PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahim Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas rahmat, taufiq dan hidayahNya, sehingga dapat menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Tugas Pengadilan Agama Nganjuk Tahun 2013.
Laporan ini dimaksudkan sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas selama tahun anggaran 2013 untuk dijadikan bahan evaluasi dan perencanaan guna penyempurnaan tugas dimasa yang akan datang.
Dalam penyajian laporan ini kami menyadari bahwa disana sini masih banyak kekurangan-kekurangan baik menyangkut sistematikannya ataupun materi laporannya.
Oleh karena itu kami mengharap koreksi dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan laporan yang akan datang.
Akhirnya semoga laporan ini ada manfaatnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Nganjuk, 31 Desember 2013 Ketua Pengadilan Agama Nganjuk
Drs. H. ADNAN QOHAR, S.H.,M.H NIP. 19581221 198703 1 002
DAFTAR ISI
Pengantar... ...i
Daftar Isi...ii
Bab I Pendahuluan………...………....1
Kebijakan Umum Peradilan………...…………..2
Visi dan Misi………...….…5
Renstra………...……...6
Bab II Struktur Organisasi (Tupoksi)………...9
Penyusunan Alur Tupoksi………...…...9
Penyusunan Standart Operasional Prosedur (SOP)……..…37
Bab III Keadaan Perkara (dilampirkan matrik terlampir)…………..…...40
Bab IV Pengawasan Internal...43
Bab V Pembinaan dan Pengelolaan...49
Sumber Daya Manusia………...….49
Sumber Daya Manusia Teknis Yudisial………..……...49
Sumber Daya Manusia Non Teknis Yudisial………. ....50
Promosi dan Mutasi...51
Pengisian Jabatan Struktural...52
Pengelolaan Sarana dan Prasarana...52
Sarana dan Prasarana Gedung...53
Sarana dan Prasarana Fasilitas Gedung...54
Pemeliharaan Prasarana...55
Penghapusan...56
Pengelolaan Keuangan………..56
Belanja Pegawai (dilampirkan matrik Terlampir)...57
Pagu...57
Sisa...57
Belanja Barang (dilampirkan matrik terlampir)...58
Pagu...58
Realisasi...59
Sisa...59
Belanja Modal (dilampirkan matrik terlampir)...59
Pagu...59
Realisasi...60
Sisa...60
Pengelolaan Administrasi………..60
Administrasi Perkara (dilampirkan matrik terlampir)……..60
Administrasi Umum………...67
DAFTAR ISI
Pengantar... ...i
Daftar Isi...ii
Bab I Pendahuluan………...………....1
Kebijakan Umum Peradilan………...…………..2
Visi dan Misi………...….…5
Renstra………...……...6
Bab II Struktur Organisasi (Tupoksi)………...9
Penyusunan Alur Tupoksi………...…...9
Penyusunan Standart Operasional Prosedur (SOP)……..…37
Bab III Keadaan Perkara (dilampirkan matrik terlampir)…………..…...40
Bab IV Pengawasan Internal...43
Bab V Pembinaan dan Pengelolaan...49
Sumber Daya Manusia………...….49
Sumber Daya Manusia Teknis Yudisial………..……...49
Sumber Daya Manusia Non Teknis Yudisial………. ....50
Promosi dan Mutasi...51
Pengisian Jabatan Struktural...52
Pengelolaan Sarana dan Prasarana...52
Sarana dan Prasarana Gedung...53
Sarana dan Prasarana Fasilitas Gedung...54
Pemeliharaan Prasarana...55
Penghapusan...56
Pengelolaan Keuangan………..56
Belanja Pegawai (dilampirkan matrik Terlampir)...57
Pagu...57
Realisasi...57
Belanja Barang (dilampirkan matrik terlampir)...58
Pagu...58
Realisasi...59
Sisa...59
Belanja Modal (dilampirkan matrik terlampir)...59
Pagu...59
Realisasi...60
Sisa...60
Pengelolaan Administrasi………..60
Administrasi Perkara (dilampirkan matrik terlampir)……..60
Administrasi Umum………...67
BAB I
PENDAHULUAN
Berdasarkan pasal 24 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang telah diamandemen disebutkan bahwa “Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer , lingkungan peradilan tata usaha Negara, dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi”. Dengan amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut, khususnya Bab IX tentang kekuasaan kehakiman, sebagai respon terhadap penyelenggaraan kekuasaan kehakiman. Sebagai respon terhadap penyesuaian tersebut, lahirlah Undang-Undang nomor 4 tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman dan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2004 tentang Mahkamah Agung.
Karena Undang-Undang nomor 4 tahun 2004 tidak sesuai lagi dengan perkembangan kebutuhan hukum dan ketatanegaraan menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Undang-Undang tersebut dicabut dan dinyatakan tidak berlaku dan lahirlah Undang-Undang nomor 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Berdasarkan pasal 21 Undang-Undang nomor 48 tahun 2009 dinyatakan bahwa, “organisasi, administrasi, dan financial Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya berada di bawah Kekuasaan Mahkamah Agung”. Dengan demikian berdasarkan pasal tersebut lahirlah apa yang disebut dengan Peradilan Satu Atap.
Sementara itu, dalam pasal 21 ayat (2) Undang-Undang Nomor : 48 tahun 2009 disebutkan bahwa “ketentuan mengenai organisasi, adminstrasi, dan finansial badan peradilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk masing-masing lingkungan peradilan diatur dalam Undang-Undang sesuai dengan kekhususan lingkungan peradilan masing-masing”. Sebagai realisasi dari pasal untuk Peradilan Agama lahirlah
Undang-Undang nomor 50 tahun 2009 tentang Peradilan Agama sebagai penyempurnaan kedua dari Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989.
Pengadilan Agama Nganjuk merupakan salah satu pelaksana Kekuasaan Kehakiman yang bertugas menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila, dengan tugas pokok menerima, memeriksa dan memutus serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya antara orang-orang yang beragama Islam dan tugas lain yang diberikan berdasarkan peraturan perundang-undangan;
Setelah berlakunya Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Perubahan Pertama Atas Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama dan Undang-Undang nomor 50 tahun 2009 tentang Peradilan Agama sebagai penyempurnaan kedua dari Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989, maka sejak itu tugas dan wewenang Peradilan Agama bertambah yaitu memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam dibidang : perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infaq, shadaqah dan ekonomi syari’ah. Dengan adanya perubahan tersebut tentu membawa konsekwensi yang luar biasa terhadap pengembangan dan pengelolaan Peradilan Agama ke depan baik itu dari segi ketenagaan (Sumber Daya Manusia), administrasi, financial maupun sarana dan prasarana;
Penyusunan laporan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran pertanggungjawaban kinerja Pengadilan Agama Nganjuk kepada Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya dan Mahkamah Agung R.I untuk dijadikan bahan evaluasi dan perencanaan guna penyempurnaan kinerja di tahun berikutnya dan sekaligus sebagai bahan informasi kepada jajaran peradilan lainnya serta masyarakat. Secara rinci pelaksanaan tugas Pengadilan Agama Nganjuk selama tahun 2013 sebagaimana terurai dalam diskripsi dibawah ini.
A. KEBIJAKAN UMUM PERADILAN
Reformasi sebagai awal dari tonggak perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara telah meniupkan angin pembaharuan. Mulai dari aspek ekonomi, politik, sosial
dan budaya bahkan hukum. Keran informasi yang semula ditutup rapat-rapat dengan alasan isu stabilitas dan keamanan telah membungkam keinginan banyak rakyat untuk dapat mengakses informasi publik semakin kuat dan mendorong atmosfer pembaharuan kultur dalam layanan publik.
Ditengah gelombang pembaharuan lembaga pengadilan, penegakan hukum dan keadilan secara transparan dewasa ini menjadi salah satu hal mutlak yang harus dilakukan sehingga pencari keadilan mengetahui sampai dimana perkembangan perkaranya, apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Tidak adanya transparansi, selalu menimbulkan adanya kecurigaan orang dan akan membawa konsekwensi penyalahgunaan kekuasaan. Oleh karena itu untuk memulihkan kepercayaan publik, transparansi peradilan adalah suatu hal yang mutlak dilakukan hal ini sejalan dengan Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 144 Tahun 2007 tentang Keterbukaan Informasi dan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Surat Edaran Nomor 06 tahun 2010.
