BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi saat ini, persaingan dalam dunia bisnis semakin meningkat dikarenakan perubahan yang begitu cepat baik perubahan dalam teknologi, trend, maupun budaya. Sehingga menuntut perusahaan untuk terus mengikuti perubahan tersebut agar dapat bertahan dengan melakukan upaya-upaya yang dapat menghasilkan keunggulan kompetitif (competitive advantage) yang dapat menjamin kelangsungan hidup dan berkelanjutan perusahaan tersebut (sustainability). Setiap perubahan yang terjadi akan membawa dampak terhadap suatu organisasi atau perusahaan baik positif maupun negatif. Berbagai pengaruh dan dampak yang terjadi dalam organisasi bergantung pada kemampuan organisasi tersebut dalam mengatur (managing) dan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan sesuai dengan kebijakan dan strategi yang diterapkan oleh organisasi tersebut yang dilakukan oleh fungsi manajerial yang ada, salah satunya yaitu manajemen sumber daya manusia (MSDM). Sumber daya manusia juga merupakan salah satu aset penting perusahaan karena keberhasilan perusahaan tergantung pada bagaimana perusahaan dapat mengelola karyawannya dengan baik agar menjadi lebih efisien dan efektif. Menurut Bedeian (1992) dalam Qureshi, et al (2011) Karyawan adalah aset yang paling berharga dalam setiap organisasi. Sebuah bisnis yang sukses dan sangat produktif dapat dicapai dengan melibatkan karyawan dengan cara meningkatkan kinerja karyawan.
Dengan memiliki sumber daya manusia yang kompeten yang mempunyai keterampilan, disiplin, semangat kerja tinggi, inovatif, berkomitmen, berkompeten dan loyal kepada perusahaan maka akan sangat berpengaruh positif terhadap kemajuan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan perusahaan. Seperti yang diungkapkan oleh Snyder (1989) dalam Prihantoro (2012) Manusia adalah sumber daya yang paling bernilai, dan ilmu perilaku menyiapkan banyak teknik dan program yang dapat menuntun pemanfaatan sumber daya manusia secara lebih efektif, hal ini bertujuan untuk mencapai kinerja sumber daya manusia yang semakin meningkat. Idealnya sebuah perusahaan sebagai organisasi adalah tempat sebagaimana
karyawan merasa nyaman dan menjadi bagian dari kelompok organisasi dan memiliki rasa kepemilikan (sense of belonging) di tempat kerja.
Dalam pencapaian tujuan perusahaan terdapat beberapa unsur-unsur penting, seperti kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja karyawan yang rendah akan menyebabkan karyawan merasa bosan dan jenuh dengan pekerjaannya tetapi apabila karyawan memperoleh kepuasan kerja maka akan mempengaruhi lingkungan kerja yang positif dan dinamis yang memberikan karyawan kebebasan dalam bekerja, berpikir kreatif dan memiliki kontrol terhadap pekerjaannya. Qureshi, et al (2011) mengungkapkan kepuasan kerja didefinisikan sebagai perasaan positif tentang pekerjaan, orang-orang yang puas adalah orang-orang yang bahagia dengan pekerjaan mereka. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja dan variabel-variabel tersebut yang berdampak pada kepuasan gaji, promosi, manfaat, peluang pertumbuhan, budaya organisasi, dll. Gaji merupakan faktor yang sangat penting untuk kepuasan kerja tetapi peluang pertumbuhan juga merupakan faktor yang sama pentingnya
Selanjutnya adalah komitmen organisasional karyawan terhadap organisasi atau perusahaan. Bagaimana menjaga karyawan agar dapat mempunyai komitmen yang tinggi terhadap organisasi. Karena ketika seorang karyawan mempunyai ikatan emosional yang tinggi terhadap perusahaan baik dalam bentuk tanggung jawab terhadap pekerjaan dan perusahaan, lingkungan kerja maupun ikatan persaudaraan yang baik terhadap teman sekerja mampu memperdalam ikatan emosional seseorang. Menurut Koesmono (2011) salah satu perasaan yang menyelimuti seseorang dalam berkomitmen adalah rasa berhutang budi karena organisasi tersebut memberikan perhatian penuh terhadap karyawan. Tetapi di sisi lain seorang karyawan mempunyai komitmen yang tinggi karena karyawan tersebut mempunyai persamaan visi, misi dan tujuan yang sama dengan organisasi tersebut. Jika karyawan lebih berkomitmen dengan organisasi maka organisasi dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih efisien sehingga komitmen organisasi memiliki dampak positif pada organisasi. Banyak faktor yang terdapat dalam komitmen organisasi, salah satu faktor yang sangat penting adalah kepuasan kerja, jika kepuasan kerja meningkat maka komitmen organisasional juga akan meningkat (Qureshi, et al. 2011).
