• Tidak ada hasil yang ditemukan

Isu-isu utama pada Pengaturan Jaringan (Network Management)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Isu-isu utama pada Pengaturan Jaringan (Network Management)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Isu-isu utama pada Pengaturan Jaringan (Network

Management)

Deris Stiawan (Dosen Jurusan Sistem Komputer FASILKOM UNSRI) Sebuah Pemikiran, Sharing, Ide Pengetahuan, Penelitian

Kebutuhan akan komunikasi data saat ini sangat dibutuhkan untuk terhubung dengan kantor cabang, para pagawai atau rekan bisnis lainya. Karena dengan ketersediaan informasi yang akurat, cepat dan murah dapat meningkatkan kredibilitas perusahaan. Kebutuhan akan system informasi yang terintegrasi saat ini sangat mendesak, dikarenakan dengan system ini maka suatu informasi dapat bernilai guna yang pada akhirnya dapat meningkatkan kredibilitas di mata pelanggan. Untuk mendukung segala keputusan tingkat manajemen, suatu perusahaan sangat tergantung dari informasi yang tepat, akurat dan cepat dimana informasi ini dapat bermanfaat bagi manajemen untuk mengambil suatu keputusan yang tepat. Untuk itu dibutuhkan suatu jaringan komunikasi yang baik agar pihak manajemen tidak salah mengambil keputusan.

(2)

Seperti yang terlihat dari gambar 1, ada beberapa faktor yang menyebabkan internetworking infrastructure sering failure yang berakibat terganggunya layanan kepada user, untuk itu saat ini dibutukan suatu mekanisme pengaturan jaringan (management network) agar kondisi “kesehatan” internetwork terjaga dan secepatnya akan diketahui jika akan terjadi downtime, karena hal ini sangat berkaitan erat dengan layanan yang diberikan.

Gambar 2. Enterprise Design (sumber cisco.com)

Saat ini sangat dibutuhkan solusi network yang reliabilitasnya mencapai 100% uptime tanpa down. Dahulu kebutuhan network down zero time hanya dicapai oleh perusahaan yang menggunakan IT secara significant seperti banking, dan provider telco, namun seiring kebutuhan zaman, saat ini tidak adalagi perusahaan atau pengguna jasa telco yang menginginkan networknya down. Pada saat sebuah enterprise company merancang atau mengintegrasikan internetworking dari pusat ke cabangnya pastilah terdapat banyak perangkat-perangkat jaringan yang berada di Network Operating Center (NOC) yang harus tetap dimonitor dan dikontrol. Ini juga berlaku untuk perusahaan yang layanannya diakses oleh banyak penggguna, seperti perbankan, provider, dan sebagainya. Biasanya yang bertugas untuk memonitor operasi ini disebut team Network Monitoring Center (NMC).

(3)

Dengan banyaknya perangkat-perangkat jaringan di sistem internetwork kita seperti pada gambar 2 dan gambar 3, maka dibutuhkan suatu mekanisme monitoring jaringan tersebut agar reliability dan availability terjaga dan dapat secara dini diketahui anomaly atau terputusnya jaringan tersebut. Untuk peningkatan layanan dan jaminan Service Level Guarantee atau Agreement dibutuhkan management jaringan yang matang.

Gambar 3. contoh cisco AVVID Arsitektur (sumber cisco.com)

Dengan semakin Integrasinya banyak sistem baik dalam satu solusi dari vendor tertentu atau banyak standar sistem dari berbagai vendor yang membentuk suatu heterogen network yang kompleks seperti pada gambar 3, sangat dibutuhkan suatu mekanisme monitoring dan manajemen internetworking agar kehandalan sistem tetap terjaga.

semakin berkembangnya dan bayaknya perangkat-perangkat internetwork di pasaran, menuntut para pengguna untuk dapat mengintegrasikannya kedalam sebuah manajemen yang terstruktur hingga data dapat diambil atau digunakan sampai ke ujung user. Dengan semakin “intelligent” nya jaringan saat ini ada beberapa manfaat yang mendasar ;

(4)

