• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IX. MANFAAT PEMEKARAN WILAYAH BAGI PENGAMBIL KEBIJAKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IX. MANFAAT PEMEKARAN WILAYAH BAGI PENGAMBIL KEBIJAKAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IX. MANFAAT PEMEKARAN WILAYAH

BAGI PENGAMBIL

9.1.

Persepsi Stakeholder tentang Pemekaran Wilayah

Pemekaran suatu wilayah tidak lain bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan membuka ketimpangan pembangunan antara wilayah. Dengan adanya pemekaran wila

sebagai pilar pembangunan saling berkerjasama untuk mengejar sutu visi dan m yang sama demi tercapainya a

kesejahteraan masyarakat.

Sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya bahwa kesejahte hanya dilihat daripada perubahan angka

PDRB, PAD, INKESRA dan angka informasi yang didapatkan dari angka

sangat berarti bagi kesejahteraan masyarakat, namun belum tentu biasa dirasahkan langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu perlu diteliti persepsi masyarakat dalam hal ini stakeholder terkait distribusi dampak di Kabupaten Kepulauan Aru, sehingga dalam penelitian ini digunak

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2009

Gambar 67. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam aspek pemanfaatan pemekaran wilayah.

Potensi Daerah Sosial Ekonomi

Aspek Pemanfaatan Pemekaran Wilayah

MANFAAT PEMEKARAN WILAYAH

BAGI PENGAMBIL KEBIJAKAN

Persepsi Stakeholder tentang Pemekaran Wilayah

Pemekaran suatu wilayah tidak lain bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan membuka ketimpangan pembangunan antara wilayah. Dengan adanya pemekaran wilayah diharapkan pihak pemerintah, swasta dan masyarakat sebagai pilar pembangunan saling berkerjasama untuk mengejar sutu visi dan m yang sama demi tercapainya akselerasi pembangunan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya bahwa kesejahte

hanya dilihat daripada perubahan angka-angka perubahan ekonomi, seperti PDRB, PAD, INKESRA dan angka-angka statistik yang terkait. Sebab terkadang informasi yang didapatkan dari angka-angka statistik menunjukan perubaha

kesejahteraan masyarakat, namun belum tentu biasa dirasahkan langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu perlu diteliti persepsi masyarakat dalam hal ini stakeholder terkait distribusi dampak di Kabupaten Kepulauan Aru, sehingga dalam penelitian ini digunakan alatAnalytic Hierarchy Process (PHA)

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2009

Gambar 67. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam aspek pemanfaatan pemekaran wilayah.

0,213 0,197

(Nilai Inkonstitensi)

Aspek Pemanfaatan Pemekaran Wilayah

Kabupaten Kepulauan Aru (AHP)

MANFAAT PEMEKARAN WILAYAH

Pemekaran suatu wilayah tidak lain bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan membuka ketimpangan pembangunan antara wilayah. Dengan swasta dan masyarakat sebagai pilar pembangunan saling berkerjasama untuk mengejar sutu visi dan misi kselerasi pembangunan yang berdampak pada

Sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya bahwa kesejahteraan bukan angka perubahan ekonomi, seperti angka statistik yang terkait. Sebab terkadang angka statistik menunjukan perubahan yang kesejahteraan masyarakat, namun belum tentu biasa dirasahkan langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu perlu diteliti persepsi masyarakat dalam hal ini stakeholder terkait distribusi dampak di Kabupaten Kepulauan Aru,

Analytic Hierarchy Process (PHA).

Gambar 67. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam aspek pemanfaatan

0,589

Aspek Pemanfaatan Pemekaran Wilayah

(2)

Hasil

Analytic Hierarchy Process (PHA)

lebih memperoleh manfaat dari pemekaran wilayah adalah aspek Ekonomi dengan nilai inkonstitensi rasio

nilai inkonstitensi sebesar 0,213 dan aspek Sosial 0,197 nilai inkonstitensinya. Hal ini menunjukan bahwa setelah pemekaran wilayah perumbuhan ekonomi, kapasitas fiskal Kabupaten Kepulauan Aru

sehingga secara umum (Gambar 67).

Selain itu dari a

memperoleh manfaat dari pemekaran wilayah adalah pert dengan nilai inkonstitensi rasio sebesar 0,571, dii

pendapatan masyarakat 0,224 dan peningkatan PAD dengan nilai inkonstitensi 0,205. Hal ini menunjukan bahwa setelah pemekaran wilayah pertumbuhan ekonomi tumbuh dan berkembang secara signifikan dan menunjukan tren yang positif dari tahun ketahun.

berpengaruh terhadap

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2009

Gambar 68. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam kriteria pemanfaatan terhadap Aspek Ekonomi pemekaran wilayah.

