• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Di penghujung tahun 2014, tepatnya pada hari Minggu tanggal 28 Desember menjadi hari berduka bagi dunia penerbangan Indonesia. Yaitu saat pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 8501 dari Surabaya menuju Singapura mengalami kecelakaan. Pesawat yang take off dari Bandara Juanda Surabaya dengan tujuan Bandara Changi Singapura ini mengangkut 162 penumpang dan kru pesawat. Pilot dari pesawat AirAsia QZ 8501 ini adalah Kapten Irianto dengan Kopilot Remi Emmanuel Plesel. Pesawat AirAsia QZ 8501 take off dari Bandara Juanda pada pukul 05.36 WIB dengan membawa 155 penumpang: Indonesia (149), Korea Selatan (3), Inggris (1), Malaysia (1), Singapura (1). Pesawat AirAsia QZ 8501 berputar-putar selama 12 menit sejak berkontak dengan menara kontrol Soekarno-Hatta hingga hilang dari radar. Pilot Irianto sempat menaikkan pesawat menuju 36.300 kaki dari 32.000 kaki untuk menghindari awan kumulonimbus. Sempat tiga kali berbelok, pesawat tak kuasa menahan derasnya angin dan suhu buku yang mencapai -40 derajat Celcius. Pukul 06.24 WIB, pesawat perlahan-lahan menurun dengan ketinggian mendekati 36.000 kaki. Faktor fenomena cuaca diperkirakan membuat mesin pesawat mati. Pesawat berada dalam awan kumulonimbus dengan lebar 450 km dengan tinggi 13 kilometer atau berada dalam ketinggian 1.80040.000 kaki. Suhu puncak awan mencapai 80 derajat Celcius sampai -85 derajat Celcius. Pesawat jatuh di Selat Karimata, berada pada koordinat 03.52,50 LS dan 110.30,53 BT, 03.52,73 LS dan 110.30,18 BT, dan 03.52,62 LS dan 110. 29,39 BT (TEMPO, 11/01/2015).

Sejak pertama kali beredarnya kabar hilangnya pesawat AirAsia QZ 8501, berbagai media massa dari warta online, media cetak hingga televisi di Indonesia pun kemudian mulai mencari fakta seputar hilangnya pesawat tersebut. Kompas.com sebagai salah satu media online terkemuka di Indonesia

(2)

2

melaporkan berita pertamanya seputar hilangnya pesawat AirAsia pada pukul 09.57 WIB. Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Murjatmojo memastikan bahwa pesawat tersebut hilang dalam pantauan radar. "Saat ini saya sedang di pos pemantauan untuk menunggu berbagai laporan yang masuk," (sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/12/28/09 5718626/Pesawat.AirAsia.dari.Surabaya.ke.Singapura.Dilaporkan.Hilang diakses pada 18 Januari 2015 pukul 12.03 WIB).

Kejadian hilangnya pesawat AirAsia ini lalu menjadi headline segala bentuk media massa di Indonesia. Para jurnalis media kemudian berburu data dan fakta di lapangan agar cepat disampaikan untuk khalayak luas. Dalam penyampaiannya, para awak jurnalis tidak menggunakan kata 'korban' dalam beritanya melainkan kata 'penumpang' meskipun beberapa hari setelah kejadian hilangnya pesawat AirAsia ditemukan puing-puing mirip bagian pesawat di Selat Karimata. Hal ini disebabkan karena belum ada konfirmasi resmi dari Tim Basarnas ataupun Kementrian Perhubungan Indonesia tentang kondisi terakhir dari pesawat AirAsia. Hingga pada Selasa 30 Desember 2014 pukul 15.30 WIB, melalui situs Kompas.com Kepala Basarnas Marsdya TNI F Henry Bambang Sulistyo menyatakan bisa dipastikan 95 persen bahwa AirAsia QZ 8501 yang hilang di telah ditemukan. "Yang 5 persen belum bisa saya pastikan karena saya belum melihat sendiri." (sumber: http://nasional.kompas.com/read/2014/12/30/15304161/Kepala.Basarnas.95.P ersen.AirAsia.QZ 8501.Ditemukan diakses pada 18 Januari 2014 pukul 13.16 WIB)

