang pun yang memihak Hyun Soo. Sutradara kembali marah-marah, ia tidak percaya ia harus bekerja dengan remaja yang emosional. Hyun Soo terlihat sangat putus asa,

Hyun Soo: "Benarkah.. Tidak ada satu orangpun?” Sutradara: "Tentu saja tidak. Kenapa kau bertanya?"

Hyun Soo: "Baiklah. Aku akan bertanggung jawab atas tindakan ku hari ini."

Sutradara: "Tidak masalah. Kau tidak harus bertanggung jawab ketika kau sedang mabuk." Hyun Soo: "Sutradara!"

Jung Sun tiba-tiba mengangkat tangannya,

Jung Sun: “Ada satu orang, yaitu saya.”

Sutradara: “Apa-apaan kamu? Kamu bukan staff kami!” Jung Sun: "Aku staf untuk hari ini."

Hyun Soo bengong menatap Jung Sun. Hyun Soo berlari dan Jung Sun mengejarnya.

==5 Tahun Lalu==

(7)

tak sempat mengangkat telfon itu. Hyun Soo kemudian memanggil Detektif Kim, ia meminta untuk dilepaskan borgolnya.

Detektif Kim: "Lepas? Ini bahkan belum setengah jam."

Hyun Soo: "Penulis meneleponku. Aku harus tahu apa yang terjadi."

Detektif Kim: "Semua asisten lainnya pergi malam kemarin. Kenapa kau masih disini? Kau ingin tidur di sini dan bahkan memakai baju berlengan pendek."

Hyun Soo: "Mereka itu penulis yang lebih baik dari aku. Aku harus bekerja dua kali lebih keras."

Detektif Kim: "Aku suka kerendah hatianmu."

Detektif Kim pun membukakan borgol Hyun Soo. Kebetulan ponsel Hyun Soo kembali bordering dan Detektif Kim melihat layar ponsel Hyun Soo lalu bertanya, apa penulis utama Hong Ah?

***

Ji Hong Ah (Jo Bo Ah) menelfon Hyun Soo sambil menulis, "Dia tidak pernah mengangkat teleponnya", karena Hyun Soo tak kunjung mengangkat telfonnya. Hyun Soo akhirnya mengangkat telfon Hong Ah. Hong Ah agak kesal karena Hyun Soo baru mengangkatnya setelah ia menelfon untuk ke-3 kalinya.

Hyun Soo: "Kau ini tidak sabaran. Aku sebenarnya mau menghubungimu kembali tapi kau meneleponku lagi."

Hong Ah: "Kalau sudah selesai, datanglah ke sini." Hyun Soo: "Kau dimana?"

Hong Ah: "Sudah ku bilang. Aku di restoran ‘Cakkhan Seupeu’ di Hongdae." Hyun Soo: "Cakkhan Seupeu?"

Hong Ah: "Iya, orang yang salah mengeja itu?"

(8)

Hyun Soo: "Aku belum pernah bilang kalau aku membencinya. Kami belum pernah bertemu. Aku hanya tidak menyukainya. Apa yang dia lakukan di sana?"

Hong Ah: "Aku bilang dia memasak. Berapa kali harus ku beritahu?" Hyun Soo: "Aku tidak ingat sesuatu yang membuatku tidak tertarik."

Hong Ah: "Pokoknya, mari kita makan di sini dan chatting sampai klub kita bertemu bersama."

Hyun Soo: "Semua penulis ingin kopi. Aku harus kembali ke kantor." Hong Ah: "Apa bosmu tidak bisa membeli kopi sendiri?"

Hyun Soo melihat bus dan ia berlari masuk sebelum busnya jalan. Hong Ah berkomentar bahwa Hyun Soo terlalu sederhana. Hyun Soo bertindak sangat bahagia seolah-olah Ia

memenangkan lomba penulisan naskah.

Hyun Soo: "Aku akan bertindak jauh lebih buruk jika aku memenangkan kontes. Aku akan menari di tengah-tengah Taman Yeouido."

