• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATERI KE 7 PERUSAHAAN DALAM KESULITAN KEUANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MATERI KE 7 PERUSAHAAN DALAM KESULITAN KEUANGAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

MATERI KE 7

PERUSAHAAN DALAM KESULITAN KEUANGAN

Perusahaan dapat mengalami kesulitan keuangan karena berbagai sebab antara lain: 1. Mengalami kerugian operasi terus menerus

2. Kredit pelanggan yang mengalami kemunduran pembayaran 3. Pengelolaan modal kerja yang buruk

4. Kegagalan memperoleh tingkat penjualan yang memuaskan

Sebuah perusahaan yang berada dalam kesulitan keuangan memiliki sejumlah alternatif penyelesaian, antara lain:

1. Tindakan nonyudisial

a. Perjanjian restrukturisasi utang b. Manajemen komite kreditor c. Pengalihan aset

2. Tindakan yudisial 3. Penundaan pembayaran

4. Akuntansi permulaan baru (Fresh Start Accounting) 5. Rencana reorganisasi

Perjanjian restrukturisasi utang Dapat berupa debitor mengajukan :

- Perpanjangan waktu jatuh tempo utang - Meminta penurunan suku bunga utang

- Meminta modifikasi persyaratan dalam kontrak utang

- Perjanjian komposisi (composition agreement), pihak kreditor bersepakat untuk menerima klaim dengan nilai yang lebih rendah dari nilai pokoknya.

Manajemen Komite Kreditor

Kreditor menyetujui untuk membantu pihak debitor dalam mengelola pembayaran yang paling efisien terhadap klaim kreditor. Dalam beberapa kasus yang ekstrem, kreditor dapat memutuskan untuk mengambilalih kendali operasi perusahaan debitor.

Pengalihan Aset

Beberapa debitor dalam kesulitan keuangan dapat mengalihkan aset, seperti piutang atau instrumen keuangan lainnya, dalam upaya untuk memperoleh uang tunai. Debitor dapat melakukan anjak piutang dengan diskonto atau penjualan piutang baik bersyarat (with recourse) atau tanpa syarat

(2)

(without recourse). Pengalihan aset keuangan dianggap sebagai penjualan hanya jika pihak yang melakukan pengalihan (transferor atau perusahaan debitor) telah menyerahkan kendali atas aset yang dialihkan tersebut.

Tindakan Yudisial

Kepailitan atau kebangkrutan merupakan tindakan yudisial yang dilakukan oleh pengadilan niaga dan hakim pengadilan niaga dengan menggunakan pedoman dalam UU Kepailitan. UU kepailitan memberikan dua alternatif utama berdasarkan perlindungan pengadilan niaga yaitu:

1. Penundaan pembayaran (suspension of payment)

Pihak debitor memperoleh perlindungan yudisial selama periode rehabilitasi, yaitu waktu yang digunakan untuk menghapuskan operasi yang tidak menguntungkan, memperoleh kredit baru, mengembangkan struktur perusahaan yang baru dengan operasi yang berkesinambungan dan melakukan perjanjian dengan pihak kreditor.

2. Pernyataan kebangkrutan dan likuidasi

Pernyataan kebangkrutan dan likuidasi seringkali dilakukan oleh seorang trustee yang ditunjuk oleh pengadilan.

Penundaan Pembayaran

Memungkinkan untuk perlindungan legal dari tindakan kreditor selama periode waktu yang diperlukan untuk mereorganisasi perusahaan debitor dan mengembalikan operasi perusahaan ke tingkat yang menguntungkan. 4P reorganisasi yaitu:

- Mengajukan petisi (petition) kepada pengadilan niaga - Memperoleh perlindungan (protection)

- Rencana reorganisasi (plan of reorganization) - Proses reorganisasi (proceeding)

Akuntansi Permulaan Baru (Fresh Start Accounting)

Pelaporan permulaan baru harus digunakan per tanggal konfirmasi rencana reorganisasi jika dua kondisi berikut ini terjadi:

1. Nilai reorgansiasi aset dari entitas yang akan muncul sesaat sebelum tanggal konfirmasi lebih kecil daripada total seluruh kewajiban dan klaim pascapetisi.