Sejak dipastikannya bahwa pesawat AirAsia QZ 8501 dari Surabaya menuju Singapura mengalami kecelakaan, muncul ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan atas kejadian yang menimpa maskapai tersebut. Salah satu ucapan belasungkawa hadir dari mantan Presiden Republik Indonesia yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. Melalui akun twitter-nya, Susilo Bambang Yudhoyono menuliskan ucapan belasungkawa terhadap keluarga korban kecelakaan AirAsia QZ 8501: "Turut berduka cita sedalam-dalamnya

(3)

3 kepada keluarga korban pesawat QZ 8501, semoga selalu diberi ketabahan & kekuatan. *SBY*" (Sumber: https://twitter.com/SBYudhoyono /status/550128747265785856 diakses pada 18 Januari 2014 pukul 13.32 WIB).

Ucapan belasungkawa juga datang dari perusahaan-perusahaan dan media terkemuka di Indonesia. Salah satu perusahaan terkemuka yang memberikan ucapan belasungkawa adalah perusahaan asuransi Allianz. Bentuk ucapan turut berduka cita yang dibuat oleh Allianz ditampilkan di situs online resmi milik Allianz yaitu www.allianz.co.id. Ucapan ini berupa gambar berisikan simbol hati dan kalimat duka.

Gambar 1.1.

#prayforQZ 8501 oleh Allianz

Sumber: http://www.allianz.co.id/community-detail/prayforQZ 8501-1925-1

Ucapan turut berduka cita juga datang dari berbagai perusahaan media terkemuka di Indonesia. Sindo TV dalam akun resmi youtube-nya menampilkan tayangan ucapan belasungkawa berdurasi 11 detik dengan isi berupa kalimat ucapan turut berduka cita.

(4)

4

Gambar 1.2.

SindoTV - Belasungkawa AirAsia QZ 8501

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=WTFerBRtHak

Ucapan belasungkawa juga hadir dari salah satu media ternama di Indonesia yaitu Kompas Gramedia. Kompas Gramedia membuat tayangan iklan berdurasi 30 detik yang ditayangkan Kompas TV dan diunggah juga di akun resmi youtube mereka. Sebagai stasiun televisi milik Kompas Gramedia, Kompas TV menayangkan iklan berjudul 'Greeting AirAsia Belasungkawa' sebagai bentuk belasungkawa Kompas Gramedia untuk keluarga korban kecelakaan AirAsia. Iklan ini ditayangkan di jeda iklan saat berlangsungnya program berita Breaking News Kompas TV.

Gambar 1.3.

Cuplikan iklan Greeting AirAsia Belasungkawa

(5)

5 Iklan berdurasi 30 detik ini memang sangat sederhana secara visual. Hanya menampilkan beberapa kalimat ucapan belasungkawa dan beberapa tanda di dalamnya. Namun meskipun sangat sederhana, iklan ini menonjolkan salah satu elemen visualnya secara dominan dan berbeda dengan iklan atau bentuk ucapan lainnya, yaitu lilin. Lilin di dalam iklan tersebut adalah sebuah simbol dan tentu saja memiliki makna yang mendalam. "Suatu simbol dari perspektif kita, adalah sesuatu yang memiliki signifikansi dan resonansi kebudayaan. Simbol tersebut memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dan memiliki makna mendalam" (Berger, 2010:28). Dalam proses komunikasi kita menyadari bahwa pesan yang disampaikan akan diterima dengan berbeda jika dikemas dengan bentuk yang berbeda. Misalnya saja kita jika mengumpat akan sesuatu dengan ekspresi marah tentu akan berbeda maknanya jika kita melakukannya dengan tersenyum.

Iklan Greeting AirAsia Belasungkawa oleh Kompas Gramedia juga memberikan kesan yang berbeda dengan berbagai tanda di dalamnya. Beberapa jenis ucapan belasungkawa dari perusahaan-perusahaan lain hanya menampilkan beberapa kalimat turut berduka cita dan foto pesawat AirAsia dalam iklannya. Berbeda dengan iklan lainnya, iklan dari Kompas Gramedia menampilkan lilin sebagai penguat kesan belasungkawa dalam iklan mereka. Lilin dalam iklan tersebut tidak terlalu berarti jika disaksikan sekilas, namun kekuatan pesan yang kita terima tentu akan berbeda jika lilin tersebut dihilangkan.

