• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS SENSITIVITAS DARI BIAYA TERHADAP MODEL PEMILIHAN MODA MENUJU KAMPUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS SENSITIVITAS DARI BIAYA TERHADAP MODEL PEMILIHAN MODA MENUJU KAMPUS"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS SENSITIVITAS DARI BIAYA TERHADAP

MODEL PEMILIHAN MODA MENUJU KAMPUS

Muzwardisyah Putra

Mahasiswa

Prodi Magister Teknik Sipil Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Darussalam – Banda Aceh

[email protected]

Renni Anggraini

Staf Pengajar Prodi Magister Teknik Sipil

Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Darussalam – Banda Aceh

[email protected]

Muhammad Isya

Staf Pengajar Prodi Magister Teknik Sipil

Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Darussalam – Banda Aceh

Abstract

Banda Aceh city, located at the westernmost of Sumatra Island, has been growing rapidly in economic, since a few years ago. Like other cities in Indonesia, Banda Aceh has also been facing transport problems, such as traffic congestion. This is actually happened, due to the use of private vehicle is higher than that of public transport. In Banda Aceh in particular, public transport users are still reluctant to use this certain transport mode, mostly because of the transport service and facilities have not been satisfying yet. Even in campus area, most students use motorcycle than public transport. The objective of this study was to find out the sensitivity analysis of students, lecturer, and staffs on mode choice to campus in terms of cost. The location is at Faculty of Engineering, Syiah Kuala University, Banda Aceh. By doing sensitivity analysis in terms of cost, it is expected that Damri, as main public transport to campus, can compete to other private vehicles, such as car and motorcycle. The results showed that among five factors considered that has influence on mode choice to campus unfortunately cost only gets 12.38%. It means that respondents do not take into account about transport cost to campus. However, for every 10% increase in transport cost, about 1.61% of car users will be reduced and switch to another modes. Slightly different from that, motorcycle users will be increased to 1.03%. Similarly, Damri users will also be slightly increased to 0.64%. In conclusion, government should pay more attention to this matter by giving subsidy to public transport, so that people should pay less to public transport.

Key Words: mode choice model, sensitivity analysis, public transport, campus

PENDAHULUAN

Banda Aceh merupakan kota di ujung barat Sumatera yang sedang berkembang menjadi sebuah kota besar. Sebagaimana kita ketahui, masalah yang biasa terjadi di kota besar adalah masalah transportasi, yaitu kemacetan lalu lintas. Kondisi ini secara umum disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan pribadi dan minimnya angkutan umum. Salah satu lokasi rawan kemacetan di Kota Banda Aceh adalah jalan menuju Darussalam, yang merupakan daerah kampus Universitas Syiah Kuala. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kemacetan adalah dengan cara mengalihkan pemakai kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Memilih moda transportasi yang akan digunakan dalam melakukan perjalanan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kenyamanan, keamanan, biaya, waktu tempuh dan lain-lain. Ketika faktor-faktor ini tidak ditemukan dalam moda angkutan umum, maka moda angkutan pribadi menjadi pilihan pengguna. Padahal angkutan umum diketahui menggunakan ruang jalan yang jauh lebih efisien dibandingkan dengan moda angkutan pribadi. Permasalahan kemudian timbul ketika penggunaan moda angkutan pribadi

(2)

meningkat sedangkan moda angkutan umum mulai ditinggalkan karena tidak memenuhi beberapa kriteria yang diharapkan pengguna moda.

Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala adalah salah satu fakultas dengan jumlah mahasiswa yang cukup besar. Secara umum terlihat bahwa sebagian besar mahasiswa menggunakan angkutan pribadi ke kampus, baik sepeda motor maupun mobil. Hanya sedikit mahasiswa yang menggunakan angkutan umum ke kampus. Kondisi ini perlu diantisipasi karena kemungkinan besar untuk beberapa tahun kedepan jumlah mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi akan meningkat khususnya sepeda motor. Kesadaran untuk menggunakan fasilitas angkutan umum dibandingkan angkutan pribadi masih sangat rendah.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui analisis sensitivitas dari faktor biaya terhadap model pemilihan moda menuju ke kampus Darussalam, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Dengan menaikkan biaya pengguna kendaraan pribadi, seperti mobil dan sepeda motor, maka diharapkan pengguna angkutan umum, dalam hal ini Damri, bisa meningkat.

