33
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan prosedur dan langkah kerja yang digunakan dalam kegiatan penelitian secara teratur dan sistematis, mulai dari tahap perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data sampai pada tahap pengambilan kesimpulannya (Sutedi, 2009:53).
Dalam penelitian ini, penulis akan membuktikan bahwa metode index card match merupakan metode yang efektif digunakan dalam pembelajaran kosakata bahasa Jepang. Oleh karena itu, agar hasil penelitian dapat dibuktikan, penulis menggunakan metode eksperimen kuasi atau Quasi Experimental Design. Quasi Experiment Design atau eksperimen semu yaitu penelitian yang dilaksanakan tanpa adanya kelas pembanding atau kelas kontrol (Arikunto:2002). Desain eksperimen yang digunakan adalah one group pre test-post test. Desain penelitian
one group pre test-post test ini diukur dengan menggunakan pre-test yang dilakukan sebelum diberi perlakuan dan post-test yang dilakukan setelah diberi perlakuan.
Untuk melaksanakan metode ini, penelitian dilakukan terhadap satu kelas dan dengan adanya pre-test dan post-test dapat memperlihatkan perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan (treatment) diberikan. Tujuan penulis menggunakan metode penelitian ini dalam pembelajaran kosakata baha Jepang melalui metode index card match adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan penerapan metode index card match terhadap penguasaan kosakata bahasa Jepang. Penelitian ini melibatkan 30 orang siswa kelas X-2 SMA PGRI 1 Bandung tahun ajaran 2012/2013.
3.2 Desain Penelitian
Menurut Sugiyono (2011:108-109), terdapat beberapa bentuk desain eksperimen yang dapat digunakan dalam penelitian, yaitu: pre-experimental design, true experimental design, factorial design, dan quasi experimental design.
Hal ini dapat digambarkan seperti Gambar 3.1 berikut: Gambar 3.1
Macam-macam Desain Eksperimen
(Sugiyono, 2011:109) Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one-group
pre-test-post test design. Pada penelitian inisiswa sebagai subjek diberkan satu kali pengukuran tes awal (pre-test) dengan tujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan kosakata bahasa Jepang siswa sebelum adanya perlakuan (treatment), setelah diberikan perlakuan (treatment), siswa diberikan pengukuran lanjutan berupa tes akhir (post-test) untuk mengukur tingkat penguasaan kosakata bahasa
Macam-Macam Design Eksperimen Pre-Eksperimental True- Eksperimental Factorial Experimental Quasi Experimental
One-shot Case Studi One Group Pretest-Posttest Intec-Group Comparison Posttest Only Control Design
Prettest- Control Group Design
Time- series Design
Non equivalet Control group Design
35
Jepang siswa setelah mendapatkan perlakuan (treatment). Adapun desain penelitiannya sebagai berikut :
X
Keterangan : : Pre-test X : Perlakuan (treatment) : Post-test (Arikunto, 2006:85)Adapun peneliti menggunakan metode eksperimen semu karena pada kenyataannya sulit mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian, dan juga penelitian ini bertujuan hanya untuk mengetahui keefektivitasan pembelajaran menggunakan metode index card match dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Jepang. Penelitian ini dilakukan terhadap satu kelas saja dan melihat perbedaan hasil tes siswa sebelum dan sesudah melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode index card match.
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2008:117). Sutedi (200:179) mengemukakan bahwa populasi penelitian memiliki pengertian yaitu manusia yang dijadikan sumber data. Penelitian ini dilakukan di SMA PGRI 1 Bandung
dan yang menjadi populasi penelitian ini adalah siswa SMA PGRI 1 Bandung.
3.3.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sutedi (2009:179) mengartikan sampel sebagai bagian dari populasi yang dianggap mewakili untuk dijadikan sumber data. Jenis sampel yang digunakan yaitu simple random sampling, yaitu teknik penentuan sampel sedemikian rupa sehingga setiap unit dasar memiliki kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-2 SMA PGRI 1 Bandung, dengan sampel sebanyak 30 orang siswa.
