• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada Desember 2016, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,32 persen dengan indeks

harga konsumen (IHK) sebesar 130,27. Sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,42 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 126,71. Dari 82 kota IHK, 78 kota mengalami inflasi, dan sisanya mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe

sebesar 2,25 persen, Kota Kupang sebesar 1,96 persen, dan Kota Pangkalpinang sebesar 1,95

persen.

 Inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 1,91 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 1,91 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Nasional yaitu masing-masing sebesar 3,02 persen dan 3,02 persen.

Pada Desember 2016, Kota Ternate mengalami inflasi di lima kelompok pengeluaran, sedangkan dua kelompok lainnya mengalami deflasi. Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan 0,42 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,57 persen; kelompok sandang 0,58 persen; kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga 0,07 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 1,07 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,11 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen.

No. 01/01/82/Th XVI, 03 Januari 2017

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

DESEMBER 2016, KOTA TERNATE INFLASI SEBESAR 0,32 PERSEN

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2016 antara lain: ikan cakalang, ikan ekor kuning, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, rokok putih rokok kretek filter dan tarif angkutan udara.

(2)

Gambar 1.

Inflasi Kota Ternate Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100), November – Desember 2016

Tabel 1.

IHK dan Inflasi Kota Ternate Bulan Desember 2016, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran

IHK IHK IHK Inflasi Inflasi

Tahun Kalender 2) Inflasi Year on Year 3)

Oktober November Desember Desember

2016 2016 2016 2016 1)

UMUM 129,51 129,85 130,27 0,32 1,91 1,91

1 Bahan Makanan 122,70 124,55 125,07 0,42 -4,27 -4,27

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok &

Tembakau 133,79 133,81 134,57 0,57 8,33 8,33

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan

Bakar 129,31 129,25 129,11 -0,11 3,43 3,43

4 Sandang 147,98 147,76 148,61 0,58 3,60 3,60

5 Kesehatan 129,58 130,50 130,38 -0,09 3,95 3,95

6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 128,93 128,92 129,01 0,07 3,77 3,77 7 Transpor, Komunikasi & Jasa

Keuangan 129,87 129,46 130,84 1,07 0,05 0,05

1) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya. 2) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015 3) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015

0.26 1.51 0.01 -0.05 -0.15 0.71 -0.01 -0.32 0.32 0.42 0.57 -0.11 0.58 -0.09 0.07 1.07 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 Umum Bahan Makanan

Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor November Desember

(3)

Tabel 2.

Sumbangan/Andil Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Ternate, Bulan Desember 2016

(2012 = 100)

Pada Desember 2016, kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi masing-masing sebagai berikut: kelompok bahan makanan 0,09 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,08 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,04 persen; kelompok sandang 0,03 persen; kelompok kesehatan 0,00 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,00 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,16 persen.

Gambar 2.

Perkembangan Inflasi Kota Ternate dan Nasional Desember 2015 – Desember 2016 Des-15 Jan-16 Feb-16 Mar-16 Apr-16 Mei-16 Jun-16 Jul-16 Aug-16 Sep-16 Okt-16 Nov-16 Des-16 Ternate 1.53 0.52 -0.95 0.28 0.05 0.29 0.30 1.04 -0.10 0.01 -0.21 0.26 0.32 Nasional 0.96 0.51 -0.09 0.19 -0.45 0.24 0.66 0.69 -0.02 0.23 0.14 0.47 0.42 -1.50 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00

Kelompok Pengeluaran Desember

2016

UMUM 0,32

1 Bahan Makanan 0,09

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,08 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar -0,04

4 Sandang 0,03

5 Kesehatan 0,00

6 Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,00 7 Transportasi, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,16

(4)

IHK DAN INFLASI MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada Desember 2016 mengalami inflasi 0,42 persen atau terjadi

kenaikan indeks dari 124,55 pada November 2016, menjadi 125,07 pada Desember 2016. Kelompok ini memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,09 persen pada keseluruhan inflasi Desember 2016.

Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, tujuh subkelompok mengalami inflasi, satu subkelomok stagnan, serta tiga subkelompok sisanya mengalami deflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah subkelompok Telur, Susu dan Hasil-Hasilnya sebesar 3,03 persen, Ikan Segar sebesar 1,54 persen dan Bumbu-Bumbuan 0,98 persen.

Komoditas yang dominan mempengaruhi terjadinya inflasi pada kelompok ini adalah : Ikan Cakalang, Bawang Merah, Telur Ayam Ras, Ikan Ekor Kuning dan Bawang Putih.

Tabel 3.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Bahan Makanan, Desember 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 130,27 0,32 1,91 1,91

I. Bahan Makanan 125,07 0,42 -4,27 -4,27

a. Padi-padian, umbi- umbian, dan Hasilnya 119,15 0,06 -1,54 -1,54

b. Daging dan hasil-hasilnya 142,77 0,13 4,73 4,73

c. Ikan Segar 129,35 1,54 -12,23 -12,23

d. Ikan Diawetkan 111,49 -0,36 -21,31 -21,31

e. Telur, Susu, dan hasil-hasilnya 131,39 3,03 0,72 0,72

f. Sayur-sayuran 104,90 -3,21 -8,66 -8,66

g. Kacang-kacangan 117,62 0,00 -8,81 -8,81

h. Buah-buahan 153,18 0,01 -11,82 -11,82

i. Bumbu-bumbuan 136,58 0,98 21,76 21,76

j. Lemak dan Minyak 107,84 0,70 4,36 4,36

(5)

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Desember 2016 mengalami inflasi

0,57 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 133,81 pada November 2016, menjadi 134,57 pada Desember 2016. Kelompok ini pada Desember 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,08 persen pada inflasi keseluruhan.

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok makanan jadi 0,77 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol -0,25 persen; serta subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,70 persen. Komoditas yang dominan memberikan pengaruh kenaikanharga adalah rokok putih dan rokok kretek filter.

Tabel 4.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau,

Desember 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 130,27 0,32 1,91 1,91

II. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 134,57 0,57 8,33 8,33

a. Makanan Jadi 128,89 0,77 3,64 3,64

b. Minuman yang Tidak Beralkohol 118,72 -0,25 8,06 8,06

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol, 149,09 0,70 13,72 13,72

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada Desember 2016 mengalami deflasi

0,11 persen atau terjadi penurunan indeks dari 129,25 pada November 2016, menjadi 129,11 pada Desember 2016. Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi 0,04 persen pada inflasi keseluruhan.

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu : biaya tempat tinggal sebesar -0,10 persen; bahan bakar, penerangan, air sebesar 0,03 persen; perlengkapan rumah tangga sebesar -0,34 dan penyeleggaraan rumah tangga sebesar -0,23.

Komoditas yang dominan memberikan pengaruh deflasi kelompok ini adalah semen, bahan bakar tumah tangga, dan tempat tidur/kasur.

(6)

Tabel 5.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar,

Desember 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 130,27 0,32 1,91 1,91

III. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 129,11 -0,11 3,43 3,43

a. Biaya Tempat Tinggal 129,84 -0,10 4,12 4,12

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 122,02 0,03 0,16 0,16

c. Perlengkapan Rumah Tangga 133,66 -0,34 0,27 0,27

d. Penyelenggaran Rumah Tangga 130,64 -0,23 4,26 4,26

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Desember 2016 mengalami inflasi 0,58 persen atau terjadi kenaikan indeks

dari 147,76 pada November 2016 menjadi 148,61 pada Desember 2016. Kelompok ini Desember 2016 memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,03 persen pada inflasi keseluruhan.

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan masing-masing subkelompok yaitu : sandang laki-laki sebesar 0,08 persen; sandang wanita sebesar 0,09 persen; sandang anak-anak 1,88 persen dan barang pribadi dan sandang lainnya sebesar -0,07 persen. Komoditas yang dominan memberikan pengaruh inflasi pada kelompok ini adalah pakaian anak setelan, jam tangan, dan tas.

