• Tidak ada hasil yang ditemukan

(Skripsi) Oleh YANTI YOSEFA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "(Skripsi) Oleh YANTI YOSEFA"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

i UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKN

DENGAN TEMA INDAHNYA NEGERIKU MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STAD PADA SISWA KELAS IV SDN 60

GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017

(Skripsi)

Oleh

YANTI YOSEFA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG 2017

(2)

iii ABSTRAK

UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKN DENGAN TEMA INDAHNYA NEGERIKU MELALUI MODEL

PEMBELAJARAN STAD PADA SISWA KELAS IV SDN 60 GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Oleh

YANTI YOSEFA

Masalah dalam penelitian ini adalah guru lebih banyak memberikan materi pembelajaran melalui metode ceramah, sehingga siswa kurang aktif cenderung pasif pada saat pembelajaran berlangsung, hal ini berdampak pada rendahnya aktifitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN 60 Gedongtataan yang nilainya masih di bawah KKM. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar PKn dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa lembar pengamatan aktivitas siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa, untuk mengetahui hasil belajar menggunakan tes.Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar tema indahnya negeriku. Hal ini ditunjukan data di mana pada siklus I aktivitas belajar siswa dengan kategori baik 77,50%. Sedangkan pada siklus II aktivitas belajar siswa dengan kategori sangat baik 91,25%. Ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata 68 dan pada siklus II dengan nilai rata-rata 80.

(3)

ii UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKN

DENGAN TEMA INDAHNYA NEGERIKU MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STAD PADA SISWA KELAS IV SDN 60

GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Oleh

YANTI YOSEFA Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN

Pada

Jurusan Ilmu Pendidikan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG 2017

(4)
(5)
(6)
(7)

i RIWAYAT HIDUP

Penulis bernama Yanti Yosefa, anak keenan dari 8 bersaudara, lahir di Negerisakti, 26 Maret 1983 dari pasangan Ayahanda bernama Hasan Udiat dan Ibunda Hasbuna (alm) Penulis lulus Sekolah Dasar Negeri 1 Bernung pada tahun 1995, penulis melanjutkan ke SMPN 1 Gedongtataan lulus pada tahun 1998. Pada tahun 2001 penulis menyelesaikan SMUN Grdongtataan. Kemudian pada tahun 2010 penulis terdaftar sebagai mahasiswa S1 PGSD SKGJ dalam jabatan FKIP Unila melalui PPKHB.

(8)

ii PERSEMBAHAN

Bismillaahir rahmaanir rahiim

Dengan segenap cinta aku persembahkan karya sederhana ini untuk:

1. Ibunda dan Ayahandaku yang selalu membimbing dan mendoakan keberhasilanku.

2. Suamiku tercinta yang selalu mendampingi dan memberi motivasi demi keberhasilanku.

3. Anakku tersayang, bunda sayang padamu

4. Teman-teman sejawat yang tidak dapat kusebutkan satu persatu, terima kasih atas perhatian yang diberikan.

5. Almamaterku, Universitas Lampung

Terima kasih atas segala dukungan serta doa restu yang telah diberikan, sehingga saya bisa menyelesaikan skripsi ini.

(9)

iii

Motto

Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin

Allah meninggikan orang-orang yang beriman

diantara kamu dan orang-orang yang berilmu

pengetahuan beberapa derajar

(10)

iv

SANWACANA

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya, sehingga skripsi yang berjudul “Upaya Peningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar PKn Dengan Tema Indahnya Negeriku Melalui Model Pembelajaran STAD Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun Pelajaran 2016/2017” dapat diselesaikan.

Sudah selayaknya penulis sampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penulisan skripsi ini terutama kepada:

1. Bapak Dr. Hi. Muhammad Fuad., M.Hum, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung yang telah memberikan ijin penelitian.

2. Ibu Dr. Riswanti Rini, M.Si., selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung yang telah memberi kelancaran administrasi dalam penyusunan skripsi ini.

3. Bapak Drs. Maman Surahman, M.Pd., selaku Ketua Program Studi S.1 PGSD Universitas Lampung dan selaku pembahas yang telah memberi persetujuan kepada penulis untuk menyusun skripsi ini sekaligus yang telah memberikan saran, kritik dan masukan dalam skripsi ini.

4. Bapak Drs. Sugiyanto, M.Pd., selaku dosen pembimbing, yang telah membimbing dengan sabar dan penuh kasih sayang sampai skripsi ini terselesaikan.

(11)

v 5. Bapak dan Ibu dosen beserta Staf Universitas Lampung yang telah memberi ilmu pengetahuan selama penulis menuntut ilmu pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

6. Ibu Evi Sri Mardiati, S.Pd., selaku Kepala SDN 60 Gedongtataan yang telah memberi ijin penelitian.

7. Semua Dewan Guru SDN 60 Gedongtataan Kabupaten Pesawaran, atas kerjasama dan bantuannya.

Pesawaran, Februari 2017

(12)

vi DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DEPAN……… ii ABSTRAK……… iii PERSETUJUAN……….. iv PENGESAHAN………..……… v PERNYATAAN……….……… vi

RIWAYAT HIDUP……… vii

PERSEMBAHAN………. viii

MOTTO………. ix

SANWACANA………. x

DAFTAR ISI……… xii

DAFTAR TABEL…..……… xv

DAFTAR GAMBAR……… xvi

DAFTAR LAMPIRAN……… xvii

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah……….. 1

B. Identifikasi Masalah……… 3

C. Pembatasan Masalah……… 3

D. Rumusan Masalah……… 3

E. Tujuan Penelitian………. 4

F. Manfaat Penelitian ……….. 4

II. KAJIAN PUSTAKA A. Belajar dan Pembelajaran ……… 6

1. Belajar……….. 6 a. Pengertian Belajar……… 6 b. Aktivitas Belajar……… 7 c. Hasil Belajar ………. 8 d. Ciri-ciri Belajar……… 8 2. Pembelajaran……… 9 a. Pengertian Pembelajaran……….. 9 b. Tujuan Pembelajaran……… 9 c. Ciri-ciri Pembelajaran………. 10

B. Pembelajaran Tematik Terpadu……..……… 11

1. Pengertian Pembelajaran Tematik Terpadu SD……… 11

2. Tujuan Pembelajaran Tematik Terpadu SD ……… 12

3. Ciri-ciri Pembelajaran Tematik Terpadu………. 12

C. Pembelajaran Saintifik……….. 13

1. Pengertian Pembelajaran Saintifik ………. 13

2. Langkah-langkah Pembelajaran Saintifik ……….. 13

D. Pembelajaran PKn………. 14

(13)

vii Halaman

2. Tujuan PKn……… 15

E. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD……… 15

1. Pembelajaran Kooperatif……… 15

2. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD………. 16

3. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif STAD……… 17

4. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD……….. 19

F. Hipotesis Tindakan…..………. 19

III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian……… 20

B. Setting Penelitian………. 20

1. Tempat dan Waktu Penelitian……… 20

2. Subjek Penelitian ……….. 21 C. Prosedur Penelitian……… 21 Siklus I………. 22 1. Perencanaan ……….. 22 2. Pelaksanaan ………. 22 3. Pengamatan……… 23 4. Refleksi……… 23 Siklus II……… 24 1. Perencanaan ……….. 24 2. Pelaksanaan ………. 24 3. Pengamatan……… 25 4. Refleksi……… 26

