• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh Laporan Penyusunan Skala Psikologi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Contoh Laporan Penyusunan Skala Psikologi"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Praktikum

Laporan Praktikum

Ujian Tengah Semester Metodologi Penelitian dan Statistika II

Ujian Tengah Semester Metodologi Penelitian dan Statistika II

Penyusunan Skala Psikologi

Penyusunan Skala Psikologi

Skala Motivasi belajar

Skala Motivasi belajar

Disusun Oleh :

Disusun Oleh :

 Nama : Adiel Ste

 Nama : Adiel Stella Julia M.Ra

lla Julia M.Ratu

tu

 NIM : 1571023

 NIM : 1571023

Program Studi Psikologi Fakultas Ekonomi

Program Studi Psikologi Fakultas Ekonomi

Universitas Atma Jaya

Universitas Atma Jaya Makassar

Makassar

2016

(2)

BAB I PENGANTAR BAB I PENGANTAR

Skala psikologi merupakan salah satu jenis alat pengukur yang digunakan untuk Skala psikologi merupakan salah satu jenis alat pengukur yang digunakan untuk mengukur atribut afektif psikologi, seperti motivasi, emosi, sikap, stres, kepribadian, mengukur atribut afektif psikologi, seperti motivasi, emosi, sikap, stres, kepribadian,  perilaku,

 perilaku, dan dan lain lain sebagainya. sebagainya. Skala Skala tersebut tersebut biasanya biasanya dibuat dibuat dan dan disusun disusun dalamdalam  bentuk

 bentuk pernyataan pernyataan atau atau pertanyaan pertanyaan dan dan disebut disebut sebagai sebagai penyusunan penyusunan skala skala psikologi.psikologi. Biasanya penyusunan skala tersbut digunakan dalam metode penelitian kuantitatif, Biasanya penyusunan skala tersbut digunakan dalam metode penelitian kuantitatif, dimana pada penelitian tersebut membutuhkan data yang akurat dan objektif, dimana pada penelitian tersebut membutuhkan data yang akurat dan objektif, sehingga dibutuhkan juga banyak subjek dalam penelitian.

sehingga dibutuhkan juga banyak subjek dalam penelitian.

Walaupun penyusunan skala tersebut terlihat mudah dilakukan, namun ada Walaupun penyusunan skala tersebut terlihat mudah dilakukan, namun ada  bebrapa keterbatasan pengukuran atribut psikologis yaitu :

 bebrapa keterbatasan pengukuran atribut psikologis yaitu : 1.

1. Atribut psikologi bersifatAtribut psikologi bersifat latent latent  (tidak tampak) (tidak tampak) 2.

2. Keterbatasan indikator pada aitem-aitem pada skala psikologiKeterbatasan indikator pada aitem-aitem pada skala psikologi 3.

3. Respon yang diberikan oleh subjek dapat dipengaruhi oleh variabel yang tidakRespon yang diberikan oleh subjek dapat dipengaruhi oleh variabel yang tidak relevan

relevan 4.

4. Atribut psikologi bersifat tidak stabil, maksudnya tidak relevan jika padaAtribut psikologi bersifat tidak stabil, maksudnya tidak relevan jika pada misalnya pada tahun 2016 diberikan pernyataan yang ada dari tahun 1980-an, misalnya pada tahun 2016 diberikan pernyataan yang ada dari tahun 1980-an, karena banyak yang mudah berubah sejalan dengan waktu dan situasi.

karena banyak yang mudah berubah sejalan dengan waktu dan situasi. 5.

5. Interpretasi terhadap hasil pengukuran hanya dapat dilakukan secara normatif.Interpretasi terhadap hasil pengukuran hanya dapat dilakukan secara normatif. Dalam istilah pengukuran, dikatakan bahwa pada pengukuran psikologi Dalam istilah pengukuran, dikatakan bahwa pada pengukuran psikologi terdapat lebih banyak sumber

terdapat lebih banyak sumber error error  (salah). (salah).

Terdapat beberapa karakteristik skala psikologi yaitu : Terdapat beberapa karakteristik skala psikologi yaitu :

1.

1. Stimulusnya berupa pertanyaan atau pernyataan yang secara tidak langsungStimulusnya berupa pertanyaan atau pernyataan yang secara tidak langsung mengungkap indikator perilaku yang diukur.

mengungkap indikator perilaku yang diukur. 2.

