Teknik Penulisan Skripsi
Memadukan metoda penelitian, penulisan naskah laporan dan teknik pengolahan data kuantitatif
Oleh : Ramlan Ruvendi
TAHAP-TAHAP
PENYUSUNAN
• Menetapkan Bidang Ilmu Kajian • Memilih Dosen Pembimbing • Penyusunan Rencana Penelitian • Pengumpulan dan Analisis Data • Penyusunan Laporan/Skripsi • Ujian Sidang Skripsi
Ujian Sidang Skripsi
Syarat :
• Telah menyelesaikan seluruh bidang studi, IPK minimal 2,0.
• Telah menyelesaikan seluruh kewajiban keuangan dan adm. Lainnya • Mengisi formulir pendaftaran Ujian Sidang Skripsi dan membayar biaya
sidang.
• Menyerahkan Naskah skripsi 5 eks. Pelaksanaan Sidang Skripsi :
• Ujian komprehensip : Manajemen Strategi, Balanced Scorecard, Perilaku Organisasi, MSDM
• Ujian Skripsi
Evalusi Studi
1. Kehadiran Kuliah 30%
2. Tugas Pembuatan Proposal Penelitian = 30 % 3. Ujian (UTS/UAS) = 40%
Naskah dikirim ke alamat Email : [email protected] atau [email protected]
Naskah Pedoman Penyusunan Skripsi dapat didownload pada alamat blog :
Bagian-Bagian Skripsi
1. Bagian Awal : judul sampul, halaman judul, halaman pengesahan, halaman persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran.
2. Bagian Isi yang dibagi dalam beberapa bab seperti: bab pendahuluan, bab studi pustaka, bab metodologi penelitian, bab uraian hasil-hasil penelitian, dan bab kesimpulan dan saran. 3. Bagian Akhir : daftar pustaka,
lampiran-lampiran, index, dan lain-lain.
Judul Skripsi
Dua orientasi dalam memberikan judul penelitian: 1.Orientasi Singkat
Contoh: Analisis Kualitas Pelayanan Jasa Perbankan 2. Berorientasi Jelas
– Jenis Penelitian
– Obyek yang diteliti
– Subyek penelitian
– Lokasi Penelitian
– Waktu Pelaksanaan Penelitian
Contoh:
Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Karyawan pada Bank Pemerintah di Kota Bogor Tahun 2006
Latar Belakang Masalah
1. Alasan mengapa penelitian ini penting
untuk dilakukan
2. Pengungkapan latar belakang masalah
dilakukan secara runtun dan logis
dimulai dari pendadaran yang bersifat
umum dan luas
3. Latar belakang masalah merupakan
penjelasan fenomena yang diamati dan
menarik perhatian penulis
Masalah Penelitian
1. Bersumber dari kehidupan sehari-hari.
• Adanya penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan
• Terdapat penyimpangan antar rencana dan kenyataan
• Terdapat pengaduan • Adanya persaingan
2. Bersumber pada buku atau penelitian sebelumnya
• Untuk penyempurnaan • Untuk verifikasi
Tujuan Perumusan Masalah
• Mencari sesuatu dalam kerangka
pemuasan akademis seseorang
• Memuaskan perhatian serta keingintahuan
seseorang akan hal-hal yg baru
• Meletakkan dasar untuk memecahkan
beberapa penemuan penelitian
sebelumnya ataupun dasar untuk
penelitian selanjutnya
• Memenuhi keinginan sosial
• Meyediakan sesuatu yang bermanfaat
Cara merumuskan masalah
• Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
• Rumusan hendaknya jelas dan padat
• Rumusan masalah harus berisi implikasi
adanya data untuk memecahkan masalah
• Rumusan masalah dasar dalam membuat
Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah
1. Permasalahan Deskriptif (variabel tunggal)
2. Permasalahan Komparatif (membandingkan
suatu variabel pada 2 sampel)
3. Permasalahan Asosiatif (menghubungkan 2
variabel atau lebih) :
a. Hubungan simetris, b. hubungan kausal dan c. hubungan interaktif.
Contoh Masalah Penelitian
Masalah Deskriptif
• Berapakah jumlah wanita dan pria di Desa Pasir Muncang tahun
2007?
• Berapakah jumlah lulusan STIE Binaniaga berdasarkan program
Studi ?
Masalah Komparatif :
• Apakah ada perbedaan prestasi mahasiswa program D-3
Manajemen perusahaan dengan D-3 Akuntansi STIE Binaniaga?