Brahmasari (2008) mengungkapkan bahwa kinerja adalah pencapaian atas tujuan organisasi yang dapat berbentuk output kuantitatif maupun kualitatif, kreatifitas, fleksibilitas, dapat diandalkan atau hal-hal lain yang diinginkan oleh organisasi. Kinerja merupakan proses
yang dirancang untuk menghubungkan tujuan organisasi dengan anggota organisasi lainnya sehingga tercapai tujuan yang sama. Baur.T (2004) dalam Qureshi, et al. (2011) mengungkapkan angkatan kerja yang fleksibel berkaitan dengan kinerja karyawan dan dia menemukan bahwa sistem kerja yang fleksibel memiliki kepuasan positif di semua negara.
PT Celebes Artha Ventura adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembiayaan atau penyertaan modal (modal ventura). Didirikan pada tahun 1996 dan mulai beroperasi pada tahun 2000. PT Celebes Artha Ventura memberikan layanan pinjaman dana untuk beberapa UKM dan telah berinvestasi di perusahaan-perusahaan di bidang Multifinance, Asuransi, Otomotif, Pertambangan, Pertanian, dan Infrastruktur serta berbagai usaha mikro kecil dan menengah. PT Celebes Artha Ventura menjalankan bisnisnya sesuai dengan ijin yang dikeluarkan dari Menteri Keuangan mengenai perubahan dengan Nomor 329/KMK.017/1997 tentang pemberian ijin usaha modal ventura. Berdasarkan hasil pengamatan awal yang berupa observasi dan wawancara di PT Celebes Artha Ventura pada tanggal 3 Oktober 2014, menurut Bapak Humprey, selaku Manager Operasional pada PT Celebes Artha Ventura, “karyawan bagian marketing and collection mengalami penurunan kinerja. Penyebab penurunan kinerja dikarenakan karyawan tidak memiliki rasa komitmen yang tinggi terhadap perusahaan sehingga karyawan hanya bekerja sebatas rasa tanggung jawab terhadap tugas dan pekerjaan, sehingga mereka tidak peduli apa yang dikatakan oleh rekan kerja jika mereka keluar dari pekerjaan mereka. Untuk itu, kinerja karyawan perlu ditingkatkan untuk meningkatkan pertumbuhan produktivitas pekerjaan. Peningkatan kinerja karyawan dapat memudahkan perusahaan melakukan evaluasi sehingga kegiatan bisnis menjadi efektif dan efisien.” Dari pernyataan Bapak Humprey diatas, penulis melihat adanya penurunan kinerja karyawan karena kurangnya komitmen karyawan terhadap organisasi.
Berikut tabel presentasi penurunan kinerja karyawan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir:
Tabel 1.1 Presentasi Penurunan Kinerja PT Celebes Artha Ventura
Tahun Karyawan Dengan Kinerja Baik Karyawan Dengan Kinerja Buruk
2014 54% 46%
2013 69% 31%
Sumber: PT Celebes Artha Ventura, 2014
Oleh karena itu, dari pembahasan latar belakang diatas maka penulis ingin meneliti mengenai “Analisis Kontribusi Organizational Commitment Terhadap Job Satisfaction Dan Dampaknya Terhadap Employee Performance Pada PT Celebes Artha Ventura”.
1.2 Ruang Lingkup Masalah
Dalam melakukan penelitian, penulis harus membatasi ruang lingkup penelitian dikarenakan keterbatasan waktu dan tenaga. Penulis membahas tentang Analisis Kontribusi Organizational Commitment (X) Terhadap Job Satisfaction (Y) Dan Dampaknya Terhadap Employee Performance (Z) Pada PT CELEBES ARTHA VENTURA dengan melibatkan seluruh populasi karyawan sebagai responden yang berjumlah 56 orang.
1.3 Rumusan Masalah
Mengacu pada judul penelitian dan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah. Rumusan masalah tersebut dapat diutarakan dalam beberapa pertanyaan, yaitu:
1. Apakah ada kontribusi yang signifikan antara Organizational Commitment terhadap Job Satisfaction pada PT Celebes Artha Ventura ?
2. Apakah ada kontribusi yang signifikan antara Organizational Commitment terhadap Employee Performance pada PT Celebes Artha Ventura ?
3. Apakah ada kontribusi yang signifikan antara Job Satisfaction terhadap Employee Performance pada PT Celebes Artha Ventura ?
4. Apakah ada kontribusi yang signifikan antara Organizational Commitment terhadap Job Satisfaction dan dampaknya terhadap Employee Performance pada PT Celebes Artha Ventura ?
