PERMOHONAN UPAYA PENINJAUAN KEMBALI YANG BERKEADILAN DAN BERKEPASTIAN HUKUM DALAM PERKARA PERDATA
Teks penuh
Dokumen terkait
Sedangkan peninjauan kembali adalah salah satu dari upaya hukum yang dilakukan terhadap putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, peninjauan
Permintaan Peninjauan Kembali hanya dapat dilakukan satu kali Pasal 268 ayat (3), membenarkan atau memperkenankan permintaan peninjauan kembali atas suatu perkara “hanya
“PENINJAUAN KEMBALI (REQUEST CIVIL) DALAM PERKARA PERCERAIAN PERSPEKTIF MASHLAHAT (ANALISIS TERHADAP PUTUSAN-PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI DI INDONESIA)” benar- benar
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pertama, alasan diterimanya Peninjauan Kembali kedua (ke-2) dalam perkara Perdata didasarkan pada penemuan alat bukti (novum) yang
Peraturan Mahkamah Agung Ho. 1 tahun 1965 tersebut berisikan alasan dan cara mengajukan permohonan peninjau an kembali putusan perkara perdata maupun perkara pidana yang
Penelitian ini untuk mengkaji upaya peninjauan kembali yang diajukan oleh Terpidana berdasarkan kekeliruan atau kekhilafan hakim sebagai novum dalam mengadili
Permohonan disampaikan kepada Ketua Pengadilan Negeri, kemudian didaftarkan dalam buku register dan diberi nomor unit setelah pemohon membayar persekot biaya perkara yang
12Berdasarkan pembahasan tersebut, maka pada putusan upaya hukum peninjauan kembali dengan nomor 134 PK/Pdt.Sus-Pailit/2016, upaya hukum yang diajukan oleh Pemohon Peninjauan Kembali