Masalah Asosiatif Simetris :
• Adakah hubungan curah hujan dengan tingkat kelahiran ?
Masalah Asosiatif kausal :
• Adakah pengaruh gaji terhadap kepuasan kerja karyawan ?
Masalah Asosiatif Interaktif :
• Apakah ada hubungan antara motivasi dengan prestasi kerja karyawan
Syarat-syarat Masalah Penelitian :
1. Mempunyai nilai penelitian :
• Asli/original
• Menyatakan suatu hubungan • Hal yang penting secara ilmiah • Dapat diuji
2. Feasible
• Masalah dapat dipecahkan
– Tersedianya data dan metode untuk memecahkan masalah
– Tersedianya biaya penelitian – Dalam rentang waktu yg wajar
3. Sesuai kualifikasi :
• Menarik bagi peneliti • Sesuai kualifikasi peneliti
Pohon Masalah
Masalah Utama : Rendahnya kepuasan pegawai Akibat Lingkungan Fisik Kerja yang tidak mendukung Kepemimpin an atasan tidak disukai Pekerjaan tidak sesuai dg kemampuan Imbalan yang tidak adil Sistem karir yang tidak jelas PenyebabTujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan hasil yang hendak dicapai dari kegiatan penelitian
Untuk menyusun tujuan penelitian hendaknya mengacu kepada rumusan masalah yang telah ditetapkan. Artinya tujuan penelitian merupakan keinginan untuk menjawab rumusan masalah yang diajukan sebelumnya.
Contoh :
1. Untuk mengetahui besarnya pengaruh motivasi kerja terhadap produktivitas pada perusahaan X.
2. Untuk mengukur tingkat kepuasan umum pegawai perusahaan X. 3. Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menimbulkan ketidakpuasan
kerja pegawai X.
STUDI PUSTAKA
Studi pustaka dilakukan untuk mengkaji buku referensi dan hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. Berisi teori atau kesimpulan hasil penelitian orang lain.
Hubungan Antara Teori dan Riset
Teori
Riset
Kesimpulan Permasalahan
Menyusun Studi Pustaka
Step 1 : mengumpulkan buku, laporan, majalah, jurnal yang sesuai dengan masalah penelitian. Step 2 : membaca bahan tersebut dan
pahami.
Step 3 : mengambil catatan dari hal yang perlu untuk dibahas.
Step 4 : Mengatur susunan laporan tunjauan pustaka dengan membangi dalam tinjauan pustaka dan tinjauan studi. Step 5 : Menyusun kerangka konsep
(kerangka pemikiran ).
CONTOH TELAAH TEORI
Analisis Pengaruh Pemberian Insentif,
Lingkungan Kerja, Kepemimpinan, Hubungan
antar Teman Sejawat Terhadap Semangat
Kerja Karyawan
1.Tetapkan nama variabel yang diteliti
2.Cari sumber bacaan yang relevan
3.Lihat daftar isi buku
4.Baca seluruh isi topik
5.Deskripsikan teori
Penelitian sebelumnya dapat
dipergunakan untuk:
1. Mengetahui kekurangan-kekurangan penelitaian sebelumnya
2. Mengetahui apa yang telah dihasilkan dari penelitian sebelumnya
3. Mengetahui perbedaan dengan penelitian sebelumnya
Perhatikan cara pengutipan dalam pedoman
penulisan
HIPOTESIS
• Hipotesis merupakan jawaban sementara
yang hendak diuji kebenarannya.
• Tidak semua penelitian memerlukan
hipotesis, penelitian yang bersifat
eksploratif dan deskriptif tidak
memerlukan hipotesis
Dasar merumuskan hipotesis
1. Berdasarkan pada teori
2. Berdasarkan penelitian terdahulu
3. Berdasarkan penelitian pendahuluan
4. Berdasarkan akal sehat peneliti
Manfaat hipotesis
1. Menjelaskan masalah penelitian
2. Menjelaskan variabel-variabel yang
akan diuji
3. Pedoman untuk memilih metode
analisis data
4. Dasar untuk membuat kesimpulan
penelitian.