Dengan adanya pemekaran wilayah membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan mereka melalui

Penigkatan PAD Pendapatan Masyarakat Pertumbuhan Ekonomi

Kriteria Pemanfaatan dalam Aspek Ekonomi

Analytic Hierarchy Process (PHA) menunjukan bahwa aspek yang mperoleh manfaat dari pemekaran wilayah adalah aspek Ekonomi dengan

si rasio sebesar 0,589 di ikuti oleh aspek Infra

nilai inkonstitensi sebesar 0,213 dan aspek Sosial 0,197 nilai inkonstitensinya. Hal ini menunjukan bahwa setelah pemekaran wilayah perumbuhan ekonomi,

Kabupaten Kepulauan Aru tumbuh dan berkembang

ara umum berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat

Selain itu dari aspek ekonomi kriteria yang memperoleh sangat memperoleh manfaat dari pemekaran wilayah adalah pertumbuhan ekonomi dengan nilai inkonstitensi rasio sebesar 0,571, diikuti oleh peningkatan pendapatan masyarakat 0,224 dan peningkatan PAD dengan nilai inkonstitensi 0,205. Hal ini menunjukan bahwa setelah pemekaran wilayah pertumbuhan ekonomi tumbuh dan berkembang secara signifikan dan menunjukan tren yang un ketahun. Pertumbuhan ekonomi secara tidak langsung terhadap pendapatan masyarakat (Gambar 68)

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2009

Gambar 68. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam kriteria pemanfaatan terhadap Aspek Ekonomi pemekaran wilayah.

Dengan adanya pemekaran wilayah membuka peluang bagi masyarakat ingkatkan pendapatan mereka melalui program-progra

0,205 0,224 Penigkatan PAD Pendapatan Masyarakat Pertumbuhan Ekonomi (Nilai Inkonsistensi)

Kriteria Pemanfaatan dalam Aspek Ekonomi

menunjukan bahwa aspek yang mperoleh manfaat dari pemekaran wilayah adalah aspek Ekonomi dengan sebesar 0,589 di ikuti oleh aspek Infrastruktur dengan nilai inkonstitensi sebesar 0,213 dan aspek Sosial 0,197 nilai inkonstitensinya. Hal ini menunjukan bahwa setelah pemekaran wilayah perumbuhan ekonomi, tumbuh dan berkembang secara nyata, ningkatan pendapatan masyarakat

spek ekonomi kriteria yang memperoleh sangat mbuhan ekonomi kuti oleh peningkatan pendapatan masyarakat 0,224 dan peningkatan PAD dengan nilai inkonstitensi 0,205. Hal ini menunjukan bahwa setelah pemekaran wilayah pertumbuhan ekonomi tumbuh dan berkembang secara signifikan dan menunjukan tren yang Pertumbuhan ekonomi secara tidak langsung

Gambar 68. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam kriteria pemanfaatan

Dengan adanya pemekaran wilayah membuka peluang bagi masyarakat program pemerintah

0,571

Kriteria Pemanfaatan dalam Aspek Ekonomi

(3)

daerah dalam memberdayaka

pemberdayaan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat. Disamping itu pemekaran wilayah membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi pegawai negeri sipil daerah (PNSD) lewat

langsung mengurangi jumlah pengganguran di Kabupaten Kepulauan Aru Walaupun pertumbuhan ekonomi dan pendapatan d

setelah pasca pemekaran wilayah tetapi PAD Kabupaten Kepulauan Aru masih memberikan kontribusi terkecil bagi fiskal daerah yakni sebesar

disebabkan oleh belum adanya suatu wadah, lembaga atau perusahan daerah yang bergerak dalam bidang jasa

pemerintah pusat lewat dana

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2009

Gambar 69. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam kriteria pemanfaatan terhadap Aspek Sosial pemekaran wilayah.