Tabel 6.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Sandang, Desember 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 130,27 0,32 1,91 1,91 IV. Sandang 148,61 0,58 3,60 3,60 a. Sandang Laki-laki 148,34 0,08 5,18 5,18 b. Sandang Wanita 152,73 0,09 0,08 0,08 c. Sandang Anak-anak 156,77 1,88 3,92 3,92

(7)

5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada Desember 2016 mengalami deflasi 0,09 persen atau terjadi penurunan

indeks dari 130,50 pada November 2016, ke 130,38 pada Desember 2016. Kelompok ini memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,00 persen pada inflasi keseluruhan.

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok jasa kesehatan 0,00 persen; subkelompok obat-obatan 0,00 persen; subkelompok jasa perawatan jasmani 0,00 persen; serta subkelompok perawatan jasmani dan kosmetik -0,20 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain body lotion dan sabun mandi cair.

Tabel 7.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Kesehatan, Desember 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%) (%) (%) Umum 130,27 0,32 1,91 1,91 V. Kesehatan 130,38 -0,09 3,95 3,95 a. Jasa Kesehatan 109,86 0,00 5,11 5,11 b. Obat-obatan 125,92 0,00 4,39 4,39

c. Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00 0,00 0,00

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 133,97 -0,20 4,49 4,49

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Desember 2016 mengalami inflasi sebesar 0,07

persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 128,92 pada November 2016 ke 129,01 pada Desember 2016. Kelompok ini menyumbang inflasi sebesar 0,00 persen pada inflasi keseluruhan.

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok jasa pendidikan 0,01 persen; subkelompok kursus-kursus/pelatihan 0,68 persen; subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 0,49 persen; subkelompok rekreasi 0,00 persen; dan olahraga 0,00 persen.

(8)

Tabel 8.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga,

Desember 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 130,27 0,32 1,91 1,91

VI. Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga 129,01 0,07 3,77 3,77

a. Jasa Pendidikan 134,77 0,01 5,70 5,70

b. Kursus-kursus / Pelatihan 114,65 0,68 2,59 2,59

c. Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 101,96 0,49 1,15 1,15

d. Rekreasi 127,12 0,00 0,84 0,84

e. Olah Raga 171,09 0,00 3,15 3,15

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Tabel 9.

IHK dan Inflasi Kota Ternate menurut Subkelompok pada Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan,

Desember 2016 (2012 = 100)

Kelompok / Subkelompok IHK Inflasi

Tahun

Kalender Year on Year (%)

(%) (%)

Umum 130,27 0,32 1,91 1,91

VII. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 130,84 1,07 0,05 0,05

a. Transpor 149,50 1,49 -0,78 -0,78

b. Komunikasi dan Pengiriman 94,04 0,01 1,42 1,42

c. Sarana dan Penunjang Transpor 132,51 -0,04 7,81 7,81

d. Jasa Keuangan 123,85 0,00 0,89 0,89

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Desember 2016 mengalami inflasi sebesar

1,07 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 129,46 pada November 2016, menjadi 130,84 pada Desember 2016. Kelompok ini pada Desember 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,16 persen pada inflasi keseluruhan.

(9)

Berdasarkan subkelompoknya, perubahan indeks masing-masing subkelompok yaitu subkelompok transpor 1,49 persen; subkelompok komunikasi dan pengiriman 0,01 persen; subkelompok sarana dan penunjang transpor -0,04 persen; serta subkelompok jasa keuangan 0,00 persen. Komoditi yang dominan menyumbang inflasi adalah tarif angkutan udara.

(10)

PERBANDINGAN ANTARKOTA DI INDONESIA

Pada bulan Desember 2016 inflasi terjadi di 78 kota dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe 2,25 persen, Kota Kupang 1,96, dan Kota Pangkal Pinang 1,95. Sedangkan 4 kota mengalami

deflasi, dimana deflasi tertinggi terjadi di di Kota Manado sebesar 1,52 persen, Kota Bukittinggi 0,57, dan

Kota Bungo 0,11.

Menurut inflasi year on year, semua kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang 7,78 persen, Kota Sibolga 7,39, dan Kota Medan 6,60. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Manado 0,35 persen, , Kota Merauke 0,82 persen, dan Kota Gorontalo 1,30.

