PUTRI Di KOTA SEMARANG
'] p ro di^Kes ehat an
r",
r.,I'il;
#lft
J?.
J:iltfif,l
u",, r
tu,
D i an Nus w antoro2
prodi
Rekam Medis dan Infonnasi
Kesehatan Fakurtas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro
B
ODY
IMA
GE,NUTRITIONAT,
f(NO}Y_L ED GE,
EATING
BE
HAVI
OR ASFACTORS
RELATED TO
UUiNITIONAL
SiiiiJS
IN YOUNG WOMEN IN
SEMARANG
Young
wolnenoften
lirnit
the:abits'"*"ii"i';i;;;1t;:.rri!Hl:ff
i""rd,":ffi
:,.?r;J;li:Jri:"xTff
l
:rderweight'
otherwise,in 201r
u"i"a
on new
ffil;;ta
collection,teens
at
16,h, as:71%
werein
overweight.rhe
aim
of research;;r;-;;ioentiry
rerathionship between
::1l"flit;*:T;:l;:"r
Lo*r"ag",'u,'g
.uting
behavior;;;;;",.i
,,?ii,;
in
young This study was an observational studywith
the cross-sectional clesign. The study:opulation
r'vashiqh
school voungr"o-en,
a nurnberor
subjects were g7 girrs. Methocl:'f
data
colrectio'anwere
interviews,
clinicar
obr"*utio'
and
interviews
which:nstruments were cligital scale,
;i";;;r",
and questionnaires. Dara characteristics incrudebody.i,nag",
";;;;i;;inowredge,
eating behaviors, andnutritional
status. Data were^J)t"a b;;";[
,p*nnan
test.The
resurts showecrthat most
of
voung
wornen
had satisfi:g
il;
l,#uls''1zr
.ryo),
adequatenutritio'
'<nowledge
6a,v"i^and
ari
"i
gi.rr"i"
the
poor
"uti?g
habits
(r00%),
and
nonnar:utritional
status(52'6%),
una+V"iil,
"ur""iri"o"#i"*
nutritionar
statusis
less,:iore,
and obesity.Body
imageu.
u
i-u"ro., ."irr"a"io"iuor,rorral
status
(p
:
0.00r).I[H:io.o,jl;,,:1':H;:*:"n^rerationshi;'
b;
neednutritionai eiucation
to':,;;:r:t;"loo'
image'
nttritional
lcnowtecrge,eating
behavior,
ISBN
:979-26-0279-B
LATAR BELAKANG
Remaja
memiliki
rasa keingintahuan yangtinggi
dan cenderung mudah terpengaruh oleh hal-hal baru. Pengaruh yang paling besar berasal dari kelompokteman sebaya. Mereka
ikut
dalamclub-club
yangperilaku
dannilai
kolektifnya
sangat
mempengaruhi
perilaku individu yang menjadi
anggotanya, termasukperilaku
makan. Berdasarkanhasil
Survei Kesehatan pada 10 Kabupaten daerahproyek
Safe Motherhood
PartnershipFamily
Approach
(SMPFA)
pada
tahun 199811999menunjukkan
51,4o/oremaja
putri putri
menderita
anemia. Remajaputri
sering
membatasi konsumsi
jenis
makanan
tertentu atau
rnempunyai kebiasaan diet yang tidak terkontrol dengan tujuan untuk mendapatkan tubuh yangideal (langsing) (Khomsan
A,
2003).Tingkat
pengetahuangizi
seseorang berpengaruhterhadap
sikap
danperilaku
dalammernilih
mdkanan, yang menentukan rnudahtidaknya
seseorang memahamimanfaat kandungan
gizi
dari
makananyang
clikonsumsi. Remajabegitu sensitif
dengan penampilannya. Banyak remaja sering merasatidak
puas dengan penampilandirinya
sendiri. Apalagi kalau sudah menyangkut bocly image. Merekaingin
mempunyai postur tubuh sempurxa seperti bintangfilm,
penyanyi dan peragawati. Persepsi body intage pada remajalebih
banyak dipengaruhi olehhubungan pertemanan (Derenne, J
L
, Beresin, EV,
2006).Body
image
negatif
atau
persepsicitra tubuh yang buruk
rnerupakan masalah seriusyang
dapat berpengaruh pada kesehatan mental,perilaku
niakandan keterbatasan
aktifitas fislk.
