• Tidak ada hasil yang ditemukan

Malaria Tertiana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Malaria Tertiana"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

MALARIA DAN

MALARIA DAN

PERKEMBANGANNYA

PERKEMBANGANNYA

Definisi : Infeksi akut dan kronik yang disebabkan Definisi : Infeksi akut dan kronik yang disebabkan

oleh protozoa Genus Plasmodium oleh protozoa Genus Plasmodium  Ada 4 spesies Plasmodium yang me

 Ada 4 spesies Plasmodium yang menginfeksi manusia nginfeksi manusia 

1

1.. P P FFaallssiippaarruumm  Malaria falsiparum/tropikaMalaria falsiparum/tropika

2

2.. PP. . oovvaallee  Malaria ovale/kwartanaMalaria ovale/kwartana

3

3.. PP. . vviivvaaxx  Malaria vivax/tertianaMalaria vivax/tertiana

4.

(2)
(3)

Epidemiologi

Epidemiologi

•• T

Terjad

erjadi

i >

> 90

90 nega

negara

ra

300-500 juta kasus / 1 tahun

300-500 juta kasus / 1 tahun

2

2 juta

juta kematian

kematian /

/ tahun

tahun

 – 

 – >90% kematian di sahara afrika>90% kematian di sahara afrika  – 

 – Kematian pada anak anak <5 tahunKematian pada anak anak <5 tahun  – 

 – Faktor resiko kematianFaktor resiko kematian –  – terlambatnyaterlambatnya diagnosis

(4)

Malaria

Malaria

Malaria masih merupakan

Malaria masih merupakan

 problema

 problema klinik klinik bagi bagi negaranegara

tropik/sub-tropik. tropik/sub-tropik.  Reemerging desease

 Reemerging desease terjadi di 107terjadi di 107

negara dengan penderita yang negara dengan penderita yang mencapai 300-500 juta orang

mencapai 300-500 juta orang

Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, , Direktorat Jendral PP-PL. Malaria. Direktorat Jendral PP-PL. Malaria. Buku Informaasi PP&PL, Jakarta : Buku Informaasi PP&PL, Jakarta : 2008, Depkes RI.2008, Depkes RI.

23/10/2013 9:21:10 23/10/2013 9:21:10

kasus kematian mencapai 1 juta orang / tahun kasus kematian mencapai 1 juta orang / tahun

(5)

Data Depkes

• Presentasi endemisitas Malaria 2009 : 24 % • Presentasi endemisitas Malaria 2010 : 17 % Jumlah kasus 2010 : 229.189 kasus dan 900 meninggal

(6)
(7)
(8)

PETA DISTRIBUSI KASUS MALARIA DI INDONESIA TAHUN 2006

Low Moderate High

Free 1 dot = 100 Kasus 1 dot = 1000 kasus ## # # # ## # #### # # # # # # # # # # ## # # # # # # # ## ## ###### # # # ## # # # # ## # ### # ## ## # # ### # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ## # # # # # # # # # # ## # # # ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ## # # ### # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ## # ## # # # # # # # # # # ## # # # # # # # # ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ## # # # # # # # # # # ## # # # # ## # # # ## ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ## # # # # # # # # # ## # # # # ## # # # ## # # # # # # # # # ## ### ## # # # # # # # # # # # # # ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ## # # # # # # ## ## # # # # ### # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # #### ## # ## # # # # # # # # # # # # # # # # # ## # # ## # # # # # # # # # # # # # # ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ### ## ## ## ## # # # # # ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # #### # # # # # ### # ## # ###### # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ## # # ## # # # # # # # # # # # # # ## ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ## # # ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ########### # # # # ### # # ## ### # # # # ## # # ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ## # # # # # # # # # ## # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # ### # # # # # # ## # ## # # # # # # # #### # ## ## # # ## # # # # #### ### # # # ### ######### # # # # ####

(9)
(10)
(11)

• SIKLUS HIDUP PLASMODIUM

EXO HATI

A Merozoit Sel Hati Ruptur  (1  10-30 ribu) Merozoit Keluar 

MA Hipnozoit Skizon ERITROSIT SEKSUAL Skizon Tropo zoit Merozoit

 NUSIA Eritrosit Pecah

Merozoit Keluar  Demam

Makro Makro

Gametosit Gametosit

Sporozoit  NYAMUK  Makro Mikro

SEKSUAL Gamet Gamet

Ookist Pecah Fertilisasi

Inti Sel

Ookist Membelah Ookinet Ookista Mengandung Ookist

(12)

GEJALA KLINIS Malaria Tertiana 

Stadium Prodromal : 2-3 hari sebelum serangan

Akut  Malaise, mialgia, sakit kepala,anoreksia

demam.

Inkubasi 12-17 hari, pada hari2 awal panasnya kadang remiten atau intermiten, saat itu menggigil jarang

terjadi, pada akhir minggu panas jadi intermitten dan periodik per 48jam+trias malaria

Trias malaria :

1. Periode dingin (15-60 menit): menggigil, terjadi peningkatan temperatur

2. Periode panas : wajah memerah, nadi cepat dan panas, panas tinggi bertahan beberapa jam

3. Periode berkeringat : panas badan turun, penderita merasa sehat, periode tidak panasnya belangsung 36 jam

(13)

• Kepadatan parasit maksimal hari ke 7-14

• Minggu ke 2 limpa mulai teraba

• Parasitemia menurun setelah 14 hari, masih

 panas dan ada pemb. Limpa

(14)

Manifestasi Klinis Malaria

23/10/2013 9:21:10

Dorsey G, Gandhi, M, Oyugi JH, Rosenthal. Diificulties in the Prevention, diagnosis, and treatment of Imported malaria. Arch Intern Med.2000;160:2505-2510.

(15)

Perjalanan infeksi malaria

• Serangan primer: dari akhir inkubasi sampai

 panas, dingin berkeringat muncul

• Periode laten : tanpa gejala

• Recrudescene : berulangnya gejala klinik 

 parasitemia, 8 minggu sesudah serangan primer 

 berakhir 

• Recurrence : berulangnya gejala klinik atau

 parasitemia setelah 24 minggu serangan primer 

• Relapse : berulangnya gejala klinik atau

 parasitemia yang lebih lama dari waktu diantara

iodik

la n(

tahun)

(16)

PEMERIKSAAN FISIK 

 Demam, takikardia, limpa teraba dengan

konsistensi lembek dan nyeri bila ditekan,

hipotensi ortostatik, ikterus dan kebingungan. LABORATORIUM 

 Anemia, lekopenia, trombositopenia

 Retikulosit : - mula-mula normal/menurun

- Setelah parasit hilang meninggi

 Bilirubin dan transaminase meningkat

 Waktu protrombin meningkat

(17)

MENEGAKKAN DIAGNOSA 

 Adanya riwayat pemaparan di daerah endemik 

malaria

 Serangan menggigil diikuti demam dan berkeringat

banyak yang bersifat periodik 

 Splenomegali

 Laboratorium : Terdapat plasmodium pada

(18)

Pemeriksaan darah tepi :

Tebal :

Keuntungan : hasil positif lebih tinggi Kelemahan : sulit menentukan spesies

Tipis :

Keuntungan : Lebih mudah menentukan spesies

(19)

DIAGNOSTIK ALTERNATIF 

Kadang-2 tak ditemukan plasmodium. Pd pem. Darah tepi terutama pada fase eksoeritrosit sekunder

(ovale & vivax). Pemeriksaan lain 

1. Deteksi antigen :

- dengan cara Dipstik (Immunokromatografi) - khusus untuk falsiparum

2. Pengecatan fluorisens nukleus parasit

Cara : Darah dan acridine orange disentrifugasi pada tabung hematokrit. Nukleus parasit dilihat dengan

mikroskop fluorisen.

 Atau : Sediaan darah tipis diwarnai dengan acridine orange.

(20)

3. Polymerase Chain Reaction (PCR).

4. Tes Antibodi.

(21)

DIAGNOSA BANDING   A. Influenza B. ISK   C. Demam Tifoid D. Hepatitis E. Demam Dengue F. Abses Hati Amuba G. Leptospirosis

(22)

KOMPLIKASI :

1. Malaria serebral : Malaria falsiparum

dengan gangguan kesadaran yang telah disingkirkan penyebab lainnya

Gejala klinis : kesadaran menurun,

opistotonus, rigiditas, peningkatan tekanan intrakranial, pernafasan Cheyne stoke,

deviasi bola mata, nystagmus.

Prognosa :10 % dengan sekuele,

15  – 25 % meninggal, sisanya sembuh

(23)

• 2. Anemia berat : Hitung parasit > 10.000/ul

Hb < 5 gr % atau Htc < 15 %

• 3. Gagal ginjal : urine < 400 ml/24 jam atau 12

ml/KgBB/24 jam dan kreatinin > 3 mg/dl. Sering terjadi pada orang dewasa .Umumnya reversibel. Sebagian membutuhkan HD.

• 4. Edema paru atau ARDS.

• 5. Hipoglikemia : KGD < 40 mg/dl. Umumnya

meninggal atau sembuh dengan sekuele.

Penyebab : pemberian kuinin yang cepat atau  jangka waktu lama.

• 6. Syok : TDS < 70 mmHg, kulit dingin dan

basah. Malaria Algida adalah malaria dengan syok  dan sering disertai dengan asidosis dan

(24)

• 7. Perdarahan spontan gusi, hidung,sal.cerna,

DIC.

• 8. Kejang berulang > 2 X dalam 24 jam setelah

pendinginan pada hipertermia

• 9.  Asidosis : pH <7,25 atau Bicnat < 15 mmol/l

• 10. Hemoglobinuria makroskopis.

• Penderita malaria yang tidak sanggup duduk,

hiperparasitemia (>2 % pada non imun atau > 10 % pada pasien imun), ikterus ( bil. > 3

mg/dl), hiperpireksia (temp. rektal > 40 °C)

atau malaria dengan komplikasi diatas dikatagorikan sebagai MALARIA BERAT

(25)

Gambaran Klinis lain Malaria berat

• Gangguan Kesadaran ringan (GCS < 15),

delirium atau somnolen

• Kelemahan otot tanpa kelainan neurologis

• Hiperparasitemia > 5 % pada daerah

hipoendemik atau daerah tak stabil malaria

• Ikterus (bilirubin > 3 mg/dl)

(26)

Resiko Tinggi untuk terjadinya malaria berat

•  Anak 6 bln  – 6 thn di daerah endemis

• ♀ hamil trimester I tinggal di daerah endemis

• Pelancong dari daerah bukan endemis ke

daerah endemis

• Pasien yang kembali ke daerah endemis

tinggi setelah beberapa tahun meninggalkan daerah tersebut

• Pasien dengan daya tahan tubuh rendah

misalnya dalam pengobatan steroid jangka panjang, sitostatika dan imunosupresan

(27)
(28)
(29)

Pengobatan Profilaksis 

 Diberikan kepada orang sehat yang

memasuki daerah endemis malaria untuk  tujuan pencegahan.

 Obat diberikan sebelum memasuki daerah

malaria sampai setelah 6 minggu meninggalkan daerah tersebut.

(30)

Diduga Malaria

Parasit Negative? Parasit Positive ?

•Klorokuin Basa 150mg : Hari I : 4 tab + 2

tab (6 jam kemudian) Hari II& III : 2 tab, atau Hari 1&II : 4 tablet Hari III : 2 tablet *Primakuin : 45mg/1x

SP 3 tablet/1x atau Kina tab3x400/600 (7 hari) + Primakuin 45mg/1x

Falsiparum Mixed/F+V Vivax

Ringan/Sedang

Berat Algoritma Penatalaksanaan

(31)

Parasit Positive ?

Falsiparum Mixed/F+V Vivax

Berat Ringan/Sedang Parasit ++++/>5% atau/+ Komplikasi : *Gangguan kesadaran *Ikterus, Bil.>3mg/dL *Sistolik<70 mmHg *Sesak napas *Oliguria/Kreat > 3mg% *Gejala perdarahan *Temp. ≥ 40% *Kening hitam *Gula darah < 40mg% TERAPI dengan : Kina HCL per-infus 500mg/250-500 cc 5% desktrosa/ 6-8 jam (max 2000 mg) Klorokuin Basa 150 mg :

Hari I : 4 tab + 2 tab (6jam kemudian),Hari II&III :2 tablet atau Hari I&II :4 tab., Hari III : 2 tablet

Bila perlu terapi radikal:

*Falsip Primakuin 45 mg/1x3(1 hari) * Mixed :Primakuin 15mg/hari (14 hari)

BILA RESISTEN :

•Sampai hari ke 7,parasit masih positif (R.II/R.III), ATAU

*Sampai hari ke 28, parasit masih positif (R.I)

Sulfadoksin-pirimetamin :3 tab/1x Atau

Kina Sulfat :

3x400-600 mg/hari selama 7 hari, atau 3x400-600 mg/hari selama 3 hari + Sulfadoksin-pirimetamin 3 tab/1x

Bila masih positif pada hari ke 7 RUJUK ke-Pusat

Referensi

Dokumen terkait

Pada malaria menahun konsistensi limfa mengeras (Sutanto, 2008). Pada malaria juga terjadi anemia yang mana tergantung terhadap parasit yang menginfeksi. Pada malaria

Anopheles sebagai vektor malaria, mengakibatkan petugas pelayanan kesehatan ataupun juru malaria penularan malaria terus terjadi, sementara perilaku desa (kader) sangat besar

Berdasarkan permasalahan tersebut, dalam Tugas Akhir ini penulis akan melakukan kajian pada model penyebaran penyakit malaria dengan mempertimbangkan jenis malaria resisten dan

Komplikasi malaria disebabkan umumnya disebabkan oleh malaria falcifarum dan sering di sebut pernicious manifestation, sering terjadi mendadak tanpa gejala gejala sebelumnya

Penduduk berisiko telah mendapat kelambu berinsektisida, tetapi masih dapat terserang malaria, hal ini diketahui dari data KLB malaria yang terjadi pada tahun 2013 dengan proporsi

Sedangkan sampel diambil secara purposif dengan beberapa kriteria inklusi yakni pernah bermigrasi ke daerah luar Jawa atau daerah yang endemis malaria empat minggu sebelum

Penularan penyakit malaria dapat terjadi secara alamiah dan tidak alamiah Parasit sporozoa plasmodium yang menyebabkan malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles

Malaria kongenital ini paling banyak dilaporkan dan terjadi karena pelepasan plasenta diikuti transmisi parasit malaria ke janin. Ibu hamil merupakan salah satu subjek