Di Pengadilan yang menghendaki pembaharuan, prinsip akuntabilitas dan transparansi peradilan guna mendukung indenpensi peradilan, yang esensinya adalah memberikan hak bagi publik untuk mengakses informasi yang merupakan salah satu bagian dari hak asasi manusia sebagaimana ditegaskan dalam konstitusi. Keterbukaan merupaka kunci lahirnya akuntabilitas (pertangungjawaban). Karena itu dengan adanya keterbukaan Hakim dan Pegawai Pengadilan akan menjadi lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya secara umum. Keputusan Ketua Mahkamah Agung tersebut diatas mengatur beberapa hal, yakni jenis informasi yang harus diumumkan atau disampaikan oleh Pengadilan serta mekanisme pengumumannya, jenis informasi yang dapat diminta masyarakat kepada Pengadilan, prosedur dalam memberikan pelayanan informasi termasuk biaya dan waktu pelayanan. Pihak yang bertugas memberikan informasi disetiap Pengadilan serta sanksi. Saat ini perasaan masyarakat menjadi sangat sensitif terhadap segala kebijakan pemerintah dan terhadap proses peradilan. Masyarakat mendambakan pelayanan yang prima dari petugas-petugas pemerintah dan negara pada umumnya dan pelayanan hukum secara prima dan transparan dari aparatur peradilan khususnya.
Paradigma pembinaan yang dikembangkan di masa era orde baru, di era reformasi sekarang ini mutlak harus disandingkan dengan paradigma pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat kita sedang bergerak ke arah terwujudnya masyarakat madani. Itu berarti sekarang sedang terjadi proses penguatan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kebebasan pers dan kemajuan tehnologi yang luar biasa, pengawasan dari masyarakat terhadap pelayanan itu akan berjalan efektif.
Perkembangan yang sedang berlangsung itu kiranya secara positif harus disambut oleh aparat, bukan saja dengan peningkatan aktualisasi asas-asas efisiensi dan efektivitas dalam rangka perbaikan kinerja, melainkan juga dengan mengutamakan penyebaran informasi dengan semangat keterbukaan dan transparansi. Pengetahuan obyektif masyarakat mengenai kondisi dan permasalahan, dengan demikian akan melahirkan dialog-dialog yang berkualitas dan yang lebih bermanfaat khususnya untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Salah satu upaya untuk proses tersebut maka Pengadilan Agama Nganjuk selama tahun 2013 telah melakukan beberapa hal diantaranya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan dengan cara memberikan pelayanan secara cepat, tepat dan benar, menempelkan pengumuman tentang Panjar biaya perkara PP Nomor 53 tahun 2008 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, sebagai wujud dari transparasi, melarang aparat peradilan untuk menerima tamu orang yang berperkara serta pemanfaatan dan pengembangan Teknologi Informasi, sebagai sarana untuk penataan sistem informasi manajemen yang lebih efektif dan efisien, sehingga selain meningkatkan kualitas kinerja peradilan, dapat juga digunakan untuk meningkatkan transparansi sistem peradilan itu sendiri, disamping itu dalam hal pelayanan publik dan persidangan sudah dan memiliki SOP (Standart Operasional Procedur) .
Dan untuk menindaklanjuti program pengembangan Teknologi Informasi sesuai dengan instruksi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, sampai akhir tahun 2013 Pengadilan Agama Nganjuk telah memanfaatkan atau mengunakan sistim aplikasi administarsi perkara yaitu Sistem Administrasi Peradilan Agama (SIADPA) dan untuk pengelolaan dan kepegawaian juga telah mengaplikasikan Sistem Informasi Pegawai (SIMPEG) untuk pengelolaan data
pegawai, SAKPA untuk pengelolaan APBN dan SIMAK-BMN untuk pengelolaan barang milik negara pada Pengadilan Agama Nganjuk. Serta sampai bulan Desember 2013 ini Pengadilan Agama Nganjuk telah menggunakan portal internet dengan nama : [email protected].
Disamping itu juga pemanfaatan dan pengembangan Teknologi Informasi agar berjalan dengan efektif maka telah ditunjuk Petugas khusus sebagai pengelola Teknologi Informasi yang bertugas untuk mengelola dan mengembangkan Teknologi Informasi di Pengadilan Agama Nganjuk, termasuk dengan upaya untuk meningkatkan kemampuan operator Teknologi Informasi tersebut.
Kedisiplinan Pegawai juga telah ditekankan di Pengadilan Agama Nganjuk dalam rangka meningkatkan etos kerja untuk menuju peningkatan terhadap pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Dengan mengacu kepada Keputusan Ketua Mahkamah Agung R.I. Nomor : 071/KMA/SK/V/2008 tentang ketentuan penegakan disiplin kerja dalam pelaksanaan pemberian tunjangan khusus bagi Hakim dan Pegawai Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya, dan Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 035/SK/IX/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Keputusan KMA Republik Indonesia No. 071/KMA/SK/V/2008 Pengadilan Agama Nganjuk berdasarkan surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Nganjuk Nomor: W13-A22/71/OT.01.3/SK/I/2013 tanggal 03 Januari 2013 dan Nomor: W13-A22/2201/OT.01.3/SK/IX/2013 tanggal 12 September 2013 telah membentuk Tim Pengawas Pelaksanaan Keputusan Ketua Mahkamah Agung R.I. Nomor : 071/KMA/SK/V/2008.
B. VISI DAN MISI
Visi Pengadilan Agama Nganjuk mengacu pada visi Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai puncak kekuasaan Kehakiman di Negara Indonesia :
“Terwujudnya Badan Peradilan Indonesia Yang Agung“.
Dalam Visi tersebut, tercermin harapan terwujudnya Pengadilan yang modern, indenpenden, bertanggungjawab, kredibel, menjunjung tinggi hukum dan keadilan;
Untuk mencapai visi tersebut, Pengadilan Agama Nganjuk menetapkan misi-misi sebagai berikut :
1. Menjaga kemandirian badan peradilan;
2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan; 3. Meningkatkan kualitas kepemimpinan badan peradilan; 4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi badan peradilan;
Di dalam melaksanakan Misi tersebut tidak terlepas dari cetak biru Mahkamah Agung yang memuat rencana pembangunan lembaga peradilan untuk waktu selama 25 tahun. Bahwa program pembangunan lembaga peradilan disusun dalam Rencana Strategis (Renstra) lima tahunan mulai 2010 sampai dengan 2034. Renstra lima tahunan tersebut akan berada 7 area :
1. Area organisasi dan kepemimpinan; 2. Area kebijakan;
3. Area proses berperkara;
4. Area SDM, keuangan, dan infrastruktur; 5. Area kepuasan pencari keadilan; 6. Area keterjangkuan;
7. Area kepercayaan publik; C. RENCANA STRATEGIS
Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan kinerja Peradilan Agama di lingkugnan Pengadilan Agama Nganjuk, beberapa rencana strategis telah ditetapkan oleh Pengadilan Agama Nganjuk diantaranya adalah :
1. Melanjutkan kegiatan peningkatan sarana dan prasarana dengan melakukan pengadaan tanah untuk pembangunan gedung Kantor Pengadilan Agama Nganjuk yang masih belum memenuhi standar.
2. Memberikan bimbingan dan mendiskusikan masalah-masalah hukum yang ada, dengan memperhatikan rasa keadilan yang berkembang ditengah-tengah masyarakat guna meningkatkan kwalitas pengadilan dengan kesamaan persepsi
dalam penerapan hukum, dimaksudkan agar putusan-putusan hakim tidak membingungkan para pencari keadilan.
3. Meningkatkan fungsi pengawasan terhadap seluruh aparat Pengadilan Agama Nganjuk;
4. Meningkatkan pelayanan publik kepada seluruh pencari keadilan dan masyarakat yang datang ke Pengadilan Agama Nganjuk;
5. Meningkatkan pemberian informasi secara terbuka (Transparan) kepada pencari keadilan dan masyarakat yang datang ke Pengadilan Agama Nganjuk.
Selain rencana strategis tersebut di atas guna mewujudkan Modernisasi Peradilan, Pengadilan Agama Nganjuk menyiapkan langkah-langkah strategis lainnya: 1. Meningkatkan kwalitas Sumber Daya Manusia yaitu dengan mengikutsertakan
suluruh aparat Pengadilan Agama Nganjuk untuk mengikuti seminar, sosialisasi, pelatihan, pendidikan dan lain-lain, sehingga dapat meningkatkan kinerja aparat Peradilan dalam melayani masyarakat pencari keadilan;
2. Membangun Budaya Kerja Profesional yaitu dengan menghilangkan kesan Pintar Goblok Penghasilan Sama (PGPS). Adapun cara menghilangkan kesan tersebut Pengadilan Agama Nganjuk akan menegakkan kedisiplinan dengan mengacu kepada Keputusan Ketua Mahkamah Agung R.I. Nomor : 071/KMA/SK/V/2008 tentang ketentuan penegakan disiplin kerja dalam pelaksanaan pemberian tunjangan khusus bagi Hakim dan Pegawai Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya serta mengacu kepada SOP (Standart Operasional Procedur), begitu juga Pengadilan Agama Nganjuk akan menindak aparatnya yang dinilai dan terbukti melanggar kedisiplinan dan memberikan sanksi sesuai Undang-Undang Kepegawaian. Sedang kepada aparat yang berprestasi, Pengadilan Agama Nganjuk akan memberikan penghargaan (Reward), hal ini untuk memacu aparat yang lain berlomba-lomba berprestasi.
