• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1.Gambaran Umum Perusahaan - ANALISIS LAYOUT MESIN DAN PERALATAN BERDASARKAN LUAS RUANG DAN JUMLAH MESIN PADA CV. ANEKA KONVEKSI - Unika Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1.Gambaran Umum Perusahaan - ANALISIS LAYOUT MESIN DAN PERALATAN BERDASARKAN LUAS RUANG DAN JUMLAH MESIN PADA CV. ANEKA KONVEKSI - Unika Repository"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1.Gambaran Umum Perusahaan

CV Aneka Konveksi merupakan sebuah perusahaan konveksi yang didirikan pada tahun 1996 dan mempunyai 40 mesin dan 30 tenaga kerja pada awal mula berdirinya. Kemudian pada tahun 2008 perusahaan ini mempunyai 70 mesin dan 30 tenaga kerja tetap dan 20 tenaga kerja tidak tetap. Seperti umumnya perusahaan lain, CV Aneka Konveksi memiliki garis wewenang dan tanggung jawab yang mengatur semua tanggung jawab dan wewenang di semua posisi perusahaan ini, dan semuanya ini dapat dilihat pada gambar atau bagan struktur organisasi perusahaan. Berikut ini adalah gambar struktur organisasi CV Aneka Konveksi:

Pemilik (Pimpinan)

Wakil Pimpinan

Supervisor

Karyawan bagian produksi: 1. Bagian pola

2. Bagian pemotong bahan 3. Bagian penjahit

4. Bagian packing

Gambar 4.1. Struktur Organisasi CV Aneka Konveksi

(2)

Keterangan: 1. Pimpinan

Pimpinan perusahaan bertugas untuk memimpin jalannya perusahaan dan memiliki wewenang penuh terhadap kinerja perusahaan. Pimpinan bertanggung jawab penuh terhadap kelangsungan hidup perusahaan, melakukan evaluasi terhadap kinerja anak buah atau karyawan, serta merencanakan strategi perusahaan yang baik dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.

2. Wakil pimpinan

Wakil pimpinan bertugas untuk membantu pimpinan perusahaan dalam menjalankan tugasnya dan jika pimpinan berhalangan maka bertugas mewakili tugas pimpinan dan memimpin perusahaan. Membawahi langsung supervisor sehingga bertugas untuk mengawasi dan mengevaluasi kerja supervisor.

3. Supervisor

Bertugas untuk membawahi dan mengawasi kinerja karyawan yang ada di bawahnya, yaitu karyawan di bidang produksi. Jika ada kesalahan karyawan bagian produksi, bertugas menegur dan memberitahu kesalahan, memberikan sanksi dan sebagainya dengan tujuan agar bagian produksi dapat bekerja dengan optimal.

4. Karyawan bagian produksi

(3)

untuk melaksanakan proses produksi dari mulai pemotongan bahan, pembuatan pola, menjahit dari kain hingga menjadi barang jadi (baju) dan melakukan packing hingga produk siap dipasarkan.

4.2.Proses Produksi

Proses produksi pada penelitian ini meliputi proses dari persiapan bahan baku hingga barang jadi (pakaian) dengan perincian sebagai berikut:

Keterangan:

A = Gudang Bahan Baku

B = Pemotongan bahan baku kain dan pembuatan pola

C = Obras (untuk merapikan dan menyambung semua bagian baju/hem) D = Mesin jarum 1 dan 2 (proses penjahitan dimulai dengan pembuatan

kerah, lengan kanan dan kiri, pembuatan kantong dan tutup, penyambungan bagian belakang hem, penyambungan pundak, penjahitan bagian samping, penjahitan lipat baju depan kanan dan kiri)

E = Overdeck (untuk proses pelipatan bagian bawah baju/hem) F = Lubang kancing

A B C D E

F G

(4)

G = Pasang kancing H = Seterika I = Packing

Proses produksi dalam pembuatan hem pada CV Aneka Konveksi adalah sebagai berikut :

1. Gudang Bahan Baku

Merupakan tempat dimana bahan baku kain disimpan yang diperlukan untuk proses produksi.

2. Tempat pemotongan bahan baku kain

Dalam tahap ini dilakukan proses pemotongan bahan baku kain sesuai dengan ukuran pesanan dan kemudian dilakukan pembuatan pola. 3. Obras

Proses pengobrasan dilakukan untuk merapikan dan melakukan penyambungan bagian hem.

4. Mesin jarum 1 dan 2

Proses penjahitan ini dimulai dari pembuatan kerah, pembuatan lengan, pembuatan kantong dan tutup, penyambungan bagian belakang hem, penyambungan pundak, penjahitan bagian samping, penjahitan lipat lengan, penjahitan lipat baju kiri dan kanan.

5. Overdeck

Merupakan pembuatan untuk lipatan bagian bawah hem. 6. Pembuatan lubang kancing

(5)

7. Pemasangan kancing

Setelah itu kemudian hem dipasang kancing. 8. Seterika

Kemudian berikutnya adalah hem diseterika. 9. Packing

Dilakukan proses packing atau pengemasan hem yang sudah jadi. Untuk proses penjahitan terdiri dari mesin jarum 1 hingga mesin jarum 2, berikut ini adalah perinciannya:

1. Mesin jarum 1: untuk proses pembuatan kerah, pembuatan lengan, pembuatan kantong dan tutup, penyambungan bagian belakang hem.