3.4 Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen
3.4.1 Teknik Pengumpulan Data
a. Studi Literatur
Studi literatur merupakan teknik pengumpulan informasi melalui beberapa sumber referensi baik berupa buku maupun website yang ada hubungannya dengan masalah penelitian yang akan mendukung proses penelitian.
b. Tes
Tes adalah suatu alat yang sudah distandardisasi untuk mengukur salah satu sifat, kecakapan, atau tingkah laku dengan cara mengukur sasuai dengan sifat, kecakapan atau tingkah laku (Haditono, 1987:56 dalam Klinik Edukasi). Untuk manusia, instrumen yang berupa tes ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dasar dan pencapaian atau presttasi (Arikunto, 2009:266). Tes yang diberikan biasanya digunakan untuk
37
pembelajaran. Hasil tes biasanya diolah secara kuantitatif. Dalam penelitian ini tes yang diberikan yaitu tes awal dan tes akhir pada kelas eksperimen. Tes yang diberikan adalah tes tertulis soal pilihan ganda sebanyak 25 soal dan essay 15 soal.
c. Rancangan Pembelajaran
Rancangan pembelajaran disususun untuk mengetahui bagaimana strategi penggunaan atau alur kegiatan metode index card match dalam pembelajaran kosakata. Penelitian dilakukan empat kali pertemuan dengan empat Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dengan alokasi waktu 1 x 45 menit. RPP disusun secara bertahap dari penggunaan metode index card match
secara sederhana. Ini dimaksudkan agar reaksi/respon dari siswa sebagai sumber data terhadap penggunaan metode index card match
dapat diamati dengan baik oleh peneliti.
3.4.2 Instrumen Penelitian
Menurut Sutedi (2009:155) instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan atau menyediakan berbagai data yang diperlukan dalam kegiatan penelitian.
Instrumen penelitian merupakan alat bantu pengumpulan dan pengolahan data tentang variable-variabel yang diteliti, karena pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik untuk mengukur nilai variable yang diteliti tersebut. Adapun instrumen yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah :
1. Soal Tes
Tes merupakan alat ukur yang biasanya digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa setelah selesai satu satuan program pengajaran tertentu (Sutedi, 2009:157). Sedangkan menurut Arikunto (2009:87), tes adalah alat atau prosedur yang digunakan
untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan.
Pada penelitian ini tes diberikan sebanyak dua kali, yaitu pre-test dan post-test. Pre-test dilakukan untuk mengukur kemampuan awal siswa terhadap kosakata sebelum diberikan perlakuan (treatment) dengan menggunakan metode index card match.
Sedangkan post-test dilakukan untuk mengetahui kemampuan hasil akhir siswa setelah diberi perlakuan (treatment) dengan menggunakan metode index card match. Soal tes sebanyak soal. Kisi-kisi tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1
Kisi-Kisi Penulisan Soal
No Indikator
Pengukurnya
Jumlah Soal
Aspek Bentuk dan Nomor Soal
Nomina Verba Adjektiva
1 Mengetahui kosakata dasar 10 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 - 8, 9, 10 2 Mengetahui kemampuan penerapan kosakata dasar dalam konteks kalimat 15 11,12,13, 14,15,16, 17, 18, 19, 21, 22 20 3 Mengetahui kemampuan dalam mengkatagorikan kosakata dasar 10 23, 24, 25, 26, 27, 28 26, 27 - 4 Mengetahui kemampuan dalam mengenali dan 5 5 - -
39 penggunaan kosakata pada wacana
2. Anget
Angket merupakan salah satu instrumen pengumpul data penelitian yang diberikan kepada responden. Menurut Sutedi yang dikutip dari faisal (2009:164), tekhnik angket dilakukan dengan cara pengumpulan datanya melalui daftar pertanyaan tertulis yang disusun dan disebarkan untuk mendapatkan informasi atau keterangan dari responden.
Tipe dan bentuk pertanyaan pada angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah tertutup. Angket tertutup yaitu merupakan angket yang menyediakan alternatif jawaban atas pertanyaan atau pernyataan yang diberikan, sehingga responden tidak mempunyai kebebasan untuk menjawab pertanyaan atau pernyataan di luar alternatif jawaban yang disediakan dalam angket tersebut.
Angket ini diberikan setelah siswa mendapatkan pengajaran kosakata menggunakan metode index card match. Angket ini diberikan kepada siswa untuk mengetahui tanggapan siswa kelas eksperimen mengenai metode index card match untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Jepang. Masing-masing angket berisikan 15 pertanyaan.
