• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA TAHUNAN KEDIKLATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KERJA TAHUNAN KEDIKLATAN"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

1 - Renja Badiklat 2016

RENCANA KERJA TAHUNAN

KEDIKLATAN

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

PROVINSI SULAWESI SELATAN

TAHUN ANGGARAN 2016

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Jalan Sultan Alauddin No. 105 B Makassar (90222)

Telp. (0411) 870708 – 877021 Fax. (0411) 876223

(2)

2 - Renja Badiklat 2016

BAB I

P E N D A H U L U A N

1.1. LATAR BELAKANG.

Mendasari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, maka Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan berkewajiban menyusun Rencana Kerja (RENJA) Tahun 2016, merupakan rencana pelaksanaan pembangunan sesuai dengan rencana strategis (RENSTRA) Badan Pendidikan dan Pelatihan Prov. Sul Sel Tahun 2013 – 2018 dengan berpedoman pada Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 - 2018, dimaksudkan untuk menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas Badan Pendidikan dan Pelatihan Prov. Sul Sel pada Tahun 2016.

Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pusat Pengembangan SDM berbasis Kompetensi Pemerintah Propinsi Sulawesi Se-latan senantiasa meningkatkan pelayanan yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan tuntutan perkembangan lingkungan nasional dan global. Begitupula keberadaan SDM pemerintah daerah perlu terus meningkatkan kom-petensinya seiring dan seirama dengan perkembangan kemajuan yang terjadi dari waktu kewaktu. Kemampuan yang diperoleh melalui Pendidikan dan Pelati-han sebelumnya mungkin sudah tidak memadai lagi dalam menghadapi peru-bahan tata nilai pergaulan dunia yang begitu cepat dan kompleks, sehingga dapat

(3)

3 - Renja Badiklat 2016

mempengaruhi tingkat profesionalisme SDM dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya utamanya tuntutan kinerja pelayanan publik yang belum me-madai. Menghadapi keadaan yang demikian, maka kebutuhan akan pendidikan dan pelatihan pemerintah daerah menjadi sangat relevan, utamanya penyiapan dan peningkatan kemampuan SDM dalam menyediakan layanan publik yang mandiri dan profesional.

Secara umum Rencana Kerja Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 memuat kebijakan pembangunan bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam upaya mewujudkan organisasi pemerintah daerah sebagai organisasi pembelajaran yang mengikuti kaidah-kaidah tata kelola kepemerintahan yang baik.

1.2. LANDASAN HUKUM

1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890);

2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan nasional (SPPN) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

(4)

4 - Renja Badiklat 2016

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4761);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan

(5)

5 - Renja Badiklat 2016

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4761);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Provinsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5107);

11. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengolahan Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah;

12. Permendagri No. 2 Tahun 2013 tentang pedoman pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi;

13. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 10 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan 2013-2018 (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 Nomor 10).

14. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Lembaga Lain Provinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008 Nomor 9) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 12 Tahun 2009 (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009 Nomor 12).

15. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 2 Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan

(6)

6 - Renja Badiklat 2016

Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 235);

16. Keputusan Kepala BKN Nomor 46A Tahun 2003 tentang Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan;

17. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 193/XIII/10/2001 tentang Pedoman Umum Diklat Jabatan Pegawai Negeri Sipil;

18. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 18 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Prajabatan;

19. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 199/XIII/6/2001 tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat II;

20. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 540/XIII/10/6/2001 tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tk III;

21. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 540/XIII/10/6/2001 tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tk IV;

22. Peraturan Kepala Lembaga Adminstrasi Negara Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pedoman Akreditasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan;

23. Keputusan Kepala Lembaga Adminstrasi Negara Nomor 203 /I/1/ 9/2010 tentang Penetapan Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Lembaga Diklat Terakreditasi untuk menyelenggarakan Diklat Prajabatan Golongan I, II dan III serta Diklat Kepemimpinan Tk. III dan Tk. IV;

(7)

7 - Renja Badiklat 2016

24. Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 73 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Pendidikan dan Pelatihan Sistim Satu Pintu di Provinsi Sulawesi Selatan.

1.3. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud penyusunan rencana kerja tahunan kediklatan Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan adalah untuk memberikan panduan dan informasi kepada semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan program dan kegiatan Badan Pendidikan dan Pelatihan TA. 2016.

Adapun tujuan penyusunan program tahunan tersebut antara lain :

1. Tersedianya rumusan program dan kegiatan strategis dalam skala prioritas yang lebih terarah dan merupakan program dan kegiatan Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan;

2. Tersedianya tolak ukur rencana kinerja Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan ;

3. Mengarahkan semua unsur kekuatan dan faktor kunci keberhasilan dalam menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi yang berorientasi pada pelayanan prima berdasarkan pada prinsi-prinsip kepemerintahan yang baik dan bersih;

4. Terwujudnya komitmen bersama diantara stakeholder terhadap program dan kegiatan yang telah dirumuskan dalam renstra untuk dijabarkan melalui APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2016.

(8)

8 - Renja Badiklat 2016

1.4. SISTEMATIKA PENULISAN

Rencana Kerja Badan Pendidikan dan Pelatihan Tahun 2016 terdiri dari :

Bab. I. Pendahuluan yang berisi latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan, dan sistematika penulisan.

Bab. II. Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu (n-2) yang berisi Evaluasi Pelaksanaan Renja, Analisis Kinerja Pelayanan SKPD, Identifikasi Masalah,Sumber Daya Organisasi, Personil serta Sarana dan Prasarana.

Bab. III. Tujuan, Sasaran Program dan Kegiatan yang berisi Arah dan Kebijakan Renstra, Tujuan dan Sasaran Pokok Renja, Program dan Kegiatan Prioritas serta Indikator sasaran/target kegiatan.

(9)

9 - Renja Badiklat 2016

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU (n-2)

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja

Keberhasilan dalam mencapai tujuan pembangunan tidak terlepas dari suatu perencanaan yang baik yang bermuara pada pencapaian tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Pencapaian tersebut hanya dapat diperoleh melalui suatu evaluasi pelaksanaan program kegiatan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan program kegiatan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi organisasi.

Secara umum Renstra Badan Pendidikan dan pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan terdiri visi dan misi kemudian tujuan dan sasaran serta cara mencapai tujuan dan sasaran yang terdiri dari kebijaksanaan yang akan ditempuh, menggunakan strategi yang tepat dan cara-cara pencapaian tujuan dan sasaran yang tepat dari kebijaksanaan yang akan ditempuh. Cara mencapai tujuan dan sasaran ini disusun secara sistematis, jelas dan terukur dengan memperhatikan ketersediaan sumberdaya dan waktu yang akan dipergunakan. Hal ini sangat penting dan menentukan untuk penetapan indikator dan target kerja dalam proses penyusunan rencana kerja (Renja) dan penyusunan rencana kerja dan anggaran (RKA) pada setiap tahun anggaran pelaksanaan Renstra 2013 - 2018.

Penyusunan Evaluasi Program kegiatan telah dilaksanakan sesuai jumlah alokasi anggaran dalam APBD Prov. Sul Sel T.A. 2014 keadaan 31 Desember 2014.

(10)

10 - Renja Badiklat 2016

Pada Tahun Anggaran 2014, terdapat alokasi anggaran belanja langsung dan belanja tidak langsung dalam APBD sebesar Rp. 28.742.500.697,- untuk pelaksanaan Enam (6) program dengan 42 kegiatan. Realisasi penggunaan anggaran per 31 Desember 2014 sebesar Rp. 26.488.611.764,- atau 92,16%. Dan fisik 95,28%. Realisasi penggunaan anggaran ini belum dilakukan pengukuran dan evaluasi indikator kinerja melalui format pengukuran kinerja kegiatan (PKK) dan Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS), sehingga diperoleh nilai capaian kinerja outcome (hasil) sebesar 95,07% dari pelaksanaan 42 kegiatan yang dikategorikan Sangat Baik.