Hong Ah: "Apa mereka belum meneleponmu? Bukankah hasilnya sudah keluar?" Hyun Soo: "Aku belum mendapatkan panggilan. Apa kau tahu siapa saja yang sudah mendapat panggilan?"

Hong Ahh: "Sampai saat ini aku belum mengetahuinya."

Hyun Soo lega mendengarnya, ia tak tahu bagaimana jadinya kalau ia gagal lagi kali ini dan Hyun Soo mulai terdengar tidak bersemangat.

Hong Ah: "Kau akan mati karena kelelahan jika kau tetap seperti itu. Kenapa bisa asisten bekerja terlalu keras?"

Tiba-tiba Jung Sun menjawab

Jung Sun: "Kau harus bekerja keras jika ingin menjadi sesuatu."

(9)

Jung Sun: "Memangnya ada bedanya. Jika kau di sini, makan dan pergilah. Kenapa kau ingin melihatku?"

Hong Ah: "Karena aku harus berbicara denganmu. Aku tidak akan datang jika kau punya ponsel. Bagaimana bisa kau tidak punya ponsel diabad ke-21 ini?. Datanglah ke Istana Gyeongbok!"

Jung Sun: “Kau tidak lihat aku sedang bekerja? Kami sibuk selama akhir pekan.” Hong Ah: "Datanglah setelah kau selesai. Kau belum pernah bertemu Hyun Soo Eonni. Benar, Kau tidak tahu namanya. Nama penggunanya Jane. Kau mengobrol dengan dia kemarin."

Jung Sun: "Aku tidak ingat."

Hong Ah: "Akan aku perkenalkan kau dengan dia. Dia orang yang menyenangkan."

Jung Sun menjelaskan, hanya ada satu alasan kenapa ia bergabung dengan klub Running yaitu untuk berlari, ia tidak ingin bersosialisasi. Jung Sun lalu memberi tahu Hong Ah bahwa Ia yang membuat Garnish di makanan yang disajikan dan memerintahkan Hong Ah untuk segera pergi setelah memakannya.

Setelah Jung Sun kembali ke dapur, keadaan dapur sangat sibuk. Ada asisten koki yang ijin ke toilet saja tidak boleh. Tapi Jung Sun pengertian, ia akan menggantikan asisten itu, sehingga dia bisa ke toilet.

Lalu seseorang mendekatinya yang sedang memasak. Orang itu seperti tidak suka pada Jung Sun. Orang itu bertanya, kenapa Jung Sun tadi ke depan. Tetapi, Jung Sun hanya fokus memasak dan tidak menjawab orang itu. Orang itu kesal dan membentak Jung Sun.

Jung Sun: "Apa itu sebuah pertanyaan? Aku pikir Anda berbicara sendiri."

Chef: "Benar-benar.. Kau pasti berpikir kau akan terkenal setelah menjadi asisten Chef. Apa kau tahu aku kalau aku atasanmu?"

Jung Sun: "Bisakah Anda lihat steaknya? Aku harus mempersiapkan Garnishnya." Chef: "Hei. Apa kau menganggapku candaan?"

(10)

Jung Sun tiba-tiba berbalik dan menabrak orang yang membawa air mendidih, alhasil air itu tumpah dan mengenai tangannya. Jung Sun bersikap santai dan langsung membasuh tangannya dengan air dingin. Sementara Sous Chef memarahi orang yang membawa air itu karena kembali tidak hati-hati.

Jung Sun lalu meminta izin pada Sous Chef untuk pergi ke rumah sakit sebentar. Sous Chef mengejek Jung Sun dengan berkata bahwa haruskan ia menelfon Ibu Jung Sun supaya tidak khawatir. Jung Sun lalu menjawab bahwa Sous Chef tidak mengenal ibunya dengan sangat baik. Ibu Jung Sun itu sangat kuat, dia bahkan membuang anaknya demi anjing.

***

Seorang wanita paruh baya celingukan di bandara, ia baru mendarat dan mencari penjemputnya. Akhirnya wanita itu menemukan penjemputnya dan ia memberinya secarik kertas bertuliskan On Jung Sun. Wanita itu adalah Ibunya Jung Sun.