• Infrastruktur yang aman, dapat secara dini mendeteksi adanya threats yang membahayakan infrastruktur kita, baik dari sisi luar atau infrastrukturnya

• Cepat dalam pembangunan layanan dan applikasi, integrasi, sistem yang modular dan pengaturan dapat mengurangi integrasi dari banyak sistem

• Mengurangi kerumitan dan rendahnya Total Cost Ownership (TCO), kemampuan baru dan semakin mudahnya teknologi untuk di integrasikan

Pada saat membicarakan tentang kehandalan atau Reliability suatu sistem (infrastruktur network atau perangkat jaringan pendukung) Faktor utama yang mempengaruhinya adalah

ketersediaan (Availability), Kinerja (Performance) dan keamanan (Security).

Availability, ketersediaan suatu sistem / layanan harus tetap terjaga 24 jam nonstop tanpa

henti dengan tidak dipengaruhi oleh cuaca, jam kerja, hari libur, cuti karyawan, listrik padam, dan sebagainya, dimana Layanan dan sumber daya harus dapat diberikan tanpa henti. Beberapa yang sering terjadi misalnya,

• karena hari libur nasional (lebaran, natalan atau libur akhir tahun) layanan server farm (db, mail, web, dan sebagainya) tidak dapat diakses karena server hang dan staff EDP IT tidak ada di tempat.

• Akses ke server lancar jika dilakukan diatas jam 19.00 malam pada saat “peek akses rendah” padahal jam kantor sampai jam 17.00, lalu siapa yang akan mengakses jam 19.00 malam ?

• Koneksi ke server farm sering down dan mengalami latency tinggi yang sering terjadi pada saat hari hujan atau berawan karena lastmile ke NOC menggunakan perangkat wireless yang tidak reliable dengan perubahan cuaca.

• Layanan terganggu pada saat pasokan listrik dari PLN down dalam waktu lama.

(5)

Performance, Kinerja dari sistem / layanan sangat dipengaruhi oleh perangkat / devices yang

digunakan, dari perangkat core, distribution, access harus terjaga jangan sampai terjadi failure dan menyebabkan downtime karena masalah-masalah klasik seperti uncompatible, crash, hang, kurangnya support hardware dan layanan teknis, dan sebagainya. Kejadian yang sering terjadi menyangkut masalah performance, seperti ;

• Router yang tidak handal karena menggunakan seri yang tidak mensupport “routing” paket yang besar dan tinggi dalam satu waktu

• Spesifikasi Server yang standar yang menyebabkan proses “handshake” layanan send dan receive terganggu karena tingginya request dari user yang menyebabkan server kewalahan • Missconfig perangkat yang menyebabkan kinerja perangkat tidak optimal terutama

perangkat yang memerlukan setting command yang unik.

• Menggunakan suatu layanan yang tidak tepat, misalnya dijaringan dengan traffic yang tinggi masih menggunakan ethernet atau fastethernet, penggunaan bandwidth yang kecil padahal akses ke layanan sangat tinggi.

Security, percuma perangkat yang mahal dengan ketersediaan terjamin dan kinerja baik tetapi

tidak aman, keamanan menyangkut masalah privacy dan masalah ini sangat sensitif karena tidak ada sistem yang aman selagi masih dibuat tangan manusia, sistem yang dibangun hanya bisa ditingkatkan keamanannya dari satu level ke level lainnya. Beberapa pendapat yang klasik yang sering muncul, misalnya ;

• Suatu perusahaan memberikan informasi bahwa sistem keamanan firewallnya telah menggunakan sistem yang berlapis dan perangkat yang terbaru

• Para manager berkata “kami mempunyai team yang tangguh dalam masalah serangan hacker” dan bekerja tanpa henti memantau jaringan

• Informasi yang di publish di Internet adalah informasi yang umum dan bukan masalah rahasia perusahaan

• Semua orang di Internet “berhati mulia” dan tidak ada yang berniat untuk merusak • Masih menggunakan konfigurasi dan password yang lemah dan default

• Dengan gampangnya sistem keamanan dapat dijebol karena sistem yang banyak vurnerability

(6)