Tabel 3.2 Kisi-Kisi Angket
No. Indikator Angket Nomor Soal Jumlah Soal
1 Mengetahui minat siswa terhadap pelajaran bahasa Jepang
1 1
terhadap pelajaran bahasa Jepang
3 Mengetahui kendala siswa
dalam mempelajari
kosakata bahasa Jepang
3 1
4 Mengetahui cara siswa mempelajari kosakata bahasa Jepang
4 1
5 Mengetahui kesan siswa
terhadap caranya
mempelajari kosakata bahasa Jepang
5 1
6 Mengetahui kesan siswa terhadap pengajaran guru di kelas
6 1
7 Mengetahui kesan siswa terhadappengajaran guru di kelas
7 1
8 Mengetahui pendapat siswa
terhadap metode
pembelajaran baru
8 1
9 Mengetahui pendapat siswa
terhadap metode
pembelajaran (metode
index card match)
9, 10, 11 3
10 Mengetahui pendapat dan
saran siswa dalam
pembelajaran kosakata bahasa Jepang dengan
menggunakan metode
41
index card match
JUMLAH 15
Pengolahan data angket dilakukan dengan melihat persentasi jumlah jawaban dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menjumlahkan setiap jawaban angket 2. Menyusun frekuensi jawaban
3. Membuat table frekuensi
4. Menghitung persentasi setiap jawaban
3.4.3 Uji Kelayakan Instrumen
Sebelum instrumen penelitian digunakan, maka harus diuji kelayakannya terlebih dahulu. Uji kelayakan instrumen dilakukan untuk mengetahui soal-soal yang baik sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Menurut Sutedi (2009), instrumen yang baik yaitu instrumen yang memiliki validitas dan realibitas. Valid artinya dapat mengukur apa yang hendak diukur dengan baik, sedang reliabel yaitu ajeg. Jika kevalidan suatu alat ukur berkenaan dengan ketepatannya dalam mengukur apa yang hendak diukurnya, maka realibitas memiliki keajegan atau kepercayaan dalam artian kapanpun dan dimanapun digunakan, instrumen tersebut akan menunjukan hasil yang relatif sama, kalaupun ada perbedaan atau perubahan tidak menunjukan perbedaan yang signifikan. Artinya, sebuah instrumen penelitian yang baik adalah instrumen yang memiliki kevalidan dan relibilitas yang baik juga.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengukur apakah instrumen yang digunakan mempunyai validitas dan realibilitas yang baik, yaitu dengan cara meminta judgement pada dosen atau orang yang dianggap ahli, selain dosen pembimbing. Selain itu dapat juga dengan perhitungan dengan menggunakan rumus statistik atau dari hasil mengkorelasikannya dengan tes lain yang dianggap sudah memenuhi kriteria kevalidan dan reliabilitasnya.
Adapun instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini diukur kevalidannya dan realibilitasnya langsung dengan Expert Judgement yang dinilai ahli untuk menilai kelayakan instrumen yang dibuat oleh penulis. Instrumen tes dalam penelitian ini tidak dikorelasikan dengan tes lainnya karena tak ada yang setara baik dari segi materi ataupun kesamaan kemampuan pembelajarnya. Hal ini dikarenakan materi yang diajarkan pada penelitian ini lebih cepat diajarkan kepada sampel dibandingkan kelas regular lainnya. Oleh karena itu, tes kelayakan instrumen penelitian ini dilakukan penulis dengan meminta judgement langsung dari pakar bahasa Jepang yang terpercaya.
3.5 Teknik Pengolahan Data
1. Tes
Untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil tes, dilakukan tahap-tahap sebagai berikut :
a) Membuat tabel persiapan untuk menilai
Tabel 3.3
Persiapan untuk Menghitung Nilai
N X Y d
∑ M
Keterangan:
N : Sampel
X : Hasil atau nilai pre-test
43 d : Nilai Gain (Y-X)
: Kuadrat deviasi
∑ : Jumlah dari setiap kolom M : nilai rata-rata
b) Mencari nilai rata-rata (mean) kedua variable dengan rumus:
Mx =
dan My =
Keterangan:
Mx : Mean hasil pre-test
My : Mean hasil post-test
∑x : Jumlah seluruh nilai pre-test
∑y : Jumlah seluruh nilai post-test
N : Jumlah sampel
c) Mencari gain (d) antara pre-test dan post-test
d =
post-test
–
pre-test
d) Mencari mean gain (d) antara pre-test dan post-test
Md =
Keterangan:
∑d : Jumlah gain secara keseluruhan N : Jumlah sampel
e) Menghitung nilai kuadrat deviasi
∑
d = ∑
-
Keterangan:
∑ d : Jumlah kuadrat deviasi
∑ : Jumlah gain setelah dikuadratkan
∑d : Jumlah garis N : Jumlah sampel f) Mencari nilai
=
√
Keterangan:Md : Mean gain atau selisih antara post-test dan pre-test
∑ d : Jumlah kuadrat deviasi
N : Jumlah sampel
g) Mencari nilai derajat kebebasan
db = n – 1
45 n : Jumlah siswa
h) Membandingkan nilai dengan nilai
Jika t-tabel ˃ t-hitung maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara dua data yang bersangkutan.