2. Pemegang saham dengan hak suara yang ada sesaat sebelum komfirmasi menerima kurang dari 50% saham dengan hak suara dari entitas yang akan muncul. Hal ini menandakan bahwa pemegang saham lama telah kehilangan kendali atas perusahaan yang akan muncul.

Akuntansi permulaan baru (fresh start accounting) menghasilkan entitas pelaporan yang baru. Perusahaan diwajibkan untuk menghitung nilai reorgansiasi aset-aset entitas yang baru muncul. Nilai

(3)

reorganisasi (reorganization value) merupakan nilai wajar entitas sebelum mempertimbangkan kewajiban dan mendekati jumlah yang akan dibayar oleh seorang pembeli aset entitas yang berminat.

Rencana Reorganisasi

Merupakan rencana terperinci mengenai:

1. Penghapusan operasi yang tidak menguntungkan, melalui penjualan atau likuidasi 2. Restrukturisasi utang dengan kreditor tertentu

3. Revaluasi aset dan kewajiban

4. Pengurangan atau penghapusan klaim pemegang saham terdahulu dan penerbitan saham baru kepada kreditor atau pihak lainnya.

Neraca perusahaan dalam reorganisasi memiliki beberapa sifat khusus, yaitu:

1. Kewajiban prapetisi yang akan dikompromikan sebagai bagian dari rencana reorganisasi harus dilaporkan secara terpisah dari kewajiban yang tidak akan dikompromikan. Kewajiban yang akan dikompromikan mencakup utang yang tidak dijamin dan utang lain yang terjadi sebelum perusahaan memasuki tahap reorgansiasi. Kewajiban yang tidak dapat diubah rencana reorganisasi mencakup kewajiban yang dijamin penuh yang terjadi sebelum proses reorgansiasi dan seluruh kewajiban yang terjadi setelah perusahaan memasukan petisi untuk proses reorganisasi.

2. Kewajiban harus dilaporkan sebesar perkiraan jumlah yang diperbolehkan oleh pengadilan niaga. Jika estimasi yang memadai tidak mungkin dilakukan, maka klaim tersebut harus diungkapkan dalam catatan kaki.

Laporan laba rugi untuk perusahaan dalam reorganisasi memiliki ketentuan khusus sbb:

1. Jumlah dalam laporan laba rugi yang berkaitan langsung dengan reorganisasi, seperti biaya jasa hukum dan kerugian atas penjualan aset, harus dilaporkan secara terpisah sebagai pos reorgansiasi pada periode terjadinya.

2. Sebagian pendapatan bunga yang diperoleh selama proses reorganisasi merupakan hasil dari debitor yang tidak diwajibkan untuk melunasi utangnya dan menginvestasikan sumber daya yang tersedia pada instrumen yang menghasilkan bunga. Pendapatan bunga tersebut harus dilaporkan secara terpisah sebagai pos reorganisasi.

3. Laba perusahaan diungkapkan, namun antisipasi perubahan jumlah lembar saham biasa atau setara saham biasa yang terjadi sebagai akibat proses reorganisasi harus diungkapkan.

(4)

Laporan arus kas sebuah perusahaan dalam reorganisasi memiliki karakter khusus sbb:

1. Disarankan menggunakan metode langsung untuk menyajikan arus kas dari aktivitas operasi, namun jika metode tidak langsung yang digunakan, maka perusahaan harus juga mengungkapkan secara terpisah arus kas dari aktivitas operasi yang berkaitan dengan proses reorgansiasi.

2. Arus kas yang berkaitan dengan proses reorganisasi harus dilaporkan secara terpisah dari arus kas yang berasal dari operasi rutin.