Contoh hipotesis
Ada pengaruh positif yang signifikan pemberian
insentif, lingkungan kerja, dan
kepemimpinan terhadap semangat kerja
karyawan PT. YOSANTA
Hipotesis dapat menujukkan:
1. Masalah penelitian
2. Variabel penelitian
3. Metode analisis data
4. Kesimpulan
Pembagian hipotesis
1. Hipotesis Deskriptif
– Pelayanan Rumah sakit Enggal Waras tidak Memuaskan – Kinerja Keuangan Bank CBA Baik
– Semangat Kerja Karyawan PT. Yasinta Tinggi
2. Hipotesis Komparatif
– Rumah sakit enggal sempuh lebih memuaskan dibandingkan pelayanan rumah sakit enggal waras
– Kinerja keuangan bank CBA lebih baik dibandingkan dengan kinerja bank Polli
– Semangat kerja karyawan PT.YASINTA lebih tinggi dibandingkan dengan semangat kerja PT.YASINTO
3. Hipotesis Asosiatif
– Kepuasan pasien berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien
– Jumlah nasabah berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank CBA
– Semangat kerja karyawan berpengaruh positif terhadap produktifitas karyawan
Ciri-ciri hipotesis yang baik:
1. Dinyatakan dalam kalimat yang tegas
– Upah memiliki pengaruh yang berarti terhadap produktivitas karyawan (jelas)
– Upah memiliki pengaruh yang kurang berarti terhadap produktifitas karyawan (tidak jelas)
2. Dapat diuji secara alamiah
– Upah memiliki pengaruh yang berarti terhadap produktivitas karyawan (dapat diuji)
– Batu yang belum pernah terlihat oleh mata manusia dapat berkembang biak (Pada hipotesis ini tidak dapat dibuktikan
karena kita tidak dapat mengumpulkan data tentang batu yang belum terlihat manusia)
3. Dasar dalam merumuskan hipotesis kuat
– Harga barang berpengaruh negatif terhadap permintaan (memiliki dasar kuat yaitu teori permintaan dan penawaran)
– Uang saku memiliki pengaruh yang signifikant terhadap jam belajar mahasiswa. (tidak memiliki dasar kuat)
Kerangka Pemikiran
1. Menguraikan konsep atau variabel-variabel penelitian secara lebih rinci.
2. Menjelaskan keterkaitan di antara variabel-variabel
3. Kerangka pemikiran dapat disusun dalam bentuk model, yaitu abstraksi dari pemikiran-pemikiran yang melandasi penelitian.
Metode Penelitian
• Metode penelitian pada dasarnya
merupakan cara ilmiah untuk
mendapatkan informasi dengan tujuan
dan kegunaan tertentu
Cara ilmiah didasarkan pada ciri-ciri
keilmuan:
–R
asional–E
mpirisRuang Lingkup Riset Bisnis
•
Bidang akuntansi dan keuangan
•
Bidang pemasaran
•
Bidang sumberdaya manusia
•
Bidang operasional
Proses Riset Bisnis
Pendefinisian dan Perumusan
Masalah
Studi
Pendahuluan PerumusanHipotesis PengumpulanData Populasi dan sampel Instrumen Penelitian Pengujian Validitas dan Reliabilitas Analisis Data Kesimpulan dan Rekomendasi Penyusunan Laporan Hasil Penelitian
JENIS-JENIS PENELITIAN
PENELITIAN MENURUT TUJUANNYA
– PENELITIAN MURNI
Peneltian untuk memahmi permasalahan secara lebih mendalam atau untuk
mengembangkan teori yang sudah ada. – PENELITIAN TERAPAN
Penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang digunakan untuk memecahkan masalah.
PENELITIAN TINGKAT EKSPLANASI
• PENELITIAN DESKRIPTIF • PENELITIAN KOMPARATIF • PENELITIAN ASOSIATIF
9 Korelasional 9 Kausal
PENELITIAN JENIS DAN ANALISIS DATA
PENELITIAN KUANTITATIF PENELITIAN KUALITATIF PENELITIAN CAMPURAN
VARIABEL PENELITIAN
• Variabel penelitian: Gejala dari obyek
atau atribut dari seseorang yang
nilainya bervariasi.
• Gejala yang nilainya selalu tetap tidak
dapat digunakan sebagai varibel
penelitian.
Pembagian variabel berdasarkan sifatnya:
1.Variabel Dikotomis
Variabel yang mempunyai dua nilai kategori yang saling berlawanan.
Laki-Laki : 1 Perempuan : 2 2. Variabel Kontinyu
Variabel yang mempunyai nilai-nilai dalam satu variabel tertentu.
