• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Penulisan Skripsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Teknik Penulisan Skripsi"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

Teknik Penulisan Skripsi

Memadukan metoda penelitian, penulisan naskah laporan dan teknik pengolahan data kuantitatif

Oleh : Ramlan Ruvendi

TAHAP-TAHAP

PENYUSUNAN

• Menetapkan Bidang Ilmu Kajian • Memilih Dosen Pembimbing • Penyusunan Rencana Penelitian • Pengumpulan dan Analisis Data • Penyusunan Laporan/Skripsi • Ujian Sidang Skripsi

(2)

Ujian Sidang Skripsi

Syarat :

• Telah menyelesaikan seluruh bidang studi, IPK minimal 2,0.

• Telah menyelesaikan seluruh kewajiban keuangan dan adm. Lainnya • Mengisi formulir pendaftaran Ujian Sidang Skripsi dan membayar biaya

sidang.

• Menyerahkan Naskah skripsi 5 eks. Pelaksanaan Sidang Skripsi :

• Ujian komprehensip : Manajemen Strategi, Balanced Scorecard, Perilaku Organisasi, MSDM

• Ujian Skripsi

Evalusi Studi

1. Kehadiran Kuliah 30%

2. Tugas Pembuatan Proposal Penelitian = 30 % 3. Ujian (UTS/UAS) = 40%

Naskah dikirim ke alamat Email : [email protected] atau [email protected]

Naskah Pedoman Penyusunan Skripsi dapat didownload pada alamat blog :

(3)

Bagian-Bagian Skripsi

1. Bagian Awal : judul sampul, halaman judul, halaman pengesahan, halaman persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran.

2. Bagian Isi yang dibagi dalam beberapa bab seperti: bab pendahuluan, bab studi pustaka, bab metodologi penelitian, bab uraian hasil-hasil penelitian, dan bab kesimpulan dan saran. 3. Bagian Akhir : daftar pustaka,

lampiran-lampiran, index, dan lain-lain.

Judul Skripsi

Dua orientasi dalam memberikan judul penelitian: 1.Orientasi Singkat

Contoh: Analisis Kualitas Pelayanan Jasa Perbankan 2. Berorientasi Jelas

– Jenis Penelitian

– Obyek yang diteliti

– Subyek penelitian

– Lokasi Penelitian

– Waktu Pelaksanaan Penelitian

Contoh:

Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Karyawan pada Bank Pemerintah di Kota Bogor Tahun 2006

(4)

Latar Belakang Masalah

1. Alasan mengapa penelitian ini penting

untuk dilakukan

2. Pengungkapan latar belakang masalah

dilakukan secara runtun dan logis

dimulai dari pendadaran yang bersifat

umum dan luas

3. Latar belakang masalah merupakan

penjelasan fenomena yang diamati dan

menarik perhatian penulis

Masalah Penelitian

1. Bersumber dari kehidupan sehari-hari.

• Adanya penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan

• Terdapat penyimpangan antar rencana dan kenyataan

• Terdapat pengaduan • Adanya persaingan

2. Bersumber pada buku atau penelitian sebelumnya

• Untuk penyempurnaan • Untuk verifikasi

(5)

Tujuan Perumusan Masalah

• Mencari sesuatu dalam kerangka

pemuasan akademis seseorang

• Memuaskan perhatian serta keingintahuan

seseorang akan hal-hal yg baru

• Meletakkan dasar untuk memecahkan

beberapa penemuan penelitian

sebelumnya ataupun dasar untuk

penelitian selanjutnya

• Memenuhi keinginan sosial

• Meyediakan sesuatu yang bermanfaat

Cara merumuskan masalah

• Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan

• Rumusan hendaknya jelas dan padat

• Rumusan masalah harus berisi implikasi

adanya data untuk memecahkan masalah

• Rumusan masalah dasar dalam membuat

(6)

Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah

1. Permasalahan Deskriptif (variabel tunggal)

2. Permasalahan Komparatif (membandingkan

suatu variabel pada 2 sampel)

3. Permasalahan Asosiatif (menghubungkan 2

variabel atau lebih) :

a. Hubungan simetris, b. hubungan kausal dan c. hubungan interaktif.

Contoh Masalah Penelitian

Masalah Deskriptif

• Berapakah jumlah wanita dan pria di Desa Pasir Muncang tahun

2007?

• Berapakah jumlah lulusan STIE Binaniaga berdasarkan program

Studi ?

Masalah Komparatif :

• Apakah ada perbedaan prestasi mahasiswa program D-3

Manajemen perusahaan dengan D-3 Akuntansi STIE Binaniaga?