D. Teknik Pengumpulan Data………. 26

1. Observasi……….. 26

a. Aktivitas Siswa……… 26

b. Tes……….. 27

E. Teknik Analisis Data……….. 28

F. Indikator Keberhasilan……… 29

G. Jadwal Penelitian ……… 29

IV. HASIL PEMBAHASAN DAN PENELITIAN A. Hasil Penelitian Siklus I……… 31

1. Perencanaan ……… 31

2. Pelaksanaan Tindakan Siklus I……… 32

3. Pengamatan Siklus I……… 33

a. Aktivitas Belajar Siswa Siklus I…….……… 33

b. Hasil Belajar Siswa Siklus I……… 34

4. Refleksi Siklus I……… 35

B. Hasil Penelitian Siklus II……… 36

1. Perencanaan ……… 36

2. Pelaksanaan Tindakan Siklus II……… 36

3. Pengamatan Siklus II……… 37

(14)

viii Halaman

b.Hasil Belajar Siswa Siklus II………. 39

4. Refleksi Siklus II……… 40

C. Pembahasan ……… 40

1. Aktivitas Belajar Siswa denan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD………. 41

2. Hasil Belajar Siswa denan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD………. 42

V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan………... 44

B. Saran………. 44

DAFTAR PUSTAKA ……….. 46

(15)

ix DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Persentasi Hasil Ulangan Pkn Semester Ganjil

TP 2016/2017 Kelas IV………. 2

2. Langkah-langkah Pembelajaran Saintifik……… 13

3. Fase-fase Pembelajaran Model Kooperatif Tipe STAD……….. 18

4. Lembar Penilaian Aktivitas Siswa………. 26

5. Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa……… 27

6. Kreteria Penilaian Aktivitas Siswa……… 27

7. Hasil Belajar Siswa……….. 27

8. Ketuntasan Hasil Belajar……… 29

9. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa dalam Pembelajaran PKn Siklus I………. 33

10. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa Siklus I Mata Pelajaran PKn Tahun Pelajaran 2016/2017……… 34

11. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Mata Pelajaran PKn Tahun 2016/2017………. 38

12. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa Siklus II Mata Pelajaran PKn Tahun Pelajaran 2016/2017………. 39

13. Distribusi REkapitulasi Aktivitas Belajar Siswa……… 41

(16)

x DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Siklus Penelitian Tindakan………. 21

2. Jadwal Penelitian……… 30

3. Grafik Aktivitas Siswa Siklus I………. 34

4. Grafik Hasil Belajar Siswa Siklus I……….. 35

5. Grafik Aktivitas Siswa Siklus II………. 38

6. Grafik Hasil Belajar Siswa Siklus II……….. 39

7. Foto Kegiatan Pembelajaran Siklus I………. 76

(17)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Surat Ijin Penelitian dari Dekan FKIP……… 48

2. Surat Pernyataan………..……… 49

3. Surat Pernyataan Teman Sejawat….…..……… 50

4. Pemetaan Kopetensi Dasar……… 51

5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ………..…… 52

6. Pemetaan Kopetensi Dasar……… 55

7. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ………..…… 56

8. Lembar Tes Awal Siklus I………. 59

9. Lembar Tes Awal Siklus II………. 60

10. Lembar Kerja Siswa Siklus I………. 61

11. Lembar Kerja Siswa Siklus II………. 62

12. Lembar Evaluasi Siswa Siklus I……… 63

13. Lembar Evaluasi Siswa Siklus II……… 64

14. Lembar Kunci Jawaban Tes Awal ……….……… 65

15. Lembar Kunci Jawaban Tes Awal ……….……… 66

16. Lembar Kunci Jawaban Evaluasi Siswa ……….………….. 67

17. Lembar Aktivitas Siswa Siklus I………. 68

18. Lembar Aktivitas Siswa Siklus II………. 69

19. Lembar Hasil Belajar Siswa Siklus I………. 70

20. Lembar Hasil Belajar Siswa Siklus II………. 71

21. Urutan Nilai Pembagian Kelompok Siklus I……… 72

22. Urutan Nilai Pembagian Kelompok Siklus II……… 73

23. Lembar Pembagian Kelompok Siklus I……….. 74

(18)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan hidup manusia, ada dua hal yang menyebabkan manusia mengalami peningkatan kemampuan, yakni kematangan dan belajar. Keduanya sering terjadi secara bersamaan dalam kehidupan manusia. Perubahan yang disebabkan kematangan disebut pertumbuhan sedangkan perubahan karena belajar disebut perkembangan.

Kegiatan belajar, ada beberapa faktor yang terkait agar kegiatan individu benar-benar merupakan kegiatan belajar. Belajar merupakan proses mental dalam memahami tingkah laku manusia, yang menyangkut beberapa faktor, yaitu asosiasi, motivasi, variabilitas, kebiasaan, kepekaan, pencetakan dan hambatan.

Berdasarkan pengalaman mengajar di kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran dalam mata pelajaran PKn, sebagian besar siswa pasif, takut dan malu untuk mengungkapkan ide-ide ataupun penyelesaian soal-soal yang diberikan. Banyak sekali siswa yang kurang menyukai pelajaran PKn dan menganggap PKn pelajaran yang membosankan.

Ada beberapa faktor penyebab rendahnya nilai hasil belajar di antaranya guru lebih banyak memberikan materi pelajaran melalui metode ceramah, sedangkan siswa hanya pasif dan mendengarkan, sehingga pembelajaran terkesan membosankan dan

(19)

2

membuat siswa tidak berkonsentrasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Kurang bervariasinya guru dalam menggunakan metode dan model, pembelajaran membuat siswa tidak memiliki minat dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah.

Pembelajaran PKn seharusnya siswa benar-benar aktif, sehingga pembelajaran PKn akan berdampak pada ingatan siswa tentang apa yang dipelajari. Suatu konsep mudah dipahami dan diingat siswa bila konsep tersebut diajarkan melalui prosedur dan langkah-langkah yang tepat, jelas dan menarik.

Berdasarkan pengalaman mengajar siswa kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, nilai rata-rata pembelajaran PKn berdasarkan Semester Ganjil 2016/2017 adalah 5,5. Nilai tersebut masih lebih rendah dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 65.

Berikut adalah tabel persentasi hasi ulangan PKn semester ganjil 2016/2017 kelas IV

Tabel 1. Persentasi Hasil Ulangan PKn Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017 Kelas IV

No Kreteria Rentang Nilai Banyaknya

Siswa Presentase 1 Baik ≥ 65 3 orang 20% 2 Cukup 50-59 5 orang 33% 3 Kurang ≤49 7 orang 47% Jumlah 15 orang 100%

Sumber: Nilai Ulangan PKn Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat siswa yang tuntas hanya 3 siswa dari 15 siswa, jika dipersentasikan siswa yang tuntas hanya 20%. Kondisi tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar PKn di kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan masih rendah. Salah satu kesulitan yang dialami oleh siswa adalah sulitnya memahami materi yang diberikan oleh guru, dalam mengikuti pelajaran.

