See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/339711672
Penyusunan Skala Guttman untuk Pengukuran Psikologi
Book · March 2019
CITATIONS
36
READS
8,695
Penyusunan
SKALA GUTTMAN
untuk
Pengukuran Psikologi
Penyusunan
SKALA GUTTMAN
Untuk Pengukuran Psikologi
Aries Yulianto
2019
DAFTAR ISI
Prakata iii
Daftar Isi iv
Daftar Tabel vi
Daftar Gambar vii
A. SKALA GUTTMAN: APA DAN BAGAIMANA
1. Deskripsi Skala Guttman 1
a. Kelebihan skala Guttman 5
b. Kelemahan skala Guttman 10
c. Penggunaan skala Guttman 12
2. Langkah-langkah Penyusunan Skala Guttman 13 1. Menentukan aspek yang akan diukur atau dinilai 13
2. Membuat pernyataan 14
3. Memberikan kepada sejumlah responden uji coba 18
4. Menyekor jawaban 19
5. Menghitung skor total setiap responden 19
6. Melakukan analisis skalogram 20
7. Menguji validitas skala 21
B. PENYUSUNAN DAN ANALISIS SKALA GUTTMAN
3. Membuat Pernyataan Skala Guttman 23
a. Contoh 1: “sikap terhadap perilaku seksual pra-nikah” 23 b. Contoh 2: “Sikap mahasiswa terhadap aborsi” 30
4. Analisis Skalogram 33
Langkah analisis skalogram 33
Apa yang dapat dilakukan apabila diperoleh CR < 0,90 dan/atau CS
< 0,60? 50
5. Analisis Skalogram menggunakan Microsoft Excel 55
C. APLIKASI SKALA GUTMAN DALAM PENELITIAN PSIKOLOGI
6. Bersediakah Saya Berdampingan dengan Homoseksual? 83
Abstrak 83
Pendahuluan 84
Metode Penelitian 89
Hasil 90
Kesimpulan 94
7. Jarak sosial terhadap peran dan status homoseksual di kampus pada
mahasiswa psikologi 97
Abstrak 97
Pendahuluan 98
Metode 102
Hasil 104
Diskusi 106
Kesimpulan 109
D. LEMBAR KERJA
8. Lembar Kerja 1: Membuat Pernyataan Skala Guttman 111 9. Lembar Kerja 2: Latihan Analisis Skalogram 115
DAFTAR PUSTAKA 119
GLOSARIUM 124
INDEKS 125
DESKRIPSI
SKALA GUTTMAN
kala Guttman dikemukakan oleh Louis Guttman pada tahun 1944 sebagai scalogram analysis (Domino & Domino, 2006). Skala ini awalnya digunakan pada tentara di Amerika (Abdi, 2010). Louis Guttman sendiri sebenarnya tidak menyebut skala yang disusun sebagai skala Guttman, melainkan menyebutnya sebagai cumulative scale (skala kumulatif). Skala ini muncul dikarenakan L. Guttman menemukan jawaban para responden pada skala Likert mengikuti pola respons tertentu. Pola respons yang dimaksud adalah apabila sebagian besar responden menyetujui suatu pernyataan, mereka juga dapat dipastikan menyetujui suatu atau beberapa pernyataan tertentu, maupun tidak setuju pada suatu pernyataan tertentu. Misal: responden yang setuju pada pernyataan no. 6, akan setuju juga pada pernyataan no. 1 hingga 5; responden yang setuju pada no. 1-3, akan tidak setuju pada pernyataan no. 4, dst. Pola tersebut yang kemudian membuat mengapa skala ini disebut skala kumulatif.
Skala Guttman memiliki dua aspek utama, yaitu unidimensional dan kumulatif. Unidimensional artinya pernyataan-pernyataan skala dimaksudkan untuk mengukur hanya satu konsep (Wark & Galliher, 2007).
Apabila pernyataan-pernyatan dalam skala dapat diletakkan dalam suatu kontinum, maka dapat dikatakan aspek kumulatif terpenuhi. Dengan kata lain, aspek kumulatif menunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan skala dapat
S
1
Contoh berikut diambil dari Reiss (in press):
Reiss Premarital Sexual Permissiveness Scale (Short Form)
The following four questions concern your personal attitude regarding premarital sexual intercourse. First decide whether you agree or disagree with the view expressed; then indicate the level of your agreement or disagreement by circling the answer that best expresses your view. The six choices bellow follow each question.