1.4 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apakah ada kontribusi yang signifikan antara Organizational Commitment terhadap Job Satisfaction pada PT Celebes Artha Ventura. (T-1)
2. Untuk mengetahui apakah ada kontribusi yang signifikan antara Organizational Commitment terhadap Employee Performance pada PT Celebes Artha Ventura. (T-2)
3. Untuk mengetahui apakah ada kontribusi yang signifikan antara Job Satisfaction terhadap Employee Performance pada PT Celebes Artha Ventura. (T-3)
4. Untuk mengetahui apakah ada kontribusi yang signifikan antara Organizational Commitment terhadap Job Satisfaction dan dampaknya terhadap Employee Performance pada PT Celebes Artha Ventura. (T-4)
1.5 Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian yang berjudul “Analisis Kontribusi Organizational Commitment Terhadap Job Satisfaction Dan Dampaknya Terhadap Employee Performance Pada PT Celebes Artha Ventura” ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada beberapa pihak, diantaranya:
1. Bagi Perusahaan
• Dapat membantu memberikan informasi bagi karyawan dan perusahaan
• Perusahaan dapat mengetahui sejauh mana kontribusi Organizational Commitment terhadap Job Satisfaction dan dampaknya terhadap Employee Performance di masa kini dan yang akan datang.
• Perusahaan dapat mengevaluasi hasil dari penerapan Organizational Commitment, Job Satisfaction dan Employee Performance serta dapat melakukan perbaikan terhadap kekurangan yang masih ada.
2. Bagi Penulis
• Mendapatkan pengetahuan mengenai cara untuk menganalisis kontribusi Organizational Commitment terhadap Job Satisfaction dan dampaknya terhadap Employee Performance, serta untuk memperkaya ilmu manajemen.
• Menambah pengetahuan serta wawasan penulis tentang manajemen sumber daya manusia dan dunia bisnis serta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh penulis selama kuliah.
3. Bagi Pembaca
• Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya dari hasil analisis kontribusi Organizational Commitment terhadap Job Satisfactiondan
dampaknya terhadap Employee Performance sehingga perusahaan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa kini dan yang akan datang. • Sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya di masa yang akan datang.
1.6 Kajian Penelitian Terdahulu Tabel 1.2 Penelitian Terdahulu
No JudulJurnal NamaPengar
ang Variabel Keterangan
1. Interdisciplinary Journal Of Contemporary Research In Business Vol.3, No.4, 2011 “Impactof Job Satisfaction and Organizational Commitment on Employee Performance: Evidence from Pakistan” JaveriaAshfa qQureshi, Khansa Hayat, Mehwish Ali danNosheenS arwat KepuasanKerja , KomitmenOrg anisasi, danKinerjaKar yawan. Hasilpenelitianmenyatakanbah wa, terdapathubungan yang signifikanantaraJob SatisfactiondanOrganizational CommitmentTerhadapEmploye ePerformance. 2. Interdisciplinary Journal Of Contemporary Research In Business Vol. 3, No. 9, 2012 “Organizational Commitment And Job Satisfaction In Islamic Azad University” Caramollah Daneshfard (Phd) dan Kokab Elsadat Ekvaniyan Komitmen organisasi (Affective, Normatif, Continuous Commitment) dan Kepuasan Kerja
Hasil penelitian menyatakan bahwa, terdapat hubungan yang langsung dan signifikan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi.
3. Accounting, Accountability & Performance Vol. 18, No. 1, 2013 “How Perceptions Of Empowerment And Commitment Affect Job Satisfaction: A Study Of Managerial-level Affects”
Kirsten Rae Organizational Commitment, Job
Satisfaction, Psychological Empowerment.
Hasil penelitian menyatakan bahwa, terdapat hubungan positif yang signifikan antara komitmen organisasi dan kepuasan kerja. 4. Southern African Business Review Vol. 15, No. 1, 2011 “Exploring The Job Satisfaction And Organizational Commitment Of Employees In The Information Technology Environment”. E.J. Lumley, M. Coetzee, R.Tladinyane & N. Ferreira Job Satisfaction, Organizational Commitment, Affective Commitment, Normative Commitment, Continuance. Commitment
Hasil penelitian menyatakan bahwa, terdapat hubungan positif yang signifikan antara kepuasan kerja, komitmen organisasi, komitmen afektif, dan komitmen normatif.
5. 170 Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE) Vol. 19, No. 2, 2012 “Analisis Pengaruh Budaya Organisasi Dan Chaterina Melina Taurisa, Intan Ratnawati Budaya Organisasi, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasional , Dan Kinerja
Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja.
(2) Budaya Organisasi berpengaruh positif dan
Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Organisasional Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan (Studi pada PT Sido Muncul Kaligawe Semarang)”.
Karyawan signifikan terhadap komitmen organisasional.
(3) Kepuasan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional.
(4) Komitmen Organisasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
(5) Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja karyawan. (6) Kepuasan Kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.