Masalah Asosiatif Simetris :

• Adakah hubungan curah hujan dengan tingkat kelahiran ?

Masalah Asosiatif kausal :

• Adakah pengaruh gaji terhadap kepuasan kerja karyawan ?

Masalah Asosiatif Interaktif :

• Apakah ada hubungan antara motivasi dengan prestasi kerja karyawan

(7)

Syarat-syarat Masalah Penelitian :

1. Mempunyai nilai penelitian :

• Asli/original

• Menyatakan suatu hubungan • Hal yang penting secara ilmiah • Dapat diuji

2. Feasible

• Masalah dapat dipecahkan

– Tersedianya data dan metode untuk memecahkan masalah

– Tersedianya biaya penelitian – Dalam rentang waktu yg wajar

3. Sesuai kualifikasi :

• Menarik bagi peneliti • Sesuai kualifikasi peneliti

Pohon Masalah

Masalah Utama : Rendahnya kepuasan pegawai Akibat Lingkungan Fisik Kerja yang tidak mendukung Kepemimpin an atasan tidak disukai Pekerjaan tidak sesuai dg kemampuan Imbalan yang tidak adil Sistem karir yang tidak jelas Penyebab

(8)

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan hasil yang hendak dicapai dari kegiatan penelitian

Untuk menyusun tujuan penelitian hendaknya mengacu kepada rumusan masalah yang telah ditetapkan. Artinya tujuan penelitian merupakan keinginan untuk menjawab rumusan masalah yang diajukan sebelumnya.

Contoh :

1. Untuk mengetahui besarnya pengaruh motivasi kerja terhadap produktivitas pada perusahaan X.

2. Untuk mengukur tingkat kepuasan umum pegawai perusahaan X. 3. Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menimbulkan ketidakpuasan

kerja pegawai X.

STUDI PUSTAKA

Studi pustaka dilakukan untuk mengkaji buku referensi dan hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. Berisi teori atau kesimpulan hasil penelitian orang lain.

Hubungan Antara Teori dan Riset

Teori

Riset

Kesimpulan Permasalahan

(9)

Menyusun Studi Pustaka

Step 1 : mengumpulkan buku, laporan, majalah, jurnal yang sesuai dengan masalah penelitian. Step 2 : membaca bahan tersebut dan

pahami.

Step 3 : mengambil catatan dari hal yang perlu untuk dibahas.

Step 4 : Mengatur susunan laporan tunjauan pustaka dengan membangi dalam tinjauan pustaka dan tinjauan studi. Step 5 : Menyusun kerangka konsep

(kerangka pemikiran ).

CONTOH TELAAH TEORI

Analisis Pengaruh Pemberian Insentif,

Lingkungan Kerja, Kepemimpinan, Hubungan

antar Teman Sejawat Terhadap Semangat

Kerja Karyawan

1.Tetapkan nama variabel yang diteliti

2.Cari sumber bacaan yang relevan

3.Lihat daftar isi buku

4.Baca seluruh isi topik

5.Deskripsikan teori

(10)

Penelitian sebelumnya dapat

dipergunakan untuk:

1. Mengetahui kekurangan-kekurangan penelitaian sebelumnya

2. Mengetahui apa yang telah dihasilkan dari penelitian sebelumnya

3. Mengetahui perbedaan dengan penelitian sebelumnya

Perhatikan cara pengutipan dalam pedoman

penulisan

(11)

HIPOTESIS

• Hipotesis merupakan jawaban sementara

yang hendak diuji kebenarannya.

• Tidak semua penelitian memerlukan

hipotesis, penelitian yang bersifat

eksploratif dan deskriptif tidak

memerlukan hipotesis

Dasar merumuskan hipotesis

1. Berdasarkan pada teori

2. Berdasarkan penelitian terdahulu

3. Berdasarkan penelitian pendahuluan

4. Berdasarkan akal sehat peneliti

(12)

Manfaat hipotesis

1. Menjelaskan masalah penelitian

2. Menjelaskan variabel-variabel yang

akan diuji

3. Pedoman untuk memilih metode

analisis data

4. Dasar untuk membuat kesimpulan

penelitian.