3. Pemanfaatan Tehnologi Informasi yaitu meningkatkan akses publik melalui website yang di miliki Pengadilan Agama Nganjuk sehingga kebutuhan publik akan informasi mengenai biaya, standar prosedur berperkara serta informasi lainnya
menjadi mudah dan murah. Hal ini juga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aparat ataupun masyarakat yang nakal menjadi ” Calo Perkara ”.
BAB II
STRUKTUR ORGANISASI (TUPOKSI )
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, disebutkan bahwa “ Tugas serta tanggung jawab, susunan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan dan Sekretariat Pengadilan diatur lebih lanjut oleh Mahkamah Agung ”. Namun sejak berlakunya Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006, belum ada ketentuan dari Mahkamah Agung tentang Tugas serta tanggung jawab, susunan organisasi dan tata kerja Kepaniteraan dan Sekretariat Pengadilan yang baru sesuai dengan Undang-undang tersebut diatas, sehingga sesuai dengan pasal 106A Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 yang berbunyi sebagai berikut : “ Pada saat Undang-undang ini mulai berlaku peraturan Perundang-Undangan pelaksanaan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti berdasarkan Undang-undang ini ”, maka Susunan Organisasi Pengadilan tetap mengacu pada ketentuan peraturan yang lama, sehingga susunan struktur organisasi Pengadilan Agama Nganjuk tetap mengacu pada SEMA nomor 5 tahun 1996.
PENYUSUNAN ALUR TUPOKSI.
Pengadilan Agama Nganjuk, yang merupakan Pengadilan Tingkat Pertama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam dibidang perkawinan, kewarisan, wasiat dan hibah yang dilakukan berdasarkan hokum Islam, serta wakaf, zakat, infaq dan shadaqah serta ekonomi syari’ah, sebagaimana diatur dalam pasal 49 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Pengadilan Agama Nganjuk mempunyai fungsi sebagai berikut :
Memberikan pelayanan teknis yustisial dan administrasi kepaniteraan bagi perkara tingkat pertama serta penyitaan dan eksekusi
Memberikan pelayanan dibidang administrasi perkara banding, kasasi dan peninjauan kembali serta adminhistrasi peradilan lainnya
Memberikan pelayanan dibidang administrasi umum kepada semua unsure di lingkungan Pengadilan Agama (umum, kepegawaian dan keuangan kecuali biaya perkara)
Memberikan keterangan, pertimbangan dan nasehat tentang Hukum Islam pada instansi pemerintah di daerah hukumnya, apabila diminta sebagaimana diatur dalam pasal 52 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan agama.
Memberikan pelayanan penyelesaian permohonan pertolongan pembagian harta peninggalan diluar sengketa antara orang-orang yang beragama Islam yang dilakukan berdasarkan hukum Islam sebagaimana diatur dalam pasal 107 ayat (2) Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama
Waarmerking Akta Keahliwarisan dibawah tangan untuk pengambilan deposito / tabungan, pensiunan dan sebagainya.
Sebagaimana ketentuan didalam pasal 9 ayat 1 Undang- Undang nomor 7 tahun 1989 yang telah diubah dua kali dengan Undang- Undang Nomor 3 tahun 2006 dan Undang- Undang nomor 50 tahun 2009, yang menyebutkan bahwa Susunan Pengadilan Agama terdiri dari Pimpinan , Hakim, Anggota, Panitera, Sekretaris dan Jurusita. Sedangkan dalam pasal 10 ayat 1 disebutkan bahwa Pimpinan Pengadilan Agama terdiri dari seorang Ketua dan seorang Wakil Ketua.
Dan dalam rangka adanya suatu kepastian pelaksanaan tugas sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang tersebut diatas maka Pengadilan Agama Nganjuk menyusun tugas pokok dan fungsi sebagaimana terurai dalam jabatan masing-masing.
Adapun Tugas Pokok dan Fungsi Ketua Pengadilan adalah :
Uraian Jabatan :
a. Uraian ringkas pekerjaan
Merencanakan dan melaksanakan tugas pokok dan fungsi peradilan agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung R.I., dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Perincian pelaksanaan pekerjaan
Sebagai Pimpinan Pengadilan Agama
1. Bertugas dan bertanggungjawab atas terselenggaranya Peradilan dengan baik (sesuai dengan asas peradilan, yaitu sederhana, cepat dan biaya ringan) dan menjaga terpeliharanya citra dan wibawa Pengadilan Agama; 2. Menciptakan koordinasi antar pejabat struktural, pejabat fungsional,
mewujudkan keserasian kerja diantara para pejabat tersebut, menegakkan disiplin kerja, membangkitkan motivasi kerja dan sebagai sumber inspirasi, juga mendorong dan memberikan kesempatan bagi warga Pengadilan untuk meningkatkan pengetahuan;
3. Melaksanakan prinsip-prinsip managemen secara benar seksama dan sewajarnya dengan membuat program kerja (jangka pendek dan jangka panjang), pelaksanaan dan pengorganisasiannya;
4. Melaksanakan pembagian tugas antara Ketua Pengadilan Agama dengan Wakil Ketua Pengadilan Agama serta bekerjasama dengan baik yakni mebagi tugas dan tanggungjawab secara jelas dalam rangka mewujudkan keserasian dan kerja sama;
5. Melaksanakan pertemuan berkala, sekurangnya sekali dalam sebulan dengan pejabat fungsional dan pejabat struktural, serta sekurang-kurangnya sekali dalam tiga bulan dengan seluruh karyawan;
6. Membuat dan menyusun legal data tentang putusan-putusan perkara penting ;
7. Melakukan pengawasan interen bagi para hakim maupun seluruh karyawan, pejabat peradilan, keuangan dan material secara rutin terhadap pelaksanaan tugas dan memberi petunjuk serta bimbingan yang diperlukan, dan pengawasan eksteren bagi Pengacara/Advokad dan pelaksanaan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap;
8. Menunjuk hakim pengawas bidang, yang meliputi : Bidang Perkara Gugatan, Bidang perkara Permohonan, Bidang Administrasi Perkara (Pola Bindalmin) dan Bidang Umum ;
9. Melaksanakan evaluasi atas hasil pengawasan dan memberikan penilaian untuk kepentingan jabatan ;
10. Melaporkan evaluasi atas hasil pengawasan dan penilaian kepada Pengadilan Tinggi Agama setiap akhir tahun bulan Desember;
11. Mengawasi pelaksanaan court calender dengan ketentuan bahwa setiap perkara pada asasnya harus diputus dalam waktu selambat-lambatnya enam bulan dan mengumumkannya pada pertemuan berkala kepada para Hakim; 12. Mempersiapkan kader (kaderisasi) dalam rangka menghadapi alih generasi; 13. Melakukan koordinasi antar sesama instansi dilingkungan penegak hukum
dan bekerjasama dengan instansi-instansi lain, serta dapat memberi keterangan, pertimbangan dan nasehat tentang hukum Islam kepada instansi pemerintah di daerah hukumnya apabila diminta;
14. Memperhatikan keluhan-keluhan yang timbul dari masyarakat dan menanggapinya bila dipandang perlu;
15. Menindaklanjuti temuan-temuan hasil pengawasan yang dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Agama, Mahkamah Agung RI, KPK, Komisi Yudisial, BPKP,;
16. Melakukan pembinaan terhadap organisasi Korpri, Dharmayukti, Koperasi, Olah Raga/PTWP, IKAHI, IPASPI dan YPPHIM;
17. Meneruskan SEMA, PERMA dan surat-surat dari Mahkamah Agung atau Pengadilan Tinggi Agama yang berkaitan dengan hukum dan perkara, kepada para hakim, Panitera, Wakil Panitera, Panitera Muda, Panitera
Pengganti dan Jurusita/Jurusita Pengganti ;
Sebagai Ketua Pengadilan Agama
1. Menetapkan/menentukan hari-hari tertentu untuk melakukan persidangan perkara;
2. Menetapkan : Panjar Biaya perkara, Biaya Jurusita/Jurusita pengganti, Biaya Eksekusi, dan mengawasi pelaksanaan lelang;
3. Membagi perkara gugatan dan permohonan kepada Hakim untuk disidangkan;
4. Menunjuk hakim untuk mencatat gugatan/permohonan lisan bagi para pencari keadilan yang buta huruf;
5. Memerintahkan kepada Panitera/Jurusita untuk melakukan pemanggilan agar terhadap Termohon Eksekusi dapat dilakukan Tegoran (Aanmaning) untuk memenuhi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, putusan serta merta, putusan provisi dan pelaksanaan eksekusi lainnya;
6. Berwenang menangguhkan eksekusi untuk jangka waktu tertentu dalam hal ada gugatan perlawanan, sedang dalam hal ada permohonan peninjauan kembali, hanya atas perintah Ketua Mahkamah Agung;
7. Memerintahkan, memimpin serta mengawasi eksekusi sesuai ketentuan yang berlaku;
8. Melaksanakan putusan serta merta dalam hal perkara yang dimohonkan banding, wajib meminta ijin kepada Pengadilan Tinggi Agama, dalam hal perkara yang dimohonkan kasasi wajib meminta ijin kepada Mahkamah Agung RI;
9. Menyediakan buku khusus untuk Harian Majelis yang hendak menyatakan berbeda pendapat dengan kedua hakim Majelis lainnya dalam memutuskan perkara, serta merahasiakan isi buku tersebut;