Agree: Strongly Moderately Slightly Disagree: Strongly Moderately Slightly
1. I Believe that premarital sexual intercourse is acceptable if one is in a love relationship.
2. I Believe that premarital sexual intercourse is acceptable if one is in a relationship involving strong affection.
3. I Believe that premarital sexual intercourse is acceptable if one is in a relationship involving moderate affection.
4. I Believe that premarital sexual intercourse is acceptable if one is in a relationship without much affection.
MEMBUAT
PERNYATAAN SKALA GUTTMAN
ada bab sebelumnya telah dibahas mengenai langkah-langkah menyusun skala Guttman. Bab ini akan membahas lebih spesifik bagaimana membuat pernyataan skala Guttman, mulai dari memikirkan aspek apa yang akan diukur hingga menyusun skala yang siap diberikan kepada responden. Untuk lebih memahami pembuatan pernyataan skala Guttman, akan diberikan dua contoh.
Contoh 1: “sikap terhadap perilaku seksual pra-nikah”
Dugaan urutan dalam dimensi apa yang akan dibuat? Ada dua dimensi yang dapat dibuat untuk sikap tersebut; pertama: ‘derajat keintiman perilaku’ dan kedua: ‘derajat hubungan’. Dengan dua dimensi ini maka dapat dibuat dua buah skala Guttman berbeda untuk mengukur sikap terhadap perilaku seksual pra-nikah. Berikut akan diberikan cara membuat kedua dimensi untuk masing-masing skala.
P
3
ANALISIS
SKALOGRAM
nti dari penyusunan sebuah skala Guttman adalah apakah skala tersebut memenuhi unidimensionalitas dan kumulatif. Untuk menjawab kedua hal tersebut, Guttman mengembangkan sebuah analisis yang disebut sebagai analisis skalogram. Pada bab ini akan dijelaskan langkah-langkah dalam melakukan analisis skalogram hingga mengintrepretasikan hasilnya.
Langkah Analisis Guttman
Langkah-langkah analisis skalogram adalah sebagai berikut:
1. Buat tabel tabulasi data.
Masukkan jawaban setiap responden pada pernyataan-pernyataan skala ke dalam tabel, dimana kolom berisi pernyataan sedangkan baris berisi responden.
I
4
ANALISIS SKALOGRAM MENGGUNAKAN
MICROSOFT EXCEL
alah satu kelemahan analisis skalogram pada skala Guttman adalah sudah tidak tersedia lagi software statistik yang dapat melakukan analisis skalogram. Hal ini sudah dibahas sebelumnya pada bab 1 sebagai kelemahan skala Guttman. Sampai saat ini pun penulis belum menemukan software statistik yang dapat digunakan untuk analisis skalogram. Meskipun dari contoh analisis skalogram sebelumnya dapat dilakukan dengan manual, namun apabila responden dan pernyataannya cukup banyak, perhitungannya cukup menyita waktu dan tenaga. Pada bagian ini penulis ingin memaparkan bagaimana menggunakan formula yang ada di Microsoft Excel untuk analisis skalogram.
Catatan:
- pada contoh ini analisis menggunakan komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 10 dan Microsoft Excel 2016. Data yang digunakan adalah data dari contoh analisis skalogram sebelumnya.
- dikarenakan perbedaan setting atau pengaturan komputer, mungkin saja formula atau fungsi yang ditampilkan akan berbeda.
S
5
BERSEDIAKAH SAYA BERDAMPINGAN
DENGAN
HOMOSEKSUAL? 1
Abstrak
Homoseksual masih menjadi perdebatan yang panjang di Indonesia. Sebagian masyarakat ada yang menolak dan sebagian lagi menerima keberadaan maupun aktivitas dari kaum homoseksual. Homoseksual sering mendapatkan prasangka negatif dari masyarakat. Dalam psikologi, prasangka dapat dilihat melalui social distance (jarak sosial). Emory S. Bogardus pada tahun 1925 melakukan penelitian mengenai jarak sosial untuk melihat prasangka terhadap sejumlah kelompok ras minoritas. Jarak sosial dapat diketahui dengan menggunakan skala Guttman.
