Apa yg dimaksud dengan produk jadi, produk ½ jadi, produk ruahan, dan produk antara?
PRODUKSI
Fungsi:
Merupakan bagian dimana fungsi dan tanggung jawabnya pada proses pengolahan bahan awal
(bahan baku + bahan pengemas) menjadi produk jadi (finished goods) yang memenuhi persyaratan kualitas (Efficacy, Safety, Acceptability)
PABRIK / FACTORY
Fungsi:
1. Selalu siap memberikan dukungan bagi pertumbuhan bisnis perusahaan
2. Memberi pelayanan prima dlm segala bidang yg menjadi tanggungjawabnya
3. Menerapkan CPOB & peraturan per-UU-an dengan benar
4. Membentuk SDM yg kapabel
PABRIK
Terdiri atas: 1. Logistik 2. Produksi
3. Quality Assurance
4. Administrasi & Keuangan 5. Teknik
Logistik
Dibagi dalam beberapa bagian: 1. Gudang bahan baku
2. Gudang bahan pengemas
3. Gudang produk jadi dan Ekspedisi 4. Unit Inventory
Tugas bagian Logistik
1. Bertanggungjawab atas tersedianya produk sesuai rencana penjualan dan permintaan
2. Bersama bg Produksi & QA merencanakan jadwal produksi produk tersedia tepat waktu
3. Mengawasi persediaan bahan baku/pengemas agar bisa memenuhi kebutuhan produksi
4. Mengontrol pengadaan bahan baku/pengemas tersedia tepat wkt & memenuhi persyaratan
kualitas
5. Menjaga agar bhn baku/pengemas dlm
Tugas bagian Logistik
6. Mengatur agar proses distribusi dilaksanakan sesuai ketentuan dan mudah dilacak bila
diperlukan
7. Mengontrol pengadaan produk jadi yg dibuat oleh pihak ketiga agar selesai tepat wkt yg
direncanakan
8. Mengontrol pengadaan produk jadi untuk pihak ketiga agar dikirim tepat wkt yg direncanakan 9. Menjalin hubungan baik dengan pemasok
GUDANG
Fungsi:
Penerimaan barang (dari suppl; prod; dll)
Penyimpanan barang (sesuai kategori)GUDANG
GUDANG
Ruangan di gudang:
Kantor Penerimaan brg Karantina penyimpanan
Rejected mat. Pengeluaran brg Sampling Penimbangan
Ruang dingin Ruang sejuk
PRODUKSI Tugas pokok:
1. Melaksanakan kegiatan pengolahan, penge-masan sesuai jadwal produksi yg ditetapkan
2. Menyusun rencana produksi mingguan bersama bg logistik
3. Membuat laporan kegiatan produksi sesuai peraturan per-UU-an yg berlaku
4. Melaksanakan produksi produk-baru, bersama RPD
5. Menyiapkan dan merencanakan sarana produksi beserta pengembangannya
PRODUKSI Tugas pokok:
6. Melaksanakan upaya-upaya peningkatan efisiensi proses produksi
7. Menjalin hub baik dg instansi pemerintah terkait kegiatan produksi obat
8. Menjamin penerapan CPOB di lingkungan bagian produksi
PRODUKSI Pada umumnya ada 2 unit: 1. Unit proses
2. Unit pengemasan
Unit proses 1. Dispensing
2. Pengolahan
Dispensing 1. Ruang transit
2. Ruang timbang
3. Ruang penyimpanan bhn baku hasil penimbangan (staging)
BAHAN BAKU
• Bahan aktif
• Eksipien
BAHAN BAKU
• Bahan khasiat: Semua komponen formula yg akan menimbulkan efek farmakologi dari sediaan
• Eksipien: Komponen yg merupakan
dasar/pembawa utk bahan aktif spt air, alkohol,
PEG, pengisi, minyak, lemak, pewarna, peningkat rasa, pengawet, dapar, serta komp yg
ditambahkan dlm formula utk meningkatkan kinerja fisik/stabilitas sediaan