Ibu Jung Sun: "Aku akan langsung ke intinya. Temukan dia secepat mungkin. Aku akan membayarmu sebanyak yang kau inginkan."

Penjemput: "Baiklah."

Kemudian wanita itu jalan lagi, tapi tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria bule. Pria itu berbicara menggunakan bahasa Prancis dan Ibu Jung Sun bisa menanggapinya. Ibu Jung Sun bahkan meminta pria itu untuk membantunya mendorong troli kopernya. Pria itu dengan senang hati membantu Ibu Jung Sun karena Ibu Jung Sun merupakan wanita yang cantik.

***

Di kantor Hyun Soo semuanya berantakan. Penulis Park Eun Sung kebingunang karena semua asistennya tidak punya ide yang brillian. Penulis Park ingin mereka masing-masing berpikir tentang lima cara bagaimana karakter utama bisa membalaskan dendam pada pelakunya.

(11)

Penulis Park: “Bagaimana rasanya tidur di penjara? Apa itu membantu Hyun Soo memahami pelakunya?”

Hyun Soo: “Tidak juga. Aku pikir aku bisa memahami perasaan pelakunya tapi sepertinya aku salah.”

Kaos merah: “Sudah kubilang itu akan membuang-buang waktu.”

Penulis Park tidak setuju akan hal tersebut. Menurutnya, hal tersebut bukan membuang waktu. Konten dibedakan berdasarkan dengan pernah atau tidaknya penulis mengalami hal yang ditulisnya.

Penulis Park: "Lihatlah Hyun Soo. Aku tidak perlu memberitahu apa yang harus dilakukan. Dia melakukannya sendiri. Aku suka semangatmu."

Hyun Soo: "Terima kasih. Aku akan meringkas apa yang telah ku teliti di kantor polisi."

Penulis Park pamit, ia akan pulang hari ini dan kembali besok. Ibu mertua Penulis Park menelfon akan datang, jadi ia harus di rumah. Setelah itu, Penulis Park memperingatkan kepada asistennya untuk tidak menikah, karena menikah itu mengerikan.

Semua mengantar Penulis Park sampai ke pintu. Si Kaos merah berkata kalau mereka juga akan pulang dan kembali besok. Penulis Park spontan membantah pendapat kaos merah dengan mengatakan bahwa shooting akan diadakan dalam beberapa hari, dan sutradara masih merekam. Jasi para asisten harus tetap berada di studio kecuali Hyun Soo yang diperbolehkan pulang karena sudah bekerja keras sejak awal. Semua menggerutu karena mereka harus kembali bermalam di studio dan Penulis Park malah pulang.

Kaos merah: "Kapan dia akan selesai menulis naskahnya? Dia mungkin akan

menggunakan ringkasan sebagai referensi. Dia tidak bisa menulis tanpa kita. Lalu dia akan mengakui semua sebagai hasil karyanya."

Si Gendut: "Jika itu mengganggumu, Kau harus sukses."

Maknae: "Kita harus bersabar sampai kita debut menjadi seorang penulis."

(12)

Kaos merah: “Kenapa? Apa kau merasa terganggu karena kami membicarakan Penulis Park dibelakang?”

Hyun Soo: “Tidak, bukan begitu.”

Kaos Merah: “Kau selalu saja diam setiap kali kami bicara di belakangnya. Kau membuat kami terlihat buruk.”

Si gendut: “Itu karena dia terbiasa sopan. Jika kesopanan adalah kriteria untuk menjadi seorang penulis, Kau akan berhasil.”

Maknae: “Eonni bekerja di sebuah perusahaan besar sebelumnya. Dia berbeda dengan kita.”

Kaos Merah: “Kita tidak bisa memaksanya melakukan apa yang kita inginkan.” Hyun Soo: “Itu berlaku sama bagiku. Tolong konsisten dalam bekerja. Aku tidak nyaman dikritik dan dimengerti pada waktu yang bersamaan.”