Gambaran Evaluasi penggunaan anggaran belanja langsung dan Belanja Tidak Langsung serta Capaian Kinerja input, output dan outcome pada TA. 2013-2015 diuraikan pada tabel berikut ini :

(11)

11 - Renja Badiklat 2016

Tabel

Realisasi Capaian Kinerja Input (dana), Output (Keluaran/Fisik) dan Outcome (Hasil)

Tahun 2012 – 2014 Tahun Realisasi Capaian (%) Ket. Input (dana) Output (keluaran / fisik) Outcome (Hasil) 2013 98,17 99,74 100 2014 92,16 95,28 95,07 2015 - - - Belum ada realisasi 2.2. Analisis Pelayanan SKPD

Untuk mewujudkan Visi dan Misi Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan, maka telah ditetapkan enam program yang telah ditetapkan dalam Renstra Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 – 2018 sebagai penjabaran dari Rancangan RPJMD Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 yakni misi pembangunan daerah ke-3 dan 7 :

1. Misi 3 : Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur

2. Misi 7 : Meningkatkan perwujudan kepemerintahan yang baik dan bersih

(12)

12 - Renja Badiklat 2016

dimana sasarannya antara lain adalah ”Peningkatan kualitas penyelenggaraan urusan pemerintah daerah”.

Berbagai kegiatan kediklatan yang telah dilaksanakan dalam tahun anggaran 2014, baik kegiatan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan di Provinsi dengan dana dari APBD Provinsi, APBN dan/atau sumber dana lainnya yang sah. maupun kegiatan fasilitasi penyelenggaraan diklat pada Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan dengan dana dari APBD Kabupaten/Kota yang bersangkutan.

Kegiatan pendidikan dan pelatihan tersebut meliputi Bidang Diklat Struktural (Diklat Prajabatan Golongan I, II, & III serta Diklatpim Tk. IV dan III), Bidang Diklat Teknis, Bidang Diklat Fungsional, dan Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB).

Pelaksanaan Program dan Kegiatan dalam APBD Prov. Sul Sel Tahun Anggaran 2014 telah dilaksanakan sesuai jumlah alokasi anggaran sebesar Rp. 28.742.500.697 dengan realisasi penggunaan anggaran per 31 Desember 2014 sebesar Rp. 26.488.611.764,- atau 92,16% dan fisik 95,28% Realisasi ini terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 8.268.625.870,-atau 97,23% dari jumlah anggaran sebesar 8.503.950.697,- dan realisasi belanja langsung yang terbagi dalam enam program dan 42 kegiatan sebesar Rp.18.219.985.894 atau 90,03% dari Jumlah anggaran sebesar Rp. 20.238.550.000,- Adapun gambaran mengenai hasil pelaksanaan masing-masing program dan kegiatan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

(13)

13 - Renja Badiklat 2016

1) PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

Dalam tahun anggaran 2014, pada program ini telah dialokasikan Anggaran setelah perubahan APBD sebesar Rp. 2.153.179.700,- dan terdapat realisasi sampai dengan 31 Desember 2014 sebesar Rp. 1.966.829.364,- dengan tingkat capaian kinerja input (dana) 91,35%, sedangkan tingkat capaian kinerja output 99,00% dan outcome 100%, untuk pelaksanaan 4 kegiatan.

2) PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS DAN KINERJA SKPD

Dalam tahun anggaran 2014, pada program ini telah dialokasikan anggaran dalam APBD sebesar Rp. 5.174.194.400,- dan terdapat realisasi sampai dengan 31 Desember 2014 sebesar Rp. 4.939.500.700,- dengan ting-kat capaian kinerja input (dana) 95,46%, sedangkan tingting-kat capaian kinerja output 97,35% untuk pelaksanaan 6 kegiatan.

3) PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGAN SISTEM

PERENCANAAN DAN SISTEM EVALUASI KINERJA SKPD

Dalam tahun anggaran 2014, pada program ini telah dialokasikan anggaran jumlah perubahan APBD sebesar Rp. 862.719.500,- dan terdapat realisasi sampai dengan 31 Desember 2014 sebesar Rp. 832.717.400,- sehingga tingkat capaian kinerja input (dana) adalah sebesar 96,52%, sedangkan tingkat capaian output sebesar 86,94% dan outcome sebesar 100% dengan capaian tersedianya dukungan informasi dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi penilaian kinerja pelaksanaan anggaran kegiatan badan serta tersedianya hasil capaian kinerja pelaksanaan program kegiatan badan tahun 2014.

(14)

14 - Renja Badiklat 2016

4) PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA

APARATUR

Dalam tahun anggaran 2014, pada program ini telah dialokasikan anggaran dalam APBD sebesar Rp. 9.628.456.400,- dan terdapat realisasi sampai dengan 31 Desember 2014 sebesar Rp. 8.587.690.300,- sehingga tingkat capaian kinerja input (dana) adalah sebesar 89,19% sedangkan tingkat capaian kinerja output sebesar 80,57% dan outcome sebesar 100% dengan capaian tercapainya tingkat kompetensi sesuai jenis/jenjang diklat sebanyak 681 orang serta telaksananya pembinaan/fasilitasi penyelenggaraan Diklat Prajabatan Golongan I, II dan III sebanyak 745 orang/22 angkatan pada 9 kab/kota, dan Diklat Kepemimpinan Tk. IV dan III sebanyak 453 orang / 16 angkatan pada 11 kab/kota se Sulawesi Selatan.

5) PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN APARATUR.

Dalam tahun anggaran 2014, pada program ini telah dialokasikan anggaran dalam APBD sebesar Rp. 1.420.000.000,- dan terdapat realisasi sampai dengan 31 Desember 2014 sebesar Rp. 1.051.299.000,- dengan tingkat capaian kinerja input (dana) program sebesar 74,04%, sedangkan tingkat capaian kinerja output sebesar 97,81% dan outcome 100% untuk pelaksanaan 6 kegiatan.

6) PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS PROFESIONALITAS

SDM

Dalam tahun anggaran 2014, pada program ini telah dialokasikan anggaran dalam APBD sebesar Rp. 1.000.000.000,- dan terdapat realisasi sampai dengan 31 Desember 2014 sebesar Rp. 841.949.130,- dengan tingkat

(15)

15 - Renja Badiklat 2016

capaian kinerja input (dana) program sebesar 84,19%, sedangkan tingkat capaian kinerja output sebesar 98,28% dan outcome 100% untuk pelaksanaan 1 kegiatan

a. Identifikasi Masalah

Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah yang membantu Gubernur Sulawesi Selatan untuk menyelenggarakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang Pendidikan dan Pelatihan berdasarkan Asas Desentralisasi, Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan melalui Perumusan, Pelaksanaan, Fasilitasi dan Koordinasi Penyelenggaraan dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan dilingkungan Pemerintah Provinsi dan Kab./Kota se Sul Sel.