Menurut inflasi tahun kalender, 82 kota semua kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang 7,78 persen, Kota Sibolga 7,39, dan Kota Medan 6,60. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Manado 0,35 persen, , Kota Merauke 0,82 persen, dan Kota Gorontalo 1,30.

Perbandingan Antar Kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua

Kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua yang berjumlah 18 kota, pada Desember 2016 tercatat 17 kota diantaranya mengalami inflasi dan 1 sisanya mengalami deflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura 1,76 persen, Kota Tual 1,7 persen, dan Kota Manokwari 1,18 persen. Sedangkan kota yang mengalami deflasi yaitu Kota Manado sebesar 1,52 persen

(11)

Tabel 10.

Perbandingan IHK dan Inflasi Desember 2016

Kota-Kota di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua dengan Nasional (2012 = 100)

KOTA Desember 2016 Tahun Kalender Year on Year KOTA Desember 2016 Tahun Kalender Year on Year IHK Inflasi (%) (%) (%) IHK Inflasi (%) (%) (%) 1 MANADO 125,64 -1,52 0,35 0,35 11 MAMUJU 125,52 0,98 2,23 2,23 2 PALU 127,09 1,15 1,49 1,49 12 AMBON 125,85 0,53 3,28 3,28 3 BULUKUMBA 130,24 0,30 1,48 1,48 13 TUAL 140,13 1,70 2,97 2,97 4 WATAMPONE 120,27 0,24 1,50 1,50 14 TERNATE 130,27 0,32 1,91 1,91 5 MAKASSAR 126,44 0,29 3,18 3,18 15 MANOKWARI 122,35 1,18 5,75 5,75 6 PARE-PARE 122,09 0,53 2,11 2,11 16 SORONG 126,84 0,45 2,95 2,95 7 PALOPO 123,78 0,27 2,74 2,74 17 MERAUKE 132,12 0,24 0,82 0,82 8 KENDARI 121,68 0,13 3,07 3,07 18 JAYAPURA 128,65 1,76 4,13 4,13 9 BAU-BAU 128,87 0,59 1,71 1,71 NASIONAL 126,71 0,42 3,02 3,02 10 GORONTALO 121,78 0,47 1,30 1,30

(12)

Tabel 11.

Inflasi Desember 2016, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah (2012 = 100) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)