Berat badan Didi : 50Kg Berat badan Dodo : 62,75Kg
Pembagian variabel berdasarkan
pada hubungan antar variabel:
1. Variabel Bebas 2. Variabel Tergantung 2. Variabel Moderator 4. Variabel Intervening Upah Semangat Kerja
Upah SemangatKerja
Upah Semangat Kerja L. Kerja Prestasi Akademik Karir Nasib 5. Variabel Kontrol Karya
wan Karyawan
Tidak Dilati
Desain Pengukuran
1. Skala Likert 2. Skala Guttman
3. Skala Semantic Deferensial 4. Skala Rating
Skala Likert
• Skala Likert’s digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang
fenomena sosial. • Contoh:
Pelayanan rumah sakit ini sudah sesuai dengan apa yang saudara harapkan.
a. Sangat setuju skor 5
b. Setuju skor 4
c. Tidak ada pendapat skor 3 d. Tidak setuju skor 2 e. Sangat tidak setuju skor 1
Skala Guttman
• Skala Guttman akan memberikan respon
yang tegas, yang terdiri dari dua alternatif.
• Misalnya :
Ya
Tidak
Baik Buruk
Pernah Belum Pernah Punya Tidak Punya
Skala Semantik Deferensial
• Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinuem dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan
.
• Contoh:
Bagimana tanggapan saudara terhadap pelayanan dirumah sakit ini ?
1. Sangat Buruk
5. Sangat Baik
Skala Rating
• Dalam skala rating data yang diperoleh adalah data kuantitatif kemudian peneliti baru
mentranformasikan data kuantitatif tersebut menjadi
data kualitatif
.
• Contoh:
Kenyaman ruang loby Bank CBA:
5
4
3
2
1
Kebersihan ruang parkir Bank CBA:
5
4
3
2
1
Jenis skala variabel
Skala dalam pengukuran variabel terdiri
atas:
1.Skala Nominal
2.Skala Ordinal
3.Skala Interval
4.Skala Rasio
Skala Nominal
• Skala nominal adalah skala yang hanya
digunakan untuk memberikan kategori
saja
• Contoh:
Wanita
1
Laki-laki
2
Skala Ordinal
• Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, akan tetapi jarak atau interval antar tingkatan belum jelas.
• Contoh:
Berilah peringkat supermarket berdasarkan kualitas pelayanannya ! Sri Ratu……… 1 Moro ……… 3 Matahari ……….. 5 Rita I ………... 2 Rita II ……… 4 Super Ekonomi …………. 6
Skala Interval
1. Adalah skala pengukuran yang sudah dapat
digunakan untuk menyatakan peringkat
antar tingkatan, dan jarak atau interval antar
tingkatan sudah jelas, namun belum
memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak.
2. Contoh:
• Skala Pada Termometer • Skala Pada Jam
• Skala Pada Tanggal
Skala Rasio
•
Adalah skala pengukuran yang sudah dapat
digunakan untuk menyatakan peringkat
antar tingkatan, dan jarak atau interval antar
tingkatan sudah jelas, dan memiliki nilai 0
(nol) yang mutlak .
•
Contoh:
1. Berat Badan 2. Pendapatan 3. Hasil Penjualan
Ringkasan Tentang Skala
Skala Tipe Pengukuran
Kategori Peringkat Jarak Perbandinga n Nominal Ya Tidak Tidak Tidak
Ordinal Ya Ya Tidak Tidak Interval Ya Ya Ya Tidak Rasio Ya Ya Ya Ya
Teknik Sampling
Alasan menggunakan sampel1. Mengurangi kesulitan
2. Jika populasinya terlalu besar maka akan ada yang terlewati
3. Dengan penelitian sampel maka akan lebih efisien
4. Seringkali penelitian populasi dapat bersifat merusak.
5. Seringkali tidak mungkin dilakukan penelitian dengan populasi.
Ilustrasi Sampel yang Baik
Populasi Sam
pel Populasi Sampel
Permasalahan dalam sampel
1. Berapa jumlah sampel yang akan
diambil
Pertimbangan dalam
Menentukan Jumlah Sampel
1. Seberapa besar keragaman populasi
2. Berapa besar tingkat keyakinan yang kita
perlukan
3. Berapa toleransi tingkat kesalahan dapat
diterima
4. Apa
tujuan
penelitian
yang akan
dilakukan
5. Keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti
Prosedur Penentuan Sampel
Identifikasi populasi Menetukan Kerangka sampel
Menentukan Metode Pemilihan Sampel
Merencanakan Prosedur Pemilihan Unit Sampel
Menentukan ukuran Sampel
Menentukan unit sampel
Populasi
Mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Binaniaga 2006 Kerangka sampel No Nama 01 Suli 02 Rofiq 03 Prio …. 95 Malik Teknik sampling
Probablitas: Simple random Sampling
Prosedur
Setelah populasi ditetapkan, kerangka sampling dibuat, teknik sampling simple random sampling maka dilakukan pengundian
Menentukan ukuran sampel
Misal sampel yang ditetapkan 20 orang Unit sampelBerdasarkan undian diperoleh sampel: 02,05,01,08,65,85,92,
18,17,15,13,25,27,29,45,44,42,
Pedoman Menentukan Jumlah
Sampel
1. Pendapat Slovin
2 1 Ne N n + =Kita akan meneliti pengaruh upah terhadap
semangat kerja pada karyawan PT. Cucak Rowo. Di dalam PT tersebut terdapat 130 orang
karyawan. Dengan tingkat kesalahan pengambilan sampel sebesar 5%, berapa jumlah sampel
minimal yang harus diambil ?
11
,
98
)
05
,
0
(
130
1
130
2=
+
=
n
2. Interval Penaksiran
• Untuk menaksir parameter rata-rata μ
2 2 /
⎟
⎠
⎞
⎜
⎝
⎛
=
e
Z
n
ασ
Seorang mahasiswa akan menguji suatu hipotesis yang menyatakan bahwa Indek Prestasi Mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Binaniaga adalah 2,7. Dari 30 sampel percobaan dapat diperoleh informasi bahwa standar deviasi indek Prestasi mahasiswa adalah 0,25 Untuk menguji hipotesisi ini berapa jumlah sampel yang diperlukan jika kita menginginkan tingkat keyakinan sebesar 95% dan error estimasiμ kurang dari 0,05,? 04 , 96 ) 05 , 0 ( ) 25 , 0 )( 96 , 1 ( 2 = ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ = n
• Untuk menaksir parameter proporsi P
⎟⎟
⎠
⎞
⎜⎜
⎝
⎛
=
2 /22e
pq
Z
n
αKita akan memperkirakan proporsi mahasiswa yang
menggunakan angkutan kota waktu pergi kuliah. Berapa sampel yang diperlukan jika dengan tingkat kepercayaan 95% dan kesalahan yang mungkin terjadi 0,10 ?
04 , 96 ) 10 , 0 ( 4 96 , 1 2 2 = ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ = n
3. Pendekatan Isac Michel
2 2 2 2 2 S Z Nd S NZ n + =Seorang mahasiswa akan menguji suatu hipotesis yang menyatakan bahwa Indek Prestasi Mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Binaniaga yang berjumlah 175 mahasiswa adalah 2,7. Dari 30 sampel percobaan dapat diperoleh informasi bahwa standar deviasi Indek Prestasi mahasiswa adalah 0,25 Untuk menguji hipotesisi ini berapa jumlah sampel yang diperlukan jika kita menginginkan tingkat keyakinan sebesar 95% dan error estimasiμ kurang dari 5 persen ?
62 ) 25 , 0 ( ) 96 , 1 ( ) 05 , 0 )( 175 ( ) 25 , 0 ( ) 96 , 1 )( 175 ( 2 2 2 2 2 = + = n
a. Untuk menentukan sampel untuk menaksir parameter rata-rata μ
B. Untuk menentukan sampel untuk menaksir parameter proporsi P
pq Z Nd pq NZ n 2 2 2 + =
Kita akan meperkirakan proporsi mahasiswa jurusan manajemen unsoed yang berjumlah 175 orang. Brdasarkan penelitian pendahuluan diperolh data proporsi mahasiswa manajemen unsoed menggunakan angkutan kota waktu pergi kuliah adalah 40%. Berapa sampel yang diperlukan jika dengan tingkat kepercayaan 95% dan derajat penyimpangan sebesar 0,10.? 38 , 60 ) 6 , 0 )( 4 , 0 ( ) 96 , 1 ( ) 1 , 0 )( 175 ( ) 6 , 0 )( 4 , 0 ( ) 96 , 1 )( 175 ( 2 2 2 = + = n
Teknik Pengambilan Sampel
Teknik Sampling
Probability Sampling Non Probability Sampling Simple Random Sampling Stratified Sampling Propotional Disproportional Cluster Sampling Double Sampling Convenience Sampling Purposive sampling Judgement Sampling Quota Sampling Snowball Sampling≠
Simple Random Sampling
• Simple random sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama kepada pulasi untuk dijadikan sampel.