Contoh reorganisasi PT A&I Neraca 31 Desember 2013 Aset Kas 2.000.000

Efek yang dapat dipasarkan 8.000.000

Piutang usaha 20.000.000

Penyisihan piutang tidak tertagih

(2.000.000) 18.000.000

Persediaan 45.000.000

Asset dibayar dimuka 1.000.000

Jumlah asset lancer 74.000.000

Asset tetap Biaya Akumulasi penyusutan Biaya blm disusutkan Tanah 10.000.000 0 10.000.000 Bangunan 75.000.000 20.000.000 55.000.000 Peralatan 40.000.000 4.000.000 36.000.000 Total 125.000.000 (24.000.000) 101.000.000 101.000.000 Total asset 175.000.000 Kewajiban Utang usaha 26.000.000 Wesel bayar: - Dijaminkan sebagian

- Tidak dijaminkan bunga 10%

10.000.000

80.000.000 90.000.000

Akrual bunga 3.000.000

Upah yang masih harus dibayar 14.000.000

Jumlah kewajiban lancar 133.000.000

Utang hipotik 50.000.000

Total kewajiban 183.000.000

Ekuitas pemegang saham

(5)

Saham biasa nominal 1.000 10.000.000

Saldo laba (defisit) (58.000.000)

Total ekuitas pemegang saham (8.000.000)

Total kewajiban dan ekuitas pemegang saham

175.000.000

Pada tanggal 2 Januari 2014, manajemen PT A&I mengajukan petisi pada pengadilan niaga dalam rangka penundaan pembayaran untuk memperoleh penangguhan pembayaran utang dan waktu untuk merehabilitasi perusahaan serta mengembalikannya pada operasi yang menguntungkan.

Berikut adalah garis waktu yang menunjukan tanggal-tanggal yang relevan untuk kasus ini:

Proses reorganisasi

2 januari

1 juli

31 des

2 januari

1 april

2014

2014

2014

2015

2015

Periode

petisi

rencana

akhir tahun

rencana

reorganisasi

Prapetisi

diajukan

reorganisasi

fiscal

reorganisasi

selesai

diajukan

diajukan

Sebelum rencana reorganisasi disetujui, PT A&I masih terus beroperasi di bawah perlindungan petisi penundaan yang diberikan. Perusahaan hanya melakukan pembayaran yang telah disetujui oleh pengadilan untuk kewajiban prapetisi. Satu-satunya pembayaran yang disetujui oleh pengadilan untuk kewajiban prapetisi adalah pembayaran sebesar Rp 2.000.000 atas utang hipotik. Masalah pelaporan yang paling penting adalah jumlah reorganisasi harus dilaporkan secara terpisah dari jumlah operasi lainnya.

(6)

Neraca untuk perusahaan dalam proses reorganisasi sbb: PT A&I

(berada dibawah penguasaan debitor) Neraca

31 Desember 2014 Aset

Kas 40.000.000

Piutang pengambilalihan pajak penghasilan 12.000.000

Efek yang dapat dipasarkan 8.000.000

Piutang usaha 6.000.000

Penyisihan piutang tak tertagih (1.000.000) 5.000.000

Persediaan 37.000.000

Jumlah asset lancer 102.000.000

Asset tetap 104.000.000

Akumulasi penyusutan (26.000.000) 78.000.000

Total asset 180.000.000

Kewajiban

Kewajiban yang tidak dikompromikan: - Kewajiban lancer (pascapetisi) :

Pinjaman jangka pendek Utang usaha

- Kewajiban tidak lancer : Utang hipotik, dijamin penuh

15.000.000 10.000.000

48.000.000

Total kewajiban yang tidak dikompromikan 73.000.000

Kewajiban yang dikompromikan: - Utang usaha

- Wesel bayar, sebagian dijaminkan - Wesel bayar tidak dijaminkan - Akrual bunga

- Upah yang masih harus dibayar Total kewajiban yang dikompromikan

28.000.000 10.000.000 80.000.000 3.000.000 14.000.000 133.000.000 Total kewajiban 206.000.000

Ekuitas pemegang saham: - Saham istimewa

- Saham biasa, nominal 1.000 - Saldo laba (deficit)

Total ekuitas pemegang saham

40.000.000 10.000.000 (76.000.000)

(26.000.000)

(7)

