• Tidak ada hasil yang ditemukan

I. Habib, T. H. Suprayogi dan P. Sambodho* Program S-1 Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "I. Habib, T. H. Suprayogi dan P. Sambodho* Program S-1 Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Kisaran dan Rerata Volume Ambing, Lama Massage, Lama Pemerahan,  Produksi Susu pada Kambing Penelitian
Ilustrasi 1. Garis Regresi Linier Hubungan antara Volume Ambing terhadap Produksi Susu  Hal  ini  berarti  volume  ambing  dapat  digunakan  untuk  memprediksi  produksi  susu  kambing  perah,  karena  semakin  besar  volume  ambing  maka  produksi  susuny
Tabel 2.  Koefisien Korelasi (r), Koefisien Determinasi (R2) dan Persamaan Regresi Volume  Ambing, Lama Massage dan Lama Pemerahan terhadap Produksi Susu
Ilustrasi 2. Garis Regresi Linier Hubungan antara Lama Massage terhadap Produksi Susu

Referensi

Dokumen terkait

Jika dibandingkan dengan baku mutu udara maka tingkat pencemaran masih dibawah ambang baku mutu udara, khususnya gas pencemar Partikulat (PM10) yaitu 150 µg/m3. Perlunya Tindakan

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah atau submasalah yang kebenarannya perlu diuji melalui penelitian itu.. Dijabarkan dari landaan teori atau

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh rute distribusi dengan total waktu tempuh dan jarak tempuh yang optimal berdasarkan implementasi Algoritma Semut pada

Pertanyaan penelitian : Seberapa besar kontribusi sektor pariwisata dalam penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Gorontalo Hasil penelitian menunjukkan bahwa : dari

 Direktur MDRN, Chandra Wijaya, menuturkan bahwa rencana transaksi material untuk penjualan dan transfer segmen bisnis restoran dan convenience store merek waralaba 7 -Eleven

Namun berdasarkan temuan yang didapatkan oleh penulis di lapangan, KSM yang mengelola TPST (khususnya yang didanai oleh APBD Kota Semarang) menyatakan tidak

Sedangkan isu-isu yang terkait dengan kebijakan adalah: (1) Tidak konsistennya ketentuan dan peraturan di bidang Kehutanan dari level kebijakan sampai pada level

Pada umumnya senyawa-senyawa metabolit sekunder suatu tanaman mempunyai aktivitas biologis, sehingga sering disebut sebagai senyawa- senyawa bioaktif, artinya senyawa