Disamping itu

lebih memperoleh manfaat dari pemekaran wilayah adalah

dengan nilai inkonstitensi sebesar 0,308 di ikuti oleh penyediaan lapangan perkejaan 0,242, partisipasi masyarakat 0,231 dan mobili

(Gambar 68). Hal ini terjadi karena de

kendalai pemerintahan makin diperkecil sehingga pelayanan publik dapat dilakukan secara efektif dan efisien dengan demikian tugas

Pelayanan Publik Lapangan Perkejaan Mobilitas Masyarakat Partisipasi Masyarakat

Kriteria pemanfaatan dalam Aspek Sosial

daerah dalam memberdayakan ekonomi masyarakat lokal seperti

pemberdayaan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat. Disamping itu pemekaran wilayah membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi pegawai (PNSD) lewat seleksi penerimaan PNSD yang secara tidak gurangi jumlah pengganguran di Kabupaten Kepulauan Aru

mbuhan ekonomi dan pendapatan daerah mengalami peingkatan setelah pasca pemekaran wilayah tetapi PAD Kabupaten Kepulauan Aru masih

kan kontribusi terkecil bagi fiskal daerah yakni sebesar

disebabkan oleh belum adanya suatu wadah, lembaga atau perusahan daerah yang bergerak dalam bidang jasa-jasa dan ketergantungan pemerintah daerah terhadap pemerintah pusat lewat dana perimbangan.

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2009

Gambar 69. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam kriteria pemanfaatan terhadap Aspek Sosial pemekaran wilayah.

Disamping itu untuk aspek sosial dari pemekaran wilayah kriteria yang emperoleh manfaat dari pemekaran wilayah adalah pelayanan publik dengan nilai inkonstitensi sebesar 0,308 di ikuti oleh penyediaan lapangan perkejaan 0,242, partisipasi masyarakat 0,231 dan mobilitas masyarakat 0,219. ). Hal ini terjadi karena dengan adanya pemekaran wilayah rentang kendalai pemerintahan makin diperkecil sehingga pelayanan publik dapat dilakukan secara efektif dan efisien dengan demikian tugas-tugas pembangunan,

0,242 0,219 0,231 Pelayanan Publik Lapangan Perkejaan Mobilitas Masyarakat Partisipasi Masyarakat Nilai Inkonsistensi

Kriteria pemanfaatan dalam Aspek Sosial

n ekonomi masyarakat lokal seperti bantuan pemberdayaan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat. Disamping itu pemekaran wilayah membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi pegawai yang secara tidak gurangi jumlah pengganguran di Kabupaten Kepulauan Aru. aerah mengalami peingkatan setelah pasca pemekaran wilayah tetapi PAD Kabupaten Kepulauan Aru masih kan kontribusi terkecil bagi fiskal daerah yakni sebesar 90 (%), hal ini disebabkan oleh belum adanya suatu wadah, lembaga atau perusahan daerah yang jasa dan ketergantungan pemerintah daerah terhadap

Gambar 69. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam kriteria pemanfaatan

untuk aspek sosial dari pemekaran wilayah kriteria yang pelayanan publik dengan nilai inkonstitensi sebesar 0,308 di ikuti oleh penyediaan lapangan tas masyarakat 0,219. ngan adanya pemekaran wilayah rentang kendalai pemerintahan makin diperkecil sehingga pelayanan publik dapat tugas pembangunan,

0,308 0,242

0,231

Kriteria pemanfaatan dalam Aspek Sosial

(4)

pemerintahan dan pelayanan masyarakat dapat terlaksana dengan baik. D

itu pemekaran wilayah membuka peluang terhadap lowongan perkejaan dan berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan jika dibandingkan dengan keadaan sebelum pemekaran, lowongan perkejaan di Kabupaten Kepulauan Aru sangatlah terbuka. Hal ini d

dan pengangkatan honorer oleh pemerintah setempat. Disisi lain pemekaran wilayah juga sangat bermanfaat bagi partisipasi masyarakat dalam pembangunan maupun mobilitas arus barang dan

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2009

Gambar 70. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam kriteria pemanfaatan dalam Potensi Daerah .

Disisi lain aspek pemanfaatan dari potensi daerah yang lebih memperoleh manfaat dari pada pemekaran wilayah Kabupaten Kepulauan Aru adalah prasarana pemerintahan dengan nilai inkonstitensi sebesar 0,533 di ikuti oleh prasarana kesehatan sebesar 0,140, pra

ekonomi sebesar 0,123 dan prasarana transp

Kondisi demikian terjadi karena sebagai daerah otonom baru sangat terbatas terhadap sarana dan prasarana pemerintahan daerah. Pemekaran w menghendaki di bentuknya badan, dinas atau kantor baru sesuai kebutuhan daerah sehingga tugas-tugas pembangunan,pemerintahan dan pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan baik. Setelah enam

Prasarana Ekonomi Prasarana Pendidikan Prasarana Kesehatan Prasarana Transportasi Prasarana Pemerintahan

Kriteria pemanfaatan dalam Aspek Potensi Daerah

pemerintahan dan pelayanan masyarakat dapat terlaksana dengan baik. D

itu pemekaran wilayah membuka peluang terhadap lowongan perkejaan dan berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan jika dibandingkan dengan keadaan sebelum pemekaran, lowongan perkejaan di Kabupaten Kepulauan Aru sangatlah terbuka. Hal ini disebabkan tiap tahun ada seleksi penerimaan PNSD dan pengangkatan honorer oleh pemerintah setempat. Disisi lain pemekaran wilayah juga sangat bermanfaat bagi partisipasi masyarakat dalam pembangunan maupun mobilitas arus barang dan jasa maupun manusia di Kab.