Penelitian ini mereplikasi penelitian Bogardus untuk mengetahui sejauh mana prasangka masyarakat terhadap kaum homoseksual. Ada 105 partisipan (60 perempuan, 45 laki-laki) berdomisili di Jakarta dan berusia 17 – 60 tahun (Mean
= 22,14, SD = 7,45) terlibat dalam penelitian ini. Partisipan mengisi kuesioner yang disusun menggunakan skala Guttman. Pernyataan-pernyataan pada kuesioner mirip seperti pada penelitian Bogardus, yaitu menerima kaum homoseksual menjadi: (1) tetangga, (2) warga negara di negara saya, (3) anggota keluarga, (4) turis di negara saya, (5) teman sekolah/kerja, dan (6) sahabat. Dari analisis, diperoleh CR = 0,92 dan CS = 0,77 artinya pernyataan-pernyataan dari kuesioner dapat diurutkan. Urutan jarak sosial dari yang tertinggi ke terendah adalah: (1) turis di negara saya, (2) warga negara di negara saya, (3) tetangga, (4) teman sekolah/kerja, (6) sahabat, dan (3) anggota keluarga. Tidak ada perbedaan prasangka terhadap homoseksual antara laki-laki dan perempuan.
Kata kunci: homoseksual, jarak sosial, prasangka, skala Guttman.
6
JARAK SOSIAL
TERHADAP PERAN DAN STATUS HOMOSEKSUAL DI KAMPUS PADA
MAHASISWA PSIKOLOGI
Abstrak
Akhir-akhir ini membicarakan homoseksual di Indonesia akan menimbulkan banyak perdebatan dan kontroversi di masyarakat umum maupun dunia perguruan tinggi. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa dibandingkan program studi (prodi) lainnya, mahasiswa prodi psikologi memiliki sikap yang lebih positif terhadap homoseksual. Di lain pihak, homoseksual sudah menjadi bagian di masyarakat, termasuk perguruan tinggi, dimana mereka dapat memiliki berbagai peran dan status di kampus. Mahasiswa yang memiliki jarak sosial yang tinggi terhadap homoseksual tidak akan bersedia berhubungan dengan homoseksual dalam derajat keintiman yang lebih dekat, begitu juga sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak sosial mahasiswa prodi psikologi terhadap peran dan status homoseksual di kampus. Alat ukur menggunakan skala Guttman yang mengadaptasi skala jarak sosial dari Bogardus. Responden berjumlah 111 mahasiswa (perempuan = 90, laki-laki
= 21) berasal mahasiswa fakultas psikologi sebuah universitas swasta di Jakarta, berusia 19 – 48 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa prodi psikologi memiliki jarak sosial yang besar terhadap homoseksual.
Kata Kunci: mahasiswa prodi psikologi; jarak sosial; homoseksual
7
DAFTAR PUSTAKA
Abdi, H. (2010). Guttman Scalling. Dalam N. Salkind (Ed.), Encyclopedia of Research Design. Thousand Oaks, CA: Sage.
Adewuya, A. O., & Makanjuola, R. O. A. (2005). Social distance towards people with mental illness amongst Nigerian university students. Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology, 40, 865–868.
Andrich, D. (1985). An elaboration of Guttman scaling with Rasch models for measurement. Sociological Methodology, 15, 33-80.
Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (2013).
Keputusan AP2TPI No. 02/Kep/ AP2TPI/2013 tentang Kurikulum Inti Program Studi Psikologi (S1).
Ball, R. (2009). Social distance in Japan: An exploratory study. Michigan Sociological Review, 23, 105-112.
Bogardus, E. S. (1971). Measuring social distances. Dalam K. Thomas (ed.) Attitudes and behaviour (hal. 87-97). Ringwood, Victoria: Penguin Books Australia Ltd.
Bourkel, E., Ferring, D. & Weber, G. (2012). Perceived rights of and social distance to people with Alzheimer’s disease. Gerontology Psychology, 25(1), 25–32.
Brown, G., & Langer, A. (2016). A general class of social distance measures. Political Analysis,24(2), 211-225. doi:10.1093/pan/mpw002.
Cavan, R. S. (1971). A dating-marriage scale of religious social distance. Journal for the Scientific Study of Religion, 10(2), 93-100.
Clark, K. E., & Kriedt, P. H. (1948). An application of Guttman’s new scaling techniques to an attitude questionnaire. Educational and Psychological Measurement, 8(2), 215–223.