Jika t-tabel ≤ t-hitung, maka terdapat perbedaan yang signifikan antar dua data.
2. Angket
Untuk menganalisis dan menafsirkan data angket, penulis melakukan pentabulasian data dengan menggunakan perhitungan Persentase. Data yang diperoleh dengan lagkah-langkah sebagai berikut :
a) Menjumlahkan setiap jawaban angket
b) Menghitung Persentase dan frekuensi dari setiap jawaban dengan rumus berikut ini :
P =
x 100 %
Keterangan : P : Persentase F : Frekuesi jawaban N : Jumlah Responden % : Persentase frekuensi c) Membuat table persentase frekuensid) Menafsirkan hasil perhitungan data angket berdasarkan tabel berikut ini :
Tabel 3.4 Klasifikasi Angket
Persentase Keterangan
0 % Tidak ada yang menjawab
1-25% Sebagian kecil menjawab
26-49% Hampir setengahnya menjawab
50% Setengahnya yang menjawab
51-75% Lebih dari setengahnya yang menjawab
76-99% Hampir semuanya menjawab
100% Semuanya menjawab
(Sugiyono, 2008)
3.6 Prosedur Penelitian
3.6.1 Persiapan Penelitian
a. Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang kondisi subjek penelitian di lapangan. Penulis mengidentifikasikan kosakata bahasa Jepang yang telah dipelajari oleh siswa kelas X SMA PGRI 1 Bandung melalui buku teks yang dipakai yaitu buku Sakura I.
b. Pembuatan Instrumen Penelitian
Pembuatan RPP
Pembuatan soal pre-test
47
Pembuatan angket c. Surat Izin Penelitian
Meminta izin penelitian dari pihak sekolah khususnya kepada kepala sekolah SMA PGRI 1 Bandung agar penelitian berjalan lancar dan legal.
3.6.2 Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 24 April 2013 dengan tahapan sebagai berikut :
a. Memberikan pre-test
Pre-test diberikan untuk mengetahui kemampuan sampel sebelum diberikan perlakuan (treatment). Pelaksanaan pre-test
dilakukan pada tanggal 1 April 2013 b. Memberikan perlakuan (treatment)
Perlakuan (treatment) diberikan sebanyak empat kali dalam empat pertemuan yaitu pada tanggal 2 April 2013, 9 April 2013, 16 April 2013 dan 23 April 2013.
c. Memberikan post-test
Post-test diberikan untuk mengetahui perkembangan kemampuan sampel setelah diberi perlakuan (treatment). Post-test
dilakukan pada tanggal 24 April 2013. d. Memberikan angket
Angket diberikan kepada siswa untuk mengetahui pendapat atau pernyataan atas diberikannya pembelajaran kosakata bahasa Jepang melalui metode index card match angket dilakukan pada tanggal 30 April 2013.
Proses pembelajaran dilakukan pada saat jam pelajaran agar sesuai dengan materi yang diajarkan.