TINJAUAN KEPUSTAKAAN

Model Pemilihan moda

Menurut Tamin (2008 : 388), pemilihan moda mungkin merupakan model terpenting dalam perencanaan transportasi. Hal ini disebabkan oleh peran kunci dari angkutan umum dalam berbagai kebijakan transportasi. Moda angkutan umum dapat menggunakan ruang jalan jauh lebih efisien daripada moda angkutan pribadi. Oleh karena itu, masalah pemilihan moda dapat dikatakan sebagai tahap terpenting dalam berbagai perencanaan dan kebijakan transportasi. Hal ini menyangkut efisiensi pergerakan di daerah perkotaan, ruang yang harus disediakan kota untuk dijadikan prasarana transportasi, dan banyaknya pilihan moda transportasi yang dapat dipilih masyarakat.

Menurut Tamin (2008 : 390), model pemilihan moda bertujuan untuk mengetahui proporsi orang yang akan menggunakan setiap moda. Proses ini dilakukan dengan maksud untuk mengkalibrasi model pemilihan moda pada tahun dasar dengan mengetahui variabel bebas yang mempengaruhi pemilihan moda tersebut. Pemilihan moda sangat sulit dimodelkan, walaupun hanya ada 2 (dua) buah moda yang akan digunakan (umum atau pribadi). Ini disebabkan banyaknya faktor yang sulit di kuantifikasi, misalnya kenyamanan, keamanan, keandalan ataupun ketersediaan kendaraan pribadi pada saat diperlukan.

Metode Analytic Hierarchy Process (AHP)

Metode AHP merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, seorang ahli matematika yang bekerja pada University of Pittsburgh di Amerika Serikat pada awal tahun 1970-an. Metode AHP merupakan salah satu metode pengambilan keputusan yang menggunakan faktor-faktor logika, intuisi, pengalaman, pengetahuan, emosi, dan rasa untuk dioptimasi dalam suatu proses yang sistematik, serta

(3)

mampu membandingkan secara berpasangan hal-hal yang tidak dapat diraba maupun yang dapat diraba, data kuantitatif dan kualitatif. Metode AHP juga merupakan teori umum pengukuran yang digunakan untuk menurunkan skala rasio dari beberapa perbandingan berpasangan yang bersifat diskrit maupun kontinu (Saaty, 1980 dalam Setiawan, 2003). Analisa Sensitivitas Metode AHP

Analisa sensitivitas pada AHP dapat dipakai untuk memprediksi keadaan apabila terjadi perubahan yang cukup besar, misalnya terjadi perubahan bobot prioritas atau urutan prioritas dan kriteria karena adanya perubahan kebijaksanaan sehingga muncul usulan pertanyaan bagaimana urutan prioritas alternatif yang baru dan tindakan apa yang perlu dilakukan. Analisa sensitivitas pada kriteria keputusan dapat terjadi karena ada informasi tambahan sehingga pembuat keputusan mengubah penilaiannya. Akibat terjadinya perubahan penilaian menyebabkan berubahnya urutan prioritas.

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di Universitas Syiah Kuala, tepatnya di Fakultas Teknik. Pemilihan lokasi dilakukan karena belum ada yang melakukan penelitian serupa sampai pada menganalisa sensitivitas tentang pemilihan moda.

Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Dalam penulisan ini data primer yang dimaksud adalah data yang sumbernya diperoleh langsung dari responden dengan kuesioner. Struktur hirarki pada penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1 berikut :

Gambar 1. Struktur Hirarki Penelitian

Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari instansi terkait atau sumber tak langsung dan digunakan sebagai pendukung data primer. Pada penelitian ini data yang

Nyaman

Pemilihan Moda

Aman Akses Biaya Waktu

Mobil Sepeda Motor Labi-labi Antar Jemput Damri Level 1 Level 2 Level 3

(4)

diambil adalah data jumlah mahasiswa Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik Unsyiah yang masih aktif berkuliah. Data lain yang dipakai adalah jumlah dosen dan karyawan Fakultas Teknik Unsyiah. Data-data tersebut diambil dari Sekretariat Magister Teknik Sipil untuk data jumlah mahasiswa dan Biro Rektor Universitas Syiah Kuala untuk data jumlah dosen dan karyawan.

Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode stratified random sampling. Sampel yang ditarik dengan memisahkan elemen-elemen populasi dalam kelompok yang tidak overlapping yang disebut strata, dan kemudian memilih sebuah sampel secara random yaitu pemilihan sampel secara acak dan objektif, sehingga setiap anggota dari populasi tersebut harus memiliki probabilitas yang sama untuk mewakili golongannya. Menurut Saaty (1993), pada penerapan metode AHP yang diutamakan adalah kualitas data dari responden, dan tidak tergantung pada kuantitasnya. Untuk jumlah responden dalam metode AHP tidak memiliki perumusan tertentu, namun hanya ada batas minimum yaitu dua orang responden. Pada penelitian ini, penulis mengambil jumlah sampel sebanyak 40 sampel. Sampel tersebut akan dibagi pada tiap-tiap strata dengan menggunakan cara alokasi sampel berimbang dengan besarnya strata (allocation proportional to size of strata). Perincian jumlah sampel disajikan dalam Tabel 1 berikut :

Tabel 1 Jumlah Sampel

Sebanyak 17 sampel disebarkan untuk mahasiswa Magister Teknik Sipil, 18 sampel untuk dosen, dan 5 sampel untuk karyawan. Pengambilan sampel dilakukan dari tanggal 30 Oktober 2012 sampai dengan 07 Desember 2012 yang memakan waktu kurang lebih 1 bulan.

Pengolahan Data

Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Pengolahan data dilakukan dengan bantuan program Microsoft Excel terhadap data dari kuesioner yang telah disebarkan. Untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan menggunakan metode AHP perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan.

2. Membuat struktur hirarki yang diawali dengan tujuan umum, dilanjutkan dengan kriteria dan alternatif.

3. Membuat matriks perbandingan berpasangan yang menggambarkan kontribusi relatif atau pengaruh setiap elemen terhadap setiap tujuan dan kriteria yang setingkat di atasnya. No Responden Ni fi (Ni/N) ni (40 x fi) ni 1 Mahasiswa 269 0,4353 17,4110 17 2 Dosen 279 0,4515 18,0583 18 3 Karyawan 70 0,1133 4,5307 5 N 618 1,0000 40

(5)

4. Melakukan perbandingan berpasangan sehingga diperoleh judgement seluruhnya sebanyak n x [(n-1) / 2] buah, dengan n adalah banyaknya elemen yang dibandingkan. 5. Menghitung nilai eigen dan menguji konsistensinya, jika tidak konsisten pengambilan

data harus diulangi.

6. Mengulangi langkah 3,4 dan 5 untuk semua tingkat hirarki.

7. Menghitung vektor eigen dari setiap matriks perbandingan berpasangan. Nilai vektor eigen merupakan bobot dari setiap elemen.