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2009

Gambar 70. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam kriteria pemanfaatan dalam Potensi Daerah .

Disisi lain aspek pemanfaatan dari potensi daerah yang lebih memperoleh manfaat dari pada pemekaran wilayah Kabupaten Kepulauan Aru adalah prasarana pemerintahan dengan nilai inkonstitensi sebesar 0,533 di ikuti oleh prasarana kesehatan sebesar 0,140, prasarana pendidikan sebesar 0,137, prasarana ekonomi sebesar 0,123 dan prasarana transportasi sebesar 0,067 (Gambar Kondisi demikian terjadi karena sebagai daerah otonom baru sangat terbatas terhadap sarana dan prasarana pemerintahan daerah. Pemekaran w menghendaki di bentuknya badan, dinas atau kantor baru sesuai kebutuhan daerah

tugas pembangunan,pemerintahan dan pelayanan masyarakat rjalan dengan baik. Setelah enam tahun pemekaran wilayah

0,123 0,137 0,140 0,067 Prasarana Ekonomi Prasarana Pendidikan Prasarana Kesehatan Prasarana Transportasi Prasarana Pemerintahan (Nilai Inkonsistensi)

Kriteria pemanfaatan dalam Aspek Potensi Daerah

pemerintahan dan pelayanan masyarakat dapat terlaksana dengan baik. Disamping itu pemekaran wilayah membuka peluang terhadap lowongan perkejaan dan berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan jika dibandingkan dengan keadaan sebelum pemekaran, lowongan perkejaan di Kabupaten Kepulauan Aru isebabkan tiap tahun ada seleksi penerimaan PNSD dan pengangkatan honorer oleh pemerintah setempat. Disisi lain pemekaran wilayah juga sangat bermanfaat bagi partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kepulauan Aru.

Gambar 70. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam kriteria pemanfaatan

Disisi lain aspek pemanfaatan dari potensi daerah yang lebih memperoleh manfaat dari pada pemekaran wilayah Kabupaten Kepulauan Aru adalah prasarana pemerintahan dengan nilai inkonstitensi sebesar 0,533 di ikuti oleh sarana pendidikan sebesar 0,137, prasarana ortasi sebesar 0,067 (Gambar 70). Kondisi demikian terjadi karena sebagai daerah otonom baru sangat terbatas terhadap sarana dan prasarana pemerintahan daerah. Pemekaran wilayah menghendaki di bentuknya badan, dinas atau kantor baru sesuai kebutuhan daerah tugas pembangunan,pemerintahan dan pelayanan masyarakat tahun pemekaran wilayah pemerintah

0,533

Kriteria pemanfaatan dalam Aspek Potensi Daerah

(5)

telah mengalokasikan a

pemerintahan baru baik itu yang berasal dari dana APBN maupun APBD Kabupaten Kepulauan Aru.

Hal yang sama juga terjadi pada prasarana kesehatan dan pendidikan yang masing-masing merupakan penerimaan manfaat

wilayah. Pemekaran wilayah menghendaki tersedianya prasarana kesehatan seperti RSUD, puskesmas, pustu dan polindes. Begitu pula sarana dan prasarana pendidikan semakin bertambah dari segi kuantitas maupun kualitas kondisi sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan lebih baik setelah pemekaran wilayah. Prasarana ekonomi seperti pasar, perbankan dan lembaga keuangan lainnya hanya berkembang pada wilayah kota dobo sedangkan di daerah kecamatan lain sagatlah minim bahkan tida

stakeholder memberikan peringkat keempat penerimaan manfaat daripada pemekaran itu sendiri. Sedangkan prasarana transportasi sangatlah terendah nilai pemanfaatannya, hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran dalam m

sistim transportasi daerah yang berkarakteristik kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Aru.

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2009

Gambar 71.Hasil analisis persepsi gabungan AHP terhadap Stakeholders penerima manfaat pemekaran wilayah Kabupaten Kepulauan Aru.

Pemerintah Swasta Masyarakat

Stakeholder Penerima Manfaat Dari Pemekaran

Wilayah Kabupaten Kepulauan Aru

telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarana pemerintahan baru baik itu yang berasal dari dana APBN maupun APBD Kabupaten Kepulauan Aru.