Contoh hipotesis

Ada pengaruh positif yang signifikan pemberian

insentif, lingkungan kerja, dan

kepemimpinan terhadap semangat kerja

karyawan PT. YOSANTA

Hipotesis dapat menujukkan:

1. Masalah penelitian

2. Variabel penelitian

3. Metode analisis data

4. Kesimpulan

(13)

Pembagian hipotesis

1. Hipotesis Deskriptif

– Pelayanan Rumah sakit Enggal Waras tidak Memuaskan – Kinerja Keuangan Bank CBA Baik

– Semangat Kerja Karyawan PT. Yasinta Tinggi

2. Hipotesis Komparatif

– Rumah sakit enggal sempuh lebih memuaskan dibandingkan pelayanan rumah sakit enggal waras

– Kinerja keuangan bank CBA lebih baik dibandingkan dengan kinerja bank Polli

– Semangat kerja karyawan PT.YASINTA lebih tinggi dibandingkan dengan semangat kerja PT.YASINTO

3. Hipotesis Asosiatif

– Kepuasan pasien berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien

– Jumlah nasabah berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank CBA

– Semangat kerja karyawan berpengaruh positif terhadap produktifitas karyawan

Ciri-ciri hipotesis yang baik:

1. Dinyatakan dalam kalimat yang tegas

– Upah memiliki pengaruh yang berarti terhadap produktivitas karyawan (jelas)

– Upah memiliki pengaruh yang kurang berarti terhadap produktifitas karyawan (tidak jelas)

2. Dapat diuji secara alamiah

– Upah memiliki pengaruh yang berarti terhadap produktivitas karyawan (dapat diuji)

– Batu yang belum pernah terlihat oleh mata manusia dapat berkembang biak (Pada hipotesis ini tidak dapat dibuktikan

karena kita tidak dapat mengumpulkan data tentang batu yang belum terlihat manusia)

3. Dasar dalam merumuskan hipotesis kuat

– Harga barang berpengaruh negatif terhadap permintaan (memiliki dasar kuat yaitu teori permintaan dan penawaran)

– Uang saku memiliki pengaruh yang signifikant terhadap jam belajar mahasiswa. (tidak memiliki dasar kuat)

(14)

Kerangka Pemikiran

1. Menguraikan konsep atau variabel-variabel penelitian secara lebih rinci.

2. Menjelaskan keterkaitan di antara variabel-variabel

3. Kerangka pemikiran dapat disusun dalam bentuk model, yaitu abstraksi dari pemikiran-pemikiran yang melandasi penelitian.

Metode Penelitian

• Metode penelitian pada dasarnya

merupakan cara ilmiah untuk

mendapatkan informasi dengan tujuan

dan kegunaan tertentu

Cara ilmiah didasarkan pada ciri-ciri

keilmuan:

–R

asional

–E

mpiris

(15)

Ruang Lingkup Riset Bisnis

Bidang akuntansi dan keuangan

Bidang pemasaran

Bidang sumberdaya manusia

Bidang operasional

Proses Riset Bisnis

Pendefinisian dan Perumusan

Masalah

Studi

Pendahuluan PerumusanHipotesis PengumpulanData Populasi dan sampel Instrumen Penelitian Pengujian Validitas dan Reliabilitas Analisis Data Kesimpulan dan Rekomendasi Penyusunan Laporan Hasil Penelitian

(16)

JENIS-JENIS PENELITIAN

PENELITIAN MENURUT TUJUANNYA

– PENELITIAN MURNI

Peneltian untuk memahmi permasalahan secara lebih mendalam atau untuk

mengembangkan teori yang sudah ada. – PENELITIAN TERAPAN

Penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang digunakan untuk memecahkan masalah.

PENELITIAN TINGKAT EKSPLANASI

• PENELITIAN DESKRIPTIF • PENELITIAN KOMPARATIF • PENELITIAN ASOSIATIF

9 Korelasional 9 Kausal

PENELITIAN JENIS DAN ANALISIS DATA

ƒ PENELITIAN KUANTITATIF ƒ PENELITIAN KUALITATIF ƒ PENELITIAN CAMPURAN

(17)

VARIABEL PENELITIAN

• Variabel penelitian: Gejala dari obyek

atau atribut dari seseorang yang

nilainya bervariasi.

• Gejala yang nilainya selalu tetap tidak

dapat digunakan sebagai varibel

penelitian.

Pembagian variabel berdasarkan sifatnya:

1.Variabel Dikotomis

Variabel yang mempunyai dua nilai kategori yang saling berlawanan.

Laki-Laki : 1 Perempuan : 2 2. Variabel Kontinyu

Variabel yang mempunyai nilai-nilai dalam satu variabel tertentu.

