• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBUATAN ALAT BANTU DESAIN (KURVA) PADA STRUKTUR KOLOM BAJA MENURUT SNI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMBUATAN ALAT BANTU DESAIN (KURVA) PADA STRUKTUR KOLOM BAJA MENURUT SNI"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBUATAN ALAT BANTU DESAIN (KURVA)

PADA STRUKTUR KOLOM BAJA

MENURUT SNI 03-1729-2002

TUGAS AKHIR

SEBAGAI SALAH SATU SYARAT UNTUK MENYELESAIKAN PENDIDIKAN SARJANA TEKNIK DI PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Oleh

TANDIKA MARCEL SETO WAHYUDI 150 03 050 150 03 070

PEMBIMBING

Ir. MUSLINANG MOESTOPO, MSEM, Ph.D

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

(2)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

TUGAS AKHIR

PEMBUATAN ALAT BANTU DESAIN (KURVA) PADA

STRUKTUR KOLOM BAJA MENURUT SNI 03-1729-2002

Oleh: DISETUJUI oleh: PEMBIMBING:

Ir. MUSLINANG MOESTOPO, MSEM, Ph.D MENGETAHUI

KELOMPOK KEPAKARAN PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL REKAYASA STRUKTUR KETUA

KOORDINATOR TUGAS AKHIR

Ir. MADE SUARJANA, M.Sc, Ph.D Dr. Ir. HERLIEN D. SETIO Bandung, 3 Juli 2007

(3)

ABSTRAK TUGAS AKHIR

PEMBUATAN ALAT BANTU DESAIN (KURVA) PADA STRUKTUR KOLOM BAJA MENURUT SNI 03-1729-2002, Tandika M. (15003050), Seto W. (15003070), Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, 2007.

Pada era modern sekarang ini, perkembangan pesat terjadi pada industri konstruksi. Perkembangan industri konstruksi tidak lepas dari studi-studi teknologi material seperti beton, baja, dll. Di dalam konstruksi modern saat ini banyak digunakan material baja karena memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan dengan material konstruksi lainnya.

Pemakaian material baja dalam konstruksi akan memberikan struktur yang lebih ringan, daktail, dan mampu menahan deformasi yang cukup besar. Konsekuensi yang ditimbulkan dalam perencanaan elemen kolom baja ini adalah proses perencanaan dan studi yang cukup rumit dan detail karena banyak faktor yang berpengaruh didalammya, tidak hanya tahanan penampang tetapi juga kondisi yang terjadi di lapangan.

Tugas akhir ini memaparkan pembuatan alat bantu desain berupa kurva dengan pembatasan nilai faktor panjang tekuk (kc) dan panjang tak terkekang (Lb). Proses desain umumnya dilakukan dengan menggunakan software ETABS, SAP. Pembuatan kurva interaksi Nn dan Mn menggambarkan perbandingan tahanan penampang dengan kuat perlu dengan mengacu kepada SNI 03-1729-2002. Grafik yang dihasilkan menggunakan berbagai macam profil-profil baja yang umum digunakan di Indonesia.

Dari kurva interaksi ini akan dihasilkan studi mengenai perilaku dari elemen kolom dari berbagai macam tipe profil, yaitu profil HWF, IWF, Square HSS, dan Tubular HSS, khususnya mengenai tahanan nominal lentur dan aksial dari penampang tersebut. Output dari studi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para pengguna di lapangan dalam proses desain elemen kolom struktur baja. Pemakaian kurva ini tidak terbatas hanya pada para engineer saja, tetapi juga bisa digunakan oleh kalangan mahasiswa maupun masyarakat.

Kata kunci: tekuk lokal, tekuk torsi lateral, kekompakan penampang, panjang bentang, panjang tekuk, koefisien tekuk, panjang tak terkekang, momen plastis, momen residu.

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya, akhirnya kami dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir pada semester II 2006/2007 ini.

Tujuan penyusunan Laporan Tugas Akhir ini adalah untuk memberikan manfaat nyata kepada para pelaku dunia usaha konstruksi, khususnya para engineer di dalam mendesain elemen struktur kolom baja. Manfaat ini berupa kemudahan preliminary design untuk pemilihan profil yang kuat dan ekonomis sehingga dapat meringkas waktu perhitungan.

Di dalam proses pengerjaan Laporan Tugas Akhir ini, penyusun mendapat banyak bantuan, semangat, dan dorongan dorongan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih, terutama kepada :

1. Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa memberikan rahmat, berkat, dan bimbingan-Nya setiap waktu.