2. Skala psikologi selalu berisi aitem yang banyakSkala psikologi selalu berisi aitem yang banyak 3.

3. Respon subjek tidak dikelompokkan menjadi jawabanRespon subjek tidak dikelompokkan menjadi jawaban yang “benar” atauyang “benar” atau “salah” . semua jawaban dapat diterima sepanjang diberikan secara jujur dan “salah” . semua jawaban dapat diterima sepanjang diberikan secara jujur dan sungguh-sungguh.

sungguh-sungguh.

Walaupun dalam kehidupan sehari-hari banyak yang menyamakan istilah Angket Walaupun dalam kehidupan sehari-hari banyak yang menyamakan istilah Angket dengan istilah Skala, namun dapat dijelaskan lagi bahwa kedua instrument tersebut dengan istilah Skala, namun dapat dijelaskan lagi bahwa kedua instrument tersebut

(3)

hanya memiliki satu kesamaan yaitu sebagai alat pengumpulan data, dimana fungsi dan tujuannya berbeda. Perbedaan tersebut antara lain :

1. Data yang diungkap oleh angket berupa data faktual atau fakta, sedangkan data yang diungkap oleh skala psikologi adalah deskripsi mengenai aspek kepribadian individu.

2. Pertanyaan atau pernyataan dalam angket berupa pertanyaan atau pernyataan langsng terarah kepada informasi mengenai data yang hendak diungkap. Sedangkan aitem pada skala psikologi berupa penerjemahan dari indikator keperilakuan guna memancing jawaban yang tidak secara langsung menggambarkan keadaan diri subjek, yang biasanya tidak disadari oleh responden bersangkutan.

3. Responden terhadap angket tahu persis mengenai apa yang ditanyakan dalam angket dan informasi apa yang dicari oleh pertanyaan bersangkutan. Sedangkan responden terhadap skala psikologi, walaupun sangat memahami isi pertanyaannya, namun mereka tidak menyadari arah jawaban yang dikehendaki dan kseimpulan apa yang sesungguhnya diungkap oleh  pertanyaan tersebut.

4. Respon yang diberikan subjek terhadap angket tidak dapat diberi skor, melainkan diberi coding   sebagai identifikasi atau klasifikasi jawaban. Sedangkan respon terhadap skala psikologi diberi skor melalui proses  penskalaan.

5. Satu perangkat angket dirancang untuk mengungkap data dan informasi mengenai banyak hal, sedangkan satu perangkat skala psikologi dirancang hanya untuk mengungkap satu tujuan ukur saja.

6. Reliabilitas angket tidak perlu diuji, sedangkan reliabilitas skala psikologi harus diuji.

7. Validitas angket lebih ditentukan oleh kejelasan tujuan dan kelengkapan informasi, sedangkan validitas skala psikologi ditentukan oleh ketepatan operasionalisasi konstrak psikologi yang akan diukur.

(4)

Langkah dasar konstruksi yaitu :

1. Mengidentifikasi tujuan ukur (penetapan konstruk psikologis) 2. Operasionalissi konsep indikator perilaku

3. Penskalaan

4. Pemilihan format stimulus 5. Penulisan aitem

6. Uji coba aitem 7. Analisis aitem 8. Seleksi aitem

9. Pengujian reliabilitas 10. Validasi

(5)

BAB II PEMBAHASAN TEORI

Tema : Motivasi Belajar Definisi :

Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar dapat tercapai, (Sardiman 2011, dalam jurnal Puspitasari 2012). Dimensi/aspek :

a. Tekun dalam menghadapi tugas yaitu individu yang tekun akan mampu  bekerja terus-menerus dalam waktu yang lama dan tidak berhenti sebelum

selesai.

 b. Ulet menghadapi kesulitan yaitu individu yang ulet memiliki sifat tidak lekas  putus asa, tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik

mungkin dan tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya.

c. Tidak mudah melepas hal yang diyakini yaitu sesuatu yang menjadi keyakinan hidup dalam diri individu, apapun bentuk keyakinan itu tidak dengan mudah dilepaskan, karena segala sesuatunya telah menjadi pedoman hidup bagi individu tersebut.

d. Dapat mempertahankan pendapatnya yaitu jika individu sudah merasa yakin terhadap suatu hal dengan menggunakan pikiran secara rasional dan dapat diterima serta masuk akal, maka individu tersebut pasti akan berusaha untuk mempertahankan pendapatnya dalam setiap situasi.

e. Senang mencari dan memecahkan masalah belajar yaitu individu suka mencari tantangan atau segala sesuatunya yang membuat dirinya tertantang dan suka menyelesaikan masalah terhadap berbagai jenis permasalahan dengan pikiran yang kritis.