• Syarat untuk dapat dilakukan teknik simple random sampling adalah:
– Anggota populasi tidak memiliki strata sehingga relatif homogen – Adanya kerangka sampel yaitu merupakan daftar elemen-elemen
populasi yang dijadikan dasar untuk pengambilan sampel. Populasi
Sistematis Random Sampling
• Merupakan cara pengambilan sampel
dimana sampel pertama ditentukan secara
acak sedangkan sampel berikutnya
diambil berdasarkan satu interval tertentu
Stratified Random Sampling
• Adakalanya populasi yang ada memiliki strata atau tingkatan dan setiap tingkatan memiliki karakteristik sendiri
Strata Anggota Populasi Persentase
(%) Sampel 1 2 3 4 = (3 x 50) SD 150 37,5 19 SMP 125 31,25 16 SMU 75 18,75 9 Sarjana 50 12,5 6 Jumlah 400 100 50
Disproporsional Random
Sampling
Strata Anggota
Populasi Persentase(%) proporsionalSampel Sampel Non proprsiona l 1 2 3 4 = (3 x 50) 5 SD 150 37,5 19 18 SMP 125 31,25 16 15 SMU 122 30,5 15 14 Sarjana 3 0,75 0 3 Jumlah 400 100 50 50
Cluster Sampling
• Pada prinsipnya teknik cluster sampling hampir sama dengan teknik stratified. Hanya yang membedakan adalah jika pada stratified anggora populasi dalam satu strata relatif homogen sedangkan pada cluster sampling anggota dalam satu cluster bersifat heterogen Kota Bogor Bogor utara Bogor selatan Bogor barata Bogor tengah Kota Bogor Bogor utara Bogor selatan
Double Sampling/Multyphase
Sampling
• Double sample (sampel ganda) sering juga disebut dengan istilah sequential sampling (sampel
berjenjang, multiphase-sampling (sampel multi tahap). Tanah Sareal Rw I Rw II Rw III Rw IV Kota Bogor -Bogor utara -Bogor selatan -Bogor barata -Bogor tengah Bogor utara -Tanah Sareal -Pdk rumput -Wr Jambu
Convenience Sampling
(
Sampling aksidental)
• Sampel convenience adalah teknik
penentuan sampel berdasarkan
kebetulan saja, anggota populasi
yang ditemui peneliti dan bersedia
menjadi responden di jadikan
Purposive Sampling
• Merupakan metode penetapan sampel
dengan berdasarkan pada kriteria-kriteria
tertentu
Sampling Jenuh
semua populasi digunakan sampel (populasi kecil).
Quota Sampling
• Merupakan metode penetapan sampel
dengan menentukan quota terlebih dahulu
pada masing-masing kelompok, sebelum
quata masing-masing kelompok terpenuhi
maka peneltian beluam dianggap selesai.
Snow Ball Sampling
• Adalah teknik pengambilan sampel yang padamulanya jumlahnya kecil tetapi makin lama makin banyak berhenti sampai informasi yang didapatkan dinilai telah cukup. Teknik ini baik untuk diterapkan jika calon responden sulit untuk identifikasi.
A
B1 B2 B3
C1 C2 C3 C4 C5 C6
Syarat-syarat data yang baik
adalah:
• Data harus Akurat.
• Data harus relevan
• Data harus uptodate
Pembagian data menurut cara
memperolehnya:
1. Data Primer
Data primer adalah data yang
dikumpulkan sendiri oleh peneliti
langsung dari sumber pertama.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang
diterbitkan atau digunakan oleh
organisasi yang bukan pengolahnya
Pembagian data menurut
sumbernya
1. Data Internal
Data internal adalah data yang berasal
dari dalam instansi mengenai kegiatan
lembaga dan untuk kepentingan instansi
itu sendiri.
2. Data Ekternal
Data eksternal adalah data yang berasal
dari luar instansi.
Pembagian data menurut waktu
pengumpulannya
1. Data Time Series
Data time series adalah data yang
dikumpulkan dari waktu-kewaktu pada
satu obyek dengan tujuan untuk
menggambarkan perkembangan.
