• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIP KARYA SENI CEMPAKA GADANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SKRIP KARYA SENI CEMPAKA GADANG"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Ni Luh Anix Sariardani
  • Sekolah: Institut Seni Indonesia Denpasar
  • Mata Pelajaran: Seni Tari
  • Topik: Cempaka Gadang
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2013
  • Kota: Denpasar

I. PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan menjelaskan latar belakang pentingnya pengalaman pribadi dalam menciptakan karya seni. Penata menggarap tari berdasarkan pengalaman hidup dan aspek budaya, serta ingin menyampaikan pesan moral bahwa penilaian terhadap seseorang tidak hanya berdasarkan penampilan fisik. Karya ini terinspirasi dari karakter Ni Diah Ratna Cempaka Gadang, yang menggambarkan dualitas sifat manusia, antara keindahan dan keegoisan.

II. IDE GARAPAN

Ide garapan merupakan langkah awal yang krusial dalam penciptaan tari. Penata mencari ide melalui eksplorasi, merenung, dan mengamati fenomena sosial. Penata ingin menciptakan tari yang tetap berakar pada tradisi namun dengan inovasi baru. Hal ini menunjukkan pentingnya pemahaman tradisi dalam pengembangan seni tari yang relevan dengan konteks sosial masa kini.

III. TUJUAN GARAPAN

Tujuan umum dari garapan ini adalah menciptakan tari kreasi baru yang melestarikan tradisi dan memberikan pesan moral kepada masyarakat. Tujuan khusus meliputi pencapaian gelar Sarjana Seni dan pengalaman berkarya. Hal ini menunjukkan bahwa karya seni tidak hanya untuk estetika tetapi juga untuk pendidikan dan pengembangan karakter.

3.1 Tujuan Umum

Menciptakan tari kreasi baru Cempaka Gadang, melestarikan tari tradisi, dan memberikan pesan moral kepada masyarakat.

3.2 Tujuan Khusus

Memenuhi syarat gelar Sarjana Seni, mentransformasikan nilai-nilai magis, dan mendapatkan pengalaman berkarya.

IV. MANFAAT GARAPAN

Manfaat dari garapan ini mencakup peningkatan pengetahuan dalam penciptaan tari, pengembangan kemampuan berkreasi dan berapresiasi, serta penambahan referensi bagi studi di perpustakaan. Ini menunjukkan bahwa karya seni memiliki nilai edukatif dan dapat menjadi sumber belajar bagi generasi mendatang.

V. RUANG LINGKUP GARAPAN

Ruang lingkup garapan dibatasi agar tidak terjadi kesalahpahaman. Garapan ini adalah tari kreasi putri keras yang berakar pada tradisi, mengangkat karakter Ni Diah Ratna Cempaka Gadang, dan disajikan dalam bentuk kelompok. Ini menunjukkan pentingnya fokus dan batasan dalam penciptaan karya seni untuk mencapai hasil yang diinginkan.

VI. KAJIAN SUMBER

Acuan dalam penggarapan meliputi sumber tertulis dan tidak tertulis. Sumber tertulis terdiri dari buku-buku yang berkaitan dengan teori dan praktik seni, sedangkan sumber tidak tertulis meliputi wawancara dan dokumentasi video. Ini menunjukkan pentingnya penelitian dan referensi dalam menciptakan karya seni yang berkualitas.

VII. PROSES KREATIVITAS

Proses penciptaan tari mengikuti tahapan eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Setiap tahap memiliki perannya masing-masing dalam menghasilkan karya yang berkualitas. Proses ini menekankan bahwa penciptaan seni adalah perjalanan panjang yang melibatkan banyak pertimbangan dan pengembangan ide.

7.1 Tahap Penjajagan (Exploration)

Tahap awal di mana penata mencari ide dan mengembangkan konsep, serta melakukan wawancara untuk mendapatkan inspirasi.

7.2 Tahap Percobaan (Improvisation)

Tahap percobaan di mana motif gerak dikembangkan dan disesuaikan dengan iringan musik.

7.3 Tahap Pembentukan (Forming)

Tahap akhir yang fokus pada penyempurnaan gerakan dan kolaborasi antara penari dan penata iringan.

VIII. WUJUD GARAPAN

Wujud dari garapan tari Cempaka Gadang adalah karya seni yang dapat dinikmati secara visual dan auditori. Garapan ini mengandung elemen estetika yang kuat dan dibagi menjadi lima bagian yang saling berkaitan. Ini menunjukkan bahwa penyajian karya seni harus mempertimbangkan berbagai aspek untuk mencapai dampak yang maksimal.

8.1 Deskripsi Garapan

Garapan tari kreasi putri keras yang berunsurkan gerak baru dan berakar pada tradisi, menggambarkan karakter Ni Diah Ratna Cempaka Gadang.

8.2 Analisis Pola Struktur

Struktur garapan dibagi menjadi lima bagian, dengan hubungan yang erat antara setiap bagian.

8.3 Analisis Simbol

Simbol-simbol dalam tari digunakan untuk menyampaikan karakter dan makna yang lebih dalam dari garapan.

Referensi Dokumen

  • Mencipta Lewat Tari ( Sumandiyo Hadi, Y. )
  • Pedoman Tugas Akhir (TA) ( Tim penyusun )
  • Creting Through Dance ( Alma M. Hawkins )

Gambar

tabel BAB III  Tabel yang dibuat oleh penata disetujui oleh  pembimbing yaitu Ibu  Ida Ayu Trisnawati dan  Bapak I Wayan Sutirtha,  penata mendapat izin  untuk melanjutkan ke  BAB IV dan V  Minggu I
Gambar 1. Denah Stage  Panggung Bagian Belakang
Gambar 8  Arah Hadap Penari
Foto by : I Putu Yuda Pratama
+5

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Tujuan garapan tari kontemporer Magitar adalah ingin menyampaikan cerita serta tema dari pengalaman pribadi penata yang diangkat sebagai karya seni tari,

Berdasarkan pemaparan di atas penata dapat simpulkan bahwa garapan karya tari dengan judul Waraparicārikā ini di latar belakangi dari ketertarikan penata

Bapak I Ketut Kodi, SSP., M.Si., dosen jurusan Seni Pedalangan ISI Denpasar, yang banyak meberikan ide menggarap garapan lakon carangan agar lakon carangan tidak

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa ide garapan ini terinspirasi dari kisah kegundahan Sang Rama saat Dewi Sita diculik dan dalam proses pembangunan

Gerak tari yang digunakan terinspirasi dari gerak-gerak tari Bali dan tari modern, yang dikembangkan untuk menciptakan warna gerak baru dalam garapan, dengan lebih menonjolkan

Kostum yang digunakan pada tari kreasi baru Gunastri menggunakan 2 bagian kostum diantaranya ,bagian dalam sebagai seorang gadis kota, dan bagian luar sebagai seorang gadis

Dari segi tematik karya ini jelas berbeda dengan garapan yang akan penata garap yang mengambil tema dari mantra puji-pujian,yang mampu memberikan kesan yang ditonjolkan

Oleh karena itu, penggarap membatasi garapan ini sebagai berikut: (1) Karya Gerahing Medang Kemulan ini menggabungkan pertunjukan wayang kulit dengan pertunjukan