• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. tercatat di wilayah Sumatera Utara berjumlah 5,3 juta.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. tercatat di wilayah Sumatera Utara berjumlah 5,3 juta."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Jumlah kendaraan bermotor di Kota Medan setiap tahunnya selalu bertambah. Dalam Statistik Provinsi Sumatera Utara tahun 2014 yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara disebutkan bahwa hingga tahun 2013, jumlah kendaraan bermotor yang tercatat di wilayah Sumatera Utara berjumlah 5,3 juta.

Tabel 1.1 Jumlah Kendaraan Bermotor yang Terdaftar (unit), 2004 – 2013 di Kota Medan Tahun Mobil Penumpang Mobil Bus Mobil Gerobak Sepeda Motor Jumlah 2004 207.614 27.621 154.420 1.568.048 1.957.703 2005 226.043 28.160 166.221 1.864.980 2.285.404 2006 240.066 28.616 172.999 2.113.772 2.555.453 2007 257.729 29.228 180.384 2.429.571 2.896.912 2008 279.996 29.507 189.857 2.805.368 3.304.728 2009 297.922 29.498 194.946 3.091.510 3.613.876 2010 327.467 29.978 203.452 3.478.230 4.039.127 2011 356.931 71.112 217.254 3.924.007 4.569.295 2012 386.144 71.590 231.750 4.292.933 4.982.417 2013 416.405 71.900 242.445 4.584.431 5.315.181 Sumber: Polda Sumatera Utara Direktorat Lalu Lintas Provinsi Sumatera Utara

Pada tabel 1.1 di atas, terlihat jumlah kendaraan bermotor yang terus bertambah setiap tahunnya. Jumlah pengguna kendaraan yang terus bertambah ini, menuntut setiap dealer untuk memenuhi kebutuhan service kendaraan bermotor. Pertambahan jumlah kendaraan bermotor tersebut juga menjadikan permintaan terhadap spare part juga bertambah karena spare part merupakan bagian terpenting di dalam sebuah kendaraan yang sering mengalami kerusakan. Transaksi penjualan spare part menjadi meningkat

(2)

2 sehingga persediaan pada spare part juga mengalami perputaran yang tinggi. Persaingan yang semakin tinggi di tingkat dealer di kota Medan menjadikan setiap dealer berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya. Dengan pengelolaan manajemen persediaan yang baik akan mempermudah dealer menghadapi persaingan yang semakin ketat sekarang ini.

Kekosongan persediaan dapat menyebabkan pihak dealer mengalami kerugian dan kehilangan pelanggan. Hal ini disebabkan oleh adanya keinginan pelanggan yang tidak dapat terpenuhi sehingga pelanggan mencari dealer atau bengkel yang dapat memenuhi kebutuhannya. Sedangkan kelebihan persediaan mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian dikarenakan muncul masalah-masalah lain seperti biaya penyimpanan dan tingginya biaya pemeliharaan.

AUTO2000 Medan Amplas berusaha menjaga kestabilan persediaan Spare Part. Manajemen persediaan harus dapat menjaga kestabilan persediaan agar tidak terjadi kekurangan persediaan maupun kelebihan persediaan di dealer tersebut.

Persediaan adalah salah satu aset termahal dari banyak perusahaan, mencerminkan 50% dari total modal yang diinvestasikan, Heizer dan Render (2014). Perusahaan dapat mengurangi biaya dengan mengurangi persediaan, tetapi produksi bisa terhenti jika suatu barang tidak tersedia. Pelanggan dapat merasa tidak puas jika barang yang diinginkan tidak

(3)

3 tersedia, sehingga perlu menentukan keseimbangan antara investasi persediaan dan pelayanan pelanggan.