8. Memeriksa konsistensi hirarki, jika tidak konsisten penilaian data judgement harus diperbaiki.

Analisa Data

Tahap analisa merupakan bagian evaluasi yang akan membahas mengenai hasil-hasil yang diperoleh, serta segala hambatan dan keterbatasan yang di alami selama melakukan penelitian. Analisa terhadap hasil pengolahan data yang diperoleh sebelumnya meliputi hal-hal sebagai berikut :

1. Analisis proses penentuan kriteria dan penyusunan hirarki faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda.

2. Analisis penentuan alternatif bobot masing-masing moda.

3. Analisa sensitivitas, yang dilakukan dengan cara trial dan error pada masing-masing faktor. Dengan cara ini dapat dilihat kecenderungannya sehingga dapat diketahui pengaruhnya terhadap pergeseran prioritas pemilihan alternatif moda.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskriptif Karakteristik Responden Pemilihan moda dan jenis kelamin

Distribusi responden juga bisa dibedakan bila dilihat dari jenis kelamin dan moda apa yang biasa digunakan ke kampus. Grafik pemilihan modanya dapat dilihat pada Gambar 2 berikut :

Gambar 2 Distribusi pemilihan moda dan jenis kelamin Moda yang dipakai dan jarak ke kampus

Responden juga bisa dibagi berdasarkan jarak dari tempat tinggal menuju kampus dan moda apa yang digunakan. Distribusinya dapat dilihat pada Gambar 3 berikut :

0 2 4 6 8 10 12 14

MOBIL SEPEDA MOTOR MOBIL dan

SEPEDA MOTOR

PRIA WANITA

(6)

Gambar 3 Distribusi berdasarkan jarak dan moda yang dipakai Pemilihan Moda Pilihan Responden

Setelah menggabungkan semua kriteria dan alternatif pilihan responden, maka hasil prioritas global untuk responden dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2 Prioritas Global Responden

Kriteria/

Alternatif Aman Nyaman Akses Biaya Waktu Prioritas

Global (%) Rank Bobot (%) 25,59 19,54 17,90 12,38 24,58 Mobil 31,33 33,62 29,05 14,31 27,76 28,38 1 Sepmor 13,40 13,90 30,98 33,24 34,30 24,24 2 Damri 20,55 17,00 10,62 21,40 10,75 15,77 4 Labi-labi 13,93 13,23 12,04 16,82 11,02 13,10 5 Antar Jemput 20,79 22,25 17,31 14,23 16,18 18,51 3

Responden memilih mobil (28,38%) sebagai moda transportasi favorit yang akan digunakan apabila menuju kampus. Moda selanjutnya yang merupakan moda favorit setelah mobil adalah sepeda motor (24,24%)Pilihan responden selanjutnya adalah antar jemput (18,51%), damri (15,77%) dan labi-labi (13,10%). Angkutan umum tetap menempati peringkat terakhir dalam hal pemilihan moda menuju kampus. Karena damri berada di atas labi-labi sebagai moda angkutan umum pilihan responden, maka penulis mencoba mencari solusi dengan analisa sensitivitas agar damri dapat dicari solusi untuk bersaing dengan angkutan pribadi seperti mobil dan sepeda motor.

Analisa Sensitivitas

Analisa sensitivitas dilakukan untuk melihat perubahan akibat pergeseran kebijakan yang bisa dilakukan agar moda angkutan umum bisa menggeser angkutan pribadi, sehingga diharapkan kriteria yang dipilih tersebut menjadi sebuah solusi yang dapat digunakan untuk memindahkan pengguna angkutan pribadi untuk dapat menggunakan moda angkutan umum. Pada analisa sensitivitas ini, hanya damri angkutan umum yang coba penulis cari solusi agar bisa dilihat berapa persen perubahan yang dapat dilakukan untuk menggeser kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor. Persamaan yang bisa digunakan untuk pemilihan moda menuju kampus adalah :

YM = 0,313 Aman + 0,336 Nyaman + 0,291 Akses + 0,143 Biaya + 0,278 Waktu

YSM = 0,134 Aman + 0,139 Nyaman + 0,310 Akses + 0,332 Biaya + 0,343 Waktu 0 2 4 6 8 10 0-2 KM 2-4 KM 4-6 KM 6-8 KM 8-10 KM 10-12 KM MOBIL SEPMOR

(7)