10. Mengevaluasi laporan mengenai penanganan perkara yang dilakukan hakim dan panitera pengganti, selanjutnya mengirimkan laporan dan hasil evaluasinya itu secara periodik kepada Pengadilan Tinggi Agama dan Mahkamah Agung RI;
11. Memberikan ijin berdasarkan ketentuan undang-undang untuk membawa keluar dari ruang kepaniteraan yaitu daftar, catatan, risalah, berita acara, dan berkas perkara;
12. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan;
Sebagai Hakim/Ketua Majelis
1. Memeriksa, mengadili dan memutus serta menyelesaikan perkara-perkara yang menjadi tanggung jawabnya;
2. Menetapkan hari sidang dan sita jaminan;
3. Bertanggungjawab atas pembuatan berita acara persidangan dan menandatangani selambat-lambatnya sebelum sidang berikutnya;
4. Mengemukakan pendapat dalam musyawarah majelis hakim; 5. Menyiapkan naskah putusan/penetapan;
6. Membuat instrumen-instrumen yang berkaitan dengan keuangan dan register perkara;
7. Menandatangani putusan/penetapan yang sudah dibacakan dalam persidangan;
8. Bertanggungjawab atas penyelesaian berkas perkara (minutasi perkara); 9. Membuat data perkara yang telah diminutasi tiap akhir bulan, selanjutnya
disampaikan kepada Petugas Meja III ; 10. Membuat daftar kegiatan persidangan hakim ;
11. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan. Tugas Pokok dan Fungsi Wakil Ketua Pengadilan :
Uraian Jabatan :
a. Uraian ringkas pekerjaan
Membantu Ketua Pengadilan Agama dalam merencanakan dan melaksanakan tugas pokok dan fungsi peradilan agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. b. Perincian pelaksanaan pekerjaan
Sebagai Pimpinan Pengadilan Agama
1. Bertugas dan bertanggungjawab atas terselenggaranya Peradilan dengan baik (sesuai dengan asas peradilan, yaitu sederhana, cepat dan biaya ringan) dan menjaga terpeliharanya citra dan wibawa Pengadilan Agama;
2. Menciptakan koordinasi antar pejabat struktural, pejabat fungsional, mewujudkan keserasian kerja diantara para pejabat tersebut, menegakkan disiplin kerja, membangkitkan motivasi kerja dan sebagai sumber inspirasi, juga mendorong dan memberikan kesempatan bagi warga Pengadilan untuk meningkatkan pengetahuan; 3. 4. 5. 6. 7. 8.
Melaksanakan prinsip-prinsip managemen secara benar seksama dan sewajarnya dengan membuat program kerja (jangka pendek dan jangka panjang), pelaksanaan dan pengorganisasiannya;
Melaksanakan pertemuan berkala, sekurangnya sekali dalam sebulan dengan pejabat fungsional dan pejabat struktural, serta sekurang-kurangnya sekali dalam tiga bulan dengan seluruh karyawan;
Melakukan pengawasan interen bagi para hakim maupun seluruh karyawan, pejabat peradilan, keuangan dan material secara rutin terhadap pelaksanaan tugas dan memberi petunjuk serta bimbingan yang diperlukan, dan pengawasan eksteren bagi Pengacara/Advokad dan pelaksanaan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap;
Melaksanakan evaluasi atas hasil pengawasan dan memberikan penilaian untuk kepentingan jabatan;
Memperhatikan keluhan-keluhan yang timbul dari masyarakat dan menanggapinya bila dipandang perlu;
Menindaklanjuti temuan-temuan hasil pengawasan yang dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Agama, Mahkamah Agung RI, KPK, Komisi Yudisial, BPKP;
Sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama
1. Melaksanakan tugas-tugas Ketua Pengadilan Agama yang didelegasikan wewenangnya kepada Wakil Ketua;
2. Melakukan tugas-tugas insidentil lainnya yang secara insidentil didelegasikan oleh Ketua Pengadilan Agama;
Sebagai Ketua Majelis Hakim :
1. Memeriksa, mengadili dan memutus serta menyelesaikan perkara-perkara yang menjadi tanggung jawabnya;
2. Menetapkan hari sidang dan sita jaminan;
3. Bertanggungjawab atas pembuatan berita acara persidangan dan menandatangani selambat-lambatnya sebelum sidang berikutnya;
4. Mengemukakan pendapat dalam musyawarah majelis hakim; 5. Menyiapkan naskah putusan/penetapan;
6. Membuat instrumen-instrumen yang berkaitan dengan keuangan dan register perkara;
7. Menandatangani putusan/penetapan yang sudah dibacakan dalam persidangan;
8. Bertanggungjawab atas penyelesaian berkas perkara (minutasi perkara); 9. Membuat data perkara yang telah diminutasi tiap akhir bulan, selanjutnya
disampaikan kepada Petugas Meja III; 10. Membuat daftar kegiatan persidangan hakim;
11. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan;
Sebagai Koordinator Hakim Pengawas Bidang :
1. Membantu Ketua Pengadilan Agama Nganjuk melakukan pengawasan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan bidang teknis peradilan perkara gugatan/permohonan, yang meliputi :
Kemampuan teknis dalam menangani perkara
Tanggungjawab atas ketepatan dalam memeriksa, mengadili dan memutus perkara
Penyusunan berita acara persidangan
Pembuatan dan pengisian daftar kegiatan persidangan
Tertib pengisian daftar kegiatan persidangan
Tertib penyampaian hal-hal yang berhubungan dengan kejurusitaan
Tertib pelaporan dalam hubungannya dengan pencatatan buku register perkara
Tertib pelaporan dalam hubungannya dengan jurnal keuangan perkara
Tertib dalam hal tenggang waktu penyelesaian perkara
Tertib minutasi perkara
Kualitas putusan/penetapan perkara
2. Membantu Ketua dalam melakukan pengawasan di bidang administrasi umum ;
3. Melaporkan hasil pengawasan kepada Ketua Pengadilan Agama Nganjuk secara periodik atau insidentil (sekurang-kurangnya tiap tiga bulan sekali) :
Sebagai Ketua Baperjakat (TPM) Pengadilan Agama Nganjuk bertugas: 1. Memimpin sidang-sidang Tim Tetap Perumusan Kenaikan Pangkat, Mutasi
dan Promosi Pejabat dan Pegawai Pengadilan Agama;
2. Menyusun perumusan dan menyampaikan saran dan pendapat yang berhubungan dengan pola karier, mutasi dan promosi Hakim guna penentuan kebijakan Pengadilan Agama Nganjuk;
3. Menyampaikan dan melaporkan tentang hasil pelaksanaan tugas (sidang) kepada Ketua Pengadilan Agama Nganjuk selaku Penasehat Tim;
4. Memberikan bimbingan dan pengarahan kepada Sekretaris;
Dalam melaksanakan Tugas Yustisial Ketua dibantu oleh Hakim yang mempunyai tugas-tugas Pokok dan Fungsi sebagai berikut :
Uraian Jabatan :
a. Uraian ringkas pekerjaan
b. Perincian pelaksanaan pekerjaan
Sebagai Hakim
1. Membantu Ketua Pengadilan Agama dalam membuat program kerja jangka pendek dan jangka panjang, pelaksanaan dan pengorganisasiannya;
2. Melaksanakan tugas khusus yang didelegasikan oleh Pimpinan Pengadilan.
Sebagai Ketua Majelis Hakim :
1. Memeriksa, mengadili dan memutus serta menyelesaikan perkara-perkara yang menjadi tanggung jawabnya;
2. Menetapkan hari sidang dan sita jaminan;
3. Bertanggungjawab atas pembuatan berita acara persidangan dan menandatangani selambat-lambatnya sebelum sidang berikutnya;
4. Mengemukakan pendapat dalam musyawarah majelis hakim; 5. Menyiapkan naskah putusan/penetapan;
6. Membuat instrumen-instrumen yang berkaitan dengan keuangan dan register perkara;
7. Menandatangani putusan/penetapan yang sudah dibacakan dalam persidangan;
8. Bertanggungjawab atas penyelesaian berkas perkara (minutasi perkara); 9. Membuat data perkara yang telah diminutasi tiap akhir bulan, selanjutnya
disampaikan kepada Petugas Meja III ; 10. Membuat daftar kegiatan persidangan hakim ;
Sebagai Hakim Anggota Majelis:
1. Mengikuti persidangan dalam Majelis yang telah ditentukan 2. Membantu Ketua Majelis dalam memeriksa perkara
3. Membantu Ketua Majelis Hakim dalam membuat konsep naskah putusan/penetapan
putusan/penetapan;
5. Membantu Ketua Majelis Hakim dalam mengoreksi dan meneliti pembuatan dan kebenaran berita acara persidangan
6. Membantu Ketua Majelis Hakim dalam minutasi perkara dan ikut bertanggungjawab atas ketetapan batas waktu minutering perkara yang sudah diputuskan;
Dalam melaksanakan tugas pengawasan Internal Ketua Pengadilan dibantu oleh Hakim pengawas bidang meliputi :
Hakim pengawas bidang Administrasi Perkara
a. Membantu Ketua Pengadilan Agama Nganjuk melakukan pengawasan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan penerapan dan pelaksanaan pola pembinaan dan pengendalian administrasi Kepaniteraan, yang meliputi :
Tertib prosedur penerimaan perkara
Tertib regristrasi perkara
Tertib keuangan perkara
Tertib pemeriksaan buku keuangan perkara/eksekusi
Tertib kearsipan perkara
Tertib pembuatan laporan perkara
b. Melaporkan hasil pengawasan kepada Ketua Pengadilan Agama Nganjuk melalui Wakil Ketua sebagai Koordinator Pengawas Bidang secara periodik atau insidentil sekurang-kurangnya tiga bulan sekali.
