Desain Packaging Produk
Ana Utami Zainal UHAMKA 2021
Sub CPMK
Menjelaskan pemahaman Mendisain Packaging Produk
Materi Pembelajaran:
Pendahuluan
Pertimbangan konsumen membeli suatu produk: Kemasan, bentuk kemasan,
pelabelan kemasan
Kemasan merupakan salah satu strategi produk yang dipakai oleh perusahaan
untuk menampakkan produk agar lebih menarik baik dari segi bentuk, warna, sehingga produk dapat terjaga kualitasnya
Kemasan sederhana nilai jualnya rendah
Kemasan produk akan mempengaruhi psikologi konsumen agar membeli
Pengertian
pengemasan merupakan kegiatan merancang dan membuat wadah atau
bungkus sebagai suatu produk
kemasan adalah suatu kegiatan merancang dan memproduksi bungkus suatu
produk yang meliputi desain bungkus dan pembuatan bungkus produk tersebut.
Jenis Kemasan
1) Kemasan Primer (consumer pack) adalah kemasan yang langsung
berhubungan/bersentuhan dengan produk, biasanya ukuran relatif kecil dan disebut juga kemasan eceren. Sebagai contoh kemasan makanan
ringan/snack, kemasan sachet untuk sampo, deterjen, kecap, saos tomat, mie instant, gelas plastik (cup) dan lain-lain.
2) Kemasan Sekunder (transport pack) adalah kemasan kedua yang isinya
sejumlah kemasan primer. Jenis kemasan ini tidak langsung
berhubungan/kontak dengan produk yang dikemas. Sebagai contoh kemasan karton/kardus mie instant, kemasan karton/kardus air minum dalam kemasan dan lain-lain.
3) Kemasan Tersier adalah kemasan ketiga yang isinya sejumlah kemasan
sekunder. Kemasan ini fungsinya untuk pengiriman lokal, antar pulau atau antar negara. Memiliki syarat tahan benturan, tahan cuaca dan berkapasitas besar. Sebagai contoh kotak karton bergelombang dan kontainer.
Kemasan berdasarkan Struktur Sistem
Kemas
1. Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan
(kaleng susu, botol minuman, bungkus tempe)
2. Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi
kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang
tempe, dan sebagainya.
3. Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu apabila masih diperlukan lagi
pengemasan setelah kemasan primer, sekunder dan tersier. Umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan (Marlen, 2008)
Kemasan berdasarkan frekuensi
pemakaian
Kemasan sekali pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang
setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng.
Kemasan yang dapat dipakai berulang kali (Multi Trip), seperti beberapa jenis
botol minuman dan botol kecap.Wadah-wadah tersebut umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik.
Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable). Wadah-wadah ini biasanya
digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai,
misalnya kaleng biskuit, kaleng susu, dan berbagai jenis botol. Wadah-wadah tersebut digunakan untuk penyimpanan bumbu, kopi, gula, dan sebagainya (Marlen, 2008).
Fungsi kemasan
1. Untuk melindungi produk yang bersangkutan terhadap kerusakan-kerusakan
dari saat produk tersebut diproduksi sampai produk tersebut dikonsumsi.
2. Untuk memudahkan pengerjaan dan penyimpanan produk-produk tersebut
oleh produsen, perantara maupun konsumen.
3. Untuk menarik konsumen bila mereka berbelanja di supermarket atau
Fungsi Kemasan (Badan Ekonomi Kreatif,
2018)
Alasan Membeli:
Ada empat sasaran pengemasan yang
dipertimbangkan,
Kemasan harus melindungi produk di sepanjang perjalanannya melalui saluran
distribusi hingga mencapai sasarannya
Kemasan harus ekonomis dan tidak menambah biaya yang tidak dibutuhkan
pada produk
Kemasan harus memungkinkan konsumen menyimpan dan menggunakannya
dengan mudah
Kemasan secara efektif dapat digunakan untuk mempromosikan produk
Pengertian
4 Prinsip Desain
1. Keseimbangan (balance)
Keseimbangan adalah sebuah penyaluran atau pendistribusian yang sederajat atas berat/ bobot.
2. Ritme (rhytme)
Ritme adalah sebuah pola yang dikreasikan dengan mengulang-ulang elemen yang bervariasi.
3. Tekanan (emphasis)
Tekanan adalah apa yang paling menonjol mendapatkan perhatian yang pertama.