(20)

3

Menciptakan suasana pembelajaran yang aktif salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

Berdasarkan uraian dan permasalahan di atas, peneliti selaku guru kelas IV mencoba melakukan perbaikan dengan cara Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hal ini untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran Tahun Pelajaran 2016/201.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, terungkap beberapa permasalahan di dalam pembelajaran PKn di kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran yakni sebagai berikut:

1. Guru lebih banyak memberikan materi pembelajaran melalui metode ceramah, sehingga siswa pasif.

2. Kurangnya perhatian siswa pada pelajaran yang berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa.

3. Siswa kurang aktif cenderung pasif pada saat pembelajaran berlangsung.

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan indentifikasi masalah di atas peneliti dapat merumuskan pembatasan masalah adalah : Rendahnya aktivitasdan hasil belajara siswa kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan

D. Rumusan Masalah dan Permasalahan

Atas dasar latar belakang dan identifikasi masalah, maka masalah penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: rendahnya aktivitas dan hasil belajar PKn peserta didik

(21)

4

di kelas kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan, Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran, Dengan demikian permasalahan yang diajukan adalah:

1. Bagaimanakah peningkatan aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran Tahun Pelajaran 2016/2017 ?. 2. Bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan model

pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran Tahun Pelajaran 2016/2017 ?.

E. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Negeri 60 setelah mengikuti pembelajaran kooperatif tipe STAD pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini diperuntukan bagi: a. Siswa

Melatih siswa bekerja sama dalam kelompok dan bersosialisasi dengan teman. b. Guru

1. Memperoleh pengalaman yang dapat dijadikan bahan dalam penyusunan rancangan pembelajaran dan meningkatkan model pembelajaran.

2. Memperoleh gambaran nyata berbagai hal yang berhubungan dengan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

c. Kepala Sekolah

Memberikan informasi kepada sekolah sebagai penyelenggara pendidikan dalam mengatur, melaksanakan, dan mengevaluasi pendidikan secara utuh dan mandiri.

(22)

5

d. Peneliti Lain

Bagi para peneliti berikutnya, lebih mengembangkan lagi penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai salah satu bahan penelitian, terutama pada mata pelajaran PKn di Sekolah Dasar, (SD/MI).

(23)

6

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Belajar Dan Pembelajaran 1. Belajar

a. Pengertian Belajar

Belajar adalah proses perubahan dalam prilaku sebagai hasil dari pengalaman dalam berinteraksi. Hasil belajar tercermin dalam perubahan perilaku. pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku kecakapan, keterampilan dan kemampuan, serta perubahan aspek-aspek yang lain yang ada pada individu yang belajar

Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Hamalik (2004:27)

Belajar adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar siswa. Winataputra (2008: 14). Belajaran adalah penguasaan atau memperoleh pengetahuan tentang suatu subjek keterampilan dengan belajar, pengalaman atau instruksi. belajaran sebagai proses pengondisian kearah prilaku spontan yang dicapai melalui program pelatihan dengan imbalan dan hukuman. Skiner dalam Rusman (2008:161)

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang, perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat diindikasikan dalam berbagai bentuk seperti pengetahuan, pemahaman, sikap, tingkah laku, kecakapan, keterampilan pada individu yang

(24)

7

belajar, yang menyebabkan perubahan tingkah laku, dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dilakukan seumur hidup.

b. Aktivitas Belajar

Aktivitas belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan perubahan pengetahuan-pengetahuan, nilai-nilai sikap, dan keterampilan pada siswa sebagai latihan yang dilaksanakan secara sengaja. Kata aktivitas berasal dari kata activity yang artinya kegiatan belajar yang berhasil mesti melalui berbagai macam aktivitas baik aktivitas fisik maupun psikis.

Aktivitas fisik ialah peserta didik giat aktif dengan anggota badan, membuat sesuatu, bermain atau bekerja, ia tidak hanya duduk dan mendengarkan, melihat atau hanya pasif. Ahmadrohani (2004: 6)

Aktivitas belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi lingkungannya. Slameto (2003: 2)

Keberhasilan siswa dalam belajar tergantung pada aktivitas yang dilakukannya selama proses pembelajaran. Aktivitas belajar adalah segenap rangkaian atau kegiatan secara sadar yang dilakukan seseorang yang mengakibatkan perubahan dalam dirinya. Sriyono (2011: 14)

Menurut beberapa pendapat di atas disimpulkan aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan yang menimbulkan dorongan untuk berbuat. Perbuatan-perbuatan yang dilakukan, termasuk belajar dan bekerja merupakan aktivitas. Aktivitas siswa merupakan kegiatan atau perilaku yang terjadi selama proses belajar mengajar.

(25)

8

c. Hasil Belajar

Hasil belajar adalah prestasi dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secara individu maupun kelompok. Hasil belajar akan tampak pada setiap perubahan pada aspek-aspek pengetahuan, pengertian, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, etis atau budi pekerti dan sikap. Sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.

Hasil belajar adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secara individu maupun kelompok, setelah siswa menyelesaikan semua kegiatan yang dilakukan untuk mengukur kemampuan kognitif atau ranah yang mencakup kegiatan mental atau otak, kemampuan afektif atau ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai, dan psikomotor yang merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar. Hamalik, (2010: 81)

Hasil belajar adalah hasil akhir setelah mengalami proses belajar, perubahan itu tampak dalam perbuatan yang dapat diamati,dan dapat diukur. Arikunto (2009: 133)

Menurut pendapat di atas disimpulkan hasil belajar adalah suatu perubahan yang terjadi pada individu yang belajar, bukan hanya perubahan mengenai pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk kecakapan, kebiasaan, pengertian, penguasaan, dan penghargaan dalam diri seseorang yang belajar yang tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya, karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.

d. Ciri-ciri Belajar

Belajar adalah proses perubahan dalam prilaku sebagai hasil dari pengalaman dalam berinteraksi. Hasil belajar tercermin dalam perubahan perilaku. pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku kecakapan, keterampilan dan kemampuan, serta

(26)

9

perubahan aspek-aspek yang lain yang ada pada individu yang belajar. Hakekat belajar yaitu sebuah perubahan tingkahlaku yang terjadi pada pembelajar.

Belajar memiliki ciri-ciri diantaranya: 1. Perubahan yang terjadi secara sadar 2. Perubahan belajar bersifat fungsional 3. Perubahan belajar bersifat positif dan aktif 4. Perubahan belajar tidak bersifat sementara 5. Perubahan belajar bertujuan atau terarah

6. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkahlaku. Arikunto (2009: 138) 2. Pembelajaran

a. Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran adalah interaksi pesertadidik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang saling bertukar informasi.

Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada pesertadidik. Wikipedia (2015:2)

Pembelajaran adalah proses untuk membentuk pesertadidik agar dapat belajar dengan baik. Pesertadidk dapat belajar dan menguasai isi pelajaran sehingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), yang dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor).

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka yang dimaksud dengan pembelajaran b dalam penelitian ini adalah proses memperoleh ilmu dan pengetahuan untuk mencapai aspek kognitif, afektif dan psikomotor.

b. Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran adalah terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi belajar yang diharapkan terjadi atau dikuasai oleh pesertadidik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu.

(27)

10

Tujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam bentuk perilaku yang diwujudkan dalam bentuk tulisan yang menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Rusman (2008:8)

Tujuan pembelajaran adalah pernyataan mengenai keterampilan atau konsep yang diharapkan dapat dikuasai oleh pesertadidik pada akhir periode pembelajaran, berupa arah yang hendak dituju dari rangkaian aktivitas yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Suprijono (2011:23)

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan tujuan pembelajaran adalah bentuk perilaku yang diwujudkan dengan rangkaian aktivitas yang dilakukan selama proses pembelajaran.

c. Ciri-ciri Pembelajaran

Pembelajaran berasal dari kata ajar yang mendapat awalan pe dan akhiran an yang dalam kamus bahasa Indonesia berarti cara atau perbuatan mengajar atau mengajarkan.

Ciri-ciri pembelajaran

1. Rencana ialah penataan ketenagaan, material, dan prosedur yang merupakan unsur-unsur sistem pembelajaran, dalam suatu rencana khusus.

2. Saling ketergantungan, antara unsur-unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam suatu keseluruhan. Tiap unsur bersifat esensial dan masing-masing memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran.

3. Tujuan, pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. Hamalik (2000:45)

Selanjutnyaciri-ciri pembelajaran lebih detail adalahsebagaiberikut:

1. Memiliki tujuan, yaitu untuk membentuk siswa dalam suatu perkembangan tertentu.

2. Terdapat mekanisme, prosedur, langkah-langkah, metode dan teknik yang direncanakan dan didesain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 3. Fokus materi ajar, terarah, dan terencana dengan baik.

(28)

11

4. Adanya aktivitas siswa yang merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya kegiatan pembelajaran.

5. Aktor guru yang cermat dan tepat.

6. Terdapat pola aturan yang ditaati guru dan siswa dalam proporsi masing-masing.

7. Limit waktu untuk mencapai tujuan pembelajaran.

8. Evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi produk. Sudjana (2004:19)

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan ciri-ciri pembelajaran adalah terencana, saling ketergantungan, dan mempunyai tujuan, terdapat mekanisme, materi ajar, dan pola aturan limit waktu untuk mengevaluasi.

B. Pembelajaran Tematik Terpadu SD

1. Pengertian Pembelajaran Tematik Terpadu SD

Pembelajaran tematik terpadu (PTP) pertama kali dikembangkan pada tahun 1970-an. Belakangan PTP diyakini sebagai salah satu model pembelajaran yang efektif karena mampu mewadahi secara terpadu dimensi emosi, fisik, dan akademik peserta didik di dalam kelas atau di lingkungan sekolah. PTP pertama kali dikembangkan untuk anak-anak berbakat dan bertalenta, anak-anak cerdas, program perluasan belajar, dan peserta didik yang belajar cepat. Rosyidi (2014: 15)

Pembelajaran tematik terpadu adalah suatu proses pembelajaran dengan melibatkan/mengkaitkan berbagai bidang studi yang diharapkan akan dapat memberi pengalaman kepada peserta didik terhadap konsep-konsep yang mereka pelajari. Prabowo (2000: 2)

Pembelajaran tematik terpadu adalah pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengkaitkan dari beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberi pengalaman bermakna bagi siswa. Pembelajaran tematik terpadu lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran secara aktif. Tim Pusat Kurikulum (2006: 32)

(29)

12

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan pembelajaran tematik terpadu adalah pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengkaitkan beberapa mata pelajaran yang dikemas menjadi satu tema.

2. Tujuan Pembelajaran Tematik Terpadu SD

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.

Tujuan pembelajaran tematik terpadu SD antara lain:

1. Mudah memusatkan perhatian pada suatu tema atau topik tertentu

2. Mempelajarai pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pembelajaran dalam tema yang sama

3. Memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan

4. Mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik 5. Lebih semangat belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata 6. Lebih merasakan manfaat dan dan makna belajar

7. Guru dapat menghemat waktu, karena mata pelajaran disajikan secara terpadu 8. Budi pekerti dan moral peserta didik dapat ditumbuh kembangkan dengan mengangkat nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi. Rosyidi, 2014: 16)

3. Ciri-ciri Pembelajaran Tematik Terpadu Ciri-ciri pembelajaran tematik terpadu adalah:

a. Berpusat pada anak

b. Memberi pengalaman langsung pada anak

c. Pemisahan antarmuatan pelajaran tidak beritu jelas

d. Menyajikan konsep dari beberapa pelajaran dalam satu proses pembelajaran e. Bersifat luwes

f. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai minat dan kebutuhan. Rosyidi (2014: 18)

(30)

13

C. Pembelajaran Saintifik

1. Pengertian Pembelajaran Saintifik

Pendekatan saintifik diyakini sebagai salah satu model pembelajaran yang efektif karena mampu mewadahi secara terpadu dimensi emosi, fisik, dan akademik peserta didik di dalam kelas atau di lingkungan sekolah. Daryanto (2013: 34)

Pendekatan saintifik dikembangkan untuk anak berbakat, bertalenta, dan anak-anak cerdas. Pendekatan saintifik berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata dan bermakna bagi peserta didik.

2. Langkah-langkah Pembelajaran Saintifik

Proses pembelajaran saintifik terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu: Tabel 2. Langkah-langkah Pembelajaran Saintifik

N o

Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran Kompetensi yang

Dikembangkan

1 Mengamati Membaca, mendengarkan,

menyimak, melihat

Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi

2 Menanya/

mencoba

Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapat informasi tambahan tentang apa yang diamati

Mengembangkan rasa kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat

3 Mengasosiasi/m

engolah informasi, mencoba

Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil eksperimen

Mengembangkan sikap teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras

4 Mengkomunika

sikan

Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis atau media lainnya.

Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis,

mengumpulkan pendapat dengan singkat dan jelas dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

(31)

14

D. Pembelajaran PKn 1. Pengertian PKn

Mata pelajaran PKn merupakan mata pelajaran yang bertujuan untuk membentuk atau membina menjadi warga negara yang baik. Ruang lingkup pendidikan kewarganegaraan meliputi seluruh kegiatan sekolah, termasuk kegiatan ekstra kurikuler seperti kegiatan di dalam dan di luar kelas, diskusi, dan organisasi kegiatan siswa. Diupayakan memuat nilai-nilai moral yang berguna bagi pembentukan kepribadian peserta didik sebagai bekal hidup bermasyarakat masa kini dan masa datang.