Berat badan Didi : 50Kg Berat badan Dodo : 62,75Kg

(18)

Pembagian variabel berdasarkan

pada hubungan antar variabel:

1. Variabel Bebas 2. Variabel Tergantung 2. Variabel Moderator 4. Variabel Intervening Upah Semangat Kerja

Upah SemangatKerja

Upah Semangat Kerja L. Kerja Prestasi Akademik Karir Nasib 5. Variabel Kontrol Karya

wan Karyawan

Tidak Dilati

(19)

Desain Pengukuran

1. Skala Likert 2. Skala Guttman

3. Skala Semantic Deferensial 4. Skala Rating

Skala Likert

• Skala Likert’s digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang

fenomena sosial. • Contoh:

Pelayanan rumah sakit ini sudah sesuai dengan apa yang saudara harapkan.

a. Sangat setuju skor 5

b. Setuju skor 4

c. Tidak ada pendapat skor 3 d. Tidak setuju skor 2 e. Sangat tidak setuju skor 1

(20)

Skala Guttman

• Skala Guttman akan memberikan respon

yang tegas, yang terdiri dari dua alternatif.

• Misalnya :

Ya

Tidak

Baik Buruk

Pernah Belum Pernah Punya Tidak Punya

Skala Semantik Deferensial

• Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinuem dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan

.

• Contoh:

Bagimana tanggapan saudara terhadap pelayanan dirumah sakit ini ?

1. Sangat Buruk

5. Sangat Baik

(21)

Skala Rating

• Dalam skala rating data yang diperoleh adalah data kuantitatif kemudian peneliti baru

mentranformasikan data kuantitatif tersebut menjadi

data kualitatif

.

• Contoh:

Kenyaman ruang loby Bank CBA:

5

4

3

2

1

Kebersihan ruang parkir Bank CBA:

5

4

3

2

1

Jenis skala variabel

Skala dalam pengukuran variabel terdiri

atas:

1.Skala Nominal

2.Skala Ordinal

3.Skala Interval

4.Skala Rasio

(22)

Skala Nominal

• Skala nominal adalah skala yang hanya

digunakan untuk memberikan kategori

saja

• Contoh:

Wanita

1

Laki-laki

2

Skala Ordinal

• Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, akan tetapi jarak atau interval antar tingkatan belum jelas.

• Contoh:

Berilah peringkat supermarket berdasarkan kualitas pelayanannya ! Sri Ratu……… 1 Moro ……… 3 Matahari ……….. 5 Rita I ………... 2 Rita II ……… 4 Super Ekonomi …………. 6

(23)

Skala Interval

1. Adalah skala pengukuran yang sudah dapat

digunakan untuk menyatakan peringkat

antar tingkatan, dan jarak atau interval antar

tingkatan sudah jelas, namun belum

memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak.

2. Contoh:

• Skala Pada Termometer • Skala Pada Jam

• Skala Pada Tanggal

Skala Rasio

Adalah skala pengukuran yang sudah dapat

digunakan untuk menyatakan peringkat

antar tingkatan, dan jarak atau interval antar

tingkatan sudah jelas, dan memiliki nilai 0

(nol) yang mutlak .

Contoh:

1. Berat Badan 2. Pendapatan 3. Hasil Penjualan

(24)

Ringkasan Tentang Skala

Skala Tipe Pengukuran

Kategori Peringkat Jarak Perbandinga n Nominal Ya Tidak Tidak Tidak

Ordinal Ya Ya Tidak Tidak Interval Ya Ya Ya Tidak Rasio Ya Ya Ya Ya

Teknik Sampling

Alasan menggunakan sampel

1. Mengurangi kesulitan

2. Jika populasinya terlalu besar maka akan ada yang terlewati

3. Dengan penelitian sampel maka akan lebih efisien

4. Seringkali penelitian populasi dapat bersifat merusak.

5. Seringkali tidak mungkin dilakukan penelitian dengan populasi.

(25)

Ilustrasi Sampel yang Baik

Populasi Sam

pel Populasi Sampel

Permasalahan dalam sampel

1. Berapa jumlah sampel yang akan

diambil

(26)

Pertimbangan dalam

Menentukan Jumlah Sampel

1. Seberapa besar keragaman populasi

2. Berapa besar tingkat keyakinan yang kita

perlukan

3. Berapa toleransi tingkat kesalahan dapat

diterima

4. Apa

tujuan

penelitian

yang akan

dilakukan

5. Keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti

Prosedur Penentuan Sampel

Identifikasi populasi Menetukan Kerangka sampel

Menentukan Metode Pemilihan Sampel

Merencanakan Prosedur Pemilihan Unit Sampel

Menentukan ukuran Sampel

Menentukan unit sampel

(27)

Populasi

Mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Binaniaga 2006 Kerangka sampel No Nama 01 Suli 02 Rofiq 03 Prio …. 95 Malik Teknik sampling

Probablitas: Simple random Sampling

Prosedur

Setelah populasi ditetapkan, kerangka sampling dibuat, teknik sampling simple random sampling maka dilakukan pengundian