BAHAN BAKU
• Bahan pembantu proses: digunakan selama
proses manufaktur tapi tdk ada dalam produk krn dihilangkan dari produk saat diproses: spt air dlm tablet, pelarut dlm coating tab, proses
Proses penimbangan
• Bahan baku (released) dikirim oleh gudang lewat ruang transit
• Wadah bhn baku dibersihkan menghindari kontaminasi
• Ditimbang sesuai batch record
• Penimbangan oleh penimbang + supervisor • Timbangan harus yg sesuai kapasitas dan
kepekaan
• Diletakkan di ruang penyimpanan, untuk dibawa ke ruang pengolahan
PERSIAPAN PRODUKSI
•
Batch record (manufacturing procedure)•
SDM•
Bahan/material•
Ruangan (yg sudah siap)•
EquipmentBatch record
•
Berisi manufacturing process•
Merupakan alat kontrol personal pada tahapan produksi•
Sbg petunjuk pembuatan•
Sbg alat penelusuran kembali: misalnya ada claim untuk mengetahui bhw semua tahapan produksi sdh dilakukan dengan benarCATATAN
•
Catatan merupakan bukti tertulis pelaksanaan prosedur suatu kegiatan.•
Catatan menyajikan riwayat setiap bets produk, termasuk distribusinya, dan juga hal-hal yang relevan yang terkait dengan mutu produk akhir.MACAM CATATAN
Macam catatan yang harus dibuat dan diisi dalam proses pembuatan obat meliputi :
• Catatan pengolahan dan pengemasan bets
• Laporan / hasil pengujian produk jadi, produk ruahan dan bahan awal
• Catatan pelaksanaan pembersihan peralatan dan
fasilitas lainnya
• Laporan / hasil validasi dan kualifikasi
• Laporan inspeksi diri
• Label status bahan awal, produk, fasilitas dan peralatan
• Buku Catatan (Log Book)
CATATAN PENGOLAHAN
Hal-hal yang harus dicatat dan dilaporkan dalam Catatan Pengolahan Bets adalah :
• Nomor bets produk yang dibuat
• Jumlah bahan yang digunakan
• Kondisi yang dipersyaratkan pada proses
• Waktu pengerjaan tiap tahap proses
• Hasil pengawasan selama proses pengolahan
• Kelainan atau penyimpangan yang ditemukan selama proses pengolahan
• Hasil nyata setiap tahap proses pengolahan
• Nama / tandatangan petugas pelaksana
CATATAN PENGEMASAN
Hal-hal yang harus dicatat dan dilaporkan dalam Catatan Pengemasan Bets :
• Nomor bets produk yang dikemas
• Kondisi yang dipersyaratkan pada proses pengemasan • Waktu pengerjaan tiap tahap proses pengemasan
• Hasil pengawasan selama proses pengemasan
• Pemakaian, penolakan dan pemusnahan produk ruahan dan bahan pengemas
• Kelainan atau penyimpangan yang ditemukan selama proses pengemasan
• Hasil nyata setiap tahap proses pengemasan • Nama / tandatangan petugas pelaksana
PRODUKSI
• Prosedur tetap dibuat oleh penanggung jawab RPD dan (prod dan QC)
• Proses harus mengikuti prosedur tetap
Bahan awal
Dicatat dalam kartu dg. warna berlainan: Merah : bahan baku obat
Putih : bahan pengemas
Label karantina:
dipasang oleh petugas QC atau didelegasikan kpd orang lain (gudang)
Label passed/rejected:
harus dipasang oleh petugas QC
Suhu ruangan:
suhu ruang (ambient) : ≤ 30°C; suhu ruang berpendingin udara (AC) : ≤ 25°C;
dingin : 2°- 8°C ; dan beku : di bawah 0°C.