Materi PKn dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yang pelaksanaannya berprinsif pada elementasi kurikulum terdesentralisasi. Ada empat isi pokok Pendidikan Kewarganegaraan:

a. Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan sebagai sasaran pembentukan

b. Standar materi kewarganegaraan sebagai muatan kurikulum dan pembelajaran c. Indikator pencapaian sebagai criteria keberhasilan pencapaian kemampuan d. Rambu-rambu umum pelajaran sebagai rujukan alternative bagi guru. Suryadi

dan Sumardi (2000:23)

Pendidikkan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran sosial yang bertujuan untuk membentuk atau membina warga negara yang baik, yaitu warga negara yang tahu, mau dan mampu berbuat baik. Warga negara yang baik adalah warga negara yang mengetahui dan menyadari serta melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Ruminiati (2008:25).

Dari uraian di atas PKn merupakan suatu pendidikan untuk membentuk atau membina warga negara yang baik. Warga negara yang baik yaitu warga negara yang tahu, mau dan mampu berbuat baik

(32)

15

2. Tujuan PKn

Pembelajaran PKn dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki potensi dan efektifitas dalam berprestasi.

Pendidikkan Kewarganegaraan merupakan suatu pendidikan yang bertujuan untuk mendidik generasi muda agar mampu menjadi warganegara yang demokratis, dan partisipasi dalam pembelaan Negara. Soemantri dalam (Ruminiati, 2008: 26).

Pendidikkan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang bertujuan mengkaji dan membahas tentang pemerintahan, konstitusi lembaga-lembaga demokrasi, Rule of law, HAM, hak dan kewajiban-kewajiban warga negara serta proses demokrasi. Haris, (2010:42)

Dari uraian di atas pembelajaran PKn bertujuan untuk mendidik, mengkaji dan membahas tentang pemerintahan, konstitusi lembaga-lembaga demokrasi, Rule of law, HAM, hak dan kewajiban-kewajiban warga negara serta proses demokrasi.

E. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD 1. Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran sistem pengajaran yang memberi kesempatan peserta didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang berstruktur. Pembelajaran kooperatif dikenal dengan pembelajaran kelompok dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif memerlukan kerja sama antara siswa dan saling ketergantungan dalam struktur pencapaian tugas, tujuan, dan penghargaan.

Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mengutamakan adanya kerja sama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan diarahkan untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditentukan. Tujuan dibentuknya kelompok kooperatif adalah untuk memberikan kesempatan kepada

(33)

16

siswa agar dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan dalam kegiatan-kegiatan belajar. Dalam hal ini sebagian besar aktivitas pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari materi pelajaran serta berdiskusi untuk memecahkan masalah, Trianto (2009 : 57).

Pembelajaran kooperatif telah dikembangkan secara intensif melalui berbagai penelitian dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik antar siswa melalui aktivitas kelompok. Aktivitas terpusat pada siswa dalam bentuk diskusi, kerjasama, saling membantu, dan mendukung dalam memecahkan masalah. Trianto, (2009 : 61).

Ciri-ciri model pembelajaran kooperatif Stah (1994: 68) 1. Belajar bersama teman.

2. Selama proses belajar terjadi tatap muka antar teman. 3. Saling mendengarkan pendapat kelompok.

4. Belajar dari teman kelompok. 5. Belajar dalam kelompok kecil. 6. Saling mengemukakan pendapat. 7. Keputusan tergantung pada siswa.

Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi yang saling mencerdaskan, saling menyayangi dan saling tenggang rasa antar sesama siswa sebagai latihan untuk hidup dalam masyarakat nyata. Sehingga sumber belajar bukan hanya dari guru dan buku ajar tetapi juga dari sesama teman. Ibrahim (2009: 9)

Ciri-ciri Pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:

1. Siswa bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas.

2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah.

3. Bila memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin berbeda-beda.

4. Penghargaan lebih berorientasi kelompok dari individu. 2. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah pembelajaran yang paling sederhana dan paling tepat digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan model pembelajaran kooperatif. Ibrahim (2009: 9)

(34)

17

Penjelasan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah sebagai berikut.

Dalam STAD, para siswa dibagi dalam tim belajar yang terdiri atas empat orang yang berbeda-beda tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan latar belakang etniknya. Guru menyampaikan pelajaran lalu siswa bekerja dalam tim mereka untuk memastikan bahwa semua mengerjakan kuis mengenai materi secara sendiri-sendiri, di mana saat itu mereka tidak diperbolehkan untuk saling bantu. Skor kuis para siswa dibandingkan dengan rata-rata pencapaian mereka sebelumnya, dan kepada masing-masing tim akan diberikan poin berdasarkan tingkat kemajuan yang diraih siswa dibandingkan dengan hasil yang mereka capai sebelumnya. Poin ini kemudian dijumlahkan untuk memperoleh skor tim, dan tim yang berhasil memenuhi kriteria tertentu akan mendapatkan sertifikat atau penghargaan lainnya. Trianto (dalam Slavin (2005: 11-12)

Pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah :

Model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 siswa secara heterogen, yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis dan penghargaan kelompok. Trianto (2009:68)

Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa gagasan utama dari model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah untuk memotivasi siswa supaya dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar, yang pada akhirnya hasil belajar pun akan meningkat. Pelaksanaannya siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil bersifat heterogen yang bekerja sama saling membantu dengan tetap memperhatikan hasil kerja kelompok dan individu.

3. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah:

1. Peserta didik diberi tes awal dan diperoleh skor awal.

2. Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil 4-5 orang secara heterogen. 3. Guru menyampaikan tujuan dan memotivasi peserta didik.

4. Guru menyajikan bahan pelajaran dan peserta didik bekarja dalam tim. 5. Guru membimbing kelompok peserta didik.

6. Peserta didik diberi tes materi yang telah diajarkan. 7. Memberi penghargaan kelompok. Ibrahim (2009:145)

(35)

18

Persiapan pembelajaran kooperatif tipe STAD.

1. Mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dan lembar jawaban.

2. Membentuk kelompok kooperatif tipe STAD, disini siswa dibentuk kelompok secara heterogen, yang bila memungkinkan ada perbedaan ras, suku, jenis kelamin, tingkat kemampuan dan daya pikir yang berbeda. Apabila dalam kelas terdiri-dari satu jenis kelamin, maka pembentukan kelompok dapat didasarkan pada prestasi belajar dan akademik.

3. Menentukan skor awal, skor awal adalah nilai tes ulangan sebelumnya. Skor awal dapat berubah setelah ada tes kedua.

4. Mengatur tempat duduk, tempat duduk diatur perkelompok yang tiap kelompok terdiri dari 4-5 orang.

5. Kerja kelompok, Sebelum dilaksanakan pembelajaran kooperatif tipe STAD ada baiknya diadakan terlebih latihan kerja sama dalam kelompok yang bertujuan untuk mengenal individu dalam kelompok.

Tabel 3. Fase-fase Pembelajaran Model Kooperatif tipe STAD

No Fase Kegiatan Guru

1. Fase 1

Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.

a. Menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar aktif. 2. Fase 2

Menyajikandan

menyampaikan informasi

a. Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan mendemonstrasikan atau lewat bahan bacaan.