(6)

BAB III RANCANGAN SKALA PSIKOLOGI

A.

Blue print

skala motivasi belajar sebelum uji coba

No Aspek Nomor Aitem Jumlah

(%)

1. Tekun dalam menghadapi tugas

F: 6,7,12,28,29,38,39,43

15 UF: 9,11,24,31,35,46,47

2. Ulet menghadapi kesulitan F: 1,5,21,22,40,44,45 12 UF: 13,17,30,41,48

3. Tidak mudah melepas hal yang diyakini F: 2,18,23,33,34,42 10 UF: 14,19,32,37 4. Dapat mempertahankan  pendapatnya F: 3,4,27 6 UF: 8,26,37 5.

Senang mencari dan memecahkan masalah  belajar F: 15,16,25,36 5 UF: 10,20 Total 48

B. Rancangan skala motivasi belajar sebelum uji coba (MB) A. Identitas Responden  Nama/Inisial : Umur : Jenis Kelamin : B. Petunjuk Pengisian

Berikut ini adalah sejumlah pernyataan dan pada setiap pernyataan terdapat empat pilihan respon. Pilihlah satu respon dari 48 pernyataan yang tersedia, dengan memberikan tanda (X) pada kotak pilihan yang Anda anggap paling sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya pada diri Anda. Keterangan

SS : Sangat Setuju

S : Setuju

N : Netral

(7)

STS: Sangat Tidak Setuju

Tidak ada respon yang salah, semua respon yang Anda pilih adalah benar, asalkan Anda mengisinya dengan jujur. Kerahasiaan identitas Anda kami jaga. Usahakan agar jangan sampai ada nomor yang terlewati. Saya mengucapkan  banyak terimakasih atas kerjasama, bantuan serta kesediaan Anda untuk

mengisi skala ini.

No Pernyataan Alternatif Jawaban

1. Saya merasa harus meningkatkan hasil  belajar saya

SS S N TS STS

2. Saya pasti sukses pada setiap pilihan yang saya ambil

SS S N TS STS

3. Saya mempertahankan pendapat saya SS S N TS STS

4. Saya membujuk teman yang berbeda  pendapat dengan saya, untuk mengikuti  pendapat saya

SS S N TS STS

5. Saya belajar karena keinginan saya sendiri SS S N TS STS

6. Saya langsung mengerjakan tugas yang diberikan hingga selesai

SS S N TS STS

7. Saya belajar rutin walaupun tidak ada tugas dan ujian

SS S N TS STS

8. Saya lebih meyakini pendapat teman saya SS S N TS STS

9. Saya mengabaikan tugas yang diberikan SS S N TS STS

10. Saya diam saja jika ada pelajaran yang tidak saya mengerti

SS S N TS STS

11. Saya belajar hanya saat ada ujian SS S N TS STS

12. Saya tetap memilih mengerjakan tugas, walaupun film kesukaan saya tayang di TV

SS S N TS STS

13. Saya merasa putus asa bila menghadapi kesulitan dalam belajar

SS S N TS STS

14. Saya takut mencoba sesuatu karena dibayangi kegagalan

SS S N TS STS

15. Saya suka pada tugas-tugas yang menuntut ide-ide dan gagasan-gagasan baru

(8)