Menentukan ukuran sampel

Misal sampel yang ditetapkan 20 orang Unit sampelBerdasarkan undian diperoleh sampel: 02,05,01,08,65,85,92,

18,17,15,13,25,27,29,45,44,42,

Pedoman Menentukan Jumlah

Sampel

1. Pendapat Slovin

2 1 Ne N n + =

Kita akan meneliti pengaruh upah terhadap

semangat kerja pada karyawan PT. Cucak Rowo. Di dalam PT tersebut terdapat 130 orang

karyawan. Dengan tingkat kesalahan pengambilan sampel sebesar 5%, berapa jumlah sampel

minimal yang harus diambil ?

11

,

98

)

05

,

0

(

130

1

130

2

=

+

=

n

(28)

2. Interval Penaksiran

• Untuk menaksir parameter rata-rata μ

2 2 /

=

e

Z

n

α

σ

Seorang mahasiswa akan menguji suatu hipotesis yang menyatakan bahwa Indek Prestasi Mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Binaniaga adalah 2,7. Dari 30 sampel percobaan dapat diperoleh informasi bahwa standar deviasi indek Prestasi mahasiswa adalah 0,25 Untuk menguji hipotesisi ini berapa jumlah sampel yang diperlukan jika kita menginginkan tingkat keyakinan sebesar 95% dan error estimasiμ kurang dari 0,05,? 04 , 96 ) 05 , 0 ( ) 25 , 0 )( 96 , 1 ( 2 = ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ = n

• Untuk menaksir parameter proporsi P

⎟⎟

⎜⎜

=

2 /22

e

pq

Z

n

α

Kita akan memperkirakan proporsi mahasiswa yang

menggunakan angkutan kota waktu pergi kuliah. Berapa sampel yang diperlukan jika dengan tingkat kepercayaan 95% dan kesalahan yang mungkin terjadi 0,10 ?

04 , 96 ) 10 , 0 ( 4 96 , 1 2 2 = ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ = n

(29)

3. Pendekatan Isac Michel

2 2 2 2 2 S Z Nd S NZ n + =

Seorang mahasiswa akan menguji suatu hipotesis yang menyatakan bahwa Indek Prestasi Mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Binaniaga yang berjumlah 175 mahasiswa adalah 2,7. Dari 30 sampel percobaan dapat diperoleh informasi bahwa standar deviasi Indek Prestasi mahasiswa adalah 0,25 Untuk menguji hipotesisi ini berapa jumlah sampel yang diperlukan jika kita menginginkan tingkat keyakinan sebesar 95% dan error estimasiμ kurang dari 5 persen ?

62 ) 25 , 0 ( ) 96 , 1 ( ) 05 , 0 )( 175 ( ) 25 , 0 ( ) 96 , 1 )( 175 ( 2 2 2 2 2 = + = n

a. Untuk menentukan sampel untuk menaksir parameter rata-rata μ

B. Untuk menentukan sampel untuk menaksir parameter proporsi P

pq Z Nd pq NZ n 2 2 2 + =

Kita akan meperkirakan proporsi mahasiswa jurusan manajemen unsoed yang berjumlah 175 orang. Brdasarkan penelitian pendahuluan diperolh data proporsi mahasiswa manajemen unsoed menggunakan angkutan kota waktu pergi kuliah adalah 40%. Berapa sampel yang diperlukan jika dengan tingkat kepercayaan 95% dan derajat penyimpangan sebesar 0,10.? 38 , 60 ) 6 , 0 )( 4 , 0 ( ) 96 , 1 ( ) 1 , 0 )( 175 ( ) 6 , 0 )( 4 , 0 ( ) 96 , 1 )( 175 ( 2 2 2 = + = n

(30)
(31)

Teknik Pengambilan Sampel

Teknik Sampling

Probability Sampling Non Probability Sampling ƒ Simple Random Sampling ƒ Stratified Sampling ƒ Propotional ƒ Disproportional ƒ Cluster Sampling ƒ Double Sampling ƒConvenience Sampling ƒPurposive sampling ƒJudgement Sampling ƒQuota Sampling ƒSnowball Sampling≠

Simple Random Sampling

• Simple random sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama kepada pulasi untuk dijadikan sampel.

