CHAROEN POKPHAND INDONESIA
Analisis Ekonomi Mingguan
Pertumbuhan Ekspor Nasional Labil
March II - 2008
Analisis Ekonomi Mingguan
March II - 2008
Economic & Business Research
Economic & Business Research
Senior economist: Ibnu Edy Wiyono [email protected]
4.0%
Kontribusi terhadap pertumbuhan PDB
3.0% Exports Household consumption Net exports 9% Investment
PDB menurut penggunaan
2.0% Investment 25% 0.0% 1.0% 2001 2002 2003 2004 200 2006 200 Gov't consumption Government consumption 8% Consumption 58% -1.0% 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Sumber: BPS• Peran ekspor sangat signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi empat
tahun terakhir ini.
M ki d iki k t ib i t b h k dikit d t h
• Meskipun demikian, kontribusi pertumbuhan ekspor sedikit menurun pada tahun
• Sampai kapan ekspor mampu bertahan menjadi salah satu mesin
utama pertumbuhan ekonomi nasional?
• Jawabannya sangat tergantung pada jenis komoditas yang
mendorong pertumbuhan ekspor nasional.
50,000 51%
Delapan komoditi ekspor terbesar berdasarkan nilai
40,000 45,000
million US$
electrical machinery nonferrous metals
textile yarns, fabric, prod.
50% share to 31% 9% Copper+Aluminium+Tin 98% of total Nonferrous metals 25,000 30,000 35,000 clothing crude rubber y 46% 47% share to total exports 11% 31% 10%CAGR 15,000 20,000 ,
metalliferous ores & metals coal, coke, briquettes
39% 29%
11%
Copper ores+Nickel ores
97% of total
0 5,000 10,000
fixed vegatable oil and fats
28%
39% %
Metalliferous ores&metals
Palm oil
84% of total Fixed vegetable oil&fats
0
2004 2005 2006 2007
• Delapan kelompok komoditi menjadi penyumbang separuh total nilai ekspor pada
tahun 2007.
Sumber: Ditjen Bea dan Cukai
g
tahun 2007.
• Pertumbuhan paling cepat disumbang oleh ekspor bijih logam terutama nikel &
16,000 18,000 2,500 3,000 US$/MT US$/MT
• Kenaikan nilai ekspor delapan komoditas
tersebut, sebagian besar lebih
disebabkan oleh kenaikan harga di pasar 8,000 10,000 12,000 14,000 1,500 2,000 , Aluminium, right g p global. 0 2,000 4,000 6,000 0 500 1,000 Copper, left Tin, left 800 900 1,000 120.00 140.00 N t l bb US$/MT US ¢/pound 199 2M1 199 3M1 199 4M1 199 5M1 199 6M1 199 7M1 199 8M1 199 9M1 200 0M1 200 1M1 200 2M1 200 3M1 200 4M1 200 5M1 200 6M1 200 7M1 50,000 60,000 100.00 120.00 US$/MT US $/MT 400 500 600 700 800 60.00 80.00 100.00
Palm oil, left
Natural rubber, right 30,000 40,000 60.00 80.00 Coal, right 0 100 200 300 0.00 20.00 40.00 0 10,000 20,000 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0.00 20.00 40.00 Nickel, left
Sumber: IMF commodity statistics
1992M11993M11994M 1 1995M 1 1996M11997M11998M11999 M1 2000 M1 2001 M1 2002M12003M12004 M1 2005 M1 2006 M1 2007M 1 1992M 1 1993 M1 1994 M1 1995M 1 1996 M1 1997M 1 1998 M1 1999M 1 2000 M1 2001M 1 2002 M1 2003M 1 2004 M1 2005M 1 2006 M1 2007M 1
• Kenaikan permintaan komoditas global yang terutama sekali
• Kenaikan permintaan komoditas global yang terutama sekali
dimotori oleh China dan India menjadi salah satu penyebab
kenaikan harga komoditas energi dan non-energi di pasar global.
3,000
000 tonnes
COPPER ORES EXPORTS BY DESTINATION
4 500 5,000
000 tonnes 4,486
NICKEL ORES EXPORTS BY DESTINATION
2,000 2,500 India Philippines China Other 2,512 2,331 CAGR -1.5% 3,500 4,000 4,500 Australia China Other , CAGR 14.5% 1 000 1,500 Spain Rep. Korea India 2,000 2,500 3,000 Ukraine Australia 2,278 500 1,000 Japan 500 1,000 1,500 Japan 0 2001 2006
• Walaupun nilai ekspor untuk bijih tembaga meningkat tiga kali lipat namun secara
Sumber: UN Comtrade
0
2001 2006
• Walaupun nilai ekspor untuk bijih tembaga meningkat tiga kali lipat, namun secara
volume justru turun selama 2001-2006 (akibat jatuhnya ekspor ke negara tujuan ekspor utama seperti Jepang, Spanyol, dan Jerman). Namun demikian Cina dan India menjadi motor baru ekspor tembaga Indonesia.