Ruangan timbang:
- Dipasang exhauster/LAF
Alat timbang/takar:
- dikalibrasi pd waktu-waktu tertentu
Jenis timbangan:
- harus sesuai berat yg ditimbang
Penandaan:
- barang yg ditimbang harus diberi tanda yg jelas - diletakkan pd palet yg sama
Penimbangan yang baik adalah jika menggunakan kapasitas timbangan 20-80%
Kesalahan/penyimpangan nilai yang ditunjukan oleh timbangan paling kecil pada rentang tersebut
Contoh validasi proses mixing
Yg dievaluasi: proses pencampuran bahan
Alat: ? Type: ? Kec: 20 rpm
R/ prednison micr. 1,600 kg Laktosa 39,600 kg Amilum maidis 19,200 kg Talk 0,600 kg Mg-stearat 0,200 kg Air 6,600 kg
Cara:
- Masukkan mixer: laktosa, prednison dan sebagian amilum
- Aduk pd 20 rpm selama 30 menit (diambil sampel pd menit ke 5, 10, 20, dan 30 menit - Pengambilan contoh pada waktu tsb dari 3 tempat (kiri, tengah, kanan)
- Tentukan homogenitas (kadar zat aktif) 3 kali - Kesimpulan
Waktu kiri tengah kanan (rerata) (rerata) (rerata) 5 menit 93,2% 104,4% 102,0% 10 menit 99,8% 100,3% 100,1% 20 menit 99,9% 100,1% 100,2% 30 menit 100,8% 101,2% 98,0%
Catatan: paling baik pada 20 menit Ditetapkan 20 menit
Prosedur ditetapkan berdasar validasi
Validasi ulang dilakukan bila:
1. ada perubahan pd komponen validasi proses : - granulasi cetak langsung
alat : - perubahan kecepatan
- ganti alat
spesifikasi bahan suhu sterilisasi
2. Secara berkala (setelah waktu tertentu untuk menentukan perlu/tidak direvisi)
Batch
- Nomer lama tak boleh diulang lagi paling sedikit 10 th
Produk ruahan
Digit 1: untuk th produksi:misal 2010 = 0
2011 = 1 2018 = 8
Digit 2 sampai 4: kode produk dari produk ruahan misal: 001 = prednison tablet
002 = parasetamol tablet Digit 5 dan 6: urutan produk
misal: 01, 02 … 99 Kembali lagi ke 01
Contoh: No.batch: 100205
Artinya: Tahun pembuatan 2011
Nama produk: Parasetamol tabl
Produk jadi
digit pada produk ruahan ditambah di depan Digit 1 untuk tahun pengemasan: 2010 = A
2011 = B 2018 = I
Digit 2 sampai 4 kode produk jadi misal: 001 Prednison Tablet
002 Parasetamol Tablet (Strip) 003 Parasetamol Tablet (Botol)
Contoh: No batch: B003100205
Artinya:
Tahun pengemasan 2011
Nama prod jadi: Parasetamol Tabl (botol)
Tahun pengolahan 2011
Nama produk ruahan: parasetamol tablet
PENGEMASAN
Kemasan primer & kemasan sekunder
Fungsi: -Melindungi isi dari pengaruh luar
-Sebagai identitas produk
-Sebagai daya tarik bagi konsumen Memuat informasi: nama, bentuk sed, no reg, no
batch, tgl prod, tgl ED, komposisi z.a., indikasi, cara pemakaian, efek samping, petunjuk, peringatan,
PENGEMASAN
•
Harus dapat melindungi dari pengaruh luar•
Tidak boleh reaktif dan bereaksi dengan produk•
Tidak boleh mempengaruhi rasa dan bau produk•
Tidak bersifat toksisKomponen biaya obat
(1)Biaya bahan awal (starting material) yang terdiri dari bahan baku dan bahan pengemas;
(2)Biaya operasional pabrik (manufacturing cost); (3)Biaya promosi (promotion cost);
(4)Biaya distribusi (distribution cost); dan (5)Biaya retailer (retailer cost).
Sasaran pokok dari
perencanaan produksi
(1)ketepatan waktu dalam memenuhi janji (permintaan) pelanggan,
(2)kecepatan waktu penyelesaian pesanan (permintaan) pelanggan,
(3) berkurangnya biaya produksi, dan
(4) new product launching dan divestment (write off) produk-produk lama berjalan lancar (teratur)