16. Saya suka mengerjakan soal yang sulit SS S N TS STS

17. Saya malas menyelesaikan tugas yang sulit SS S N TS STS

18. Saya tetap memperjuangkan cita-cita saya, meskipun saya tahu risiko kegagalan ada

SS S N TS STS

19. Saya sulit mengambil keputusan sendiri SS S N TS STS

20. Saya mudah menyerah saat menghadapi tugas/soal ujian yang sulit

SS S N TS STS

21. Saya tetap rajin belajar walaupun tidak diberi hadiah dari siapapun

SS S N TS STS

22. Saya tetap rajin belajar, walaupun saya sudah memiliki nilai yang baik,

SS S N TS STS

23. Saya tetap berusaha dan belajar, meskipun saya tahu bahwa prestasi yang baik sulit didapatkan

SS S N TS STS

24. Saya menunda-nunda untuk menyelesaikan tugas

SS S N TS STS

25. Saya senang browsing di internet untuk mencari tahu tentang materi yang belum saya tahu

SS S N TS STS

26. Saya dapat berubah pikiran setelah saya membuat keputusan

SS S N TS STS

27. Saya lebih menyukai belajar menurut cara saya sendiri

SS S N TS STS

28. Saya selalu menggunakan waktu luang saya untuk mengerjakan tugas

SS S N TS STS

29. Saya mengumpulkan tugas dengan tepat waktu

SS S N TS STS

30. Saya merasa putus asa, bila saya mendapat kritikan dari teman,

SS S N TS STS

31. Saya sering terlambat mengerjakan tugas SS S N TS STS

32. Saya sering kali merenung dan terlihat murung saat memikirkan masa depan saya

SS S N TS STS

33. Dengan giat belajar saya pasti memperoleh nilai yang baik

SS S N TS STS

(9)

meraih nilai terbaik

35. Saya mengeluh jika banyak tugas yang diberikan

SS S N TS STS

36. Saya meminta pendapat orang lain dalam membuat rencana untuk keberhasilan saya

SS S N TS STS

37. Saya belum tahu cita-cita saya jadi saya  belajar seadanya saja

SS S N TS STS

38. Mengerjakan tugas selalu menjadi hal yang utama di pikiran saya

SS S N TS STS

39. Saya menyelesaikan tugas terlebih dahulu sebelum melakukan hal yang lainnya

SS S N TS STS

40. Saya optimis bisa mengerjakan semua soal, walaupun menghadapi soal yang sulit

SS S N TS STS

41. Saya akan belajar jika dijanjikan hadiah oleh orangtua

SS S N TS STS

42. Saya yakin saya bisa mendapat nilai terbaik dalam kelas, dengan kemampuan yang saya miliki

SS S N TS STS

43. Setiap diberikan tugas, saya menerima tanpa ada keluhan

SS S N TS STS

44. Saya melakukan banyak usaha untuk memperoleh prestasi

SS S N TS STS

45. Saya berusaha untuk memperoleh nilai yang baik, jika nilai saya jelek

SS S N TS STS

46. Saya lebih memilih bermain game dibanding mengerjakan tugas

SS S N TS STS

47. Bagi saya yang penting mengerjakan tugas, tanpa peduli hasilnya

SS S N TS STS

48. Saya malas berusaha belajar lebih rajin  jika nilai saya jelek

SS S N TS STS

C. Proses uji coba skala

Skala yang berjumlah 48 aitem, disebar ke 15 subjek sebagai bahan uji coba skala. Namun setelah diuji reliabilitas, ternyata ada sembilan aitem yang gugur, dimana ketika aitem tersebut gugur, ada salah satu dimensi yang aitem favorabelnya gugur semua. Lalu penyusun skala melakukan konsultasi dengan dosen mata kuliah, dan dosen mata kuliah menyarankan untuk merevisi dua

(10)

aitem yang menjadi perwakilan favorabel dari dimensi yang tadinya aitem favorabelnya sudah gugur semua. Skala yang awalnya memiliki aitem gugur  berjumlah sembilan, seharusnya aitem yang sisa yaitu 39, namun karena ada dua aitem yang direvisi, jadi aitem kembali menjadi 41. Skala yang berjumlah 41 aitem tersebut, disebar lagi ke 30 subjek yang berbeda dari sebelumnya.

Pada reliabilitas uji coba skala hasil yang didapatkan yaitu bernilai 0,930 dan menunjukkan bahwa berada di atas 0,7. Keterangan baik dan buruknya aitem dapat dilihat pada tabel 1.1

Tabel 1.1 Hasil Pengolahan SPSS

Aitem Koefisien alpha Keterangan

VAR00001 .293 Baik VAR00002 .329 Baik VAR00003 .084 Buruk VAR00004 .071 Buruk VAR00005 .239 Buruk VAR00006 .722 Baik VAR00007 .749 Baik VAR00008 .048 Buruk VAR00009 .474 Baik VAR00010 .537 Baik VAR00011 .697 Baik VAR00012 .684 Baik VAR00013 .534 Baik VAR00014 .617 Baik VAR00015 .732 Baik VAR00016 .303 Baik VAR00017 .776 Baik VAR00018 .426 Baik VAR00019 .390 Baik VAR00020 .537 Baik VAR00021 .745 Baik VAR00022 .692 Baik VAR00023 .552 Baik VAR00024 .701 Baik VAR00025 .294 Baik VAR00026 .469 Baik