• Sebaliknya, untuk komoditi bijih nikel justru terjadi kenaikan tajam kuantitas
300
000 tonnes
267
ALUMINIUM EXPORTS BY DESTINATION
350
000 tonnes
COPPER EXPORTS BY DESTINATION
200 250 USA SingaporeMalaysia Other 187 267 CAGR 7.38% 250 300 Other 297 237 CAGR -4.45% 100 150 USA 150 200 Thailand Philippines Other Japan Singapore 50 100 Japan 50 100 Malaysia a a d China
• Seiring dengan turunnya ekspor bijih tembaga ekspor produk tembaga juga turut
Sumber: UN Comtrade
0
2001 2006
0
2001 2006
• Seiring dengan turunnya ekspor bijih tembaga, ekspor produk tembaga juga turut
turun, di mana impor oleh Jepang mengalami penurunan paling besar. Meskipun demikian, terdapat kenaikan permintaan oleh Cina sehingga sedikit mengurangi kejatuhan ekspor komoditi ini.
• Peningkatan ekspor aluminium terutama disumbang kenaikan permintaan oleh
140
000 tonnes
120
TIN EXPORTS BY DESTINATION
180 000 200,000
000 tonnes 183,917
COAL EXPORTS BY DESTINATION
100 120 Japan Other 120 CAGR 22 09% Thailand Malaysia 140,000 160,000 180,000 Other CAGR 22.56% 60 80 44 22.09% Thailand 80,000 100,000 120,000
China, Hong Kong India Malaysia 66,505 Thailand 20 40 Singapore 20,000 40,000 60,000 Japan India Rep. of Korea
• Ekspor timah ke Singapura naik tajam selama 2001 2006 Selain itu terjadi pula
Sumber: UN Comtrade
0
2001 2006
0
2001 2006
• Ekspor timah ke Singapura naik tajam selama 2001-2006. Selain itu terjadi pula
kenaikan permintaan oleh negara tetangga Thailand, Malaysia, dan Jepang.
• Sama halnya dengan batu bara yang mengalami kenaikan ekspor hingga rata-rata
23%/tahun Kenaikan permintaan paling banyak di negara Jepang Korea Selatan 23%/tahun. Kenaikan permintaan paling banyak di negara Jepang, Korea Selatan, dan India.
2,500
000 tonnes 2,287
NATURAL RUBBER EXPORTS BY DESTINATION
14,000
000 tonnes
12 101
PALM OIL EXPORTS BY DESTINATION
2,000 Other 1 454 CAGR 9.49% Germany 10,000 12,000 Other 12,101 CAGR 19 80% 1,000 1,500 Singapore 1,454 China Rep. Korea Germany 6,000 8,000 Netherlands Pakistan 4,903 19.80% Malaysia Singapore 500 USA Japan 2,000 4,000 India Netherlands China
• Membaiknya ekonomi Jepang dan menguatnya ekonomi Cina mendorong
Sumber: UN Comtrade
0
2001 2006
0
2001 2006
• Membaiknya ekonomi Jepang dan menguatnya ekonomi Cina mendorong permintaan karet alami di negara-negara tersebut, terutama digunakan untuk industri ban.
• Tingginya harga minyak kelapa sawit banyak disumbang oleh besarnya permintaan • Tingginya harga minyak kelapa sawit banyak disumbang oleh besarnya permintaan
• Penjelasan diatas menunjukkan bahwa pertumbuhan ekspor
• Penjelasan diatas menunjukkan bahwa pertumbuhan ekspor
nasional sangat rentan terkoreksi oleh penurunan pertumbuhan
ekonomi global dan penurunan harga komoditas di pasar global.
This publication has been prepared on behalf of Charoen Pokphand Indonesia (CPI) solely for internal use It is not
disclaimer
This publication has been prepared on behalf of Charoen Pokphand Indonesia (CPI) solely for internal use. It is not investment advice or an offer or solicitation for the purchase or sale of any financial instrument. While reasonable care has been taken to ensure that the information contained herein is not untrue or misleading at the time of publication, CPI makes no representation that it is accurate or complete. The information contained herein is subject to change without prior notice.