BAB I PENDAHULUAN - Gambaran Kesejahteraan Psikologis Pada Ibu Yang Memiliki Anak Tunagrahita
Teks penuh
Dokumen terkait
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya dimana seseorang yang menerima dirinya sendiri memiliki pemikiran yang realistis tentang kelebihan dan
Gambaran Kesejahteraan Psikologis Ibu yang Memiliki Anak Tunagrahita, Skripsi, Erina Kusuma Indraswari Sudaryanto, Arwyn Weynand Nusawakan, Enjang Wahyuningrum,
Kondisi tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mashita (2015) bahwa reaksi seorang ibu saat pertama kali mendapati anaknya tidak sempurna adalah sangat
Sehingga peneliti dan masyarakat dapat mengetahui apakah seorang ayah yang memiliki anak dengan gangguan autis akan menerima apa saja kondisi anaknya dan
1) Tahap denial (penolakan) Dimulai dari rasa tidak percaya saat menerima diagnosa dari seorang ahli. Perasaan ibu selanjutnya akan diliputi kebingungan. Bingung atas arti
Hasil uji korelasi parsial untuk menguji hubungan antara rasa syukur dengan kesejahteraan psikologis pada ibu yang memiliki anak tunagrahita dengan mengontrol variabel
Kesejahteraan psikologis atau psychological well-being ditemukan oleh Ryff (1989) yang menjelaskan istilah tersebut sebagai sebuah pencapaian penuh dari potensi psikologis
Hal ini mereka tunjukkan melalui penerimaan yang baik terhadap kondisi anaknya dan memiliki pemikiran positif bahwa anaknya akan mampu berhasil seperti anak lainnya jika diberikan