• Syarat untuk dapat dilakukan teknik simple random sampling adalah:

– Anggota populasi tidak memiliki strata sehingga relatif homogen – Adanya kerangka sampel yaitu merupakan daftar elemen-elemen

populasi yang dijadikan dasar untuk pengambilan sampel. Populasi

(32)

Sistematis Random Sampling

• Merupakan cara pengambilan sampel

dimana sampel pertama ditentukan secara

acak sedangkan sampel berikutnya

diambil berdasarkan satu interval tertentu

Stratified Random Sampling

• Adakalanya populasi yang ada memiliki strata atau tingkatan dan setiap tingkatan memiliki karakteristik sendiri

Strata Anggota Populasi Persentase

(%) Sampel 1 2 3 4 = (3 x 50) SD 150 37,5 19 SMP 125 31,25 16 SMU 75 18,75 9 Sarjana 50 12,5 6 Jumlah 400 100 50

(33)

Disproporsional Random

Sampling

Strata Anggota

Populasi Persentase(%) proporsionalSampel Sampel Non proprsiona l 1 2 3 4 = (3 x 50) 5 SD 150 37,5 19 18 SMP 125 31,25 16 15 SMU 122 30,5 15 14 Sarjana 3 0,75 0 3 Jumlah 400 100 50 50

Cluster Sampling

• Pada prinsipnya teknik cluster sampling hampir sama dengan teknik stratified. Hanya yang membedakan adalah jika pada stratified anggora populasi dalam satu strata relatif homogen sedangkan pada cluster sampling anggota dalam satu cluster bersifat heterogen Kota Bogor ƒBogor utara ƒBogor selatan ƒBogor barata ƒBogor tengah Kota Bogor ƒBogor utara ƒBogor selatan

(34)

Double Sampling/Multyphase

Sampling

• Double sample (sampel ganda) sering juga disebut dengan istilah sequential sampling (sampel

berjenjang, multiphase-sampling (sampel multi tahap). Tanah Sareal ƒRw I ƒRw II ƒRw III ƒRw IV Kota Bogor -Bogor utara -Bogor selatan -Bogor barata -Bogor tengah Bogor utara -Tanah Sareal -Pdk rumput -Wr Jambu

Convenience Sampling

(

Sampling aksidental)

• Sampel convenience adalah teknik

penentuan sampel berdasarkan

kebetulan saja, anggota populasi

yang ditemui peneliti dan bersedia

menjadi responden di jadikan

(35)

Purposive Sampling

• Merupakan metode penetapan sampel

dengan berdasarkan pada kriteria-kriteria

tertentu

Sampling Jenuh

semua populasi digunakan sampel (populasi kecil).

Quota Sampling

• Merupakan metode penetapan sampel

dengan menentukan quota terlebih dahulu

pada masing-masing kelompok, sebelum

quata masing-masing kelompok terpenuhi

maka peneltian beluam dianggap selesai.

(36)

Snow Ball Sampling

• Adalah teknik pengambilan sampel yang pada

mulanya jumlahnya kecil tetapi makin lama makin banyak berhenti sampai informasi yang didapatkan dinilai telah cukup. Teknik ini baik untuk diterapkan jika calon responden sulit untuk identifikasi.

A

B1 B2 B3

C1 C2 C3 C4 C5 C6

Syarat-syarat data yang baik

adalah:

• Data harus Akurat.

• Data harus relevan

• Data harus uptodate

(37)

Pembagian data menurut cara

memperolehnya:

1. Data Primer

Data primer adalah data yang

dikumpulkan sendiri oleh peneliti

langsung dari sumber pertama.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang

diterbitkan atau digunakan oleh

organisasi yang bukan pengolahnya

Pembagian data menurut

sumbernya

1. Data Internal

Data internal adalah data yang berasal

dari dalam instansi mengenai kegiatan

lembaga dan untuk kepentingan instansi

itu sendiri.

2. Data Ekternal

Data eksternal adalah data yang berasal

dari luar instansi.

(38)

Pembagian data menurut waktu

pengumpulannya

1. Data Time Series

Data time series adalah data yang

dikumpulkan dari waktu-kewaktu pada

satu obyek dengan tujuan untuk

menggambarkan perkembangan.

2. Data Cross Section

Data cross section adalah data yang di

kumpulkan pada satu waktu tertentu

pada beberapa obyek dengan tujuan

untuk menggambarkan keadaan

Data menurut sifatnya dibagi

menjadi dua, yaitu:

1. Data Kualitatif

Adalah data yang berupa pendapan atau judgement sehingga tidak berupa angka akan tetapi berupa kata atau kalimat.

Contoh:

– Pelayanan rumah sakit Enggal Waras Sangat Baik – Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Banyumas Tinggi

2. Data Kuantitatif

Data kualitatif adalah data yang berupa angka atau bilangan Contoh:

– Tingkat kepuasan pasien di Rumah sakit Enggal Waras mencapai 92% – Tingkat pendapatan masyarakat bamyumas mencapai Rp. 800.000/bulan

(39)

Beberapa teknik pengumpulan data :

1. Teknik Tes

Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk mengevaluasi yaitu membedakan antara kondisi awal dengan kondisi sesudahnya.