2. Mesin jarum 2: penyambungan pundak, penjahitan bagian samping, penjahitan lipat lengan, penjahitan lipat baju kiri dan kanan

4.3.Hasil Analisis dan Pembahasan

(6)

4.3.1. Perhitungan Jumlah Peralatan yang Dibutuhkan

Langkah pertama adalah menentukan jumlah peralatan yang dibutuhkan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a) Jumlah waktu proses (T)

i. Mesin obras Æ T = 1 Kemeja membutuhkan waktu 7 menit ii. Mesin jarum Æ T = 1 Kemeja membutuhkan waktu 17

menit

iii. Mesin overdeck Æ T = 1 Kemeja membutuhkan waktu 3 menit

iv. Lubang kancingÆ T = 1 Kemeja membutuhkan 3 menit v. Pasang kancing Æ T = 1 Kemeja membutuhkan 2 menit b) Jumlah produksi (P)

Pi = Pg X ( 1 + % p )

Produksi per bulan = 23400 Kemeja/ bulan Hari kerja = 26 Hari

23400 kemeja / 26 hari = 900 Unit Kemeja per Hari P1. Obras = 904 X ( 1 + 0,00005 ) = 905 P2. Jarum = 903 X ( 1 + 0,00005 ) = 904 P3. Overdeck = 902 X ( 1 + 0,00005 ) = 903 P4. Lubang Kancing = 901 X ( 1 + 0,00005 ) = 902 P5. Pasang Kancing = 900 X ( 1 + 0,00005 ) = 901

(7)

c) Tingkat efisiensi mesin (E)

Membutuhkan data berupa jumlah waktu yang hilang. Data tersebut dapat kita lihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.1.

Jumlah Satuan Waktu yang Hilang per hari dalam Proses Produksi Keterangan Penyesuai

Dengan adanya data yang terdapat pada tabel 4.1. diatas maka nilai H yang terdapat pada rumus efisiensi peralatan dapat dicari dengan rumus sebagai berikut:

Berdasarkan data tabel 4.2. dan juga rumus tersebut maka hasil dari perhitungannya adalah :

Tabel 4.2.

Hasil Perhitungan Nilai H Keterangan Waktu Kerja

(jam)

Istirahat (jam)

Waktu Hilang (menit)

Total Nilai H (jam) Mesin obras

Mesin jarum Mesin overdeck Pasang kancing Lubang kancing

(8)

Maka dapat dihitung tingkat efisiensi peralatan dengan menggunakan rumus, sebagai berikut :

Dimana :

H = Waktu kerja rill (Jam)

D = Jam operasi yang tersedia/Operating time (Jam/hari/shift)

Hasil dari perhitungannya adalah sebagai berikut :

a. Mesin obras memiliki tingkat efisiensi peralatannya sebesar = 7.87 / 9 = 0,874

b. Mesin jarum memiliki tingkat efisiensi peralatannya sebesar = 7.85 / 9 = 0,872.

c. Mesin overdeck memiliki tingkat efisiensi peralatannya sebesar = 7.8 / 9 = 0,866.

d. Mesin pasang kancing memiliki tingkat efisiensi peralatannya sebesar = 7.88 / 9 = 0,875.

e. Mesin lubang kancing memiliki tingkat efisiensi peralatannya sebesar = 7.97 / 9 = 0,885.

Tabel 4.3.

Data Proses Penentuan Jumlah Peralatan

Keterangan Waktu Proses (T) Jam kerja (Jam) Efisiensi Peralatan (E) N

Mesin obras 7 9 0.874 13

Mesin jarum 17 9 0.872 32

Mesin overdeck 3 9 0.866 6

Lubang kancing 3 9 0.875 6

Pasang kancing 2 9 0.885 4

D H Peralatan

(9)

d) Jumlah Mesin ( Ni )

Berdasarkan tabel 4.4. maka hasil dari perhitungan dalam menentukan jumlah peralatan sebagai berikut :

i. Mesin obras

Tahapan ini memerlukan jumlah peralatan untuk mesin obras:

(

0,1167

) (

115,052

)

13,426 14

Sehingga peralatan yang digunakan untuk obras adalah 14 unit mesin obras.

ii. Mesin jarum (yaitu mesin jarum 1 dan 2)

Pada tahapan ini peralatan yang digunakan adalah mesin jarum. Bagian ini diperhitungkan berupa jumlah peralatan yang dibutuhkan dengan cara mengalikan hasil bagi antara waktu (T), 60 menit serta pembagian antara jumlah produk yang dibagi dengan hasil perkalian tingkat efisiensi peralatan dan jam kerja (Yamit, 161)

Dalam tahapan ini diperlukan jumlah peralatan untuk mesin jarum sebanyak 33 unit.

iii. Mesin overdeck

Tahap ini membutuhkan jumlah peralatan sebanyak:

(10)

Sehingga jumlah mesin yang dibutuhkan untuk tahap ini sejumlah 6 mesin overdeck.

iv. Lubang kancing

Tahapan ini membutuhkan jumlah peralatan sebanyak

(

0,05

) (

114,539

)

5,727 6

Sehingga jumlah yang dibutuhkan untuk tahapan ini sejumlah 6 mesin lubang kancing.

v. Pasang kancing

Pada bagian tahapan ini jumlah peralatan yang digunakan

(

0,033

) (

113,119

)

3,733 4

Jumlah peralatan yang dibutuhkan untuk tahapan ini sejumlah 4 mesin pasang kancing.