Kaos Merah: “Hyun Soo-ya, kenapa kau terlalu serius? Kami hanya bercanda untuk menghilangkan stres. Kau harus pulang ke rumah. Dia memberimu izin untuk pulang ke rumah.”

Kaos Merah lalu bicara pada si gendut, yang membuat Hyun Soo menjadi serba salah.

Kaos merah: "Wah, aku tidak bisa percaya padanya. Bagaimana bisa dia menjawab setiap kata yang aku katakan? Apa dia masih di sini? Apa dia belum pergi?"

***

Kepala Chef menghampiri seorang tamu yang aneh, ia menutupi matanya dengan tisu. Tamu itu adalah Park Jung Woo (Kim Jae Wook). Jung Woo mengambil tisu dari matanya dan berkata kepala Chef tidak perlu peduli padanya, ia sedang menunggu teman datang. Hingga akhirnya teman Jung Woo datang juga akhirnya, namanya Kim Joon Ha (Ji Il Joo).

Joon Ha: "Hyung, maaf. Aku akan berlutut jika kau ingin." Jung Woo: "Jangan bereaksi berlebihan, duduklah."

(13)

Joon Ha: “Kenapa tiba-tiba kau mau memulai sebuah perusahaan produksi hiburan?” Jung Woo: "Sudah waktunya bagiku untuk menghabiskan uang yang sudah

kuhasilkan. Aku akan menggunakan uangku dengan baik." Joon Ha: "Kau sangat pandai mengendus uang."

Jung Woo: "Kenapa kau masih tidak memberiku daftar Sutradaranya?"

Joon Ha: "Sepertinya kau tidak tahu tentang bisnis ini. Sebuah perusahaan produksi hiburan menghasilkan uang dengan merekrut banyak penulis. Jalan menuju kesuksesan tergantung pada berapa banyak penulismu yang kompeten."

Jung Woo: "Apa ada penulis yang ingin kau rekomendasikan?"

Joon Ha hanya seorang asisten produksi, jadi tidak tahu tentang para penulis, tapi ia tahu satu yang akan datang berlari padanya kapanpun ia menghubunginya.

Joon Woo: "Apa yang dia tulis?"

Joon Ha: "Dia lulus dari sekolah kita, Dia juniorku juga. Tiba-tiba berhenti bekerja dari sebuah perusahaan bagus dan sekarang bekerja sebagai asisten penulis dengan hanya dibayar 800 dolar per bulan."

Joon Woo: "Lupakan. Aku benci orang-orang semacam itu. Mereka itu sembrono dan tidak realistis. Aku suka drama realistis."

Joon Ha: "Dia itu sangat pintar. Kau harus bertemu dengannya dulu." Joon Woo: "Tidak mau."

Hyun Soo naik bus pulang, ia tersenyum senang dan menikmati perjalanan sambil makan keripik. Tiba-tiba adapesan masuk berudnung dari 'pengganggu'.

"Kapan kau datang?"

"Apa boleh aku tidur di luar seperti ini?"

"Kau akan merusak diri sendiri sebelum kau menjadi seorang penulis." "Belikan aku beberapa pembalut saat pulang."

"beli mie instan dan daun bawang juga."

(14)

Ada pesan masuk lagi, dari Joon Ha yang mengajaknya ketemuan jam 3 sore esok hari. Joon Ha berkata bahwa ia ingin memberinya pekerjaan. Joon Ha saat ini masih bersama Jung Woo, ia heran kenapa Hyun Soo belum membalas juga.

Jung Woo: "Aku sudah bilang tidak mau bertemu dengannya."

Lalu pesan balasan masuk di ponsel Joon Ha, hanya sebuah stiker. Tapi itu malah membuat Jung Woo tertarik dan tiba-tiba ingin menemui Hyun Soo. Jung Woo menyuruh Joon Ha mengatur waktu.

***

Jung Sun kembali ke dapur, ia memasak dengan tangan diperban. Kepala Chef menghampirinya, heran melihat Jung Sun yang malah membuat meringue padahal belum makan.

Jung Sun: "Bukankah sudah saatnya kita mengganti sup nya?" Kepala Chef: "Apa kau mau membuat consomme?"