Dalam ilmu komunikasi kita mengenal salah satu metode analisis bernama semiotika. Sobur (2009:15) menjelaskan bahwa semiotika adalah suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda. "Tanda adalah sesuatu yang terdiri pada sesuatu yang lain atau menambah dimensi yang berbeda pada sesuatu, dengan memaknai apa pin yang dapat dipakai untuk mengartikan sesuatu lainnya" (Berger, 2010:1). Littlejohn (dalam Sobur, 2009:15) menjelaskan juga bahwa tanda-tanda (signs) adalah basis dari seluruh komunikasi. Lilin dalam iklan tersebut pasti memiliki makna tersendiri sesuai dengan konteksnya. Kita semua mengetahui bahwa lilin secara fungsional adalah alat

(6)

6

bantu penerangan yang digunakan sebelum ditemukannya lampu pijar dan masih digunakan saat ini ketika kita mengalami pemadaman listrik. Lalu apa sebenarnya makna yang terkandung pada lilin dalam iklan tersebut? Mungkinkah jika lilin yang ada di dalam iklan tersebut berhubungan dengan ideologi tertentu? James Lull (dalam Sobur, 2009:65) berpendapat, ideologi merupakan ungkapan yang paling tepat untuk mendeskripsikan nilai dan agenda publik dari bangsa, kelompok agama, kandidat dan pergerakan politik, organisasi bisnis, sekolah, serikat buruh, bahkan regu olahraga profesional dan orkes rock. Jika dilihat dari definisinya maka mungkin saja lilin di dalam iklan tersebut memiliki nilai-nilai atau ideologi tertentu yang tidak terlihat secara kasat mata.

Dalam penelitian kali ini penulis akan menggunakan semiotika Roland Barthes. Semiotika Barthes akan menjabarkan secara denotatif, konotatif dan mitos terhadap lilin yang ada dalam iklan tersebut. "Tujuan utama dari semiotika media adalah mempelajari bagaimana media massa menciptakan atau mendaur ulang tanda untuk tujuannya sendiri. ..., ini dilakukan dengan bertanya (1) apa yang dimaksudkan atau direpresentasikan oleh sesuatu; (2) bagaimana makna itu digambarkan; dan (3) mengapa ia memiliki makna sebagaimana ia tampil" (Danesi, 2010:40). "Barthes dalam tesisnya mengatakan bahwa struktur makna yang terbangun di dalam produk dan genre media diturunkan dari mitos-mitos kuno dan pelbagai peristiwa media ini mendapatkan jenis signifikasi yang sama dengan signifikasi yang secara tradisional hanya dipakai di dalam ritual-ritual keagamaan" (Danesi, 2010:39). Dalam penelitian ini penulis akan mengungkap makna yang terkandung pada lilin sebagai suatu simbol pada iklan tersebut. Melalui penjabaran makna secara denotasi, konotasi hingga mitos diharapkan makna sesungguhnya pada lilin dalam iklan "Greeting AirAsia Belasungkawa" dapat tersampaikan kepada khalayak secara jelas.

(7)

7

1.2. Fokus Penelitian

Fokus dalam penelitian ini adalah: “Apa makna yang terkandung pada lilin dalam iklan Kompas Gramedia "Greeting AirAsia Belasungkawa"?"

Adapun pertanyaan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Bagaimana lilin memberikan makna dalam iklan Kompas Gramedia "Greeting AirAsia Belasungkawa"?

2) Bagaimana teks dalam iklan Kompas Gramedia "Greeting AirAsia Belasungkawa" memperkuat makna yang terkandung pada lilin tersebut? 3) Bagaimana latar belakang suara (backsound) dalam iklan Kompas

Gramedia "Greeting AirAsia Belasungkawa" memperkuat makna yang terkandung pada lilin tersebut?

4) Bagaimana latar belakang visual (background) dalam iklan Kompas Gramedia "Greeting AirAsia Belasungkawa" memperkuat makna yang terkandung pada lilin tersebut?

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Untuk mengetahui bagaimana lilin memberikan makna dalam iklan Kompas Gramedia "Greeting AirAsia Belasungkawa.