2. Orang tua, adik-adikku, Vero dan Tantri dan keluarga/sanak saudara yang telah memberikan semangat dan bantuan, baik moril maupun materil yang tidak terhingga.

3. Bapak Dr. Ir. Muslinang Moestopo, MSEM selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penyusun hingga laporan ini selesai.

4. Ibu Dr. Ir. Dyah Kusumastuti dan Dr. Ir. Herlien Dwiarti Setio selaku dosen penguji yang bersedia meluangkan waktunya untuk Sidang Seminar dan Sidang Tugas Akhir.

5. Dosen-dosen Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung yang tidak bisa kami sebutkan namanya satu-persatu, atas semua ilmu yang telah diajarkan kepada kami.

6. Segenap karyawan Tata Usaha Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung yang telah banyak memberikan bantuan di dalam proses administrasi Tugas Akhir ini.

7. Teman-teman Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) ITB dan teman-teman angkatan 2003 yang telah memberikan warna baru di dalam kehidupan ini selama penyusun menuntut ilmu di Institut Teknologi Bandung serta atas pengalaman-pengalaman lainnya yang tak terlupakan

8. Partner TA Seto Wahyudi atas kerja samanya dan teman seperjuangan Armen dan Wijono.. thx a lot..

9. Alumni Camping to Situ Lembang, Macan Kampus, Alumni Going to Pantai Pangandaran dan kawan-kawan lainnya, khususnya kepada T. Bramono, Roni S,

(5)

Reza, Josua, Denee Adi Kros, Nurjaman Brothers, Tibo, Median, Bintang, Edi ”codot”, Koko, Alex de Binjei, Juli sang Tripod, Arthur E, Adjie, Didit. Thanks Guys..

10.Anak-anak Studgam : Tyo, Jejen, Lulita, Lia, Aya, Sofie, dan yang lainnya 11.Semua pihak yang turut membantu kelancaran selama proses pengerjaan dan

penulisan Laporan Tugas Akhir yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Penyusun menyadari bahwa Laporan Tugas Akhir ini belum sempurna karena adanya keterbatasan kemampuan dan waktu, maupun kendala-kendala yang dihadapi. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan laporan ini.

Akhir kata, semoga laporan dan grafik-grafik yang dihasilkan ini dapat menuntun pengguna untuk mendapatkan gambaran mengenai perilaku struktur elemen kolom baja sehingga dapat sungguh-sungguh berguna dan memperluas wawasan para pembaca.

Bandung, Juni 2007

(6)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

ABSTRAK TUGAS AKHIR ... .iii

KATA PENGANTAR ...iv

DAFTAR ISI ...vi

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ...ix

DAFTAR LAMPIRAN ... .x

DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG ...xi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG ... 1-1 1.2 RUMUSAN MASALAH ... 1-2 1.3 TUJUAN ... 1-3 1.4 RUANG LINGKUP ... 1-3 1.5 HASIL (OUTPUT) ... .1-4 BAB 2 DASAR TEORI

2.1 UMUM ... 2-1 2.2 STABILITAS ... 2-4 2.2.1 STABILITAS AKSIAL ... 2-6 2.2.2 TEKUK LOKAL ... 2-7 2.2.3 TEKUK GLOBAL ... 2-8 2.2.3.1 FAKTOR PANJANG TEKUK ... 2-8 2.2.3.2 RASIO BATAS KELANGSINGAN ... 2-10 2.3 PERENCANAAN KOMPONEN TEKAN SESUAI SNI 03-1729-2002 ... 2-10 2.4 PERENCANAAN KOMPONEN TEKAN SESUAI AISC-LRFD 1999 ... 2-12 2.5 PERENCANAAN KOMPONEN TEKAN SESUAI SNI 03-1729-2002 & AISC- LRFD 1999 ... 2-17 2.5.1KUAT LENTUR NOMINAL PENAMPANG DENGAN PENGARUH

TEKUK LOKAL ... 2-17 2.5.2 KUAT LENTUR NOMINAL PENAMPANG DENGAN PENGARUH

TEKUK GLOBAL ... 2-18 BAB 3 METODOLOGI

3.1 FLOW CHART ... 3-1 3.2 TAHAPAN DESAIN ... 3-2 3.2.1 TINJAUAN PUSTAKA DAN TEORI DASAR ... 3-2 3.2.2 PENGUMPULAN DATA ... 3-3

(7)