Jung Sun: "Ya, chef."

Kepala Chef : "Kau harus mencoba mengembangkan satu hidangan. Aku akan menambahkan itu sebagai menu spesial."

Jung Sun: "Terima kasih, Chef."

Kepala Chef: "Kau bisa memanggil namaku saat kita sendirian." Jung Sun: "Ya, chef."

Kepala Chef: "Ha ha ha Sulit untuk bergaul dengan mereka, kan? Itu karena kau mendapatkan pekerjaan ini melalui aku."

Jung Sun: "Tidak masalah. Aku tidak seharusnya memasak jika aku mengeluh tentang itu." Kepala Chef: "Kau harus beristirahat hari ini."

Jung Sun: "Tidak Mau."

Kepala Chef: "Kau setidaknya harus akrab dengan mereka. Kau harus berteman dengan orang lain. Kerja sama Tim juga bagian dari kompetensimu, Kau tahu kan?"

Jung Sun: "Aku tidak ingin terlihat sok akrab hanya karna kompetisi."

(15)

banget. Ia memberinya makan. Satu barang Hyun Soo jatuh dari wadahnya, sebuah kaleng dan menggelinding tidak jauh dari Jung Sun. Hyun Soo mengejarnya dan kaleng itu berhenti tak jauh dari Jung Sun. Jung Sun menoleh, tapi hanya melihat punggung Hyun Soo.

Jung Sun pun tak ambil pusing, ia selesai memberi makan kucing itu dan lanjut jalan lagi, ia melewati Hyun Soo. Dan saat itu tiba-tiba layar jadi hitam putih, tapi kembali berwanra lagi setelah Jung Sun jauh dari Hyun Soo. Hyun Soo sampai rumah dan si 'pengganggu' itu malah asyik nonton TV. Hyun Soo hanya bisa menghela nafas. Si 'pengganggu' lalu mendekati Hyun Soo dan mematikan TV-nya. Hyun Soo tanya, kenapa? ada apa?

Pengganggu: "Aku memeriksa apa kau minum setelah berbohong padaku tentang menghabiskan malam diluar."

Hyun Soo: "Apa yang salah denganmu? Apa aku pernah berbohong padamu tentang itu?" Pengganggu: "Tidak. Tapi kau kan tidak pernah tahu. Orang-orang selalu berubah."

Hyun Soo membongkar belanjaannya dan memasukkan hotdog ke dalam microwave. Si 'pengganggu' juga memriksa pesanannya, tapi tidak sesuai dengan yang ia butuhkan.

Pengganggu: "Aku butuh yang tanpa sayap. tukarkan lagi!" Hyun Soo: "Aku?"

Pengganggu: "Lalu siapa lagi?" Hyun Soo: "Kau bisa pergi sendiri."

Pengganggu: "Kenapa kau tidak membayar uang sewamu bulan lalu?"

Hyun Soo: "Tepatnya, Aku tidak bisa membayarnya. Itu sebabnya aku untuk bahan makanan."

Pengganggu: "Kau tidak boleh mengakhiri kesepakatan dengan ini. Kita bersaudara. Itu sesuatu yang selalu kau lakukan untukku."

Hyun Soo: "Tidak bisakah kau gunakan kemurahan hatimu untuk uang sewanya?" Pengganggu: "Itu tidak bisa, Makanan dan uang hal yang berbeda."

Hyun Soo: "Apanya yang beda? Aku melakukan segala macam pekerjaan untukmu. Jika kau mengonversi tenaga kerjaku sebagai uang, aku tidak berutang apapun."

(16)

Hyun Soo akhirnya mengalah, ia akan menukarkannya. Si 'pengganggu' memberikannya pada Hyun Soo dan mulai kembali membahas kenapa Hyun Soo keluar dari perusahaan bagus itu.

"Dia mulai lagi. Dia bicara seolah-olah dia seorang guru. Aku tidak tahan dia terus terusan mengajariku."

Pengganggu: "Aku bahkan tidak bisa bicara tentangmu di mana saja karena aku sangat malu. Kau sangat menyedihkan. Sampai kapan kau akan bergantung padaku? Hei, sadarlah. Berapa gaji perbulanmu?"