Hal yang sama juga terjadi pada prasarana kesehatan dan pendidikan yang masing merupakan penerimaan manfaat kedua dan ketiga dari pemekaran wilayah. Pemekaran wilayah menghendaki tersedianya prasarana kesehatan seperti RSUD, puskesmas, pustu dan polindes. Begitu pula sarana dan prasarana pendidikan semakin bertambah dari segi kuantitas maupun kualitas kondisi arana dan prasarana kesehatan dan pendidikan lebih baik setelah pemekaran . Prasarana ekonomi seperti pasar, perbankan dan lembaga keuangan lainnya hanya berkembang pada wilayah kota dobo sedangkan di daerah kecamatan lain sagatlah minim bahkan tidak ada sama sekali, sehingga persepsi stakeholder memberikan peringkat keempat penerimaan manfaat daripada pemekaran itu sendiri. Sedangkan prasarana transportasi sangatlah terendah nilai pemanfaatannya, hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran dalam m

sistim transportasi daerah yang berkarakteristik kepulauan seperti Kabupaten

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2009

Gambar 71.Hasil analisis persepsi gabungan AHP terhadap Stakeholders penerima manfaat pemekaran wilayah Kabupaten Kepulauan Aru.

0,338 0,289

(Nilai Inkonsistensi)

Stakeholder Penerima Manfaat Dari Pemekaran

Wilayah Kabupaten Kepulauan Aru

garan untuk pembangunan sarana dan prasarana pemerintahan baru baik itu yang berasal dari dana APBN maupun APBD

Hal yang sama juga terjadi pada prasarana kesehatan dan pendidikan yang kedua dan ketiga dari pemekaran wilayah. Pemekaran wilayah menghendaki tersedianya prasarana kesehatan seperti RSUD, puskesmas, pustu dan polindes. Begitu pula sarana dan prasarana pendidikan semakin bertambah dari segi kuantitas maupun kualitas kondisi arana dan prasarana kesehatan dan pendidikan lebih baik setelah pemekaran . Prasarana ekonomi seperti pasar, perbankan dan lembaga keuangan lainnya hanya berkembang pada wilayah kota dobo sedangkan di daerah k ada sama sekali, sehingga persepsi stakeholder memberikan peringkat keempat penerimaan manfaat daripada pemekaran itu sendiri. Sedangkan prasarana transportasi sangatlah terendah nilai pemanfaatannya, hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran dalam membenahi sistim transportasi daerah yang berkarakteristik kepulauan seperti Kabupaten

Gambar 71.Hasil analisis persepsi gabungan AHP terhadap Stakeholders penerima manfaat pemekaran wilayah Kabupaten Kepulauan Aru.

0,373 0,338

Stakeholder Penerima Manfaat Dari Pemekaran

(6)

Berdasarkan hasil Analytic Hierarchy Process (PHA)menunjukan bahwa stakeholder yang lebih menerima manfaat daripada pemekaran wilayah itu sendiri adalah pemerintah yang terdiri dari eksekutif dan legistatif dengan nilai inkonsistensi 0,373 di ikuti oleh swasta terdiri dari pihak pengusaha besar, UKM dan Koperasi dengan nilai inkosistensi 0,338 serta pihak masyarakat yang terdiri atas tokoh masyarakat, adat, LSM, Pemuda dan Perempuan dengan nilai inkonsistensi sebesar 0,289. Nilai inkonsistensi AHP untuk kriteria stakeholder yang paling menerima manfaat dari pemekaran dapat dilihat Gambar 71.

9.2. Analisis AHP tentang Pengambilan Alternatif Kebijakan

Pemekaran wilayah Kabupaten Kepulauan Aru bukan hanya memberikan manfaat dari aspek ekonomi, sosial dan Infrastruktur saja bagi pemerintah, swasta dan masyarakat. Tetapi pemekaran wilayah jika tidak dibarengi dengan statergi dan kebijakan yang jelas dan terukur maka arah pembangunan akan terkabur, konsukwensinya terjadi penyelewengan keuangan negara (KKN) dalam suatu sistim birokrasi pemerintahan daerah.