(11)

VAR00027 -.253 Buruk VAR00028 .689 Baik VAR00029 .316 Baik VAR00030 .476 Baik VAR00031 .213 Buruk VAR00032 .521 Baik VAR00033 .063 Buruk VAR00034 .543 Baik VAR00035 .747 Baik VAR00036 -.171 Buruk VAR00037 .066 Buruk VAR00038 .597 Baik VAR00039 .468 Baik VAR00040 .698 Baik VAR00041 .282 Baik VAR00042 .678 Baik VAR00043 .625 Baik VAR00044 .693 Baik VAR00045 .439 Baik VAR00046 .590 Baik VAR00047 .260 Baik VAR00048 .368 Baik D. Seleksi aitem

Penjelasan tentang aitem yang digunakan dan digugurkan dapat dilihat  pada tabel 1.2

Tabel 1.2 Aitem yang digunakan dan digugurkan Aitem Koefisien alpha Keterangan

VAR00001 .293 Digunakan VAR00002 .329 Digunakan VAR00003 .084 Direvisi/digunakan VAR00004 .071 Direvisi/digunakan VAR00005 .239 Digugurkan VAR00006 .722 Digunakan VAR00007 .749 Digunakan VAR00008 .048 Digugurkan VAR00009 .474 Digunakan VAR00010 .537 Digunakan VAR00011 .697 Digunakan

(12)

VAR00012 .684 Digunakan VAR00013 .534 Digunakan VAR00014 .617 Digunakan VAR00015 .732 Digunakan VAR00016 .303 Digunakan VAR00017 .776 Digunakan VAR00018 .426 Digunakan VAR00019 .390 Digunakan VAR00020 .537 Digunakan VAR00021 .745 Digunakan VAR00022 .692 Digunakan VAR00023 .552 Digunakan VAR00024 .701 Digunakan VAR00025 .294 Digunakan VAR00026 .469 Digunakan VAR00027 -.253 Digugurkan VAR00028 .689 Digunakan VAR00029 .316 Digunakan VAR00030 .476 Digunakan VAR00031 .213 Digugurkan VAR00032 .521 Digunakan VAR00033 .063 Digugurkan VAR00034 .543 Digunakan VAR00035 .747 Digunakan VAR00036 -.171 Digugurkan VAR00037 .066 Digugurkan VAR00038 .597 Digunakan VAR00039 .468 Digunakan VAR00040 .698 Digunakan VAR00041 .282 Digunakan VAR00042 .678 Digunakan VAR00043 .625 Digunakan VAR00044 .693 Digunakan VAR00045 .439 Digunakan VAR00046 .590 Digunakan VAR00047 .260 Digunakan VAR00048 .368 Digunakan

(13)

E.

Blue print 

 skala motivasi belajar setelah uji coba

No Aspek Nomor Aitem Jumlah

1. Tekun dalam menghadapi tugas

F: 5,6,10,25,26,31,32,36

14 UF: 7,9,22,30,39,40

2. Ulet menghadapi kesulitan F: 1,19,20,33,37,38 11 UF: 11,15,27,34,41

3. Tidak mudah melepas hal yang diyakini F: 2,16,21,29,35 8 UF: 12,17,28 4. Dapat mempertahankan  pendapatnya F: 3,4, 3 UF: 24 5.

Senang mencari dan memecahkan masalah  belajar F: 13,14,23 5 UF: 8,18 Total 41

F. Bentuk skala motivasi belajar setelah uji coba

(MB) A. Identitas Responden  Nama/Inisial : Umur : Jenis Kelamin : B. Petunjuk Pengisian

Berikut ini adalah sejumlah pernyataan dan pada setiap pernyataan terdapat empat pilihan respon. Pilihlah satu respon dari 41 pernyataan yang tersedia, dengan memberikan tanda (X) pada kotak pilihan yang Anda anggap paling sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya pada diri Anda. Keterangan :

SS: Sangat Setuju

S : Setuju

N : Netral

(14)

STS: Sangat Tidak Setuju

Tidak ada respon yang salah, semua respon yang Anda pilih adalah  benar, asalkan Anda mengisinya dengan jujur. Kerahasiaan identitas Anda kami jaga. Usahakan agar jangan sampai ada nomor yang terlewati. Saya mengucapkan banyak terimakasih atas kerjasama, bantuan serta kesediaan Anda untuk mengisi skala ini.