Perusahaan yang memiliki barang dengan jenis yang mencapai ratusan bahkan ribuan. Misalnya bengkel, untuk memberikan faster turnaround, bengkel menyediakan persediaan untuk bagian yang lebih sering diminta seperti busi, sabuk kipas, dan baterai. Tingkat ketersediaan suku cadang yang baik dapat dicapai dengan meminimalkan persediaan di gudang, Meilani (2014)

Banyaknya jenis persediaan tersebut dapat dikelompokkan agar pihak manajemen lebih mudah dalam mengetahui persediaan mana yang penting maupun tidak. Pengelompokan ABC dalam pengendalian persediaan membagi persediaan di tangan ke dalam tiga kelompok berdasarkan pada volume tahunan dalam jumlah uang, Heizer dan Render, (2014). Pengelompokan ini berangkat dari prinsip Pareto yang mengemukakan ada “beberapa hal sangat penting dan banyak hal sepele”. Kebijakan persediaan dibuat dengan memfokuskan persediaan pada bagian-bagian persediaan yang penting walaupun sedikit dan tidak memfokuskan pada bagian-bagian persediaan yang banyak tetapi sepele.

Persediaan akan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok A yang mempunyai nilai penjualan 70%-80% dari 15% jenis spare part, kelompok B yang mempunyai nilai penjualan sekitar 15%-25% dari 30% jenis spare

(4)

4 part, dan sisanya disebut kelompok C yang mempunyai nilai penjualan sekitar 5% dari 55% jenis sparepart.

Penelitian sebelumnya yang serupa telah dilakukan oleh Meilani (2014) yang berjudul Pengendalian Persediaan Spare Part dan Pengembangan dengan Konsep 80-20 (Analisis ABC) pada AUTO2000 Cabang Sutoyo Malang. Perlu dilakukan penelitian serupa di AUTO2000 Cabang Medan Amplas Kota Medan, karena melihat kendala-kendala yang dihadapi dari dealer tersebut diharapkan penelitian ini dapat membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan persediaan yang dihadapi AUTO2000 Cabang Medan Amplas Kota Medan.

Peneliti berharap, penelitian ini dapat memberikan solusi dari permasalahan-permasalahan persediaan yang dihadapi AUTO2000 Cabang Medan Amplas Kota Medan. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan masukan, maupun pertimbangan pihak manager persediaan dalam mengambil keputusan. Berdasarkan paparan di atas peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Analisis Pengendalian Persediaan Spare Part di AUTO2000 Cabang Medan Amplas Kota Medan”.

1.2. Rumusan Masalah

Pengendalian persediaan yang dilakukan oleh AUTO2000 Cabang Ampas Kota Medan saat ini belum maksimal. Masih terdapat produk spare part yang stockout. Hal itu menyebabkan pihak AUTO2000 mengalami kerugian karena keinginan pelanggan yang tidak terpenuhi. Kelebihan

(5)

5 persediaan juga mengakibatkan tingginya biaya penyimpanan dan pemeliharaan. Dibutuhkan persediaan pengaman dan kapan dilakukan pemesanan kembali spare part agar kondisi out of stock tidak terjadi. Oleh karena itu pengendalian persediaan dengan model probabilistik harus dijalankan.

1.3. Pertanyaan Penelitian

1) Spare part apa saja yang masuk kategori A, B dan C dalam analisis ABC?

2) Berapa jumlah Safety Stock produk spare part yang tepat agar tidak terjadi kekurangan persediaan?

3) Kapan reorder point produk spare part yang tepat dilakukan untuk menghindari persediaan yang berlebihan?

1.4. Tujuan Penelitian

1) Mengetahui spare part yang masuk ke dalam kategori A,B dan C. 2) Mengetahui jumlah Safety Stock produk spare part yang tepat agar tidak

terjadi kekurangan persediaan.

3) Mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan reorder point produk spare part agar persediaan tidak berlebihan.

1.5.Manfaat Penelitian

1) Bagi AUTO2000 Medan Amplas Kota Medan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi, masukan, dan rekomendasi untuk mengevaluasi sistem perencanaan persediaan spare part yang saat ini berjalan untuk kemudian dapat membuat sistem perencanaan persediaan

(6)

6 spare part di dealer tersebut dapat menjadi lebih baik pada waktu yang akan datang sehingga pada akhirnya akan meminimalkan biaya persediaan.