Saat ini Enterprise Internetwork Design dituntut untuk dapat mendukung arah kebijakan dari perusahaan dan dituntut untuk semakin rendahnya Total Cost Ownership (TCO) dan meningkatkan profit dengan membantu proses alur bisnis yang pada akhirnya akan membuat produktivitas meningkat dan membuat differensiasi pasar dengan produknya. Dengan jaminan kehandalan sistem maka “loyalitas” user akan terjaga. Tidak semua penyedia jasa dapat memberikan Reliability 100%, karena kehandalan sangat banyak faktor yang mempengaruhinya, maka timbulah solusi-solusi seperti Load Balancing Systems yang mengabungkan dua atau lebih layanan dari penyedia jasa.

Protocol Jaringan SNMP

Pada saat banyakya perangkat network yang digunakan dibutuhkan suatu mekanisme monitoring jaringan yang didesain untuk memantau status koneksi LAN / WAN dan memastikan perangkat-perangkat tersebut dalam kondisi normal dan aktif, melihat statistik dalam bentuk grafik, pengecekan kondisi signal masalah yang akan muncul atau dapat memantau paket data yang lewat di trafik jaringan.

Simple Network Management Protocol (SNMP), sebuah protocol yang digunakan sebagai standar untuk melakukan pengaturan perangkat-perangkat jaringan. Dengan bantuan tools / daemon lain dapat Mengumpulkan dan memanipulasi informasi network dengan mengumpulkan informasi baseline dengan interval waktu tertentu. SNMP dapat digunakan untuk mengonfigurasi device yang jauh, memantau unjuk kerja jaringan, mendeteksi kesalahan jaringan atau akses yang tidak cocok, dan mengaudit pemakaian jaringan.

Terdapat 3 konsep dasar pada SNMP, yaitu : manager, agent, dan management information

based (MIB). Pada beberapa konfigurasi di titik manager menjalankan suatu software

management, dimana perangkat yang dapat dimanage seperti bridges, routers, servers dan workstations yang dapat integrasikan dengan sebuah modul software agent. Agent pertanggung jawab untuk menyediakan akses ke lokal MIB dari object resources dan aktivitas node tersebut. Agen tersebut juga akan bereaksi terhadap perintah manager untuk mendapat kembali nilai-nilai dari MIB dan untuk menetapkan nilai-nilai-nilai-nilai di dalam MIB. Satu contoh dari suatu obyek didapat kembali dari suatu perhitungan dari banyaknya paket-paket pengirim dan penerima pada sebuah node. Manager dapat memonitor nilai yang diload pada jaringan tersebut.

(7)

Software Agent berada pada di devices tersebut, beberapa agent menerima pesan yang masuk dari manager, pesan permintaan tersebut di baca atau ditulis pada data device tersebut. Agent akan mengirimkan kembali respon yang diterima, dimana agent tidak harus menunggu untuk bertanya tentang sebuah informasi. Namun pada beberapa kasus tertentu agent akan mengirimkan sebuah pesan notifikasi untuk melakukan trap ke satu atau lebih manager.

Software Management pada sebuah station management akan mengirimkan pesan request ke agent dan menerima respon dan trap dari agent. Protocol UDP yang biasa digunakan sebagai pembawa paket tersebut dengan karakteristiknya yang hemat dengan bandwidth, namun protocol pembawa lainnya juga dapat digunakan.

(8)

Ex : MRTG (Multi Router Traffic Graph) yang memungkinkan kita dapat mencapture traffic pemakaian pada perangkat yang support SNMP

• Net-SNMP (http://net-snmp.sourceforge.net/)

Gambar 5. contoh screenshot daemon yang menggunakan SNMP

Setiap vendor pembuat devices jaringan mempunyai karakteristik dalam membuat perangkatnya (tergantung dari layernya), setiap standar tersebut harus bisa terhubung dengan baik ke IANA Standar. Karakteristik peralatannya tersebut harus dapat mendifinisikan

Dengan ketatnya persaingan saat ini, terutama di penyedia layanan maka Jaminan layanan kepada customer harus dijaga, para perusahaan sangat konsen pada “area” ini dengan munculnya penggunaan seperti Call Center dan ticketing systems, Hotline, HelpDesk, Preventive Monitoring, Report setiap bulan, sampai dengan menyiapkan team khusus yang berjaga 24 jam memantau kualitas layanan baik dari sisi infrastruktur atau content yang merupakan bagian dari sistem Customer Relationship Management (CRM).

(9)

Gambar 6. prosentase customer satisfaction (sumber packet magazine)

Seperti pada data yang didapat dari packet magazine cisco pada gambar 6 diatas, bahwa reputasi yang buruk menjadi faktor yang paling besar dalam tingkat kepercayaan pada penyedia jasa. Apalagi dengan persaingan sekarang yang sangat sensitif yaitu masalah harga yang dijual ke user, banyak para penyedia jasa (telco / service provider) saat ini tidak hanya menjual produk tapi juga diimbangi dengan jaminan layanan yang prima.

Jaminan tersebut akan tertuang dalam sebuah Service Level Aggreament (SLA) atau Guarantee (SLG), yang akan disepakati oleh kedua pihak yang tertuang dalam persentase seperti ;

• permasalahan jaminan akses dalam satu bulan, • lamanya waktu respon pada saat downtime, • bagaimana jika backbone failure,

• tindakan preventive pencegahan failure, • deteksi informasi secara dini terjadinya failure, • report Perfomance network,

• Jaminan Help Desk & kontak teknis • analisa kegagalan sistem

• perhitungan restitusi pada saat failure time • dan lain-lain

(10)

Bahan Bacaan

_________, Architecting for business Productivity, 2002, cisco.com _________, Architecting for e-business, 2001, cisco.com

Dennis Drogsets, The new management Landscape, Packet Magazine, Third Quarter 2002, Volume 14 No. 3

Don Kuenz, 1999, “Introduction SNMP”, Inside Solaris, may 1999, Proquest Computing

Efraim Tubran, Ephraim Mclean, James Wetherbe, 2001, “Information Technology For Management” , John Willey & Sons, USA.

James E. Goldman, Philips T. Rawless,2001, “ Applied Data Communications, a business oriented approach “, John Willey & Sons, USA.

Mani Subramanian, 2000, “Network Management: an Introductions to principals and practice”, Addison-wesley, USA

Sidnie Feit,1995, “A Guide to Network Management SNMP” McGraw-Hill, USA

Wiliam Stalling, Security Comes to SNMP: The New SNMPv3 Proposed Internet Standards, 1998, The Internet Protocol Journal

Vijay Krishnamoorthy, Cisco AutoQoS: A New Paradigm for Automating the Delivery of Network Quality of Service, 2002, cisco.com

Gambar

Gambar 2. Enterprise Design (sumber cisco.com)
Gambar 3. contoh cisco AVVID Arsitektur (sumber cisco.com)
Gambar 4. Interaksi antara manager dan agent (Sidnie Feit : 32)
Gambar 5. contoh screenshot daemon yang menggunakan SNMP
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pada Gambar 2.8 terlihat bahwa dari penyedia layanan hingga OLT didukung dengan media serat optik, namun untuk keluaran perangkat merupakan titik perbedaan antara

Topologi jaringan VPN di STMIK STIKOM Indonesia pada gambar 4.1 terdiri dari 1 buah mikrotik routerboard untuk melakukan konfigurasi jaringan Virtual Private Network, 1 buah

Untuk melakukan deskripsi file, user harus memilih menu Input File yang telah di enskripsi tadi dengan nama file Latihan 1.docx seperti terlihat pada gambar 4.3.

Seperti yang terlihat pada Gambar 4, interaksi antara pengguna (user) dengan aplikasi adalah sebagai berikut: (1) User membuka aplikasi terlebih dahulu; (2) User akan diminta

Pada gambar 1 menunjukan bahwa untuk wilayah panakkukang untuk layanan jaringan 3G GSM secara umum sudah lumayan baik untuk provider Telkomsel, Three dan XL,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

Gambar dibawah adalah contoh data yang diterima oleh PC dengan komunikasi jaringan dari prototipe yang digunakan untuk pengembangan.. Terlihat data dari kanal 1, 2, dan 3 dalam bentuk