Perlakuan (treatment) pertama dilakukan pada tanggal 2 April 2013 pukul 07.40-08.20, adapun materi pengajaran mengenai (Nan-ji desu ka) dengan kosakata yang diberikan yaitu sebagai berikut :
Tabel 3.5 Daftar Kosakata I
Tema Kosakata Arti
何時ですか。 Mengenai : Waktu 1. ichi-ji 2. Ni-ji 3. San-ji 4. Yo-ji 5. Go-ji 6. Roku-ji 7. Shichi-ji (?) nan-ji 8. Hachi-ji 9. Ku-ji 10.Juu-ji 11.Juu ichi-ji 12.Juu ni-ji 13.Ima 14.Gozen 15.Gogo 1. Jam 1 2. Jam 2 3. Jam 3 4. Jam 4 5. Jam 5 6. Jam 6 7. Jam 7 8. Jam 8 9. Jam 9 10.Jam 10 11.Jam 11 12.Jam 12 13.Sekarang 14.AM 15.PM
Perlakuan (treatment) kedua dilakukan pada tanggal 9 April 2013 pukul 07.40-08.20, adapun materi pengajaran mengenai (Nihon-go no Jugyou wa Dou Desu ka) dengan kosakata yang diberikan yaitu sebagai berikut :
49
Tabel 3.6 Daftar Kosakata II
Tema Kosakata Arti
日本語の授業は どうですか。 Mengenai : Pelajaran 1. Shuukyou 2. Rekishii 3. Suugaku 4. Taiiku 5. Hiragana 6. Katakana 7. Kanji 8. Omoshiroi 9. Tsumaranai 10.Kantan 11.Muzukashii 1. Matematika 2. Sejarah 3. Agama 4. Olah raga 5. Hiragana 6. Katakana 7. Kanji 8. Menyenangkan 9. Membosankan 10.Mudah 11.Sulit
Perlakuan (treatment) ketiga dilakukan pada tanggal 16 April 2013 pukul 07.40-08.20, adapun materi pengajaran mengenai (Toshoshitsu de Hon o Yomimasu) dengan kosakata yang diberikan yaitu sebagai berikut :
Tabel 3.7 Daftar Kosakata III
Tema Kosakata Arti
図書室で本お読 みます。 Mengenai : Kegiatan 1. Mimasu 2. Kakimasu 3. Kikimasu 4. Yomimasu 5. LL kyoushitsu 6. Kyoushitsu 1. Melihat 2. Menulis 3. Mendengar 4. Membaca 5. Lab. Bahasa 6. Kelas
di sekolah 7. Toshoshitsu 8. Bideo 9. Teepu 10.Suupotsu 11.Benkyou shimasu 7. Perpustakaan 8. Video 9. Tape 10.Sport 11.belajar
Perlakuan (treatment) keempat dilakukan pada tanggal 23 April 2013 pukul 07.40-08.20, adapun materi pengajaran mengenai (Watashi no Kazoku) dengan kosakata yang diberikan yaitu sebagai berikut :
Tabel 3.8 Daftar Kosakata IV
Tema Kosakata Arti
私の家族。 Mengenai : Keluarga 1. hitori 2. futari 3. sannin 4. yonin 5. gonin 6. rokunin 7. shichinin 8. hachinin 9. kyuunin 10.juunin 11.hitorikko 1. 1 orang 2. 2 orang 3. 3 orang 4. 4 orang 5. 5 orang 6. 6 orang 7. 7 orang 8. 8 orang 9. 9 orang 10.10 orang 11.Anak tunggal
Pada seluruh pertemuan ini dilaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan metode index card match. Kegiatan awal pada kegiatan pembelajaran pada umumnya. Guru memberikan apersepsi dan motivasi siswa agar semangat dalam mengikuti pelajaran.
51
Selanjutnya guru menjelaskan mengenai metode yang akan diterapkan, yaitu metode index card match. adapun langkah-langkah dalam pembelajaran dengan cara guru membuat kartu terpisah yaitu kartu yang berisi pertanyaan dan kartu yang berisi kunci jawaban. Masing-masing siswa diberikan satu kartu (siswa ada yang mendapat pertanyaan dan ada yang mendapat kunci jawaban). Siswa yang mendapatkan kunci jawaban mencari pasangan pertanyaan yang cocok, sedangkan siswa yang mendapat pertanyaan tetap duduk di bangkunya dan memikirkan kunci jawaban yang bagaimana yang sesuai dengan soal yang dimilikinya. Setelah pasangan pertanyaan dan kunci jawaban yang cocok bertemu, diminta kepada mereka untuk meyakinkan bahwa apa itu benar-benar cocok. Bagi siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu yang ditentukan akan diberi poin. Setelah semua pasangan duduk maka diminta kepada masing-masing pasangan secara bergiliran untuk memaparkan pertanyaan yang ada pada kartu mereka kepada pasangan yang lain.
Seluruh siswa harus siap untuk tampil karena dipilih secara acak oleh guru. Secara tidak langsung mereka akan berusaha untuk mengingat dengan baik materi yang telah diajarkan oleh guru. Hal ini akan mengakibatkan siswa akan belajar dengan aktif dan efektif. Apabila siswa yang menyelesaikan pertanyaan tidak dapat menyelesaikannya, maka pasangan yang melempar pertanyaan bertanggung jawab untuk menyelesaikannya. Pada akhir kegiatan, guru menyimpulkan materi dan memberikan kesempatan untuk bertanya tentang kosakata baru yang didapat oleh murid selama penerapan metode index card match
berlangsung. Seluruh kegiatan pengambilan data bertempat di kampus SMA PGRI 1 Bandung.
1. Mengumpulkan data hasil penelitian berupa tes dan angket 2. Analisis data statistik
3. Menguji hipotesis 4. Menarik kesimpulan