2) Bagi pembaca dan kalangan akademisi, penelitian ini diharapkan sebagai sumber informasi dan referensi untuk melakukan penelitian serupa terkait pengendalian persediaan.

1.6. Batasan Penelitian

Batasan penelitian ini berfokus pada analisis pengendalian persediaan spare part di AUTO2000 Medan Amplas Kota Medan.

1) Spare part yang akan dianalisis adalah spare part fast moving yang masuk kategori A.

2) Data penelitian yang diambil adalah data dari bulan Januari 2016 sampai bulan Desember 2016.

1.7. Sistematika Penulisan

Sistematika penelitian adalah susunan secara sistematis yang memberikan gambaran secara umum materi dari penelitian dengan tahapan sebagai berikut:

Bab I: Pendahuluan

Dalam bab pertama memuat uraian awal dari penelitian yang meliputi: Latar Belakang, Rumusan Masalah, Pertanyaan Penelitian, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Batasan Penelitian, dan Sistematika Penulisan.

(7)

7 Dalam bab kedua memuat uraian berbagai macam landasan teori maupun konsep-konsep yang relevan terkait dengan penelitian sebagai dasar, bahan acuan, maupun referensi dalam melakukan analisis data.

Bab III: Metode Penelitian

Dalam bab ketiga memuat uraian tentang metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian mencakup Desain Penelitian, Definisi Operasional, Populasi dan Sampel, Lokasi dan Waktu Penelitian, Metode Pengumpulan Data, Teknik Analisis Data, dan Tahapan Penelitian.

Bab IV: Analisis dan Pembahasan

Dalam bab keempat memuat uraian tentang deskripsi data, dan pembahasan hasil penelitian berdasarkan data maupun informasi yang telah terkumpul untuk mendapatkan hasil terkait permasalahan yang diangkat dalam penelitian.

Bab V: Simpulan

Dalam bab kelima memberikan hasil dari penelitian berupa Simpulan, Keterbatasan, Saran dan Implikasi yang dapat dijadikan bahan pertimbangan maupun rekomendasi bagi AUTO2000 Medan Amplas Kota Medan.

Gambar

Tabel 1.1 Jumlah Kendaraan Bermotor yang Terdaftar (unit),  2004 – 2013 di Kota Medan  Tahun  Mobil  Penumpang  Mobil Bus  Mobil  Gerobak  Sepeda Motor  Jumlah  2004  207.614  27.621  154.420  1.568.048  1.957.703  2005  226.043  28.160  166.221  1.864.980

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga dengan alasan tersebut, lebih menguntungkan untuk head sistem yang tinggi digunakan pompa perpindahan positif apabila kapasitas aliran tidak menjadi tujuan utama dari

Berdasarkan uraian di atas tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan keluarga petani karet yang anaknya tidak melanjutkan pendidikan ke

Hal ini berarti pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan penelitian dengan ketuntasan belajar klasikal memperoleh nilai minimal 65%, maka dapat

Hasil uji t didapat bahwa secara parsial variabel pendapatan konsumen kopi Robusta berpengaruh signifikan terhadap permintaan kopi Robusta di pasar inpres,

Kedua, Imam Malik menganggap bahwa perbuatan liwath adalah perbuatan jarimah (tindak pidana) karena ia sama seperti dengan perbuatan zina yang dikategorikan

Kepuasan Kerja merupakan sikap (positif) tenaga kerja terhadap pekerjaannya, yang timbul berdasarkan penilaian terhadap situasi kerja. Penilaian tersebut

Hasil yang didapatkan dari penelitian etika komunikasi dalam kearifan lokal tradisi temanten kucing adalah rumusan-rumusan beserta datum (kumpulan data) yang akan

Pada penelitian ini terdapat adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah diberikan teknik Effleurage dan Abdominal Lifting pada 27 responden yang mengalami