The 16th FSTPT International Symposium, UMS Surakarta, 1 – 3 Nov 2013

YD = 0,205 Aman + 0,170 Nyaman + 0,106 Akses + 0,214 Biaya + 0,107 Waktu

YL = 0,139 Aman + 0,132 Nyaman + 0,120 Akses + 0,168 Biaya + 0,110 Waktu

YAJ = 0,208 Aman + 0,222 Nyaman + 0,173 Akses + 0,142 Biaya + 0,162 Waktu

Dimana :

YM = Persentase moda mobil pribadi

YSM = Persentase moda sepeda motor

YD = Persentase moda damri

YL = Persentase moda labi-labi

YAJ = Persentase moda antar jemput

Analisa sensitivitas dilakukan berdasarkan persamaan di atas, dengan mengubah bobot nilai masing-masing faktor sehingga didapat perubahan bobot nilai masing-masing moda. Peningkatan dan penurunan bobot pada kriteria juga dapat berarti bahwa kriteria tersebut mempunyai kondisi awal yang sudah baik atau kurang baik.

Analisa sensitivitas kriteria biaya

Grafik analisa sensitivitas untuk kriteria biaya dapat dilihat pada Gambar 4 berikut.

Gambar 4 Grafik sensitivitas faktor biaya

Dari gambar dapat dilihat bahwa pada bobot prioritas biaya sebesar 12,38% posisi damri berada pada urutan empat dengan bobot sebesar 15,77% dan dua moda teratas adalah mobil (28,38%) dan sepeda motor (24,24%). Jika dilakukan penambahan bobot faktor biaya sebesar 10%, maka perubahan dari setiap moda dapat dilihat pada Tabel 3 berikut. Tabel 3 Perubahan Faktor Biaya Terhadap Pemilihan Moda

Faktor Bobot Perubahan Biaya Perubahan

Biaya 12,38% 22,38% 32,38% +10,00% Moda Mobil 14,31% 12,70% 11,10% -1,6058% Sepmor 33,24% 34,27% 35,29% +1,0272% 90 80 70 60 50 40 30 20 10 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Mobil (31,33) 28,38 Sepmor (13,40) 24,24 Damri (20,55) 15,77 Labi-labi (13,93) 13,10 Antar Jpt (20,79) 18,51 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Kriteria : Nyaman 19,54 Mobil (33,62) 28,38 Sepmor (13,90) 24,24 Damri (17,00) 15,77 Labi-labi (13,23) 13,10 Antar Jpt (22,25) 18,51 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Kriteria : Akses 17,90 Mobil (29,05) 28,38 Sepmor (30,98) 24,24 Damri (10,62) 15,77 Labi-labi (12,04) 13,10 Antar Jpt (17,31) 18,51 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Kriteria : Biaya 12,38 Mobil (14,31) 28,38 Sepmor (33,24) 24,24 Damri (21,40) 15,77 Labi-labi (16,82) 13,10 Antar Jpt (14,23) 18,51 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Kriteria : Waktu 24,58 Mobil (27,76) 28,38 Sepmor (34,30) 24,24 Damri (10,75) 15,77 Labi-labi (11,02) 13,10 Antar Jpt (16,18) 18,51 Kriteria (%) A lt e rn a ti f (% 90 80 70 60 50 40 30 20 10 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Car (31,33) 28,38 Motorcycle (13,40) 24,24 Damri (20,55) 15,77 Labi-labi (13,93) 13,10 Shuttle (20,79) 18,51 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Criteria : Comfort 19,54 Car (33,62) 28,38 Motorcycle (13,90) 24,24 Damri (17,00) 15,77 Labi-labi (13,23) 13,10 Shuttle (22,25) 18,51 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Criteria : Access 17,90 Car (29,05) 28,38 Motorcycle (30,98) 24,24 Damri (10,62) 15,77 Labi-labi (12,04) 13,10 Shuttle (17,31) 18,51 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Criteria : Cost 12,38 Car (14,31) 28,38 Motorcycle (33,24) 24,24 Damri (21,40) 15,77 Labi-labi (16,82) 13,10 Shuttle (14,23) 18,51 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Criteria : Time 24,58 Car (27,76) 28,38 Motorcycle (34,30) 24,24 Damri (10,75) 15,77 Labi-labi (11,02) 13,10 Shuttle (16,18) 18,51 A lt e rn a ti f (% ) A lt e rn a ti f (% ) A lt e rn a ti f (% ) A lt e rn a ti f (% ) A lt e rn a ti v e ( A lt e rn a ti v e ( % ) A lt e rn a ti v e ( % ) A lt e rn a ti v e ( % ) A lt e rn a ti v e ( % ) Kriteria (%) Kriteria (%) Kriteria (%) Kriteria (%) Criteria (%) Criteria (%) Criteria (%) Criteria (%) Criteria (%)