Body
imagenegatif
dapat mendorong seseorang rnelakukanperilaku
kontrol
berat badanyang
tidak
sehatdan
clisorcler eating(Croll
J, 2005). Dalam lnasa pencarian identitas, remaja cepat sekali terpengaruh oleh lingkungan.Lingkungan
sekitar tempat mereka bergaul terkadangmemiliki
pengaruh yang lebih besar dari pada lingkungan keluarga. (Khomsan
A,
2003).Sejak tahun 2070, banyak westernisasi yang menjadi
kiblat
remaja dalam berbagaibidang, diantaranya
gaya danperilaku
makan. salah satu negara yangmenjadi
kiblat
remaja adalah korea. Dengan
masuknya"Korean wave,'
ataudemam korea, remaja-remaja mengidolakan tokoh-tokoh penyanyi dan
artis
darinegatif
dikalanganremaja, bahwa
tubuh yang ideal
adalahtubuh yang
super langsing.Demi
mendapatkannya, remaja rela melakukan diet ketat tanpa disertai pengetahuangizi
yangcukup,
sehinggamuncullah perilaku makan yang
tidaksesuai dengan
prinsip-prinsip
gizi.
Apabila
hal
ini
diteruskan, akan berpengaruhpada
kualitas
kesehatandan
gizi
remala
yang
seharusnyadisiapkan
dengan matang sebagai seorang calon ibu.Penelitian
di
Semarang tahun2008,
ada 25o/o remaja Semarangmemiliki
status
gizi
di
bawah
nonnal.
Sebaliknyapada
tahun 2011
berdasarkan hasil penjaringan pesertadidik
TA
20II:20I2
pada remajausia
16tahun dari
16'579 anak sebesar 3,7loh berstatusgizi
lebih
(Aini
SN,
2Ol2)-Ke
depanhal
ini
akan ber-lanjut menjadi obesitas.Hasil penelitian
ini juga
menunjukkan bahwa faktorrisiko
gizi
lebih
adalahaktivitas
fisik
dan konsumsi
makananyang
melebihi kebutuhan. Kecenderungan masalahgtzi
sejak tahun 2000 ke atas adalah penyakittidak
menular yangterdiri
dari
berbagaijenis
penyakit
degenerative. Misalnya ripertensi, diabetes rnellitus, stroke, asam urat, gagalginjal,
dan jantung. Apabilaseseorang terkena salah satu dari penyakit degeneratif, maka sudah pasti kualitas
ldupnya
akanmenurun
bahkanbisa
menyebabkankematian. Biasanya
orang::rkena
penyakit degeneratifketika
usiamenginjak 40
tahun' Padahal pada usia-::sebut
setiap
orang
sedangmenikrnati puncak
suksesnya.Selain
penyakit-:seneratif
yalg
menjadi masalah, wanita yang sudah menikah dan punya anak,-;:tsan
bertambahnyaumur
dibarengipula
dengan befiambahnyajurnlah
lemak,.:reu&
belbagai
hal,
seperti
penggunaanpil
KB
dan
akumulasi
lernak
sejak- -:.rrde kehiclupan sebelumnya, biasanya karena
ingin
mendapatkan penampilan,--,: bagus dan
terhildar
dari penyakit degeneratif, tnerekamernilih
cara singkat -- -: berisiko, seperti sedot lernak, konsumsi obat-obatan pelangsing, laksatif, dan-,'-t\a.
Sehinggatimbul
"double burden" yang
perlu
diatasi sejak
rernaja;
-:gsa
tercipa generasi emas yang sehat dan berkualitas'
Double
burden yang-
=-'...sud adalah masalahgizi
kurang dan lebih'Berdasarkan latar belakang diatas, bisa dikatakan rernaja merupakan awal
--.
:er.nbentukkan kualitashidup
yangtinggi
dimasa mendatang.Agar
mereka.
-
..