Dengan tugas tersebut Badan Pendidikan dan Pelatihan dengan Visi “Terdepan

Dalam Inovasi Pengembangan SDM Berbasis Kompetensi”. Dalam

mengemban tekad untuk melaksanakan tugas pokok tersebut di atas, mencermati berbagai permasalahan dan isu strategis yang perlu mendapat perhatian antara lain :

a. Kelembagaan Pemerintah dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan dalam penyelenggaraan tugas Pemerintahan Umum dan Pembangunan Aparatur Negara belum memperlihatkan kinerja yang optimal, hal ini yang menjadi variabel antara lain dalam pelayanan publik menunjukkan tingkat kualitas pemberian pelayanan aparatur belum seiring dengan tuntutan kualitas yang diharapkan masyarakat, sehingga terkesan aparatur dalam memberikan pelayanan kapasitasnya belum memadai untuk itu pemerintah daerah dalam

(16)

16 - Renja Badiklat 2016

hal ini Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan perlu melakukan langkah konkrit untuk meningkatkan kompetensi kapasitas aparatur melalui berbagai program kediklatan.

b. Lingkungan strategis pemerintahan mengalami perkembangan secara dinamis dan cepat yang berdimensi global dan nasional serta kompleksitas struktur sosial, sehingga kelembagaan pemerintah daerah harus responship terhadap perkembangan yang terjadi, begitu pula keberadaan aparatur pemerintah daerah perlu terus meningkatkan kompetensinya seiring dan seirama dengan perkembangan kemajuan yang terjadi dari waktu kewaktu. Kapasitas kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan diklat selama ini mungkin tidak memadai lagi dalam menghadapi perubahan tata nilai pergaulan global dan nasional yang begitu cepat dan kompleks, sehingga dapat mempengaruhi tingkat profesionalisme SDM aparatur dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, untuk itu kebutuhan Pendidikan dan pelatihan setiap aparatur perlu dilakukan secara dinamis sesuai tuntutan perkembangan lingkungan strategis pemerintahan.

c. Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Lembaga Diklat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang teakreditasi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya selalu memperhatikan peningkatan kualitas pelayanan terhadap pelaksanaan kediklatan secara profesionalisme, sehingga perlu didukung ketersediaan sarana dan prasarana yang memenuhi standar yang dipersyaratkan. Diaukui bahwa kondisi sarana dan prasarana yang tersedia masih belum memadai utamanya pada saat pelaksanaan kegiatan kediklatan yang bersamaan / paralel, hal ini disebabkan keterbatasan anggaran, untuk

(17)

17 - Renja Badiklat 2016

itu upaya yang dilakukan dengan mengusulkan secara bertahap pengadaan sarana dan prasarana serta pemeliharaan / perbaikan sarana dan prasarana yang ada agar dapat dipertahankan dan difungsikan sesuai peruntukannya.

d. Secara umum alokasi anggaran masih kurang dibeberapa kegiatan prioritas objek kegiatan yang akan ditangani masih sangat banyak jumlahnya.

Adapun isu-isu strategis yang berkaitan dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan adalah sebagai berikut:

1. Rendahnya kompetensi aparatur yang mangakibatkan belum optimalnya pelayanan publik

2. Peningkatan daya saing 3. Reformasi Kediklatan 4. Diklat berbasis kompetensi

5. Learning Organization atau organisasi pembelajaran

2.4. Sumber Daya Organisasi, Personil serta Sarana dan Prasarana

A. KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Lembaga Lain termasuk didalamnya Organisasi dan Tata Kerja Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan

Adapun Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Badan Pendidikan dan Pelatihan Prov. Sul Sel sebagai berikut :

(18)

18 - Renja Badiklat 2016

a. Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Badan Pendidikan dan

Pelatihan.

Kedudukan : Badan Pendidikan dan Pelatihan adalah unsur pendukung tugas kepala daerah untuk melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik, dipimpin oleh seorang Kepala yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

Tugas Pokok : Badan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas menyelenggarakan dan menyusun kebijakan daerah dibidang Pendidikan dan Pelatihan berdasarkan asas desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas Pembantuan.

Fungsi : 1) Perumusan kebijakan teknis dibidang Pendidikan dan Pelatihan meliputi perncanaan dan pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan Teknis, Pendidikan dan Pelatihan Fungsional, Pendidikan dan Pelatihan Struktural;

2) Penyelenggaraan dan Pelatihan meliputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Pendiidkan dan Pelatihan Teknis,

(19)

19 - Renja Badiklat 2016

Pendidikan dan Pelatihan Fungsional dan Pendidikan dan Pelatihan Struktural’

3) Pembinaan dan Penyelenggaraan tugas dibidang Pendidikan dan Pelatihan meliputi Perencanaan dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Teknis, Pendiidkan dan Pelatihan Fungsional, Pendidikan dan Pelatihan Struktural;

4) Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.

b. Tugas Pokok dan Fungsi Jabatan

1. Kepala Badan

Tugas Pokok dan Fungsi :

Badan Pendidikan dan Pelatihan dipimpin oleh Kepala Badan yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang Pendidikan dan Pelatihan berdasarkan asas desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantu-an. Untuk melaksanakan tugas pokok Kepala Badan mempunyai fungsi :

a) Perumusan kebijakan teknis dibidang Pendidikan dan Pelatihan meliputi perencanaan dan pengembangan, Diklat Teknis, Diklat Fungsional, Diklat Struktural.

(20)

20 - Renja Badiklat 2016

b) Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan meliputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan Fungsional, Pendidikan dan Pelatihan Struktural.

c) Pembinaan dan Pelaksanaan tugas bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis, Pendidikan dan Pelatihan Fungsional, Pen-didikan dan Pelatihan Struktural;

d) Pelaksanaan tugas kedianasan lain sesuai bidang tugasnya.

Rincian Tupoksi :

a) Menyusun rencana kegiatan Badan Pendidikan dan Pelatihan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

b) Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar;

c) Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan, untuk mengetahui tugas-tugas yang te-lah dan belum dilaksanakan;

d) Membuat konsep, mengoreksi, memaraf dan atau menandatangani naskah dinas;

e) Mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya.

f) Mampu, mengatur, membina dan mengendalikan pelaksanaan tugas pokok Badan Pendidikan dan Pelatihan;

g) Menetapkan kebijakan operasional Badan Pendidikan dan Pelatihan sesuai dengan Kebijakan Umum Pemerintah Daerah;

(21)

21 - Renja Badiklat 2016

h) Menetapkan program kerja dan rencana strategis serta pengembangan program Pendidikan dan Pelatihan di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan;

i) Menetapkan kebijakan fasilitasi dan kerjasama / kemitraan yang berkaitan dengan penyelenggaraan program kediklatan;

j) Mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan dengan instansi terkait;

k) Menyelenggarakan pembinaan administrasi kegiatan badan Pendidikan dan Pelatihan yang meliputi administrasi Kepagawaian, Keuangan, Perlengakapan/umum dan kesistenan;

l) Memberi saran perkembangan dan rekomendasi teknis kepada Gubernur mengenai pengembangan SDM Aparatur sebagai bahan penetapan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawessi Selatan;

m) Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Badan Pendidikan dan Pelatihan dan memberikan saran perkembangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan;

n) Menyelenggarakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.

2. Sekretariat

Tugas Pokok dan Fungsi:

Melaksanakan sebagian tugas badan dalam dan mengkoordinasikan kegiatan, memberikan pelayanan teknis dan dan administrasi urusan

(22)

22 - Renja Badiklat 2016

umum dan kepegawaian, keuangan serta penyusunan program dalam lingkup Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan

Rincian Tupoksi :

a) Pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan Badan;

b) Pengelolaan urusan umum dan administrasi kepegawaian;

c) Pengelolaan administrasi keuangan;

d) Pengkoordinasian dan penyusunan program serta pengolahan dan penyajian data;

e) Pengelolaan dan pembinaan organisasi dan tata laksana ;

f) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3. Bidang Perencanaan dan Pengembangan

Tugas Pokok dan Fungsi :

Melaksanakan tugas badan di bidang perencanaan, pengembangan dan penyediaan publikasi program kediklatan.

Rincian Tupoksi :

a) Perumusan dan penyiapan kebijakan operasional perencanaan, pengembangan dan penyediaan publikasi program-program kediklatan.

b) Penyusunan pedoman, standarisasi, dan pelaksanaan akreditasi program-program kediklatan.

c) Penyusunan Perencanaan dan Pengembangan program-program kediklatan.

(23)

23 - Renja Badiklat 2016

d) Penyusunan dan penyiapan program pengembangan kompetensi pejabat struktural dan fungsional badan.

e) Penyusunan dan penyiapan publikasi program-program kediklatan.

f) Pelaksanaan Fasilitasi dan kerjasama/kemitraan program-program kediklatan dalam dan luar negeri.

g) Pelaksanaan tugas-tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya.