1 LHOKSEUMAWE 2,25 29 BAU-BAU 0,59 57 BEKASI 0,27

2 KUPANG 1,96 30 MALANG 0,58 58 PALOPO 0,27

3 PANGKAL PINANG 1,95 31 SURABAYA 0,56 59 BATAM 0,26

4 JAYAPURA 1,76 32 PEMATANG

SIANTAR 0,54 60 BIMA 0,26

5 TUAL 1,7 33 SUMENEP 0,53 61 WATAMPONE 0,24

6 MAUMERE 1,65 34 PARE-PARE 0,53 62 MERAUKE 0,24

7 SAMPIT 1,3 35 AMBON 0,53 63 TANJUNG PINANG 0,21

8 PALANGKARAYA 1,28 36 TASIKMALAYA 0,48 64 SEMARANG 0,2

9 BALIKPAPAN 1,26 37 BANYUWANGI 0,47 65 DEPOK 0,18

10 MANOKWARI 1,18 38 GORONTALO 0,47 66 MEDAN 0,16

11 PALU 1,15 39 SUKABUMI 0,45 67 BOGOR 0,16

12 TANJUNG 1,02 40 MADIUN 0,45 68 BENGKULU 0,14

13 MAMUJU 0,98 41 SORONG 0,45 69 METRO 0,13

14 CILEGON 0,94 42 TARAKAN 0,41 70 KENDARI 0,13

15 JEMBER 0,93 43 PROBOLINGGO 0,38 71 SERANG 0,12

16 PONTIANAK 0,93 44 PURWOKERTO 0,37 72 LUBUKLINGGAU 0,11 17 TANJUNG

PANDAN 0,9 45 JAMBI 0,36 73 CILACAP 0,09

18 SAMARINDA 0,87 46 KEDIRI 0,36 74 PADANG 0,07

19 SINGKAWANG 0,83 47 YOGYAKARTA 0,35 75 DUMAI 0,07

20 BANJARMASIN 0,82 48 TERNATE 0,32 76 CIREBON 0,06

21 MATARAM 0,75 49 MEULABOH 0,31 77 PADANGSIDIMPUAN 0,02

22 BANDA ACEH 0,71 50 KUDUS 0,3 78 TEMBILAHAN 0,02

23 BANDAR

LAMPUNG 0,7 51 SURAKARTA 0,3 79 TEGAL -0,09

24 DENPASAR 0,69 52 BULUKUMBA 0,3 80 BUNGO -0,11

25 PALEMBANG 0,67 53 SIBOLGA 0,29 81 BUKITTINGGI -0,57

26 TANGERANG 0,66 54 MAKASSAR 0,29 82 MANADO -1,52

27 BANDUNG 0,63 55 PEKANBARU 0,27

(13)

Tabel 12.

Inflasi Tahun Kalender, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah (2012 = 100) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)

1 PANGKAL PINANG 7,78 29 SURABAYA 3,22 57 PURWOKERTO 2,42

2 SIBOLGA 7,39 30 MAKASSAR 3,18 58 DKI JAKARTA 2,37

3 MEDAN 6,60 31 BANDA ACEH 3,13 59 KUDUS 2,32

4 MANOKWARI 5,75 32 BUNGO 3,11 60 SEMARANG 2,32

5 LHOKSEUMAWE 5,60 33 BIMA 3,11 61 KUPANG 2,31

6 PADANG 5,02 34 KENDARI 3,07 62 YOGYAKARTA 2,29

7 BENGKULU 5,00 35 TANJUNG

PINANG 3,06 63 MADIUN 2,25

8 TANJUNG PANDAN 4,92 36 TUAL 2,97 64 MAMUJU 2,23

9 PEMATANG

SIANTAR 4,76 37 SORONG 2,95 65 SUMENEP 2,19

10 SINGARAJA 4,57 38 DENPASAR 2,94 66 TANJUNG 2,18

11 JAMBI 4,54 39 BANDUNG 2,93 67 SURAKARTA 2,15

12 TARAKAN 4,31 40 METRO 2,92 68 PARE-PARE 2,11

13 PADANGSIDIMPUAN 4,28 41 SAMARINDA 2,83 69 JEMBER 1,93

14 CILEGON 4,22 42 CILACAP 2,77 70 BANYUWANGI 1,91

15 PEKANBARU 4,19 43 BANDAR

LAMPUNG 2,75 71 TERNATE 1,91

16 BALIKPAPAN 4,13 44 TASIKMALAYA 2,75 72 PALANGKARAYA 1,91

17 JAYAPURA 4,13 45 PALOPO 2,74 73 CIREBON 1,87

18 DUMAI 3,98 46 LUBUKLINGGAU 2,74 74 BAU-BAU 1,71

19 BUKITTINGGI 3,93 47 TEGAL 2,71 75 PROBOLINGGO 1,53 20 PONTIANAK 3,88 48 TANGERANG 2,65 76 WATAMPONE 1,50

21 MEULABOH 3,77 49 MALANG 2,62 77 PALU 1,49

22 BANJARMASIN 3,68 50 DEPOK 2,60 78 BULUKUMBA 1,48

23 PALEMBANG 3,68 51 TEMBILAHAN 2,58 79 KEDIRI 1,30

24 MAUMERE 3,62 52 SINGKAWANG 2,58 80 GORONTALO 1,30

25 BATAM 3,61 53 SUKABUMI 2,57 81 MERAUKE 0,82

26 BOGOR 3,60 54 MATARAM 2,47 82 MANADO 0,35

27 AMBON 3,28 55 BEKASI 2,47

(14)

Tabel 13.