Hyun Soo membuka tutup saus yang ia bawanya lalu mengeluarkan semua isinya ke arah si 'pengganggu'. Hyun Soo tersenyum puas, tapi kenyatannya semua itu hanya khayalannya saja. Parahnya, si 'pengganggu' bisa membaca apa yang ia bayangkan.

Pengganggu: "Bagaimana bisa kau menulis drama kalau kau sendiri tidak bisa berbohong dengan benar? Ini belum terlambat. Bersiaplah untuk ujian PNS. Aku ingin tahu apa ayah dan ibu memikirkanmu sekarang. Mereka hanya mengatakan hal-hal baik tentangmu. Mereka selalu menggangguku agar aku menjadi sepertimu."

Hyun Soo: “Kapan kau akan berhenti mengatakan semua itu?” Pengganggu: “Kapan kau akan berhenti bertindak bodoh?”

Hyun Soo memutuskan berhenti bicara, ia tahu pasti ia kalah. Hyun Soo mengeluarkan hot dog-nya dari microwave tapi si 'pengganggu' langsung mengambilnya. "Hei!!!" Teriak Hyun Woo tak terima.

"Tahan saja! Sabar!. Dia baru saja dicampakkan oleh pria. Dia sedang panik. Karena itu dia terobsesi dengan makanan." Batin Hyun Soo sambil menarik nafas.

Lalu Si 'pengganggu' menjawab, "Jangan Khawatir.. Aku terobsesi makanan bukan hanya karena aku dicampakkan oleh dia."

(17)

***

Hong Ah di mobil dengan seorang pria, Choi Won Joon (Sim Hee Seop). Hong Ah kesal karena ia harus menunggu, harusnya kan Won Joon yang menunggu. Won Joon memberi penjelasan bahwa dirinya adalah seorang dokter dan dia berlari menemui Hong Ah setelah pekerjaannya di Ganghwa selesai. Tapi Hong Ah langsung luluh dengan minuman yang Won Joon berikan.

Won Joon: "Haruskah kita menebengi Hyun Soo pulang?"

Hong Ah: "Oppa, setia saja padaku. Aku pergi menemui Jung Sun ke restoran sebelumnya. Di Abad 21 ini, Kenapa dia tidak punya ponsel? Aneh!"

Won Joon: "Dia punya caranya sendiri untuk hidup. Jadi dia datang?" Hong Ah: "Datang. Dia melakukan semua yang aku katakan."

Won Joon: "Dia bukannya melakukan semua yang kau mau. Dia hanya melakukan apa yang dia rasa harus dilakukannya. Aku satu-satunya yang setia di sini."

Hong Ah: "Aku hanya bilang aku senang dengan itu."

Hyung Soo dan Jung Sun sampai duluan dan Hyun Soo memperhatikan Jung Sun lekat-lekat, mulai dari apa yang dipakainya sampai bekas lukanya segala.

"Apa itu? Apa itu tulisan? Atau itu gambar? Apa yang pakai di tangannya? Dia punya bekas luka pisau di lengannya. Apa dia di preman?"

Jung Sun menyadari sedari tadi jika Hyun Soo menatapnya, ia pun bertanya Jung Sun: “Apakah kau mengenalku?”

Hyun Soo: “Tidak. Kenapa?”

Jung Sun: "Kau menatapku sejak tadi." Hyun Soo: "Maafkan aku."

(18)

Soo juga tahu Jung Sun, mereka sudah bicara secara online, Jung Sun itu Cakkhan Seupeu. Jung Sun pun menyapa Hyun Soo dan Hyun Soo membalasnya. Karena Hyun Soo tidak memakai baju bersaku, jadi Won Joon menawarkan untuk membawakan ponsel Hyun Soo.

Acara akhirnya dimulai. Panitia menjelaskan rute lari mereka saat ini adalah Istana Gyeongbok, Samcheong-dong, Bukchon, Insa-dong, dan Chenggyecheon, Gwanghwamun, dan kembali ke Istana Gyeongbok lagi. Panitia juga berkata bahwa setelah pemanasan, peserta akan masuk ke kelompok-kelompok kecil dan bisa mengelompokkan diri sesuai dengan kecepatan mereka.