2. Data Cross Section
Data cross section adalah data yang di
kumpulkan pada satu waktu tertentu
pada beberapa obyek dengan tujuan
untuk menggambarkan keadaan
Data menurut sifatnya dibagi
menjadi dua, yaitu:
1. Data Kualitatif
Adalah data yang berupa pendapan atau judgement sehingga tidak berupa angka akan tetapi berupa kata atau kalimat.
Contoh:
– Pelayanan rumah sakit Enggal Waras Sangat Baik – Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Banyumas Tinggi
2. Data Kuantitatif
Data kualitatif adalah data yang berupa angka atau bilangan Contoh:
– Tingkat kepuasan pasien di Rumah sakit Enggal Waras mencapai 92% – Tingkat pendapatan masyarakat bamyumas mencapai Rp. 800.000/bulan
Beberapa teknik pengumpulan data :
1. Teknik Tes
Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk mengevaluasi yaitu membedakan antara kondisi awal dengan kondisi sesudahnya.
2. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengambilan data dimana peneliti langsung berdialog dengan responden untuk menggali informasi dari responden.
Matrik wawancara dalam penelitian tentang
potensi gula kelapa di Banyumas.
3. Teknik Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan indra, jadi tidak hanya dengan pengamatan menggunakan mata saja. Medengarkan, mencium, mengecap meraba termasuk salah satu bentuk dari observasi. Instrumen yang digunakan dalam observasi adalah panduan pengamatan dan lembar pengamatan.
Indeks Kesepakatan Observasi
2 1 2 N N S KK + = 7 , 0 10 10 7 2 = + = x KK
Karena indek kesesuaian ≥ 0,6 maka dikatakan hasil observasi tersebut valid.
4. Teknik Angket ( Kuesioner)
Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan untuk
mengumpulkan data dengan cara membagi daftar pertanyaan kepada responden agar responden tersebut memberikan jawabannya.
• Kuesioner terbuka
Dalam kuesioner ini responden diberi kesempatan untuk menjawab sesuai dengan kalimatnya sendiri.
Bagaimanakah pendapat anda tentang harga barang di supermarket ini? ………
• Kuesioner tertutup
Dalam kuesioner ini jawaban sudah disediakan oleh peneliti, sehingga responden tinggal memilih saja.
Bagaimanakah pendapat anda tentang harga barang di supermarket ini ?
Sangat mahal Murah
Mahal Sangat murah
Cukup
Keuntungan penelitian dengan
menggunakan kuesioner
1. Tidak memerlukan hadirnya si peneliti
2. Dapat dibagikan serentak
3. Dapat dijawab oleh rensponden sesuai
dengan waktu yang ada
4. Dapat dibuat anomin
Langkah-langkah dalam penyusunan
kuesioner agar kuesioner tersebut efesien
dan efektif yaitu
:1. Menentukan variabel yang diteliti
2. Menyusun definisi konsep
3. Menyusun definisi operasional dan
mementukan Indikator
4. Menentukan subindikator
5. Mentransformasi sub indikator menjadi
kuesioner
Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner
• Kevalidan sebuah alat ukur ditunjukan dari
kemampuan alat ukur tersebut mampu mengukur apa yang seharusnya diukur.
• Validitas Eksternal
Instrumen yang dicapai bila data yang dicapai sesuai dengan data atau informasi lain mengenai variabel penelitian yang dimaksud
• Validitas Internal
Bila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen dengan instrumen secara keseluruhan.
– Melalui Analisis Faktor – Melalui Analisis Butir
Kriteria:
– Jika koefisien korelasi product moment melebihi 0,3 (Azwar, 1992. Soegiyono, 1999 )
– Jika koefisien korelasi product moment > r-tabel ( α ; n-2 ) n = jumlah sampel.
– Nilai Sig. ≤ α
Uji Reliabilitas Instrumen
• Pengertian reliabilitas pada dasarnya adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya.
• Metode pendekatan: secara garis besar ada dua jenis reliabilitas, yaitu :
• Teknik Paralel (parallel form)
Pada teknik ini kita membagi kuesioner kepada responden yang intinya sama akan tetapi menggunakan kalimat yang berbeda:
Misalnya:
» Apakah menurut saudara harga tiket di kereta ini tidak mahal ? » Apakah harga di kereta ini telah sesuai dengan pelayanan yang saudara
terima ?