(8)

Damri 21,40% 22,04% 22,69% +0,6425%

Labi-labi 16,82% 17,24% 17,67% +0,4246%

Antr Jmpt 14,23% 13,74% 13,25% -0,4885%

Untuk setiap penambahan faktor biaya sebesar 10%, terdapat pengurangan 1,61% pada moda mobil. Sedangkan sepeda motor dan damri mengalami peningkatan sebesar 1,03% dan 0,64%. Jadi jika biaya yang harus dikeluarkan untuk perjalanan menuju kampus lebih murah, responden cenderung untuk menggunakan sepeda motor. Tetapi dengan biaya yang murah, responden juga memilih menggunakan damri. Solusi yang dapat digunakan adalah : 1. Mengurangi biaya angkutan umum seminimal mungkin, bukankah seharusnya angkutan umumlah yang mendapatkan subsidi dari pemerintah, bukannya angkutan pribadi. Jadi penumpang hanya perlu mengeluarkan biaya kira-kira setengah dari yang seharusnya dibayarkan.

2. Biaya parkir kendaraan yang mahal, contohnya biaya yang dikenakan harus dengan akumulasi waktu, jadi semakin lama kendaraan diparkir maka biaya akan semakin mahal. Jadi pengguna kendaraan pribadi akan berpikir jika harus memarkir kendaraannya seharian di parkiran kampus.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa hal terkait pemilihan moda menuju kampus, yaitu :

1. Faktor utama yang mempengaruhi pemilihan moda menuju kampus pilihan responden adalah keamanan sebesar 25,59%, waktu sebesar 24,58% dan kenyamanan sebesar 19,54%. Jadi responden mengganggap bahwa perjalanan menuju kampus akan lebih baik jika keamanan selama perjalanan terjamin dengan waktu tempuh yang cepat tanpa adanya hambatan serta nyaman dalam perjalanan.

2. Ditinjau dari segi biaya, dua moda teratas pilihan responden sama yaitu sepeda motor dan damri. Untuk perjalanan dalam kota responden menganggap sepeda motor dapat lebih menghemat dalam soal biaya daripada moda yang lain.

3. Pada pemilihan moda global, responden lebih memilih memakai mobil untuk perjalanan menuju kampus dengan alasan faktor keamanan, kenyamanan, serta akses yang bagus. Pada urutan kedua ditempati sepeda motor yang juga unggul pada kriteria akses, biaya dan waktu. Angkutan umum menempati peringkat terakhir yang mana berarti utilitas yang dipunyai moda tersebut kurang bagus.

4. Perlu adanya solusi untuk menekan tarif angkutan umum serta menaikkan tarif parkir angkutan pribadi agar pemilihan moda angkutan umum seperti damri akan semakin besar. Peningkatan pada faktor biaya setiap 10% damri mengalami peningkatan sebesar 0,6425%.

REFERENCES

Fadlillah, A 2012, ‘Analisis Pemilihan Moda Menuju Kampus Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus Fakultas Teknik Universitas Syiah

(9)

Kuala), Tugas Akhir Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Iryanto 2008, ‘Eksposisi Analytic Hierarchy Process dalam Riset Operasi : Cara Efektif Untuk Pengambilan Keputusan’, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Optimasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatera Utara.