Hakim Pengawas Bidang Administrasi Persidangan.
a. Membantu Ketua Pengadilan Agama Nganjuk melakukan pengawasan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Persidangan di dalam hal-hal :
Tertib Penetapan Majelis Hakim/Hakim meliputi : penyerahan berkas kepada ketua, Penunjukan Majelis dilaksanakan secara adil, susunan majelis hakim ditetapkan secara tetap untuk jangka waktu tertentu, ketua dan wakil ketua
selalu menjadi ketua majelis, sedang untuk majelis yang lain, ketua majelisnya adalah hakim senior yang ada.
Tertib Penetapan Hari Sidang meliputi : dalam waktu 1 minggu setelah menerima berkas hakim menentukan hari sidang, mempunyai jadwal sidang yang tetap, tenggang waktu pemanggilan paling sedikit 3 hari.
Tertib Panggilan Para Pihak meliputi : tentang panggilan para pihak untuk hadir di persidangan disampaikan oleh Jurusita yang diwujudkan dalam instrumen dan ditanda tangani Ketua Majelis, panggilan disampaikan kepada pihak ditempat tinggalnya dan ditanda tangani oleh para pihak. Apabila tidak bertemu disampaikan kepada kepala Desa dan jika meninggal dunia diserahkan kepada ahli warisnya.
Tertib Sidang Pengadilan meliputi : sidang dimulai jam 09.00 pagi, dan dilaksanakan diruangan persidangan, pengunduran sidang dilaksanakan 7 hari dan diperitahukan kepada Panitera Pengganti dengan menggukan instrument, perkara diselesaikan paling lambat dalam waktu 6 bulan.
Tertib Berita Acara Persidangan (BAP) meliputi : ketua majelis bertanggung jawab atas kebenaran berita acara dan menandatanganinya beserta panitera pengganti, berkembangan perkara yang disidangakan dilaporkan oleh panitera pengganti dengan instrument kepada pentugas regester yang ditandatangani oleh ketua majelis, berita acara persidangan dibuat dengan rapi dan bersih.
Tertib Minutasi Perkara meliputi : ketua majelis bertanggung jawab atas ketepatan waktu minutasi, minutasi paling lambat sebulan setelah pembacaan putusan.
b. Melaporkan hasil pengawasan kepada Ketua Pengadilan Agama Nganjuk melalui Wakil Ketua sebagai Koordinator Pengawas Bidang secara periodik atau insidentil sekurang-kurangnya tiga bulan sekali
Hakim Pengawas Bidang Administrasi Umum
a. Membantu Ketua Pengadilan Agama Nganjuk melakukan pengawasan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kesekretariatan di dalam hal-hal :
Tertib Administrasi Kepegawaian meliputi : buku induk pegawai/ tata usaha kepegawaian, file pegawai, kartu pegawai penilian dan hukuman, mutasi dan usul pegawai serta statistik pegawai.
Tertib Administrasi Keuangan meliputi : Penyusunan anggaran (RKA-KL), perencanaan anggaran, SPP, SPM, pembelanjaan anggaran dan pendapatan negara bukan pajak serta pembukuan kas umum.
Tertib Administrasi Umum meliputi : Kerumah tanggaan, gedung kantor, inventaris perlengkapan, ketatausahaan, organisasi, tata laksana, kehumasan/ hubungan, perpustakaan dan pengelolaan surat menyurat.
b. Melaporkan hasil pengawasan kepada Ketua Pengadilan Agama Nganjuk melalui Wakil Ketua sebagai Koordinator Pengawas Bidang secara periodik atau insidentil sekurang-kurangnya tiga bulan sekali
Hakim Pengawas Bidang Manajemen Peradilan dan Kinerja Pelayanan Publik
a
. Membantu Ketua Pengadilan Agama Nganjuk melakukan pengawasan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Tingkat laku dan perbuatan Hakim/Panitera serta Pegawai, yang meliputi :
Tingkah laku Hakim, Panitera dan Pegawai dalam melaksanakan tugas kedinasan
Kedisipilan Hakim, Panitera dan Pegawai dalam melaksanakan tugas kedinasan
Tertib rumah tangga b
. Membantu Ketua Pengadilan Agama Nganjuk melakukan pengawasan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Pelayan Publik di dalam hal :
Tertib Pengadaan dan pemeliharaan Inventaris yang menunjang pelayanan publik
Kecepatan dan ketepatan Penanganan perkara
Pelayanan dan tingkat pengaduan masyarakat
. Wakil Ketua sebagai Koordinator Pengawas Bidang secara periodik atau insidentil sekurang-kurangnya tiga bulan sekali.
Dalam pasal 26 ayat 2 menyebutkan bahwa, dalam melaksanakan tugasnya Panitera Pengadilan Agama dibantu oleh seorang Wakil Panitera, beberapa orang Panitera Muda, beberapa orang Panitera Pengganti dan beberapa orang Jurusita Pengganti, yang terurai sebagai berikut :
Tugas pokok dan Fungsi Panitera sekaligus sebagai Sekretaris :
Uraian Jabatan :
a. Uraian ringkas pekerjaan
Membantu Ketua dalam merencanakan dan melaksanakan tugas pokok dan fungsi peradilan agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung R.I. dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Merencanakan dan melaksanakan pemberian pelayanan teknis dibidang administrasi perkara, administrasi paradilan dan administrasi umum dilingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Pengadilan Agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Perincian pelaksanaan pekerjaan
Sebagai Panitera / Sekretaris, bertugas :
1. Membantu pimpinan Pengadilan dalam membuat program kerja jangka pendek dan jangka panjang, pelaksanaannya, serta pengorganisasiannya; 2. Memimpin pelaksanaan tugas kepaniteraan/kesekretariatan
3. Menetapkan sasaran kegiatan Kepaniteraan dan Kesekretariatan setiap tahun kegiatan
4. Menyusun dan menjadwalkan rencana kegiatan
kegiatan Kepaniteraan/ Kesekretariatan
6. Menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan dilingkungan Kepaniteraan/ Kesekretariatan
7. Mengadakan rapat dinas
8. Menyiapkan konsep rumusan kebijaksanaan pimpinan dibidang Kepaniteraan/Kesekretariatan
9. Meningkatkan koordinasi dengan instansi-instansi terkait
10. Menanggapi dan memecahkan masalah yang muncul dibidang Kepaniteraan/Kesekretariatan
11. Membuat akta banding, kasasi, PK, dan Akta Cerai 12. Membuat salinan putusan
13. Mengadakan konsultasi dengan atasan setiap saat diperlukan
14. Menyusun konsep pembinaan hukum agama dan melaksanakan hisab rukyat
15. Mengarahkan, mengawasi pelaksanaan tugas-tugas kepaniteraan dan kesekretariatan
16. Menyiapkan evaluasi pelaksanaan tugas terhadap semua aparat Pengadilan secara periodik atau berkala
17. Mengevaluasi prestasi kerja para aparat dilingkungan Kepaniteraan/Kesekretariatan
18. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada ketua Pengadilan Agama
