• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN PROVINSI RIAU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN PROVINSI RIAU"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Bulan Maret 2013, Kota Pekanbaru mengalami inflasi sebesar 0,04 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 137,18. Sebaliknya Kota Dumai terjadi deflasi 0,01 persen dengan IHK 140,61. Laju inflasi tahun kalender di Kota Pekanbaru 2,62 persen dan Dumai 1,68 persen sedangkan inflasi “year on year” Kota Pekanbaru 5,36 persen dan Kota Dumai 5,56 persen. Sebagian besar kota di Sumatera (10 kota) mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi di Pangkal

Pinang sebesar 1,70 persen dan terendah di Pekanbaru sebesar 0,04 persen, sedangkan deflasi tertinggi di Tanjung Pinang sebesar 0,87 persen. Inflasi Pekanbaru menduduki urutan ke 10 dan Dumai urutan ke 11 se- Sumatera dari 16 kota yang menghitung IHK. Dari 66 kota yang menghitung IHK di Indonesia, 58 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi di Sorong 1,73 persen dan terendah di Pekanbaru dan deflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 2,63 persen. Bila diurut dari inflasi tertinggi di Indonesia, Pekanbaru pada urutan 58 dan Dumai urutan 59. Inflasi di Pekanbaru terjadi karena adanya peningkatan indeks harga pada kelompok perumahan

sebesar 0,24 persen, kelompok bahan makanan 0,08 persen, kelompok makanan jadi 0,07 persen, kelompok transpor 0,05 persen, dan kelompok kesehatan 0,01 persen, sedangkan kelompok sandang dan pendidikan mengalami deflasi masing-masing 0,62 persen dan 0,03 persen. Deflasi di Dumai disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 0,84 persen, kelompok sandang 0,48 persen dan kelompok pendidikan 0,05 persen. Beberapa komoditas penyumbang inflasi di Pekanbaru antara lain: bawang merah 0,42 persen,

bahan bakar rumahtangga dan jeruk masing-masing 0,04 persen, bawang putih 0,03 persen, udang basah, wortel, apel, tomat buah, batu bata, rokok putih, anggur, ikan teri, makanan ringan, dan jengkol masing-masing 0,01 persen. Beberapa komoditas yang menyumbang deflasi Kota Dumai antara lain: bayam 0,30 persen, cabe merah 0,12 persen, daging ayam ras 0,10 persen, emas perhiasan 0,04 persen, telur ayam ras, kentang,kacang tanah dan kacang panjang masing-masing 0,02 persen, ikan lele, semangka, minyak goreng, kangkung dan sebagainya masing-masing 0,01 persen.

No. 16/04/14/Th. XIV, 1 April 2013

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

P

ROVINSI

R

IAU

MARET 2013, PEKANBARU INFLASI 0,04 PERSEN DAN DUMAI DEFLASI 0,01 PERSEN

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Riau, BPS Kota Pekanbaru dan Dumai di beberapa pasar tradisional dan pasar modern/swalayan, perkembangan harga eceran beberapa komoditas pada bulan Maret 2013 secara umum menunjukkan adanya peningkatan indeks di Kota Pekanbaru dan Penurunan indeks di Kota Dumai dibanding bulan Februari 2013. Pada Maret 2013 di Pekanbaru terjadi inflasi sebesar 0,04 persen, atau terjadi peningkatan IHK dari 137,12 pada Februari 2013 menjadi 137,18 pada Maret 2013. Dan di Dumai terjadi deflasi sebesar 0,01 persen atau terjadi penurunan indeks dari 140,63 pada Februari 2012 menjadi 140,61 pada Maret 2013..

(2)

Inflasi di Pekanbaru terjadi karena adanya peningkatan indeks harga pada kelompok perumahan sebesar 0,24 persen, kelompok bahan makanan 0,08 persen, kelompok makanan jadi 0,07 persen, kelompok transpor 0,05 persen, dan kelompok kesehatan 0,01 persen, sedangkan kelompok sandang dan pendidikan mengalami deflasi masing-masing 0,62 persen dan 0,03 persen. Deflasi di Dumai disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 0,84 persen, kelompok sandang 0,48 persen dan kelompok pendidikan 0,05 persen, sebaliknya beberapa kelompok mengalami inflasi antara lain: kesehatan mengalami inflasi sebesar 1,13 persen, makanan jadi 0,56 persen, perumahan 0,31 persen, dan kelompok transpor 0,30 persen.

Tabel 1.

Inflasi Kota Pekanbaru Bulan Maret 2013, Tahun Kalender dan Year on Year 2013 menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100)

IHK IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Inflasi Maret 2012 Desember 2012 Februari 2013 Maret 2013 Maret 2013 1) Tahun Kalender 2013 2) Tahun ke Tahun 3) (%) (%) (%) [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] U m u m 130,20 133,68 137,12 137,18 0,04 2,62 5,36 1 Bahan Makanan 148,22 149,46 157,59 157,71 0,08 5,52 6,40

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau

142,27 147,59 151,12 151,22 0,07 2,46 6,29 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan

bakar

122,32 127,10 130,81 131,12 0,24 3,16 7,19

4 Sandang 143,14 145,72 145,38 144,48 -0,62 -0,85 0,94

5 Kesehatan 120,17 125,63 125,94 125,95 0,01 0,25 4,81

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 129,81 139,02 139,60 139,56 -0,03 0,39 7,51 7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa

Keuangan

102,92 103,57 103,88 103,93 0,05 0,35 0,98

Kelompok Pengeluaran

[1]

Tabel 2.

Inflasi Kota Dumai Bulan Maret 2013, Tahun Kalender dan Year on Year 2013 menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100)

IHK IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Inflasi Maret 2012 Desember 2012 Februari 2013 Maret 2013 Maret 2013 1) Tahun Kalender 2013 2) Tahun ke Tahun 3) (%) (%) (%) [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] U m u m 133,20 138,28 140,63 140,61 -0,01 1,68 5,56 1 Bahan Makanan 150,91 160,11 166,03 164,63 -0,84 2,82 9,09

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau

145,57 150,25 151,34 152,18 0,56 1,28 4,54 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan

bakar

121,66 125,94 127,76 128,16 0,31 1,76 5,34

4 Sandang 136,06 140,91 141,47 140,79 -0,48 -0,09 3,48

5 Kesehatan 113,75 116,01 118,85 120,19 1,13 3,60 5,66

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 124,02 129,95 129,99 129,92 -0,05 -0,02 4,76 7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa

Keuangan

115,69 117,03 117,78 118,13 0,30 0,94 2,11

Kelompok Pengeluaran

[1]

1) Kolom (5) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2013 terhadap IHK bulan Februari 2013 2) Kolom (6) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2013 terhadap IHK bulan Desember 2012 3) Kolom (7) Persentase perubahan IHK bulan Maret 2013 terhadap IHK bulan Maret 2012

(3)

CABE MERAH; -0,22 BERAS; -0,17

SERAI; -0,06 TELUR AYAM RAS; -0,05 EMAS PERHIASAN; -0,05

DAGING SAPI; -0,02 GABUS; -0,01 DAGING AYAM RAS; -0,01 BUNCIS; -0,01 KANGKUNG; -0,01 BESI BETON; -0,01 JENGKOL; 0,01 MAKANAN RINGAN/SNACK; 0,01 ANGGUR; 0,01 TERI; 0,01 ROKOK PUTIH; 0,01 TOMAT BUAH; 0,01 APEL; 0,01 UDANG BASAH; 0,01 BAWANG PUTIH; 0,03 JERUK; 0,04

BAHAN BAKAR RUMAH TANGGA; 0,04

BAWANG MERAH; 0,42 CABE MERAH; 0,05 WORTEL; 0,01 -0,25 -0,15 -0,05 0,05 0,15 0,25 0,35 0,45 Andil Inflasi (%) Tabel 3.

Andil Inflasi menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Pekanbaru dan Dumai Bulan Maret 2013

Kelompok Pengeluaran Pekanbaru Andil Inflasi Maret 2013 Dumai

[1] [2] [3]

Umum 0,04 -0,01

1. Bahan Makanan 0,02 -0,25

2. Makanan Jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,01 0,12

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 0,05 0,06

4. Sandang -0,05 -0,03

5. Kesehatan 0,00 0,04

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0,00 0,00

7. Transpor, komunikasi dan Jasa Keuangan 0,01 0,05

Andil inflasi terbesar di Pekanbaru disumbang oleh kelompok perumahan sebesar 0,05 persen, kelompok bahan makanan 0,02 persen, kelompok makanan jadi dan kelompok transpor masing-masing 0,01 persen, sebaliknya kelompok sandang memberi andil sebesar -0,05 persen. Di Dumai, andil deflasi terbesar disumbang oleh kelompok bahan makanan sebesar 0,25 persen, dan kelompok sandang sebesar 0,03 persen, sebaliknya beberapa kelompok mengalami inflasi dengan andil antara lain: kelompok makanan jadi 0,12 persen, kelompok perumahan 0,06 persen, kelompok transport 0,05 persen dan kelompok kesehatan 0,04 persen.

Gambar 1.

Andil Inflasi/Deflasi Tertinggi Beberapa Komoditas di Kota Pekanbaru Bulan Maret 2013

Komoditas utama penyumbang inflasi Kota Pekanbaru bulan Maret 2013 antara lain: bawang merah sebesar 0,42 persen, bahan bakar rumahtangga dan jeruk masing-masing 0,04 persen, bawang putih 0,03 persen, udang basah, wortel, apel, tomat buah, cabe merah, rokok putih, ikan teri, anggur, makanan ringan dan jengkol masing-masing 0,01 persen dan beberapa komoditas lainnya menyumbang inflasi kurang dari 0,01 persen. Sebaliknya beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga antara lain: cabe merah 0,22 persen, beras 0,17 persen, ikan serai 0,06 persen, telur ayam ras dan emas perhiasan masing-masing 0,05 persen, daging sapi 0,02 persen, ikan gabus, daging ayam ras, buncis, kangkung dan besi beton masing-masing 0,01 persen.

(4)

URAIAN INFLASI/DEFLASI KOTA PEKANBARU MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Bahan Makanan

Pada bulan Maret 2013, kelompok Bahan Makanan mengalami inflasi sebesar 0,08 persen atau terjadi peningkatan indeks harga dari 157,59 pada Februari 2013 menjadi 157,71 pada Maret 2013. Laju Inflasi Januari-Maret 2013 sebesar 5,52 persen dan Inflasi Year on Year pada kelompok ini sebesar 6,40 persen.

Dari sebelas subkelompok dalam kelompok bahan makanan, 7 subkelompok mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi pada subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 8,12 persen, diikuti subekelompok buah-buahan 3,75 persen dan terendah pada subkelompok kacang-kacangan sebesar 0,02 persen. Sedangkan 4 subkelompok lainnya mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi pada subkelompok padi-padian sebesar 2,83 persen, dan terendah pada subkelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 1,15 persen.

Sumbangan kelompok bahan makanan terhadap total inflasi Kota Pekanbaru pada Maret 2013 sebesar 0,02 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar antara lain: bawang merah dengan andil sebesar 0,42 persen, jeruk 0,04 persen, bawang putih 0,03 persen, udang basah, wortel, apel, tomat buah, ikan teri, anggur dan jengkol masing-masing 0,01 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau pada Maret 2013 mengalami inflasi sebesar 0,07 persen atau terjadi peningkatan indeks harga dari 151,12 pada Februari 2013 menjadi 151,22 pada Maret 2013. Laju inflasi Januari-Maret 2013 pada kelompok ini sebesar 2,46 persen dan Inflasi Year on Year sebesar 6,29 persen.

Dalam kelompok ini, dua subkelompok mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi adalah subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 0,16 persen, dan subkelompok makanan jadi sebesar 0,07 persen. Sedangkan subkelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami deflasi sebesar 0,08 persen.

Pada Maret 2013, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: rokok putih sebesar 0,01 persen dan beberapa komoditas lainnya kurang dari 0,01 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar pada bulan Maret 2013 mengalami inflasi sebesar 0,24 persen, atau terjadi peningkatan indeks harga dari 130,81 pada Februari 2013 menjadi 131,12 pada Maret 2013. Laju inflasi Januari-Maret 2013 pada kelompok ini sebesar 3,16 persen dan Inflasi Year on Year sebesar 7,19 persen.

Dari empat subkelompok dalam kelompok ini, semua subkelompok mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi pada subkelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 1,02 persen, dan terendah pada subkelompok perlengkapan rumahtangga sebesar 0,01 persen.

Pada Maret 2013, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,05 persen dengan komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah bahan bakar rumahtangga sebesar 0,04 persen, batu bata 0,01 persen, dan beberapa komoditas lainnya kurang dari 0,01 persen.

(5)

4. Sandang

Kelompok Sandang pada Maret 2013 mengalami deflasi sebesar 0,62 persen, atau terjadi penurunan indeks harga dari 145,38 pada Februari 2013 menjadi 144,48 pada Maret 2013. Laju inflasi Januari-Maret 2013 pada kelompok ini sebesar -0,85 persen dan Inflasi Year on Year sebesar 0,94 persen.

Dari empat subkelompok dalam kelompok ini, dua subkelompok mengalami deflasi antara lain subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 1,70 persen, dan subkelompok sandang anak-anak sebesar 0,14 persen. Dan yang mengalami inflasi adalah subkelompok sandang laki-laki sebesar 0,09 persen dan sandang wanita 0,01 persen.

Pada Maret 2013 kelompok sandang memberikan sumbangan inflasi sebesar -0,05 persen, dengan komoditas penyumbang deflasi utama adalah emas perhiasan dengan andil sebesar 0,05 persen.

5. Kesehatan

Kelompok Kesehatan pada Maret 2013 mengalami inflasi sebesar 0,01 persen, atau terjadi peningkatan indeks harga dari 125,94 pada Februari 2013 menjadi 125,95 pada Maret 2013. Laju inflasi Januari-Maret 2013 pada kelompok ini sebesar 0,25 persen dan Inflasi Year on Year sebesar 4,81 persen.

Dari empat subkelompok dalam kelompok ini, hanya subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika yang mengalami inflasi sebesar 0,09 persen, sedangkan subkelompok obat-obatan mengalami deflasi sebesar 0,15 persen dan dua subkelompok lainnya relatif stabil.

Pada Maret 2013 kelompok kesehatan memberikan sumbangan inflasi kurang dari 0,01 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga pada Maret 2013 mengalami deflasi sebesar 0,03 persen, atau terjadi penurunan indeks harga dari 139,60 pada Februari 2013 menjadi 139,56 pada Maret 2013. Laju inflasi Januari-Maret 2013 pada kelompok ini sebesar 0,39 persen dan Inflasi Year on sebesar 7,51 persen.

Dari lima subkelompok dalam kelompok ini, hanya subkelompok perlengkapan dan peralatan pendidikan yang mengalami deflasi sebesar 0,22 persen, sedangkan empat subkelompok lainnya relatif stabil.

Pada Maret 2013 kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga memberikan sumbangan deflasi kurang dari 0,01 persen.

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan pada bulan Maret 2013 mengalami inflasi sebesar 0,05 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 103,88 pada Februari 2013 menjadi 103,93 pada Maret 2013. Laju inflasi Januari-Maret 2013 pada kelompok ini sebesar 0,35 persen dan Inflasi Year on Year sebesar 0,98 persen.

Dari empat subkelompok dalam kelompok ini, 2 subkelompok mengalami inflasi yakni subkelompok jasa keuangan sebesar 1,05 persen dan subkelompok transpor sebesar 0,05 persen, sedangkan dua subkelompok lainnya relatif stabil.

Pada Maret 2013 kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen, dengan komoditas penyumbang inflasi antara lain pertamax, angkutan udara dan sebagainya dengan andil masing-masing kurang dari 0,01 persen.