3.2.3 PERHITUNGAN MANUAL ... 3-6 3.2.4 PEMBUATAN KURVA DENGAN PARAMETER-PARAMETER ... 3-6 3.2.5 PENGUJIAN KURVA YANG DIHASILKAN (PENGOLAHAN DATA) ... 3-7 3.2.6 ANALISIS ... 3-8 3.2.7 KESIMPULAN ... 3-8 BAB 4 PENGOLAHAN DATA

4.1 DATA-DATA PROFIL ... 4-1 4.2 PERHITUNGAN TAHANAN PROFIL ... 4-1 BAB 5 ANALISIS

5.1 UMUM ... 5-1 5.2 TINJAUAN ANALISIS ... 5-1 5.2.1 TINJAUAN GRAFIK ... 5-1 5.2.1.1 PERHITUNGAN KUAT TEKAN ... 5-1 5.2.1.2 PERHITUNGAN KUAT LENTUR ... 5-2 5.2.2 TINJAUAN KRITERIA DARI ELEMEN KOLOM ... 5-3 BAB 6 KESIMPULAN dan SARAN

6.1 KESIMPULAN ... 6-1 6.2 SARAN ... 6-1 DAFTAR PUSTAKA

(8)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Hubungan kelangsingan (λc) dengan faktor tekuk (ω) ... .2-11

Tabel 2.2 Hubungan kelangsingan (λc) dengan faktor tekuk (ω) penampang langsing ... .2-11

Tabel 2.3 Hubungan jenis profil dengan nilai momen kritis kritisnya ... 2-19 Tabel 2.4 Nilai Lp dan Lr untuk suatu jenis profil ... 2-20 Tabel 3.1 Data Profil IWF PT. Gunung Garuda Steel (According JIS 1993) ... .3-4 Tabel 3.2 Perhitungan parameter-parameter lainnya ... .3-5 Tabel 5.1 Nilai Mn dan Berat satuan Pada Macam-Macam Profil ... .5-14

(9)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Nilai kc Untuk Kolom Dengan Ujung-ujung Ideal ... .2-3 Gambar 2.2 Nilai kc Pada Rangka Portal ... .2-9 Gambar 2.3 Flow Chart Penampang Tekuk Lentur Berdasarkan SNI 03-1729-2002 ... .2-15 Gambar 2.4 Flow Chart Penampang Tekuk Lentur Berdasarkan AISC LRFD 1999 ... .2-16 Gambar 2.5 cx dan cy pada profil I ... .2-17

Gambar 2.6 Penampang kompak, tak-kompak, dan langsing ... .2-18 Gambar 2.7 Perencanaan Lb Terhadap Momen ... 2-22 Gambar 3.1 Flow Chart Tahapan Metodologi ... 3-1 Gambar 3.2 Hubungan Mn dan Pn untuk Lb = 3000 pada profil HWF ... .3-7 Gambar 3.3 Hubungan Mn dan Pn untuk Lb = 4000 pada profil HWF ... .3-7

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A TABEL PENAMPANG HWF dan CONTOH GRAFIK Nu vs. Mu LAMPIRAN B TABELPENAMPANG IWF dan CONTOH GRAFIK Nu vs. Mu LAMPIRAN C TABEL PENAMPANG SQUARE HSS dan CONTOH GRAFIK Nu vs. Mu

LAMPIRAN D TABEL PENAMPANG TUBULAR HSS dan CONTOH GRAFIK Nu vs. Mu

(11)

DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG

SINGKATAN Nama Pemakaian

ASD Allowable Stress Design

AISC American Institute of Steel Construction

SNI Standar Nasional Indonesia

HWF H – Wide Flange

HSS Hollow Structure Section

IWF I – Wide Flange

LRFD Load and Resistance Factor Design

LAMBANG

A luas Penampang, mm2

b lebar penampang, mm

be lebar efektif penampang, mm

bf lebar flens, mm

Cb faktor pengali momen

cx, cy jarak dari garis netral terhadap serat-serat ekstrem penampang

masing-masing terhadap sumbu x dan sumbu y, mm cm faktor yang menghubungkan diagram momen aktual

dengan diagram momen ekivalen

D, L beban yang bekerja (D = beban mati, L = beban hidup)