• Teknik Ulang (double test / test pretest)
Pada teknik ini kita membagi kuesioner yang sama pada waktu yang berbeda.
Misalnya:
» Pada minggu I ditanyakan:
» Bagaimana tanggapan saudara terhadap kualitas dosen di Universitas Calibakal ?
» Pada minggu III ditanyakan:
• Reliabilitas Internal (Internal Consistensy)
• Uji reliabilitas internal digunakan untuk
menghilangkan kelemahan-kelamahan
pada uji reliabilitas eksternal.
1. Dengan rumus Spearman-Brown 2. Dengan rumus Flanagant
3. Dengan rumus Rulon 4. Dengan rumus K – R.21 5. Dengan rumus Hoyt
6. Dengan rumus Alpha Cronbach
Langkah dalam melakukan uji validitas dan
reliabilitas internal adalah sebagai berikut:
1. Cobalah item di lapangan kepada paling sedikit30 orang responden (batas sampel besar dalam statistik)
2. Tabulasi data yang telah masuk 3. Ujilah validitas dan reliabilitasnya
Uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor item dengan skor total. Korelasi Rank Spearman jika data yang diperoleh adalah data ordinal, sedangkan jika data yang diperoleh data interval kita bisa
menggunakan korelasi Product Moment. Sedangkan uji reliabilitas yang paling sering digunakan adalah uji,
PENGOLAHAN DATA
Pengolahan Data Statistik :
• Statistik Deskriptif dan Inferensial
• Statistik Parametris dan Non Parametris Hipotesis Statistik
Ho : pernyataan statistik tidak ada hubungan, tidak ada pengaruh, = atau lebih kecil dari, dst
Ha : pernyataan statistik ada hubungan, ada pengaruh, ≠ atau lebih besar dari dst.
Ketentuan Penerimaan atau penolakan hipotesis
PENGUJIAN HIPOTESIS
• Deskriptif
t-test satu sample = df = n-1
• Komparatif (dua sample)
n s o t=μ−μ separated n S n S t 2 2 2 1 2 1 2 1 + − = μ μ ians pooled n n x n n S n S n t var 1 1 2 ) 1 ( ) 1 ( 2 1 2 1 2 2 1 2 1 1 2 1 = + − + − + − − = μ μ i berkorelas n S n S r n S n S t ⎟ ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎜ ⎝ ⎛ + ⎟ ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎜ ⎝ ⎛ − + − = 2 2 1 1 2 2 1 2 1 2 1 2 2 μ μ
Jumlah sample Varians Df : Rumus n1=n2 homogen (n1+ n2)-2 Pooled or Separated n1=n2 heterogen n1–1 Pooled or Separated n1≠ n2 homogen (n1+ n2) –2 Pooled
n1≠ n2 heterogen n1–1 dan n2-1 Separated
t-kecil + ½ selisih t
il
iansterkec
ar
iansterbes
iansF
ogenitas
uji
var
var
var
hom
=
Hipotesis Asosiatif
• Korelasi Product Moment Sederhana
• Korelasi Berganda
(
)
(
)
(
(
)
)
[
∑
∑
∑
∑
]
∑
∑ ∑
− − − = 2 2 2 2 ) )( ( y y n x x n y x xy n ryx ] 2 [ 1 2 2 −−− = − − − = df n r n r t 2 1 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 ) . . 2 ( ) ( x x r x rx ryx ryx yx r yx r x Ryx − − + = ) ( ) 1 ( 2 2 l k n R k R F Uji − − − =Asumsi Klasik Regresi Linier Berganda
•
Uji Normalitas Data : PP-plot
•
Multi Kolionearitas : VIF < 10 atau
tolerance > 0,1 atau r per variabel >0,70.
•
Autokorelasi (ada tidaknya korelasi
antarvarabel pengganggu(et) setiap
periode. (Uji Durbin Watson)
0 dl du 2 4-du 4-dl 4
Negatif autocorrelation No. autocorrelation Positif autocorrelation
SUSUNAN RENCANA PENELITIAN
1. Pendahuluan (Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Ruang Lingkup Penelitian).
2. Studi Pustaka (Tinjauan pustaka, hasil-hasil penelitian, Teori, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis)
3. Metodologi Penelitian (Metoda Penelitian, Variabel Penelitian, Populasi dan Sampel, Metoda Pengumpulan Data, Instrumen Penelitian, Teknik Analisis.