Hyun Soo mengeluh, berarti ia tidak bisa berjalan dengan yang lain. Jung Sun menjawab, Hyun Soo bisa di group kkakdugi, group yang paling pelan. Kkakdugi itu adalah nama makanan. Hyun Soo tiba-tiba ingin memakannya, itu adalah favoritnya. Won Joon menawari, apa Hyun Soo ingin ia masakkan itu? Hyun Soo sangat senang hingga Hong Ah berkata lihatlah betapa bahagianya kalian. Lari dimulai dan Hyun Soo tertinggal dari yang lain, staminanya lemah sekali.

Jung Sun: "Jika kau istirahat, kau akan merasa kelelahan. Kau harus terus berlari." Hyun Soo: "Apa dia pikir aku tidak tahu itu?" gumamnya

Jung Sun: “Jika kau tahu maka lakukanlah! Terus berlari! Jika kakimu merasa terlalu berat, cobalah untuk menggerakkan lenganmu."

Hyun Soo melakukannya tapi ia tetap tidak kuat, ia pun menyuruh Jung Sun untuk lari duluan. Jung Sun ikut berhenti tapi ia tetap jalan di tempat.

Jung Sun: “Apa kau akan menyerah?” Hyun Soo: “Apa tidak boleh?”

Jung Sun: "Tidak boleh. Aku adalah pacemaker. Aku tidak pernah membiarkan siapa pun menyerah."

Hyun Soo: "Itu adalah masalah. Masalahmu didasarkan pada obsesimu untuk berprestasi. Kau tidak perlu merasa bersalah jika menyerah. Ini tidak baik untukmu."

(19)

Won Joon dan Hong Ah ternyata masih berada tak jauh dari mereka, ia memanggil Hyun Soo.

Won Joon: "Noona! Ayo minum bir setelah ini!"

Hyun Soo: "Itu memotivasiku. Aku bisa melakukan ini! Semangat!"

Hyun Soo mulai berlari tapi ia berhenti lagi, ia melarang Jung Sun untuk berlari

dibelakangnya. Hyun Soo berkata kepada Jung Sun bahwa ia akan lari ketika ia ingin. Jung Sun mengerti dan kembali lari di depan. Tapi Hyun Soo larinya makin pelan, pelan, dan ahirnya berhenti. Hyun Soo mengagumi bangunan tradisional yang berjajar sepanjang jalan.

(20)

BAB III

EVALUASI ADEGAN

3.1 Fisiologis

Kebutuhan fisiologis dalam film Temperature of Love terdapat pada bagian: Hyun Soo membongkar belanjaannya dan memasukkan hotdog ke dalam microwave. Si 'pengganggu' juga memriksa pesanannya, tapi tidak sesuai dengan yang ia butuhkan.

Pengganggu: "Aku butuh yang tanpa sayap. tukarkan lagi!" Hyun Soo: "Aku?"

Pengganggu: "Lalu siapa lagi?" Hyun Soo: "Kau bisa pergi sendiri."

3.2 Rasa Aman

(21)

Pengganggu: "Kenapa kau tidak membayar uang sewamu bulan lalu?"

Hyun Soo: "Tepatnya, Aku tidak bisa membayarnya. Itu sebabnya aku berbelanja untuk bahan makanan."

Pengganggu: "Kau tidak boleh mengakhiri kesepakatan dengan ini. Kita bersaudara. Itu sesuatu yang selalu kau lakukan untukku."

Hyun Soo: “Tidak bisakah kau gunakan kemurahan hatimu untuk uang sewanya?” Pengganggu: "Itu tidak bisa, Makanan dan uang hal yang berbeda."

Hyun Soo: "Apanya yang beda? Aku melakukan segala macam pekerjaan untukmu. Jika kau mengonversi tenaga kerjaku sebagai uang, aku tidak berutang apapun."