3. Fase 3

Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok bekerja dan belajar

a. Menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien

4. Fase 4

Membimbing kelompok bekerja dan belajar

a. Membimbing setiap kelompok pada saat mereka bekerja.

5. Fase 5 Evaluasi

a. Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah diajarkan pada setiap kelompok dan mempersentasikannya.. 6. Fase 6

Memberi penghargaan

a. Mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok

(Sumber: Ibrahim, dkk. dalam Trianto, 2009:71)

Menurut beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD memerlukan kerja sama antara siswa dan saling ketergantungan dalam struktur pencapaian tugas, tujuan, dan penghargaan. Belajar

(36)

19

kooperatif tipe STAD dimana siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 4-5 orang yang heterogen untuk saling membantu antar anggota kelompok dalam penyelesaian tugas bersama.

4. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Kelebihan dan kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah sebagai berikut.

1. Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, yaitu:

a. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas suatu masalah.

b. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu masalah.

c. Mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi.

d. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan rasa menghargai, menghormati pribadi temannya, dan menghargai pendapat orang lain.

2. Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, yaitu:

Kerja kelompok hanya melibatkan mereka yang mampu memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang pandai dan kadang-kadang menuntut tempat yang berbeda dan gaya-gaya mengajar berbeda. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukannya ketrampilan guru dalam manajemen kelasnya, guru mampu menyatukan siswa dengan berbagai keanekaragamannya dalam kelompok-kelompok kecil sehingga dapat mengatasi kelemahan dalam penggunaan model pembelajaran ini. Adesanjaya (2011: 68)

F. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan uraian kajian pustaka di atas, dapat dirumuskan hipotesis penelitian tindakan kelas, yaitu: “ Apabila dalam pembelajaran tema indahnya negeriku melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan langkah-langkah yang tepat, maka dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran semester genap Tahun Pelajaran 2016/2017.

(37)

20

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindkan Kelas. Metode merupakan hal yang penting untuk menentukan keberhasilan suatu penelitian yang menyangkut proses, pengumpulan data hingga penulisan laporan penelitian. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau di sekolah tempat dia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praksis pembelajaran Arikunto (2010: 135).

Dalam konteks pendidikan, PTK merupakan tindakan perbaikan guru dalam mengorganisasi pembelajaran di dalam kelas. Prosedur penelitian mengambil 4 langkah, yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Arikunto (2010: 137).

B. Setting Penelitian

1. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian dilaksanakan pada semester genap Tahun Pelajaran 2016/2017 di kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan, yang beralamat di Negeri Sakti, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran. Kegiatan penelitian direncanakan selama 4 bulan, terhitung dari bulan Desember 2016 sampai Maret 2017. Kegiatan penelitian ini dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian.

(38)

21

2. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan yang berjumlah seluruh siswa 15 siswa yang terdiri dari 8 siswa putera dan 7 siswa puteri. Penelitian ini akan dilaksanakan secara kalaborasi partisipatif antara peneliti dengan guru kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 kali siklus yang sudah dianggap mampu memenuhi ketuntasan belajar siswa dalam mencapai hasil yang diinginkan dan mengatasi persoalan yang ada. Siklus akan dilanjutkan ke siklus berikutnya jika belum tercapai kreteria keberhasilan atau ketuntasan belajar yang telah ditetapkan oleh peneliti.

C. Prosedur Penelitian

Rencana tindakan dilakukan beberapa siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan meliputi kegiatan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Hasil dari refleksi suatu siklus yang telah dilakukan digunakan untuk merevisi rencana atau menyusun perencanaan pada siklus berikutnya:

Siklus Penelitian Tindakan

Gambar 1. Perencanaan Siklus I Pelaksanaan Siklus II Perencanaan Siklus II Pelaksanaan Siklus I Pengamatan Siklus I Refleksi Siklus I Refleksi Siklus II Pengamatan Siklus II Dan seterusnya

(39)

22

Siklus I

1. Perencanaan a. Menyiapkan RPP

b. Menyiapkan Lembar Kerja Siswa dan Lembar Aktivitas Siswa.

c. Mempersiapkan materi pembelajaran tema indahnya negeriku sub tema keanekaragaman hewan dan tumbuhan.

d. Menyiapkan media pembelajaran e. Menyiapkan skenario pembelajaran

f. Menyiapkan lembar kerja siswa, lembar soal dan lembar aktivitas siswa.

2. Pelaksanaan

Pada siklus satu tema indahnya negeriku dengan sub tem keanekaragaman hewan dan tumbuhan pada pembelajaran 2. Kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun dalam perencanaan kolaboratif antara peneliti dengan guru mitra. Prosesnya mengikuti urutan kegiatan yang terdapat dalam skenario pembelajaran yang meliputi:

a. Mengawali pembelajaran dengan pendahuluan memberikan motivasi dan apersepsi.

b. Menjelaskan cara penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD c. Memberikan tes awal untuk pembentukan kelompok

d. Guru membagi siswa yang berjumlah 15 siswa dalam 5 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 siswa dengan memiliki keragaman kemampuan kognitif, jenis kelamin dan sukunya. Guru memberikan nama tiap kelompok dengan nama bunga yaitu anggrek, mawar, melati, matahari dan tulip.

e. Menjelaskan materi pembelajaran.

(40)

23

g. Membagikan LKS, siswa diminta mendiskusikan dalam kelompok masing-masing.

h. Siswa-siswa dalam kelompok memastikan bahwa semua anggota kelompok itu bisa menguasai pelajaran.

i. Perwakilan dari kelompok yang telah menyelesaikan tugasnya diminta untuk mempersentasikan hasil diskusi.

j. Semua siswa menjalani kuis (tes) perseorangan tentang materi tersebut. Mereka tidak dapat membantu satu sama lain.

k. Nilai-nilai hasil kuis (tes) siswa diperbandingkan dengan nilai akhir PPKn semester ganjil yang dijadikan sebagai skor dasar.

l. Nilai-nilai itu diberi hadiah berdasarkan pada seberapa tinggi peningkatan yang bisa mereka capai atau seberapa tinggi nilai itu melampaui skor dasar. m. Nilai-nilai dijumlah untuk mendapatkan nilai kelompok.

n. Kelompok yang bisa mencapai kriteria tertentu bisa mendapatkan penghargaan.

3. Pengamatan a. Tes

Tes yang digunakan adalah tes tertulis. Tes diberikan pada akhir pertemuan setiap siklus dalam bentuk soal tes formatif.

b. Observasi

Observasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang aktivitas siswa dalam proses pembelajaran yang diamati oleh guru mitra (observer)..

4. Refleksi

Pada tahap refleksi, peneliti menganalisis tentang semua data yang diperoleh dari pengamatan. Merumuskan kelebihan dan kekurangannya. Apabila terdapat kelebihan

(41)

24

akan dipertahankan untuk pembelajaran yang selanjutnya, namun apabila terdapat kekurangan akan diperbaiki pada siklus yang selanjutnya.