4. Bidang Diklat Teknis

Tugas Pokok dan Fungsi :

Melaksanakan tugas badan di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis.

Rincian Tupoksi :

a) Perumusan dan penyiapan kebijakan operasional penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis;

b) Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan teknis umum dan pendidikan dan pelatihan teknis subtantif;

c) Pelaksanaan fasilitasi, pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan teknis di provinsi dan kabupaten/kota;

d) Pelaksanaan tugas – tugas kedinasan lain yang diperintahkan atasan sesuai dibidang tugasnya.

(24)

24 - Renja Badiklat 2016

5. Bidang Diklat Fungsional

Tugas Pokok dan Fungsi :

Melaksanakan tugas badan di bidang penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan fungsional;

Rincian Tupoksi :

a) Perumusan dan penyiapan kebijakan operasional penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan fungsional;

b) Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan fungsional umum dan pendidikan dan Pelatihan fungsional berjenjang;

c) Pelaksanaan fasilitasi, pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan fungsional di Provinsi dan kabupaten/Kota;

d) Pelaksanaan tugas – tugas kedinasan lain yang diperintahkan atasan sesuai di bidang tugasnya.

6. Bidang Diklat Struktural

Tugas Pokok dan Fungsi :

Melaksanakan tugas badan di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan struktural.

Rincian Tupoksi :

a) Perumusan dan penyiapan kebijakan operasional penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan struktrural;

b) Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan prajabatan dan Pendidikan dan Pelatihan kepemimpinan;

(25)

25 - Renja Badiklat 2016

c) Pelaksanaan fasilitasi, pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan prajabatan dan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan di Provinsi dan kabupaten/Kota;

d) Pelaksanaan tugas – tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan di bidang tugasnya.

7. Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB)

Tugas Pokok dan Fungsi :

a) UPTB mempunyai sebagian tugas melaksanakan Tugas badan dalam rangka penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis Pendidikan dan Pelatihan dibidang Pengembangan Media Pembelajaran, dipimpin oleh Kepala UPTB yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan dengan tugas pokok merencanakan, menganalisis, mengembangkan dan melaksanakan program kajian dan pengembangan serta operasionalisasi Media Pembelajaran (MP);

b) Memberikan perkembangan teknis kepada Badan tentang ke-bijakan pengembangan dan pendayagunaan operasional Media Pembelajatran.

Rincian Tupoksi :

a) Penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan operasional pengelolaan media pembelajaran

(26)

26 - Renja Badiklat 2016

b) Penyediaan dan pengelolaan laboratorium komputer, laboratorium bahasa, laboratorium micro teaching, assesment center, perpustakaan dan media pembelajaran lainnya;

c) Pelaksanaan tugas–tugas kedinasan lain yang diperintahkan ata-san sesuai di bidang tugasnya.

B. KONDISI DAN POTENSI SDM APARATUR PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN

Potensi SDM Aparatur Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan keadaan Desember 2014, dapat diuraikan menurut Golongan dan Tingkat Pendidikan sebagai berikut :

1. PNS Menurut Golongan

Jumlah PNS Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 9.993 orang yang terbagi dalam 58 Satuan Kerja Perangkat Daeraah (SKPD). Dengan tingkat golongan yang lebih banyak pada PNS Gol. III sebanyak 5.436 orang atau 54,40%, kemudian Golongan II sebanyak 2.694 orang atau 26,96%, menyusul PNS Gol. IV sebanyak 1.594 orang atau 15,95% dan terendah PNS Gol. I sebanyak 269 orang atau 2,69%. 2. PNS menurut Pendidikan

Dari jumlah PNS sebanyak 9.993 orang yang tersebar pada 58 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memiliki jenjang pendidikan yang berpariasi dapat diuraikan yaitu S3 sebanyak 27 orang atau 0,27%, S2 sebanyak 1.290 orang atau 12,91% , SPESI sebanyak 135 orang atau 1,35%, Akta IV 18 orang atau 0,18%, S1 sebanyak 4.010 orang atau

(27)

27 - Renja Badiklat 2016

40,13%, D4 sebanyak 141 orang atau 1,41%, D3 sebanyak 1.146 orang atau 11,47%, D2 sebanyak 77 orang atau 0,77%, D1 sebanyak 103 orang atau 1,03%, SLTA sebanyak 2.638 orang atau 26,40%, SLTP sebanyak 223 orang atau 2,23% dan SD sebanyak 185 orang atau 1,85%.

C. PERSONIL DAN TENAGA PENGAJAR

Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan telah memiliki PNS sebanyak 103 orang keadaan Desember 2014 dengan kualifi-kasi pendidikan yang bervariasi sebagai berikut : Program Doktoral (S3) 4 orang atau sekitar 3.88%, Pascasarjana (S2) sebanyak 40 orang atau sekitar 38,83%, berkualifikasi Sarjana (S1) sebanyak 39 orang atau sekitar 37,86%, berkualifikasi sarjana muda (D3) sebanyak 6 orang atau sekitar 5,83% dan sebanyak 14 orang atau 13,59% yang berkualifikasi SLTA kebawah.

Sedangkan mengenai pembinaan dan pemberdayaan PNS yang ada pada Badan Pendidikan dan Pelatihan dilakukan melalui pendayagunaan dengan mendistribusikan kedalam bidang-bidang/unit kerja organisasi, dengan memperhatikan tingkat senioritas Pendidikan dan Diklat serta tingkat volume beban kerja yang tersedia.

Di dalam penempatan PNS tentunya banyak variabel yang mempengaruhi yakni persyaratan formal diantaranya kesesuaian kompetensi PNS dengan persyaratan kompetensi jabatan yang tersedia, namun selama ini sulit dicapai disemua lini pemerintahan karena berbagai normatif yang ada tidak saling terkait secara berjenjang sehingga perlu adanya regulasi secara pasti mengenai jenis dan jenjang kompetensi jabatan yang

(28)

diper-28 - Renja Badiklat 2016

syaratkan terkait dengan jenis dan jenjang pendidikan dan diklat yang harus dipenuhi Pejabat / PNS yang akan diangkat dalam jabatan tertentu.

Dari jumlah PNS yang ada pada Badan Pendidikan dan Pelatihan dilakukan pendayagunaan dengan mendistribusikan kedalam bidang-bidang/unit kerja organisasi pada Sekretariat, Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Bidang Diklat Teknis, Bidang Diklat Fungsional dan Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB).

Distribusi Jumlah PNS menurut Pendidikan dan Golongan, serta menurut jenis kelamin pada masing-masing bidang, sekretariat, jabatan struktural dan widyaiswara/tenaga pengajar dapat diuraikan pada tabel 6 - 8 berikut ini :

(29)

29 - Renja Badiklat 2016

DATA PEGAWAI NEGERI SIPIL MENURUT KUALIFIKASI JENJANG PENDIDIKAN FORMAL PADA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROV. SUL SEL KEADAAN 31 DESEMBER 2014

No

Tingkat Pendidikan

Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV Jumlah Total Ket. a b c d a b c d a b c d a b c d e 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 Sekolah Dasar - - - - - - - - - - - - - - - - - - 2 SLTP - 1 - 1 - - - 2 3 SLTA - - - - 5 7 - 1 1 1 - - - 13 4 Sarmud/Akademi (D3) - - - 1 - 4 1 - - - 6 5 Sarjana (S1) - - - 1 - 3 14 6 9 3 1 - 1 - 39 6 Pasca Sarjana (S2) - - - 2 6 7 14 8 3 3 - 40 7 Doktoral (S3) - - - 1 1 1 - 1 - 4 JUMLAH - 1 - 1 5 7 2 1 8 18 12 17 18 10 3 5 - 103

(30)