Dari hasil gabungan Analytic Hierarchy Process (PHA) yang dilakukan maka berdasarkan hasil wawancara dengan stakeholders, alternatif yang merupakan perioritas utama dalam pengambilan kebijakan adalah pembangunan infratruktur dengan nilai inkonsistensi sebesar 0,228 di ikuti oleh pembangunan struktur perekonomian yang kuat 0,195, peningkatan sumberdaya manusia (SDM) 0,194, penyediaan lapangan perkejaan 0,193 serta pembangunan pusat-pusat pertumbuhan baru 0,190 (Gambar 72). Hal ini terjadi karena aksebilitas antar wilayah di Kabupaten Kepulauan Aru dalam menjakau wilayah-wilayah lain sangatlah terbatas, sehingga pembangunan infrastruktur merupakan perioritas utama. Di samping itu perioritas kedua yaitu pembangunan sturuktur ekonomi daerah yang kuat dapat terjadi dengan mengoptimalkan kebijakan fiskal daerah, peningkatkan sektor yang menjadi komperatif dan kompetitif wilayah, pembentukan perusahan daerah dalam mengoptimalkan potensi daerah yang ada untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan pendapatan masyarakat serta penataan kelembagaan.

(7)

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2009

Gambar 72. Hasil analisis persepsi gabungan AHP terhadap Perioritas Pembangunan wilayah Kabupaten Kepulauan Aru.

Salah satu indikator

sumberdaya manusia di dalam daerah terse

pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan perioritas dalam pengambilan kebijakan pemerintah. Berdasarkan

(PHA) sumber daya manusia (SDM) merupakan perioritas ketiga untuk dikembangkan. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya SDM di Kabupat Kepulauan Aru yang berpengaruh terhadap persaingan

dan luar daerah.

Perioritas pembangunan keempat adalah penyediaan lapangan perkerjaan. Salah satu dampak positif dari

perkerjaan bagi masyarakat

yang berinvestasi di Kabupaten Kepulauan Aru dan dengan sendirinya kesejahteraan masyarakat dapat tercapai karena adanya peningkatan pen

Sejalan dengan itu pemekaran wilayah juga membuka peluang untuk mengatasi disparitas antar wilayah di Kabupaten Kepulauan Aru, sehingga pengembagan pusat-pusat pertumbuhan baru di

kecamatan juga merupakan p

Pemb. Pusat2 Pertumbuhan Pemb. Infrastruktur Wilayah Peningkatan SDM Peyed.Lapangan Perkerjaan Pemb.Strk.Eko Daerah yg Kuat

Perioritas Pembangunan Kabupaten Kepulauan Aru

Hasil Analisis Data Primer, 2009

Gambar 72. Hasil analisis persepsi gabungan AHP terhadap Perioritas Pembangunan wilayah Kabupaten Kepulauan Aru.

Salah satu indikator keberhasilan suatu daerah adalah

sumberdaya manusia di dalam daerah tersebut, sehingga psca pemekaran wilayah pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan perioritas dalam pengambilan kebijakan pemerintah. Berdasarkan Analytic Hierarchy Process

sumber daya manusia (SDM) merupakan perioritas ketiga untuk al ini disebabkan oleh terbatasnya SDM di Kabupat Kepulauan Aru yang berpengaruh terhadap persaingan pasar tenaga kerja lokal

Perioritas pembangunan keempat adalah penyediaan lapangan perkerjaan. Salah satu dampak positif dari pemekaran wilayah adalah tebukanya lapangan perkerjaan bagi masyarakat lewat penerimaan PNSD ataupun lewat pihak swasta yang berinvestasi di Kabupaten Kepulauan Aru dan dengan sendirinya kesejahteraan masyarakat dapat tercapai karena adanya peningkatan pen

Sejalan dengan itu pemekaran wilayah juga membuka peluang untuk mengatasi disparitas antar wilayah di Kabupaten Kepulauan Aru, sehingga pengembagan

pusat pertumbuhan baru di Kabupaten Kepulauan Aru pada pusat kecamatan juga merupakan perioritas kelima untuk dikembangkan. Dengan

Pemb. Pusat2 Pertumbuhan… Pemb. Infrastruktur Wilayah

Peningkatan SDM Peyed.Lapangan Perkerjaan Pemb.Strk.Eko Daerah yg Kuat

0,190 0,194 0,193

0,195

(Nilai Inkonstitensi)

Perioritas Pembangunan Kabupaten Kepulauan Aru

Pasca Pemekaran Wilayah

Gambar 72. Hasil analisis persepsi gabungan AHP terhadap Perioritas Pembangunan wilayah Kabupaten Kepulauan Aru.

keberhasilan suatu daerah adalah ketersediaan , sehingga psca pemekaran wilayah pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan perioritas dalam

Analytic Hierarchy Process

sumber daya manusia (SDM) merupakan perioritas ketiga untuk al ini disebabkan oleh terbatasnya SDM di Kabupaten tenaga kerja lokal