Inflasi Year on Year, 82 Kota di Indonesia, Tertinggi – Terendah (2012 = 100) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%) No Kota Inflasi (%)

1 PANGKAL PINANG 7,78 29 SURABAYA 3,22 57 PURWOKERTO 2,42

2 SIBOLGA 7,39 30 MAKASSAR 3,18 58 DKI JAKARTA 2,37

3 MEDAN 6,60 31 BANDA ACEH 3,13 59 KUDUS 2,32

4 MANOKWARI 5,75 32 BUNGO 3,11 60 SEMARANG 2,32

5 LHOKSEUMAWE 5,60 33 BIMA 3,11 61 KUPANG 2,31

6 PADANG 5,02 34 KENDARI 3,07 62 YOGYAKARTA 2,29

7 BENGKULU 5,00 35 TANJUNG

PINANG 3,06 63 MADIUN 2,25

8 TANJUNG PANDAN 4,92 36 TUAL 2,97 64 MAMUJU 2,23

9 PEMATANG

SIANTAR 4,76 37 SORONG 2,95 65 SUMENEP 2,19

10 SINGARAJA 4,57 38 DENPASAR 2,94 66 TANJUNG 2,18

11 JAMBI 4,54 39 BANDUNG 2,93 67 SURAKARTA 2,15

12 TARAKAN 4,31 40 METRO 2,92 68 PARE-PARE 2,11

13 PADANGSIDIMPUAN 4,28 41 SAMARINDA 2,83 69 JEMBER 1,93

14 CILEGON 4,22 42 CILACAP 2,77 70 BANYUWANGI 1,91

15 PEKANBARU 4,19 43 BANDAR

LAMPUNG 2,75 71 TERNATE 1,91

16 BALIKPAPAN 4,13 44 TASIKMALAYA 2,75 72 PALANGKARAYA 1,91

17 JAYAPURA 4,13 45 PALOPO 2,74 73 CIREBON 1,87

18 DUMAI 3,98 46 LUBUKLINGGAU 2,74 74 BAU-BAU 1,71

19 BUKITTINGGI 3,93 47 TEGAL 2,71 75 PROBOLINGGO 1,53 20 PONTIANAK 3,88 48 TANGERANG 2,65 76 WATAMPONE 1,50

21 MEULABOH 3,77 49 MALANG 2,62 77 PALU 1,49

22 BANJARMASIN 3,68 50 DEPOK 2,60 78 BULUKUMBA 1,48

23 PALEMBANG 3,68 51 TEMBILAHAN 2,58 79 KEDIRI 1,30

24 MAUMERE 3,62 52 SINGKAWANG 2,58 80 GORONTALO 1,30

25 BATAM 3,61 53 SUKABUMI 2,57 81 MERAUKE 0,82

26 BOGOR 3,60 54 MATARAM 2,47 82 MANADO 0,35

27 AMBON 3,28 55 BEKASI 2,47

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dari penelitian yang dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan

Dalam upaya membantu Credit Analyst dalam kegiatan pengambilan keputusan konsumen layak kredit, diperlukan sebuah model sistem pendukung keputusan berbasis komputer

Bersama Tagana dari beberapa provinsi (Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Utara, NAD, dan lain-lain) yang berjumlah ± 628 orang dengan peralatan 5 mobil RTU, 3 truck, 2

Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan serta Dampaknya pada Kinerja Perusahaan (Studi kasus pada PT. Pei Hai

Edema di kapiler terjadi bila terjadi peningkatan permeabilitas dinding kapiler yang memungkinkan lebih banyak protein plasma keluar dari kapiler ke cairan intersitium

Siswa tidak hanya pasif menerima informasi dari guru tetapi siswa juga berusaha untuk menemukan sendiri pengetahuannya. Hasil analisis aktivitas siswa pada siklus II, di

1) Modernisasi pesantren bagi Abdurrahman Wahid adalah proses dinamisasi: penggalakan nilai-nilai hidup positif tradisi-tradisi pesantren dan penggunaan nilai-nilai baru

Penelitian ini memberikan hasil bahwa perusahaan ITMG berada dalam kondisi undervalued yaitu kondisi dimana keputusan investasi yang dapat diambil yaitu dengan