Lubis, N.A 2010, ‘Analisa Pemilihan Moda Transportasi Medan – Binjai dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)’, Tugas Akhir Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan. Manalu, H.D 2010, ‘Kajian Model Fuzzy pada Analytic Hierarchy Process’ Skripsi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Miro, F 2002, Perencanaan Transportasi, Erlangga, Jakarta.

Morlok, E.K 1984, Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi, Erlangga Jakarta. Munawar, A 2005, Dasar-dasar Teknik Transportasi, Beta Offset, Jogjakarta.

Nazir, M 2005, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Bogor Selatan.

Ramdhani, A & Suryadi, K 2002, Sistem Pendukung Keputusan, Remaja Rosdakarya, Bandung.

Saaty, T.L 1990, ‘How to Make a Decision: The Analytic Hierarchy Process’, European Journal of Operational Reasearch, 48: 9 - 26,North Holland.

Saaty, T.L 1993, Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin, Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta.

Saaty, T.L 2008, ‘Decision Making with The Analytic Hierarchy Process’, Int. J. Services Sciences, Vol. 1 No. 1 University of Pittsburgh.

Setiawan, R, Suranto, H & Priambodo, T 2003, ‘Pemodelan Pemilihan Moda Untuk Perjalanan Menuju Kampus Menggunakan Kendaraan Pribadi dan Kendaraan Umum (Studi Kasus Universitas Surabaya)’, Jurnal Simposium VI FSTPT, Universitas Hasanuddin, Makasar.

Silitonga, S.P 2012, ‘Model Pilihan Moda dan Fungsi Utilitas Angkutan Umum’, Disertasi Program Magister dan Doktor Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang. Syaifullah 2010, ‘Pengenalan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process)’, dilihat 11 Mei

2012, http : // www.syaifullah08. wordpress.com.

Tamin, O.Z 2008, Perencanaan, Permodelan dan Rekayasa Transportasi, Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung.

Teknomo, K, Siswanto, H & Yudhanto, S.A 1999, ‘Penggunaan Metode Analytic Hierarchy Process Dalam Menganalisa Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Moda ke Kampus’, Jurnal Dimensi Teknik Sipil, volume 1, no. 1, hal. 31-39, Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Gambar

Gambar 1. Struktur Hirarki Penelitian
Gambar 2 Distribusi pemilihan moda dan jenis kelamin  Moda yang dipakai dan jarak ke kampus
Gambar 3 Distribusi berdasarkan jarak dan moda yang dipakai  Pemilihan Moda Pilihan Responden
Grafik analisa sensitivitas untuk kriteria biaya dapat dilihat pada Gambar 4 berikut.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk itu sangat diperlukan adanya suatu penelitian mengenai pengaruh kebijakan tersebut terhadap pemilihan moda perjalanan yang menuju ke pusat kota Medan.Dengan menggunakan

L Mengetahui ftkor yang mempengaruhi pengguna moda angkuta umum dalam melaknkan proses pemilihan moda fansponar yang bersanekuran.. Membuat model pemilihan moda dan

Berdasarkan studi yang telah dilakukan mengenai klasifikasi moda transportasi mahasiswa Universitas Kristen Maranatha untuk menuju dan dari kampus menurut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UMUM, Andhika Alif Kurniawan, NPM: 08 02 13042, Tahun 2014, Bidang Keahlian Transportasi,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pelaku perjalanan dalam pemilihan moda antara transportasi masal dan kendaraan pribadi menggunakan

Perubahan karakteristik seperti berubahnya biaya perjalanan dari suatu moda akibat kenaikan harga bahan bakar minyak akan berpengaruh terhadap keputusan seseorang

Berdasarkan permasalahan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pemilihan moda transportasi oleh pelajar tingkat menengah atas yang menggunakan

Aspek yang dikaji dalam penelitian ini adalah biaya perjalanan ke tempat kerja oleh pegawai negeri sipil, dengan membandingkan biaya pejalanan moda angkutan