Cohen, R. J. & Swerdlik, M. E. (2009). Psychological testing and assessment: An introduction to tests and measurement. (7th Edition).
CPPS UGM. (2014, October). Ketenagakerjaan: Orientasi seksual berbeda, LGBT masih alami diskriminasi di dunia kerja. Diunduh dari:
https://cpps.ugm.ac.id/ketenagakerjaan-orientasi-seksual-berbeda-lgbt- masih-alami-diskriminasi-di-dunia-kerja/ tanggal 20 September 2018.
Dadun, & Dwiwantika, Z. (2015). Pandangan pekerja terhadap Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Jabodetabek: Study kualitatif pengetahuan, sikap dan praktek pekerja mengenai LGBT. Diunduh dari:
https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/8baf2-6-laporan-lgbt- pekerja-reconstra.pdf
Damayanti, R. (2015). Pandangan mahasiswa terhadap Lesbian, Gay, Biseksual
2015. Diambil dari: https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/48bd0-2- laporan-lgbt-mahasiswa-.pdf tanggal 29 Agustus 2018.
Dancer, L. S. (1989, Maret). Two-dimensional scalogram analysis: Analyzing the scalability of attitudes toward abortion. Paper presented at the Annual Meeting of the American Educational Research Association, San Francisco, CA. Retrieved from http://eric.ed.gov/?id=ED310160.
Domino, G. & Domino, M. L. (2006). Psychological testing: An introduction. New York: Cambridge University Press.
Dwyer, E. E. (1993). Attitude scale construction: A review of the literature.
Retrieved from http://eric.ed.gov/?id=ED359201.
Edwards, A. L., & Kenney, K. C. (1946). A comparison of the Thurstone and Likert techniques of attitude scale construction. Journal of Applied Psychology, 30, 72-83.
Erdianto, K. (2016, August). Diskriminasi kelompok LGBT dan Pemerintah yang
"Tutup Mata". Kompas.com. Diunduh dari: https://nasional.kompas.com/
read/2016/08/21/23055511/diskriminasi.kelompok.lgbt.dan.pemerintah.ya ng.tutup.mata.
Fernández-Rodríguez, M. D. C., & Squiabro, J. C. (2014). [Prejudice and Social Distance Toward Homosexuals By University Students.]. Revista Puertorriquena de Psicologia.
Gothwal, V. K., Wright, T. A., Lamoureux, E. L., & Pesudovs, K. (2009). Guttman scale analysis of the distance vision scale. Investigative Ophthalmology and Visual Science, 50(9), 4496-4501.
Gozzoli, C., & Gazzaroli, D. (2018). The Cultural Intelligence Scale (CQS): A Contribution to the Italian Validation. Frontiers in psychology, 9, 1183-.
doi:10.3389/fpsyg.2018.01183.
Greene, B., & Croom, G.L. (2000). Psychological perspectives on lesbian and gay issues, Volume 5: Education, research, and practice in lesbian, gay, bisexual and transgender psychology: A resource manual. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Hampe, G. D., Ruppel, H. J., & Christensen, H. T. (1974) The measurement of premarital sexual permissiveness: A comparison of two Guttman Scales.
Journal of Marriage and Family, 36(3), 451-468. doi: 10.2307/350716.
Haryanto, S. (2016). Muslim students and attitudes toward gay men. Asian Journal of Social Sciences and Management Studies, 3(4), 256-265.
Hiller, R. M., Weber, N., & Young, R. L. (2014). The validity and scalability of the theory of mind scale with toddlers and preschoolers. Psychological Assessment, 26(4), 1388–1393. doi: 10.1037/a0038320.
Howell, R. J. (2010). The Guttman approach to modeling drug sequences:
Bridging literature gaps. Canadian Social Science, 6(3), 1-15.
IBM (2013, agustus). Are Guttman scale statistics available in current version of SPSS? Retrieved from: www-01.ibm.com/support/docvie.wss?uid=
swg21477112.
Indonesia termasuk paling tidak toleran terhadap homoseksualitas (2013, 5 Juni).
VOA Indonesia. Diambil dari http://www.voaindonesia.com/content/
indonesia-termasuk-paling-tidak-toleran-terhadap-homoseksualitas/
1675468.html
Indrawan, A. (2016, February). Rektor Unsoed: Jangan budayakan LGBT di Kampus. Republika.co.id. Diunduh dari: https://www.republika.co.id/berita/
nasional/umum/16/02/22/o2xrlu365-rektor-unsoed-jangan-budayakan- lgbt-di-kampus.
Ing, M., & Denson, N. (2013). Entering first-year students’ openness to diversity:
A comparison of intended engineering majors with other majors within an ethnically diverse institution. Journal of Women and Minorities in Science and Engineering, 19(4), 349-363.
Islam larang homoseksual tapi tak menghukum (2010). Diambil dari http://nasional.news.viva.co.id/news/read/167037--islam-larang-
homoseksual-tapi-tak-menghukum-
Kaplan, D. (2005). Public intimacy: Dynamics of seduction in male homosocial interactions. Symbolic Interaction, 28(4), 571-595.
Karakayali, N. (2009). Social distance and affective orientations. Sociological Forum, 24(3), 538-562. https://doi.org/10.1111/j.1573-7861.2009.01119.x KBBI (2018) Status. Diambil dari: https://kbbi.web.id/status tanggal 10 Agustus
2018.
King, C. E., & Christensen, A. (1983). The relationship events scale: A Guttman scaling of progress in courtship. Journal of Marriage and Family, 45(3), 671- 678.
Komisioner: Internal Komnas HAM belum paham isu Lesbian dan Gay (2015, 19 Januari). Diambil dari: http://news.metrotvnews.com/read/2015/01/19/
347084/komisioner-internal-komnas-ham-belum-paham-isu-lesbian-dan- gay.
Koslowsky, M., Pratt, G. L., & Wintrob, R. M. (1976). The application of Guttman scale analysis to physicians' attitudes regarding abortion. Journal of Applied Psychology, 61(3), 301-304.
Lee, M. Y., Sapp, S. G., & Ray, M. C. (1996). The reverse social distance scale.
The Journal of Social Psychology, 136(1), 17-24.
Lindemann, D. F., & Brigham, T. A. (2003). A Guttman scale for assessing condom use skills among college students. AIDS and Behavior, 7(1), 23- 27.
Mahasiswa demo minta KPU Pekanbaru tolak cagub homo (2013, 15 Mei).
Diambil dari: http://www.merdeka.com/peristiwa/mahasiswa-demo-minta- kpu-pekanbaru-tolak-cagub-homo.html
Mather, D. M., Jones, S. W., & Moats, S. (2017). Improving upon Bogardus:
Creating a More Sensitive and Dynamic Social Distance Scale. Survey Practice. https://doi.org/10.29115/SP-2017-0026
Survei LSI: Homofobia meningkat di Indonesia (2012, 23 Oktober).
Beritasatu.com. Diambil dari: https://www.beritasatu.com/love-and- sex/79148-lsi-homofobia-meningkat-di-indonesia.html
Ueno, K. (2005). Sexual orientation and psychological distress in adolescence:
Examining interpersonal stressors and social support processes. Social Psychology Quartely, 68(3), 258-277.
Uhlaner, L. M. (2005). The use of the Guttman scale in development of a family orientation Index for small-to-medium-sized firm. Family Business Review, 18(1), 41-56.
van Schuur, W, H. (2003). Mokken scale analysis: Between the Guttman scale and parametric item response theory. Political Analysis, 11, 139–163. doi:
10.1093/pan/mpg002.
Wark, C. & Galliher, J. F. (2007). Emory Bogardus and the origins of the social distance scale. The American Sociologist, 38(4), 383-395.
Wilson, M. (2005). Constructing measures: An item response modeling approach.
Mahwah, New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Inc.
Wurinanda, I. (2016, Januari). Ini penjelasan Menristekdikti terkait LGBT di kampus. Diunduh dari: https://news.okezone.com/read/2016/01/25/65/
1296476/ini-penjelasan-menristekdikti-terkait-lgbt-di-kampus.
Yang, D. & Chou, C. P. (1988). A SAS/IML for Guttman Scale Analysis. Dalam SAS Conference Proceedings: Western Users of SAS Software 1998.
October 14-16, 1998, Oakland, California, p. 434-439.
Yulianto, A. (2015). Bersediakah Saya Berdampingan dengan Homoseksual?.
Prosiding Konferensi Nasional III Ikatan Psikologi Klinis (IPK) – HIMPSI tahun 2015, hlm 102-110.