D diameter penampang pipa, mm

d tinggi profil, mm

S modulus penampang, mm3

E modulus Elastisitas baja, MPa

f Pu/Ag, MPa

fcr tegangan kritis penampang tertekan, MPa

fr tegangan sisa, MPa

fy tegangan leleh baja, MPa

fL tegangan leleh dikurangi tegangan sisa, MPa

G modulus geser baja, MPa

Ga, Gb faktor kekangan akibat adanya batang lentur yang merangka ke batang tekan yang sedang ditinjau

h tinggi web, mm

I Inersia penampang, mm4

Iw konstanta puntir lengkung, mm6 4

(12)

kc faktor panjang tekuk

L panjang bentang, mm

Lb panjang bentang tak terkekang, mm

Lk panjang tekuk, mm

Lp panjang bentang maksimum untuk balok yang mampu menerima momen plastis, mm

Lpd batas panjang bagian pelat sayap tekan tanpa pengekang lateral,mm

Lr panjang bentang minimum untuk balok yang kekuatannya mulai ditentukan oleh momen kritis tekuk torsi lateral, mm

M1 momen ujung yang terkecil, N-mm

M2 momen ujung yang terbesar, N-mm

Mcr momen kritis, N-mm

Μltu momen lentur terfaktor orde pertama yang diakibatkan oleh beban-beban yang dapat menimbulkan goyangan, N-mm

Mn tahanan nominal lentur penampang, N-mm

Mntu momen lentur terfaktor orde pertama yang diakibatkan oleh beban-beban yang tidak menimbulkan goyangan, N-mm

Mp momen lentur yang menyebabkan seluruh penampang mengalami tegangan leleh, N-mm

Mr momen batas tekuk, N-mm

Mu momen ultimit, N-mm

N beban aksial tekan, N

Ncr beban kritis elastis, N

Nn tahanan nominal aksial penampang, N

Nu beban aksial ultimit, N

Pu beban ultimit, N

Q load Factor; faktor reduksi elemen

Qa faktor reduksi elemen dengan pengaku

Qs faktor reduksi elemen tanpa pengaku

rmin jari-jari girasi komponen struktur tersusun terhadap sumbu

yang memberikan nilai yang terkecil (sumbu l−l) , mm

Rn tahanan penampang

rx jari-jari girasi komponen struktur terhadap sumbu x−x, mm

ry jari-jari girasi komponen struktur terhadap sumbu y−y, mm

(13)

Sx, Sy modulus penampang masing-masing terhadap sumbu x dan sumbu y, mm3

t tebal penampang, mm

tf tebal flens, mm

tw tebal web, mm

X1 koefisien untuk perhitungan momen tekuk torsi lateral,

MPa

X2 koefisien untuk perhitungan momen tekuk torsi lateral,

(1/MPa)2

Z modulus plastisitas, mm3

Фb faktor reduksi tekan

Фc faktor reduksi tekan

Ф faktor reduksi kekuatan

γD, γL faktor beban

δb,δs faktor amplifikasi momen

λ kelangsingan penampang

λc parameter kelangsingan batang tekan

λp batas perbandingan lebar terhadap tebal untuk penampang kompak

λr batas perbandingan lebar terhadap tebal untuk penampang tak

kompak

σ tegangan lentur, MPa

Referensi

Dokumen terkait

Portal Baja Berjajar Empat Yang Tidak Bergoyang Dengan Perletakan Sendi-Sendi Pada Dasar Kolom, Dimana Modulus Elastisitas (E) Dan Momen Inersia (I) Bahan Memiliki Nilai Yang

Pada suatu konstruksi bangunan, tidak terlepas dari elemen-elemen seperti balok, kolom pelat maupun kolom balok,baik itu terbuat dari baja,kayu,maupun beton yang mana pada

Diagram interaksi kolom baja hubungan aksial tekan dan momen dapat digunakan untuk memplotkan nilai aksial tekan dan momen dari beban terfaktor, sehingga dapat

PERANCANGAN KOLOM KOMPOSIT PADA STRUKTUR RANGKA BAJA DENGAN BRESING KONSENTRIK KHUSUS, Emanuel Atyanto Widhi Nugroho, NPM 06.02.12563 tahun 2011, PPS Struktur, Program Studi

Tombol “Add Profil” akan menampilkan form pengisian untuk mengisi data-data yang dibutuhkan seperti kapasitas yang ingin dicek, spesifikasi struktur, beban

Perencanaan penulangan struktur Kolom dari hasil software ETABS lebih banyak di bandingkan dengan analisis perhitungan secara manual, dikarenakan Software ETABS lebih

Penulisan Laporan Tugas Akhir dengan judul ”PERANCANGAN KOLOM KOMPOSIT PADA STRUKTUR RANGKA BAJA DENGAN BRESING KONSENTRIK KHUSUS” disusun guna melengkapi syarat untuk

Pembahasan meliputi penentuan profil baja yang akan digunakan sebagai elemen struktur balok dan kolom, gaya geser, desain sambungan, penentuan profil Bresing.. Hasil desain