4. Kesatuan (unity)
Pengertian Desain Kemasan (Badan
Ekonomi Kreatif , 2018)
Standar isi dari label pangan bahwa:
1. Label sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 ayat (1) berisikan keterangan
mengenai pangan yang bersangkutan.
2. Keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya:
Nama produk; Daftar bahan yang digunakan, Berat bersih atau isi bersih; o Nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukkan pangan ke dalam wilayah Indonesia; halal bagi yg dipersyaratkan, tgl dan kode
produksi, Tanggal, bulan, dan tahun kadaluwarsa, nomor izin edar bagi
pangan olahan dan asal usul bahan tertentu (PP No. 69 Tahun 1999 ttg label dan iklan pangan)
Label pangan dapat dibagi menjadi 2 bagian: bagian utama, yaitu label yang
terdapat pada bagian muka (depan) dan bagian informasi yang terdapat pada bagian belakang.
Pada bagian utama, harus terdapat:
1. Nama produk (bukan nama dagang/merek) 2. Nama dagang/merek
3. Berat bersih (untuk produk padat) atau Isi bersih (untuk produk cair) 4. Nama & alamat produsen / importir
5. Nomor pendaftaran (BPOM RI MD/ML untuk industri besar atau P-IRT untuk
Lanjutan…..
Pada bagian informasi (belakang), harus terdapat:
1. Komposisi produk (daftar bahan, termasuk bahan tambahan pangan yang
digunakan). Komposisi harus ditulis berurutan, berdasarkan jumlah bahan yang dipakai dari yang paling banyak hingga yang paling sedikit.
2. Kode produksi
3. Tanggal/Bulan/Tahun Kadaluwarsa produk. Tulisan harus jelas dan mudah
dibaca. (BPOM no. HK.00.05.52.4321: Pedoman Umum Pelabelan Produk Pangan
Contoh layout peletakan informasi yg tercantum
dalam kemasan (Badan Ekonomi Kreatif, 2018)
Elemen Label
1. Brand name/Logo/merek dagang 2. Nama produk
3. Kategori produk 4. Ilustrasi
5. Backgorund/gambar latar 6. Label halal
7. Berat kotor, berat bersih, isi
kotor, isi bersih
8. Identitas produsen dan
distributor
9. Kompisisi produk 10. BPOM
11. RIRT, MD dll
12. Informasi Nilai Gizi
13. Kode produksi dan masa
kadaluwarsa, best before
14. Barcode
15. Cara Pengolahan/Penyajian
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada
“Desain Kemasan”
1. melakukan survei
2. membuat konsep dgn beberapa alternatif 3. desain unik dan menarik serta berkarakter 4. desain sesuai dgn isi produk
Peran Kemasan pada Produk
1) Sebagai wadah yang memungkinkan diangkutnya suatu produk atau barang
dari satu tempat ketempat yang lain atau dari produsen ke konsumen.
2) Melindungi produk yang dikemas dari pengaruh cuaca, benturan,
tumpukan dan lain-lain.
3) Memberikan informasi, brand image dan sebagai media promosi dengan
Contoh kemasan produk dan
fungsinya
Referensi
KEMASAN PRODUK DITINJAU DARI BAHAN KEMASAN, BENTUK KEMASAN DAN
PELABELAN PADA KEMASAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA PRODUK MINUMAN MIZONE DI KOTA SEMARANG, Th susetyarsi, 2012
Badan Ekonomi Kreatif RI, 2018. Buku Panduan Pendirian Usaha Desain
Kemasan. Badan Ekonomi Kreatif RI Bekerja sama Universitas Sebelas Maret
Widiati, Ari. 2019. PERANAN KEMASAN (PACKAGING) DALAM MENINGKATKAN
PEMASARAN PRODUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI “MAS PACK” TERMINAL KEMASAN PONTIANAK . Jurnal Audit dan Akuntansi Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura 2019, Vol. 8 , No. 2, 67-76
Tugas Pertemuan 9
Tentukan logo dan rancangan desain kemasan sesuai produk anda (rancangan,
bahan material, bentuk, ukuran dll terkait kemasan anda)
Jika produk non pangan/jasa : sesuaikan dengan informasi produk/jasa anda
(bisa membuat rancangan desain promosi)
Dikumpulkan dalam bentuk PDF paling lambat tanggal 5 Juni 2021 pukul 16.00