2) Untuk mengetahui bagaimana teks dalam iklan Kompas Gramedia "Greeting AirAsia Belasungkawa" memperkuat makna yang terkandung pada lilin.

3) Untuk mengetahui bagaimana latar belakang suara (backsound) dalam iklan Kompas Gramedia "Greeting AirAsia Belasungkawa" memperkuat makna yang terkandung pada lilin.

4) Untuk mengetahui bagaimana latar belakang visual (background) dalam iklan Kompas Gramedia "Greeting AirAsia Belasungkawa" memperkuat makna yang terkandung pada lilin.

(8)

8

1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Aspek Teoretis

Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menjadi tambahan wawasan dan juga referensi bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian semiotika, terutama bagi mahasiswa yang akan menggunakan metode semiotika Roland Barthes.

1.4.2. Aspek Praktis

Secara praktis, diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan ataupun masukan bagi perusahaan-perusahaan yang akan menggunakan lilin dalam iklan layanan masyarakat mereka. Serta dapat mengingatkan bahwa penggunaan lilin sebagai suatu objek harus digunakan sesuai dengan konteks dan ideologi pembuat agar tidak salah dalam tujuan penggunaannya. Diharapkan juga penelitian ini dapat berguna bagi masyarakat luas dalam memahami makna lilin sebagai suatu simbol tertentu

1.5. Tahapan Penelitian

Untuk melakukan sebuah penelitian, adalah perlu untuk mengetahui tahap-tahap yang akan dilakukan dalam proses penelitian. Untuk itu peneliti menyusun tahap-tahap penelitian yang lebih sistematis agar diperoleh hasil penelitian yang sistematis pula. Berikut ini adalah langkah-langkah umum yang dijadikan pedoman oleh peneliti:

(9)

9

Gambar 1.4.

Tahapan Penelitian

Sumber: Alex Sobur, Analisis Teks Media. 2009:154

1.6. Lokasi dan Waktu Penelitian 1.6.1. Lokasi Penelitian

Lokasi untuk pencarian data primer (Iklan Kompas Gramedia "Greeting AirAsia Belasungkawa) adalah di kampus Universitas Telkom, dan untuk pencarian data sekunder (buku-buku literatur dan pencarian data di website tertentu) adalah di perpustakaan kampus Universitas Telkom.

1.6.2. Waktu Penelitian

Tabel 1.1.

Waktu Penelitian

Kegiatan Bulan

Januari Februari Maret April Mei Juni Juli

Mencari Ide Mengumpulkan Data Pencarian Teori Memilih Topik

Menentukan Objek Penelitian

Menentukan Metode Pengolahan Data

Mengklasifikasi Data

Menganalisis Data

(10)

10 Pengajuan Seminar Proposal Seminar Proposal Penelitian Iklan Pengolahan data Penyusunan Laporan Pengajuan Sidang Skripsi Sidang Skripsi

Referensi

Dokumen terkait

algoritma kompresi LZW akan membentuk dictionary selama proses kompresinya belangsung kemudian setelah selesai maka dictionary tersebut tidak ikut disimpan dalam file yang

Menurut Cohen (2004) bahwa kebahagiaan merupakan sebuah emosi yang positif atau perasaan yang dapat digambarkan dengan kata-kata seperti kesenangan, sebuah

Spektra FTIR serbuk hidroksiapatit hasil sintesa limbah dental gypsum tanpa pemanasan dengan waktu sintesa 40 menit.!. Spektra FTIR serbuk hidroksiapatit hasil sintesa

Dengan hasil penelitian ini dapat dilihat keakuratan diagnostik potong beku, sitologi imprint intraoperasi, dan gambaran USG pada pasien dengan diagnosa tumor ovarium untuk

6. Periode Undang-Undang No. 21 Periode Undang-Undang No. 21 Periode Undang-Undang No. 21 Periode Undang-Undang No. 21 Periode Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang

Bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dapat memberikan suatu karya penulisan baru yang dapat mendukung dalam pengolahan data pada sistem informasi inventori barang

Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer terpenuhi, namun tetap harus dipenuhi, agar kehidupan manusia berjalan dengan baik. Contoh: pariwisata

(2005) bahwa untuk jumlah lebih banyak akan menghasilkan intensitas pola interferensi yang lebih tajam. Jika interferensi yang teramati jelas, maka dalam menentukan terang