:remiliki
body image negatif atau
berstatus
gizi
lebih, perlu
sebuahISBN
:979-26-0279-B
sebagai
orang
yang cantik tetapi
tingkat
kesehatannya
tinggi
dengan mempertahankan statusgizi
dalam kategori
normal
dan rnenjalani
gaya hidup sehat sehingga kecantikan yang merekamiliki
adalah kecantikan yang berkualitas.METODE
Model
penelitian yang
dipilih
adalah
kuantitatif. Peneliti
melakukan observasi padatiga
variabel yang
sudah ditentukandilokasi penelitian,
dengan katalain
penelitianini
merupakan explanatory research. Rancangan yangdipilih
pada
penelitian
ini
adalah crosssectional,
drmana seluruhvariabel
diobservasidalam satu waktu. Variabel bebas penelitian
ini
adalah body irnage, pengetahuangizi,
perilaku makan,
sedangkan
variabel
terikatnya adalah status
gizi.Pengumpulan data
dilakukan
dengan observasiklinis
dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan adalahdigital
scale, microtoa, dan kuesioner. Analisisdata
yang
dipakai
adalahuji
runk
spelrmen.HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
KarakteristikRespondenTabel 1.
Distribusi
Responden Menurut KarakteristikIndividu
No
Karakteristiklndividu
I
Umur-14
_
15-16
-17
-
181 20 44 26 6 1 20,6 45,4 26,8 6,2 Status
gizi
-
Grzi kurang-
Normal-
Overweight-
Obesitas25 51 12 9 25,8 52,6 72,4 9,3
Body image
-
Puas-
Tidak puas69 28
71,1
28,9 Pengetahuan grzi
-
Baik
-
Cukup-
Kurang14 55 28 r4,4 56,7 28,9
[image:4.612.107.477.468.752.2]Perilaku makan
-
Baik
-
Kurang 97 100Dari
tabel karakteristik
individu
diatas dapat dikatakan bahwa sebagian besar respondenberumur
16 tahun (45,4oA), berstatusgizi
nonnal
(52,60/o),bodyimage
merasapuas
(71,lo/o),
pengetahuangizinya
cukup
(56,70/0),dan
semua berperilaku makan kurang baik (100%). Selainitu
responden juga rnengisi tentangriwayat penyakit, tetapi
tidak
ada yangmemiliki
penyakit
serius, hanya rraag, typus, caeat,flu,
demam dan asma.2.
Uji
Bivariat
Tabel 2. Tabulasi silang antara body image dengan status
gizi
Body Image
tidak
puas
puas Total StatusGizi
Total
underweight
normal
overweight
obesitas
1
1.0%
15
155%
7
7.2%
5
5.2% 28
289%
24 24.7% 36
3t.t%
5
s.2%
4
4.1% 69
7t.r%
25
2s.8%
51
52.6%
I2
12.40
9
9.3% 97 100.0%
Nilai
p value antara body irnage dengan statusgizi
yaitu 0,001 yang berarti bahwaada
hubungan
antara
keduanya.
Hasil
tabulasi
silang
rnenunjukkan
bahwa sebagian besar responden berstatusgizi
normal dan merasa puas dengan bentuk tubuhnya (31,1%).Tabel 3. Tabulasi silang antara pengetahuan gizi dengan status
gizi
Pengetahuan Grzr
baik
cukup kurang
Total [image:5.612.85.518.357.564.2]rsBN
.979-26-0279-B
nonnal
overweight
obesitas
2.1% t5.5%
8.2%
25.8%10
29I2
51r0.3% 29.9%
r2.4%
52.6%T6512
r.0% 6.2%
5,2%
t2.4%
1539
1.0% 5.2% 3.1%
9.3%l4
5528
97Total
14.4%
s6.7%
28.9%
100.0%Hasil
yang berkebalikanditunjukkan oleh variabel
pengetahuangizi
danperilaku makan
terhadap
status grzi.
Keduanya
tidak
menunjukkan
adanya hubungan dengan p value masing-masing (0,44 dan 0,45)Tabel4.
RegresiLinier
Model
Unstandardized
StandardizedCoefficients Coefficients
Std. Error Sig.
(Constant)
skorBI
SkorPengetahuan
SkorlerilakuMak
an
26.404
-.151
.031
-.002
2.772
.035
.027
.043
-.420
.108
-.00s
9.525
-4.305
r.154
-.047
.000
.000
.252
.962
Menjawab
pertanyaanpenelitian,
bahwabody
image, pengetahuan grzi, dan perilaku makan sebagaiprediktor
statusgrzi,
maka dibuat persamaanberikut
berdasarkan tabel 5.5.