No Pernyataan Alternatif Jawaban

1. Saya merasa harus meningkatkan hasil  belajar saya

SS S N TS STS

2. Saya pasti sukses pada setiap pilihan yang saya ambil

SS S N TS STS

3. Saya mampu mempertahankan pendapat saya

SS S N TS STS

4. Saya yakin dengan setiap keputusan yang saya ambil

SS S N TS STS

5. Saya langsung mengerjakan tugas yang diberikan hingga selesai

SS S N TS STS

6. Saya belajar rutin walaupun tidak ada tugas dan ujian

SS S N TS STS

7. Saya mengabaikan tugas yang diberikan SS S N TS STS

8. Saya diam saja jika ada pelajaran yang tidak saya mengerti

SS S N TS STS

9. Saya belajar hanya saat ada ujian SS S N TS STS

10. Saya tetap memilih mengerjakan tugas, walaupun film kesukaan saya tayang di TV

SS S N TS STS

11. Saya merasa putus asa bila menghadapi kesulitan dalam belajar

SS S N TS STS

12. Saya takut mencoba sesuatu karena dibayangi kegagalan

SS S N TS STS

13. Saya suka pada tugas-tugas yang menuntut ide-ide dan gagasan-gagasan baru

SS S N TS STS

(15)

15. Saya malas menyelesaikan tugas yang sulit SS S N TS STS

16. Saya tetap memperjuangkan cita-cita saya, meskipun saya tahu risiko kegagalan ada

SS S N TS STS

17. Saya sulit mengambil keputusan sendiri SS S N TS STS

18. Saya mudah menyerah saat menghadapi tugas/soal ujian yang sulit

SS S N TS STS

19. Saya tetap rajin belajar walaupun tidak diberi hadiah dari siapapun

SS S N TS STS

20. Saya tetap rajin belajar, walaupun saya sudah memiliki nilai yang baik

SS S N TS STS

21. Saya tetap berusaha dan belajar, meskipun saya tahu bahwa prestasi yang baik sulit didapatkan

SS S N TS STS

22. Saya menunda-nunda untuk menyelesaikan tugas

SS S N TS STS

23. Saya senang browsing di internet untuk mencari tahu tentang materi yang belum saya tahu

SS S N TS STS

24. Saya dapat berubah pikiran setelah saya membuat keputusan

SS S N TS STS

25. Saya selalu menggunakan waktu luang saya untuk mengerjakan tugas

SS S N TS STS

26. Saya mengumpulkan tugas dengan tepat waktu

SS S N TS STS

27. Saya merasa putus asa, bila saya mendapat kritikan dari teman

SS S N TS STS

28. Saya sering kali merenung dan terlihat murung saat memikirkan masa depan saya

SS S N TS STS

29. Dengan giat belajar saya pasti memperoleh nilai yang baik

SS S N TS STS

30. Saya siap bersaing dengan teman untuk meraih nilai terbaik

SS S N TS STS

31. Mengerjakan tugas selalu menjadi hal yang utama di pikiran saya

SS S N TS STS

32. Saya menyelesaikan tugas terlebih dahulu sebelum melakukan hal yang lainnya

(16)

33. Saya optimis bisa mengerjakan semua soal, walaupun menghadapi soal yang sulit

SS S N TS STS

34. Saya akan belajar jika dijanjikan hadiah oleh orangtua

SS S N TS STS

35. Saya yakin saya bisa mendapat nilai terbaik dalam kelas, dengan kemampuan yang saya miliki

SS S N TS STS

36. Setiap diberikan tugas, saya menerima tanpa ada keluhan

SS S N TS STS

37. Saya melakukan banyak usaha untuk memperoleh prestasi

SS S N TS STS

38. Saya berusaha untuk memperoleh nilai yang  baik, jika nilai saya jelek

SS S N TS STS

39. Saya lebih memilih bermain game dibanding mengerjakan tugas

SS S N TS STS

40. Bagi saya yang penting mengerjakan tugas, tanpa peduli hasilnya

SS S N TS STS

41. Saya malas berusaha belajar lebih rajin jika nilai saya jelek

(17)

BAB IV PELAKSANAAN A. Proses pelaksanaan

Proses pelaksanaan penyebaran dan pengujian skala yaitu : 1. Skala yang telah direvisi berjumlah 41 aitem

2. Skala dicopy sebanyak 30 lembar

3. Skala tersebut disebarkan kepada 30 subjek

4. Setelah disebar, dilakukan skoring skala secara manual 5. Skor dimasukkan ke program excel

6. Dari program excel dicopy paste ke program spss untuk menguji skala kembali

7. Menguji reliabilitas skala kembali 8. Menguji validitas skala

9. Membuat interpretasi skor

10. Menguji independen t-tes skala antara jenis kelamin laki-laki dan jenis kelamin perempuan, dimana menggunakan grouping varibael (1=”laki-laki dan 2=”perempuan)

11. Didapatkan hasil dari uji reliabilitas, validitas, interpretasi skor, dan independen t-tes.

B. Analisa data 1. Reliabilitas

Reliabilitas dari skala motivasi belajar setelah uji coba yaitu :

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.900 41

Skala ini disebut reliable karena reliabilitas berada diatas 0,7 yaitu 0,9. Dimana nilai cronbach’s alpha sangat mendekati 1.

(18)

2. Validitas

Pada validitas, data dapat dikatakan valid jika r hitung>r tabel. Dimana skala

ini disebar ke 30 subjek, dan jika disebar ke 30 subjek maka r tabel = 0.361.

Penjelasan dapat dilihat pada tabel 1.3

Tabel 1.3 Hasil validitas Aitem Pearson

Correlation

Keterangan

VAR00001 .097 Tidak valid

VAR00002 .390 Valid

VAR00003 .017 Tidak valid

VAR00004 .389 Valid

VAR00005 .703 Valid

VAR00006 .747 Valid

VAR00007 .282 Tidak valid

VAR00008 .459 Valid

VAR00009 .605 Valid

VAR00010 -.153 Tidak valid

VAR00011 .689 Valid

VAR00012 .668 Valid

VAR00013 .488 Valid

VAR00014 .368 Valid

VAR00015 .169 Tidak valid

VAR00016 ..476 Valid VAR00017 .568 Valid VAR00018 .571 Valid VAR00019 .614 Valid VAR00020 .408 Valid VAR00021 .646 Valid

(19)

VAR00022 .566 Valid

VAR00023 .456 Valid

VAR00024 .366 Valid

VAR00025 .505 Valid

VAR00026 .266 Tidak valid

VAR00027 .205 Tidak valid

VAR00028 .372 Valid

VAR00029 .257 Tidak valid

VAR00030 .287 Tidak valid

VAR00031 .651 Valid

VAR00032 .797. Valid

VAR00033 .435 Valid

VAR00034 .202 Tidak valid

VAR00035 .775 Valid

VAR00036 .398 Valid

VAR00037 .530 Valid

VAR00038 .497 Valid

VAR00039 .839 Valid

VAR00040 .020 Tidak valid

VAR00041 .556 Valid

Karena hanya 11 aitem yang berada dibawah 0,361 dan karena aitem yang tidak valid tidak mencapai setengah dari keseluruhan aitem. Maka kevaliditasan aitem dikatakan baik. Aitem skala motivasi belajar ini valid.

3. Interpretasi skor

Jumlah aitem = 41 Skor = 0,1,2,3,4

Skor kemungkinan terkecil (SKK) = 0x41=0 Skor kemungkinan terkecil (SKB) =4x41=164

(20)

Standar deviasi (SD) =

  = 

  = 27,3 = 27

Mean () = Jumlah aitem x mean skor = 41x2 = 82

Kategorisasi motivasi belajar

SR x ≤-1,5SD = Sangat rendah R  -1,5SD<x≤ -0,5SD = Rendah S -0,5SD <x≤ +0,5SD = Sedang T +0,5SD<x≤ +1,5SD = Tinggi ST+1,5SD<x≤ = Sangat tinggi SR x ≤82-(1,5.27) = x ≤ 41,5 R 82-(1,5.27)<x≤ 82-(0,5.27) = 41,5<x≤68,5 S 82-(0,5.27)<x≤82+(0,5.27) = 68,5<x≤95,5 T 82+(0,5.27) <x≤ 82+(1,5.27) = 95,5<x≤122,5 ST82+(1,5.27) <x≤ = 122,5<x SR x ≤42 R 42x≤ 69 S 69x≤96 T 96<x≤ 123 ST123<x 4. Independen t-tes

Independen t-tes digunakan untuk mengukur apakah ada perbedaan motivasi belajar antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan, total nilai aitem skala keseluruhan dan grouping variabel dapat dilihat pada tabel 1.4.