Pegganggu: "Sudah lima bulan kau belum bayar uang sewa."

3.3 Rasa Cinta

Kebutuhan akan rasa cinta dalam film Temperature of Love terdapat pada bagian ketika Won Joon memberi penjelasan bahwa dirinya adalah seorang dokter dan dia berlari menemui Hong Ah setelah pekerjaannya di Ganghwa selesai. Tapi Hong Ah langsung luluh dengan minuman yang Won Joon berikan.

Won Joon: "Haruskah kita menebengi Hyun Soo pulang?"

Hong Ah: "Oppa, setia saja padaku. Aku pergi menemui Jung Sun ke restoran sebelumnya. Di Abad 21 ini, Kenapa dia tidak punya ponsel? Aneh!"

(22)

3.4 Harga Diri

Kebutuhan akan penghargaan dalam film Temperature of Love terdapat pada bagian ketika sutradara bertanya tentang pendapat para staff tentang kebenaran dari tindakannya dan semua staff menyetujuinya.Tidak ada satu orang pun yang memihak Hyun Soo. Sutradara kembali marah-marah, ia tidak percaya ia harus bekerja dengan remaja yang emosional. Hyun Soo terlihat sangat putus asa,

Hyun Soo: "Benarkah.. Tidak ada satu orangpun?” Sutradara: "Tentu saja tidak. Kenapa kau bertanya?"

Hyun Soo: "Baiklah. Aku akan bertanggung jawab atas tindakan ku hari ini."

Sutradara: "Tidak masalah. Kau tidak harus bertanggung jawab ketika kau sedang mabuk." Hyun Soo: "Sutradara!"

Jung Sun tiba-tiba mengangkat tangannya,

Jung Sun: “Ada satu orang, yaitu saya.”

(23)

3.5 Aktualisai Diri

Kebutuhan akan aktualisasi diri pada film Temperature of Love terdapat pada bagian ketika Hyun Soo melihat bus dan ia berlari masuk sebelum busnya jalan. Hong Ah berkomentar bahwa Hyun Soo terlalu sederhana. Hyun Soo bertindak sangat bahagia seolah-olah Ia memenangkan lomba penulisan naskah.

Hyun Soo: "Aku akan bertindak jauh lebih buruk jika aku memenangkan kontes. Aku akan menari di tengah-tengah Taman Yeouido."

Hong Ah: "Apa mereka belum meneleponmu? Bukankah hasilnya sudah keluar?" Hyun Soo: "Aku belum mendapatkan panggilan. Apa kau tahu siapa saja yang sudah mendapat panggilan?"

Hong Ahh: "Sampai saat ini aku belum mengetahuinya."

(24)

Hong Ah: "Kau akan mati karena kelelahan jika kau tetap seperti itu. Kenapa bisa asisten bekerja terlalu keras?"

Tiba-tiba Jung Sun menjawab

(25)

DAFTAR PUSTAKA

King, Laura A. 2014. Psikologi Umum. Jakarta: Salemba Humanika.

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Kirmizi (2011: 400) untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan asuransi menggunakan variabel pertumbuhan asset dan modal

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan segala nikmat, rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “Pengaruh

Populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai riwayat menyusui yang mem- punyai bayi 6-12 bulan berjumlah 150 orang yang terdiri dari 58 orang ibu yang mem- punyai riwayat

Jaket pada gambar 11 diperbuat daripada kulit kayu lembut dan tidak berwarna .hiasan pada permukaan jaket dibuat secara fizikal, iaitu menggunakan kulit siput

Berbagai macam media sosial tersebut seolah tidak dapat lagi dipisahkan dari diri remaja saat ini.Salah satu media sosial yang saat ini sangat diminati

Kelas sesuai (S2) daerah ini juga dikategorikan baik untuk budidaya teripang dimana parameter–parameter pendukung masih dikategorikan bisa dan faktor pembatas tidak

Pada gambar overlay diatas terlihat bahwa data tangkapan tertinggi berada pada sebelah barat yang ditunjukan dengan warna ungu kemerahan yang diikuti dengan kedalaman