Status
gizi:26,404
-
0,
151Body
Image+
0,031 Pengetahuan-
0,002 Perilaku makanRemaja yang
terjaring
sebagai responden adalah remaja awal (13-14) danremaja tengah
(15-17).
Sebagianbesar
respondenmerupakan
remaja
tenga. Perioderemaja
adalah masatransisi
atau peralihan dariperiode
anak-anak keperiode
dewasa.Pada tahap
ini,
remaja
sangat membutuhkan kawan-kawan, merasa senangjika
ada banyak teman yang menyukainya, terdapat kecenderungannarcistic atau mencintai
diri
sendiri
dengan
menyukai
teman-teman
yangmempunyai
sifat yang
sama dengandirinya'
Selain
itu'
remaja masih
berada dalam kondisi kebingungan dalammemilih
(DariyoA,2004)'
Bentuk tubuh yang ideal
merupakanhal
yang
diidam-idamkan hampiroleh semua orang? terutama bagi remaj
a
yangmulai
mengembangkan konsepdiri
danjuga
hubungan heteroseksual. Pada masaremaja
terjadi
perubahanfisik,
biologis,
dan
kognitif
yang
cepat
dan
drastis.
Perubahan
yang
cepat ini
menimbulkan respon tersendiri
bagi
remaja berupa
tingkah laku yang
sangatmemperhatikan perubahan bentuk tubuhnya. Respon
itu
terwujud
dalam bentukpenilaian atau
evaluasi
akan
fisik
tubuh
mereka. Penilaian tersebut
berupaperasaan
puas atau
tidak,
puas
akan
keadaan
tubuh
dan
penampilannya (Purwaningrum, 2008).Makanan
secaratidak
langsung
mempengaruhikepribadian'
Makananmempengaruhi perkembangan
fisik
dan penampilannya, secara khusus pada masaremaja kebutuhan makanan meningkat sesuai
denganpertumbuhan fisiknya'
Panclangan
dan
penilaian
orang
lain
terhadap
fisik
remaja
akan
membentuk gambaranmengenai
dirinya.
Penilaian
orang
lain
yang
dapat
diterima
tidakmenimbulkan
perasaaan
kurang
pada dirinya, hingga
berusaha
menutupi kekurangan dengan berbagai cara mekanisme pertahanan (defence mechanisnt)yang
diwujudkan dalam
kepribadiannya'misalnya penilaian
mengenai bentuk hidung, pinggul, paha, buah dada danlain
sebagainya(croll
J, 2005).Gizi
memberikan fakta-fakta yangperlu
sehingga penduduk dapat belajar menggunakan pangan dengan baik bagi perbaikangizi.
Pengetahuangizi
berperandalam
memberikan
cafa
menggunakanpangan dengan
baik
sehingga
dapat mencapai keadaangizi
yangcukup.
Melalui
pendidikan
kesehatandi
sekolah, remajamenjadi tahu
apayang
seharusnya dantidak
seharusnya mereka makan (PuspitoA,
Purwaningsih E, 2008).ISBN
:979-26-0279-B
tubuhnya, padahal 15 diantara mereka
memiliki
statusgizi
normal.
Remaja sering merasatidak
nyaman dengan perubahan yangterjadi
secara cepat pada tubuhnya,disaat yang sama mereka
ingin terlihat
seperti teman yang mereka anggap palingsempurna dan atau tokoh idolanya.
Body
image
sangatdipengaruhi
oleh
media
massayang
menampilkanbentuk
tubuh kurus
sebagai
bentuk
tubuh yang ideal.
Kebanyakan
remaja membandingkandirinya
dengan sosokwanita kurus
yangditampilkan
di
media massa dan memandangdiri
merekamerniliki
badan gemuk.Televisi
merupakanmedia yang
sering digunakan sebagai acuan standarbentuk tubuh
bagi
remaja yang sangat memperhatikan penampilan tubuhnya (Wan, PL
, Kandiah,M
, Taib,M N
M,
2004).Perilaku makan
meliputi
pengetahuan,persepsi,
sikap dan
praktek terhadapmakanan serta
uniur-unsur yang
terkandung didalarnnya
(zat
gizl). Semua respondenmemiliki
perilaku
makan yang kurangbaik
(100%).