30 - Renja Badiklat 2016

DATA JUMLAH PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MENURUT GOLONGAN/RUANG DAN JENIS KELAMIN KEADAAN 31 DESEMBER 2014

Gol. I - - 1 1 - - - - - - 2 - - - - 1 - 1 2 Gol. II - - 3 1 1 - 1 - 2 1 - 3 - - - 14 - - - 4 8 2 - 3 Gol. III - - 15 10 2 3 2 4 2 2 2 6 - 6 1 - 55 7 1 19 12 17 4 Gol. IV 1 - 2 1 2 1 2 2 1 1 1 - 1 1 11 5 32 - - 1 2 16 - - 1 - - - - - 4 3 11 - - - - - - - - - - - 3 1 - - - - - - - - - - - 2 1 - 21 13 5 4 5 6 5 4 3 6 4 7 12 5 103 JUMLAH

(31)

31 - Renja Badiklat 2016

DATA JUMLAH TINGKAT ESELON DAN PEJABAT MENURUT JENIS KELAMIN PADA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI SULAWESI SELATAN KEADAAN 31 DESEMBER 2014

No

Jabatan JUMLAH Job Pegawai

Jumlah (8+11+14+17) Keterangan Eselon I Eselon II Eselon III Eselon IV

Eselon II Eselon III Eselon IV Widyaiswara P W JML P W JML P W JML P W JML

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

- 1 6 14 1 - 1 6 - 6 5 9 14 12 5 16 38

(32)

32 - Renja Badiklat 2016

DATA JUMLAH TENAGA PENGAJAR / WIDYAISWARA TETAP MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN PADA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI SULAWESI SELATAN

KEADAAN DESEMBER 2014

No Tingkat Golongan Tingkat Pendidikan Jenis Kelamin Keterangan SM/D III S1 S2 S3 Pria Wanita

1 2 3 4 5 6 7 8 9

1 Golongan III

A - - - - B - - - - C - - - -

D - 1 - - 1 - Widyaiswara Muda 3 orang

2 Golongan IV

A - 1 3 1 4 1 Widyaiswara Madya 13 orang B - 1 5 1 4 3

C - - 3 - 2 1

D - - - 1 1 - Widyaiswara Utama 1 orang E - - - - -

(33)

33 - Renja Badiklat 2016

BAB III

TUJUAN, SASARAN PROGRAM DAN KEGIATAN

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah terutama pada pasal 27 ayat (2) yaitu bahwa ”Rancangan Renja-SKPD disusun dengan mengacu pada rancangan awal RKPD, Renstra-SKPD, hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan periode sebelumnya, masalah yang dihadapi, dan usulan program serta kegiatan yang berasal dari masyarakat”, telah menjadi acuan utama bagi satuan kerja pemerintah daerah untuk menyusun rencana kerja tahunannya. Kemudian pasal 23 ayat (4) pada peraturan ini, juga mempertegas hal tersebut, yaitu bahwa “RKPD dijadikan dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.”.

Dengan adanya aturan perundangan tersebut maka Badan Pendidikan dan Pelatihan berkewajiban untuk menyusun rencana kerja yang terkait dengan program dan kegiatan peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur melalui berbagai kegiatan utama pendidikan dan pelatihan untuk menunjang pembangunan daerah. Selanjutnya pada sisi lain, kedudukan dan peran lembaga kediklatan perlu semakin diperkuat dan ditingkatkan sejalan dengan nuansa, semangat dan filosifi yang terkandung dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintah Daereah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, serta

(34)

34 - Renja Badiklat 2016

Peraturan daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 2 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2009 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Lembaga Lain Provinsi Sulawesi Selatan.

Perda ini memposisikan Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan membantu Gubernur dalam merumuskan, memfasilitasi, melaksanakan dan mengkoordinasikan kebijakan pengembangan SDM aparatur dilingkup pemerintah provinsi dan kab/kota se sulawesi selatan, sehingga Gubernur dalam menjalankan kewenangannya, baik kewenangan desentralisasi dan dekonsentrasi maupun tugas pembantuan dalam bidang pengembangan SDM aparatur dengan sendirinya menjadi tugas dan tanggung jawab Badan Pendidikan dan Pelatihan. Hal ini dipertegas dengan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 44 Tahun 2007 tentang Standarisasi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Peraturan Gubernur No. 73 Tahun 2010 tanggal 1 Desember 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Pendidikan dan Pelatihan Sistem Satu Pintu Di Provinsi Sulawesi Selatan.

Untuk menjabarkan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, maka Badan Pendidikan dan Pelatihan menetapkan 3 (tiga) kebijakan yaitu :

1) Penguatan peran Badan Pendidikan dan Pelatihan melalui penyelenggaraan diklat satu pintu

(35)

35 - Renja Badiklat 2016

3) Peningkatan kualitas pelayanan kediklatan melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM)

4) Pengembangan jumlah dan jenis akreditasi program diklat

5) Peningkatan kualitas pelayanan melalui jejaring kerjasama kediklatan

6) Peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya kediklatan

7) Pengembangan kualitas Widyaiswara untuk memenuhi regulasi kediklatan.

3.1. Arah dan Kebijakan Renstra

Penetapan kebijakan dan program dalam Rencana Strategis (RENSTRA) Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan dilakukan dengan memperhatikan perubahan Lingkungan strategis daerah dan organisasi, visi, misi dan strategi kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta dokumen acuan perencanaan. Arah dan Kebijakan dijabarkan sesuai arah kebijakan yang telah ditetapkan dalam renstra mencakup : Penguatan peran Badan Diklat melalui penyelenggaraan diklat satu pintu, Pemenuhan sarana prasarana sesuai standar kediklatan, Peningkatan kualitas pelayanan kediklatan melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM), Pengembangan jumlah dan jenis akreditasi program diklat, Peningkatan kualitas pelayanan melalui jejaring kerjasama kediklatan, Peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya kediklatan serta pengembangan kualitas widyaiswara untuk memenuhi regulasi kediklata.

(36)

36 - Renja Badiklat 2016

3.2. Tujuan dan Sasaran Pokok Renja

a. Tujuan

Untuk mewujudkan visi dan misi Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan maka ditetapkan tujuan yang ingin dicapai yaitu:

1. Menghasilkan perencanaan dan pengembangan diklat yang berbasis kompetensi 2. Mewujudkan peneyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang berbasis system

manajemen mutu (SMM) dan Teknologi Informasi (IT) 3. Menghasilkan kerjasama yang sinergis dengan stakeholder

4. Menghasilkan penyelenggaraan diklat sesuai dengan regulasi kediklatan dan taat aturan jejaring kerja dengan stakeholder.

b. Sasaran Pokok Renja

Dalam rangka pencapaian tujuan yang ditetapkan maka ditentukan sasaran yang diinginkan sebagai berikut :

1. Tersusunnya perencanaan dan pengembangan program diklat yang berbasis kompetensi

2. Terselenggaranya diklat berbasis Sistem Manajemen Mutu (SMM) dan Teknologi Informasi (IT)

3. Terlaksananya kerjasama sinergis dengan stakeholder

(37)

37 - Renja Badiklat 2016

3.3. Program dan Kegiatan Prioritas

Dalam rangka mencapai visi, misi , tujuan dan sasaran Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan, yang didukung oleh kebijaksanaan sesuai perundang–undangan yang berlaku maka disusunlah program strategis, secara garis besar program tersebut terdiri dari 6 program yaitu:

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran. 2. Program Peningkatan Kapasitas dan Kinerja SKPD 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Perencanaan dan Sistem Evaluasi Kinerja SKPD

5. Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur 6. Program Peningkatan Kapasitas Profesionalitas SDM

A. PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

Program ini diarahkan untuk penyediaan sarana kelengkapan kebutuhan pela-yanan administrasi kantor, barang dan keuangan, penyediaan sistem informasi man-jemen kediklatan, kepegawaian dan keuangan, pembinaan dan pengembangan SDM Aparatur, penyediaan dokumen perencanaan program kegiatan dan anggaran serta pengelolaan multi media pembelajaran dalam upaya peningkatan kapasitas dan integritas sebagai lembaga diklat yang terakreditasi, sehingga dapat diwujudkan profe-sionalisme dan kemandirian Badan Pendidikan dan Pelatihan dalam mengelola

(38)

kedi-38 - Renja Badiklat 2016

klatan sesuai standar yang dipersyaratkan. Adapun kegiatan yang direncanakan dalam program ini adalah:

1. Pelayanan Aparatur Kelembagaan

2. Pelayanan Administrasi Perkantoran.

3. Peningkatan Pengelolaan Multimedia Terapan

4. Peningkatan Pengelolaan Media Instruksional dan Penilaian Kompetensi

B. PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS DAN KINERJA SKPD

Program ini diarahkan untuk penyediaan dan pengembangan sarana dan prasara-na kediklatan dalam upaya pemenuhan kelayakan standar saraprasara-na dan prasaraprasara-na yang di-persyaratkan sebagai lembaga diklat terakreditasi serta mantapnya sarana dan prasarana untuk dapat digunakan sesuai peruntukannya sehingga pelayanan kelembagaan dapat lebih berkualitas dan terpercaya sebagai lembaga pengelola kediklatan yang profesional dan mandiri. Adapun kegiatan yang direncanakan dalam program ini, antara lain:

1) Peningkatan Kapasitas Pengembangan SDM Aparatur 2) Pembinaan Administrasi Kepagawai Badan Diklat 3) Peningkatan Kinerja Pegawai Badan Diklat 4) Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 5) Pemeliharaan Gedung Kantor dan Asrama 6) Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional 7) Pemeliharaan Gedung Pusat Pramugari

(39)

39 - Renja Badiklat 2016

C. PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGAN SISTEM PERENCANAAN

DAN SISTEM EVALUASI KINERJA SKPD

Program ini diarahkan untuk pengumpulan, pengolahan, dan penganalisaan terhadap seluruh program/kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2014 melalui Penyusunan Laporan dan Pertanggungjawaban Keuangan, Penyusunan Laporan Tahunan Kediklatan dan bahan LKPJ Gubernur, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan LPPD yang merupakan dokumen Akuntabilitas kinerja Badan Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Adapun kegiatan yang direncanakan dalam program ini terdiri dari:

1. Koordinasi Program Kegiatan (Forum SKPD) 2. Peningkatan Perencanaan Program Kerja Badan

3. Pengelolaan dan Penatausahaan Administrasi Keuangan 4. Penyusunan Dokumen Keuangan Badan

5. Penyusunan Pelaporan dan Pertanggungjawaban Keuangan 6. Penyusunan Laporan Kinerja Badan Diklat

(40)

40 - Renja Badiklat 2016

D. PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR

Penyusunan program ini mengacu pada kesesuaian antara jenis dan jenjang program diklat dengan kebutuhan obyektif dan riil dalam menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi unit kerja pemerintah daerah serta sesuai dengan prinsip pengembangan organisasi modern. Selain itu program ini juga diharapkan dapat menye-imbangkan kegiatan program diklat yang dipersiapkan bagi pejabat struktural, fungsion-al dan kemampuan tehnis pada organisasi pemerintahan. Dengan adanya kesesuaian ini diharapkan diklat akan dapat meningkatkan kompetensi SDM aparatur yang mem-berikan kontribusi lebih besar dalam perbaikan kinerja dan produktifitas pegawai. Selan-jutnya jenis program diklat yang dikembangkan tersebut dikategorikan ke dalam bebera-pa rumpun diklat yaitu Diklat Teknis, Diklat Fungsional, serta Diklat Prajabatan dan Diklat Kepemimpinan. Adapun rumpun dan jenis diklat dalam program ini sebagai berikut :

1. Pelaksanaan Rumpun Diklat Kepemimpinan dan Diklat Prajabatan

2. Pelaksanaan Rumpun Diklat Teknis

3. Pelaksanaan Rumpun Diklat Fungsional

4. Pelaksanaan Pelatihan/Workshop/Kursus-kursus singkat

5. Pembinaan dan Fasilitasi Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tk. III dan IV Kab./Kota se Sul Sel

6. Pembinaan dan Fasilitasi Penyelenggaraan Diklat Prajabatan Golongan III, II dan I Kab./Kota se Sul Sel

(41)

41 - Renja Badiklat 2016

7. Pembinaan dan Fasilitasi Penyelenggaraan Rumpun Diklat Teknis Kab./Kota se Sul Sel

8. Pembinaan dan Fasilitasi Penyelenggaraan Rumpun Diklat Fungsional Kab./Kota se Sul Sel

E. PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KEDIKLATAN

Program ini diarahkan untuk mengantisipasi dinamika perubahan manajemen kediklatan yang selama ini cenderung tersentralisasi menjadi lebih terdesentralisasi se-bagai implikasi dari berlakunya UU No. 32 Tahun 2004 menyebabkan bergesernya ori-entasi penyelenggaraan diklat baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Jika mengacu kepada filosofi dan esensi dari UU tersebut maka pada akhirnya tingkat muara kewenangan pemerintah akan lebih banyak berada di daerah termasuk di bidang pendidikan dan latihan sehingga Pemerintah Provinsi mempunyai peran yang signifikan dalam proses aliran kewenangan tersebut. Kewenangan dibidang diklat yang belum atau tidak dilaksanakan oleh kabupaten/kota karena keterbatasan sumber daya, akan menjadi kewenangan provinsi sebagai fungsi fasilitasi disamping kewenangan untuk melaksanakan diklat tertentu utamanya diklat yang sifatnya baru dan diklat yang mempunyai muatan kompetensi wawasan kebangsaan.

Kondisi ini akan mengakibatkan pergeseran pengelolaan pendidikan dan pelati-han yang selama ini lebih berorientasi pada pelaksanaan pendidikan dan pelatipelati-han (training delivery) ke pengembangan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan (training development). Orientasi ke arah pengembangan program ini menghendaki adanya upaya-upaya kreatif dan inovatif untuk melakukan kajian dan mengembangkan berbagai

(42)

42 - Renja Badiklat 2016

jenis dan kurikulum program diklat beserta disain instruksional dan modul pembelaja-ran, termasuk diklat spesifik/lokal, sesuai dengan analisis kebutuhan diklat (training need analisis) dalam rangka peningkatan kompetensi sumberdaya manusia yang relevan dengan bidang tugas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah dengan memperhatikan Keputusan Kepala BKN No. 46A Tahun 2003 tentang Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengembangan sistem Pendidikan dan Pelatihan berbasis kompetensi dilingkungan Kementeriana Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah, serta Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 44 Tahun 2007 tentang Standarisasi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan PNS Pemerintah di Provinsi Sulawesi Selatan dan pedoman lainnya yang ditetapkan oleh instansi pembina.

Disamping itu perlunya kerjasama/kolaborasi yang sinergi dengan berbagai pihak antara lain Perguruan Tinggi, LSM ataupun komponen masyarakat lainnya baik dalam negeri maupun luar negeri, dalam pelaksanaan maupun pengembangan program kediklatan utamanya dalam menetapkan program diklat baru berbasis kompetensi yang berorientasi untuk dapat mengatasi permasalahan kinerja yang dihadapi pada tingkat pemerintahan/unit kerja daerah dengan merumuskan kompetensi yang tidak/kurang dikuasai yang dijadikan dasar untuk pengembangan system pembelajaran dan rumusan tujuan diklat secara tentatif. Sementara itu untuk menciptakan tolok ukur yang sama sesuai tingkat kemampuan dan karakteristik daerah dalam penyelenggaraan program-program kediklatan, maka diperlukan upaya-upaya standarisasi, analisis serta monitoring dan evaluasi kediklatan, agar standar kualitas hasil pelaksanaan diklat tetap dapat terjaga

(43)

43 - Renja Badiklat 2016

sesuai dengan norma dan standar penyelenggaraan diklat secara umum dan dapat dit-erapkan secara praktis dilapangan.

Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam program ini terdiri dari: 1. Penyusunan Program Sinkronisasi Kediklatan

2. Standarisasi, Akreditasi dan Sertifikasi Kediklatan 3. Analisis Kebutuhan Diklat (AKD)

4. Penyusunan Desain dan Pengembangan Kurikulum dan Modul Pembalajaran Diklat 5. Fasilitasi dan Kerjasama Program Kediklatan

6. Promosi dan Publikasi Kediklatan

7. Monitoring dan Evaluasi Kediklatan Kab/Kota

8. Monitoring dan Evaluasi Kediklatan (in diklat dan pasca diklat) 9. Evaluasi Kompetensi Dasar SDM Aparatur

10.Pembentukan Assesment Center

F. PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS PROFESIONALITAS SDM

Penyusunan program ini mengacu pada program prioritas pemerintah Provinsi SulSel daklam peningkatan sumberdaya manusia agar dapat memiliki kompetensi, kapasitas dan profesionalisme melalu pendidikan dan pelatihan Adapun kegiatan yang direncanakan dalam program ini terdiri dari:

(44)

44 - Renja Badiklat 2016

3.4. Indikator Sasaran/Target Kegiatan

TABEL RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD TAHUN 2016 BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI SULAWESI SELATAN INSTANSI BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI SULAWESI SELATAN

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan

Pro-gram/Kegiatan

Indikator Kinerja Program / Kegiatan

Rencana Tahun 2016 (Tahun Rencana)

Lokasi Target Ca-paian Kiner-ja Kebutuhan Dana / Pagu Indikatif Sumber Da-na 1 2 3 4 5 6 7 1 20 URUSAN DAERAH, PEMERINTAHAN UMUM, ADMINISTRASI KEU-ANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH DAN KEPEGAWAIAN 1 20 11 01 PELAYANAN ADMIN-ISTRASI PERKANTORAN

- Meningkatnya kualitas

pela-yanan administrasi perkantor-an dalam menunjperkantor-ang kinerja dan profesionalisme kelem-bagaan diklat. 2.020.000.000

1 Pelayanan Aparatur dan Kelembagaan

- Tersedianya pelayanan jasa

komunikasi, sumber daya air dan listrik, jasa jaminan kesehatan PNS badan, jasa dan alat kebersihan

kantor/asrama, ATK, instalasi listrik, pelayanan tamu/rapat, perlengkapan pegawai, koordinasi/konsultasi pelaksanaan tupoksi badan serta sarana efisiensi dan efektifitas pengadaan barang dan jasa dalam mendukung perkantoran dan kediklatan.

Makassar 1 Tahun 1,600,000,000 APBD Prov.

Sul Sel

(45)

45 - Renja Badiklat 2016 Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan

Pro-gram/Kegiatan

Indikator Kinerja Program / Kegiatan

Rencana Tahun 2016 (Tahun Rencana)

Lokasi Target Capaian Kinerja Kebutuhan Da-na / Pagu Indi-katif Sumber Dana 1 2 3 4 5 6 7 2 Pelayanan Administrasi Perkantoran

- Tersedianya dokumen

admin-istrasi perkantoran

Makassar

1 Tahun 150,000,000 APBD Prov.

Sul Sel 3 Peningkatan Pengelolaan Multimedia Terapan - Terlaksananya pengelolaan multimedia terapan Makassar 1 Kegiatan 140,000,000 APBD Prov. Sul Sel 4 Peningkatan Pengelolaan Media Instruksional dan Penilaian Kompetensi

- Terlaksananya Pengelolaan

media instruksional dan penilaian kompetensi

Makassar

1 Kegiatan 130,000,000 APBD Prov.

Sul Sel 1 20 11 02 PENINGKATAN

KAPASI-TAS DAN KINERJA SKPD

- Tercapainya peningkatan kualitas dan kuantitas sara-na dan prasarasara-na aparatur dalam menunjang pelayanan kediklatan 3,967,500,000 APBD Prov. Sul Sel 1 Peningkatan Kapasitas Pengembangan SDM Apara-tur - Terlaksananya

Pengiku-tsertaan PNS badan dalam pelathan/kursus singkat

Makassar 1 Kegiatan 150,000,000

APBD Prov. Sul Sel 2 Pembinaan Administrasi

Kepegawaian Badan Diklat

- Tersedianya buku induk

pegawai badan diklat

Makassar

1 Kegiatan 155,000,000

APBD Prov. Sul Sel

3 Peningkatan Kinerja Pega-wai Badan Diklat

- Terlaksananya hasil penilaian

kinerja pegawai badan diklat Makassar 1 Kegiatan 377.400.000

APBD Prov. Sul Sel 4

Pengadaan Peralatan Ge-dung Kantor

- Terlaksananya pengadaan

peralatan alat kantor dan asrama

Makassar 1 Kegiatan 600.000.000

APBD Prov. Sul Sel

5

Pemeliharaan Gedung Kan-tor dan Asrama

- Terlaksananya perbaikan/

pemeliharaan alat kantor dan asrama

Makassar 1 Kegiatan 1.500.000.000

APBD Prov. Sul Sel

6 Pengadaan Kendaraan Di-nas Operasional

- Tersedianya kendaraan dinas

operasional roda 4 dan 2 Makassar 1 Kegiatan 285.100.000

APBD Prov. Sul Sel 7 Pemeliharaan Gedung Pusat - Terlaksananya Perbaikan / Makassar 1 Kegiatan 900.000.000 APBD Prov.

(46)

46 - Renja Badiklat 2016

Pelatihan Pramugari pemeliharaan gedung pusat pelatihan kepramugaraian eks kampus IPDN

Sul Sel

1 20 11 03 PENINGKATAN KAPASI-TAS SUMBER DAYA APARATUR

Terwujudnya peningkatan kapasitas sumberdaya apa-ratur dalam menunjang profesionalisme aparatur 4.100.000.000 APBD Prov. Sul Sel

1 Pelaksanaan rumpun diklat

kepemimpinan dan diklat pra-jabatan

- Tersedianya alumni Diklat

kepemimpinan dan diklat pra-jabatan

Makassar 320 org 1.700,000,000

APBD Prov. Sul Sel

2 Pelaksanaan rumpun diklat

teknis

- Tersedianya alumni diklat

teknis Makassar 180 Org 800,000,000

APBD Prov. Sul Sel

3 Pelaksanaan rumpun diklat

fungsional

- Tersedianya alumni Diklat

fungsional Makassar 150 Org 800,000,000

APBD Prov. Sul Sel 4 Pelaksanaan pelati-han/workshop/kursus singkat - Tersedianya alumni pelatihan/workshop kursus-kursus Makassar 100 Org 300,000,000 APBD Prov. Sul Sel 5 Pembinaan /Fasilitasi

Penyelenggaraan diklat Pim Tk III dan IV kab/kota

- Terlaksananya pembinaan dan

fasilitasi penyelenggaraan diklat kepemimpinan Tk. III & IV Kab./Kota se Sul Sel

Makassar 24 Kab./Kota 100,000,000

APBD Prov. Sul Sel

6 Pembinaan /Fasilitasi

Penyelenggaraan diklat prajabatan golongan III, II, dan I kab/kota.

- Terlaksananya

fasilitasi/koordinasi penyelenggaraan diklat prajabatan golongan III, II, dan I kab/kota. Makassar 24 Kab./kota 140,000,000 APBD Prov. Sul Sel

7 Pembinaan /Fasilitasi rumpun

diklat teknis kab/kota.