Siklus II

1. Perencanaan

a. Menyiapkan RPP.

b. Menyiapkan Lembar Kerja Siswa dan Lembar Aktivitas Siswa.

c. Mempersiapkan materi pembelajaran tema indahnya negeriku sub tema keanekaragaman hewan dan tumbuhan pembelajaran 3.

d. Menyiapkan media pembelajaran e. Menyiapkan skenario pembelajaran

f. Menyiapkan lembar kerja siswa, lembar soal dan lembar aktivitas siswa.

2. Pelaksanaan

Pada siklus dua materi pembelajaran adalah tema indahnya negeriku sub tema keanekaragaman hewan dan tumbuhan pada pembelajaran 3. Pelaksanaan berupa kegiatan pembelajaran yang telah disusun dalam perencanaan kolaboratif antara peneliti dengan guru mitra. Prosesnya mengikuti urutan kegiatan yang terdapat dalam skenario pembelajaran yang meliputi:

a. Mengawali pembelajaran dengan pendahuluan memberikan motivasi dan apersepsi.

b. Menjelaskan cara penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD c. Memberikan tes awal untuk pembentukan kelompok

d. Guru membagi siswa yang berjumlah 15 orang dalam 5 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 siswa dengan memiliki keragaman kemampuan kognitif, jenis kelamin dan sukunya. Guru memberikan nama

(42)

25

tiap kelompok dengan nama bunga yaitu anggrek, mawar, melati, matahari dan tulip.

e. Menjelaskan materi pembelajaran.

f. Memberi kesempatan siswa untuk bertanya

g. Membagikan LKS, siswa diminta mendiskusikan dalam kelompok masing-masing.

h. Siswa-siswa dalam kelompok memastikan bahwa semua anggota kelompok itu bisa menguasai pelajaran.

i. Perwakilan dari kelompok yang telah menyelesaikan tugasnya diminta untuk mempersentasikan hasil diskusi.

j. Semua siswa menjalani kuis (tes) perseorangan tentang materi tersebut. Mereka tidak dapat membantu satu sama lain.

k. Nilai-nilai hasil kuis (tes) siswa diperbandingkan dengan nilai akhir PPKn pada siklus satu yang dijadikan sebagai skor dasar.

l. Nilai-nilai itu diberi hadiah berdasarkan pada seberapa tinggi peningkatan yang bisa mereka capai atau seberapa tinggi nilai itu melampaui skor dasar. m. Nilai-nilai dijumlah untuk mendapatkan nilai kelompok.

m. Kelompok yang bisa mencapai kriteria tertentu bisa mendapatkan penghargaan.

3. Pengamatan a. Tes

Tes yang digunakan adalah tes tertulis. Tes diberikan pada akhir pertemuan setiap siklus dalam bentuk soal tes formatif.

b. Observasi

Observasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang aktivitas siswa dalam proses pembelajaran yang diamati oleh guru mitra (observer)..

(43)

26

4. Refleksi

Pada tahap refleksi siklus II, peneliti menganalisis tentang semua data yang diperoleh dari pengamatan. Jika pada siklus II pelaksanaan pembelajaran PPKn dengan menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menunjukkan hasil mencapai indikator keberhasilan, maka penelitian dianggap cukup. Namun jika masih terdapat kekurangan, penelitian akan dilanjutkan pada siklus berikutnya.

D. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi

a. Aktivitas Siswa

Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi dan tes. Observasi dilakukan menggunakan lembar observasi dengan memberi tanda √ (cheklis) pada lembar observasi dengan hasil pengamatan. Adapun lembar observasi sebagai berikut.

Tabel 4. Lembar Penilaian Aktivitas Siswa

No Skor Aspek yang Diamati Nama Siswa B ek er ja sa ma M en g em u k ak an p en d ap at M en ja w ab p er ta n y aa n d en g an b en ar B er ta n g g u n g ja w ab te rh ad ap tu g as y an g d ib er ik an Ju ml ah K re te ri a 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Aldi 2 Ald0 3 Anisa 4 Amelia 5 Angga Jumlah Nilai Kriteria

(44)

27

Tabel 5. Rubrik Penilaian Aktivitas Siswa

Aspek Baik Sekali Baik Cukup

4 3 2

Bekerja sama Seluruh langkah pekerjaan dilakukan Sebagian besar langkah pekerjaan dilakukan Sebagian kecil langkah pekerjaan dilakukan Mengemukakan pendapat

Kalimat jelas dan mudah dimengerti Kalimat jelas tetapi ada beberapa kata yang tidak dimengerti Kalimat sulit dimengerti Menjawab pertanyaan dengan benar Bahasa yang digunakan baku Sebagian bahasa baku Sebagian kecil bahasa baku Bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan

Berani dan penuh percaya diri

Cukup berani, tetapi tampak ragu

Tidak percaya diri, malu tidak mau bicara.

Tabel 6. Kreteria Penilaian Aktivitas Siswa

No Skor Kreteria

1 81-100 Sangat Baik

2 66-80 Baik

3 51-65 Cukup Baik

4 0-50 Kurang Baik

Sumber Adaptasi dari Kemendikbud 1. Tes

Tes merupakan penilaian dalam bentuk pertanyaan baik lisan, tertulis, maupun unjuk kerja. Teknik tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis. Tes diberikan pada akhir pertemuan setiap siklus dalam bentuk soal tes formatif.

Tabel 7. Hasil Belajar

No Nama Nilai Keterangan

1 A 2 B 3 C Jumlah Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah Sumber Adaptasi dari Kemendikbud

(45)

28

E. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini data yang akan dianalisis adalah data kualitatif dan data kuantitatif.

a. Analisis data kualitatif diperoleh dari hasil pengamatan sikap siswa dan kinerja guru berdasarkan aspek-aspek yang diamati dengan cara memberi skala penilaian rentang 1-4 pada lembar panduan observasi, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan rumus:

Σ skor yang dicapai

Na= X 100

skor maksimal keterangan:

Na = nilai yang diperoleh siswa

Σ skor yang dicapai = jumlah skor yang diperoleh dari setiap tes Σ skor maksimas = skor ideal yang dicapai siswa

100 = bilangan tetap

b. Analisis data kuantitatif yang diperoleh dari post tes siswa dilakukan disetiap siklus.post tes yang digunakan tes isian dan uraian. Rumus menghitung nilai post tes siswa sebagai berikut.

∑ Jumlah Jawaban Benar

Na= X 100

Σ Jumlah Soal keterangan:

Na = nilai yang diperoleh siswa

Σ skor yang dicapai = jumlah skor yang diperoleh dari setiap tes Σ skor maksimas = skor ideal yang dicapai siswa

100 = bilangan tetap

Selanjutnya peneliti mencari nilai rata-rata kelas dan menghitung siswa yang mencapai kompetensi yang telah ditentukan yaitu konversi nilai akhir minimal.