Laporan laba rugi perusahaan dalam proses reorganisasi PT A&I

(berada di bawah penguasaan debitor) Laporan Laba Rugi

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2014 Pendapatan

Penjualan 120.000.000

Biaya dan beban:

- Beban harga pokok penjualan

- Beban penjualan, operasi dan administrasi - Beban bunga (bunga kontraktual 6.000.000)

110.000.000 21.000.000

3.000.000 134.000.000

Kerugian sebelum pos reorganisasi dan manfaat PPh (14.000.000)

Kerugian penghapusan asset (10.000.000)

Imbalan jasa professional (8.000.000)

Bunga yg dihasilkan dari akumulasi kas dari penundaan pembayaran 2.000.000

Total pos reorganisasi 16.000.000

Kerugian sebelum manfaat PPh (30.000.000)

Manfaat PPh 12.000.000

Kerugian bersih (18.000.000)

Laporan Arus kas untuk perusahaan dalam proses reorganisasi PT A&I

(berada di bawah penguasaan debitor) Laporan arus kas

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2014 Arus kas yang diperoleh dari kegiatan operasi :

- Kas yang diterima dari pelanggan

- Kas yang dibayar ke supplier dan karyawan - Bunga dibayar

133.000.000 (109.000.000) (3.000.000) Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan operasi sebelum pos reorganisasi 21.000.000 Arus kas operasi yang digunakan oleh kegiatan reorganisasi:

- Imbalan jasa professional

- Bunga yang diterima dari akumulasi kas dari penundaan pembayaran

(8.000.000) 2.000.000

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan reorganisasi (6.000.000)

Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan operasi dan reorganisasi 15.000.000

Arus kas yang diperoleh dari kegiatan investasi :

- Hasil yang diperoleh dari penjualan asset akibat penundaan pembayaran 10.000.000

Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan investasi 10.000.000

Arus kas yang diperoleh dari kegiatan pendanaan:

(8)

- Imbalan jasa profesional (2.000.000)

Bunga yang dihasilkan dari akumulasi kas dari penundaan pembayaran 13.000.000

Pertambahan bersih kas 38.000.000

Kas pada 1 Januari 2013 2.000.000

Kas pada 31 Desember 2013 40.000.000

Pada 2 Januari 2014 pengadilan niaga menyetujui rencana reorganisasi sebagai berikut: PT A&I

Rencana Reorganisasi

Berdasarkan Undang-undang Kepailitan tentang Penundaan Pembayaran Diajukan pada tanggal 1 Juli 2014

a. Utang usaha sebesar Rp 26.000.000 diperlakukan sebagai berikut: (1) sebanyak Rp 6.000.000

akan dihapuskan, (2) sebanyak Rp 4.000.000 akan dibayar secara tunai, (3) sebanyak Rp 12.000.000 dari utang yang ada ditukarkan dengan utang subordinasi, dan (4) utang sebesar

Rp 4.000.000 akan dipertukarkan dengan 4.000 lembar saham biasa yang baru dikeluarkan. b. Wesel bayar yang sebagian dijamin sebesar Rp 10.000.000 akan diperlakukan sebagai berikut: (1)

sebanyak Rp 2.000.000 akan dibayar secara tunai, dan (2) sisanya sebesar Rp 8.000.000 akan ditukar menjadi utang prioritas yang dijamin dengan peralatan.

c. Wesel bayar yang tidak dijamin sebesar Rp 80.000.000 akan diperlakukan sebagai berikut: (1) sebanyak Rp 12.000.000 akan dihapuskan, (2) sebanyak Rp 14.000.000 akan dibayarkan tunai, (3) sebanyak Rp 49.000.000 akan ditukarkan menajdi utang prioritas yang dijamin dengan agunan terhadap aset tetap, dan (4) sebanyak Rp 5.000.000 akan ditukar dengan 5.000 lembar saham biasa yang baru dikeluarkan.

d. Beban bunga yang masih harus dibayar sebesar Rp 3.000.000 akan diperlakukan sebagai berikut: (1) sebanyak Rp 2.000.000 akan dihapuskan dan (2) sisanya sebesar Rp 1.000.000 akan dibayar tunai.