2. Wawancara

Wawancara merupakan teknik pengambilan data dimana peneliti langsung berdialog dengan responden untuk menggali informasi dari responden.

Matrik wawancara dalam penelitian tentang

potensi gula kelapa di Banyumas.

(40)

3. Teknik Observasi

Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan indra, jadi tidak hanya dengan pengamatan menggunakan mata saja. Medengarkan, mencium, mengecap meraba termasuk salah satu bentuk dari observasi. Instrumen yang digunakan dalam observasi adalah panduan pengamatan dan lembar pengamatan.

Indeks Kesepakatan Observasi

2 1 2 N N S KK + = 7 , 0 10 10 7 2 = + = x KK

Karena indek kesesuaian ≥ 0,6 maka dikatakan hasil observasi tersebut valid.

(41)

4. Teknik Angket ( Kuesioner)

Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan untuk

mengumpulkan data dengan cara membagi daftar pertanyaan kepada responden agar responden tersebut memberikan jawabannya.

Kuesioner terbuka

Dalam kuesioner ini responden diberi kesempatan untuk menjawab sesuai dengan kalimatnya sendiri.

Bagaimanakah pendapat anda tentang harga barang di supermarket ini? ………

Kuesioner tertutup

Dalam kuesioner ini jawaban sudah disediakan oleh peneliti, sehingga responden tinggal memilih saja.

Bagaimanakah pendapat anda tentang harga barang di supermarket ini ?

Sangat mahal Murah

Mahal Sangat murah

Cukup

Keuntungan penelitian dengan

menggunakan kuesioner

1. Tidak memerlukan hadirnya si peneliti

2. Dapat dibagikan serentak

3. Dapat dijawab oleh rensponden sesuai

dengan waktu yang ada

4. Dapat dibuat anomin

(42)

Langkah-langkah dalam penyusunan

kuesioner agar kuesioner tersebut efesien

dan efektif yaitu

:

1. Menentukan variabel yang diteliti

2. Menyusun definisi konsep

3. Menyusun definisi operasional dan

mementukan Indikator

4. Menentukan subindikator

5. Mentransformasi sub indikator menjadi

kuesioner

(43)

Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner

• Kevalidan sebuah alat ukur ditunjukan dari

kemampuan alat ukur tersebut mampu mengukur apa yang seharusnya diukur.

Validitas Eksternal

Instrumen yang dicapai bila data yang dicapai sesuai dengan data atau informasi lain mengenai variabel penelitian yang dimaksud

Validitas Internal

Bila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen dengan instrumen secara keseluruhan.

– Melalui Analisis Faktor – Melalui Analisis Butir

Kriteria:

Jika koefisien korelasi product moment melebihi 0,3 (Azwar, 1992. Soegiyono, 1999 )

Jika koefisien korelasi product moment > r-tabel ( α ; n-2 ) n = jumlah sampel.

– Nilai Sig. ≤ α

Uji Reliabilitas Instrumen

• Pengertian reliabilitas pada dasarnya adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya.

• Metode pendekatan: secara garis besar ada dua jenis reliabilitas, yaitu :

Teknik Paralel (parallel form)

Pada teknik ini kita membagi kuesioner kepada responden yang intinya sama akan tetapi menggunakan kalimat yang berbeda:

Misalnya:

» Apakah menurut saudara harga tiket di kereta ini tidak mahal ? » Apakah harga di kereta ini telah sesuai dengan pelayanan yang saudara

terima ?

Teknik Ulang (double test / test pretest)

Pada teknik ini kita membagi kuesioner yang sama pada waktu yang berbeda.

Misalnya:

» Pada minggu I ditanyakan:

» Bagaimana tanggapan saudara terhadap kualitas dosen di Universitas Calibakal ?

» Pada minggu III ditanyakan:

(44)

• Reliabilitas Internal (Internal Consistensy)

• Uji reliabilitas internal digunakan untuk

menghilangkan kelemahan-kelamahan

pada uji reliabilitas eksternal.