Perioritas pembangunan keempat adalah penyediaan lapangan perkerjaan. pemekaran wilayah adalah tebukanya lapangan lewat penerimaan PNSD ataupun lewat pihak swasta yang berinvestasi di Kabupaten Kepulauan Aru dan dengan sendirinya kesejahteraan masyarakat dapat tercapai karena adanya peningkatan pendapatan. Sejalan dengan itu pemekaran wilayah juga membuka peluang untuk mengatasi disparitas antar wilayah di Kabupaten Kepulauan Aru, sehingga pengembagan pada pusat-pusat erioritas kelima untuk dikembangkan. Dengan

0,228

Perioritas Pembangunan Kabupaten Kepulauan Aru

(8)

adanya pusat-pusat pertumbuhan baru sangat berpengaruh pada perekonomian wilayah tersebut dan daerah hinterlannya dan berdasarkan hasil wawancara dengan pihak stakeholders di Kabupaten Kepulauan Aru konsep pengembangan wilayah yang sangat ideal dikembangkan adalah Konsep Argopolitan atau Minapolitan.

7.2 Pembahasan

Hasil Analytic Hierarchy Process (PHA) menunjukan dalam Aspek ekonomi, struktur perekonomian daerah Kabupaten Kepulauan Aru tumbuh dan berkembang secara positif tetapi yang lebih atau paling menerima manfaat adalah pertumbuhan ekonomi semata, sedangkan pendapatan asli daerah (PAD) tidak memiliki perkembangan yang berarti. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan pemerintah daerah akan dana perimbangan dari pemerintah pusat dan sumber-sumber pendapatan daerah belum dioptimalkan semaksimal mungkin. Di sisi lain pendapatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh keterbatasan SDM masyarakat serta keterbatasan dana dalam mengelola potensi sumber daya alam yang ada

Disamping itu aspek sosial berdasarkan hasil Analytic Hierarchy Process (PHA) menunjukan bahwa dengan adanya pemekaran wilayah pelayanan publik sangat paling berperan dalam menerima manfaat jika dibandingkan dengan aspek sosial lainya. Hal ini terjadi karena dengan adanya pemekaran beban tugas pemerintahan semakin tinggi sehingga pelayanan pubik pun semakin meingkat. Pemekaran wilayah juga berpengaruh terhadap lapangan perkejaan, partisipasi masyarakat dan mobilitas masyarakat dan ketiga aspek sosial diatas merupakan komponen yang tidak bias dipisahkan karena dengan adanya pemekaran wilayah pemerintah akan membuka lamaran perkejaan yang berpengaruh terhadap partisipasi dan moblitas masyarakat untuk mendapatkan perkejaan tetap.

Sedangkan pada aspek potensi daerah hasil Analytic Hierarchy Process (PHA) menunjukan bahwa kriteria prasarana pemerintahan paling menerima manfaat daripada pemekaran wilayah Kabupaten Kepulauan Aru. Kondisi demikian terjadi karena terbatasnya saranan dan prasarana pemerintahan dan pembenahan infratruktur pemerintahan merupakan perioritas utama dalam agenda pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Kepulauan Aru. Di ikuti oleh

(9)

prasarana kesehatan, pendidika, ekonomi dan prasarana transportasi. Untuk prasarana kesehatan dan pendidikan merupakan penerima manfaat paling banyak setelah prasarana pemerintahan. Hal ini ditujukan oleh pos anggaran APBD Kabupaten Kepulauan Aru untuk bidang kesehatan dan pendidikan terbesar ketiga dan kedua setelah bidang perkerjaan umum (PU). Di sisi lain prasarana ekonomi dan trasportasi hanya bisa dinikmati oleh masyarakat yang ada di kota dobo, sedangkan di kecamatan-kecamatan lain selain kota benjina tidak memiliki prasarana perekonomian dan terbatasnya prasarana trasportasi. Sehingga prasarana ekonomi dan transportasi berdasarkan persepsi stakeholders paling sedikit menerima manfaat pemekaran wilayah Kabupaten Kepulauan Aru.

Berdasarkan aspek stakehoders yang paling menerima manfaat dari pemekaran wilayah Kabupaten Kepulauan Aru ,hasil Analytic Hierarchy Process (PHA) menunjukan bahwa distribusi manfaat dampak pemekaran di Kabupaten Kepulauan Aru berdasarkan persepsi stakeholders di nilai belum merata. Pihak pemerintah, pengusaha di nilai paling di untungkan dengan adanya pemekaran wilayah. Hal ini di tujukan oleh besarnya pembiayaan pemerintah lebih di fokuskan kepada belanja aparatur daripada belanja publik dan minimnya anggaran pemerintah dalam memberdayakan masyarakat untuk mengelola sumberdaya lokal yang ada.