(46)

29

Untuk menghitung persentase ketuntasan klasikal hasil belajar siswa digunakan rumus:

Jumlah siswa yang mendapat nilai ≥ 66

Ketuntasan = x 100

Jumlah siswa Tabel 8. Ketuntasan Hasil Belajar

Nilai Kompetensi Keterangan

≥ 66 Tuntas

< 65 Tidak Tuntas

Sumber Adaptasi dari Kemendikbud

F. Indikator Keberhasilan

Pembelajaran dalam penelitian ini berhasil jika terpenuhi sebagai berikut:

1. Siswa dikatakan aktif jika 80% siswa dapat mengikuti semua aspek kegiatan. 2. Siswa dikatakan berhasil belajar jika ketuntasan siswa mencapai 75% dengan

nilai ≥66

G. Jadwal Penelitian

Jadwal pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan kelas dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PPKn kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran.

(47)

30

Jadwal Penelitian

No Jenis Kegiatan

Bulan

Desember Januari Februari Maret

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Persiapan a. Penyusunan proposal b. Seminar proposal c. Perbaikan proposal 2 Siklus I a. Perencanaan tindakan b. Pelaksanaan tindakan dan observasi c. Analisis dan refleksi 3 Siklus II a. Perencanaan tindakan b. Pelaksanaan tindakan dan observasi c. Analisis dan refleksi 4 Penyusunan Laporan Hasil Penelitian a. Menyusun draft hasil penelitian b. Seminar Hasil 5 Ujian Skripsi a. Ujian Skripsi b. Perbaikan skripsi c. Cetak 6 Penggandaan dan pengumpulan hasil

(48)

44

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian dapat disimpulkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalaha sebagai berikut:

1. Proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD membuat siswa bekerja sama, mengemukakan pendapat, menjawab pertanyaan dengan benar dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Hal ini terlihat dari penilaian aktivitas siswa pada siklus I 77,50% dan pada siklus II menjadi 91,25% atau meningkat 13,75%.

2. Hasil belajar PKn siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menunjukan peningkatan yang signifikan baik individu maupun kelompok. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar PKn pada siklus I dengan rata-rata 68.00 dan pada siklus II menjadi 80.00 atau naik 12 poin.

3. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang positif antara aktivitas belajar dengan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 60 Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun Pelajaran 2016/2017, dari aktivitas belajar memberikan kontribusi yang cukup baik terhadap hasil belajar siswa.

B. Saran

Berdasarkan hasil kesimpulan, peneliti mengemukakan saran sebagai berikut: 1. Bagi Siswa

Siswa diharapkan lebih aktif dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran di kelas, sebab dengan aktivitas yang tinggi akan meningkatkan hasil belajar.

(49)

45

2. Bagi Guru

Dalam setiap kegiatan pembelajaran hendaknya para guru dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajaran siswa.

3. Bagi Kepala Sekolah

Bagi sekolah memberi motivasi guru untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran agar siswa lebih kreatif dan tidak terpaku pada satu model dan metode saja.

(50)

46

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadrohani. 2004 Aktivitas Belajar.

www.kajianpustaka.com/2004/06/pengertian-dan-jenis-aktivitasbelajar.html?1 diakses tanggal 10 Desember 201.

Andesanjaya. 2011. Model-model Pembelajaran. Bumi Aksara. Jakarta

Arikunto,Suharsimi, 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara, Jakarta. ______________, 2010. Prosedur Penelitian. Reneka Cipta. Yogyakarta

Daryanto. 2013. Pembelajaran Tematik Terpadu Terintergrasi Kurikulum 2013. Gaya Media. Malang

Hamalik Oemar. 2000. Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara, Bandungaaa Hamalik Oemar. 2004. Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara, Bandung _____________.2010. Belajar dan Pembelajaran. Bumi Aksara, Bandung Ibrahim,2009, Model-model Pembelajaran, Kencana. Surabaya.

Muhammad Haris. 2010. Definisi Pendidikan Kewarganegaraan. Bumi Aksara. Jakarta.

Prabowo. 2000. Pembelajaran Tematik Terpadu. Gaya Media. Malang

Ruminiati. 2008. Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan. DepDikNas. Jakarta

Rusman. 2008. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta. Jakarta Slameto. 2003. Pengertian Aktivitas Belajar. Rineka Cipta. Jakarta

Sriyono. 2011. Aktivitas Belajar dan hasil belajar.http://translate.google.co.id Sudjana. 2004. Belajar dan Pembelajaran. Bumi Aksara, Bandung

Suprijono.2011. Aktivitas Belajar dan hasil belajar. http://aktivitas-belajarpsikologi.com diakses tanggal 10 Desember 2016.

Suryadi, Sumardi. 2000. Pendidikan Kewarganegaraan. Rineke Cipta . Jakarta Tim Pusat Kurikulum. 2006. Pembelajaran Tematik Terpadu. Jakarta

Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif Buana Pustaka. Surabaya

Unifa, Rosyidi. 2014. Implementasi Kurikulum 2013. Kemendikbud. Jakarta Wikipedia. 2015. Pengertian Belajar: http:pengertianbelajar.com/macam-

macam-teori-belajar. diakses tanggal 10 Desember 2016.

Winataputra. 2008. Pengertian Pembelajaran. Jakarta Universitas Terbuka.

Zainal, Aqib. 2014. Model-model Media dan Strategi Pembelajaran Inovatif. Yrama Widya. Bandung

Gambar

Tabel 1. Persentasi Hasil Ulangan PKn Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017  Kelas IV
Tabel 2. Langkah-langkah Pembelajaran Saintifik
Tabel 3. Fase-fase Pembelajaran Model Kooperatif tipe STAD
Gambar 1.   Perencanaan Siklus I  Pelaksanaan Siklus IIPerencanaan  Siklus II Pelaksanaan Siklus I  Pengamatan Siklus I  Refleksi Siklus I Refleksi  Siklus IIPengamatan Siklus IIDan seterusnya
+3

Referensi

Dokumen terkait

Responden dalam penelitian ini adalah pasien dengan hipertensi pada bulan Februari-Maret 2015 yang berjumlah tujuh responden dengan hasil bahwa 6 dari 7 responden mengalami

Kontrasepsi yang cocok untuk ibu pada masa nifas, antara lain Metode Amenorhea Laktasi (MAL), pil progestin (Mini pil), suntikan progestin, Kontrasepsi implan, dan

Kata kunci: Sumatera Utara, Unity, First-Person Shooter, Finite State Machine.. Universitas

6.2.1 Immediate cooperation plans have to be developed to establish air linkages and provide air services (scheduled and non-scheduled&gt; to connect points in

Sistem pakar ini akan memberikan sebuah diagnosis yang benar dan terdapat nilai kepastian lalu juga terdapat bantuan informasi terhadap diagnosa dan saran

ayo gambarlah suasana malam saat terlihat bulan dan bintang gambarlah di buku tugasmu ayo menyanyi lagu. ayo menyanyi lagu ayo menyanyi lagu ayo menyanyi lagu ayo

Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh Pemberian Core Stability Exercise Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Tungkai dan Performa Atlet Bola Voli Putra Umur

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perubahan Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Gross Profit Margin Ratio (GPM), dan Total Asset Turnover