19. Melaksanakan tugas khusus yang didelegasikan oleh Pimpinan Pengadilan.
Sebagai Anggota Baperjakat (TPM) Pengadilan Agama Nganjuk bertugas:
1. Membantu Ketua dalam melaksanakan tugasnya; 2. Menyiapkan bahan dan sidang;
3. Mengundang pejabat lain yng diperlukan untuk didengar penjelasannya dalam sidang setelah mendapat petunjuk Ketua ;
4. Menyiapkan saran dan pendapat lain yang berhubungan dengan pola karier, mutasi dan promosi Hakim guna penentuan kebijakan Pengadilan Agama Nganjuk;
5. Menyampaikan dan melaporkan tentang hasil pelaksanaan tugas (sidang) kepada Ketua Pengadilan Agama Nganjuk selaku Penasehat Tim;
Tugas dan Pokok Wakil Panitera :
Uraian Jabatan :
a. Uraian ringkas pekerjaan
Membantu Panitera dalam hal : merencanakan dan melaksanakan pemberian pelayanan teknis dibidang administrasi perkara dan peradilan dilingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan teknis Ketua Pengadilan Agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Perincian pelaksanaan pekerjaan
Sebagai Wakil Panitera, bertugas :
1. Membantu pimpinan Pengadilan Agama dalam membuat program kerja jangka pendek dan jangka panjang, pelaksanaannya serta pengorganisasiannya 2. Memimpin pelaksanaan tugas kepaniteraan
3. Menetapkan sasaran kegiatan Kepaniteraan setiap tahun kegiatan 4. Menyusun dan menjadwalkan rencana kegiatan di Kepniateraan
5. Membagi tugas kepada bawahan dan menetapkan penanggungjawab kegiatan Kepaniteraan
6. Menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan dilingkungan Kepaniteraan
7. Mengadakan rapat dinas
8. Menyiapkan konsep rumusan kebijaksanaan pimpinan dibidang Kepaniteraan 9. Mengawasi kelancaran pelaksanaan tugas dari Petugas Meja I, Meja II dan
Meja III
10. Menanggapi dan memecahkan masalah yang muncul dibidang Kepaniteraan 11. Mengadakan konsultasi dengan atasan setiap saat diperlukan
12. Menyusun konsep pembinaan hukum agama dan membantu pelaksanaan hisab rukyat
13. Mengevaluasi prestasi kerja bawahan dilingkungan Kepaniteraan 14. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada Panitera
15. Melaksanakan tugas Panitera apabila Penitera berhalangan
16. Melaksanakan tugas khusus yang didelegasikan oleh Pimpinan Pengadilan/atasan.
Sebagai Panitera Pengganti, bertugas :
1. Membantu hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya persidangan
2. Membantu hakim dalam hal : membuat PHS, membuat penetapan sita jaminan, membuat berita acara persidangan yang harus diselesaikan sebelum sidang berikutnya, membuat penetapan-penetapan lainnya, mengetik putusan/penetapan siding
3. Melaporkan kepada Panitera Muda Gugatan/Permohonan (Petugas Meja II) untuk dicatat dalam register perkara tentang adanya penundaan sidang serta alasan-alasannya, perkara yang sudah putus beserta amar putusannya kepada kasir untuk diselesaikan tentang biaya-biaya dalam proses perkara tersebut 4. Menyerahkan berkas perkara kepada Petugas Meja III apabila telah selesai
diminutasi.
Tugas pokok dan Fungsi Panitera Muda Gugatan:
Uraian Jabatan :
a. Uraian ringkas pekerjaan
Merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraan gugatan, melakukan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang berhubungan dengan gugatan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan
Penanggung jawab Pengadministrasian dalam register register perkara tingkat pertama atas perkara Gugatan
Membantu Hakim dalam kelancaran jalannya persidangan b. Perincian pelaksanaan pekerjaan
Sebagai Panitera Muda Gugatan, bertugas :
1. Melaksanakan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang berhubungan dengan masalah perkara gugatan
2. Memberi nomor register pada setiap perkara yang diterima di Kepaniteraan gugatan
3. Mencatat setiap perkara yang diterima ke dalam buku daftar disertai catatan singkat tentang isinya
4. Menyerahkan arsip berkas perkara kepada Panitera Muda Hukum 5. Bertanggung jawab terhadap pengisian register perkara Gugatan 6. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan
Sebagai Panitera Pengganti, bertugas :
1. Membantu hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya persidangan
2. Membantu hakim dalam hal : membuat PHS, membuat penetapan sita jaminan, membuat berita acara persidangan yang harus diselesaikan sebelum sidang berikutnya, membuat penetapan-penetapan lainnya, mengetik putusan/penetapan sidang;
3. Melaporkan kepada Panitera Muda Gugatan/Permohonan (Petugas Meja II) untuk dicatat dalam register perkara tentang adanya penundaan sidang serta alasan-alasannya, perkara yang sudah putus beserta amar putusannya kepada kasir untuk diselesaikan tentang biaya-biaya dalam proses perkara tersebut 4. Menyerahkan berkas perkara kepada Petugas Meja III apabila telah selesai
diminutasi
Sebagai Penanggung Jawab Kelompok Meja II, bertugas :
1. Bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan kelompok Petugas Meja II 2. Menerima tindasan pertama SKUM dari calon Penggugat/Pelawan/Pemohon 3. Mendaftar/mencatat surat gugatan atau permohonan dalam register yang
bersangkutan serta memberi nomor register pada surat gugatan atau permohonan tersebut
4. Menyerahkan kembali satu rangkap surat gugatan/permohonan yang telah diberi nomor register kepada Penggugat/Pemohon
5. Memasukkan asli surat gugatan/permohonan kedalam map dengan melampirkan tindasan pertama SKUM dan surat-surat yang berhubungan dengan gugatan/permohonan, disampaikan kepada Wakil Panitera, untuk selanjutnya berkas gugatan/permohonan tersebut disampaikan kepada Ketua Pengadilan Agama melalui Panitera dengan dilengkapi blanko PMH, PHS dan Penunjukan PP.
6. Menyiapkan konsep pembagian tugas tiap Ketua Majelis, Panitera Pengganti 7. Membuat laporan pembagian berkas perkara tiap Majelis pada tiap akhir bulan 8. Mencatat dalam register sesuai dengan jalannya perkara
9. Meneliti berkas perkara baru yang masuk Tugas pokok dan Fungsi Panitera Muda Permohonan:
a. Uraian ringkas pekerjaan
Mengadministrasikan permohonan perkara yang masuk, mencatat tanggal penunjukan majelis Hakim, tanggal putusan, diktum amar putusan, permohonan banding, permohonan kasasi, permohonan peninjauan kembali, hasil evaluasi, melaksanakan tugas khusus serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan
Penanggung jawab Pengadministrasian dalam register register perkara tingkat pertama atas perkara Permohonan
Membantu Hakim dalam kelancaran jalannya persidangan b. Perincian pelaksanaan pekerjaan
Sebagai Panitera Muda Permohonan, bertugas :
1. Melaksanakan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang berhubungan dengan masalah perkara permohonan
permohonan dan juga Permohonan Pembagian Harta Peninggalan (P3HP) 3. Mencatat setiap perkara yang diterima kedalam buku daftar disertai catatan
singkat tentang isinya
4. Menerima dan memberikan tanda terima atas : pernyataan Banding, Memori Banding, Kontra Memori Banding, penyataan Kasasi, Memori Kasasi, Kontra Memori Kasasi, pernyataan Peninjauan Kembali, Memori Peninjauan Kembali, Jawaban / tanggapan atas memori Peninjauan Kembali
5. Bertanggung jawab terhadap pengisian register perkara Banding, Kasasi, Peninjauan Kembali, Sita, Eksekusi dan Akta Cerai
6. Menyerahkan arsip berkas perkara kepada Panitera Muda Hukum 7. Bertanggung jawab terhadap pengisian register perkara Permohonan 8. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan
Sebagai Penanggung Jawab Kelompok Meja I, bertugas :
1. Bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan kelompok Petugas Meja I 2. Menerima gugatan, permohonan, perlawanan (verzet), pernyataan banding,
kasasi, permohonan peninjauan kembali, eksekusi, penjelasan dan penaksiran biaya perkara dan biaya eksekusi
3. Membuat surat kuasa untuk membayar (SKUM) dalam rangkap 3 dan menyerahkan SKUM tersebut kepada calon Penggugat/Pemohon
4. Mengevaluasi perkara baru setiap akhir bulan
Sebagai Panitera Pengganti, bertugas :
1. Membantu hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya persidangan
2. Membantu hakim dalam hal : membuat PHS, membuat penetapan sita jaminan, membuat berita acara persidangan yang harus diselesaikan sebelum sidang berikutnya, membuat penetapan-penetapan lainnya, mengetik putusan/penetapan sidang;
3. Melaporkan kepada Panitera Muda Gugatan/Permohonan (Petugas Meja II) untuk dicatat dalam register perkara tentang adanya penundaan sidang serta alasan-alasannya, perkara yang sudah putus beserta amar putusannya kepada
kasir untuk diselesaikan tentang biaya-biaya dalam proses perkara tersebut 4. Menyerahkan berkas perkara kepada Petugas Meja III apabila telah selesai
diminutasi.