(6)

PERBANDINGAN INFLASI

Perkembangan inflasi selama periode Maret 2012 sampai dengan Maret 2013 di Kota Pekanbaru, Dumai dan Nasional disajikan pada Gambar 2. di bawah ini. Inflasi bulan Maret 2013 lebih rendah dibanding inflasi Januari dan Februari 2013 baik di Kota Pekanbaru maupun Dumai, tetapi lebih tinggi dibanding inflasi periode yang sama pada tahun 2012. Sama halnya dengan bulan Februari 2013, inflasi Kota Pekanbaru pada Maret 2013 lebih tinggi dibanding inflasi/deflasi Kota Dumai.

Gambar 2.

Perkembangan Inflasi/Deflasi Bulanan Kota Pekanbaru, Dumai dan Nasional Maret 2012 – Maret 2013 (%) -1 -0,5 0 0,5 1 1,5 2 2,5

Mar-12 Apr-12 Mei-12 Jun-12 Jul-12 Agust-12 Sep-12 Okt-12 Nop-12 Des-12 Jan-13 Feb-13 Mar-13

INFL

ASI

Pekanbaru Dumai Nasional

Gambar 3.

Perbandingan Inflasi Tahun Kalender Kota Pekanbaru (Januari-Desember) 2010-2013

0 1 2 3 4 5 6 7

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sept Okt Nov Des

2010 2011 2012 2013 I N F L A S I (%)

(7)

Gambar 4.

Perbandingan Inflasi Year On Year Kota Pekanbaru, 2010-2013

0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00 10,00

Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Ags Sep Okt Nov Des

IN F L A SI (% ) 2010 thd 2009 2011 thd 2010 2012 thd 2011 2013 thd 2012 Tabel 4.

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year Kota Pekanbaru Tahun 2009 – 2013 (%)

Perubahan Indeks Harga Konsumen di Pekanbaru selama 5 tahun terakhir pada bulan yang sama (Maret)

trendnya selalu mengalami deflasi kecuali Maret 2013. Disisi lain laju inflasi tahun kalender Maret 2013 menunjukkan angka yang tertinggi selama lima tahun terakhir. Dan perlu menjadi perhatian semua pihak, tekanan inflasi year on year Maret 2013 di Kota Pekanbaru cukup tinggi, yakni di atas 5 persen, angka ini tercatat lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Inflasi 2009 2010 2011 2012 2013

1. Maret -0,45 -0,34 -0,55 -0,03 0,04

2. Tahun Kalender (Maret 2013 terhadap Des. 2012) 0,48 0,79 1,51 0,66 2,62

(8)

PERBANDINGAN ANTAR KOTA

Perbandingan antar Kota di Sumatera dan Indonesia

Pada bulan Maret 2013, dari 16 kota yang menghitung IHK di Pulau Sumatera, 10 kota mengalami inflasi. Dengan inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,70 persen, diikuti Bandar Lampung 0,97 persen, dan Palembang 0,85 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Pekanbaru sebesar 0,04 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pinang sebesar 0,87 persen dan terendah di Kota Dumai sebesar 0,01 persen. Inflasi Kota Pekanbaru menempati urutan 10 dan Dumai 11 dari seluruh Kota IHK di Sumatera.

Dari 66 kota yang menghitung IHK di Indonesia pada bulan Maret 2013, sebanyak 58 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,73 persen, diikuti Pangkal Pinang dan Cirebon masing-masing 1,70 persen. Deflasi tertinggi tercatat di Kota Jayapura sebesar 2,63 persen, diikuti Kota Tanjung Pinang 0,87 persen, dan Padang Sidempuan 0,50 persen. Dari 66 kota di Indonesia, inflasi Pekanbaru berada pada urutan yang ke 58 dan Dumai ke 59.

Tabel 5.

Perbandingan IHK dan Inflasi Maret 2013 Kota-Kota di Pulau Sumatera IHK Maret 2013 Inflasi (%)

[2] [3] 1 PANGKAL PINANG 155,12 1,70 2 BANDAR LAMPUNG 151,33 0,97 3 PALEMBANG 136,39 0,85 4 BENGKULU 146,06 0,72 5 LHOKSEUMAWE 138,90 0,46 6 MEDAN 138,46 0,42 7 PADANG 143,42 0,34 8 PEMATANG SIANTAR 144,00 0,30 9 JAMBI 142,02 0,10 10 PEKAN BARU 137,18 0,04 11 DUMAI 140,61 -0,01 12 BANDA ACEH 128,96 -0,12 13 SIBOLGA 145,86 -0,18 14 BATAM 129,37 -0,27 15 PADANG SIDEMPUAN 138,50 -0,50 16 TANJUNG PINANG 137,43 -0,87 K O T A [1]

(9)

Tabel 6.

Indeks Harga Konsumen Kota Pekanbaru dan Perubahannya, Maret 2013 (Tahun 2007 = 100,00)

Kelompok/Subkelompok Pengeluaran IHK

Maret 2013 % Perub. Maret 2013 thd Feb 2013 (Inflasi Bulanan) % Perub. Maret 2013 thd Des 2012 (Inflasi Tahun Kalender) % Perub. Maret 2013 thd Maret 2012 (Inflasi Year on Year) ( 1 ) ( 2 ) ( 3 ) ( 4 ) ( 5 ) UMUM 137,18 0,04 2,62 5,36 1. BAHAN MAKANAN 157,71 0,08 5,52 6,40

a. Padi-padian, Umbi-umbian, & Hasil-hasilnya 165,55 -2,83 -0,35 -1,22

b. Daging dan Hasil-hasilnya 147,41 -1,15 0,54 12,77

c. Ikan Segar 172,02 -1,36 6,00 -3,02

d. Ikan Diawetkan 148,74 0,81 -1,02 5,13

e. Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 141,23 -1,72 0,55 2,30

f. Sayur-sayuran 159,32 0,32 0,50 12,66

g. Kacang-kacangan 178,23 0,02 0,02 8,50

h. Buah-buahan 166,05 3,75 11,86 16,88

i. Bumbu-bumbuan 168,37 8,12 44,57 42,23

j. Lemak dan Minyak 129,07 0,07 -0,19 -9,11

k. Bahan Makanan Lainnya 132,87 0,61 -0,40 1,28

2. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN TEMBAKAU 151,22 0,07 2,46 6,29

a. Makanan Jadi 146,18 0,07 2,45 4,73

b. Minuman yang Tidak Beralkohol 142,78 -0,08 1,59 6,01

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 170,02 0,16 3,04 10,00

3. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN BAKAR 131,12 0,24 3,16 7,19

a. Biaya Tempat Tinggal 133,64 0,02 4,02 10,28

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 128,97 1,02 3,13 3,13

c. Perlengkapan Rumah Tangga 124,21 0,01 -0,02 1,24

d. Penyelenggaraan Rumah Tangga 125,38 0,14 0,27 1,74

4. SANDANG 144,48 -0,62 -0,85 0,94

a. Sandang Laki-laki 133,48 0,09 0,50 0,53

b. Sandang Wanita 115,34 0,01 0,67 0,69

c. Sandang Anak-anak 132,08 -0,14 -0,09 0,02

d. Barang Pribadi dan Sandang Lainnya 194,65 -1,70 -2,98 1,85

5. KESEHATAN 125,95 0,01 0,25 4,81

a. Jasa Kesehatan 142,35 0,00 0,00 10,55

b. Obat-obatan 105,36 -0,15 0,67 0,71

c. Jasa Perawatan Jasmani 137,11 0,00 0,00 0,00

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 116,23 0,09 0,48 0,91

6. PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 139,56 -0,03 0,39 7,51

a. Jasa Pendidikan 150,11 0,00 0,00 6,83

b. Kursus-kursus/Pelatihan 134,52 0,00 0,00 0,97

c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 121,36 -0,22 -0,02 3,27

d. Rekreasi 132,27 0,00 1,86 15,85

e. Olahraga 112,49 0,00 0,00 0,00

7. TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA KEUANGAN 103,93 0,05 0,35 0,98

a. Transpor 110,08 0,05 0,50 1,27

b. Komunikasi & Pengiriman 81,13 0,00 0,00 0,00

c. Sarana dan Penunjang Transpor 135,62 0,00 0,00 1,07

(10)

Tabel 7.