e. Beban upah yang masih harus dibayar Rp 14.000.000 akan diperlakukan sebagai berikut: (1) sebanyak Rp 12.000.000 akan dibayar tunai dan (2) sisanya sebesar Rp 2.000.000 akan ditukarkan dengan 2.000 lembar saham biasa yang baru dikeluarkan.

f. Pemegang saham istimewa akan menerima 80.000 lembar saham biasa yang baru dikeluarkan sebagai ganti saham istimewa yang mereka miliki.

g. Pemegang saham biasa sekarang akan menerima 1.000 lembar saham biasa yang baru dikeluarkan sebagai ganti saham biasa yang mereka miliki sekarang.

Setelah analisis yang lengkap , nilai reorganisasi sebesar Rp 195.000.000 ditetapkan untuk asset PT A&I. untuk menentukan kondisi pertama bagi PT A&I, perbandingan dibuat pada tanggal saat rencana reorganisasi disetujui.

(9)

Kewajiban pascapetisi 73.000.000 Kewajiban yang ditangguhkan karena penundaan pembayaran 133.000.000

Jumlah kewajiban pascapetisi dan klaim yang diperbolehkan 206.000.000

Nilai reorganisasi (195.000.000)

Kelebihan kewajiban dari nilai reorganisasi 11.000.000

Pemegang saham biasa sesaat sebelum rencana reorganisasi disepakati untuk memiliki hanya 5% dari saham biasa entitas yang akan muncul. Setelah mempelajari dengan seksama perusahaan dengan resiko yang setara, potensi laba perusahaan yang akan timbul, dan nilai sekarang arus kas masa depan, maka srtuktur modal perusahaan yang akan timbul ditentukan sebagai berikut:

Kewajiban pascapetisi 25.000.000

Utang hipotik pascapetisi 48.000.000

Utang senior 57.000.000

Utang subordinasi 12.000.000

Saham biasa (baru) 20.000.000

Total struktur modal pascapetisi 162.000.000

Modal pascareorganisasi sebesar Rp 162.000.000 merupakan nilai reorganisasi sebesar Rp 195.000.000 dikurangi dengan Rp 33.000.000 yang dibayarkan untuk kewajiban prapetisi sebagai

bagian dari rencana reorganisasi.

PT A&I membuat jurnal untuk pelaksanaan rencana reorganisasi sebagai berikut: 1. Mencatat restrukturisasi utang dan penyesuaian keuntungan dari pembebasan utang.

1 Januari – 1 April 2014

Kewajiban yang dikompromikan 133.000.000

Kas 33.000.000

Utang prioritas 57.000.000

Utang subordinasi 12.000.000

Saham biasa (baru) 11.000.000

(10)

2. Mencatat pertukaran saham dengan saham. 1 Januari – 1 April 2014

Saham istimewa 40.000.000

Saham biasa (lama) 10.000.000

Saham biasa (baru) 9.000.000

Agio saham 41.000.000

3. Mencatat penyesuaian permulaan baru dari nilai yang ditetapkan atas asset entitas yang baru muncul dan penghapusan saldo laba yang ada atau defisit.

1 April 2014

Efek yang dapat dipasarkan 2.000.000

Asset tetap 7.000.000

Klbhan nilai reorganisasi atas jmlh yn dialokasikan thdp

aset yg dpt didentifikasi keuntungan pembebasan utang 20.000.000

Agio saham 41.000.000

Persediaan 4.000.000

Saldo laba defisit 76.000.000

LATIHAN:

Rencana reorganisasi untuk PT Teratai telah disetujuai oleh pengadilan, pemegang saham dan kreditor pada tanggal 31 Oktober 2014. Rencana tersebut mengharuskan restrukturisasi umum dari seluruh utang PT Teratai. Rekening kewajiban dan modal PT Teratai pada tanggal 31 Oktober 2014 adalah sbb:

Utang usaha (setelah petisi) Rp 30.000.000

Kewajiban yang dikompromikan:

Utang usaha Rp 80.000.000

Utang wesel 10% tidak dijamin Rp 150.000.000

Utang bunga Rp 40.000.000

Utang obligasi 12% Rp 200.000.000

Modal saham biasa nominal @ Rp 1 Rp 100.000.000

Agio saham Rp 200.000.000

Saldo laba (defisit) Rp – 178.000.000

(11)

Total utang usaha sebesar Rp 30.000.000 telah timbul sejak perusahaan mengajukan petisi untuk pembebasan berdasarkan penundaan pembayaran. Tidak ada kewajiban lain yang timbul sejak petisi diajukan. Tidak ada pembayaran terhadap kewajiban yang akan dikompromikan yang ada pada tanggal petisi.

Dalam persyaratan rencana reorganisasi:

1. Kreditur utang usaha yang ada pada tanggal petisi diajukan setuju untuk menerima Rp 72.000.000 dari piutang usaha bersih untuk penyelesaian penuh klaim mereka.

2. Pemegang utang wesel 10% senilai Rp 150.000.000 dan utang bunga Rp 16.000.000 setuju untuk menerima tanah dengan nilai wajar Rp 125.000.000 dan nilai buku Rp 85.000.000

3. Pemegang utang obligasi 12% sebesar Rp 200.000.000 dan utang bunga Rp 24.000.000 setuju untuk mengahapuskan utang bunga sebesar Rp 18.000.000, menerima pembayaran kas untuk sisa bunga Rp 6.000.000 dan menerima hak dijaminkan atas peralatan perusahaan sebagai ganti memperpanjang jatuh tempo obligasi selama satu tahun tanpa bunga.

4. Pemegang saham biasa setuju untuk mengurangi defisit dengan mengubah nilai nominal saham biasa menjadi Rp 2.000 perlembar dan mengeliminasi sisa defisit setelah pengakuan seluruh keuntungan dan kerugian dari transaksi restrukturisasi utang yang disebutkan dalam rencana reorganisasi. Defisit akan dieliminasi dengan mengurangi agio saham.

Diminta:

1. Buatlah analisis pemulihan untuk rencana reorganisasi, diakhiri dengan total pemulihan untuk tiap kewajiban dan komponen modal PT Teratai.

2. Buatlah ayat jurnal untuk mencatat penghapusan utang dan restrukturisasi ekuitas dalam pemenuhan rencana reorganisasi.

3. Jawaban diberi file : nama saudara_pemulihan 4. Jawaban dikirim ke alamat : [email protected]

5. Jawaban paling lambat diterima hari Selasa tanggal 4 November 2014 6. Keterlambatan pengumpulan ada pengurangan nilai.

(12)

Referensi

Dokumen terkait

tenaga profesi atau vokasi di bidangnya; dan memenuhi kecukupan dalam kegiatan pelayanan, pendidikan, pelatihan, dan/atau kegiatan ilmiah lainnya. tata cara Registrasi

Dari beberapa kombinasi, pemberian protein 45% dan kalsium 2% dalam pakan memberikan hasil yang terbaik terhadap laju pertumbuhan rerata harian, efisiensi

Menurut Bonczek dkk, (1980) dalam buku “Decission Support System and intelligent system (Turban 2005:137) mendefinisikan Sistem pendukung keputusan (SPK) sebagai system

Dari data tersebut di atas, terlihat bahwa dalam hal pengaruh tindakan guru yang menampilkan perilaku siswa yang bertingkah laku baik dengan memberikan pujian

dengan sistem lain seperti sistem Roller sebanyak tiga buah , sehingga akan didapat unjuk kerja dari mesin pemeras batang sorghum yang lebih optimal.. Cara kerja mesin

Praktik Pengalaman Lapangan adalah semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan mahasiswa praktikan, sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh dalam

Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten dengan kawasan karst yang memiliki karakteristik hidrologi berupa pola aliran diffuse dan conduit sehingga air tidak

Moodle adalah salah satu aplikasi e-learning yang berbasis open source dengan menggunakan paket software yang diproduksi untuk kegiatan belajar berbasis internet dan website