Tugas Pokok dan Fungsi Panitera Muda Hukum :
Uraian Jabatan :
a. Uraian ringkas pekerjaan
Merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraan hukum, mengumpulkan, mengolah dan mengkaji data, menyajikan statistik perkara, membuat laporan perkara, menyimpan arsip berkas perkara yang masih berjalan, melakukan administrasi pembinaan hukum agama, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan
Penanggung jawab Pengadministrasian dalam register perkara tingkat banding, Kasasi, Peninjauan Kembali, Sita, Eksekusi, dan Akta Cerai
Membantu Hakim dalam kelancaran jalannya persidangan
Melayani para pencari keadilan dalam hal penyerahan salinan putusan/penetapan tingkat pertama, banding, kasasi, peninjauan kembali, akta cerai dan mengatur pelaksanaan tugas jurusita pengganti
b. Perincian pelaksanaan pekerjaan
Sebagai Panitera Muda Hukum, bertugas :
1. Mengumpulkan, mengolah dan mengkaji data, menyajikan statistik perkara, menyusun laporan perkara dan menyimpan arsip berkas perkara
2. Mengumpulkan, mengolah dan mengkaji serta menyajikan data hisab, rukyat, sumpah jabatan PNS, penelitian dan lain sebagainya serta melaporkannya kepada pimpinan
3. Melaksanakan penjilidan atau penyelesaian berkas perkara yang dimohonkan Banding, Kasasi dan Peninjauan Kembali
4. Mengirim berkas perkara yang dimohonkan Banding, Kasasi dan Peninjauan Kembali
5. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan
Sebagai Panitera Pengganti, bertugas :
1. Membantu hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya persidangan
2. Membantu hakim dalam hal : membuat PHS, membuat penetapan sita jaminan, membuat berita acara persidangan yang harus diselesaikan sebelum sidang berikutnya, membuat penetapan-penetapan lainnya, mengetik putusan/penetapan sidang;
3. Melaporkan kepada Panitera Muda Gugatan/Permohonan (Petugas Meja II) untuk dicatat dalam register perkara tentang adanya penundaan sidang serta alasan-alasannya, perkara yang sudah putus beserta amar putusannya kepada kasir untuk diselesaikan tentang biaya-biaya dalam proses perkara tersebut 4. Menyerahkan berkas perkara kepada Petugas Meja III apabila telah selesai
diminutasi
Sebagai Penanggung Jawab Kelompok Meja III, bertugas : 1. Sebagai Koordinator Kelompok Meja III
2. Bertanggungjawab terhadap pembuatan laporan bulanan, triwulan, 6 bulanan dan tahunan
3. Menyiapkan dan menyerahkan salinan putusan Pengadilan apabila ada permintaan dari para pihak
4. Mengatur urutan dan giliran Jurusita/Jurusita Pengganti yang melaksanakan pekerjaan kejurusitaan yang telah ditetapkan oleh Panitera
5. Membuat daftar perkara gugatan cerai yang sudah BHT dan dibuatkan AC dan membuat daftar cerai talak yang sudah ikrar talak
6. Bertanggung jawab terhadap penerbitan AC perkara gugat cerai yang telah ber BHT dan perkara cerai talak yang telah ikrar
Tugas Pokok dan Fungsi Panitera Pengganti : a. Uraian ringkas pekerjaan
Membantu Hakim dalam kelancaran jalannya persidangan
Membantu menerima gugatan, permohonan, perlawanan (verzet), pernyataan banding, kasasi, peninjauan kembali, eksekusi dan lain-lain yang berhubungan dengan keperkaraan
Menerima dan membukukan uang panjar biaya perkara b. Perincian pelaksanaan pekerjaan
Sebagai Panitera Pengganti, bertugas :
1. Membantu hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya persidangan
2. Membantu hakim dalam hal : membuat PHS, membuat penetapan sita jaminan, membuat berita acara persidangan yang harus diselesaikan sebelum sidang berikutnya, membuat penetapan-penetapan lainnya, mengetik putusan/penetapan sidang;
3. Melaporkan kepada Panitera Muda Gugatan/Permohonan (Petugas Meja II) untuk dicatat dalam register perkara tentang adanya penundaan sidang serta alasan-alasannya, perkara yang sudah putus beserta amar putusannya kepada kasir untuk diselesaikan tentang biaya-biaya dalam proses perkara tersebut 4. Menyerahkan berkas perkara kepada Petugas Meja III apabila telah selesai
diminutasi
5. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan atasan
Pasal 38 juga menyebutkan bahwa pada setiap Pengadilan Agama ditetapkan adanya Jurusita dan Jurusita Pengganti .
Tugas pokok dan Fungsi Jurusita pengganti : a. Uraian ringkas pekerjaan
Melaksanakan perintah hakim dalam hal pemanggilan, pemberitahuan, penegoran dan lain-lain yang berhubungan dengan keperkaraan
Membantu melaksanakan administrasi, melakukan pengurusan keuangan (kecuali mengenai pengelolaan biaya perkara) dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama dan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku
Sebagai Jurusita Pengganti, bertugas :
1. Melaksanakan semua perintah yang diberikan oleh Ketua Pengadilan Agama, Ketua Sidang dan Panitera
2. Menyampaikan pengumuman-pengumuman, tegoran-tegoran dan memberitahukan putusan Pengadilan Agama, Banding, Kasasi menurut cara-cara berdasarkan ketentuan undang-undang;
3. Melakukan penyitaan atas perintah Ketua Pengadilan Agama sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Membuat berita acara penyitaan, yang salinan resminya diserahkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan antara lain BPN setempat bila terjadi penyitaan sebidang tanah
5. Melakukan tugas-tugas lain atas perintah atasan
Sedangkan dalam pasal 44 Undang- Undang Nomor 7 tahun 1989 disebutkan bahwa Panitera Pengadilan merangkap Sekretaris Pengadilan “ hal ini berbeda dengan ketentuan pada pasal 44 Undang- Undang nomor 3 tahun 2006 bahwa “Panitera Pengadilan tidak merangkap Sekretaris Pengadilan “, tetapi dalam Undang- Undang Nomor 50 tahun 2009 tentang perubahan kedua dari Undang- Undang Nomor 7 tahun 1989 ketentuan pasal 44 tersebut dihapus.
Dalam melaksanakan tugasnya seorang Sekretaris dibantu Wakil Sekretaris , hal ini sebagaimana ketentuan pasal 43 Undang- Undang Nomor 7 tahun 1989 “ bahwa pada setiap Pengadilan ditetapkan adanya Sekretaris yang dipimpin oleh seorang Sekretaris dan dibantu Wakil Sekretaris”.
Tugas Pokok dan Fungsi Wakil Sekretaris :
Uraian Jabatan :
a. Uraian ringkas pekerjaan
Membantu dalam merencanakan dan melaksanakan pemberian pelayanan teknis dibidang administrasi umum di Pengadilan Agama Nganjuk serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijaksanaan Pengadilan Agama serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Melaksanakan perintah hakim dalam hal pemanggilan, pemberitahuan, penegoran dan lain-lain yang berhubungan dengan keperkaraan ;
b. Perincian pelaksanaan pekerjaan
Sebagai Wakil Sekretaris, bertugas :
1. Membantu pimpinan Pengadilan Agama dalam membuat program kerja jangka pendek dan jangka panjang, pelaksanaannya serta pengorganisasiannya; 2. Bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan tugas kesekretariatan. 3. Memimpin pelaksanaan tugas kesekretariatan
4. Menetapkan sasaran kegiatan Kesekretariatan setiap tahun kegiatan 5. Menyusun dan menjadwalkan rencana kegiatan di Kesekretariatan
6. Membagi tugas kepada bawahan dan menetapkan penanggungjawab kegiatan Kesekretariatan
7. Menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan dilingkungan Kesekretariatan.
8. Memantau pelaksanaan tugas para bawahan 9. Mengadakan rapat dinas dengan bawahan
10. Menyiapkan konsep rumusan kebijaksanaan pimpinan dibidang Kesekretariatan.
11. Menanggapi dan memecahkan masalah yang muncul dibidang kesekretariatan. 12. Mengadakan konsultasi dengan atasan setiap saat diperlukan
13. Mengevaluasi prestasi kerja bawahan dilingkungan kesekretariatan 14. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada Sekretaris