Indeks Harga Konsumen Kota Dumai dan Perubahannya, Maret 2013 (Tahun 2007 = 100,00)

Kelompok/Subkelompok Pengeluaran IHK

Maret 2013 % Perub. Maret 2013 thd Feb 2013 (Inflasi Bulanan) % Perub. Maret 2013 thd Des 2012 (Inflasi Tahun Kalender) % Perub. Maret 2013 thd Maret 2012 (Inflasi Year on Year) ( 1 ) ( 2 ) ( 3 ) ( 4 ) ( 5 ) UMUM 140,61 -0,01 1,68 5,56 1. BAHAN MAKANAN 164,63 -0,84 2,82 9,09

a. Padi-padian, Umbi-umbian, & Hasil-hasilnya 157,47 0,72 1,53 4,13

b. Daging dan Hasil-hasilnya 144,50 -3,42 -2,90 5,23

c. Ikan Segar 152,13 0,17 5,62 2,14

d. Ikan Diawetkan 158,65 0,92 8,46 0,06

e. Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 137,12 -0,54 1,02 4,26

f. Sayur-sayuran 248,98 -9,64 -9,50 21,48

g. Kacang-kacangan 286,06 -1,37 0,05 6,15

h. Buah-buahan 228,25 7,11 18,80 26,35

i. Bumbu-bumbuan 126,25 0,55 20,11 33,47

j. Lemak dan Minyak 152,77 -0,59 -0,82 1,13

k. Bahan Makanan Lainnya 150,47 -0,42 0,14 5,05

2. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN TEMBAKAU 152,18 0,56 1,28 4,54

a. Makanan Jadi 152,87 0,24 1,13 2,31

b. Minuman yang Tidak Beralkohol 132,84 -0,01 1,03 6,92

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 162,83 1,43 1,69 7,54

3. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN BAKAR 128,16 0,31 1,76 5,34

a. Biaya Tempat Tinggal 127,95 0,58 2,07 4,88

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 131,94 0,00 1,31 7,81

c. Perlengkapan Rumah Tangga 134,46 0,01 0,85 2,57

d. Penyelenggaraan Rumah Tangga 117,73 0,01 2,09 4,08

4. SANDANG 140,79 -0,48 -0,09 3,48

a. Sandang Laki-laki 124,34 0,14 0,14 3,06

b. Sandang Wanita 122,55 0,12 0,59 4,18

c. Sandang Anak-anak 125,97 0,23 1,65 6,53

d. Barang Pribadi dan Sandang Lainnya 195,75 -1,79 -1,73 1,56

5. KESEHATAN 120,19 1,13 3,60 5,66

a. Jasa Kesehatan 112,26 0,16 6,22 6,36

b. Obat-obatan 108,58 0,25 0,38 3,47

c. Jasa Perawatan Jasmani 116,06 3,07 7,65 7,65

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 129,94 1,59 3,06 5,87

6. PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 129,92 -0,05 -0,02 4,76

a. Jasa Pendidikan 137,75 0,00 0,00 6,56

b. Kursus-kursus/Pelatihan 104,57 0,00 0,00 1,45

c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 133,90 -0,30 -0,30 5,62

d. Rekreasi 124,78 0,00 0,01 2,67

e. Olahraga 105,54 0,00 0,97 0,97

7. TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA KEUANGAN 118,13 0,30 0,94 2,11

a. Transpor 131,97 0,43 1,58 3,28

b. Komunikasi & Pengiriman 89,61 0,00 -0,85 -1,05

(11)

Tabel 8.

Indeks Harga Konsumen 66 Kota dan Perubahannya, Maret 2013 (Tahun 2007 = 100,00)

N No. Kota Maret IHK

2013

% Perub. Maret 2013 thd

Feb 2013 N No. Kota

IHK Maret 2013 % Perub. Maret 2013 thd Feb 2013 (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4)

1 BANDA ACEH 128,96 -0,12 34 PROBOLINGGO 144,54 0,92

2 LHOKSEUMAWE 138,90 0,46 35 MADIUN 142,52 0,97

3 SIBOLGA 145,86 -0,18 36 SURABAYA 138,95 0,95

4 PEMATANG SIANTAR 144,00 0,30 37 SERANG 144,58 1,20

5 MEDAN 138,46 0,42 38 TANGERANG 140,16 1,07

6 PADANG SIDEMPUAN 138,50 -0,50 39 CILEGON 138,76 1,10

7 PADANG 143,42 0,34 40 DENPASAR 141,69 1,08

8 PEKAN BARU 137,18 0,04 41 MATARAM 151,89 0,72

9 DUMAI 140,61 -0,01 42 BIMA 151,54 1,19

10 JAMBI 142,02 0,10 43 MAUMERE 157,23 0,31

11 PALEMBANG 136,39 0,85 44 KUPANG 149,82 1,17

12 BENGKULU 146,06 0,72 45 PONTIANAK 149,35 1,02

13 BANDAR LAMPUNG 151,33 0,97 46 SINGKAWANG 143,43 0,23

14 PANGKAL PINANG 155,12 1,70 47 SAMPIT 142,22 0,54

15 BATAM 129,37 -0,27 48 PALANGKA RAYA 147,80 0,44

16 TANJUNG PINANG 137,43 -0,87 49 BANJARMASIN 146,00 0,19

17 JAKARTA 136,20 0,42 50 BALIKPAPAN 147,84 0,87 18 BOGOR 138,77 1,50 51 SAMARINDA 149,08 0,12 19 SUKABUMI 138,29 0,24 52 TARAKAN 164,96 0,66 20 BANDUNG 131,54 0,63 53 MANADO 136,86 1,52 21 CIREBON 142,89 1,70 54 PALU 143,27 -0,10 22 BEKASI 136,18 0,49 55 WATAMPONE 151,29 0,17 23 DEPOK 137,66 1,05 56 MAKASSAR 137,86 0,25 24 TASIKMALAYA 140,21 0,24 57 PAREPARE 137,33 0,07 25 PURWOKERTO 137,39 0,44 58 PALOPO 144,84 0,62 26 SURAKARTA 129,23 1,43 59 KENDARI 141,41 0,22 27 SEMARANG 138,14 0,95 60 GORONTALO 141,62 1,07 28 TEGAL 135,76 0,11 61 MAMUJU 140,21 0,89 29 YOGYAKARTA 139,38 0,79 62 AMBON 141,12 0,79 30 JEMBER 139,66 0,66 63 TERNATE 138,49 0,49 31 SUMENEP 137,77 0,69 64 MANOKWARI 151,40 1,06 32 KEDIRI 138,00 0,50 65 SORONG 156,31 1,73 33 MALANG 139,65 0,93 66 JAYAPURA 133,82 -2,63

Referensi

Dokumen terkait

memiliki intense turnover selain berusaha mencari lowongan kerja dan merasa tidak betah bekerja diperusahaan juga memiliki gejala- gejala sering mengeluh, merasa

Berdasarkan uraian di atas mengenai keuntungan dalam ekonomi Islam maka keuntungan yang didapat oleh pedagang bawang merah, yang hasil pertanian di Desa Sengon

Bagi Bapak/Ibu dan Saudara/i yang baru pertama kali mengikuti kegiatan ibadah dalam persekutuan di Jemaat GPIB CINERE - Depok dan berkeinginan menjadi anggota jemaat, agar

 Menjelaskan dampak pelaksanaan dhaman dan kafalah ang tidak sesuai dengan sari%at Islam. KKM SK 1( 7&mlah SK 1( 8 ) K- 9 11 Memahami ri5a@ 5ank

(1) Atas surat permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36, Kepala Dinas atau Kepala Suku Dinas bersama-sama dengan penyelenggara pendidikan membentuk Tim Evaluasi Penutupan

Perbedaan dari penulisan yang dilakukan penulis dengan penulisan – penulisan di atas adalah letak pembahasan yang akan dilaksanakan, dimana penulis memfokuskan pada

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan obat golongan kortikosteroid pada pasien asma dewasa di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang

Aplikasi Pendukung Keputusan Dalam Pemilihan Perguruan Tinggi dapat dijadikan sebagai alat bantu pengambilan keputusan, karena dengan menginputkan kriteria, sub kriteria