Yulianto, A. (2018). College students’ attitude toward homosexual. Dalam I.
Karnadi, N. Djaja, & Hamin (eds.) Proceeding of the 2017 International Multidisciplinary Conferences on Productivity and Sustainability. p.128-133.
McConaghy, M. J. (1975). Maximum possible error in Guttman scales. The Public Opinion Quarterly, 39(3), 343-357.
Menzel, H. (1953). A new coefficient for scalogram analysis. Public Opinion Quarterly, 17, 268- 80. http://dx.doi.org/10.1086/266460.
MUI keluarkan fatwa hukuman mati bagi kaum homoseksual (2015, 18 Maret) Diambil dari http://www.tribunnews.com/nasional/2015/03/18/mui- keluarkan-fatwa-hukuman-mati-bagi-kaum-homoseksual.
Oppenheim, A. N. (1992). Questionnaire design, interviewing, and attitude measurement. New York: Continuum.
Peregrine, P. N., Ember, C. R., & Ember, M. (2004). Universal patterns in cultural evolution: An empirical analysis using Guttman scalling. American Anthropologist, 106(1), 145-149.
Pereira, C., Vala, J., & Costa-Lopes, R. (2010). From prejudice to discrimination:
The legitimizing role of perceived threat in discrimination against immigrants. European Journal of Social Psychology.
https://doi.org/10.1002/ejsp.718
Pranckeviciene, A., Zardeckaite-Matulaitiene, K., Marksaityte, R., Endriulaitiene, A., Tillman, D. R., & Hof, D. D. (2018). Social distance in Lithuanian psychology and social work students and professionals. Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology. https://doi.org/10.1007/s00127-018-1495-0.
Rakhmahappin, Y. & Prabowo, A. (2014). Kecemasan sosial kaum homoseksual gay dan lesbian. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan (JIPT), 2(02), 199-212.
Reiss, I. L. (in press). Reiss Premarital Sexual Permissiveness Scale (short Form). Dalam T. R. Fisher, C. Davis, W. L. Yarber, R. Milhausen, & J.
Sakaluk (editor). The Handbook of sexuality-Related Measures (4 ed.).
New York: Taylor and Francis.
Rizky, F. (2017, Mei). Dukung sikap Rektor Unand tolak LGBT, MUI: Itu penyimpangan perilaku sosial, Diunduh dari: https://news.okezone.com/
read/2017/05/01/337/1680689/dukung-sikap-rektor-unand-tolak-lgbt-mui- itu-penyimpangan-perilaku-sosial.
Roberts, J. S., Laughlin, J. E., & Wedell, D. H. (1999). Validity Issues in the Likert and Thurstone approaches to attitude measurement. Educational and Psychological Measurement, 59(2), 211-233.
Rowatt, W. C., LaBouff, J., Johnson, M., Froese, P., & Tsang, J. (2009).
Associations among religiousness, social attitudes, and prejudice in a national random sample of American adults. Psychology of Religion and Spirituality, 1(1), 14–24.
Shye, S. (1988). Louis Guttman 1916-1987. Applied Psychological Measurement, 12(1), 1-4.
Siegel, S. & Shepherd, I. L. (1959). An ordered metric measure of social distance.
Sociometry, 22(4), 336-342.
Sugiyono, P. D. (2013). Statistik untuk Penelitian. CV. Alvabeta Bandung.
GLOSARIUM
Analisis skalogram = analisis yang dilakukan untuk mengetahui apakah skala Guttman yang disusun telah memenuhi asumsi unidimensional dan kumulatif.
Central tendency response style = responden style yang terjadi dimana responden cenderung untuk memilih kategori respons di tengah pada hampir seluruh pernyataan.
Coefficient of Reproducibility (CR, R, atau Rep) = koefisien yang menunjukkan sejauh mana pola respons dari seorang individu dapat diprediksi hanya dari pengetahuan tentang skor total individu tersebut.
Coefficient of Scalability (CS) = koefisien yang menunjukkan sejauh mana respons terhadap skala dapat diprediksi hanya dari frekuensi marjinal respons terhadap pernyataan.
Error = deviasi atau penyimpangan dari pola respons berdasarkan data yang diperoleh dibandingkan pola yang diprediksikan dari skor yang sama.
Extreme response style = response style yang terjadi ketika responden cenderung memilih kategori respons yang ekstrim (“sangat tidak setuju” atau “sangat setuju”) pada hampir seluruh pernyataan.
Kumulatif = pernyataan-pernyataan skala dapat diurutkan berdasarkan skor total.
Marginal error = nilai terkecil antara MEaitem dan MEindividu.
Metode Goodenough = metode perhitungan error, dimana menghitung error sebagai setiap pola respons yang tidak sesuai dengan prediksi.
Prasangka = disposisi yang naluriah dan spontan untuk mempertahankan jarak sosial dari kelompok lain.
Reproduksibilitas = konsep reliabilitas yang menunjukkan bahwa hanya dari skor total responden dapat diketahui repons jawaban responden tersebut pada skala.
Unidimensional = konsep pengukuran dimana pernyataan-pernyataan skala dimaksudkan untuk mengukur hanya satu konsep.
Validitas konstruk = metode validitas untuk mengetahui sejauh mana alat ukur mengukur konstruk teoritis yang hendak diukur.
INDEKS
A Analisis skalogram 2, 4, 8, 9, 20, 33, 55 B Bogardus 13, 83, 86, 93
C Coefficient of Reproducibility 18, 43, 72 Coefficient of Scalability 18, 43, 72 CR, lihat Coefficient of Reproducibility CS, lihat Coefficient of Scalability Cumulative scale 1
D Diskriminasi 12, 85, 86 E Error 4, 40, 41
I Item response theory (IRT) 8, 11 J Jarak sosial 11, 16, 17, 18, 83, 86
K Kelompok kontras 22
Koefisien reproduksibilitas, lihat Coefficient of Reproducibility
Koefisien skalabilitas, lihat Coefficient of Scalability
Kumulatif 1, 5, 9, 11, 14, 16, 18 M Marginal error (ME) 46 Metode menghitung error
Metode Cornell 40
Mokken scale analysis 8 Multidimensional 10 P Prasangka 83-86, 96
R R, lihat Coefficient of Reproducibility Reiss Extramarital Sexual Permissive
Scale – Short Form 14, 15, 16, 18 Reliabilitas 20, 43, 73
Reproduksibilitas 6, 18, 43, 49 Response style
Central tendency response style 6 Extreme response style 6 S
Scalogram analysis, lihat analisis skalogram
Skala kumulatif, lihat cumulative scale Skala Likert 1, 5, 6, 7, 8, 10, 16, 54 Skala Thurstone 5, 7, 10,
Social distance, lihat jarak sosial
U Unidimensional 1, 5, 9, 10, 11, 16, 18, 33
V Validitas Validasi 18
Validitas konstruk 21
Penulisan buku “Penyusunan Skala Gu man untuk Pengukuran Psikologi”
ini didasari oleh pengalaman penulis dalam mengajar penyusunan alat ukur psikologi, melakukan peneli an menggunakan skala Gu man, serta terbatasnya referensi mengenai skala Gu man. Skala Gu man sendiri dak terlalu banyak digunakan dalam peneli an psikologis, padahal menurut penulis, skala Gu man memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri.
Buku ini mencoba untuk memaparkan mengenai skala Gu man, mulai dari dasar pemikiran, kelebihan dan kekurangan, penulisan pernyataan skala, analisis skala, hingga contoh peneli an menggunakan skala Gu man yang dilakukan peneli sendiri. Buku ini juga memaparkan langkah-demi-langkah melakukan analisis skala Gu man menggunakan Microso Excel. Pada bagian akhir buku ditambahkan lembar kerja agar mahasiswa ataupun pembaca dapat berla h membuat pernyataan skala Gu man dan melakukan analisis skalogram dari data yang diberikan.
Buku ini berisi:
1. Deskripsi Skala Gu man
2. Langkah-langkah Penyusunan Skala Gu man 3. Membuat Pernyataan Skala Gu man
4. Analisis Skalogram
5. Analisis Skalogram menggunakan Microso Excel 6. Bersediakah Saya Berdampingan dengan Homoseksual?
7. Jarak sosial terhadap peran dan status homoseksual di kampus pada mahasiswa psikologI
8. Lembar Kerja
Surat Pencatatan Ciptaan Buku:
No. EC00201933450, 21 Maret 2019 Ditjen Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum & HAM RI