- Terlaksananya pembinaan dan

fasilitasi penyelenggaraan rumpun diklat teknis kab./kota

Makassar 24 Kab./kota 130,000,000

APBD Prov. Sul Sel

8 Pembinaan /Fasilitasi rumpun

diklat fungsional kab/kota.

- Terlaksananya pembinaan dan

fasilitasi penyelenggaraan rumpun diklat fungsional

kab./kota Makassar 24 Kab./kota 130,000,000 APBD Prov. Sul Sel

(47)

47 - Renja Badiklat 2016 kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan

Program/Kegiatan

Indikator Kinerja Program / Kegiatan

Rencana Tahun 2016 (Tahun Rencana)

Lokasi Target Ca-paian Kinerja Kebutuhan Dana / Pagu Indikatif Kebutuhan Dana

/ Pagu Indikatif Sumber Dana

1 2 3 4 5 6 7

1 20 11 04 PENINGKATAN PENGEMBANGAN SIS-TEM PERENCANAAN DAN SISTEM EVALUASI KINERJA SKPD

Terwujudnya peningkatan pengembangan sistem

pelaporan capaian kinerja dan keuangan Badan.

1.400.000.000,-

APBD Prov. Sul Sel

1 Koordinasi Program kegia-tan (Forum SKPD)

Terlaksananya rapat koordinasi

program kediklatan

Makassar 1 kegiatan 290,000,000 APBD Prov. Sul

Sel 2 Peningkatan perencanaan

kerja badan

- Tersusunnya rencana tahunan,

KUA dan PPAS serta RKA

Makassar 1 kegiatan 300,000,000 APBD Prov. Sul

Sel 3 Pengelolaan dan

Pena-tausahaan administrasi keu-angan

- Tersedianya dukungan

admin-istrasi dan penatausahaan keu-angan badan diklat

Makassar 1 kegiatan

300,000,000

APBD Prov. Sul Sel

4 Penyusunan dokumen keu-angan badan

- Tersedianya dokumen keuangan

dan hasil tindak lanjut LHP

Makassar 1 kegiatan

150.000.000 APBD Prov. Sul Sel 5 Penyusunan pelaporan dan

pertanggungjawaban keu-angan

- Tersusunnya laporan dan

per-tanggungjawaban keuangan

Makassar 1 kegiatan

160.000.000

APBD Prov. Sul Sel 6 Penyusunan laporan kinerja

badan diklat

- Tersusunnya laporan tahunan dan

LKPJ tahunan gubernur

Makassar 1 kegiatan

150.000.000 APBD Prov. Sul Sel 7 Penyusunan LAKIP dan

LPPD badan Diklat

- Tersusunnya LAKIP dan LPPD

badan Diklat

Makassar 1 kegiatan

50.000.000

(48)

48 - Renja Badiklat 2016

1 20 11 05 PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN APA-RATUR

Terwujudnya pembinaan dan pengembangan aparatur

3.060.000.000

APBD Prov. Sul Sel 1 Penyusunan Program

sinkronisasi Kediklatan

- Tersedianya sinkronisasi

kediklatan bagi aparat pengelola kediklatan

Makassar 1 kegiatan 200.000.000

APBD Prov. Sul Sel 2 Standarisasi, akreditasi dan

sertifikasi kediklatan

- Tersedianya pemeliharaan ISO

9001:2008

Makassar

1 kegiatan 300.000.000

APBD Prov. Sul Sel 3 Analisis Kebutuhan Diklat

(AKD)

- Terlaksananya Analisis

Kebutuhan Diklat bagi SKPD Makassar 1 kegiatan 200.000.000

APBD Prov. Sul Sel 4 Penyusunan desian dan

pengembangan modul pem-belajaran diklat

- Tersusunnya desain dan

pengem-bangan modul diklat Makassar 1 kegiatan 200.000.000

APBD Prov. Sul Sel 5 Fasilitasi dan kerjasama

program kediklatan

- Terlaksananya fasilitasi dan

ker-jasama penyelenggaraan diklat baik dalam maupun luar negeri

Makassar 1 kegiatan 800.000.000

APBD Prov. Sul Sel 6 Promosi dan publikasi

kedi-klatan

- Terlaksananya promosi dan

pub-likasi kediklatan Makassar 1 kegiatan 250.000.000

APBD Prov. Sul Sel 7 Monitoring dan evaluasi

kediklatan Kab./Kota

- Terlaksananya monitoring dan

evaluasi penyelenggaraan diklat Makassar 1 kegiatan 270.000.000

APBD Prov. Sul Sel 8 Monitpring dan evaluasi

kediklatan (in diklat dan pasca diklat)

- Terlaksananya monitoring dan

evaluasi in diklat dan pasca diklat Makassar 1 kegiatan 250.000.000

APBD Prov. Sul Sel 9 Evaluasi kompetensi dasar

SDM Aparatur

- Tersedianya sarana penilaian

kompetensi dasar SDM Makassar 1 kegiatan 290.000.000

APBD Prov. Sul Sel 10 Pembentukan Assesment

centre

- Tersedianya sarana penilaian

kompetensi bagi aparatur Makassar 1 kegiatan 300.000.000

APBD Prov. Sul Sel 1 20 11 06 PENINGKATAN

KAPASI-TAS PROFESIONALIKAPASI-TAS SDM

Meningkatnya kapasitas profe-sionalisme SDM

2.000.000.000

APBD Prov. Sul Sel

1 Pelatihan Kepramugarian Makassar 40 Orang 2.000.000.000 APBD Prov. Sul Sel

(49)
(50)

Renja Badiklat 2016 50

BAB IV

PENUTUP

4.1. KAIDAH PELAKSANAAN A. METODE PELAKSANAAN a. Pola Penyelenggaraan

1) Penciptaan tujuan dan sasaran serta program kegiatan sebagai penjabaran dari Renstra Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 - 2018

2) Tujuan dan sasaran strategis Renja Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi Selatan diarahkan dan dikendalikan langsung oleh Kepala Badan. Dalam pelaksanaan sehari-hari dibantu oleh Sekretaris Badan, 4 (empat) Kepala Bidang dan Kepala UPTB sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

3) Setiap unit organisasi Badan Diklat agar menjabarkan Renja ini sesuai tugas dan fungsinya melalui program dan kegiatan dengan sumber pembiayaan pemerintah dan atau sumber lain yang syah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

4) Target dan sasaran dalam Renja Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2016 merupakan penjabaran target dan sasaran Renstra Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013 – 2018. Untuk itu setiap unit organisasi Badan Diklat agar menjabarkannya setiap target tersebut kedalam kegiatan strategis yang layak dan bisa diterapkan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Gambar

TABEL RENCANA PROGRAM  DAN KEGIATAN SKPD TAHUN 2016  BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI SULAWESI SELATAN  INSTANSI BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI SULAWESI SELATAN

Referensi

Dokumen terkait

Di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Daerah Provinsi Lampung, diperlukan aparatur yang memiliki kualitas, pengetahuan dan kompetensi yang

Adapun tujuan penyusunan Renja Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021 adalah (1) tersedianya dokumen perencanaan Dinas Kelautan dan Perikanan

Jumlah aparatur yang mengikuti bimbingan teknis, workshop, pelatihan, dan sosialisasi penanaman modal 20 orang Sumbar dan Luar Provinsi Rp80.398.000 20 orang Rp164.820.000

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH PROVINSI SULAWESI BARAT TAHUN 2012 - 2016. BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

Untuk mecapai tujuan pengembangan sumberdaya manusia aparatur dan non aparatur pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian

BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH. PROVINSI

Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat dengan indikator: (1) Terfasilitasinya 15 angkatan 600 orang dari 32 provinsi dalam pelatihan yang diberikan

III.HASIL DAN PEMBAHASAN Penulis menganalisis efektivitas penerapan work from home bagi aparatur sipil negara di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan