• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tanggap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas PSJT 941 pada Berbagai Panjang Setek dan Cara Penanaman di Lahan Kering

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tanggap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas PSJT 941 pada Berbagai Panjang Setek dan Cara Penanaman di Lahan Kering"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Hasil analisis keragaman terhadap semua peubah yang diamati
Tabel 4.  Tanggap pertumbuhan bibit tebu pada berbagai panjang setek

Referensi

Dokumen terkait

Perbandingan tanah dan pupuk kandang 1 : 1 memberikan waktu mencapai 50% tumbuh tunas, persentase okulasi jadi, persentase bibit mati, panjang tunas, jumlah daun pada

Lampiran 8 : Data umur muncul tunas (hari) dengan perlakuam komposisi media tanam dan panjang setek... Lampiran 10 : Data Panjang tunas 60 HST dengan perlakuam komposisi

Hasil sidik ragam terlihat bahwa varietas tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar permukaan Uji BNT taraf 5% jumlah mata tunas serta interaksi antara

Berdasarkan hasil uji DMRT 5% menunjukan bahwa konsentrasi 2, 4%, 6%, dan 8% memiliiki pengaruh yang optimal terhadap persentase tumbuh bibit tebu asal bud chip dengan hasil

Perbandingan tanah dan pupuk kandang 1 : 1 memberikan waktu mencapai 50% tumbuh tunas, persentase okulasi jadi, persentase bibit mati, panjang tunas, jumlah daun pada

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tumbuh tunas 1minggu setelah tanam (MST), tinggi tanaman 6 MST, diameter batang 6 MST, jumlah daun 4 dan 6 MST, luas daun 8

Panjang tanaman dan diameter bibit nyata lebih tinggi pada bahan tanam umur 7 bulan. Persentase tumbuh tunas nyata tertinggi diperoleh pada penggunaan bahan tanam

Perbandingan tanah dan pupuk kandang 1:1 memberikan waktu mencapai 50% tumbuh tunas, persentase okulasi jadi, persentase bibit mati, panjang tunas, jumlah daun pada tunas,