4.3.2. Perhitungan Luas Area

Tahap selanjutnya adalah mencari luas area untuk ruang produksi lantai 1 yang berisikan berbagai macam mesin dari mulai mesin jarum, mesin obras, mesin overdeck, mesin pasang kancing dan lubang kancing.

(11)

(

(

)

)

Dalam tahapan ini diperlukan luas ruangan minimal 65,88m² untuk ruang gerak karyawan dan penyimpanan. Sehingga ruangan seluas 122,76 m² pada tahapan ini cukup luas untuk gerak karyawan dan penyimpanan, serta untuk peralatan/mesin yang digunakan.

4.3.3. Layout Terdahulu

(12)
(13)

Keterangan:

A

= Mesin Jarum

= Mesin Obras

= Mesin Overdeck

= Mesin Pasang Kancing

= Mesin Lubang Kancing

= Meja Pemesanan

(14)

4.3.4. Gambar Layout Alternatif

Berikut ini adalah gambar untuk layout alternatif 1:

(15)

Keterangan:

A

= Mesin Jarum

= Mesin Obras

= Mesin Overdeck

= Mesin Pasang Kancing

= Mesin Lubang Kancing

= Meja Pemesanan

(16)

4.3.5. Layout Alternatif 2

Berikut ini adalah gambar untuk layout alternatif 2 pada penelitian ini:

(17)

Keterangan:

A

= Mesin Jarum

= Mesin Obras

= Mesin Overdeck

= Mesin Pasang Kancing

= Mesin Lubang Kancing

= Meja Pemesanan

(18)

4.3.6. Layout Terbaik

Tabel 4.4. Nilai dan Total Berbagai Layout

Nilai

Untuk mengetahui layout terbaik dilakukan dengan membandingkan antara layout terdahulu, layout alternatif 1 dan layout alternatif 2. Untuk layout terdahulu tampaknya masih kurang baik dna kurang efektif karena ternyata mesin optimal yang sebaiknya dimiliki adalah mesin jarum 33 (kelebihan 3 untuk layout lama). Kemudian untuk mesin obras jumlah idealnya adalah 14 (sudah sesuai jumlahnya dengan layout lama), mesin overdeck sebanyak 6 (sudah sesuai), mesin pasang kancing 4 (kelebihan 5 untuk layout lama) dan mesin lubang kancing 6 (sudah sesuai). Jadi antara layout alternatif 1 dan 2 akan dibandingkan manakah yang terbaik.

(19)

alternatif 2 karena dilihat dari flow material, produk, peralatan dan mesin, minimum movement, sequence, maintenance dan replacement, employee area, service area, dan plant climate. Maka layout terbaik adalah layout alternatif 1.

Gambar

Gambar 4.1. Struktur Organisasi CV Aneka Konveksi
Tabel 4.1.
Tabel 4.3.
Gambar 4.2. Layout CV Aneka Konveksi
+4

Referensi

Dokumen terkait

Langkah berikutnya adalah merumuskan hubungan statistik dalam rumusan aljabar.Hasil fak dan fakp digunakan sebagai petunjuk untuk memilih satu atau lebih dari

Komunikasi semua saluran dalam IMAMI UR terjadi ketika ketua, pengurus dan para anggota lainnya dapat saling berkomunikasi satu sama lain ketika berkomunikasi

Pada sistem pengatur intensitas cahaya berbasis wireless ini mempunyai beberapa parameter yang diuji, yaitu dengan tidak menggunakan penghalang dengan jarak 5 sampai 30

Hal berbeda pada Gambar 4.9 (c) dan (d), yaitu pada sudut serang 13°, terlihat pada upper side airfoil dengan vortex generator memiliki distribusi tekanan yang lebih rendah

Dalam tugas akhir ini, akan dilakukan peramalan tingkat inflasi mengguunakan metode Artificial Neural Network (ANN). Metode ANN merupakan metode yang paling sering

1999 menunjukkan buah manggis yang dipanen dengan warna kulit buah hijau dengan setitik noda ungu (104 HSBM), warna kulit buahnya berubah dengan cepat menjadi 10 - 25% ungu

Ada beberapa tahap dalam pelaksanaan Evaluasi Kinerja FKTP adalah sebagai berikut : NO 2014 2015 2016 2017 2018 2019 1 FKTP mampu melaksanakan Prolanis pada peserta 20% FKTP

Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik ringan, dan aktivitas fisik ringan lebih banyak pada responden obesitas baik pada hari kuliah maupun hari