Kondisi yang sama juga terjadi pada Pengusaha Besar, UKM dan Koperasi yang menderima manfaat terbesar kedua daripada pemekaran wiayah. Hal ini terjadi karena dengan adanya pemekaran wilayah proyek-proyek pembenahan infrastruktur wilayah seperti perumahan, jalan dan jembatan serta prasarana dasar dan prasarana publik yang berasal dari pemerintah sangatlah besar sehingga membuka peluang investasi bagi para pengusaha pada tingkatan lokal maupun regional. Di suatu sisi pemekaran wlayah juga membuka peluang terhadap pemberdayaan UKM dan Koperasi, lewat program pemerintah untuk memberdayakan usaha kecil dan menengah serta koperasi. Sedangkan pada sisi lain berdasarkan persepsi stakeholders menilai kelompok masyarakat sebagai penerima terkecil manfaat pemekaran wilayah kalaupun ada itu hanya pada kelompok masyarakat yang berdomisili di pusat pemerintahan di kota dobo.

(10)

Dari berbagai pandangan diatas penentuan perioritas pembangunan untuk menentukan kebijakan pengembangan wilayah Kabupaten Kepulauan Aru kedepan maka pasca pemekaran wilayah, Hasil Analytic Hierarchy Process (PHA) persepsi stakholders menunjukan bahwa pembangunan infrastuktur wilayah merupakan perioritas utama dan terus digalang guna membuka aksebilitas wilayah yang terisolir sehingga disparitas antar wilayah antar kecamatan dan antar pulau dapat teratasi dan dengan sendirinya dapat merasang pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Kepulauan Aru secara keseluruhan.

Di sisi lain pemerintah juga harus membangun stuktur ekonomi yang kuat dengan prinsip keadilan dan transparasi pembiyaan pembangunan serta merasang pertumbuhan sektor yang menjadi sektor ungulan yang dapat merasang pertumbuhan sektor-sektor lain supaya tumbuh dan berkembang secara stabil dan dinamis. Penyediaan lapangan perkerjaan dan pengembangan sumberdaya manusia (SDM) juga penting dilakukan untuk memberatas pengangguran dan kemiskinan yang menjadi persolan dasar pembangunan pasca pemekaran wilayah.

Perioritas pembangunan yang tak kalah penting untuk di kembangkan di Kabupaten Kepulauan Aru walaupun berdasarkan persepsi stakeholders merupakan alternatif terakhir daripada pemekaran wilayah itu sendiri, namun harus dikembangkan antara lain pembangunan pusat-pusat pertumbuhan baru di pusat-pusat kecamatan. Dengan didukung oleh penataan ruang wilayah berdasarkan persepsi stakholders menunjukan perlu di kembangkan pusat pertumbuhan baru untuk membuka kesenjangan wilayah antara daerah kecamatan baru dengan pusat pemerintahan dan konsep yang idea untuk dikembangkan di Kabupaten Kepulauan Aru adalah Konsep Argopolitan atau Minapolitan.

Gambar

Gambar 67. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam aspek pemanfaatan pemekaran wilayah.
Gambar 68. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam kriteria pemanfaatan terhadap Aspek Ekonomi pemekaran wilayah.
Gambar 69. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam kriteria pemanfaatan terhadap Aspek Sosial pemekaran wilayah.
Gambar 70. Hasil analisis persepsi gabungan AHP dalam kriteria pemanfaatan dalam Potensi Daerah .
+3

Referensi

Dokumen terkait

Dari jawaban tersebut konsumen lebih dominan memberi penilaian sangat baik terhadap keteraturan tempat penyimpanan hasil cucian tetapi masih ada konsumen yang

Berdasarkan Gambar 2 di atas, dapat dilihat bahwa nilai TPT cenderung mengalami peningkatan dikarenakan semakin lama waktu osmosis, komponen organik yang terdapat dalam

Pesantren berasal dari kata “santri” dengan awalan pe dan akhiran an berarti tempat tinggal para santri 5. Selain istilah pesantren ada beberapa istilah lain yang sering

[r]

Oleh karenanya melalui Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta kami

Dengan keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak terdapat kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan masukan yang

Adalah pihak yang bersedia menanggung biaya kekurangan 75% dari nilai rencana kegiatan dan atau menanggung pos kebutuhan utama, yakni pada pos anggaran

Kesimpulan: Ada hubungan yang sangat signi fi kan antara perilaku makan dengan obesitas anak, dengan kekuatan hubungan dan rasio prevalensi yang bersifat protektif yaitu subjek