(21)

Tabel 1.4 Penjelasan Total nilai dan grouping jenis kelamin Subjek Total Jenis Kelamin 1 120 2 2 106 2 3 87 2 4 97 2 5 90 2 6 101 2 7 110 1 8 106 1 9 103 1 10 130 2 11 105 1 12 68 1 13 101 2 14 106 2 15 107 2 16 71 2 17 68 2 18 117 2 19 107 2 20 129 1 21 116 2 22 105 2 23 122 2 24 72 1 25 128 2 26 102 2 27 79 1 28 140 2 29 116 1 30 104 2 Grouping variable 1= Laki-laki 2= Perempuan

(22)

Tabel 1.5 Hasil Independen t-tes

Dari tabel 1.5, dapat dilihat bahwa skala ini tidak signifikan karena  p>0,05 yaitu 0,352. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada  perbedaan motivasi belajar antara laki-laki dan perempuan. Walaupun terdapat perbedaan mean, dimana mean perempuan lebih tinggi yaitu 105,95 dibanding laki-laki yaitu 98,67, mungkin karena disebabkan  perbandingan subjek yang terlalu berbeda yaitu 21:9=7:2.

(23)

BAB V HASIL DAN KESIMPULAN

Hasil skoring skala motivasi belajar dapat dilihat pada tabel 1.6.

Tabel 1.6 Hasil skoring skala

Subjek Total Jenis Kelamin Keterangan 1 120 Perempuan Tinggi 2 106 Perempuan Tinggi 3 87 Perempuan Sedang 4 97 Perempuan Tinggi 5 90 Perempuan Sedang 6 101 Perempuan Tinggi 7 110 Laki-laki Tinggi 8 106 Laki-laki Tinggi 9 103 Laki-laki Tinggi

10 130 Perempuan Sangat tinggi

11 105 Laki-laki Tinggi 12 68 Laki-laki Rendah 13 101 Perempuan Tinggi 14 106 Perempuan Tinggi 15 107 Perempuan Tinggi 16 71 Perempuan Sedang 17 68 Perempuan Rendah 18 117 Perempuan Tinggi 19 107 Perempuan Tinggi

(24)

20 129 Laki-laki Sangat tinggi

21 116 Perempuan Tinggi

22 105 Perempuan Tinggi

23 122 Perempuan Tinggi

24 72 Laki-laki Sedang

25 128 Perempuan Sangat Tinggi

26 102 Perempuan Tinggi

27 79 Laki-laki Sedang

28 140 Perempuan Sangat Tinggi

29 116 Laki-laki Tinggi

30 104 Perempuan Tinggi

Kesimpulan dari skoring yaitu :

1. Tidak ada subjek yang memiliki motivasi SR 2. Ada 2 subjek yang memiliki motivasi R 3. Ada 4 subjek yang memiliki motivasi S 4. Ada 19 subjek yang memiliki motivasi T 5. Ada 5 subjek yang memiliki motivasi ST

Kesimpulan dari data secara keseluruhan yaitu :

Kesimpulan dari hasil data secara keseluruhan yaitu aitem ini merupakan aitem yang reliabel, valid, namun tidak signifikan (tidak ada perbedaan motivasi belajar antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan).

(25)

DAFTAR PUSTAKA

Azwar, S. (2015). Penyusunan skala psikologi edisi 2. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Puspitasari, D. B. (2012). Hubungan antara persepsi terhadap iklim kelas dengan

motivasi belajar siswa SMP Negeri 1 Bancak.  Journal Emphaty, 1, 60-66

[on-line]. diakses pada tahun 2013 dari

Gambar

Tabel 1.1 Hasil Pengolahan SPSS
Tabel 1.2 Aitem yang digunakan dan digugurkan Aitem  Koefisien alpha  Keterangan
Tabel 1.3 Hasil validitas Aitem  Pearson
Tabel 1.4 Penjelasan Total nilai dan grouping jenis kelamin Subjek  Total Jenis Kelamin 1 120 2 2 106 2 3 87 2 4 97 2 5 90 2 6 101 2 7 110 1 8 106 1 9 103 1 10 130 2 11 105 1 12 68 1 13 101 2 14 106 2 15 107 2 16 71 2 17 68 2 18 117 2 19 107 2 20 129 1 21
+3

Referensi

Dokumen terkait