Perilaku makantidak baik
yang dilakukan remaja dalam penelitianini
antaralain
merekatidak
makan
secarateratur, sering
melervatkan
waktu makan tertentu
dankebiasaan sarapan
pagi. Waktu
makan
yang
sering dilewatkan
adalah makan malam. Alasan yang mereka berikan antara lain takut gemukjika
rnakandi
malarnhari
serta sudah
rnerasa
mengantuk sehingga melewatkan
waktu
makanmalamnya.
Waktu makan
sarapanpagi
juga
merupakanwaktu
makan
yang terlewatkan. Mereka melewatkan waktu sarapan dengan alasan bangun kesiangan,takut terlambat ke sekolah dan
tidak
terbiasa sarapan. Rernaja sering melewatkansatu atau
lebih waktu
makan mereka, biasanyahal
ini
terjadi
pada sarapan pagi.Ketakutan akan menjadi gemuk rnenyebabkan remaja melewatkan
waktu
makandan
perilaku
ini
dianggap sebagai langkahawaluntuk
menurunkan berat badan(Wan,
P
L,
Kandiah,
M,
Taib,
M
N
M,
2004). Bahkan
beberapa remaja sebenarnya takut makan dan makan karena disuruh ibunya saja. Sebaliknya ada 9Remaja
membutuhkan asupan makanan
untuk
memenuhi
kebutuhangizinya.
Energi yang cukup
digunakanuntuk
memperlahankanhidupnya
agar tetap sehat, menunjang pertumbuhan dan melakukan aktivitasfisik.
Banyak f-aktor yang mempengaruhi statusgizi
seseorang, diantaranya kecukupan energi, sikapindividu
seperti kebiasaanmakan, aktivitas
fisik,
pendidikan dan
pengetahuan tentanggrzi,
danriwayat penyakit
yang pernah diderita. Upayauntuk
mencapai statusgizi
yangbaik
dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalahdengan mengatur makanan
yang
dikonsumsi dengan
menu yang
sehat
dan seimbang.Menu
seimbang adalah susunan hidangan beberapa macam makanan yang mengandung energi dan zatgizi
secara cukup, baik jenis lnaupun jumlahnya'(Suharjo
&
Riyadi
1999).PENUTUP
Bocly imctge sebagai satu-satunya
faktor
yang
berhubungan dengan status gizi(p:0,001).
Sedangkankarakteristik remaja,
semuaberperilaku makan
kurang. Disarankan, untuk cliberikan pendidikangizi
demi meningkatkan pengetahuan gizidan perilaku
gizi
melalui media
pendidikan
gizi
yang
menarik,
serta
perlupeningkatan keterlibatan
pihak
sekolah daiarn
pemantauanperilaku
makan melalui kantin sekolah yang sesuai dengan prinsipgizi
seimbang.DAFTAR PUSTAKA
Aini
SN,
2012.Faktor
risiko
yang berhubungan dengangizi lebih.
Semarang : Unnes Journalof Public Health.
N\r\lnornsan.\o\a\Nilran\a.utrr\ern"iltlur'gUr'Nt,\irir-ut'\Sr'\'ts{sn\s..
Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada. 2003
Derenne
JL,
BeresinEV,
2006. Body Image, Media and Eating Disorder. Academic Psychiatry.Dariyo
A,2004.
Psikologi Perkembangan Remaja. Ghalia Indonesia : Bogor. Fikawati S, Syafiq A,2007 . Konsumsi Kalsium pada Remaj a. Gizi dan KesehatanISBN
i979-26-0279-B
:
Purwaningrum, 2008. Hubungan Antara Citra Raga Dengan Perilaku Makan
Remaja Putri.
Skripsi. Fakultas Psikologi. universitas Muhammadiyah. Surakarta.
Puspito
A,
Purwaningsih E, 2008. Perbedaan pengetahuan gizi, body image, danperilaku
makan rernaja
putri.
Program StudiIlmu Gizi
Universitas Diponegoro'Semarang
Wan, P
L,
Kandiah,M,
Taib, M N M, 2004. Body Image Perception, DietaryPractices, ancl Physical Activity of Over **eight and Normal l4teight Malaysian