1. Dengan rumus Spearman-Brown 2. Dengan rumus Flanagant

3. Dengan rumus Rulon 4. Dengan rumus K – R.21 5. Dengan rumus Hoyt

6. Dengan rumus Alpha Cronbach

Langkah dalam melakukan uji validitas dan

reliabilitas internal adalah sebagai berikut:

1. Cobalah item di lapangan kepada paling sedikit

30 orang responden (batas sampel besar dalam statistik)

2. Tabulasi data yang telah masuk 3. Ujilah validitas dan reliabilitasnya

Uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor item dengan skor total. Korelasi Rank Spearman jika data yang diperoleh adalah data ordinal, sedangkan jika data yang diperoleh data interval kita bisa

menggunakan korelasi Product Moment. Sedangkan uji reliabilitas yang paling sering digunakan adalah uji,

(45)

PENGOLAHAN DATA

Pengolahan Data Statistik :

• Statistik Deskriptif dan Inferensial

• Statistik Parametris dan Non Parametris Hipotesis Statistik

Ho : pernyataan statistik tidak ada hubungan, tidak ada pengaruh, = atau lebih kecil dari, dst

Ha : pernyataan statistik ada hubungan, ada pengaruh, ≠ atau lebih besar dari dst.

Ketentuan Penerimaan atau penolakan hipotesis

PENGUJIAN HIPOTESIS

• Deskriptif

t-test satu sample = df = n-1

• Komparatif (dua sample)

n s o t=μ−μ separated n S n S t 2 2 2 1 2 1 2 1 + − = μ μ ians pooled n n x n n S n S n t var 1 1 2 ) 1 ( ) 1 ( 2 1 2 1 2 2 1 2 1 1 2 1 = + − + − + − − = μ μ i berkorelas n S n S r n S n S t ⎟ ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎜ ⎝ ⎛ + ⎟ ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎜ ⎝ ⎛ − + − = 2 2 1 1 2 2 1 2 1 2 1 2 2 μ μ

(46)

Jumlah sample Varians Df : Rumus n1=n2 homogen (n1+ n2)-2 Pooled or Separated n1=n2 heterogen n1–1 Pooled or Separated n1≠ n2 homogen (n1+ n2) –2 Pooled

n1≠ n2 heterogen n1–1 dan n2-1 Separated

t-kecil + ½ selisih t

il

iansterkec

ar

iansterbes

iansF

ogenitas

uji

var

var

var

hom

=

Hipotesis Asosiatif

• Korelasi Product Moment Sederhana

• Korelasi Berganda

(

)

(

)

(

(

)

)

[

]

∑ ∑

− − − = 2 2 2 2 ) )( ( y y n x x n y x xy n ryx ] 2 [ 1 2 2 −−− = − − − = df n r n r t 2 1 2 2 1 2 1 2 2 1 2 2 1 1 ) . . 2 ( ) ( x x r x rx ryx ryx yx r yx r x Ryx − − + = ) ( ) 1 ( 2 2 l k n R k R F Uji − − − =

(47)

Asumsi Klasik Regresi Linier Berganda

Uji Normalitas Data : PP-plot

Multi Kolionearitas : VIF < 10 atau

tolerance > 0,1 atau r per variabel >0,70.

Autokorelasi (ada tidaknya korelasi

antarvarabel pengganggu(et) setiap

periode. (Uji Durbin Watson)

0 dl du 2 4-du 4-dl 4

Negatif autocorrelation No. autocorrelation Positif autocorrelation

SUSUNAN RENCANA PENELITIAN

1. Pendahuluan (Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Ruang Lingkup Penelitian).

2. Studi Pustaka (Tinjauan pustaka, hasil-hasil penelitian, Teori, Kerangka Pemikiran dan Hipotesis)

3. Metodologi Penelitian (Metoda Penelitian, Variabel Penelitian, Populasi dan Sampel, Metoda Pengumpulan Data, Instrumen Penelitian, Teknik Analisis.

(48)

Gambar

Ilustrasi Sampel yang Baik

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Meningkatkan

Sistem pengangkatan air tenaga surya dalam penelitian ini dirancang untuk menggantikan peran kedua pompa yang telah ada pada sistem pemipaan di Sureng (saat ini digerakan oleh

Secara statistik uji beda rata-rata kandungan kalium, kalsium, dan natrium antara daun kucai segar dan rebus dengan menggunakan distribusi F, menyimpulkan bahwa kandungan

Hasil penelitian yang dilakukan terhadap responden mengenai kemampuan merawat balita ISPA setelah diberikan pendidikan kesehatan yang dilakukan di Wilayah Puskesmas Padang Pasir

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan

Teknik yang digunakan, yaitu dengan cara membandingkan tegangan bengkok dan tegangan puntir yang terjadi terhadap tegangan tarik ijin bahan, sehingga konstruksi

Laporan tugas akhir ini berjudul, “Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Kayu Agung

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan intra kurikuler yang wajib di ikuti oleh mahasiswa Program kependidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kegiatan