15. Melaksanakan tugas Sekretaris apabila sekretaris berhalangan
16. Melaksanakan tugas khusus yang didelegasikan oleh Pimpinan Pengadilan/atasan.
Adapun Wakil Sekretaris dalam melaksanakan tugasnya di Sekretariatan dibantu oleh:
Kasubbag Kepegawain yang tugas pokok dan fungsinya: Uraian
Jabatan :
a. Uraian ringkas pekerjaan
Merencanakan dan melaksanakan pengurusan kepegawaian dilingkungan Pengadilan Agama, serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
Melaksanakan perintah hakim dalam hal pemanggilan, pemberitahuan, penegoran dan lain-lain yang berhubungan dengan keperkaraan
b. Perincian pelaksanaan pekerjaan
Sebagai Kepala Urusan Kepegawaian, bertugas :
1. Bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan tugas pada bagian Kepegawaian
2. Menetapkan sasaran kegiatan setiap tahun 3. Menyusun dan menjadwalkan rencana kegiatan
4. Membagi tugas kepada para bawahan dan menentukan penanggungjawab kegiatan
5. Menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan dilingkungan kesekretariatan
6. Menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan bawahan 7. Memantau pelaksanaan tugas para bawahan dilingkungan kepegawaian 8. Mengadakan koordinasi dengan satuan kerja terkait
9. Menanggapi dan memecahkan masalah yang muncul dibidang kepegawaian 10. Mengadakan konsultasi dengan atasan setiap saat diperlukan
11. Mengevaluasi prestasi kerja bawahan dilingkungan kepegawaian 12. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada Sekretaris Pengadilan Agama
13. Menyiapkan konsep rumusan kebijaksanaan pimpinan dibidang kesekretariatan 14. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan
Sebagai Petugas Absensi bertugas :
1. Melaksanakan semua perintah yang diberikan oleh Ketua Pengadilan Agama 2. Membuat Absensi manual datang dan pulang
3. Mengontorol pegawai yang terlambat datang dan pulang cepat sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Membuat rekapan absensi setiap bulan dan mengirim ke PTA
5. Membuat rekapan pemotongan Tunjangan khusus kinerja Hakim dan Pegawai Negeri.
Kasubbag Umum tugas pokok dan Fungsinya:
Uraian Jabatan :
a. Uraian ringkas pekerjaan
Merencanakan dan melaksanakan urusan surat menyurat, perlengkapan rumah tangga dan perpustakaan serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama dan berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku
Membantu Hakim dalam kelancaran jalannya persidangan
Melaksanakan perintah hakim dalam hal pemanggilan, pemberitahuan, penegoran dan lain-lain yang berhubungan dengan keperkaraan
b. Perincian pelaksanaan pekerjaan
Sebagai Kepala Urusan Umum, bertugas :
2. Menetapkan sasaran kegiatan setiap tahun. 3. Menyusun dan menjadwalkan rencana kegiatan.
4. Membantu terhadap perencanaan dan penggunaan serta pembelanjaan anggaran negara.
5. Membagi tugas kepada para bawahan dan menentukan penanggungjawab kegiatan
6. Menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan bawahan 7. Memantau pelaksanaan tugas para bawahan dilingkungan Umum
8. Menyiapkan bahan konsep rumusan kebijaksanaan pimpinan dibidang surat-menyurat, perlengkapan, rumah tangga dan perpustakaan
9. Mengadakan rapat dinas dengan bawahan
10. Mengonsep laporan tahunan (LT), Laporan Mutasi Barang Tahunan (LMBT) dan kartu inventaris barang (KIB);
11. Mengusulkan penghapusan barang milik/kekayaan Negara 12. Mengevaluasi prestasi kerja bawahan di lingkungan Umum 13. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan
14. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan
Kasubbag Keuangan, tugas dan Fungsinya : a. Uraian ringkas pekerjaan
Membantu merencanakan dan melakukan pengurusan keuangan (kecuali mengenai pengelolaan biaya perkara) serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama dan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku
Membantu Hakim dalam kelancaran jalannya persidangan b. Perincian pelaksanaan pekerjaan
Sebagai Kepala Urusan Keuangan, bertugas :
Keunagan
2. Membantu terhadap perencanaan dan pengusunan anggaran ke dalam RKA-KL.
3. Membantu terhadap perencanaan dan penggunaan anggaran belanja. 4. Menetapkan sasaran kegiatan setiap tahun
5. Menyusun dan menjadwalkan rencana kegiatan
6. Membagi tugas kepada para bawahan dan menentukan penanggungjawab kegiatan
7. Menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan kegiatan bawahan 8. Memantau pelaksanaan tugas para bawahan dilingkungan Keuangan
9. Menyiapkan bahan konsep rumusan kebijaksanaan pimpinan dibidang keuangan
10. Mengadakan rapat dinas dengan bawahan
11. Mengadakan konsultasi dengan atasa setiap saat diperlukan 12. Mengevaluasi prestasi kerja bawahan di lingkungan Keuangan 13. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan
14. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh atasan
PENYUSUNAN STANDART OPERASIONAL PROSEDUR
Dalam rangka terwujudnya pelayanan prima kepada pencari keadilan, maka Pengadilan Agama Nganjuk dalam melaksanakan tugasnya berpedoman pada SOP yang telah didiskusikan dengan bagian terkait dengan analisa beban kerja yang tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama Nganjuk Nomor : W13-A22/10/OT.01.3/I/2013 sebagai Implementasi dari Undang- Undang Nomor : 25/2009 tentang Pelayanan Publik yang muatannya antara lain meliputi :
Kejelasan proses kerja untuk setiap proses kerja, dimaksud disini bahwa setiap pegawai/ pejabat akan memahami dengan jelas pekerjaan yang dilakukan dan bisa diselesaikan dengan waktu terukur .
Kejelasan tugas, tanggung jawab, target dan pengukuran terhadap hasil kerja dari setiap posisi, hal ini dimaksudkan bahwa pegawai/ pejabat dituntut untuk
menyelesaikan pekerjaan dan harus mencapai target yang ditentukan dengan penuh tanggung jawab .
Kejelasan wewenang yang diberikan atau yang dimiliki oleh setiap posisi untuk mengambil sebuah keputusan, hal ini memudahkan pegawai dalam mengambil sikap karena ada suatu kepastian tentang tugas tugasnya.
Kejelasan resiko dan dampak yng akan muncul bila tugas dan tanggung jawab tidak dilksanakan sebagimana mestinya, hal ini akan kelihatan apabila dalam melaksanakan tugasnya tidak dilaksanakan sesuai dengan target tersebut..
Tersedianya sistem pengelolaan organisasi, dengan adanya sistem maka bisa dikendalikan bila terjadi masalah dan dapat diketahui dengan cepat.
Profesionalitas personel peradilan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab utama harus memiliki ketrampilan menggunakan sistem- sistem yang dibangun.
Kondisi-kondisi tersebut diatas secara bertahap akan membawa organisasi menjadi organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran right sizing yang menjadi salah satu tujuan reformasi birokrasi.
Dalam SOP tersebut di Pengadilan Agama Nganjuk telah diatur dan dijabarkan dalam bentuk beberapa deskripsi diantaranya :
Pelayanan Pengadilan yang diberikan kepada masyarakat.
Prosedur tentang Pencatatan perkara masuk, PMH dan PHS.
Prosedur tentang penanganan perkara pada Pengadilan TK I.
Prosedur tata cara penyelesaian perkara oleh Majlis Hakim.
Prosedur Operasi tata cara pelaksanaan Mediasi.
Prosedur tentang Pemanggilan para Pihak, saksi dan atau saksi ahli.
Prosedur Operasi tentang tata cara pemberkasan perkara dan Minutasi di Pengadilan TK I.
Prosedur tentang Penyerahan Salinan Putusan/Penetapan dan atau Akta Cerai.
Prosedur tatacara Penyampaian salinan putusan ke para pihak.
Prosedur tentang Penanganan Permohonan sita jaminan, sita eksekusi, eksekusi riil dan eksekusi lelang.
Prosedur Operasi tatacara Penerimaan pendaftaran perkara dengan Pembayaran Cuma- Cuma ( Prodeo).
Prosedur operasi tentang tatacara Pengarsipan berkas perkara.
Prosedur tatacara melakukan Publikasi putusan.
Prosedur Operasi tatacara penerimaan Pendaftaran permohonan Banding.
Prosedur Operasi tatacara penerimaan Pendaftaran perkara Kasasi.
Prosedur Operasi tatacara Pendaftaran perkara Peninjauan Kembali.
BAB III
KEADAAN PERKARA
Pengadilan Agama Nganjuk pada tahun 2012 sisa perkara yang belum selesai sebanyak 548 perkara terdiri dari ( gugatan 541 perkara dan permohonan 7 perkara), sedangkan pada tahun 2013 menerima perkara sebanyak 2442 perkara yang terdiri dari 2336 perkara gugatan dan 106 perkara permohonan. Sehingga jumlah perkara yang ditangani sebanyak 2990 perkara. Adapun perkara yang diputus pada tahun 2013 sebanyak 2384 perkara sebagaimana matrik terlampir, sehingga sisa tundaan perkara sebanyak 606 perkara ( 20,27 %). Sisa tahun 2012 Terima 2013 Putus 2013 Sisa 2013 0 500 1000 1500 2000 2500
Grafik (grafik Perkara diterima ,diputus dan sisa Pengadilan Agama Nganjuk)
Terima 2013 G ( 2336 Pkr) P ( 106 Pkr) Putus 2013 G ( 2285 Pkr) P ( 99 Pkr) Sisa 2013 G ( 592 Pkr) P ( 14 Pkr) Sisa Tahun 2012 G ( 541 Pkr) P ( 7 Pkr)